1.21.2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 6 Part 2

 Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 6 Part 2.
Bo Kyung bersiap menggantikan Yeon Woo sebagai Putri Mahkota yang baru.Ia sedang dirias menjadi seorang Pengantin.Ibu Bo Kyung masuk untuk melihat putrinya.Ia benar-benar kaget melihat Wajah Bo Kyung yang begitu cantik mengatakan kalau ia seperti peri yang turun kedunia.
Dan Ibunya duduk memberikan nasihat yang harus diingat oleh Bo Kyung mengatakan kalau Bo kyung adalah putri Mahkota yang nyata dan tak seorangpun akan menggantikan Posisinya.
Ia ingin Bo Kyung tidak terlalu memikirkan hal itu,dan ia harus tegas pada keinginannya.

Bo Kyung berkata kalau ia akan mengingat ucapan Ibunya dan tidak akan membiarkan orang lain merebut posisinya itu.Bahkan ia harus waspada.Ibu nya mengingatkan bahkan jika Bo Kyung lupa ia harus ingat bahwa dari awal posisi Putri Mahkota adalah miliknya.
"Dimasa depan tidak peduli siapapun itu,kau tidak boleh membiarkan orang lain merebut Posisi mu sebagai Permaisuri."Ujar Ibu Bo Kyung menambahkan.
Bo Kyung mengulangi ucapan ibunya meyakinkan dirinya bahwa dimasa depan ia tidak akan membiarkan orang merebut posisinya itu.

Upacara Pernikahan dimulai.

Kasim Hyun Sung bertindak sebagai pembawa acara mengatakan apa yang perlu dilakukan Hwon,dan Hwon kemudian memulainya.Sejenak Hwon berjalan kedepan dan berhenti menatap mentri Yoon Dae Hyung yang tersenyum ceria padanya.Ibu Bo Kyung juga tersenyum.Hwon masam kemudian terus berjalan kedepan membawa anak Itik menuju kowtow.
Hwon kemudian melakukan upacara Penghormatan dan sejenak menutup matanya.
Sementara upacara Pernikahan kakaknya dimulai,Putri Min Hwa berada didalam selimut terbebani oleh rasa bersalah dan ketakutan atas perannya dalam kematian Yeon Woo.Benar,dia tidak melakukan apapun tetapi Ibu Suri terampil memanipulasi kedalam pemikiran kekanak-kanakan mengatakan Min Hwa ikut andil(bertanggung jawab) dalam masalah ini.
Pikiran jahat ini begitu cerdas keluar dari Ibu Suri,dimana ia bisa mengikat Putri Min Hwa kesisinya,dengan membuat dia berpikir bahwa dia memainkan peran lebih besar atas kematian Yeon Woo lebih dari apa yang ia lakukan.

"Jangan khawatir.Mulai sekarang Putri bisa mencapai keinginannya."Ujar Ibu Suri yang terngiang dipikiran Min Hwa.
Sambil menunggu Bo Kyung masuk ketandu,Hwon mendongak keatas sambil melihat hujan gerimis.
Hwon tersenyum sedih.
Pada waktu yang bersamaan tapi ditempat lain Yang Myung tersenyum menengadahkan tangannya ditengah hujan gerimis,ia ingat bagaimana ia bertemu dengan Yeon Woo ditengah hujan,Yang Myung melindungi dirinya(menutup kepala Yeon Woo) dengan lengan bajunya ketika hujan.Yang Myung tersenyum bersamaan Hwon tersenyum mendongak keatas menatap hujan gerimis yang jatuh.
Bahkan Hwon tidak menyadari Bo Kyung berjalan keluar menuju tandu.
Hyun Sung meminta Hwon mengangkat bendera berwarna yang digunakan sebagai tanda upacara.Bo Kyung menoleh kearah Hwon dengan tersenyum namun menyadari bahwa hati Hwon masih untuk Yeon Woo.Ya,Hwon menatap langit.Dimana Hwon hilang atas pikirannya mengingat kenangan bersama Yeon Woo dimana hujan gerimis yang diartikan sebagai arti namanya.

Hyun Sung berkata lembut seolah menyadarkan Hwon dari lamunannya bahwa Putri Mahkota telah keluar dan membiarkan dia masuk ketandu(Memintanya membukakan tirai).Serta meminta Hwon mengangkat bendera berwarna sebagai prosesi upacara pernikahan.

Hwon seolah tidak perduli ucapan Hyun Sung.Hwon meraih tangannya untuk menangkap tetesan hujan,dimana hal itu mengingatkan dirinya pada arti nama Yeon Woo.Ia tersenyum juga menangis."Ya hujan yang lembut mengartikan namanya..Benar-benar menyenangkan mendengar  namanya(nama yang cantik)"Gumam Hwon seraya meneteskan air mata mengingat percakapannya bersama Yeon Woo.
Bertahun-tahun kemudian....Kini Hwon telah tumbuh menjadi Raja muda yang tampan(Kim Soo Hyun).Ia berdiri diluar disebuah jembatan kecil didekat kolam yang tenang mengulurkan kedua tangannya seolah menangkap tetesan hujan.
Kasim Hyun Sung datang mengingatkan pada Hwon bahwa sudah saatnya pergi kembali keistana.Bertanya apakah ada sesuatu yang ingin Hwon makan atau juga teh panas atau satu gelas anggur yang hangat.
"Yang Mulia...saya sudah memesankan teh panas,juga sebotol anggur yang hangat..."Ujar Hyun Sung.
"Hyung Sun.."Ujar Hwon
"Ya,Yang Mulia..."

"Bagaimana bisa...kau selalu banyak bicara"Tanya Hwon pada Hyun Sung yang tidak pernah berubah kebiasaannya.Hyun Sung menjelaskan bahwa mentri telah menunggu Hwon.Hwon berkata agar membiarkan mereka datang keluar.Hyun Sung bertanya kenapa?

"Cuaca ini sangat baik bukan,sehingga aku ingin melakukan pertandingan bola satu putaran."
Hwon bermain bola golf,ia memasukan bola golf merah tepat kesasaran.Seorang mentri berteriak senang berkata Bola bagus dan memujinya jika Raja Hwon semakin bagus bermain tiap harinya hingga kelangit .Para mentri berdiri disekitar Hwon bermain golf .Melihat mentri tersebut memuji Hwon bersama para mentri lainnya,Yoon Dae Hyung terlihat melotot kesal.

Hwon balas memuji mentri tersebut berkata jika Pujian lawan mainnya lah yang sampai kelangit,dan kemudian kembali melakukan permainan golfnya.Beberapa mentri mengikuti Raja Hwon dari belakang,dan Mentri Yoon berhenti sejenak menatap kesal pada mentri lawan main Hwon yang  terus memuji Hwon bagus.
Tapi ketika Hwon kembali ingin memukul bola,ia memegang dadanya merasakan sedikit sakit,semua mentri melihat hal itu.Hwon mengabaikan rasa sakitnya mencoba memasukan kembali bola,sayang bola tersebut gagal.
Hwon berkata :"Kini giliran mentri perpajakanlah yang bermain."
Dan kemudian lawan main Hwon memasukan bolanya tepat kedalam lubang.Ia tertawa melihat keberhasilannya.Hwon memuji lawan mainnya karena bermain baik. 

"Kau Benar-benar berbakat,setelah sibuk dengan urusan negara,jadi kapan kau mulai bermain begitu hebat untuk ini?"Ujar Hwon sambil bertepuk tangan memujinya.
Para mentri lainnya merasakan sedikit kekhawatiran juga ketakutan pada lawan main Hwon (juga seorang mentri).Mereka takut jika dia mengambil hati Hwon.

Lawan main Hwon berkata "Hamba hanya beruntung.Ini hanya karena lubang ini sedikit lebih besar dibandingkan dengan tempat lain"


Hwon tertawa riang mendengar hal itu bersama para mentri lainnya dan kemudian berubah menjadi pertanyaan lebih tegas bertanya apakah mentri itu tahu dimana lubang terbesar


"Lalu dimana lubang terbesar diistana itu?Kau pasti lebih tahu"Ujar Hwon.Tawa mereka berubah menjadi kegelisahan ,berpikir apa maksud ucapan Hwon?


Mentri Perpajakan menjawab "Ha ha,bagaimana aku bisa tahu tentang itu..."
Hwon diam lalu bicara serius berkata,"Baiklah...kalau begitu aku akan membawamu kesana..."
Hwon kemudian pergi meninggalkan permainan golf dengan berjalan cepat .
Ternyata Hwon masuk keruang perpustakaan(Suatu tempat penyimpanan dokumen kerajaan),Mentri Yoon Dae Hyung dan lainnya mengikuti dari belakang.Ia kemudian mengambil sebuah kotak yang tersimpan sepertinya cukup lama,karna terlihat tampak berdebu.Hwon membuka kotak tersebut cukup kuat dan mengambil selembar kertas yang berada didalamnya.
Seorang Mentri berkata kalau Hwon tidak boleh seperti itu.
Hwon membaca gulungan kertas berisikan surat resmi yang ditujukan untuk pihak Istana.Hwon berucap mengatakan pertama Bagaimana rakyatnya semakin banyak kelaparan selama musim dingin tiba sementara para pejabat mencoba menyuap pemerintah supaya mereka mendapatkan keuntungan dari penderitaan Rakyat.
"Untuk ratusan orang dihukum kerja paksa,pakaian dan makanan keduanya menjadi sebuah masalah.Selama 12 bulan di musim dingin sepotong kulit anjing digunakan untuk bertahan hidup.Masalah tidak terpecahkan kemudian menyebabkan banyak rakyat mati".
(Maksudnya : Rakyat dipaksa bekerja tanpa mendapatkan pakaian dan makanan dan terus bekerja hingga mereka mati kedinginan).
Hwon membuang gulungan kertas pertama lalu membuka gulungan kertas yang lain.

"Lalu Para petani miskin harus menyerahkan pajak mereka dimana jika mereka tidak mampu membayar pajak,tanah tersebut disita kembali.Dan para pejabat kerajaan bahkan menikahi putri mereka untuk dijadikan sebagai selir."Hwon tersenyum membacanya seolah mengejek mentri Yoon dan sekutunya bertanya-tanya sebenarnya mereka telah memiliki lebih dari 20 selir dan kemudian Hwon menatap para mentri bertanya bagaimana mereka memiliki selir hingga melebihi Istri yang dimiliki Raja.

Hwon berkata kalau mereka berhak untuk mengajukan banding.Lalu Hwon membuang gulungan kertas kedua dan mengambil gulungan kertas lainnya.Ia pun membacanya.
"Ini adalah surat menuduh Pejabat Kerajaan Yun Sun Il,menerima suap untuk membeli dan menjual posisi di pemerintahan.Jika ini Yun Sun Il...bukankah sepupu Menteri Perpajakan itu?"


Mentri Perpajakan membela diri berkata kalau itu hanyalah tuduhan palsu.Hwon melanjutkan gulungan kertas yang lain ."Dia memasukkan ke kantongnya sendiri atas gandum yang di berikan kepada rakyat.Dalam rangka untuk membangun sebuah monumen untuk dirinya sendiri, dia merelokasi orang tanpa izin.Dia memaksa rakyat menyerahkan tanahnya. Kemudian, memaksa rakyat untuk bekerja,membuat mereka sangat menderita dan menyalah gunakan kekuasaan".
Hwon berhenti membaca gulungan kertas.Ia tersenyum mengejek mengatakan isi surat resmi ini benar-benar membuat pembacanya(pendengarnya) sedih dan mencucurkan air mata.


Kemudian menuntut penjelasan pada mentrinya kenapa tidak ada satupun surat tersebut sampai ditangannya.
"Tapi...kenapa tak satupun mengadukan hal ini padaku?"Ujar Hwon bertanya.
Salah seorang mentri dari mereka segera menjawab berkata kalau awalnya ia akan berencana untuk memeriksanya nanti.Hwon berkata kalau ia tidak bisa menanggung tuduhan dari Rakyat atas semua masalah ini.
Hwon berkata bukankah surat itu sudah ada sejak satu bulan lalu?.Lalu mentri itu membuat alasan kalau mereka tidak bisa sewenang-wenang memutuskan hal itu  menyampaikan pada Raja karna itu hanyalah masalah sepele yang bisa diselesaikan oleh mentri saja.
"Isinya sangat sepele, jadi hamba memutuskan..."Jawab Mentri perpajakan.
Hwon marah menyela bertanya "Siapa kau yang menyebut ini masalah yang sepele?Apakah kau seseorang yang bisa menghakimi rasa sakit dan penderitaan rakyat?Ini adalah campur tangan terhadap komunikasi antara Raja dengan rakyatnya".
Hwon kemudian melanjutkan ucapannya dengan marah berkata,"Apa kalian tahu...?Ini adalah lubang terbesar diistana yang kumaksud.Ini adalah lubang terbesar (Birokrat dan politik mereka lah) yang memisahkan jalur komunikasi antara Raja dan rakyatnya.


"Lubang Terbesar...!"Teriak Hwon marah.Tak satupun mentri yang berani menjawab ucapannya.
Ketika pertemuan selesai,para Mentri berkumpul untuk membahas bagaimana Raja telah tumbuh dan kekuasaan Ratu Yoon telah berakhir(memudar).Mentri Yoon Dae Hyung hanya diam selama pembicaraan ini,karna ia tahu Hwon adalah ancaman untuknya.Seorang mentri dari mereka berkata kalau Ratu Yoon tampaknya tidak akan memiliki kekuatan besar untuk mengatur Istana dari balik tirainya.

Mereka berpikir jika Hwon tidak boleh mencampuri urusan yang tidak berguna dan mulai berbicara bagaimana salah satu Menteri mengejek semangat Raja yang baru, ia berkata kalau Raja seharusnya menggunakannya di ranjangnya.Rupanya, selama bertahun-tahun Hwon menolak untuk berbagi tempat tidur dengan Ratu Bo Kyung dan para menteri berspekulasi kalau ia hanya pura-pura sakit supaya tetap bisa tidur terpisah.

Salah satu menteri berpendapat kalau Raja tidak berpura-pura, karena ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi kesakitannya ketika jantungnya sakit lagi.Mereka merenungkan apa yang harus mereka perbuat pada Raja. Mereka bertanya-tanya apakah mereka bisa mengirim Raja ke suatu tempat dengan alasan untuk memulihkan kesehatannya.

Akhirnya, Menteri Yoon merespon pendapat mereka dan ia setuju dengan pemikiran mereka. Lebih baik kau melonggarkan cengkeraman kuatmu pada leher anjing daripada tetap menjaganya dalam cengkeramanmu dengan tujuan supaya anjing itu tetap dalam kendalimu. Anjing tidak akan mengigit jika pemiliknya baik padanya.
Mentri Yoon pergi menemui Ibu Suri berbicara bahwa para mentri menyarankan seorang selir untuk Hwon agar menghasilkan generasi berikutnya.Hal itu bertujuan agar selir tersebut menjadi orang yang disukai/sayangi Hwon supaya mereka bisa mendapatkan putra.
Ibu Suri menolak, putra mahkota harus berasal dari Ratu Bo Kyung.
Menteri Yoon menunjukkan kalau Raja menolak untuk menyempurnakan pernikahannya dengan Ratu Bo Kyung, dan hal itu berarti jika tanpa Selir,mereka tidak akan mendapatkan keturunan langsung.
Hal itu tentunya akan menjadi masalahnya, yang bisa selalu ada ancaman dari pihak Pangeran Yang Myung yang secara diam-diam mengumpulkan pendukung.Kata-kata Menteri Yoon itu membuat Ibu Suri menjadi khawatir.
Menteri Yoon pun mengusulkan agar Ibu Suri membantunya untuk mengambil beberapa kewenangan Raja, karena hanya Ibu Surilah yang punya pengaruh terhadap raja dengan mengusulkan agar Hwon pergi keluar istana untuk memulihkan kesehatannya.
Mentri Yoon pergi menemui Raja Hwon dan menyarankan tindakan ini.Hwon tahu jika ia tidak berada diistana maka mertua rajalah yang akan bertanggung jawab menggantikannya.
Namun ia sedikit menggodanya bertanya apakah Dae Hyung mengkhawatirkan kesehatannya?atau Dae Hyung khawatir tentang dirinya dimana antara hidup dan mati.Hwon berkata kalau Dae Hyung tidak perlu bicara seperti itu.Ia sedikit menggodanya bertanya apakah Dae Hyung mau pergi bersamanya?

Hwon memotong kata-katanya tepat pada inti masalahnya,jika Raja pergi meninggalkan Istana,selama ketidakhadirannya yang menggantikan adalah mertua Raja(Yoon Dae Hyung) yang akan bertanggungjawab atas masalah pengadilan. 
"Aigoo. Aku hampir lupa.Jika Raja sedang tidak di istana,Kukku akan menggantikan Sugungdaejang yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi di istana.Menggantikanku mengurusi urusan rakyat bukankah itu adalah kesempatan yang baik.Anda pasti akan memilih tetap berada diistana"Ujar Hwon.

(Cha_sya :Kukku-Ayah mertua Raja,Sugungdaejang-seseorang yang bertanggung jawab saat Raja sedang di luar istana).Ha ha ..LOLO...Hwon mengatakan hal itu dengan santai dan terdengar menyenangkan, tapi pada dasarnya ia memberitahu Menteri Yoon kalau ia tahu bahwa Yoon sedang berniat untuk mengambil kekuasaannya.

Mentri Yoon terdiam mendengar ucapan Hwon.Lalu kasim Hyun Sung masuk mengatakan pada Hwon jika Ibu Suri ingin bertemu dengannya.
Hwon mengeluh lelah berkata kalau hari ini ia telah bertemu banyak orang.
"Aku selalu merasa Nenek akan megatakan hal yang sama sepertimu.Bagaimana pendapatmu?"Tanya Hwon tersenyum.Ya..Hwon tahu jika mentri Yoon dan Ibu Suri telah bersekongkol.
Hwon berjalan keluar dari kediamannya untuk pergi menemui Ibu Suri.Dalam perjalanannya Hwon berpapasan dengan Ratu Bo Kyung (Kim Min Seo).Bo Kyung berjalan mendekati Hwon dan menyapanya dengan hangat.
"Anda datang Yang Mulia..."Ujar Bo Kyung.Namun Hwon benar-benar dingin terhadapnya yang kemudian pergi meninggalkannya tanpa berbicara apapun.Senyum Bo Kyung hilang dan kemudian menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya lalu kembali tersenyum dan berjalan mengikuti Hwon pergi menemui Ibu Suri.
Mereka bertemu dengan Ratu Han dan Ibu Suri yang menyuruh Hwon pergi dari istana untuk sementara waktu,demi kesehatannya.
Ibu Suri berkata :"Yang Mulia.Mohon dengarkanlah permohonan Nenekmu ini.Mohon pergilah untuk sementara keluar Istana dan jagalah kesehatanmu".
Hwon menolaknya berkata :"Maafkan saya Nenek. Tetapi urusan pemerintahan membuatku tetap harus disini".Ibu Suri berkata kalau urusan Istana bisa ditunda namun untuk menciptakan pewaris hal itu tidak bisa ditunda lagi.Hwon berkata kalau kesehatannya tidak menurun.

Ratu Han mencoba menjelaskan jika Hal ini dilakukan untuk Hwon semata agar ia kembali sehat.
"Ini untuk kesehatan Yang Mulia.Kebangkitan dan kejatuhan negara dan nasib rakyat semua bergantung pada kesehatan Yang Mulia"Ujar Ratu Han.
"Itulah kenapa saya tidak setuju dengan hal itu.Tubuhku tidak serapuh itu,jadi kalian semua tidak perlu khawatir"Jawab Hwon.

Lalu Ibu Suri bertanya kenapa Hwon belum memiliki anak?
Bo Kyung pun segera meminta maaf.
"Maafkan saya, ini karena saya begitu kurang dalam kebajikan,dan saya kurang ketulusan.Saya telah membuat kedua Yang Mulia khawatir"Ujar Bo Kyung.
Ratu Han berkata kalau semua ini bukanlah kesalahan Bo Kyung beralasan bahwa Hwon memang memiliki kesehatan yang kurang baik dan selalu sendirian di istana.Bo Kyung menangis menyalahkan dirinya lagi berkata kalau tidak seperti itu,semua itu karna dirinyalah yang tidak bisa merawat Hwon.Hwon mendengarkan pembicaraan mereka dengan wajah dingin.
Ibu Suri merasa menyesal dan kasihan pada Bo Kyung ia lalu berkata pada Hwon,

"Yang Mulia, jika Anda tidak memperhatikan kesehatan Anda,Anda tidak akan dapat membuat ahli waris.Ini adalah sesuatu yang tidak harus terjadi pada seorang raja".

Hwon tersenyum berkata,"Walaupun begitu,ini semua adalah rencana Tuhan".Ibu Suri terus mendesak berkata meskipun begitu Hwon tetap harus berusaha.Ibu Suri mengatakan agar Hwon memberikan tanggung Jawab Urusan negara kepada Mentri.Ia berpikir kalau dirinya juga tidak akan lama lagi mengatur urusan Istana dengan kekuasaannya.


Hwon menolak tegas kemudian berkata :"Bisakah saya memberikan semua tugas negara hanya pada Mentri.Bukankah hal itu sangat tabu.?"


Ibu Suri menyangkal ucapan Hwon bahwa hal itu bukanlah hal yang lalai,ia kemudian bertanya apakah Hwon sedang mengarahkan maksudnya dengan satu orang tertentu?Hwon berkata kalau ia tidak bermaksud seperti itu (berkata kalau itu hanya perumpamaan).
Ibu Suri berkata Jika Hwon tidak mendengarkan dirinya maka ia akan bersumpah untuk tidak makan lagi dan meminta Ratu Han sebagai Saksi.
"Baiklah,saya tidak mempunyai pilihan lagi jika Yang Mulia tidak mau mendengarkan maka saya tidak punya pilihan.Ratu Han,mulai hari ini saya tidak akan makan lagi."Ujar Ibu Suri.
Ratu Han dan Bo Kyung segera berlutut meminta Ibu Suri tidak mengurungkan niatnya.

"Jika Yang Mulia tidak mau memahami keinginan seorang tetuah dengan cara ini.Saya juga tidak perlu untuk bertahan hidup.Hari ini saya akan mogok makan dan mati kelaparan disini"Ujar Ibu Suri.
"Nenek kenapa anda seperti ini.Mohon jangan marah"Ujar Ratu Han khawatir berlutut.
"Nenek jangan lakukan ini.Mohon ambil kembali kata-kata anda..."Ujar Bo Kyung.
Hwon benar-benar terpojok.
Ratu Han menegur Hwon meminta Hwon setuju atas permintaan Ibu Suri,hal itu agar Hwon bisa berbakti kepada Ibu Suri .Hwon menolak kenapa ia harus memperdulikan masalah sederhana ini  ketimbang masalah Negara .Ratu Hwon berjanji ia hanya akan mengadakan upacara kecil,karna Hwon tidak mau menghabiskan banyak uang untuk masalah seperti itu.

Ratu Hwon berkata kalau Hwon juga harus berpikir hal ini yang juga menjadi keinginannya. 
"Tapi Ibu...."
"Kau telah membuat nenekmu marah..kau masih ingin membuat dia marah lagi?".
Hwon terdiam,lalu Kasim Hyun Sung datang dan Hwon memintanya masuk.

Hyun Sung,"Yang Mulia...mohon untuk keluar sebentar..."
Hwon,"Apa yang terjadi..?
Hyun Sung,"Ini tentang Ratu..."Ujarnya terbata-bata
Yah,sepertinya ini akan menambah keruh masalah Hwon.Karna Ratu Bo Kyung terlihat sedang berlutut diluar kamar Ibu Suri dan menangis berkata agar Ibu Suri berhenti marah.

"Harap berhenti marah Yang Mulia....Hal ini bukanlah kesalahan Yang Mulia,tapi karna saya.Saya meminta anda untuk menghukum saya.Tolong...Saya meminta anda untuk berhenti atas keputusan mogok makan ini..."Tangis Bo Kyung.

Hwon berjalan keluar melihat Bo Kyung dan memintanya dengan lembut agar Bo Kyung berdiri.
"Bangunlah, Ratuku..."Ujar Hwon.Bo Kyung menoleh,melihat Hwon sudah berada disampingnya.
"Yang Mulia...".
"Cuacanya sangat dingin, jadi cepatlah bangun."
Namun Bo Kyung menolaknya dengan mimik sedih berkata,"Ratu akan berlutut terus agar Ibu Suri mengakhiri keputusannya untuk mogok makan."

Lalu Hwon berjanji berkata :"Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan Ibu Suri.Aku tidak akan membiarkannya untuk mogok makan,jadi kau lebih baik bangun."
Mendengar Hal itu Bo Kyung bernafas lega dan tersenyum menatap Hwon.."Yang Mulia...".
Ia kemudian berdiri.
Bo Kyung berpura-pura lemah ketika berdiri dan seolah bersandar pada Hwon,sehingga Hwon harus segera menangkap(membantu) dan memeluknya.Bo Kyung berada didalam Pelukan Hwon,sehingga mereka begitu dekat.Para Dayang segera memalingkan wajah mereka.
Hwon tersenyum sepertinya tahu hal itu dan kemudian berkata pada Bo Kyung secara diam-diam membisikan ketelinganya:"Kau bergerak didalam mengambil hati nenek,dan ayahmu bergerak diluar . Betapa beruntungnya anda memiliki dukungan tersebut, Ratu".

Ya,hal itu agar menyempurnakan keinginan Bo Kyung untuk menikahi Raja.Bo Kyung menegang,ia sadar kalau Hwon sangat jeli dan mencoba melepaskan dirinya dari Hwon.

Namun Hwon segera menarik Bo Kyung dengan mempererat pegangannya dan tersenyum mengingatkan Bo Kyung dengan kata-kata yang pernah ia ucapkan.
"Apakah kau ingat apa yang Aku katakan di pernikahan kita?Jika kau lupa, izinkan Aku
mengingatkanmu sekali lagi".

Hwon kemudian mencondongkan tubuhnya seperti seorang kekasih dan kemudian berbisik.
"Kau dan keluargamu mungkin mendapatkan segala sesuatu yang di inginkan,tapi jangan berharap untuk mendapatkan hatiku juga.Karena kau tidak akan pernah mendapatkannya". Hwon tertawa sinis saat berbicara seperti itu kemudian melepaskan Bo Kyung lalu pergi meninggalkannya sendiri.
Bo Kyung terlihat terpukul atas ucapan Hwon didepan para dayangnya.Air matanya mengalir jatuh perlahan.
Bo Kyung lalu masuk kekediamannya dengan penuh rasa kesal.Ia berpikir pada dirinya dengan mencengkram gaunnya penuh marah.Meneteskan air mata berkata seolah mengejek Hwon "Jangan katakan bahwa Anda masih belum bisa melupakan dia? Anda tahu bahwa orang itu sudah mati.Ratu Istana ini, bukanlah anak itu,tapi aku".

Pelayan nya datang mengatakan kalau Putri Min Hwa datang menemuinya.Bo Kyung mengatakan pada pelayannya untuk mempersilahkan Min Hwa masuk.
Putri Min Hwa(Nam Bo Ra) mengunjunginya.Ia adalah wanita yang ceria.Ia lalu masuk kemudian duduk didekat Bo kyung.
"Aku harap Anda baik-baik saja, Yang Mulia"Ujar Min Hwa menyapanya .
Bo Kyung tersenyum padanya.
"Anda datang, Putri.Apa masalah yang membuat Anda datang menemuiku?"
Min Hwa," Hari ini, aku pergi menemui Ibu.Dia memintaku untuk datang dan menghibur Anda.Tapi kudengar kau merasa bersalah pada saat perjamuan tadi."
Bo Kyung,"Itu semua adalah salahku.Aku tidak bisa memberikan keturunan.Saya harus meminta maaf."
Min Hwa,"Hal itu Tidak  cukup moralitas dan perilaku yang baik(kebajikan).Tetapi bukankah harus cukup untuk kasih sayang".(Min Hwa berpikir jika Hwon kurang kasih sayang pada Bo Kyung).
Bo Kyung,"Apa?"
Min Hwa,"Antara Pria dan wanita tidak cukup hanya kebajikan tetapi harus cukup kasih sayang.Bukannya ia tidak mau menyerahkan tugas Negara pada mentri,itu karna ia tidak menyukai anda Permaisuri."

Bo Kyung tersenyum (mengartikan ia tidak suka mendengar kebenaran itu) lalu segera bertanya pada Min Hwa mengapa Min Hwa datang keistana hari ini?.
Bo Kyung tergagap untuk menjelaskan ia menoleh kebelakang memastikan tak ada siapapun yang akan mendengarkan ucapannya.Min Hwa berbisik pada Bo Kyung bahwa ia pergi kekantor astrologi Kerajaan untuk berkonsultasi  memastikan tanggal untuknya menghabiskan malam keluar bersama suaminya.

"Saya sedang memastikan tanggal yang sesuai untuk saya dan suami saya untuk berbagi kamar.Aku pergi dulu...Jika suamiku tidak melihatku,aku tidak tahu harus berbuat apa.Jadi aku berharap Anda selalu sehat, Yang Mulia"Ujar Min Hwa penuh semangat.

Bo Kyung datar mempersilahkan Min Hwa pergi (Seolah cemburu melihat Min Hwa begitu bahagia bersama suaminya).Ia menatap wajahnya kecermin ,kecewa lalu menutup cermin itu dengan kuat.
Sebenarnya pernikahan Min Hwa sudah resmi hanya mereka belum berbagi kamar ^^.
Putri Min Hwa sudah tiba didepan rumah suaminya Yeom,ia kemudian keluar dari tandu/paladin tersenyum berpikir sesuatu.Ia lalu kembali masuk ketandu dan meminta pelayannya untuk menutupkan kembali pintunya.
Pelayannya heran bertanya kenapa Min Hwa seperti itu?Ataukah dia sedang melupakan sesuatu?

Min Hwa marah lalu berkata,"Apa kau pikir aku perempuan pelupa?"
Pelayannya menjawab lembut,"Ya..memang seperti itu."
Didalam Paladin,Min Hwa menulis surat untuk Yeom.Dia menghitung tanggal dengan jari-jarinya.Pada kertas yang ia tulis telah berisi tanggal yang telah ditentukan itu dan ia menambahkan sesuatu kedalam daftarnya.

Putri Min Hwa segera berlari-lari hendak masuk berteriak dari luar pintu memanggil suaminya."Suamiku,ini aku..Mengapa kau tidak menjawab? Kalau begitu,aku masuk saja."

Pelayan Min Hwa mencoba menghentikannya,tapi dia pergi dengan cepat .Karna Putri Min Hwa tidak sabar memperlihatkan pada suaminya daftar tanggal malam pernikahan yang menguntungkan.Dia berjalan cepat kedalam kamar suaminya Yeom untuk memberikan tanggal itu.
Seorang Pria tidur dengan punggung membelakangi.Min Hwa pikir dia berbicara pada suaminya Yeom dengan malu-malu Min Hwa bertanya :"Suamiku.Kenapa kau tidak membaca buku dan tidak membuka baju luarmu?Kenapa masih dibalik selimut ketika kau tahu aku datang?Hari ini aku pergi menemui Orabeoni.Dalam perjalanan aku berhenti di Pavilion Istana Bintang.Aku dapat tanggal yang tepat ketika kita bisa berbagi kamar sebagai suami dan istri".
Diluar Pelayan Min Hwa sedang berbicara sendiri.
Pelayan Min Hwa berkata "Dia menemui Ibu Suri untuk mendapatkan tanggal".Ia lalu merapikan sepatu Putri Min Hwa,dan terkejut-kejut melihat kedatangan Yeom yang baru saja kembali dari suatu tempat.
Melihat sikap pelayan Min Hwa ,Yeom bertanya mengapa ia terkejut melihatnya?Pelayan bertanya Mengapa Uibin(suami Putri) ada disini? Yeom berkata kalau ia baru saja pergi untuk mendapatkan buku yang ia akan pelajari.

Pelayan/Dayang Min Hwa bingung bertanya pada Yeom "Jadi, sekarang Putri lagi dengan siapa?"
Didalam Putri Min Hwa menunjukan kertas catatannya.
"Lihatlah dan kau akan tahu.Hari ini adalah kesempatan yang baik.Bahkan, selimut pun sudah ditata.Semua orang mengatakan untuk menempa besi saat masih mendidih"Ujar Min Hwa.
Ia mengatakan itu sambil menggeserkan  badannya sedikit demi sedikit mendekati Seseorang yang tertidur itu hingga membuatnya bangun.
Terdengar suara pria mengkoreksi ucapan Min Hwa yang saat itu sedang berada didalam selimut.
Ia mengatakan kalau Bukan mendidih,melainkan menempa besi saat masih panas.Min Hwa menyadari itu bukan suara suaminya Yeom melainkan orang lain.Segera ia bertanya Siapa kamu?
Yang Myung lalu keluar dari selimut..."Kakakmu.." (Cha_sya :Ha ha Lol,Malu banget Min Hwa nih...).
Putri Min Hwa segera teriak kesal."Yang Myeong orabeoni!"
Yang Myung kemudian mengambil kertas tersebut.Min Hwa berteriak meminta segera mengembalikan pada dirinya.Yang Myung tertawa menggodanya berkata kalau ia bisa melihat tanggal yang ditulis juga tulisan oleh Min Hwa yang ditengah.Min Hwa benar-benar malu karna Yang Myung tahu jika itu adalah tulisan tangan Min Hwa.(Cha_sya :Sepertinya Min Hwa nambahin tanggal selain tanggal yang dituliskan dari Kantor Astrologi Bintang)

Putri Min Hwa,"Kau... Bagaimana kau tahu?"
Yang Myung,"Bagaimana kau bisa menempa kalau seperti ini?Memangnya aku yang datang tidak bisa melihat ini?...
Putri Min Hwa meminta Yang Myung berhenti mengoloknya,ia teriak ..."Orabeoni...".
Kemudian Yeom masuk kedalam,Putri Min Hwa menutup matanya merasa malu dengan kesalahan yang ia lakukan.

Yeom berkata "Jangan bilang kalo kalian berdua sedang berantem".
Yang Myung,"Berdebat. Wanita ini ingin melakukannya selagi masih panas.Jadi bagaimana aku bisa berani berdebat dengan dia?".
Min Hwa benar-benar kesal dan malu ia kemudian menarik kertas itu kembali berkata jika kakaknya Yang Myung benar-benar menjengkelkan.Putri Min Hwa kemudian pergi keluar.
Ia berhenti sejenak menatap kedalam dengan perasaan jengkel,lalu menemukan Ide untuknya.Ya..Min Hwa mengambil sepatu Yang Myung kemudian melemparkannya ke atas atap dengan rasa bahagia. 
Yang Myung dan Yeom minum dan makan bersama.Yang Myung mengatakan jika hal ini adalah  harga yang harus ia bayar karena telah menganggu mereka berdua.

Yang Myung mengeluh berkata.."Aigooo...kenapa aku bisa memiliki hubungan seperti ini dengan adikku?".Yeom bertanya kenapa ia selalu seperti ini terhadap Min Hwa?.

"Aku...Apa yang salah denganku?"Tanya Yang Myung tak paham.
"Setiap kali Anda datang,Anda selalu membuat Putri marah"Jawab Yeom.Yang Myung membuat alasan berpura-pura berkata,
"Bukankah aku sudah mengatakannya padamu?itu karna aku cemburu.Aku tidak tahan melihat."

Yeom tertawa mendengarnya berkata kalau Putri Min Hwa tidak selalu menjengkelkan.Yang Myung mengingatkan bahwa Yeom telah dipaksa olehnya untuk menjadi Uibin.

"Tuanku..."Ujar Yeom
"Saat Raja terdahulu masih hidup,Dia menginginkan kau untuk membantu Raja saat ini.Tapi mengapa mereka harus menahan orang berbakat sepertimu?Aku hanya marah pada Raja terdahulu,Baginda Raja, dan Putri Min Hwa".

"Jangan berkata seperti itu.."Pinta Yeom.
"Jika aku tidak mengatakan seperti itu, kenapa aku tidak mengubah bagaimana seharusnya dikatakan?"
"Putri adalah penyelamat keluargaku..Seluruh keluargaku tidak terbunuh.Sekarang aku aman dan tentram.Ini adalah bantuan yang Putri lakukan untukku."
Yang Myung sedih mengatakan kalau itu bukanlah bantuan melainkan sesuatu maksud yang tersembunyi.
"Ambisi besar dan pengetahuan yang luas mu.Dikuburkan begitu saja"Ujar Yang Myung sedih mengatakan kalau Raja(termasuk Min Hwa)menghapuskan impian Yeom,ia kemudian meneguk minumannya untuk berhenti bicara.

Ketika Yang Myung dan Yeom keluar,didepan pintu Yang Myung melihat sepatunya telah hilang.Melihat Yang Myung tersenyum menghela nafas,Yeom bertanya apa yang salah padanya.
Yang Myung berkata kalau adiknya Min Hwa telah membuang sepatunya.Yeom kaget karna ia tak menyadarinya kemudian mencoba memastikan,namun ia tidak menemukan sepatu Yang Myung.
Yeom mengeluh bagaimana ini bisa terjadi?dan menawarkan Yang Myung untuk menggunakan sepatu miliknya.Yang Myung berkata itu tidak perlu,dan kemudian mengeluarkan sepatu ekstra yang tersimpan didalam saku bajunya.
"Itu tidak perlu,sebagai pengembara,aku harus selalu menyimpan cadangannya.Yeom kaget berkata jadi akhir-akhir ini Yang Myung telah mengembara?
Yang Myung berkata hal itu karena ada lalat mengganggu didepan rumahnya.
Keduanya berjalan dihalaman,Yeom berkata kalau kondisi kesehatan Raja tidak membaik. Yang Myung berhenti sejenak menatap sedih dinding yang biasa Yeon Woo duduk.Yeom meminta agar Yang Myung tidak melihat itu lagi(agar Yang Myung tidak mengingat Yeon Woo lagi sebab hal itu akan membuatnya sedih).

Yang Myung balik bertanya,"Tidakkah kau ingin tahu?"
"Apa maksudmu..."
"Jika dia masih hidup,bagaimana rupanya sekarang?.."Ujar Yang Myung sedih (Cha_sya :Hal ini ngingatin aku dengan Yeon Woo besar yang akan jadi Wol diperanin Han Ga In,ingat ucapan Mbak Dee yang bilang ternyata Yeon Woo tumbuh besar juga tumbuh Tahi lalat gede dihidung,kekekek).
"Yang Mulia..."Ujar Yeom
"Aku tumbuh bersamamu.Di dalam ingatanku, adikmu....masih berumur tiga belas tahun.
Yeom hanya mengantar Yang Myung sampai diluar.Yang Myung berjalan perlahan tersenyum sedih teringat pada Yeon Woo.Seolah bayangan Yeon Woo kecil mendekatinya berjalan bersamanya berkata apa yang sedang ia pikirkan?Yang Myung menjawab kalau ia sedang memikirkan Yeon Woo.

Yeon Woo kecil bertanya.
"Kenapa kau tidak kembali ke istana untuk sekedar menjenguk?".
"Apakah dia memintamu untuk mengatakan itu?"Ujar Yang Myung menyela ucapan Yeon Woo.
"Tidak, dia tidak.Aku hanya merasa bahwa ia sedang menunggumu".

Yang Myung berkata sedih kalau siapa yang akan menunggunya?Yeon Woo menjawab Yang Mulia sendiri.
Yang Myung bertanya-tanya setelah ia menyebabkan Hwon sakit begitu banyak berpikir bagaimana ia masih menunggu Yang Myung.Yeon Woo berkata ":Dia menunggumu".

Yang Myung menghentikan langkahnya mengangguk mengerti berkata bahwa Setiap apa yang dibicarakan Yeon Woo semuanya selalu tentang Hwon.Yeon Woo mengatakan kalau Diistana Hwon juga tidak memiliki seorang pun diistana yang bisa berbagi perasaan dengannya.

Yeon Woo berkata kalau Hwon pasti sangat kesepian.Yang Myung mengangguk berkata bukankah masih ada Un(Woon) yang selalu disisi Raja Hwon.Yeon Woo berkata "Pangeran Yang Myeong, mohon lindungi dia.Aku berharap tuan Yang Myung bisa melindungi Yang Mulia".
Tiba-tiba bayangan Yeon Woo hilang dihadapannya,ia melihat banyak orang berkerumun didepan rumahnya terlihat sedang menunggu.Seorang Pria melihatnya dan kemudian memanggil namanya beberapa kali,namun Yang Myung segera pergi berlari untuk menyembunyikan diri.Semua orang yang sedang menunggunya mencoba untuk mengejar Yang Myung.Namun Yang Myung telah berhasil kabur.Mereka pun kemudian mencari kesekeliling untuk menemukan keberadaan Yang Myung.
Ketika Yang Myung keluar dari tempat persembunyiannya,ia bergumam sesuatu seolah hal itu untuk ditujukan pada Yeon Woo."Apakah kau puas sekarang?Inilah bagaimana caraku melindungi Yang Mulia".(Ternyata Yang Myung mencoba melarikan diri dari para pendukungnya yang ingin merebut takhta Raja Hwon).
Malam itu Hwon tertidur nyenyak.Namun ia bermimpi buruk.
Dimana Yeon Woo berkata padanya"Yang Mulia. Ini semua salahku.Ini bukanlah salah Yang Mulia.Walau bagaimanapun,Yang Mulia tidak boleh menyalahkan diri sendiri".

Kemudian Mimpi Hwon berganti dengan ucapan Ibu Suri yang berkata padanya"Anak itu menjadi sengsara,maka itu karena mu, Putra Mahkota".Lalu berganti suara Yang Myung yang berkata padanya"Saat dia dimakamkan di tanah yang dingin,Yang Mulia, apa yang sedang Anda lakukan?".
"Ini karena Anda, Putra Mahkota.Ini karena Anda, Putra Mahkota.Ini karena Anda, Putra Mahkota."Suara Yang Myung dan Ibu Suri berkata seperti itu silih berganti.Lalu Yang Myung berucap padanya"Jika itu aku, Aku pasti akan melindunginya.Dengan segala yang kumiliki,dan bahkan hidupku, Aku akan melindunginya.."
Hwon terbangun dan membuka matanya.Dia ingat ucapan Yang Myung yang berkata padanya." Yang Mulia, Anda tidak mampu melindunginya.Tidak mampu melindunginya.Tidak mampu melindunginya".

Won(Song Jae Rim) yang berjaga didalam kamarnya bertanya pada Hwon apakah itu mimpi yang sama?Hwon menoleh bertanya apakah itu Woon?Woon mengiyakan.Lalu Hwon mengajak Won untuk pergi keluar mendapatkan udara yang segar.
Diluar Hwon menjelaskan makna dibalik Paviliun tersembunyi ini.
"Woon..."Ujar Hwon.
"Menunggu perintahmu..."
"Apakah kau tahu mengapa halaman ini disebut Pavilion Bulan Tersembunyi?"Tanya Hwon.
"Semenjak kata-kata Eunjang Eun dan Wolryang Wol digunakan,itu artinya bulan rahasia, bukan?"Jawab Woon.
(Eunjang - rahasia, Wolryang - bulan)
Hwon berkata kalau tebakan Woon hampir benar meskipun tidak sepenuhnya benar.Woon lalu bertanya apakah ada makna lain yang tersembunyi?
Hwon lalu berkata"Ketika Ayah pertama kali membangun tempat ini,Bulan di dalam kolam begitu indah,sehingga ia ingin memiliki selamanya.Jadi bahkan ketika tidak ada bulan di langit,dia masih tetap bisa melihat bulan".
"Jadi itulah mengapa tempat ini disebut Pavilion Bulan Tersembunyi"Ujar Woon.


Namun Hwon menjelaskan lebih berkata "Peta tersembunyi di sisi kolam kecil.Ketika bulan tidak muncul.Membawanya keluar dari kolam.Itulah arti sebenarnya dari Pavilion Rahasia Bulan".Woon berkata kalau ia akan mengingat ucapan Hwon.Hwon mengatakan kalau ia juga sudah menyimpan secara diam-diam bulan disini.Lalu tersenyum dan menambahkan ucapannya mengatakan "Saat bulan tidak bersinar,Aku bisa dengan diam-diam mengeluarkan nya untuk melihatnya.Dan lihat, Matahari dan Bulan tidak bisa berada di langit di saat yang sama.Tapi setidaknya di dalam kolam,keduanya bisa tetap bersama".

Woon dan Hwon menatap kolam tersebut dimana pada bayangan air kolam,terlihat bayangan  bulan yang berada diatas bahu Hwon.
Disebuah hutan,Shaman Nok Young melakukan ritual.Tiba-tiba api lilin padam ketika ia sedang mulai berdo'a,seolah ada kekuatan yang tidak terlihat.
Jan Shil berlari-lari kecil berteriak memanggil Nok Young."Shaman..shaman...."Nok Young bertanya kenapa Jan Shil kesini?ternyata Jan Shil membawakan surat dari pendeta Tao untuknya.Shaman Nok Young kemudian mengambil surat itu dan meminta Jan Shil untuk menghidupkan kembali cahaya lilin.
Jan Shil lalu berkata "Jangan bilang kau tidak menyalakan lilin saat kau datang ke sini untuk berdoa".Jan Shil lalu mencoba menghidupkan kembali lilin.
Shaman Nok Young kemudian membaca surat tersebut.Isinya adalah "Cuaca saat ini mengubah aliran ini.Waktunya telah tiba. dalam 3 hari aku akan datang menemuimu". Shaman Nok Young selesai membaca surat tersebut ,Ia merasakan sesuatu diudara,sesuatu yang mengganggu dan sangat kuat.
Beberapa hari kemudian,Shaman Nok Young berjalan bersama Seol(Yoon Seung Ah),Jan Shil dan Yeon Woo(Han Ga In) kedermaga.Hanya Yeon Woo terlihat bersembunyi dibalik jubahnya.
Setibanya di tepi dermaga.Shaman Nok Young berhenti berjalan kemudian berbalik lalu berkata pada Yeon Woo untuk kembali"Nak,kau sekarang bisa kembali."Yeon Woo melepas jubah yang menutupi wajahnya.Seol tampak melihat Yeon Woo...
Dan Wajah Yeon Woo tampil untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa ia telah dewasa.

~~~~Bersambung Episode 7~~~~



17 komentar:

  1. aduh foto terakhir itu ekspresi paling keren dari jung il woo ^^

    Devi bantuin baca aj unnie :)

    BalasHapus
  2. yeaaach, cha_sya is back..!!!
    mimu siap bantu cha_sya....
    ....bantu dengan do'a....
    supaya cepet dilanjutin sinopnya... :p

    ch_sya keyeeen euy..
    gomawo ^o^

    BalasHapus
  3. ayo dong dilanjutin, keren banget ini sinopsisnya, lengkap banget, serasa nonton dramanya langsung,
    ayo semangat!!!

    BalasHapus
  4. semangaattt mbaaaa,,,,,
    aq tunggu lanjutan sinopsisnya yaaaa......

    -elva-

    BalasHapus
  5. q Bantu do'a juga...

    *Moga2 cha_sya oenni sehat salau,semangattt, jadi te2p lanjut bikin sinopsisna...

    Amiiiiinnn.. ^_^

    Kim soo Hyun capeeeeeeeeeeepppna
    Fightttttiiing!!!!

    BalasHapus
  6. desy says :
    sinopsisnya keren banget mbak :D
    semoga mbak cepet sembuh deh pegelnya biar bisa lanjut lagi sinopsisnya :D hhe
    malam ini begadang cuma buat baca sinopsis mba chasya.
    aduuuuh Hwon (Kim Soo Hyun) cakep banget. bikin mata melek terus :D :D

    BalasHapus
  7. @anonim/desy : makasih ya ^^,dilanjutin hari ini sinopsisnya....

    BalasHapus
  8. cha_sya di tunggu cerita selanjutnya,,
    jgn lama2 donk shared ceritanya,,
    kamsahamida..
    ^^

    BalasHapus
  9. seru....saya tunggu sinopsis selanjutnya..penasaran mode on neh hehhehhe
    trimsss

    BalasHapus
  10. seneeeeeng,, bisa nemuin blog ini,,


    chasya ditunggu kelanjutan sinopsisna,,

    Tetep smgt ya,,

    mksh banyak,, udah mau bikin sinopsis drama ini..

    BalasHapus
  11. mbak Cha...maaf baru kmen,slain di fb lam knal disini juga...
    ditunggu lanjutannya...fighting..@_@

    ^Veely^

    BalasHapus
  12. @All : Makasih banyak juga,,iya nanti dikerjakan,ini masih kerjakan laporan dulu...
    @Velly : slm kenal balik,tapi diFB hanya sedikit yang tahu,masalahnya akan rumit jika teman sekantor tahu sy ngeblog hiks

    BalasHapus
  13. mbak cha..
    thanks bgt sinopsisnya..
    mbak selalu update..
    tp, jgn d paksain y mbak..,
    ttp jaga kesehata,,
    fie pasti menanti dgn sabar sinop buatan mbak..
    ohh y mbak, the musical gk d lanjutin y mbak???
    delfi_

    BalasHapus
  14. Yang Myung sama kaya Cha chi Soo yachh suka kabur, walau beda tujuan ^^

    yachh akhirnya episode 6 selesai Gomawo unnie :)

    BalasHapus
  15. waah.. udah selesai nih... keren!
    langsung ngecek kesini pas liat ada chasya bertaburan di tempatku. :p
    fighting sya!

    BalasHapus
  16. thank's
    seru bgnt
    aq liat previewnya ep. 7
    seru bngt tau
    akhirnya mereka bertemu
    ga sabar nugu sinopsis ep. 7

    BalasHapus
  17. keeeerrrreeeennnn bgt ni drama..teh chasya lg yg bwt sinop'y jd tmbh keren.. Thankyou..two thumb up to tth chasya...*ulliaini*

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.