1.04.2012

Sinopsis The Musical Episode 5

Happy New Years 2012!.
Sinopsis The Musical Episode 5 
Kang Hee merobek kartas penilaiannya, juri yang lain terkejut melihat apa yang dilakukannya.Sementara di tempat audisi, semua peserta menunggu keputusan juri dengan cemas.
Sa Bok Ja menemani Eun Bi. Walaupun Eun Bi lolos ia tetap khawatir. Ia mengatakan kalau Bae Kang Hee itu memiliki kemampuan untuk memenangkan hati Hong Jae Yi tapi Eun Bi meragukan kalau keduanya masih berhubungan.
Menurut Bok Ja, Kang Hee itu memang sudah menikah jadi dia tidak mungkin berterus tarang kalau masih menyimpan hati untuk Hong Jae Yi. “Kau kan tahu dia itu seperti ‘Kau tidak akan pernah bisa kencan dengan wanita lain’. Walaupun kau lolos audisi apakah dia akan membiarkanmu?”

Eun Bi berfikir dirinya itu kan bukan pacar Hong Jae Yi. Bok Ja menegaskan itu maksudnya malah sekarang situasinya lebih buruk.

Bok Ja : “Yang namanya pecinta sejati tak pernah berhenti untuk menyerah mereka bisa bicara hanya dengan matanya. Mereka bisa membunuhmu tanpa suara. Membunuhmu!”
Seorang anggota tim Goo jak menghampiri keduanya dan mengatakan kalau mereka (juri) sudah memutuskan. Bok Ja penasaran dan menariknya meningalkan Eun Bi seorang diri di sana.

Eun Bi tetap disana dan dilihatnya Yoo Jin keluar dari balik panggung menghampiri Cho Jung Won. Ia mendesah pasrah.Yoo Jin berterima kasih pada Jung Won karena sudah berpartisipasi, “Kami minta maaf dan berharap bisa bekeraja sama denganmu di masa mendatang!”
Yoo Jin menjabat tangan Cho Jung Won dan berjalan berbalik menghampiri Eun Bi yang duduk lemas.

Eun Bi terkejut melihat Yoo Jin ada di hadapannya. Yoo Jin mengulurkan tangan memberi ucapan selamat, “Senang bisa bekerja sama denganmu!”
Eun Bi bingung, “Kenapa kau... aku?” Eun Bi menengok ke arah Cho Jung Won yang membereskan barang-barang bersiap pergi dari sana.
Eun Bi masih tak percaya, Yoo Jin masih mengulurkan tangannya.
Jae Yi melihat semua itu dan tersenyum.
Jung won keluar dari tempat audisi. Bae Kang Hee sudah menunggunya di luar dan menawarkan minuman.
Jung Won : “Kau sudah berubah, sekarang kau lebih peka!”
Kang Hee menolak anggapan itu dan mengatakan kalau Jung Won itu lebih baik dari Eun Bi hanya saja Jung Won kurang berhasil dan ia adalah jurinya.
“Dia (Eun Bi) menyukaimu!” sahut Jung Won. “Kau tahu betapa buruknya kau diawal karirmu. Aku seperti : Bagaimana mungkin dia bisa masuk ke drama musikal.”
“Dulu aku lebih baik dari dia saat ini. Aku tahu itu. Tapi dia benar-benar cocok memerankan Do Hwa. Aku menyanyikan lagu itu seperti burung. Walaupun begitu aku mengaku kalah!” Jung Won mengangkat tangannya tanda menyerah.

Kang Hee tersenyum mendengarnya. Jung won melanjutkan kalau mereka dulu bertemu di tempat yang sama tapi Kang Hee sudah berada di puncak karir sementara ia masih tetap di sini. Jung won tanya seberapa jauh Kang Hee mampu mendaki.
“Sampai mati!” jawab Kang Hee. “Aku akan berusaha sampai mati!” Jung won tertawa dan mengatakan kalau Kang Hee dan Eun Bi itu sama.

Anggota tim musikal Goo Jak merayakan terpilihnya Eun Bi menjadi bagian dalam drama musikal Chungdamdong Gumiho. Semuanya menyanyi dan memainkan musik. Semua tampak senang.
Semua bersulang. Goo Jak merasa ia sudah tahu kalau hasilnya akan seperti ini.
Goo Jak : “Go Eun Bi. Dia menolak melalui jalur koneksi. Dia aktris terakhir di jaman ini yang ingin maju dengan kemampuannya sendiri! Chungdamdong Gumiho kita akan menjadikannya sebagai drama musikal terbaik di Korea!”
Semua kembali bersulang.

Eun Bi : “Sulit untuk mengekspresikan orang yang sedang jatuh cinta tapi ini sangat menarik. Kalau aku tidak benar-benar menjadi karakter Do Hwa rasanya aku sudah menipu banyak orang!”
Tim musikal Goo Jak masih berpesta. Mereka menyusuri jalanan malam. Eun Bi dan Jae Yi berjalan paling belakang.
Eun Bi tertawa senang. Jae Yi hanya memandangnya. Eun Bi heran kenapa gurunya terus memandangnya.
Jae Yi : “Tak pernah menjadi dewasa!”
Eun Bi : Apa?
Jae Yi : “Aku suka melihatmu!”
Tapi Eun Bi kesal karena gurunya tak pernah memandangnya sebagai manusia.
“Lalu aku melihamu sebagai apa?” tanya Jae Yi. “Seperti mainan. Seperti hamster!” jawab Eun Bi.
Jae Yi menolak itu sepertinya bukan mainan atau hamster. “Maltese atau chihuahua!” sahut Jae Yi. “Itu juga bukan manusia!” ujar Eun Bi.
Jae Yi memandang Eun Bi dengan candanya, “Apa? Apa kau pikir dirimu manusia?”
Jae Yi menarik Eun Bi ke dalam pelukannya, “Kerjamu bagus hari ini. Kau terlihat hebat di panggung!” Eun Bi mengucapkan terimakasih seraya tersenyum.
(maltese sejenis anjing kecil dalam kategori anjing mainan. Keturunan anjing ini berasal dari Mediterania Tengah. Chihuahua ras anjing terkecil, dinamakan chihuahua karena berasal dari daerah Chihuahua Meksiko)

Yoo Jin dan Ra Kyung menonton rekaman audisi tadi terutama bagian wawancara yang menjadi tugas Ra Kyung.
Ra Kyung menjelaskan kalau itu semua belum ia edit jadi sangat panjang. Yoo Jin mengungkapkan alasan ia menonton yaitu untuk membuat kontrak agar disiarkan di TV.
Ra Kyung memandang Yoo Jin, “Kau itu orang yang dengan buku manual di kepalanya!”

Yoo Jin : Manual?
Ra Kyung : “Sekali ada input yang masuk ke kepalamu. Kemudian kau langsung mendapat intruksi dari A sampai Z!”
Yoo Jin menegaskan kalau ia harus efisien.
Rekaman menunujukan kalau Eun Bi sedang diwawancarai. Ra Kyung melihat, “Itukah dia Go Eun Bi. Dia sangat impresif!”
Yoo Jin heran, apa?
Ra Kyung : “Orang lain menghawatirkan besarnya audisi, juga tentang sponsornya Amour. Mereka sangat berharap mendapatlan peran di sini. Tapi Go Eun Bi hanya bicara tentang musikal!”

Eun Bi kembali mengantarkan susu. Tak lupa ia menuliskan pesan di kotak susunya. “Sunbae (senior) semoga harimu menyenangkan!” itulah isi pesan Eun Bi.
Sebelum pergi tak lupa Eun Bi memberi hormat mengahadap rumah.

Ketika Eun Bi pergi, Sang Won membuka pintu dan mengambil kotak susu yang sudah ada disana (Jadi itu rumahnya Kang Hee n Sang Won).
Sang Won heran, “Siapa dia? Dia selalu melakukannya setiap hari?” (menuliskan pesan di kotak susu).
Kang Hee menuangkan susu untuk kucingnya. Sang won membaca koran dan mengatakan kalau hari ini ia akan ikut Workshop selama 3 hari. “Aku juga ikut!” sahut Kang Hee.
Sang won tak percaya, “Kau juga?” Tapi Kang Hee menolak naik bus ia ingin pergi sendiri.

Perjalanaan menuju tempat Workshop dimulai. Di dalam bis Tim Musikal Chungdamdong Gumiho memainkan alat musik dan menyanyi bersama.Jae Yi dan Eun Bi duduk berseberangan dan melihat rekannya.
Sa Bok Ja memandang mobil yang ada di sebelah bus yang dinaikinya, “Kenapa sang ratu datang ke workshop?”
Sang Mi : “Kenapa? Kenapa dia datang?”
Bok Ja : “Makanya jangan memberi tahu orang kalau kau juga akan ikut naik ke panggung. Kau mau apa di panggung?”
Sang Mi : “Apa maksudmu? Latihan menyanyi, menari, kerjasama dan seterusnya. Kau pikir aku juga tidak tahu itu!”
Bok Ja menyuruh Sang Mi tidur dan ia akan membangunkan Sang Mi nanti kalau sudah sampai dan mengatakan kalau perjalanan masih jauh.
Bok Ja menuturkan ketika para pekerja pergi ke desa lalu datanglah Sang Ratu dan wuuushhh..... tamatlah ceritanya. “Itulah maksudnya Sang Ratu yang harusnya tampil elegan di meja makan, kenapa harus turun ke pasar untuk membeli sayuran?”
“Apa seperti itu?” tanya Sang Mi.

Sementara di mobil sebelah Han Sang Won mengendarai, Yoo Jin duduk di sampingnya. Ra Kyung dan Kang Hee duduk di belakang.
Ra Kyung membuka bekal makanannya dan memberikan makanan pada 2 pria yang duduk di depan.
“Ra Kyung kau tak sopan!” sahut Kang Hee. “Apa?” Ra Kyung heran.
Kang Hee : “Kalau gadis secantik kau memperhatikan mood-ku apa yang akan dipikirkan orang tentangku?”
Ra Kyung menawarkan makanannya untuk Kang Hee.
Kang Hee : "Bagaimana nanti kalau kau menjadi istri penguasa kerajaan musikal?”
Semua tersenyum.
Sang Won mengatakan kalau ia sangat terkejut Kang Hee ikut serta dalam workshop kali ini. Kang Hee memberi alasan bukankah dulu ia juga pernah mengikuti workshop lebih dari 100 kali.
Yoo Jin berharap semoga keikut sertaan Kang Hee membuat semangat dan hasilnya akan sukses karena Kang Hee sudah membuat keputusan yang besar.
“Chungdamdong Gumiho sekarang menjadi pekerjaanku!” sahut Kang Hee. “Tentu saja!” kata Yoo Jin.

Semuanya sampai ditempat workshop.
Peserta berkumpul mendengarkan instruksi, “Aku Jang Joon Hyuk. Hari ini menjadi Asisten Direktur. Aku akan membagikan kunci kamar dan daftar acara workshop!”
Jae Yi melihat orang yang memberikan instruksi itu, “Orang itu.. siapa dia?”
Goo Jak mengatakan kalau dia itu sebenarnya tidak perlu ikut wajib militer tapi dia tetap ikut dan menjadi marinir. Belanjanya setahun hanya 100 dolar. Artis aneh.
Pembagian kamar Eun Bi dan Bok Ja berada dalam satu kamar di gedung B kamar 304. Keduanya senang berada dalam satu kamar.
Jae Yi tersenyum memandang Eun Bi yang ceria.

Kang Hee dan Sang Won masuk ke kamar meraka yang mewah. Sang Won memuji kalau panitia mendukung kedatangan Kang Hee dan mengatakan kalau ia yang datang sendiri belum tentu mendapatkan kamar yang seperti ini.
Kang Hee membuka jendela dan berdiri di balkon kamarnya yang berada di lantai atas. Ia memandang ke bawah, Sang Woon merangkul istrinya dan ikut melihat apa yang di lihat Kang Hee.
Keduanya melihat peserta workshop tengah melakukan permainan di lapangan dan tertawa dengan cerianya.Kang Hee bergumam apakah ia pernah tertawa seperti itu. Sang Won menjawab tidak, tidak seperti itu.
Sang Won : “Ketika kau masih baru pun kau bicara seperti Madonna. Kau juga tertawa seperti Madonna. Elegant dan high class!”
Kang Hee tersenyum, “Tidak mungkin!”
“Benar!” kata Sang Won. ‘Siapa yang berani merendahkanku’ wajahmu selalu berkata seperti itu sambung Sang Won.

Joon Hyuk memberikan pengumuman sambil berjalan di antara lorong kamar, “Semuanya ke aula besar dalam 30 menit. Ada latihan nyanyi dan paduan suara. Setelah selesai latihan kita langsung pesta barbeque. Tidak ikut latihan tidak boleh makan malam!”
Joon Hyuk berpapasan dengan Ra Kyung yang kerepotan membawa barang. “Kenapa kau membawa ini?” tanya Joon Hyuk. “Tidak apa-apa!” kata Ra Kyung karena ia juga panitia workshop. Ra kyung mengambilkan satu minuman kaleng untuk Joon hyuk, “Kau pasti haus karena berteriak terus!”
Joon hyuk berterima kasih. “Sampai bertemu lagi!” sahut Ra kyung berjalan berlalu dari hadapan Joon hyuk.
Joon hyuk terus memandang kepergian Ra kyung sambil terus tersenyum (wow ada cinta kah di sini-kayaknya Jonn Hyuk n Ra Kyung teman masa lalu). Ia kemudian kembali berteriak, “Makan malamnya Barbeque yang enak!” dan terus memberikan pengumuman sambil berjalan.

Jae Yi berada di depan sebuah kamar dan mengetuk pintu, “Go Eun Bi ini aku!” kata Jae yi, “Buka pintunya!”
“Ku bawakan kopi untukmu!” kata Jae yi ketika tahu pintu mulai terbuka.
Dan jreeng siapa yang membuka pintu.....
Raut wajah Jae yi berubah karena yang membuka pintu adalah Bae Kang Hee. Kang Hee tersenyum. Mendengar Jae yi membawa kopi Kang Hee juga ingin minum kopi. Kang Hee meminta pada Eun Bi bolehkan ia minta kopinya.

Eun Bi dan Bok Ja tengah latihan fisik dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. “Aku mengajarkan mereka manfaat berdiri terbalik!” ujar Kang Hee dan meminta Jae Yi masuk.
Keempatnya minum kopi. Kang Hee memuji kalau Jae Yi pandai membuat kopi.
Eun Bi memberi tahu kalau dirinya tak biasa minum kopi dan mengatakan kalau kopi Jae Yi memang enak. Mendengar Eun Bi memuji kopi buatannya, Jae Yi tersenyum.
Kang Hee mengatakan kalau Eun Bi tak terbiasa dengan kopi lebih baik jangan minum, “Seorang aktor dan aktris harus menghindari dari hal-hal yang bersifat adiktif (kecanduan) alhohol, kopi, rokok. Karena itu tak bagus untuk kesehatan dan akan sulit lepas apabila sudah kecanduan!”
Bok Ja setuju pendapat Kang Hee, “Terutama diantara para akrtis ada yang adiktif terhadap pria (kecanduan pria kah maksdunya) dia tak dapat berdiri lurus!”
“Tidak. Jatuh cinta itu bagus. Itu hak istimewa para aktris!” Sahut Kang Hee. Jae yi hanya diam mendengarkan.
Kang Hee ingin menyegarkan tenggorokannya ia mengajak Eun Bi keluar.
Setelah Eun Bi dan Kang Hee keluar tinggallah Bok Ja dan Jae Yi di sana. Bok Ja tersenyum kemudian tertawa lebar. Jae Yi heran melihatnya dan bertanya apanya yang lucu.
Bok Ja : “Dalam permainan poker ketika seorang pemula bertemu dengan profesioanal kau tahu siapa yang kalah?”
Jae Yi : “Siapa?”
Bok Ja : “Semua pemain lainnya dan pemain yang menang yang akan tertawa!”
Bok Ja kembali tertawa lebar, “Lucu sekali!”


Jae Yi membagi peserta menjadi 2 kelompok A dan B yang kelompok satu melatih nada dengan kata Ya..ya...ya...ya... dan kelompok satunya weo.. weo.. weo.. weo...
Di dengarnya bagus dan sepertinya ini juga berguna untuk melatih pernafasan.
Jae Yi meminta peserta melakukannya secara berpasangan, “Lakukan latihan keselaraasan sampai bisa!”
Bok Ja langsung menggandeng Eun Bi untuk menjadi pasangannya.
“Eun Bi kau mau kesini? Lakukan denganku!" Pinta Kang Hee sambil tersenyum.
Semua terkejut mendengarnya. “Aku?” Eun Bi tak percaya.
Eun Bi menghampiri Kang Hee. “Kau lakukan di nada tinggi aku di nada rendah!” sahut Kang Hee.
Eun Bi menolak karena nada tinggi Kang Hee lebih baik darinya. “Kau harus bisa melakukannya, aku akan membantumu!” kata Kang Hee.
Kang Hee : “Jauhkan bahu dan telingamu. Naikkan dagumu sedikit. Bernafas yang dalam. Cobalah!”
Eun Bi weo.. weo.. weo... weo... Kang Hee ya...ya..ya...ya...ya..ya...jae yi tak suka melihat ini

Sang Won menatap Kang Hee dan Eun Bi dengan tatapan tak mengerti.
Sang Mi menyenggol Bok Ja, “Kau mengenal Bae Kang Hee semua pasti sudah salah sangka padanya. Aku ingin ada yang mengajariku seperti dia. Aku pasti akan bisa menjadi aktris utama!”
Bok Ja malah menilai lain, “Apakah itu Bae Kang Hee yang sebenarnya? kenapa suaminya jadi seperti itu?”
Sang Won menatap Kang Hee dan Eun Bi dengan tatapan tak mengerti.
“Bukankah itu wajah seorang turis di puncak gunung yang akan segera meletus!” sambung Bok Ja.
Sang Mi tanya apa maksud Bok Ja.

Eun Bi masih ragu di nada tinggi. “Ada apa? Apa yang kau takutkan?” tanya Kang Hee. “Jauhkan dagu dan bahumu. Bayangkan ada tali diatas kepalamu. Rilekskan bahu dan bernafas yang dalam!”
Keduanya kembali latihan tapi masih belum baik. Kang Hee menyemangati, “Kau pasti akan bisa kalau kau sering latihan. Jangan sembunyikan tulang pipimu, angkat pipimu. Tarik dagumu!”
Keduanya terus mencoba lagi dan kali ini memang lebih baik. Kang Hee memuji bagus dan mengusap rambut Eun Bi. Semua tepuk tangan tapi tidak dengan Jae Yi.

Sang Mi : “Lihatlah, kalau bukan itu tujuannya (menjadikan suara Eun Bi lebih bagus) kenapa ia (Kang Hee) melakukan ini?”
Bok ja : “Aku tak tahu. Ini lebih manakutkan dari yang kupikirkan!”
Yoo Jin mengomentari latihan hari ini, “Sepertinya semua berjalan lancar Kang Hee benar-benar profesional!”
Sang won menatap istrinya dengan penuh tanda tanya, “Ya. Dia profesional!”
Malam harinya pesta barbeque. Kang Hee membungkuskan daging dan menyuapi Eun Bi, “Makanlah yang banyak!” Jae Yi diam saja melihatnya.
Ra kyung sibuk mengabadikan setiap kegiatan. Kang Hee menyuruh Ra Kyung duduk dan makan. Ia berpendapat pasti anggaran untuk proyek ini di buat sangat minim oleh Yoo Jin karena Ra Kyung sendiri yang mengambil gambar.Ra Kyung menolak anggapan Kang Hee, ia beralasan karena ingin melakukannya.
“Oh Ya. Kau fotografer profesional kan?” tanya Sang Won. Ra Kyung merendah, “Tidak profesiaonal!” Yoo Jin menambahkan kalau Ra Kyung juga memiliki galeri yang tidak buruk.
Kang Hee menyuruh Eun Bi makan yang banyak. Perhatian Kang Hee pada Eun Bi membuat Jae Yi tak suka.
Kang Hee tanya setelah makan apa kegiatan selanjutnya. Goo Jak menjawab kalau nanti ada latihan untuk pemeran utama dan para direktur akan mendiskusikan masalah setting panggung karena ini ada kaitannya dengan anggaran. Yoo Jin mengatakan ia juga membawa rencana anggarannya.
Jae Yi bosan mendengar ocehan semuanya dan segera pergi dari sana tanpa bicara sepatah kata pun.
Latihan peran utama dimulai. Eun Bi menyanyikan lagu Chungdamdong Gumiho versinya. Semua menikmati nyanyian Eun Bi dan memberikan tepuk tangan setelahnya. Jae Yi tersenyum senang karena Eun Bi menyanyikannya dengan baik.
“Tunggu sebentar!” potong Kang Hee. Ia bertanya pada Eun Bi bagaimana awal lagunya.
Eun Bi : “Apa?”
Kang Hee : “Lagu ini... Penulisnya menginginkan adanya sentuhan. Penulis menginginkan kau berhati-hati dibagian ini?”
Eun Bi mengangguk.
“Tapi kupikir, seperti ini juga bisa!” Kang Hee meminta Eun Young memainkan nada berdasarkan versinya.
Kang Hee menyanyikan Reff Chungdamdong Gumiho dengan suara tinggi dan powerfull ketika di nada akhir ia menggunakan teknik falset.
Eun Bi terpesona mendengarnya. Semuanya tepuk tangan tak terkecuali Goo Jak yang duduk bersama Yoo Jin dan Sang Won.
Eun Bi juga tepuk tangan, “Wah... Aku menyukainya. Senior kau yang terhebat!” Eun Bi mengacungkan dua jempolnya.
“Tunggu sebentar!” sahut Jae Yi. “Dibagian ini adalah pengakuan yang membawa konsekuensi besar pandanglah seperti itu!”
Eun Bi menganggap kalau cara Kang Hee menyanyi lebih baik darinya.
Kang Hee meminta jangan meremehkan kemampuan Eun Bi, “Dengan latihan dia akan lebih bagus, aku juga akan membantunya!” Kang Hee tersenyum memandang Eun Bi.

Semua peserta workshop istirahat. Eun Bi tidur di kamarnya dengan Sa Bok Ja.Eun Bi menadapat SMS dari Jae Yi.
“Bodoh. Kenapa kau tidak menggunakan caramu sendiri untuk menterjemahkan lagu itu!”
Eun Bi kesal dan membalas SMS, “Memangnya kenapa kalau memakai caraya? Selamat malam!”
Jae Yi kembali mengirim SMS, “Keluar kau!”
Eun Bi akan keluar tapi ia dikagetkan oleh Bok Ja yang terbangun tiba-tiba, “Aku tak bisa makan lagi. Sudah kenyang!”
Tapi sesaat kemudian Bok Ja kembali merebahkan tubuhnya dan tertidur pulas. Hahaha ngelindur.
Eun Bi membuka pintu kamar dan mendapati Jae Yi sudah berdiri di sana. Keduanya berpandangan. Eun Bi menyandarkan wajahnya di pintu lalu keduanya tersenyum wahaha sweet.

Keduanya duduk di kursi di tangga dekat pintu masuk gedung.Jae Yi memiankan piano di ponselnya (wahhhh kok ada pianonya ya di ponsel keren).
Eun Bi memperhatikan gurunya. Jae Yi meminta Eun Bi jangan tersandung seperti orang bodoh. Bae Kang Hee sudah mengatakan satu hal dan itu membuat Eun Bi membuang semua imajinasinya.
“Coba kulihat!” Eun Bi meminta ponsel Jae Yi, memainkan piano dan menyanyi. Jae Yi heran dan tertawa Eun Bi langsung mengembalikannya.
Eun Bi : “Aku... Aku masuk kuliah pada tanggal 4 maret pada saat itulah aku pertama kalinya menonton drama musikal. Aktris utamanya adalah Bae Kang Hee!”
Jae Yi : “Kang Hee. Dia telah membangkitkan api di hati perempuan-peremuan Korea!”
Eun Bi tertawa, “Ya. Di dalam diriku apinya sudah begitu besar. Harapanku bisa mendapat pelajaran darinya.Kalau saja.... kalau saja... Aku bisa sepanggung dengannya. Walaupun dia disinari lampu di tengah panggung dan aku hanya di sudut panggung. Walaupun aku hanya penyanyi latar atau.... hanya berdiri tanpa suara. Aku sangat bahagia. Itu cita-citaku.
Lalu aku juga ingin sebelum aku mati, aku bisa berduet dengannya. Mimpiku tumbuh, itu sudah selama 4 tahun.Setiap melihat penampilannya, tidak sekalipun hatiku tidak tersentuh. Bagiku Bae Kang Hee adalah musikal itu sendiri. Orang hebat seperti dia mengajariku dan bernyanyi bersamaku!”

Jae Yi : Go Eun Bi..
Eun Bi : Guru...
Eun Bi berterima kasih pada gurunya karena ia bisa berada di sana sekarang, “Aku juga tak akan melupakan itu!”
Jae Yi menggenggam tangan Eun Bi, ia tak tahu bagaimana menjelaskannya. “Bae Kang Hee, dia tidak seperti dirimu!”
Eun bi mengerti kualitas vokalnya dengan Bae Kang Hee memang tidak sama, “Ya. Tentu saja tidak!”
Jae Yi kesal dan meninggikan suaranya, karena bukan itu yang ia maksud. Eun Bi langsung terdiam dan melepaskan genggaman tangan Jae Yi, “Selamat malam!” Eun Bi pamit akan masuk ke kamarnya lagi.

Yoo Jin berada di luar, ia tengah menelepon seseorang. Ia dikagetkan dengan Eun Bi yang setengah berlari lalu disusul di belakang Eun Bi, Jae Yi berjalan. Yoo Jin menatap heran keduanya.
Pandangan Yoo Jin beralih ke atas balkon, tepatnya balkon kamar Bae Kang Hee. Di sana Kang Hee berdiri memandang Jae Yi.Jae Yi menghentikan langkahnya dan menatap Kang Hee yang masih berdiri di balkon kamarnya. Keduanya berpandangan, sesaat kemudian Kang Hee langsung masuk ke kamarnya. Yoo Jin pun segera meninggalkan tempat itu.
Peserta workshop melakukan olahraga lari pagi di pandu Joon Hyuk. Semuanya lari bersama ala militer sambil menyanyi untuk menyemangati.
Yoo Jin, Sang won dan Goo Jak membahas masalah setting panggung. Goo Jak akan melakukan Screenplay dan Editing. Sang Won bertanggung jawab atas videonya.
Sang Won mengatakan ia sudah memilih beberapa latar belakang. Ia sudah memisahkan video dan mengatur setiap bagian-bagiannya tapi pertujukkannya akan memakai waktu dua setengah jam. Goo Jak mengambil kesimpulan kalau begitu anggarannya akan menjadi besar.
“Termasuk pemasaran, kami sudah menganggrakan 5,5 juta Dolar. 3 Juta Dolar dari Amour. Sisanya dari sponsor!” ujar Yoo Jin.
Goo Jak terkejut mendengarnya, “Bukan 4 juta tapi 5,5 juta dolar?”
“Apa kau tak percaya diri?” tanya Yoo Jin.
“Bukan seperti itu!” Goo Jak senang karena anggaran projeknya tersedia lebih. “Aku hanya seorang artis yang tak menegrti angka-angka!” Goo Jak meyakinkan kalau Yoo jin tak perlu khawatir.
Sang Won : “Apa kau tahu artinya kalau Amour dan Yoo Jin berinvestasi 3 juta dolar? Jika Chungdamdong Gumiho sukses, Dae Hak Ro akan menyaksikan bagaimana panggung musikal Korea akan berubah melalui pertunjukan ini. Kau harus menggantungkan hidupmu pada ini!”

“Tentu saja!” Ucap Goo Jak. “Kalau aku memiliki 5 nyawa akan kuserahkan kelima-limanya untuk ini!”
Yoo Jin tersenyum, “Sepertinya kita memiliki banyak nyawa untuk proyek ini?”



Yoo Jae Joon makan siang dengan temannya dan bertanya apa ada yang menyenangkan? Karena temannya lama tak menghubunginya.
Jae Joon tanya siapa dia. Dia tak berbakat bernyanyi tapi dia bagus di sini!” Jae Joon memperagakan tarian.
“Jae Yun!” jawab teman Jae Joon. “Dia ikut sitkom kan?” Tanya Jae Joon. “Dia cukup terkenal matanya dioperasi kan?”
Teman Jae Joon mendesah. Jae Joon tanya kenapa. Temannya bilang rasanya tak akan begitu enak walaupun ada pertunjukan hebat kita tak akan kaya di sana.
Jae joon : “Kau selalu mencari yang lebih dari itu!”
“Amour menginvestasikan 3 juta dolar di panggung musikal, apa kau pikir investor lain akan diam menyaksikan saja?” tanya teman Jae Joon.
Jae Joon mengatakan kalau Yoo Jin itu memiliki insting yang hebat orang lain hanya ikut-ikutan.“Bagaimana kalau dia benar-benar sukses?” tanya teman Jae Joon lagi. “Kau akan tenggelam!” Jae Joon kesal mendengarnya.
“Kalau Yoo Jin sukses itu buruk untuk kita berdua. Tidakkah kau harus melakukan sesuatu?” Ujar teman Jae joon.
“Melakukan apa?” tanya Jae Joon.
“3 juta dolar untuk pertunjukan musikal. Seorang pemula tampil bersama Bae Kang Hee. Walaupun mereka tak mengatakannnya, investor lain gerah dengan tingkah laku mereka. Tendang saja mereka!”
Yoo Jin sudah melakukan audisi dan mengeluarkan banyak biaya, dia tak bisa mundur lagi. Dia akan maju terus dan investor lain akan membencinya!Kalau dia memaksa untuk terus melanjutkan berarti kita harus menggantinya! Siapa yang pernah mendanai pertunjukkan musikal di Korea? Yoo Jae Joon kaulah orangnya!”
Jae Joon senang sepertinya ia mendapatkan ide. “Panggil Jae Yun, ayo kita bersenang- senang!” pinta Jae Joon.

Jae Yi memperdengarkan sampel musik yang nantinya akan digunakan dalam pertunjukan. Semua tepuk tangan atas aransemen musik yang bagus itu.Jae Yi akan keluar dari ruangan panggung tapi Yoo Jin mencegatnya di pintu.
Yoo Jin : “Kalau dia memiliki 5 nyawa katanya dia akan menyerahkan semuanya untuk musikal!”
Jae Yi belum paham maksud Yoo Jin, “Nyawa?”
Yoo Jin mengatakan kalau yang ia maksud adalah Goo Jak. “Dia hanya memiliki satu nyawa, kau tak perlu khawatir!” ujar Jae Yi.Yoo Jin tanya apa yang bisa membuat Jae Yi bergairah, “Sesuatu yang lebih dari pada hidupmu!”
Jae Yi : “Apa yang kau bicarakan? Apa kau membutuhkan hidupku juga?”
Yoo Jin : “Aku berinvestasi, meramal, dan berusaha untuk mencapai sebuah tujuan. Selama prosesnya kubuang harga diriku, kepribadianku, dan karakterku. Tapi ada orang yang ingin mendapatkan sesuatu tanpa berusaha!”.Jae Yi tertawa ringan dan meminta Yoo Jin mengatakan saja apa yang ingin dikatakan.
Yoo Jin : “Aku mengandalkan kemampuanmu walaupun aku belum mengetahui bagaimana akhir dari kegiatan ini. Aku sangat berharap kau bisa lebih memberikan perhatian pada proyek ini dan bukan hanya pada seseorang!”
Jelas yang dimaksud Yoo Jin di sini adalah Go Eun Bi.

Ra Kyung melakukan wawancara terhadap pemeran utama Chungdamdong Gumiho. Yang pertama ia wawancarai adalah Bae Kang Hee.Kang Hee mulai menjelaskan. Eun Bi duduk di sana memperhatikan.
“Aktris yang memberikan inspirasi kepada seorang komposer. Dia adalah aktris yang memberikan karakter ke dalam cerita. Dia adalah aktris yang dalam perjalanan hidupnya tampil di panggung, tak peduli sebesar apapun seorang bintang kenyataan bahwa ia dipilih oleh orang lain untuk mulai bekerja adalah kenyataan yang menyedihkan!”
Ra Kyung memuji kata-kata yang terakhir tadi sangat hebat. Kang Hee tersenyum mendengarnya dan mengatakan kalau wawancaara adalah pekerjaan tambahan.Kang Hee seolah berpesan pada Eun Bi, “Lain kali kau harus hati-hati ketika wawancara. Mereka mengatakan wawancaranya telah selesai. Catatan ditutup dan rekaman dimatikan dan mereka terus membuatmu bicara lagi. Lalu cerita terus berlanjut!”
Eun Bi : “Benarkah?”
Kang Hee : “Seperti itulah pernikahanku masuk berita!”
Ra Kyung tanya apakah Eun Bi juga akan diwawancarai di sini. Kang Hee berfikir sejenak tapi kemudian ia mendapatkan ide ia harus melakukan sesuatu pada Eun Bi.

Di sebuah ruangan Goo Jak, Yoo Jin, Sang won dan Jae Yi mendiskusikan design setting panggung. Yoo Jin mengatakan kalau video animasinya memerlukan biaya 800rb dolar.
Dan wuuuuhhhhh..... terjadi kehebohan ketika Ra Kyung dan Eun Bi masuk ke sana.Eun Bi memakai blouse hitam lengan panjang dengan make up yang tak pernah di pakainya.Goo Jak berteriak kalau Eun Bi sudah menjelama menjadi Do Hwa. Eun Bi malu rekannya meneriaki dirinya.Bagaimana reaksi Hong Jae Yi, Reaksinya datar saja seperti tak suka haha..
Sang won memuji kalau Eun Bi sangat berbeda ketika memakai make up. Eun Bi mengatakan kalau Kang Hee bilang padanya ia harus selalu siap di depan kamera, “Dia yang melakukan ini!”
“Bahkan dia menyuruhku melakukannya di sini!” sambung Ra Kyung.
Goo Jak senang mendengarnya, “Benarkah? Dia benar-benar hebat. Dia baik sekali. Kau pasti sangat senang dia mencurahkan rasa cintanya!”
Eun Bi siap diwawancarai, Jae Yi memandang dari jauh sesaat kemudian ia langsung pergi dari sana.
Jae Yi menemui Kang Hee. “Apa pertanyaanmu tadi? Mengapa aku baik pada Eun Bi? Alasanku yang sebenarnya?”
Kang Hee : “Kau yang datang lebih dulu kepadaku, aku mencoba bersikap objektif. Go Eun Bi ingin menjadi aktris musikal. Dia juga mendekati komposer Hong Jae Yi yang menolongnya menggapai cita-citanya!”
Jae Yi : “Apa kau akan menggantikanku?”
Kang Hee : “Semakin lama dia bersamaku dia akan segera tahu bagaimana perasaanku padamu. Hatiku dan waktu yang telah berlalu!”
Jae Yi : “Dan waktu bersamaku akan semakin pendek!”
Kang Hee : “Kau ingin bersamaku? Apa kau tak ingin melihatnya menjadi seorang aktris musikal?
Aku akan membantunya menuju ke sana. Go Eun Bi yang ingin sekali menjadi Bae Kang Hee. Kalau kau membuang kesempatan ini darinya artinya kau tak melihatnya sebagai aktris yang potensial. Daripada membuatnya jatuh cinta padamu dengan menggunakan statusmu sebagai komposer!”
Kembali ke wawancara Eun Bi.Ra Kyung tanya kenapa Eun Bi masuk kuliah kedokteran.
Eun Bi : “Nenekku sudah seperti ibuku. Paru-parunya sakit. Ketika SMA aku bercita-cita menjadi dokter yang bisa mengobati paru-paru nenekku!”
Ra Kyung : “Apa beliau tahu kau ada di sini!”
Eun Bi menjelaskan ketika ayah menyuruhnya pulang. Nenek yang mengantarnya ke satasiun. “Jika aku telah lulus dan beliau masih hidup dan menungguku untuk ku obati dia akan telah berusia 80 tahun. Kalau dia meninggal sebelum itu ....” Mata Eun Bi mulai berkaca-kaca.
Eun Bi mengutip ucapan yang disampaikan neneknya, “Nasib orang sudah di atur Tuhan. Kau tak perlu menangisi apa yang akan terjadi. Aku lebih suka memiliki kesempatan melihatmu menjadi aktris yang hebat!”
Eun Bi berterimakasih pada neneknya karena ia sudah mencapai sampai seperti sekarang ini. Yoo Jin tersenyum mendengarnya.
“Sudah cukup kan?” tanya Yoo Jin. Ia akan mengajak Ra Kyung minum kopi. Ra kyung meminta Yoo Jin pergi lebih dulu karena ia harus beres-beres.Yoo Jin keluar Eun Bi memperhatikannya.
Eun Bi mengejar Yoo Jin sampai di luar gedung. Yoo Jin tanya ada apa bukankah sekarang giliran Eun Bi latihan koreo.
“Aku berfikir kau berhak untuk membenciku!” sahut Eun Bi.
Yoo Jin : “Siapa?”
Eun Bi : “Aku!”
Yoo Jin : “Aku?”
“Eun Bi : “Ya. Aku baru saja memikirkannya, aku mungkin terlihat bodoh dihadapanmu!”
Yoo Jin tersenyum, “Benarkah?”
Eun Bi : “Menjadi orang sepertimu... tidak... Tapi sebenarnya aku ingin jujur pada diriku sendiri!”
Yoo Jin : “Hebat. Aku menghargai itu.”
Eun Bi : “Kenapa kau masih tetap membenciku?”
Yoo Jin : “Aku? Kenapa kau berfikir begitu?”
Eun Bi : “Jadi kau tidak ...”
Yoo Jin menggeleng, “Tidak! BTW bukankah sekarang ini ada seseorang disekitarmu yang mencintaimu?”
“Tidak. Tidak ada yang seperti itu!” jawab Eun Bi. “Aku hanya merasa kau selalu membenciku!”
Yoo Jin tanya apakah ia terlihat seperti orang yang akan membenci atau mencintai orang ketika bekarja. Eun Bi menggeleng. “Jadi itu hanya perasaanmu saja?” tanya Yoo Jin. “Sepertinya begitu!” jawab Eun Bi.Ra Kyung menguping pembicaraan keduanya.Karena tak ada yang dibicarakan lagi Yoo Jin segera berlalu dari hadapan Eun Bi.

Yoo Jin duduk di kamarnya ia berfikir keras, Ra Kyung mendekatinya.
“Mereka sangat mirip!” Ra Kyung mengawali pembicaraan. “Go Eun Bi mirip dengan ayahmu. Itu sebabnya kau marahnya!”
Ra Kyung : “Setiap aku melihatnya dia mengingatkanku pada seseorang tapi aku baru menyadarinya saat kulihat kau sensitif seperti itu!”
Yoo Jin tersenyum, “Aku sensitif?”
Ra Kyung : “Seperti katamu. Itu wajah yang tidak pernah kau tampakkan pada semua orang. Bahkan padaku. Bahkan kau sendiri terkejut kau menjadi lebih acuh atau lebih ramah. Seperti itu menurutku!”
Yoo Jin : “Go Eun Bi... Dia benar-benar aneh. Dia membuat Bae Kang Hee keluar dari jalurnya. Dia juga bahkan membuat Ra Kyung bingung!”
Giliran Ra Kyung yang tersenyum, “Aku bingung?”
Yoo Jin : “Benar. Tak perlu seperti itu. Tak usah memperhatikan dia!”
Ra Kyung menganggap setiap kali Eun Bi tersenyum dia selalu menjadi magnet bagi semua orang. Setiap dia melakukan hal yang dia sukai dia tak peduli apa kata dunia.
Yoo Jin : “Dia membuat orang lain kesusahaan tapi dia membuat dirinya tidak bersalah energinya benar-benar penuh! Ya dia benar-benar mirip ayahku!”
Ra Kyung tanya apa itu yang membuat Yoo Jin marah. Yoo Jin balik bertanya apa Ra Kyung pernah melihatnya marah karena ayahnya. Ra Kyung menggeleng. “Tak usah dipikirkan, dia tak berharga untuk itu!” Ujar Yoo Jin. 

Yoo Jin memperhatikan peseta workshop yang tengah berolah raga Trampolin (tahu kalau nama permainan itu trampolin di kasih tahu teman haha) dari balkon kamarnya. Ia teringat masa lalunya.Yoo Jin Young menaiki motor boat-nya. Ia mengajak putra kecilnya, Yoo Jin untuk naik bersamanya. Sun Hee menolak karena ayah ( kakek ) sudah menunggu.
Jin Young bersikeras akan mengajak putranya naik motor boat, karena hari ini hari terakhirnya liburan. Sun Hee mengingatkan kalau ayah menunggu tapi Jin Young mengatakan kalau ayahnya tak membutuhkan dia.Yoo Jin juga setuju, ia ingin naik bersama ayahnya.
Ra Kyung membuyarkan lamunan Yoo Jin. Ia tanya apa Yoo Jin tak mnedengarnya ia sudah memanggil beberapa kali, “Apa yang kau pikirkan?”
“Tidak apa-apa!” jawab Yoo Jin menerima minuman buatan Ra Kyung kemudian berlalu dari hadapan Ra Kyung.

Kakek mengadakan rapat dengan staf direksi, di sana juga ada putra tertuanya (Ayahnya Yoo Jae Joon, Pamannya Yoo Jin-Aku ga tahu nama paman ini siapa).Paman mengatakan kalau mereka tidak mengincar Amerika tapi China. “Berinvestasi di China akan jauh lebih baik!” katanya.Kakek bertanya apa kesimpulan dari data yang kau berikan padaku?
“Tingkatkan investasi ke Amerika!” jawab Paman.
“Dan kau malah berinvestasi ke China!” sambung Kakek.Paman membenarkan. Ia mengatakan tim risetnya yang berada di China sudah menghubungi pemerintah China. Dia orang yang mendukung kita ketika mendirikan pabrik di China.Kakek menyahut, “Jadi hanya percaya pada satu orang kau mau berinvestasi di China?”Paman mengatakan kalau hanya dengan koneksi kita bisa masuk berbisnis di China.
“Bagaimana kalau dia meninggal atau sakit?” tanya Kakek.
Apa?
“Bagaimana kalau dia dipecat atasannya?” Tanya Kakek lagi. “Informasi riset pasar, analisa. Apa kau mau mengabaikan hasil kerja teman-teman kita. Mengabaikan aliran ekonomi dan kau mau mempelopori bisnis berdasarkan kepercayaan pada satu orang? Apa itu masuk akal?.
Kenapa kau lakukan ini? kenapa kau tak membicarakan sebelumnya?” Kakek kecewa. “Bisakah seorang CEO berfikiran sama dengan pegawainya?” Tanya Kakek. “Kalau seorang pengambil keputusan dibuat bingung oleh sebuah laporan lalu bagaimana dengan yang lain?”

Kakek meminta melakukan riset pasar lebih dalam lagi. “Berdasarkan laporan ini dan ramalan-ramalan buat rencana lain untuk investasi!” dan Kakek memberikan wakti 2 hari.
Rapat selesai semua bubar, tapi paman masih tetap duduk. Kakek menyuruhnya pergi tapi paman tidak beranjak dari kursinya. “Aku tak percaya Ayah masih menganggapku sebagai seorang CEO!” sahut Paman.
Kakek : “Apa katamu?”

Paman emosi dan langsung berdiri menatap kakek, “Ayah sudah memegang solusi dan Ayah mengujiku. Apa Ayah tahu? Jika sebagai dokter aku harus melakukan operasi tapi aku tak bisa ke ruang operasi. Aku hanya membantu memecahkan masalah!”
“Pasien akan meninggal jika dioperasi dengan gegabah!” sahut Kakek.
“Apa Ayah menunggu orang yang tepat untuk mengoperasi. Bukankah itu artinya Ayah sedang menunda waktu?” Ujar Paman.
“Apa maksudmu?” tanya Kakek.
“Jin Young tak akan kembali!” sahut Paman. “Yoo Jin? Tidak. Cukup satu saja yang melarikan diri, tak akan kubiarkan Jae Joon mengambil milikku!”
“Apa kau pikir Jae Joon bisa merebut bisnisku?” tanya Kakek.
Paman : “Orang bilang posisi menentukan karakter, Kalau dia mendapat pekerjaan yang tepat maka dia akan mendapat kemampuan yang tepat!”
Kakek : “Kalau kau memperhatikan dia karena anakmu ....”
Paman memotong ucapan kakek, “kau-lah yang terlalu memperhatikan anakmu!”

Yoo Jin mengatakan sepertinya ini sedikit berubah dari proposal yang dulu Goo Jak serahkan padanya.Goo Jak menjelaskan karena mereka akan melakukan ‘hitam dan putih’ di awal selama 20 menit. Sekarang mereka sanggup membuat film 3D tentu saja itu harus berbeda.
Sang Won memuji sepetinya workshop kali ini menghasilkan hal yang bagus. Yoo Jin tersenyum mendengarnya.Joon Hyuk masuk dan mengatakan kalau di luar peserta Workshop tengah mengadakan permainan dan bergembira. Mereka menginginkan ketiganya ikut. Ketiganya setuju dan segera keluar.

Peserta berdiri membuat lingkaran. Joon Hyuk di tengah menjelaskan peraturan permainnnya. “Kita akan menghalangi orang yang di luar lingkaran untuk masuk. Yang di luar harus berusaha masuk!”
Semua peserta mengerti. Ra Kyung mengabadikan momen ini dengan videonya.Yang pertama menjadi peserta La Jun. La Jun berusaha masuk ke dalam lingkaran tapi dihalangi temannya. Ia berputar-putar berusaha mencari celah untuk masuk ke lingkaran.
“Permainan yang sederhana!” ungkap salah seorang yang duduk bersama Yoo Jin, Sang Won dan Goo Jak. “Tapi ini membantu membangun kerja sama team. Orang yang mudah bersosialisasi akan mudah masuk ke lingkaran.”

Selanjutnya Kang Hee yang akan mencoba masuk ke lingkaran.
Kang Hee berjalan memutari lingkaran dan ketika sampai di tempat Jae Yi ia berusaha masuk lewat sana. Pagar pintunya rapat Kang Hee tak bisa masuk ke dalam lingkaran. Kang Hee tersenyum(sengaja dia pengen nyenggol Jae Yi).Kang Hee pun mencari celah lain.
Sang Won memperhatikan itu. “Tak usah khawatir!” sahut pria yang tadi menjelaskan. “Orang yang dihormati akan lebih cepat masuk ke dalam lingkaran!”.
Kang Hee berusaha masuk ke lingkaran dengan mendorong Eun Bi dan ia berhasil.

Berikutnya giliran Eun Bi yang bermain. “Dia tak boleh masuk teriak Bok Ja. Eun Bi berusaha masuk melewati Kang Hee tapi Kang Hee menahan dan mendorong hingga membuat Eun Bi jatuh terjengkang.Eun Bi terus berusaha dan akhirnya ia bisa masuk lewat celah Sa Bok Ja.
Dan sekarang ganti yang jadi pemain pria berbaju kuning. Dengan sekuat tenaga ia berusaha masuk ke lingkaran tapi sulit karena terhalang. Ia mencoba masuk melewati celah Bae Kang Hee tapi gagal.

Pria itu mendorong lagi hingga membuat peserta lain terhuyung-huyung dan menabrak Ra Kyung yang sibuk merekam permainan.
“Awas bahaya!” teriak Joon Hyuk.Ra Kyung terjatuh tepat mendarat di mana api unggun menyala. Lengannya terbakar.
Yoo Jin terkejut melihatnya.

~~~Bersambung Episode 6~~~

5 komentar:

  1. Tetep semangatttt..

    Ditunggu sinopsis selanjutny..

    Fighttiiiiing!!!!!

    BalasHapus
  2. @sambenk :Thank banget ya...^^

    BalasHapus
  3. Knp episode 6 sampai trkhir blm ada.......sy tdk sabar lg mmbacax.
    mau tanya jg,,,,,film absolut boysfriend and take care of us captain blm tayang yah??????????tlng dibls..............

    BalasHapus
  4. @anonim : Abslolute boysfreind aku nggak tau tayang kapan apa belum karna aku nggak ngikutin,take care us captai sudah tayang mulai kamis dan jum'at kmrn kok

    BalasHapus
  5. Loh episode 6 lom da ych..??
    Hmmpt.. Gx sbar dech.. Nnggu klnjutan'y...
    FIGHTING..!! Ych.. :) and Thank's ych.. Dah bkin sinopsis'y.. :)

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.