1.04.2012

Sinopsis A Thousand Kissess Episode 11 Part 2

Sinopsis A Thousand Kisese Episode 11 Part 2
Woo Jin masuk kedapur dan menanyakan kemana ibunya.Joo Mi bilang jika ibunya tadi terluka jarinya saat memegang piring dan ia mengatakan akan mengobatinya sendiri.Woo Jin lalu mengatakan jika ayahnya akan mengundang paman dan bibinya untuk datang kerumah makan malam bersama dengan Joo Mi.Joo Mi merasa grogi.Mendengar hal itu,Woo Jin berpikir lebih baik lain kali saja mengajak mereka makan malam bersama meskipun hari ini lebih baik.Joo Mi setuju untuk bertemu mereka dalam acara makan malam keluarga Woo Jin.
Ibu Woo Jin segera keluar mengatakan kalau ia tidak apa-apa dan tidak memiliki luka serius pada jarinya dan bertanya apakah Woo Jin datang kedapur untuk melihatnya bekerja?Woo Jin tersenyum mengatakan bukan.Yo Ji Sun tersenyum mengatakan kalau ia hanya bercanda bicara seperti itu dan meminta agar Woo Jin mengajak Joo Mi untuk pergi bersamanya ,Ji Sun beralasan ia bisa melakukan hal ini sendiri.
Woo Jin memberitahu Ji Sun tentang undangan ayahnya makan malam bersama paman dan bibinya.
Ji Sun bertanya-tanya kenapa tiba-tiba,bahkan ia tidak mempersiapkan apapun untuk makan malam ini.Woo Jin pikir jika ayahnya hanya ingin mengenalkan Joo Mi pada mereka.Ji Sun mengerti mengatakan kalau ia akan mempersiapkan semuanya.
Sementara itu dirumah Ayah Woo Bin,Min Aeja sedang merias dirinya didepan cermin.Jang Byung Shik juga bersiap-siap untuk pergi.Min Aeja mengatakan kalau Joo Mi adalah tamu mereka,dan sebaiknya Byung Shik tidak hanya menggunakan pakaian kasual saja.AeJa mengatakan kalau ia sangat ingin tahu seperti apa calon menantu Jang Byung Do.Dan berpikir jika Woo Jin kini sudah mulai berubah cara pikirannya dan memikirkan kearah pernikahan.
Byung Shik tersenyum mengatakan hal itu benar,karna Min Aeja juga pernah merasakan hal yang sama ketika jatuh cinta dan berharap untuk segera menikah.
Ungkapan Woo Jin yang mengatakan kalau ia mencintainya namun tidak ingin menikahinya itu adalah hal yang salah dimana ia telah memulai semuanya.Byung Shik mengingatkan istrinya untuk tidak bicara apapun yang mengecewakan,serta tidak berbicara tentang hal kado pernikahan atau apapun.Ia meminta agar istrinya tidak memperdulikan hal itu.
Mendengar ucapan Byung Shik seperti itu,Min Aeja kesal mengatakan apakah suaminya mengatakan kalau ia sangat menginginkan keponakannya segera menikah dan meminta agar dirinya untuk tutup mulut?AeJa berpikir hal itu tidak masuk akal.
Byung Shik berkomentar jika calon menantu Byung Do tidak mempunyai orang tua sehingga ia tidak menginginkan Aeja bicara seperti itu.
Min Aeja tak mau kalah mengatakan Byung Shik juga tidak bisa menebak apakah keluarganya juga memiliki uang yang banyak,dan jika mereka melakukan hal itu,kenapa tidak ia menginginkan apa yang ia ingin lakukan.Byung Shik berpikir jika Aeja terus berpikir seperti itu maka adik ipar mereka akan merasa buruk dan sisi pernikahan akan berjalan sulit,dan lebih baik untuk tidak membicarakan hal seperti itu.
Aeja kesal mengatakan kalau mulai hari ini ia tidak akan mengurusi keluarga kakak Byung Shik lagi,Byung Shik tersenyum mengatakan istrinya selalu menyela setiap ia bicara,bukankah Min Aeja selalu mengabaikan kakak ipar setiap waktu.Aeja terdiam meskipun merasa kesal.
Byung Shik mengatakan kalau Aeja pasti salah paham,bukankah orang yang masih muda selalu berbuat salah.Kenapa Aeja selalu menyimpan kemarahannya dalam waktu yang lama?.Byung Shik berbicara tentang ucapan temannya yang berprofesi sebagai seorang pendeta,Dimana Tuhan Yesus berkata jika seseorang menebus dosanya maka ia akan dimaafkan.Aeja Marah mengatakan kalau suaminya bukan Yesus,kenapa ia bicara seperti itu padanya.Dan ia sudah memaafkan mereka lebih banyak dan kenapa suaminya meminta padanya untuk terus memaafkan mereka.
Byung Shik meminta agar Aeja memaafkan mereka,AEja marah meminta untuk berhenti mengganggunya dan bersiap-siap untuk pergi.
Joo Young tiba dirumah,Chan Noh menemukan wajah ibunya dibalut dengan perban dan bertanya kenapa apakah ibunya sakit?Joo Young mengiyakan mengatakan kalau hanya luka kecil.Chan Noh bertanya apakah ibunya bertengkar lagi?Pokja keluar rumah dan melihat wajah Joo Young dengan terkaget-kaget apa yang terjadi padanya.Joo Young mengatakan kalau ia hanya terbentur.Pokja tanya bagaimana bisa,Joo Young meyakinkan kalau mereka tak perlu khawatir karna ia sekarang baik-baik saja.Begitu juga dengan Cha Kyung Son yang menemukan cucunya yang terluka ,ia kaget dan bertanya kenapa.Joo Young mengatakan kalau ini hampir saja buruk,namun untungnya tuhan memberinya pertolongan,hingga lukanya tidak terlalu buruk.
Kyung Son kesal mengatakan kalau Joo Young bukan anak kecil lagi dan harus berhati-hati,Pokja meminta agar Joo Young jangan menggunakan sepatu hak lagi.Joo Yong mengiyakan,Pokja beralasan jika Joo Young jatuh dijalan maka roknya akan terlihat kemana-mana.
Joo Young dan Chan Noh tersenyum mendengar ucapan Pokja.Kyung Son memarahi Pokja mengatakan bukankah ia adalah seorang nenek dan tidak pantas untuk berbicara seperti itu.
Joo Young mengatakan kalau ia jatuhnya pelan jadi tidak terlihat apapun.
Han Yoo Kyung datang bersama Jang Hye Bin keperusahaannya,salah seorang karyawan menyapa Yoo Kyung dengan sebutan manajer.Yoo Kyung mengatakan kalau ia datang kesini bukan urusan pekerjaan melainkan untuk membeli sepatu.Yoo Kyung memperlihatkan beberapa merk sepatu yang bagus pada Hye Bin,dan kemudian memperlihatkan satu padanya.Hye Bin mengatakan kalau sepatu tersebut tidak begitu buruk,Yoo Kyung meminta agar Hye Bin mencobanya.
Kemudian Hye Bin mencobanya,Yoo Kyung berkomentar jika Hye Bin terlihat cantik.Hye bin berpikir itu karena kaki yang ia miliki sedikit kurus.Yoo Kyung tersenyum.
Lalu Yoo Kyung membawa Hye Bin pergi kekafe,Hye bin mengucapkan terima kasih atas hadiah sepatu dari Yoo Kyung,Hye Bin mengatakan apakah Yoo Kyung masih ingat saat hari pertama datang kerumah mereka?dan kenapa itu bisa terjadi.
Yoo Kyung tersenyum,ia mengingat hal itu karna saat itu ia sangat marah pada Woo Bin,yang memperlakukan dia dengan dingin.
Hye Bin bertanya-tanya apa yang terjadi antara mereka berdua sehingga antara Yoo Kyung dan Woo bin satu sama lain tidak menjadi dekat?apakah Yoo Kyung dengan adiknya satu sama lain tidak putus dengan cara yang baik?dan tentunya ada sesuatu hal yang menyebabkan Woo Bin bersikap seperti itu.Hye Bin mengatakan kalau ia ingin lebih mengetahui hal itu.

Yoo Kyung mengatakan kalau sebelum ia bertemu dengan Woo bin ia sudah berkencan dengan Seseorang.Hye Bin kaget karna Yoo Kyung akhirnya mau cerita.Yoo Kyung mengatakan saat itu ia bertemu Woo Bin tanpa sengaja lalu ia pun putus dengan pria itu.
"Jadi kau menghianatinya dan pergi pada Woo Bin?"Tanya Hye Bin.
"Ya.."Jawab Yoo Kyung.
Hye Bin menduga jika Woo Bin menemukan mereka berdua tanpa sengaja saat itu,Yoo Kyung mengatakan tidak,namun pada bulan berikutnya pria tersebut datang menemuinya.Dan Woo bin melihat hal itu.
Hye bin bertanya-tanya apakah Maksud Yoo Kyung sebenarnya Woo bin hanya salah paham melihat hal itu dan langsung meninggalkan dia?Yoo Kyung mengatakan kalau ada sesuatu yang mungkin disalahpahami Woo bin.

Dirumah Woo Jin,Ji Sun dan Joo Mi saling bantu membantu mempersiapkan makan malam bersama Paman dan bibi Woo Jin.Ji Sun memperhatikan Joo Mi terus,merasa diperhatikan Joo Mi tersenyum mengatakan kalau ia sudah selesai menyiapkan makanan tersebut.Woo Jin masuk mengatakan kalau paman dan bibinya sudah tiba,Ji Sun mengatakan kalau mereka harus segera keluar untuk menyambut mereka.Joo Mi gugup mengatakan apa yang harus ia lakukan sekarang?
Woo Jin mengatakan untuk tidak khawatir dan menarik tangan Joo Mi membawanya pergi keluar.Ji Sun menghela nafas .
Joo Mi mengucapkan salam pada paman dan bibi Joo Mi,Byung Shik memberi salam balik mengatakan kalau mereka adalah paman dan bIbi Woo Jin,Aeja bertanya siapa namanya.Joo Mi mengatakan kalau ia bernama Woo Joo Mi.Byung Shik mengucapkan selamat.
Kemudian Ji Sun keluar dan memberi ucapan selamat pada keduanya.
Byung Shik mengucapkan selamat pada Ji Sun mengatakan apakah ia akan merasa kehilangan putranya sekarang?Mendengar hal itu Ji Sun hanya terdiam.
Aeja bertanya apakah Ji Sun sedang sakit?Ji Sun mengatakan kalau ia baik-baik saja.

Mereka kemudian menuju meja makan,Ji Sun mengatakan kalau hari ini ia tidak menyiapkan makanan spesial apapun padanya.Byung Shik mengatakan kalau mulai sekarang Joo Mi akan menjadi bagian keluarga mereka,dan bisakah ia hanya memanggil Joo Mi dengan sebutan seperti itu.Byung Do mengatakan kalau ia selama ini belum sempat berpikir hal seperti itu,dan akan memulainya dari sekarang.Byung Shik tertawa.

Byung Shik mengatakan pada Joo Mi agar ia tidak usah terburu-buru untuk mempunyai seorang anak untuk Woo Jin,namun segeralah memberikan cucu untuk ayah mertua.Mendengar hal itu,Joo Mi tidak tersenyum begitu juga Ji Sun.Ji Sun terlihat begitu murung,Aeja yang memperhatikan hal itu bertanya-tanya apakah mereka berdua tidak begitu bahagia?dan kenapa Ji Sun tidak berbicara apapun,Ji Sun kaget mengatakan kalau ia bahagia dan tidak seperti itu.
Aeja bertanya kapan mereka akan bertemu dengan keluarga Joo Mi?Byung Do berpikir kalau minggu ini,Ji Sun berkomentar apakah secepat itu?
"Memangnya apalagi yang harus kita tunggu?Bukankah Woo Jin menginginkan agar ia segera menikah dalam tahun ini"Ujar Byung Do balik tanya.
"Jadi,apakah kita juga akan datang bertemu dengan mereka?"Tanya Byung Shik.
"Aku tidak berpikir kalian harus datang menemui mereka,dia juga tidak memiliki banyak anggota keluarga.jadi kita akan menemuinya sendiri."Jawab Byung Do.

Ji Sun sendiri dalam kebingungan,bukankah hal itu akan membuat indentitas dirinya sebagai ibu kandung Joo Mi terungkap?serta apakah hal itu akan merugikan Joo Mi sendiri yang akan mengakibatkan gagalnya pernikahan.
Woo Jin belum berpikir tentang tempat resepsi pernikahan yang akan ia gelar,namun Byung Doo mengatakan kalau resort mereka adalah tempat terbaik untuk diadakan.
Joo Mi kembali kerumah dan menceritakan pertemuan dirinya dengan keluarga Jang Woo Jin/
"Jadi secepat itukah?"Tanya Kyung Son.
"Bukankah pria muda tak sabar menantikan pernikahannya.Bukankah dia sudah berpikir untuk meninggalkan status perjakanya diumur 35 Tahun"Komentar Pokja.Joo Mi tersenyum.

Woo Joo Young mengatakan kalau hal itu bukan pernikahan namun mereka akan mengadakan pertemuan dua keluarga dalam minggu ini.Joo Mi mengangguk membenarkan.
"Tapi bukankah mereka juga mengatakan kalau pernikahan akan berlangsung sebelum dan sesudah akhir tahun ini."Ujar Pokja tak mau kalah.
"Dimana kita akan pergi menemui mereka?"Tanya Kyung Son.
"Ahjussi akan membuat rencananya dulu"Ujar Joo Mi
"Kenapa kau memanggil dia dengan sebutan ahjussi?"Tanya Joo Young heran,Joo Mi tersenyum mengatakan kalau ia sebelumnya memanggil Woo Jin dengan panggilan manajer sehingga ayahnya mengatakan kalau hal itu tidak bagus.

"Hei,lalu panggil saja dia dengan sebutan "tai".kupikir kau tidak usah menyebut namanya begitu panjang bukan,Tae~ee"Ujar Pokja.
Joo Mi dan Joo Young tertawa.
Namun Kyung Son terlihat tidak begitu senang,raut wajahnya terlihat begitu bingung dan berpikir keras.Joo Mi bertanya-tanya apakah neneknya begitu khawatir akan hal itu?.
Pokja menjawab jika hal itu tentu saja,bukankah melihat Joo Young terluka saja ,nenek mereka begitu khawatir.

Joo Mi meyakinkan agar neneknya tidak begitu khawatir,karna ia akan menjalani hidup yang biasa saja.Pokja bergumam jika Kyung Son selalu menghitung uang dari buku tabungannya serta berpikir ini dan itu,Pokja bertanya apakah Joo Young yang akan melakukan perceraian sudah menyiapkan beberapa uang untuknya.Nenek marah mengatakan apakah urusan Joo Young ada hubungannya dengan hal itu.
Pokja membela diri bukankah dari hasil perceraian Joo Young,ia akan memiliki uang ,dan mereka bisa memberikan uang tersebut pada Joo Mi.
Joo Young mengatakan kalau ibu mertuanya tidak akan memberikan sesent pun uang untuk dia dari perceraian tersebut.
"Mengapa mereka tidak mau memberikan uang tersebut?bukankah mereka seharusnya memberikan uang itu padanya?apakah dia akan memberikan uang itu pada anjing atau apa"Tanya Pokja tak mau kalah.
"Biarkan saja ia memberikan uang tersebut pada anjing"Jawab Joo Young tersenyum.
Malam itu,dikamar tidur.
Ji Sun terlihat sedang memijit kaki suaminya Byung Do yang tertidur,pikiran Ji Sun kembali teringat saat siang tadi ia menanyakan hal keluarga Joo mi.Dimana ia bertanya nama panjang Joo MI dan nama kakaknya,serta nama ayahnya.Hal itu membuat Ji Sun kaget dan melemas hingga tanpa sengaja memecahkan piring yang membuat tangannya terluka.
Ji Sun menangis menatap fhoto putrinya ketika masih kecil didepan kaca,Byung Do ternyata belum tidur dan bertanya apa yang dilakukan istrinya sehingga belum tidur.Ji Sun segera menyembunyikan fhoto tersebut dan bertanya apakah Byung Do sudah bangun?serta mengatakan kalau Ia akan segera tidur.
Ji Sun segera menyimpan fhoto tersebut didalam dompetnya,dan menyimpannya didalam laci.Ji Sun masih menangis dan mencoba menghapus air matanya.
Malam itu,kedua kakak beradik duduk didepan pintu saling berbicara.Joo Young mengatakan kalau Joo Mi segera menikah dan hal itu sangat sulit dipercaya.Joo Mi berpikir hal yang sama,namun ia sangat bahagia meskipun ia tidak tahu kenapa.
"Joo Mi kau harus bahagia.Jadi aku akan merasa sedikit dihargai setelah merawatmu sejak kecil.Apa kau tahu apa yang kupanggil saat kau masih kecil?"Ujar Joo Young
"Leech/lintah"Jawab Joo Mi
"kau selalu terjebak padaku dan tidak pernah bisa lolos,itulah kenapa kau aku sebut Leech.Apakah kau tahu berapa kali aku terlambat pergi kesekolah?Itu karna kau menangis dan memegang tanganku begitu erat"Ujar Joo Young
"Aku tidak tahu,kenapa aku tidak melakukan hal itu pada nenek,tapi aku melakukan hal itu pada kakakku yang lebih tua"Jawab Joo Mi
"Tapi gadis kecil ini akan segera menikah "Ujar Joo Young tersenyum.
Joo Mi bertanya pada Joo Young dimana kira-kira ibu mereka sekarang?Joo Young terdiam,Joo Mi bertanya lagi apakah Joo Young masih membenci ibu mereka dan berpikir apakah ibu mereka tidak ingin melihat mereka.
Joo Young juga tidak tahu harus menjawab apapun,meskipun mereka berpikir setidaknya ibu mereka datang sekali saja untuk menemui mereka.
Mereka berpikir heran jika ibu mereka tidak bisa datang menemui mereka hanya karna nenek,Joo Mi bertanya pada Joo Young bukankah Joo Young pernah melihat ibunya saat meninggalkan mereka dan bertanya kenapa keduanya bisa bercerai.
Joo Young mengatakan kalau ia juga tidak tahu,karna ayah dan nenek sama sekali tidak pernah membahas tentang hal itu.Dan nenek juga sangat tidak ingin membicarakan hal itu.

Joo Mi bertanya-tanya apakah ibu mereka pergi karna tidak mencintai ayah?Joo Young meminta Joo Mi untuk berhenti bicara seperti itu,karna ketika ia masih muda ia juga sekarang menjadi seorang ibu setelah memiliki Chan Noh,dan hal itu membuat ia tidak berpikir tentang hal itu lagi.Karna biasanya mereka bisa mengerti hal itu setelah mereka menjadi seorang ibu.
Joo Young mengatakan hal itu karna ia tahu seorang ibu sama sekali tidak akan pernah meninggalkan anaknya.
"Tapi ibu meninggalkan kita.Dia tidak pernah datang menemui kita sekalipun,dan aku tidak mengerti tentang hal itu.Jika ibu kita ada disini,pasti hal itu begitu menyenangkan dimana kita mempersiapkan bersama-sama pernikahan ini dengannya."Ujar Joo Mi.

Joo Young mengatakan kalau Joo Mi tidak perlu khawatir tentang hal itu,karna ia akan selalu ada untuk membantu Joo Mi dalam hal itu.Mereka berpelukan bersama.
Pagi itu,Woo Jin dan Woo Bin saling bertemu untuk minum teh bersama disebuah kafe.Woo bin mengucapkan selamat atas rencana pernikahan Woo Jin,dan bertanya-tanya kenapa Woo Jin tiba-tiba bisa berubah pikiran untuk menikah?Woo Jin tersenyum membenarkan,dan mengatakan kalau hal itu sangat tiba-tiba.
"Seperti apa gadis itu yang bisa menjadi adik iparku?"Tanya Woo Bin.
"Dia memiliki hati yang hangat dan itu pertama kalinya seorang wanita yang membuatku tertawa."Jawab Woo Jin.
"Apa?bukankah hal itu tidak mudah membuatmu tertawa.Bagaimana bisa dia membuatmu tertawa?"Tanya Woo Bin.
Woo Jin lalu menceritakan tentang mms Joo Mi yang memberikan fhoto lucunya pada Woo Jin dan bertanya-tanya apakah ia tidak tersenyum ataukah tertawa.
"Aku sekarang sangat penasaran setelah kau bercerita tentang hal itu.Bisakah kau memanggilnya untuk kesini?"Ujar Woo Bin.
"Nanti saja,hari ini kita perlu pergi keresort.Bagaimana dengan perusahaanmu apakah baik-baik saja?"Tanya Woo Jin
"Ya,hanya seperti itu.Kita hanya memiliki beberapa pemain yang belum tenar"Ujar Woo Bin.
"Apakah kau tidak punya pacar?"Tanya Woo Jin
"Ya"Jawab Woo Bin.
"Baiklah,aku sangat sibuk hari ini,mari kita bertemu lagi lain waktu"Ujar Woo Jin.
Sebelum itu Woo Bin mengajukan pertanyaan satu hal pada Woo Bin,tentang apakah cinta itu benar-benar tanpa suatu batas apapun?Woo Jin mengiyakan meskipun ia tidak begitu tahu tentang masalah cinta,karna bukankah hal itu tidak perlu suatu batasan.

Woo Jin bertanya apakah hal itu benar,jika cinta adalah suatu hal tanpa batasan?Woo Jin membenarkan jika itu adalah cinta.
"Apa kau yakin?lalu aku tanya sekali lagi,apakah hal itu selalu menjadi pikiran ku dan aku selalu berpikir tentang pikiran ku ketimbang hal rasional yang menjadikan emosiku.Ya,pikiran itu datang dan pergi."Tanya Woo Bin bingung
"Apa yang kau pikirkan saat itu,apakah kau akan berpikir tentang hal rasional ketimbang perasaan emosionalmu?"Tanya Woo Jin.
"Benar,apakah hal itu juga tentang cinta,tentang seorang wanita juga"Ujar Woo bin.
"Itu semacam pertanyaan sulit bagiku"Jawab Woo Jin yang juga tidak tahu dengan pasti tentang hal itu.Woo Bin mengiyakan,iajuga sama sekali tidak tahu kenapa ia harus bertanya tentang hal seperti ini,dan membiarkan Woo Jin untuk pergi bekerja.
Dan keduanya pun berpisah.

Woo Bin pergi kekantornya,saat ia hendak keluar dari lift,tanpa sengaja seorang wanita menabraknya.Hal itu mengingatkan Woo Bin pada Joo Young atas insiden tabrakan dirinya didekat lift,dimana ketika itu Woo Bin sedang membawa kotak keramik.Joo Young yang menabraknya ,membuat kotak keramik tersebut terjatuh kelantai hingga pecah.
Dengan malas Woo Bin bertanya apakah Joo Young naik kelift adalah pertama kalinya hingga membuat kesalahan seperti ini.Dimana orang-orang harus memelankan langkahnya ketika hendak masuk kedalam lift.
Woo bin mencoba membuyarkan lamunan tersebut dan masuk kekantornya.

Manajer Ko menyambut kedatangan Woo Bin  mengatakan kalau ia ingin berbicara padanya sebentar tentang seorang ahjumma yang telah memecahkan keramik,dimana manajer Ko merasa malu ketika itu,Woo Bin memperlakukan ahjumma tersebut dengan sikap buruk.Namun ia sangat kaget setelah mendengar hal yang terjadi kemarin,dimana ia bersikap seperti orang yang kehilangan akalnya.
Mendengar hal itu,Woo Bin meminta Manajer Ko untuk berhenti bicara seperti itu,karna ia sudah mengatakannya kemarin.Manajer Ko menghela nafas berat,mendengar hal itu Mijeong hanya tersenyum.
Woo Bin duduk dikursinya ,ia melamun mengingat pertemuan dirinya dengan Joo Young ketika diresort,dimana malam itu Woo Bin mengajaknya berjalan-jalan melihat pemandangan indah disekitar Resort.
Namun saat Joo Young hendak mengambil bunga tiba-tiba kakinya terkilir,hingga menyebabkan ia kesulitan untuk berjalan kaki kembali keresort.Woo bin menawarkan diri untuk mengendongnya pulang.Woo Bin tersenyum sendiri melihat hal itu,dan segera ia membuyarkan lamunan itu mengatakan pada Manajer Ko bahwa ia akan segera keluar  sebentar.Melihat sikap Woo bin seperti itu,Manajer Ko hanya bisa menghela nafas.

Dirumah,Joo Young membuka plester luka pada wajahnya,ia teringat hal dimana ia berada dirumah sakit.Ketika itu,Woo Bin yang menemukannya terlihat begitu khawatir.Ia mengucapkan terima kasih melihat Joo Young benar-benar masih hidup dan tidak terjadi apapun.
Joo Young membuyarkan lamunannya dan kembali mengobati lukanya.

Sementara itu,Woo bin yang sedang gelisah akan perasaannya bermain tenis meja sendirian,ia mencoba melepaskan pikiran tentang Joo Young.Tentang perasaannya pada seorang Ahjumma yang seharusnya tidak boleh ia sukai.Ya,sebuah perasaan yang masih ia pertanyakan apakah itu cinta.
Sementara itu Woo Jin pergi keresort dengan membawa Joo Mi.Joo Mi bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan disana?.Woo Jin mengatakan kalau mereka akan bermain sampai ia selesai dengan pekerjaannya.
"Lalu?"Tanya Joo Mi
"Pulang kerumah bersama."Jawab Woo Jin.
"Apakah kau membawaku kesana agar kau tidak merasa bosan saat pulang dijalan?"Tanya Joo Mi kesal.
"Itu salah satu alasannya."Jawab Woo Jin,ia kemudian menyetel radio yang akan memperdengarkan musik yang berjudul Janji dari Kim Bom Soo.Penyiar radio mengatakan kalau lagu tersebut dikirim oleh seseorang dimana ia bertemu pertama kalinya dengan seseorang didepan sungai Han,dimana dia menabrakku saat ia berjalan mundur.saat itu aku melihat kewajahnya dimana aku tanpa sengaja memeluknya.Kupikir,bagaimana bisa ada wanita sepertinya?tapi kupikir aku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Joo Mi terus mendengarkan suara penyiar radio tersebut dan kemudian menemukan bahwa hal itu terdengar bahwa itu adalah kisah mereka.
Penyiar tersebut melanjutkan ucapannya :"Dia jatuh kesungai han,dan aku berlari untuk menyelamatkannya,dan aku datang sebagai seorang pria yang menyelamatkan hidupnya."
Belum selesai suara tersebut Joo Mi pun akhirnya kaget.
"Omo...bukankah semua ini adalah kisah kita?Bagaimana mungkin kau bisa melakukan hal itu?"Tanya Joo Mi tak yakin,sementara Woo Jin tersenyum sendiri.
"Kumohon dengarlah sampai selesai"Pinta Woo Jin.

Suara penyiar radio tersebut kembali terdengar :"Ayahku mengatakan kalau ia ingin aku membawanya kerumah,jadi aku mengenalkan ia dengan ayahku sebagai kekasih palsuku.Namun kemudian masalah awal datang,dimana orang yang tidak memiliki keinginan untuk menikah jatuh pada pesonanya.Dan aku memastikan pikiranku untuk menikah dengannya.Aku tidak tahu apa itu cinta,Namun jika aku dengannya,aku pikir aku akan mengetahui apa itu cinta.Dia benar-benar seorang yang bisa menyulapku sebagai tukang sihir.Dia melemparkan mantra dari "Impian"pernikahanku.Sekarang aku harus mengatakan hal itu dengan cara yang benar.Nona Joo Mi bisakah kau menikahi dengan Jang Woo Jin??.

Joo Mi tersenyum,dan Woo Jin balas tersenyum.Joo Mi menutup matanya merasa malu dan senang akan semua ini. ia lalu memeluk Woo Jin,Woo Jin meminta agar Joo Mi melepaskan pelukannya karna ia sedang menyetir dan hal itu sungguh sangat berbahaya.

Joo Mi tertawa mengatakan kalau ia benar-benar merasa tersentuh akan ide Woo Jin mengatakan hal ini diradio.
"Ya,aku akan menikah denganmu."Jawab Joo Mi yakin.Mendengar hal itu Woo Jin tersenyum senang.
"Tapi,bagaimana bisa kau berpikir rencana itu untukku?aku tidak pernah berpikir jika kau ingin mengirimkan pesan ini padaku melalui radio".
"Aku tidak mengirimkannya,ini"Ujar Woo Jin yang kemudian mengeluarkan sebuah kaset dari tapenya,Joo Mi kaget ternyata itu hanya sebuah kaset rekaman.
Woo Jin menjelaskan jika ia meminta itu dari perusahaan untuk membuatkannya,dimana Joo Mi pernah mengatakan padanya agar ia memberikan usulan keren untuk hal seperti itu,sehingga ia membuatnya seperti itu.

Joo Mi merengut meski tersenyum kecil mengatakan jika Woo Jin benar-benar membodohinya,namun ia benar-benar merasa tersentuh akan hal itu.Joo Mi mengucapkan terima kasih dan mencium Woo Jin pertama kalinya.Woo Jin kaget akan hal itu,ia melongo sambil membawa mobilnya,Joo Mi tersenyum malu-malu.
Dan Woo Jin pun tersenyum bahagia.
Ji Sun meminum obat,kesehatannya sedikit buruk.Pembantunya mengatakan jika Ji Sun seharusnya tidak memakan sesuatu yang buruk.Ji Sun meminta agar pembantunya menyiapkan makan malam,karna ia ingin beristirahat.

Ji Sun berbaring dikamarnya dengan perasaan tak menentu mengingat ucapan suaminya yang berencana mengadakan pertemuan dua keluarga pada sabtu ini,dan berpikir jika sabtu ini adalah hari yang tepat.
Sementara itu,Woo Bin pergi menemui Joo Young.Ia menunggu Joo Young keluar dari rumahnya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Joo Young.
"Mengapa kau selalu mengikutiku sepanjang hari,tanpa izinku,merasuk kekepalaku dan menempel disekitar mataku?"Tanya Woo bin.
Mendengar hal itu,Joo Young kaget.
"Aku ingin memelukmu"Ujar Woo Bin.
"Kumohon,kita...aku harap kau mengerti apa yang aku maksud dengan "kita",aku tidak bisa seperti itu,Aku adalah ibu Chan Noh."Ujar Joo Young
"Bukankah aku tahu,jika kau adalah ibunya Chan Noh.Aku tahu kau sudah bercerai.Katakan alasan kenapa kita tidak bisa melakukan hal ini sekarang.selain bahkan aku tahu kau adalah ibunya Chan Noh,dan kau juga sudah bercerai,dan kau juga lebih tua 3 Tahun dari ku.Aku sudah menerima hal itu,karna aku tahu itu."Ujar Woo Bin.

Mendengar hal itu,Joo Young bingung dengan perasaannya,perasaan yang begitu tidak harus ia katakan.Joo Young berjalan pergi,namun Woo bin menarik lengannya meminta agar Joo Young mengatakan sesuatu padanya.

"Pergilah!Bagaimana aku bisa bicara dengan orang yang tidak bisa diajak berkomunikasi"Ujar Joo Young yang kemudian melepaskan tangan Woo bin dan masuk kedalam rumah.
Woo bin teriak memanggil namanya.

Didalam rumah,Joo Young memegang dadanya,ia tahu jika hal ini terasa menyakitkan dirinya dan Woo bin.Namun bukankah ia harus melakukan hal ini.
Sementara itu Woo Bin berdiri menunduk kemobil,berpikir kesal akan hal ini.
Joo Young duduk menyendiri didalam kegelapan kamar memikirkan masalahnya ini.

Mendapatkan jawaban tak pasti membuat Woo bin pergi minum .
Pagi itu,Pokja datang berkunjung kekeluarga Park Tae Kyung.Ia masuk kedalam,dimana pintu terbuka tanpa dikunci.Ibu Tae Kyung keluar bertanya kenapa Pokja datang kerumahnya.Pokja mengatakan kalau ia sangat ingin tahu kehidupan mereka setelah perceraian putranya,meskipun mereka tidak memiliki ikatan dalam hukum namun keduanya adalah teman baik.
Jung Son tersenyum meledek,mengatakan apakah Pokja berpikir hal itu adalah terbaik untuknya.Melihat berat badan Jung Son yang sedikit kurus mengatakan kalau ia seharusnya pergi bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dan jika ia terus begini maka ia akan terlihat semakin tua.Jung Son mengatakan pada Pokja agar tidak mengkhawatirkan hal itu dan berpikit agar mengkhawatirkan dirinya sendiri.

Pokja menceritakan jika Joo Mi mereka akan segera menikah,Jung Son mengatakan kalau ia tidak bertanya tentang hal itu.Pokja mengatakan kalau Joo Mi akan segera menikah dengan soerang pria kaya.Mendengar hal itu,Jung Son berpikir jika Pokja terlalu berimajinasi sendiri.
Pokja mengingatkan bukankah Jung Son tahu waktu mereka datang keresort ketika itu,dimana resort tersebut adalah milik ayahnya yang juga sebagai ketua dari perusahaan itu.Pria tersebut adalah manajer perusahaan itu.
"Aigoo....kau tidak bisa membayangkan betapa tampannya dia.Jang Dong Gun,dia akan menangis didepan tunangannya"ujar Pokja .
Jung Son berpikir jika mereka tidak akan tahu apakah Joo Mi akan bahagia dengan menikah dengan pria kaya tersebut.
Pokja berseloroh mengatakan agar untuk tidak khawatir tentang hal itu.Karna berkat Joo Mi,mereka memiliki banyak keberuntungan.
Tiba-tiba Joon Hee datang,
"Ibu mertua,aku sudah datang.Omo,kami memiliki tamu"Ujar Joon Hee yang datang dengan membawa kantong belanjaan.
"Ibu mertua!?"Ujar Pokja Bingung.
"Ibu mertua,apakah anda mau minum teh?"Tanya Joon Hee
"Tak perlu"Jawab Jun Song
"Siapa dia?"Tanya Pokja.
"Dia bukan apa-apa"jawab Jung Son.
"Saya menantunya,senang bertemu dengan anda!"Sapa Joon hee hangat.
Pokja bingung dengan kata-kata menantu yang dimaksud Joon Hee,Jung Son kesal mengatakan siapa yang bilang kalau dia adalah menantunya.
"Ibu..mertua,baiklah,aku hamil dari bayinya Tae Kyung,bukankah itu juga akan menjadi menantumu?"Ujar Joon He
"Wah,wah...apa??kau akan memiliki seorang ba-ba-bayi???"Tanya Pokja kaget.
Joon Hee mengangguk mengiyakan sambil tersenyum ,Pokja bertanya-tanya apakah Tae Kyung tahu jika ia memiliki anak darinya.Joon Hee mengiyakan.Pokja menunjuk Joon Hee kaget dengan mengatakan jika Joon Hee adalah salah satu wanita yang tertipu oleh Tae Kyung.Jung Son hanya diam.
"Apa maksudmu?"Tanya Joon hee tak paham.
"Jadi kau sedang menunggu anaknya dan membawanya kerumah untuk menjadi calon menantumu bukan?"Tanya Pokja marah
"Jika kau tidak tahu apa yang terjadi,maka kau sebaiknya diam saja!masing-masing kita sedang berada disituasi kita yang beda"Seru Jung Son.
Pokja begitu marah,ia meludah-ludah dilantai dan mengambil tasnya untuk beranjak keluar,ia mengatakan kalau ia tidak setuju dengan hal itu.
Setelah kepergian Pokja,Jung Son marah pada Joon Hee dengan mengatakan seharusnya Joon Hee menutup mulut masalah itu,dan kenapa ia malah memberitahu pada semua orang kalau ia adalah menantunya.Joon Hee membela diri,masalahnya itu adalah kebenaran,jadi bagaimana aku bisa mengenalkan diriku.
Jung Son mengatakan kalau orang tersebut adalah bibi dari ibunya Chan Noh,Joon hee bilang ia tahu hal itu,tapi bukankah mereka sudah bercerai sehingga mereka adalah orang asing,memangnya kenapa mereka tidak berhenti datang kesini?
Joon Hee bertanya-tanya pada Jung Son,apakah putranya Tae Kyung masih berharap untuk mendapatkan istrinya kembali dan menunggunya?Jung Son mengiyakan,ia memang sangat berharap hal itu meskipun mereka sudah berakhir karnamu.
Joon Hee marah,"Ibu mertua,kau memang benar-benar orang yang tidak mengerti apapun.aku adalah orang yang akan mengurusmu,ini aku!hanya aku!.Kau lebih baik berpikir tentang hal itu"Seru Joon Hee marah.
Pokja tiba dirumah,dan mengabarkan hal itu pada Joo Young dan Kyung Son,ia benar-benar merasa kaget hingga mau pingsan setelah mengetahui hal itu.
"Kau tahu,aku hampir mau pingsan,saat aku menanyakan siapa dia?dan dia mengatakan kalau dia adalah menantunya.Apakah kau tahu hal itu?"Tanya Pokja pada Joo Young.
"Tidak"Jawab Joo Young.
"Kau tahu,dia sekarang sudah berada dirumahnya"Ujar Pokja kesal
"Siapa yang peduli kalau ia sekarang hidup dengan siapa!"Seru Kyung Son dingin.
"Hei,Sis!aku katakan kalau dia juga memiliki bayinya Tae Kyung."Ujar Pokja.
"Ucapan omong kosong apa itu"Ujar Kyung Son yang kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Oh Joo Young,apakah kau bahkan tidak peduli?jika ia manusia,ia seharusnya tidak melakukan hal itu padamu"Seru Pokja kesal.Joo Young hanya diam.
Tae Kyung berada dikantor untuk menyelesaikan sketsa bangunan dari pekerjaannya,ia menghela nafas panjang,dan kaget saat mendengar suara Joon Hee tiba-tiba datang kekantornya.Joon He tanya pada rekan kerja Tae kyung apakah ia sibuk?ia bilang tidak.
Joon Hee lalu bertanya pada Tae Kyung kenapa ia berpura-pura sibuk jika memang sedang tidak sibuk bekerja?
"Aku bilang,jangan datang kekantorku!"Seru Tae Kyung marah.
"Sudah kubilang,aku akan datang"Ujar Joon Hee
"Aku sibuk!"Ujar Tae Kyung menatap tajam pada Joon Hee.
Joon Hee tanya pada Tae Soong apakah Tae Kyung sedang memiliki mood yang buruk saat ini?Tae Song bilang tidak.Joon Hee duduk mendekati tae Kyung mengatakan kalau ia ingin mengajak bicara sebentar dengannya.
Joon Hee menarik Tae Kyung keluar.
"Mau kemana kita pergi memangnya?"Tanya Tae Kyung malas.Ternyata Joon Hee membawa ketempat sebuah butik pakaian pengantin.
"Bukankah pakaian tersebut sangat cantik?"Tanya Joon Hee
"Apa ini?"Tanya Tae kyung tak paham maksud Joon Hee.
"Biarkan aku menjadi istri sahmu"Pinta Joon Hee.
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak ingin hidup seperti ini,namun menjadi istrimu!ayo kita menikah!"Pinta Joon Hee.
Mendengar hal itu,Tae Kyung hendak pergi.Joon Hee menahan langkahnya untuk mengajak Tae kyung masuk dan melihat-lihat gaun pengantin tersebut.Tae Kyung mengingatkan kalau ia tidak sepenuhnya telah bercerai,karna ia masih dalam masa tunggu.Dan meskipun ia sudah bercerai,ia bahkan tidak ingin menikah lagi.
Tae Kyung lalu pergi meninggalkan Joon Hee,Joon Hee hanya bisa menahan kesal.
Joo Young sedang sibuk mencuci hanbok,Kyung Son datang dan bertanya ia sedang apa.Joo Young mengatakan kalau mereka akan datang kepertemuan keluarga bukankah akan menggunakan hanbok,dan ia harus segera membersihkannya.
Kyung Son pikir kalau mereka harus segera mendapatkan uang,bukankah membeli hanbok dan keperluan lainnya cuku mahal,ia merasa sangat khawatir karna ada begitu banyak hal yang harus mereka persiapkan untuk hal itu.
"Kau mungkin terlalu khawatir tentang Jong Dong (baju Hanbok yang cocok),aku akan mengurus sisanya"Ujar Joo Young meyakinkan.
"Joo Young,jangan khawatir tentang hal itu,tidak ada hubungannya denganmu bahkan jika ia memiliki bayi darinya ataupun tidak"Pinta Kyung Son.
"Aku tidak merasa khawatir tentang apapun"Ujar Joo Young.
Kemudian Kyung Son masuk kedalam.Joo Young menerima telpon dari Woo Bin untuk mengajaknya bertemu ditaman bermain.
Joo Young hanya diam,sementara Woo bin mengatakan kalau saat ia bertemu Joo Young dirumah sakit,bukankah hal itu terlihat bukan dirinya.
"Ya,diriku sendiri bingung.Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba diriku menjadi seperti ini"Ujar Woo bin.
Dari gambar sepertinya Woo bin mengutarakan perasaannya pada Joo Young,dimana Joo Young dilema dengan status yang ia miliki.

Sementara itu Joo Mi mungkin ditelpon untuk keluar bertemu dengan Ji Sun,ia lalu meminta izin pada Kyung Son menemuinya.

Mungkin Ji Sun yang sedang bimbang untuk acara bahagia pernikahan anak kandungnya sedang dilema,dimana ia memiliki masa lalu yang sulit diungkapkan pada Joo Mi bahwa ia adalah ibu kandungnya,dan mungkin memberi semangat untuk Joo Mi menatap rencana pernikahaan.
Ya,setelah berjalan-jalan.Ji Sun mengantar Joo Mi hingga didepan rumah.Mungkin perasaan bingungnya membuatnya sulit untuk masuk kedalam.
sesampainya dirumah,Byung Do mungkin bertanya-tanya darimana istrinya pergi.
Dengan galau ia lalu masuk kedalam dan berpikir untuk menghubungi ibu mertuanya,Kyung Son.
Saat mengangkat telpon dari JiSun,Kyung Son kaget.Ji Sun mengatakan kalau dia adalah ibu Joo Young,Kyung Son mengatakan kalau Ji Sun menelpon nomor yang salah dan hendak mematikannya.
Ji Sun memohon agar tidak mematikan ponselnya,karna ia harus bicara tentang Joo Mi.Bahwa ia sekarang adalah mertua dari Joo Mi kelak.

Bersambung Episode 12
Komentar :
Drama A Thousand Kiss sangat sedikit sekali yang membuat sub inggrisnya,bahkan saat mencari keblog yang menyediakan subnya hanya 80% saja pada episode ini,dan aku harus mencari-cari keblog lain dulu.Jadi mianhe jika Part 2 Episode ini lumayan lama.Di kimchi drama juga hanya separuh.

5 komentar:

  1. Semangat ya... postingannya selalu ditunggu..
    terima kasih sinopsisnya

    BalasHapus
  2. @atin286 :Mksh ..hihi iya semangat karna kamu juga komentar ^^..thanks berat ya

    BalasHapus
  3. wow, penasaran kisahnya Joo mi sama si Ajushi ^^

    makasih Unnie udah bkn Sinopnya *kalo nonton agak males kepanjangan*

    BalasHapus
  4. Suka bnget ama alur crtana....mksh ya sya utk sinopsisna....

    BalasHapus
  5. Suka bnget ama alur crtana....mksh ya sya utk sinopsisna....

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.