1.21.2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 6 Part 1

 Sinopsis The Moon that Embracing the Sun Episode 6 Part 1.
The Moon That Embraces the Sun OST – “시간을 거슬러” (Going against time) by Lyn Dramabeans.com [ Download ]
 Setelah Kasim Hyun Sung memberitahu Hwon bahwa Yeon Woo meninggal dalam pelukan ayahnya seperti ia sedang tertidur,Hwon berjalan terhuyung-huyung keluar,dan pengawal istana menghentikannya.Kasim Hyun Sung yang berjalan mengikutinya dari belakang juga turut menangis.
"Tidak bisa Yang Mulia...Ratu memerintahkan agar Yang Mulia bisa tinggal seharian diaula istana Timur"Ujar Pengawal Istana menahan Hwon pergi.
Hwon meminta pengawal istana membiarkannya pergi."Pergi...Pergi...lepaskan aku,aku bilang kalian semua lepas!Biarkan aku pergi"Teriak Hwon kesal sambil menangis.


Terdengar suara Hwon berkata bagaimana Raja adalah matahari dan bulan adalah istrinya,sehingga ia memberikan binyeo tusuk konde phoenix kepada Yeon Woo yang ia sebut bernama :"Bulan yang merangkul matahari."


"Putih adalah Bulan yang merangkul warna merah itu adalah matahari.Jadi aku memberi nama ini Bulan yang merangkul matahari"Ujar Hwon terakhir kalinya bertemu dengan Yeon Woo.


Hwon menangisi kematian Yeon Woo dengan ketidak berdayaannya bertemu terakhir kali pada jasad Yeon Woo.Ia marah sekaligus sedih karna ia sama sekali tidak bisa pergi dari Istana,sebab Perintah telah dikeluarkan untuk melarang Hwon pergi.
Pemakaman Yeon Woo dilakukan disebuah perbukitan hanya bersama keluarganya.Won turut hadir.Yeon Woo telah dimasukan kedalam peti mati,upacara tidak terlihat begitu mencolok.
Ibu meratapi kepergian putrinya seolah tidak ingin peti mati tersebut ditanam didalam tanah,ia menangis sesenggukan memanggil nama putrinya.


Ayah Yeon Woo mencoba menahan pilu, perlahan peti tersebut dikuburkan kedalam tanah.
 Yang Myung datang terlambat setelah membawa kudanya melaju kencang menuju pemakaman Yeon Woo.Ia hanya bisa menangis berlutut ketanah ketika dia melihat peti mati Yeon Woo telah diturunkan kedalam tanah dan mulai dikuburkan.
Bo Kyung dan Ibunya menyambut kedatangan ayahnya.Mentri Yoon Dae Hyung berkata pada Putrinya bahwa ia tidak lama lagi akan masuk keistana dan meminta Bo Kyung mempersiapkan diri menjadi Putri Mahkota.


Ibu Bo Kyung bertanya padanya apakah itu artinya Bo Kyung akan menjadi Istri Pangeran?Bo Kyung berkata dengan keras :"Apakah dia sudah mati?"


Bo Kyung seolah bicara pada dirinya :"Apakah kau sudah membunuhnya?"
Mentri Yoon berkata :"Hari Ini dia sudah meninggalkan dunia."
 Bo Kyung duduk dikamarnya dan mengambil gelang persahabatan Yeon Woo untuk Hwon.Dimana gelang tersebut jatuh saat ritual upacara penghapusan Roh Jahat diistana oleh Shaman Nok Young ketika Yeon Woo dibawa Hwon pergi keluar Istana.


Bo Kyung teringat nasihat ayahnya pada malam sebelumnya dimana Tuan Yoon Dae Hyung berkata apakah Bo Kyung ingin mendapatkan hati Putra Mahkota.Jika Bo Kyung ingin melakukannya maka ia harus membuang rasa bersalah dan kasihan terhadap Yeon Woo.


Ayahnya mengingatkan pada Bo Kyung :"Ingatlah kemarahan yang anda rasakan ketika sesuatu telah dicuri dari anda."Hal itu mengingatkan dirinya ketika ia menangis melihat Hwon dan Yeon Woo bersama-sama.


Bo Kyung menggenggam erat gelang tersebut,ia bergumam pada dirinya "Putri Mahkota."
 Hwon berdiri diluar kamarnya dan berpikir kembali atas ucapan Yeon Woo.Dimana Yeon Woo mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan dirinya dan Hwon sama sekali tidak bersalah.Yeon Woo berkata kalau Hwon tidak boleh menyalahkan dirinya atas semua yang telah terjadi.
Yang Myung berjalan pelan menemui Hwon,ia terlihat begitu marah dan menangis atas kematian Yeon Woo.Hwon menangis sambil menyapanya.
"Kakak,bagaimana keadaan guru sekarang (Yeom)?dan apakah kakak melihat wajah terakhir Yeon Woo sebelum dia pergi?Kakak apa kau melihatnya?"Tanya Hwon sedih.


Yang Myung balik bertanya mengapa ia peduli hal itu?bukankah Hwon sama sekali tidak melakukan apa-apa untuk Yeon Woo,ketika Yeon Woo menderita,ketika ia diturunkan kedalam tanah yang dingin,Hwon sama sekali tidak melakukan apapun.


"Mengapa kau peduli hal itu?Yang Mulia, apa sebenarnya yang telah kau lakukan untuk Yeon Woo?Ketika dia diusir dari istana seperti orang kriminal,apa yang anda lakukan?ketika ia melayang-layang antara hidup dan mati,apa yang anda lakukan?"Tanya Yang Myung Sedih.


Hwon menunduk sedih.
"Jangan,jangan katakan lagi..."Pinta Hwon sedih.
"Ketika dia dimakamkan ditanah yang dingin,apa yang kau lakukan!? Saat orang tua dan kakaknya menangis begitudalam berduka.Apa yang sedang kau lakukan? Hal kecil apa yang telah Yang Mulia lakukan?!"Ujar Yang Myung.

Omo..ini benar-benar sangat menyakitkan,saya tahu ini adalah kemarahan Yang Myung yang begitu kecewa terluka melihat orang yang ia kasihi dan tidak mampu berbuat apapun,ia melihat Hwon yang memiliki kekuasaan namun sama sekali tidak bisa berbuat apapun.
Hwon berteriak padanya meminta Yang Myung berhenti bicara."Hyung....!".
tapi Yang Myung kembali berteriak.
"Kau adalah Putra Mahkota yang memiliki segalanya seperti kasih sayang raja,dan bukankah kita terkait erat seperti saudara sedarah,Yang Mulia? dan loyalitas sahabatku.Setidaknya harus satu,setidaknya bahkan satu juga tidak bisa menjadi milikku"Ujar Yang Myung menangis.
"Hyung..."
"Satu hal ... Satu-satunya hal seharusnya dapat saya minta untuk diri saya sendiri.Dia adalah satu-satunya yang benar-benar saya inginkan.Tetapi bahkan itu tidak dapat menjadi milikku?Satu-satunya hal. Aku hanya ingin satu hal.Tapi anda tidak bisa memberinya kepada saya?Jika itu aku, aku akan melindungi dia dengan semua yang saya miliki dan mengorbankan nyawaku.Aku akan melindunginya."
Hwon terkejut mendengarnya,ia tidak menyadari perasaan Yang Myung untuk Yeon Woo.Yang Myung melanjutkan ucapannya bahwa jika sudah ia akan melakukan semua yang ia bisa,ia akan meletakan sesuatu pada barisnya untuk melindungi Yeon Woo.


"Yang Mulia,anda tidak bisa melindunginya"Ujar Yang Myung.Yang Myung kemudian pergi meninggalkan Hwon.
Ia berbicara pada dirinya sendiri."Pada kehidupan berikutnya dia akan menjadi milik-ku.
Pada kehidupan berikutnya aku akan melindungi dirinya,bagaimanapun juga".Hwon terdiam setelah kepergian Hyungnya.
 Shaman Nok Young pergi menemui Ibu Suri.Ibu Suri merasa puas atas pekerjaan besar yang telah dilakukan Nok Young untuknya.
"Kau telah bekerja keras..Ketika aku melihat dia tetap bertahan dalam waktu yang lama, aku mulai merasa cemas.Tapi, dengan melihat kemampuanmu ini bukan hanya omong kosong.Di masa yang akan datang, Aku juga akan melakukan yang terbaik untuk membantu Celestial Hall/Istana Bintang."
(Ibu Suri mengatakan kalau ia sebelumnya tampak khawatir akan hal itu dimana akan memakan waktu yang lama melihat kematian Yeon Woo,namun ia menjadi puas setelah semuanya terjadi dan hal itu berkat kemampuan Nok Young).


Ibu Suri kemudian menjanjikan Nok Young untuk membuatkan tempat untuknya diIstana.Dan Nok Young tidak perlu khawatir akan ucapannya.
 Nok Young berkata kalau ia tidak pantas akan pujian itu,ia benar-benar tidak layak atas pujian Ibu Suri.Namun Nok Young mengatakan kalau hari ini ia meminta satu permintaan pada Ibu Suri.
 "Begitukah?katakan cepat padaku!"Pinta Ibu Suri.Nok Young mengatakan kalau dia datang untuk meminta izin meninggalkan Istana untuk sementara.Ibu Suri terkejut mendengar ucapan Nok Young ingin pergi


Nok Young membuat alasan bahwa membuat sihir pembunuhan telah melelahkan tubuhnya karna hal itu tabu(terlarang) serta sangat sulit dimana memisahkan nyawa dari hidupnya.


Jika Nok Young meninggalkan tempat sementara waktu,tubuh dan jantungnya yang sedikit terluka ringan akan kembali sembuh.Nok Young mengatakan kalau ia akan pergi kegunung Qingshui yang indah dimana ia ingin menyembuhkan kembali lukanya (Energi spritual).


Ibu Suri berkata hal itu akan menjadi masalah,karna ia tidak memiliki seorang shaman yang berbakat seperti Nok Young yang berada disekitarnya.


Nok Young berkata alasan ia pergi meninggalkan istana juga untuk menjaga hal yang tidak terduga dimana dalam kasus ini,keberadaannya dapat menghancurkan konspirasi mereka.


Ibu Suri bertanya apakah Nok Young akan kembali?Nok Young mengatakan tentu saja
 Malam itu,Yeon Woo membuka matanya didalam peti mati kuburannya.Seorang Pria tua menggali kuburan Yeon Woo dengan menggunakan sekop,hal itu diperintahkan oleh Shaman Nok Young.Nok Young meminta pria tersebut bekerja lebih cepat lagi sebelum mata hari terbit karna ia tahu Yeon Woo telah bangun.
 Yeon Woo terbangun didalam peti matinya,ia menoleh kesekeliling.Ia menyadari dimana dia dan ia mulai panik.Yeon Woo memukul peti matinya.Dia mengalami kesulitan bernafas.
 Seseorang tiba-tiba berjalan menuju pemakaman,Nok Young menyadari hal itu dan bertanya siapa itu?Yeon Woo hampir pingsan didalam peti matinya karna kekurangan asupan oksigen.Ternyata dia adalah Seol .Nok Young terkejut melihatnya,melihat seorang gadis yang kakinya terluka telah berjalan sejauh ini tanpa menggunakan alas kaki dengan menggengam bunga liar.


Ya,Seol jelas melarikan diri dari majikan barunya hanya untuk melakukan penghormatan terakhir pada Yeon Woo.
Yeon Woo seolah memanggil keluarganya :"Ayah,ibu,kakak,Yang Mulia...Yang Mulia...".
Kenangan masa lalu terlintas dikepala Yeon Woo ia mendengar suara Hwon memanggil namanya.Ia melihat ayahnya yang sedang merebuskan obat memintanya untuk segera bangun.Dan kenangan saat ia pertama kali masuk istana serta suara Nok Young yang memintanya melarikan diri segera.Serta tangisan ibunya yang meratap kematian dirinya juga   Yeom. 
 Dan ketika Yeon Woo kembali terbangun membuka matanya, dia sudah berada disebuah ruangan,dimana seorang gadis kecil menatap padanya.(Gadis ini adalah gadis yang dibawa Nok Young ketika Yang Myung juga bertemu dengannya dipasar).
Yeon Woo bertanya siapa dia.
"Saya?Jansil."Ujarnya memberi tahu
"Jan Shil.."Ujar Yeon Woo.Janshil pergi keluar untuk menyerukan hal itu pada Nok Young. 
 Seol bergegas untuk menyambutnya dengan penuh semangat.
"Agashi..sekarang anda sudah sadar...?"Tanya Seol .Namun Yeon Woo hanya menatapnya dengan tatapan kosong padanya.
Nok Young kemudian berjalan masuk didepan pintu.Yeon Woo bertanya padanya siapa dia?dan berbalik menatap Seol bertanya siapa Seol?
Seol menatap Nok Young seolah meminta penjelasan.
 Nok Young hanya diam memperhatikan Yeon Woo yang kebingungan tentang dirinya.Yeon Woo bertanya dimana ini?dan juga ia bertanya-tanya siapa dirinya?.Nok Young terkejut.Apakah ini efek samping dari obat yang telah diberikan olehnya?dimana ia akan menyajikan kesempurnaan kembali pertemuan mereka?
Jan Shil bercerita bersama Seol diluar.Jan Shil berkata jika Seol adalah orang yang baik namun juga menyedihkan,dimana seumur hidup harus menjadi bayangan dan melakukan semuanya dari bayangan orang lain.
Jan Shil berkata :"Jika kepingan salju terlalu dekat dengan api, maka mereka akan meleleh.
Jadi pastikan dia tidak boleh terlalu dekat".

(Jan Shil mengatakan hal itu sebagai ramalan tentang Seol dengan Yeom,bahwa ia tidak boleh terlalu dekat juga jauh.Setiap karakter nama dalam penokohan disini semuanya memiliki arti nama dari huruf cina,dimana Seol berarti Salju dan Yeom berarti Api).
 Nok Young mengatakan kalau Yeon Woo adalah Shaman.
"Nona,kau adalah wanita penyihir.Anda pingsan selama melakukan metode ritual besar .Hari ini anda bangun.Karna anda terlalu lelah setelah menguras energi menyebabkan anda trauma juga kehilangan ingatan.Jadi mulai sekarang aku akan menjagamu dan panggil aku Shinoemi (Ibu Dukun)"Ujar Nok Young.
Yeon Woo menyela dan bertanya.."Keluarga.Keluarga saya dimana?"
Dan Nok Young membuat alasan mengatakan tidak tahu bahwa ia menemukan Yeon Woo setelah ia melihatnya berkeliaran ,ia merasakan energi spritual dari dalam dirinya dan kemudian membawanya.
 Yeon Woo menangis dan bertanya apakah keluarganya telah membuangnya?karna mereka tahu didalam dirinya ada jiwa seorang shaman sehingga mereka membuangnya karna dia telah menjadi seorang shaman wanita?


Nok Young berkata :"Hal itu lebih baik untukmu,karna telah lupa penyebabnya.Karna ini adalah alasan satu-satunya anda untuk hidup seperti Shaman.Mungkin hal itu akan membuat anda lupa hal yang menyebabkan semua itu(masa lalu).Ya,kehidupan kedepan sebagai seorang Shaman Wanita".


Air mata Yeon Woo jatuh,ia mengerti ucapan Nok Young dan mengangguk setuju. 
 Di Istana Hwon berjalan keluar dan tanpa sengaja bertemu Mentri Yoon berjalan bersama para kroninya.Yoon Dae Hyung mencoba menyapanya berkata kalau pada periode ini ia sangat mengkhawatirkan Hwon.


"Hal kecil apa yang harus dikhawatirkan?"Tanya Hwon
"Menyalahkan dewan pengadilan Resmi karna tidak berhati-hati dalam memilih."Jawab Dae Hyung.
Hwon berkata :"Manusia.Untuk dilahirkan,menjadi tua sakit dan mati yang kemudian pergi menuju surga.Semua orang akan melakukannya bukankah itu yang terjadi?"Ujar Hwon tersenyum penuh makna.


Lalu Mentri Yoon menjawab :"Dengan datang seperti ini.Hambamu tidak bisa menolak semua yang telah ditetapkan pada tubuh."


Hwon tertawa keras seakan mengejek Dae Hyung untuk keluar dari Istana yang telah duduk diposisinya.
Hwon berkata :"Langit dan Bumi memiliki banyak cara bagaimana ia tidak akan memiliki pejabat pemerintahan kecil atau pejabat untuk menilai semua itu pada tubuhnya?Jika benar-benar ingin bertahan pada tubuh yang tinggal.Bahkan jika harus mendapatkan seseorang yang telah duduk pada posisinya ia akan memintanya keluar"
 Mentri Yoon terdiam sejenak,mengerti apa yang dikatakan Hwon padanya adalah ancaman untuk mengusirnya keluar Istana.Hwon kemudian berjalan pergi .Namun beberapa langkah kemudian langkahnya terhenti menoleh Mentri Yoon dan senyumnya menghilang berganti seringai tajam. 
 Malam itu,Ayah Yeon Woo keluar rumah.Dia seolah melihat Yeon Woo sedang duduk membaca diluar.Ayah Yeon Woo tersenyum melihatnya dan berjalan beberapa langkah mendekati Yeon Woo seraya memanggil namanya.
Yeon Woo menoleh dan tersenyum pada Ayahnya.Namun seketika bayangan Yeon Woo menghilang.Ayah Yeon Woo menoleh kesana kemari namun ia tidak menemukan Yeon Woo Lagi.
Yeom telah pulang kerumah,dan ia melihat kesedihan ayahnya.Ia memegang tangan ayahnya untuk menghilangkan pikiran Ilusi pada Ayahnya,dimana air mata Yeom telah jatuh.Tuan Heo menoleh kemudian berbalik kedepan seolah tetap ingin menemukan bayangan Yeon Woo.
Tuan Heo berdiskusi bersama putranya Yeom mengenai Politik istana yang mengatur sedemikian rupa menjadikan menjadikan penyakit Yeon Woo adalah suatu kesalahan untuk mereka.Tuan Heo berkata meskipun ia menjadi tubuh yang bersalah (Tuan Heo diasingkan karna dianggap telah menyembunyikan penyakit putrinya) itu maka Yeom tetap harus melakukan kebaikan dan tidak boleh membenci pada Raja.
Yeom berkata kalau ia tidak bisa berpikir seperti itu.
"Bagaimana aku bisa merasakan sesuatu seperti itu?Aku hanya khawatir tentang pangeran yang sendirian"Ujar Hwon
"Meskipun tubuh anda berada pada ribuan mil jauhnya,Hal yang pertama tidak boleh anda lupakan adalah Putra Mahkota.Sampai suatu hari anda mampu berada disisi Yang Mulia untuk membantunya.Anda tentu harus belajar dan tidak boleh patah semangat"Ujar Tuan Heo
 "Saya akan mengingat ucapan anda.."Jawab Yeom.Seorang Pelayan memanggil Tuan Heo untuk keluar sebentar.Yeom berkata apa yang terjadi?Pelayan tersebut mengatakan kalau Nyonya Shin datang membawa seorang gadis . 


 Tuan Heon membuka pintu dan melihat istrinya sedang makan bersama seorang gadis.Ia menyuapinya mengatakan kalau itu adalah menu labu favoritnya (menganggap dia adalah Yeon Woo).
"Nyonya..."Panggil Tuan Heo.Nyonya Shin seolah tidak memperdulikan kedatangan suami dan putranya Yeom.
"Dimana kau pergi setelah berkeliaran keluar meninggalkan rumah belakangan ini?.."Ujar Nyonya Sin seraya mengelus rambut gadis yang sedang makan.
Gadis tersebut terlihat seperti seorang pengemis,dimana Nyonya Shin mengambilnya dari jalanan.
Tuan Heo mengeraskan suaranya "Nyonya....".Dan gadis tersebut terlihat takut melihatnya.Ia terhenti mengunyah makanannya dan menjadi senggukan. 
 Yeom kemudian duduk mendekatinya berkata apakah ia baik-baik saja?Yeom menjelaskan bahwa makanan dan pakaian telah ia siapkan untuknya,dan mengajak gadis itu pergi keluar bersamanya.
Sementara Yeom mengantar gadis itu.Tuan Heo mendekati istrinya.
"Yeon Woo...kenapa makanmu tidak pernah selesai,kau akan pergi kemana?"Ujar Nyonya Shin.Tuan Heo memohon agar Nyonya Shin berhenti memanggilnya.
"Nyonya,anda masih ingin seperti ini sampai kapan...Tolong jangan seperti ini lagi Nyonya.Kumohon...!"Seru Tuan Heo.


Ia menangis mengatakan kalau Yeon Woo telah mati.
"Yeon Woo kita telah mati.Sudah mati Nyonya..."Tangis Tuan Heo .Nyonya Shin meratap seolah bangun dari akal sehatnya menangis memanggil nama putrinya,ia menangis didalam pelukan suaminya. 
Nok Young bertemu dengan seorang pria yang sebelumnya telah membantunya(Ia bernama Hye Gak dan juga seorang Peramal dari kerajaan,dan ia sepertinya mengetahui semua rahasia ini).
Hye Gak bertanya apakah semuanya baik saja?Karna akhir-akhir ini ia khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Hye Gak segera memberi isyarat agar semua keluar.Ternyata Nok Young pergi kesuatu tempat rahasia dengan Bantuan Hye Gak,Ia membawa Yeon Woo,Seol serta Jang Shil.
 Hye Gak ingin segera naik kekapal untuk sampai ketempat tujuannya.Seol dan Jan Shil telah naik kekapal.
Namun Yeon Woo terhenti langkahnya sejenak ketika hendak naik keatas kapal.Nok Young meminta Yeon Woo untuk segera naik kekapal karna mereka buru-buru.Dan bertanya apakah Yeon Woo masih tidak enak badan?


Yeon Woo berkata bukan itu,ia hanya merasakan bahwa keluarganya mungkin masih berada disini.Ia berpikir jika dirinya pergi meninggalkan mereka maka mungkin selamanya ia tidak akan bertemu kembali dengan mereka.Yeon Woo menangis,Nok Young tersentuh.


Nok Young segera mengingatkan dirinya untuk naik cepat keatas perahu.
 Yeon Woo kemudian naik keatas kapal.
Nok Young kemudian berbicara dengan Hye Gak mengatakan kalau ia benar-benar merasa kurang enak karna selalu menempatkan Hye Gak dalam setiap masalahnya.
Hye Gak mengatakan kalau Nok Young tak perlu sungkan untuk datang meminta bantuannya setiap ia memerlukan bantuan.Nok Young mengatakan kalau ia akan pergi ketempat tertentu.Hye gak berharap Yeon Woo dikemudian hari ia akan melihatnya tersenyum.Dan Hye Gak bertanya apakah Nok Young akan kembali keistana Bintang?


Nok Young berkata kalau ia masih bingung bagaimana akan mengembalikan posisi Yeon Woo ketempat semula dan meminta Hye Gak menangani hal-hal disini setelah kepergiannya.Hye Gak berkata pada Nok Young kalau ia tidak boleh mengatakan hal itu pada siapapun .
Khususnya pada Keluarga kerajaan,Nok Young tidak boleh berhubungan dengan siapapun sementara waktu.
Pemilik Perahu berkata apakah Nok Young tidak jadi naik kekapal?Nok Young lalu berkata pada Hye Gak untuk membantunya melindungi Istana bintang selama kepergiannya.Hye Gak meminta Nok Young lebih berhati-hati lagi dengan Yeon Woo yang pergi bersamanya,hal itu akan membahayakan Nok Yung.

Nok Young kemudian naik keatas perahu,dan Hye Gak mengantar kepergiannya,ia berteriak pada Nok Young untuk melindungi mereka (Terutama Yeon Woo).
Ia berteriak keras pada Perahu yang telah bergerak menjauh mengatakan pada Yeon Woo :"Lain kali jika kita bertemu lagi,anda harus tertawa...."

Yeon Woo tersenyum membalas lambaian tangan Hye Gak.Hye Gak ikut tersenyum dan berkata pada dirinya."Dengan menyembunyikan Bulan,kegelapan negara ini akan semakin tumbuh menjadi dalam.Tapi jika itu lilin,maka itu akan memudar/meleleh dan itu adalah bagian dari alam,dan suatu hari bulan akan menemukan sendiri cahayanya yang kemudian akan menjadi bulan penuh.Semoga bulan terus dilindungi."

Lambaian tangan Yeon Woo kemudian diturunkan oleh Seol.Yeon Woo sejenak menatap Seol.Seol bertanya kenapa ia melihatnya seperti itu?Yeon Woo balik bertanya mengapa Seol terus memanggilnya nona(Agashi)?
"Apa?itu karena...."Tanya Seol kaget mencoba menjelaskan.
"Kakak,Itu karena anda adalah bulan."Ujar Jan Shil
"Bulan?"

Nok Young bergegas menjelaskan bahwa Yeon Woo dikatakan bulan karna ia melayani dewa yang sangat kuat sehingga dia dihormati.
"Jadi karna saya seorang shaman,begitu..."Pikir Yeon Woo.Nok Young berpikir jika semua ini adalah kebohongan.Dia teringat saat dirinya berada didepan makam Shaman Ari,dimana ia menemukan pita merah bertuliskan tiga kata "Dua","Orang",kerja." Kemudian kata "Shaman".
Dimana hal itu mengartikan Nok Young harus menyelamatkan keduanya,Istana Bintang dan Bulan(Yeon Woo) serta suatu rencana.

Seol menangis,Yeon Woo bertanya mengapa dia menangis?Seol berkata tidak apa-apa.Yeon Woo menenangkannya mengatakan pada Seol agar tidak menangis.Namun Seol masih menangis.Nok Young Berpikir pada dirinya apakah masa depan Yeon Woo akan menjadi seorang Ratu(kembali keistana) ataukah tetap menjalani sisa hidupnya menjadi seorang shaman.

Ia berpikir jika semuanya sudah harus Yeon Woo jalani.

~~~~Bersambung Episode 6 Part 2 ~~~~

1 komentar:

  1. suka...suka...

    te2p semangatttt!!!

    *aiiissshhh dah g sabar mo beli dvdna...wkkkk

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.