1.21.2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 5 Part 2

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 5 Part 2.
Yeom dan Woon menunggu diluar.Yeom berkata untuk menjadi Pengawal Hwon dalam sebuah misi berbahaya seperti ini,ia berpikir jika Woon bukanlah tipe orang seperti itu.


Yeom berpikir jika hal ini adalah situasi darurat jadi Yeom akan membiarkannya,namun ia khawatir terjadi sesuatu pada Hwon nanti.Woon menjawab jika seseorang perlu bersama keluarganya serta Putra Mahkota juga memerlukan hal itu.


Woon menjawab kalau ia harus melakukan hal itu karna akan lebih berbahaya jika membiarkan Hwon marah karna khawatir dan membuatnya sakit.Yeom tersenyum memberitahu jika Hwon sebenarnya ingin menjadikan Won sebagai Pengawal Pribadinya.
Yeom mengatakan apakah Won tidak berpikir kenapa Hwon mengajak Won datang kesini bertemu dengan Yeon Woo mereka.Won sama sekali belum berpikir seperti itu.
Seol diam-diam menguping pembicaraan mereka,Won menoleh dan melihatnya.Seol segera pergi meninggalkan mereka.
Won tersenyum melihatnya.Yeom berkata jika Seol kelihatannya menyukai Won.Won bilang kalau ia tidak yakin berpikir seperti itu,dan berpikir jika Seol adalah seorang wanita yang sedikit berbeda.Yeom berkata kalau Seol sangat menyukai Seni bela diri pedang dan selalu diam-diam mengintip mereka.Woon berkata kalau ia berpikir sebaliknya.
Dalam perjalanannya kembali keistana,Hwon bertanya nama Woon.
"Jadi Namamu adalah Kim Chae Won bukan?"Tanya Hwon.
"Yang Myung dan Heo Munhak(Yeom) hanya memanggilmu Won?"Tanya Hwon
"Benar.."Jawab Won berjalan dibelakang Hwon.
"Bolehkah aku juga memanggilmu seperti itu?"Tanya Hwon.
Won memberi hormat mengucapkan terima kasih sebagai kehormatan untuk dirinya.
Hwon tersenyum."Woon ah,terima kasih..."Ucap Hwon padanya.Hwon mengucapkan terima kasih karna Won telah membantunya bertemu dengan Yeon Woo.Ia pikir ia sangat senang sekali bisa melihat tempat lahir dan tinggal Yeon Woo disini.Ia mengakui kalau ia benar-benar sangat ingin pergi dan melihatnya seperti apa.
Hwon pikir jika sekarang Yeon Woo sangat menderita dan tak ada yang bisa ia lakukan.

"Yang Mulia..."Ujar Won
"Menjadi Putra Mahkota negara ini...Hanya karena aku adalah Putra Mahkota negara ini aku menjadi sangat tidak berguna..."Ujar Hwon sedih.Air mata Hwon perlahan turun,ia menghela nafas dengan perasaan sedih.

Won hanya bisa diam memperhatikan Hwon dengan rasa kasihan.
Yang Myung kembali melakukan perjalanan berkelana,hidup mengembara sebagai seorang pemburu.Ia telah mendapatkan hasil buruannya seekor kelinci dan berjalan masuk kedesa untuk menjual hasil buruannya.Ia berjalan bersama dua orang anak kecil.


Ia bergumam menyebut dirinya  Sunjeong Macho (Seorang pria yang jantan tangguh namun berhati lembut).
"kau sangat kesepian dan sedih Sunjeong Macho.Menatap bulan dimalam hari,menatap matahari disiang hari.Ya,akulah manusia kesepian Sunjeong Macho"Ujar Yang Myung.Anak-anak kecil tersebut sama sekali tidak mengerti apa itu Macho?

Yang Myung mengatakan kalau Macho ya Macho dan ia berkata kalau dirinya telah ditakdirkan hidup menjadi orang berkarakteristik seperti dirinya.
Lalu salah seorang anak kecil dari mereka kemudian tanya pada Yang Myung.
"Lalu, apa arti Sunjeong Macho ?".
"Itu diartikan seorang pria yang keras kepala dengan kepolosannya.Keanehan ini membuat orang malu, aku akan menyelesaikan itu disini."Ujar Yang Myung 
Anak-anak tersebut menujuk arah desa sudah didepan mereka,dan mereka sedikit lagi hampir sampai.Yang Myung memberi mereka uang untuk membeli makanan.Dua anak kecil tersebut menerimanya,berterima kasih dan berlari kecil dengan hati senang pergi meninggalkan Yang Myung.
Yang Myung baru saja selesai menjual kelinci perburuannya,ia tersenyum menatap koin uang yang diterimanya.Beberapa orang pria berlari melewatinya,Yang Myung berpikir sejenak dan kemudian mengikutinya.
Ternyata tempat tersebut adalah tempat pertarungan (klub tarung).Yang Myung menonton dari atas.Salah seorang Pemenang pertarungan mencari penantang baru untuk memenangkan hadiah seekor sapi.
Pembawa Acara memperkenalkan pemenang mereka adalah  Si beruang Raksasa(Big grizzly bear) dan Yang Myung memutuskan untuk berkelahi.Ia kemudian turun kebawah dan bersiap bertarung dengan pria berjulukan beruang besar.Yang Myung menyebutkan nama samarannya adalah "Sunjeong Macho".Namun Pembawa acara salah menyebutkan namanya menjadi Sunjeong Chima yang diartikan rok yang polos.(Ha ha....).

Yang Myung memperbaiki ucapan pembawa acara, meminta pembawa acara mengulangi namanya dengan benar.Pembawa acara mengatakan apakah Yang Myung mampu mengalahkan Beruang Raksasa yang terkenal akan kehebatannya.
Suasana semakin riuh,saat Yang Myung dan Beruang Raksasa bertanding dengan seimbang.Yang Myung mampu menahan serangan yang diberikan Beruang Raksasa berulang kali dan membalikan badannya yang membuat beruang Raksasa terjatuh ketanah.Yang Myung bersiap melakukan serangan dan telah memasang kuda-kuda pertahanan.
Ia menatap kesegala arah,semua penonton terlihat bersorak riuh memberikan semangat pada mereka.

Yang Myung tiba terdiam teringat ucapan ayahnya yang mengatakan kalau semua manusia itu sama dan mereka semua memiliki keinginan yang lebih baik hal itu sama seperti seorang wanita,dan Yang Myung tidak bisa mencapai keinginan itu.
Ia teringat kenangan dirinya bersama Yeon Woo ketika ia melindungi dirinya dari Hujan dan saat ia bertanya apakah Yeon Woo tidak menyesal telah memilih jalannya?dan saat ia mengetahui Yeon Woo bukan menatap dirinya melainkan Hwon.
Yang Myung menurunkan tinjunya dan membiarkan lawanya memukulinya.Seakan dia ingin mati rasa terhadap rasa sakit yang lain.Yang Myung akhirnya kalah.
Seusai pertarungan itu Yang Myung kemudian pergi makan sup disebuah kedai.Ia mendengar beberapa orang berbicara kalau putri Mahkota yang baru akan dipilih dan Yeon Woo sedang sakit keras telah diusir dari istana dan mungkin akan meninggal.Mereka juga membicarakan pajak yang terus naik tanpa memikirkan hal itu ketimbang pemilihan Putri Mahkota yang baru.

Yang Myung terkejut.
Ia berjalan mendekati orang itu dan menarik kerah bajunya.Bertanya-tanya apa maksudnya Putri Mahkota telah diganti dan apakah maksudnya Putri Mahkota diinginkan mati?
Setelah mendengar kabar tersebut,Yang Myung segera pergi berkuda untuk kembali keistana,sambil memohon agar Yeon Woo tetap hidup.
Heo Young Jae menyuruh putranya Yeom untuk pergi ketempat lain sementara waktu karna Yeom harus mendampingi Putra Mahkota.Yeom menolak melakukan hal itu mengatakan kalau ia tidak bisa pergi meninggalkan adiknya yang sedang sakit keras dan bahkan berada diantara hidup dan mati hanya untuk sebuah kursi diistana.

Namun Heo Young Jae mengingatkan dirinya tentang tanggung jawabnya terhadap putra Mahkota.Yeom berkeras tidak mau pergi,ia ingin tahu apa penyakit adiknya itu.Yeom berkata bagaimana ia bisa menjaga Putra Mahkota kalau dirinya sendiri tidak mampu menjaga adiknya yang terbaring sakit.

Heo Young Jae membentaknya mengatakan sekali lagi bahwa Tugas Yeom adalah melindungi Putra Mahkota dan ayahnya harus memastikan hal itu karna mereka harus membalas kebaikan Raja.Yeom mengatakan kalau ia masih mengingat apa yang telah diajarkan ayahnya.Young Jae kemudian meninggalkan Yeom,memintanya pergi.

Mungkin ini adalah Hal yang sedang dipertimbangkan oleh Young Jae atas ucapan Nok Young padanya untuk mengakhiri penderitaan Yeon Woo.

Yeom lalu berjalan keluar bersiap untuk pergi.Seol diam-diam mengintip kepergiannya.Yeom menoleh,ia melihat Seol yang melihat kepergiannya yang kemudian bersembunyi.Ia kemudian mendekati Seol mengatakan kalau ia tidak bisa mengucapkan selamat tinggal pada adiknya Yeon Woo karna ia sedang sakit (Ia takut membangunkan adiknya yang sedang beristirahat untuk penyembuhannya).
Yeom meminta Seol untuk menuliskan surat untuknya (ia ingin jika Yeon Woo ingin bertemu dengannya,seol menuliskan surat untuk Yeon Woo kemudian mengirimkan untuknya).

Yeom lalu ingat jika Seol tidak bisa menulis dan membaca.Yeom lalu meminta Seol untuk menyampaikan pesan itu pada orang lain untuk memanggil dia datang.

"Hamba bisa membaca,aku akan menuliskannya.Nona Yeon Woo lah yang mengajarinya,dimana Nona berkata bisa membaca berarti bisa melihat dunia.Dia selalu mengajari sedikit-sedikit tiap harinya "Ujar Seol
Yeom tersenyum mendengarnya,ia mengatakan kalau dirinya merasa lebih baik karna Seol menjaganya.Yeom berkata kalau sekarang ia tidak mempunyai waktu untuk menjaga Yeon Woo dan mengandalkan Seol lah selama ia pergi.Seol menangis.

Yeom menepuk kepalanya untuk meminta bantuannya.Seol mengangguk tanpa bisa menahan tangisannya.
Seol menangis melihat kepergian Yeom.Seol kembali berjalan masuk kedalam rumah,ketika masih berjalan diluar.Tuan Heo Young Jae memanggilnya.Saat itu Young Jae baru saja berbicara dengan seorang pria.
Young Jae mengatakan pada Seol jika orang tersebut akan menjadi majikan baru untuknya. Seol terkejut mendengar hal ini.Young Jae mereferensikan jika pria itu adalah majikan yang sangat baik dan juga jujur.

Ia lalu bicara pada pria itu mengatakan kalau Seol adalah hamba yang sangat disayangi oleh Putrinya,ia berharap majikan Seol tidak memintanya untuk melakukan pekerjaan yang berat.
Pria tersebut menyanggupinya mengatakan kalau Tuan Young Jae tidak perlu khawatir akan hal itu.
Seol segera berlutut bertanya apakah dirinya telah melakukan kesalahan? Tuan Young Jae menggeleng mengatakan kalau bukan seperti itu.
"Aku akan berubah,tolong jangan menjual saya ketempat lain.Hamba tidak akan makan banyak.Tolong biarkan hamba berada disisi Nona Muda.."Ujar Seol memohon
"Seol...!"Ujar Tuan Young jae.
"Hamba berjanji pada Tuan Muda untuk melindungi Nona Yeon Woo,jadi tolonglah jangan"Ujar Seol memohon sambil menangis.
Tuan Young Jae kemudian ikut duduk dan menjelaskan jika ia akan meminta Seol kembali setelah Yeon Woo sembuh dan pulih sepenuhnya dari sakit.Ia meminta Seol untuk mendengar apa yang ia katakan.
Keadaan Yeon Woo semakin memburuk.Ibu memeluk Yeon Woo dengan rasa khawatir ia menangis melihat putrinya yang begitu menderita oleh sakitnya.
Ayah Yeon Woo masuk kedalam dan memohon agar Yeon Woo bangun dari rasa sadarnya.Ibu Yeon Woo teriak melihat Yeon woo tiba-tiba memuntahkan darah.

Ayah Yeon Woo memeluk putrinya,ia ingat ucapan Nok Young yang mengatakan kalau penyakit Yeon Woo tidak akan hilang selama dia masih hidup,karna tidak ada cara untuk menghilangkan roh jahat tersebut.Ayah Yeon Woo benar-benar tidak tahan melihat penderitaan putrinya.
Ia kemudian memanggil Shaman Nok Young untuk bertemu dengannya,Ayah Yeon Woo tanya apakah Nok Young meminta dirinya membunuh putrinya sendiri?
Shaman Nok Young mengatakan kalau ada cara untuk memusnahkan Roh jahat tersebut setelah Yeon Woo meninggal dan cara terbaik untuk menghindari Yeon Woo dari rasa sakit saat ia menutup mata.
Setelah Nok Young tiba,Ayah Yeon Woo (Tuan Young Jae/Heo Young Jae) tanya pada Nok Young untuk sebuah pertanyaan.Nok Young meminta Young Jae mengatakannya.
"Jika ia makan obat itu,benarkah hal itu dapat meringankan rasa sakit putriku dari Roh jahat itu?"Tanya Young Jae.
"Benar.."
"Apakah ini benar-benar menghilangkan rasa sakit.Biarkan ia melalui kematiannya dengan mudah."Pinta Tuan Young Jae.
"Aku janji padamu.."Ujar Nok Young meyakinkan.
Nok Young kemudian berjalan pulang,ia terhenti sejenak berbicara pada dirinya.
"Tuan. Saya benar-benar minta maaf.Saya akan menggunakan seumur hidup saya untuk menebus dosa ini"Ujar Nok Young dalam hati.
Sementara itu Young Jae masih terdiam menatap obat pemberian Nok Young yang masih berada diatas meja.Ia merenungkan semua ucapan Nok Young.
Young Jae/Ayah Yeon Woo merebus obat dan menunggu agar apinya tidak mati.Istrinya Shin Jung Kyung keluar dan menghampiri suaminya bertanya kenapa suaminya tidak memanggil dirinya untuk datang membantu?
"Berikan itu padaku.kau pergilah beristirahat..Tinggalkan padaku"Ujar Nyonya Shin.
"Nyonya,anda seharusnya beristirahat hari ini"Pinta Ayah Yeon Woo
"Aku tidak melakukan apa-apa sehingga tidak perlu untuk beristirahat,berikan saja itu padaku"Ujar Istrinya mencoba merebut kipas tersebut.

Ayah Yeon Woo menolak.
"Aku juga ingin melakukan sesuatu yang harus dilakukan oleh seorang ayah.Setidaknya dengan mempersiapkan obat ini, memberiku perasaan bahwa aku masih bisa membantunya"Ujar Ayah Yeon Woo sedih.
Yeon Woo teringat ucapan Shaman Nok Young padanya mengatakan kalau penyakitnya sangat mematikan.Diluar ayah Yeon Woo sudah menyelesaikan rebusan obatnya,ia menatap kedalam lalu melihat rebusan obat tersebut.
Yeon Woo menangis,air matanya jatuh.Ia perlahan bangun dari tempat tidurnya.
Ia bangun dan mengambil kertas,ia ingin menulis surat untuk Hwon dengan segenap kekuatannya yang tersisa. 

"Yang Mulia Putra Mahkota,Saya menggunakan kekuatan terakhirku untuk menulis surat ini padamu"Tulis Yeon Woo.
Pada saat yang bersamaan,Hwon terbangun dari tidur.Ia membuka matanya dan menoleh. ia melihat bayangan Yeon Woo sedang duduk dikamarnya memandangi tanaman seladanya.
Hwon tersenyum menyapanya.
"Yeon Woo...!apakah anda sudah sembuh?"Tanyanya.
Yeon Woo menjawab,"Yang Mulia. Apakah Anda tahu mengapa saya mengirimkan pot bunga ini pada Yang Mulia?"
"Benda ini. Bukankah kau sudah memberitahuku ?"Tanya Hwon.Yeon Woo kemudian tersenyum.
"Faktanya, disana ada...dan juga ada makna yang tersembunyi"Ujar Yeon Woo
"Makna tersembunyi?"
"Hamba berharap Yang Mulia penasaran akan tumbuh seperti apa tanaman ini.Dengan cara itu,anda pasti penasaran dan menulis surat".

Hwon tersenyum ,"Lalu meminta saya untuk mengatakannya,anda selalu menunggu saya untuk menulis surat itu?.

Yeon Woo mengangguk.Hwon tersenyum geli mengatakan pada yeon Woo kenapa ia harus jujur bicara seperti itu.Mengatakan kalau ia masih tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.Ia berpikir jika Yeon Woo selalu mencoba untuk menghindar darinya.
"Yang Mulia..."Ujar Yeon Woo.
"mm..."
Yeon Woo kemudian berdiri lalu memberi hormat pada Hwon.
Ia tersenyum pada Hwon mengatakan semoga Hwon selalu sehat dan baik-baik saja.Yeon Woo kemudian menghilang.
Hwon terbangun dan menoleh kesekeliling ruangannya.Ia tidak menemukan Yeon Woo disana.Seperti sebuah firasat yang tidak enak.
Yeon Woo memasukan surat tersebut kedalam kotak dan kembali tidur.Ayah Yeon Woo kemudian masuk sambil membawakan obat untuknya.Ia berusaha mendinginkannya dengan obat yang ia pegang.
Ia membangunkan Yeon Woo untuk minum obat itu,Yeon Woo melihat obat tersebut.
Sambil mengaduk obat tersebut dengan jarinya,ayah Yeon Woo kemudian menangis meminta maaf jika ia tahu hal ini akan terjadi maka ia akan membiarkan Yeon Woo membaca semua buku yang ia mau dan membiarkan melakukan semua yang ia inginkan.Ayah Yeon Woo bersedih mengatakan kalau ia berpikir sebelumnya Yeon Woo memiliki masih banyak waktu yang tersisa.
Yeon Woo bisa merasakan apa yang diucapkan ayahnya tentang obat itu dimana ia bisa mengerti arti raut kesedihan ayahnya.Ia pun meminta pada ayahnya untuk segera memberikan obat itu padanya agar ia segera meminumnya dan tidak sakit lagi.
"Ayah,cepat berikan obat itu.Aku akan segera meminumnya dan tidak sakit lagi..."Ujar Yeon Woo lirih.
Dengan tangan gemetar,ia mengangkat Yeon Woo kedalam pelukannya dan mendekatkan obat itu kebibir Yeon Woo.Dengan hati yang hancur ia membantu meminumkan obat itu pada Yeon Woo.Yeon Woo kemudian menangis.

Ayahnya bertanya apakah rasa obat tersebut pahit?Yeon Woo menjawab kalau obat itu benar-benar sangat pahit.
Ayah Yeon Woo,"Ayah akan memelukmu sampai kau tertidur..."
Yeon Woo,"Aku senang,pelukan ayah sehangat pelukan kakak.."
Ayah Yeon Woo,"kau akan tidur dengan damai dalam pelukan ayah.."

Ayah Yeon Woo melihat binyeo pemberian Hwon sebagai hadiah untuk Yeon Woo.Ia terkejut mengetahui apa arti dari binyeo tersebut dan semakin tidak dapat menahan rasa sedihnya.Ia menangis.

Yeon Woo meminta ayahnya untuk membiarkan dirinya tidur dengan binyeo itu sambil menggengamnya.

"Ayah,aku lelah.Aku akan tidur sebentar."Ujar Yeon Woo.
"Yeon Woo...."Ujar Ayahnya memeluk Yeon Woo semakin erat,ia meminta maaf mengatakan kalau ia akan segera menyusul Yeon Woo kealam baka.

Tangan Yeon Woo terkulai lemas,ia meninggal dipelukan ayahnya.Ayah Yeon Woo berteriak keras memanggil manggil nama putrinya .Nyonya Shin berlari masuk kedalam dan berjalan merangkak mendekati putrinya.Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Ia membelai wajah putrinya dan memeluknya sambil menangis pilu(meraung-raung).
Di istana,Hwon diberitahu Hyun Sung jika Yeon Woo sudah meninggal dengan tenang dalam tidurnya.Hwon bagai orang kehilangan akal,ia keluar terhuyung-huyung sementara kasim Hyun Sung berjalan mengikutinya dari belakang sambil memanggil-manggil Hwon.

Ia benar-benar mati rasa karna ketidakpercayaan akan berita ini.
Hwon hendak berlari keluar istana tapi pengawal istana menghentikannya mengatakan kalau ada perintah untuk menahan Hwon sehari dikediamannya dengan cara apapun.Hwon menangis dan berteriak melawan pengawal istana agar mereka membiarkan Hwon pergi.
Kemarahan dan air matanya bercampur.
"Yang Mulia...."
"Yeon Woo...Yeon Woo...Biarkan aku pergi!Ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya!Lepaskan aku!Lepaskan aku!Yeon Woo....!Yeon Woo!"Tangis Hwon lirih 

~~~Bersambung Episode 6 ~~~

2 komentar:

  1. mba cha seneng banget liat sinopsisnya.
    abis kalo nonton dengan engsub cuma ngerti sedikit-sedikit. hehe
    semangat mba :-)

    BalasHapus
  2. sedih banget,...
    g' terasa air mataq mengalir, g'sabar nunggu kelanjutannya

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.