3.24.2012

Menunggu Kutudrama.Com menulis : Sinopsis Rooftop Prince Episode 1

 
“Perhatian :
Saya sedang menunggu dengan manis,www.kutudrama.com menulis sinopsis ini,tapi review singkat ceritanya akan saya tulis,Mbak Dee....maaf memaksamu :D

Masa lalu,abad ke 18 Era Joseon : Malam telah larut,terdengar suara kucing hitam mengeong diatap.Mungkinkah ini pertanda buruk?Seorang kasim berlari melintasi halaman.


Didalam ruang kerajaan,Putra Mahkota Lee Gak/Yi Gak (Yoo Chun) terbangun minum dan menemukan dirinya sendirian ditempat tidur.
Dia memanggil keluar bertanya apakah Putri Mahkota berada diluar,tetapi sama sekali tak ada jawaban dari luar.Ini sebuah tanda bahaya bukankah seorang bangsawan tidak diperbolehkan sendirian,dan hal ini membuat Lee Gak sangat khawatir.


 
Kasim datang,Yi Gak mendengar jejak suaranya.Ia segera keluar bertanya apa yang sedang terjadi?Kasim menangis berkata tentang Putri Mahkota.
"Bicaralah..apa yang sedang terjadi?"Teriak Yi Gak panik.Yi Gak memberitahu kasim agar ia bicara,dan kemudian ia berjalan keluar.


Pengawal Istana bersiap siaga berjalan kearah kolam,memobilisasi tempat.Yi Gak berlarian menuju kolam istana.Sudah banyak orang berada disana.
 
Putra Mahkota Yi Gak sampai ditepi kolam melihat tubuh Putri Mahkota mengambang tertelungkup didalam air.Yi Gak berjalan lunglai beberapa langkah perlahan dan mulai menangisi Putri Mahkota.Yi Gak menyebut namanya sambil terus menuju kearahnya.Pengawal Istana menghentikannya sehingga Yi Gak berteriak pada mereka untuk membiarkan dia pergi.Dia terus memanggil namanya dan bertanya apa yang terjadi.
 
Wajah Putri Mahkota tidak terlihat jelas.Tapi tiba-tiba terlihat Putra Mahkota juga berada didalam kolam  mengenakan pakaian modern mengambang didalam air.Apakah ada sesuatu yang terjadi disini?Pria itu bernama Yong Tae Yong.
Flashback : Pangeran muda Yi Gak duduk bersama dengan Raja(ayahnya) dan para mentri.Raja membuat lelucon tentang gadis macam apa yang diinginkan olehnya untuk menjadi seorang Istri?
"Aku ingin seorang Istri yang cantik"Jawabnya.
"Apa?"
"Putra Mahkota kenapa kau mengatakan gadis itu harus cantik?"Tanya seorang mentri
"Kupikir jika dia cantik,aku selalu ingin melihatnya setiap hari.Ayah,Bahkan jika dia menjadi Putri Mahkota dan menghabiskan malamnya sendiri itu tidak baik untuknya"Jawab Pangeran Yi Gak.

Raja heran mendengar ucapan Yi Gak seperti itu,hal itu membuatnya tertawa,para mentri ikut tertawa.Keputusan kerajaan dikeluarkan untuk memulai mencari wanita muda sebagai Calon Putri Mahkota.


Disebuah desa (Korean Folk Village),Seorang gadis muda bernama Hwa Young duduk menatap wajahnya dicermin,adik perempuannya (Bo Young) datang dan mengatakan bagaimana raja telah memerintahkan untuk mengadakan seleksi Putri Mahkota,dan rumah mereka sedang membicarakan hal itu karna ayah mereka telah dipilih menjadi calon ayah mertua Putra Mahkota yang mengharuskan mendaftarkan salah satu putrinya.
Sepasang saudara perempuan yang cantik yang manakah akan dipilih?


Ayah mereka adalah seorang mentri.Mendengar kabar ayahnya menjadi calon mertua Putra Mahkota,banyak orang berdatangan memberikan hadiah ucapan selamat.


Hwa Young bertanya-tanya siapakah diantara mereka yang akan menjadi Putri Mahkota kelak,Bo Young berkata tentu saja itu kakaknya Hwa Young.Bo Young mendesah dalam kegembiraan memikirkan kelak kakaknya bakal menjadi Putri Mahkota,hal itu terima kasih akan membuat dia bisa melihat istana.


Mendengar hal itu Hwa Young menjadi senang,ia janji kelak menjadi Putri Mahkota akan membawa Bo Young keistana setiap hari juga memberikan makanan mewah dan pakaian bagus.


Bo Young bertanya-tanya Bagaimana Wajah Pangeran.
Ayah memanggil kedua putrinya,ayah berkata kalau mereka telah mendengar kabar pemilihan Putri Mahkota sampai kerumah,dan keduanya harus tahu tentang siapa yang terpilih untuk dicalonkan sebagai Putri Mahkota.

Ibu memberi tahu Hwa Young untuk hati-hati sampai seleksi akhir pencalonan dilakukan bahkan ketika minum dan berjalan.Ia juga mengingatkan menjadi putri Mahkota artinya akan menjadi suatu kehormatan bagi keluarga mereka.

Semua terkejut,saat ayah mengatakan kalau Bu Young lah yang akan diikut sertakan pencalonan Putri Mahkota.Ibu tak percaya dan mencoba mengulangi pertanyaan yang sama,apakah ayahnya mengatakan Bu Young putri Bungsu lah yang ikut serta?Ayah mengiyakan,ayah pikir Bo Young lah gadis yang cocok seperti diinginkan Pangeran.



 Hwa Young menangis dan menyimpan kemarahan.Ayah mengatakan kepadanya untuk membantu adiknya mempersiapkan diri sebagai calon Putri Mahkota.Sambil menangis Hwa Young mengiyakan.
 
Bo Young khawatir dan merasa bersalah pada kakaknya. 
Waktu seolah kembali ke zaman Modern(Abad 21) dengan cepat,ketika dua orang gadis muda bertemu.Dalam kehidupan ini kedua gadis tersebut sama sekali tidak terikat sedarah.Meskipun mereka kemudian menjadi dua beradik tiri ketika orang tua mereka menikah.Sekarang dimasa modern nama mereka adalah Park Ha (Han Ji Min,yang bungsu),dan Sena (Jung Yu mi,kakak tertua).


Sejak pertemuan pertama,Sena sudah mulai menampakkan ketidak sukaan dia pada Park Ha.Pada pertemuan dua keluarga Sena datang dengan ibunya dan Park Ha datang bersama ayahnya.Sena meminta pada ibunya untuk memesan es krim yang sama.Ayah Park Ha pun membelikan Es Krim untuk Sena.Ibu Sena lalu berkata kalau mereka akan mulai hidup bersama-sama.Ibu Sena memberitahu pada Park Ha untuk memanggil Sena sebagai Oenni.
Suatu hari setelah Ayah dan Ibu mereka menikah.Ibu memukul sena dan memarahinya berkata mengapa Sena tidak menjaga adiknya saat mereka sedang bekerja.Park Ha terluka,ketika ia sedang memasak ramen sendiri.Api membakar pipinya,Ibu kesal untung saja tidak terjadi kebakaran.


Ayah berteriak pada Park Ha untuk tidak menyentuh gas lagi atau dia dalam kesulitan besar.Ibu mengatakan pada Sena untuk merawat adiknya.Park Ha kecil terus menangis.
Park Ha dan Sena berada diluar rumah,mereka pergi ketoko.Diam-diam Sena memasukan barang-barang kedalam tas adiknya.Mereka tertangkap oleh pemilik Toko.Pemilik Toko bertanya pada Sena apakah dia adiknya,dan meminta cepat membuka tasnya.


Kenapa dengan adikku?Tanya Sena,Pemilik Toko berkata untuk segera membuka Tas Park Ha,Sena menolak dia tidak mau.Pemilik Toko segera membuka tas dan mengeluarkan semua barang curian keluar.Sena berpura-pura tak paham bertanya pada adiknya apa itu?Park Ha polos mengatakan kalau ia tidak tahu.
Sena menegurnya :Apakah kau telah mencuri barang ini?Jawab aku,apakah kau seorang pencuri.Park Ha menolak mengakui,aku tidak tahu dan itu bukan aku.


Di Toko lain,Sena melakukan hal yang sama.Saat adiknya sedang asyik melihat-lihat barang,Sena memasukan beberapa barang kedalam tasnya.Untungnya ayah diam-diam menyaksikan hal itu dan melihat semuanya.Sehingga Sena kembali dihukum untuk tidak melakukan hal itu lagi. 
Sena meninggalkan adiknya Park Ha dibelakang sebuah truk dan meminta Park Ha menunggunya setelah ia membeli susu.Saat hendak membangun kan Park Ha,Sena berubah pikiran.Ia lalu melemparkan susu kedalam Truk tersebut kemudian menutupnya.
Truk mulai berjalan pergi,Sena hanya diam menyaksikan truk mulai membawa pergi adiknya.Park Ha bangun dan melihat kesekeliling Truk,ia melihat susu.Dia ingat bagaimana Sena berkata padanya untuk menunggunya disitu saat ia membeli susu.


Park Ha membuka penutup belakang Truk dan terus memanggil kakaknya,tapi Sena hanya diam menonton kepergiannya.Lalu Sena berbalik dan pergi meninggalkannya.
Reinkarnasi cerita itu ternyata sedikit sama diera Joseon.Saat persiapan seleksi Putri Mahkota ,Ibu menginginkan Bo Young mengenakan pakaian lain serta sepatu yang berbeda.Ibu juga meminta pada Hwa Young meminjamkan karet rambut yang terlihat baik saat Bo Young kenakan mengikat rambutnya.


Hwa Young kemudian memilihkan ikat rambut satu untuknya,namun Ibu menginginkan Hwa Young meminjamkan Ikat Rambut yang mereka miliki saat musim gugur lalu.
Hwa Young berkata itu miliknya,bukankah ikat rambut pilihannya juga cuku bagus.


Ibu mengatakan tidak,karna pangeran menginginkan Putri Mahkota terlihat cantik.
 
Bo Young berjalan menuju kamar kakaknya Hwa Young,sementara Hwa Young sedang menyetrika.Bo Young berkata kalau ia datang,Hwa Young mempersilahkannya.Bo Young datang membawa buah kesemak kering dan mengajaknya makan bersama.


Hwa Young berkata kalau ia ingin menyetrika ,karna ia mendengar bahwa Bo Young akan membawa sendiri gaun/rok saat pemilihan Putri Mahkota.Bo Young berterima kasih,lalu bertanya apakah sebelumnya kakaknya marah perihal ikat rambut?


Hwa Young mengatakan tidak,dan berkata kalau aplikasi formulir pendaftaran putri mahkota apakah besok akan disampaikan?Ia mendesah kalau hal itu seperti begitu cepat.Bo Young berkata kalau ia akan merindukan kakaknya dan ia kelak akan mengundang kakaknya keistana,Bo Young sedih,beberapa hari tersisa sehingga ia akan mengucapkan selamat tinggal pada adiknya.


Bo Young mencoba mengajak kakaknya makan satu buah kesemak kering dulu dan mengatakan untuk makan itu sebelum melakukannya,Hwa Young tak mau,adiknya saja yang lebih dulu memakannya.
Hwa Young mendorong kesemak ,menolak untuk memakannya dulu hingga kesemak tersebut terlempar jatuh.Hwa Young mengambil kesempatan untuk berpura-pura mengambil kesemak tersebut,ia pura-pura tersandung rok dan sengaja menjatuhkan alat setrika kebawah Bo Young hingga membakar pipinya.


Bo Young teriak kesakitan.. 
Ayah sangat marah pada Ibu Bo Young bertanya bagaimana kecelakaan itu terjadi,apa yang ia lakukan saat itu?Ibu menangis tak tahu apa yang harus mereka lakukan karna bekas luka itu tak akan hilang selama hidupnya.

Ayah bilang diam,ia mengatakan kalau ia akan mengirim Hwa Young dalam pencalonan Putri Mahkota.
 
 Pada Hari yang ditetapkan Hwa Young menikah dengan Pangeran Yi Gak.Bo Young melihat mereka dari jauh dengan wajahnya ditutupi sebuah cadar,ia menangis sedih.Bo Young memiliki tanda luka besar pada pipinya,ia tak bisa menjadi seorang Putri Mahkota. 
Kini Bo Young beranjak dewasa ,saat ia menyulam bunga mawar dan kupu-kupu wajahnya tetap ditutupi sebuah cadar.
Putra Mahkota Yi Gak dan Putri Mahkota Hwa Young sedang berjalan-jalan ditaman,Hwa Young memamerkan sulaman adiknya pada Yi Gak ,mengakui kalau itu sulamannya.Yi Gak melihat sulaman itu dan menyamakannya dengan bunga-bunga yang berada ditaman.Ia tertawa berkata kalau kupu-kupu bahkan tertipu,karna sulaman Putri Mahkota Hwa Young terlihat begitu bagus hingga kupu-kupu mengira itu nyata.


Lee Gak kemudian membaca puisi kemudian menyuruh Hwa Young meneruskannya,Hwa Young tidak bisa ia kemudian melirik adiknya,sehingga Bo Young meneruskan puisi Lee Gak.
Bo Young berpuisi tentang seorang seorang mempelai wanita yang bertanya pada calon suaminya,apakah aku cantik atau bunga yang lebih cantik?
Lee Gak menoleh,apakah itu jawabanmu adik ipar?ia lalu membalas puisi Bo Young berkata kalau mempelai pria memainkan katanya "Bunga tersebut lebih cantik dibandingkan denganmu".
Bo Young membalas puisi Lee Gak mengatakan kalau mempelai wanita itu merasa cemburu karna kata-kata itu,hingga ia menginjak bunga itu dan berkata pada calon suaminya untuk tidur dengan bunga untuk malam itu.


Lee Gak heran,bertanya untuk seorang gadis seperti Bo Young,bagaimana bisa ia berpuisi seperti itu?Bo Young meminta maaf,berkata kalau ia salah dan tidak tahu diri.Lee Gak ternyata menggodanya,Hwa Young menjadi cemburu dan berjalan mendekati Lee Gak.Berkata kalau ia sangat ingin melihat bunga-bunga yang bermekaran dikolam Bu Yong.
Mendengar hal itu,Lee Gak pun meminta semua orang untuk pergi kesana.Saat mereka berjalan bersama,Hwa Young berbicara kalau ia melihat bunga disebelah sana.
Tapi Lee Gak langsung bertanya pada Bu Young mengatakan kalau ia memberikan sebuah teka-teki lain untuknya.
Teka-teki itu cukup sulit,dan Lee Gak memastikan jika Bo Young akan sulit menjawabnya.Lee Gak berjanji jika Bu Young mampu menjawab teka-teki itu dalam dua hari,maka ia akan memberikan Bu Young sebuah hadiah besar.

Teka-teki itu adalah "Mati ketika hidup,dan hidup bahkan ketika mati..."Ujar Lee Gak,ia bahkan mengulanginya kemudian bertanya pada Putri Mahkota apakah dia tahu jawabannya?

Hwa Young menjawab bahwa ia tahu tapi sepertinya tidak tahu,samar-samar.Lee Gak tersenyum satu sama lain,sedangkan Bu Young hanya melihat keduanya dengan pandangan sedih.
Lee Gak benar-benar sedih mengingat kenangan terakhir itu,ia memerintahkan kasim untuk mengurus jasad Putri Mahkota dan memastikannya mendapat penghormatan yang layak dengan menyelubunginya dengan kain sutra secara hati-hati tanpa ada yang terbuka.


Kemudian Lee Gak bicara pada kedua pengawal istananya,untuk melarang semua orang memasuki ruang tidurnya bersama Putri Mahkota.Dan apapun yang berada didalamnya tak boleh seorang pun menyentuhnya baik itu gelas ataupun piring tak boleh seorang pun mengambilnya.Ia meminta agar memasang penjagaan disana.


Lee Gak benar-benar marah,seolah bicara pada pembunuh Putri Mahkota ia berkata:"Beraninya kau di dalam istana negeri ini,mengambil nyawa Puteri Mahkota.Akan aku pastikan untuk menangkap pembunuh Puteri Mahkota.Hanya dengan begitu,aku bisa menghabisi orang itu.Dan pasti ada orang yang membantu pembunuhnya.Akan kucabik-cabik tubuh mereka hidup-hidup".
Seluruh pejabat Istana berduka,sebuah rakit telah dipersiapkan untuk mengambil jasad Putri Mahkota .Lee gak menatap sulaman itu dengan sedih.Air matanya membuat sebuah kupu-kupu kuning dalam sulaman seolah hidup dan kemudian terbang.


"Bagaimana kelanjutan ceritanya,Well aku nggak nulis sinopsis ini karna menunggu Mbak Dee menulis sinopsis ini :D ,jadi mari kita support mbak dee menulis Sinopsis Rooftop Princes .....Semangat Mbak Dee "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.