1.20.2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 5 Part 1

Sinopsis The Moon that Embraces the Sun Episode 5 Part 1.
Akting para pemain muda dalam The Moon that embraces the Sun patut diacungi jempol (Yeo Jin Go,Kim Yoo Jung,Lee Min Ho,Siwan,Lee won Gun serta Jin Jihee).

Kisah cinta diistana yang dibawa dengan aroma persaingan,keserakahan serta kisah manis dimasa kecil cukup membawa penonton larut dalam kebahagiaan juga tak luput dari air mata kesedihan.
Ya,memungkinkan sesuatu yang telah menjadi takdir tetap akan terjadi meski jalan berliku terlewati.Yeon Woo dan Hwon mungkin tak selamanya akan larut dalam kesedihan yang mendalam.Terluka karna keegoisan orang lain yang membuat mereka harus terpisah.
Namun takdir tetaplah takdir,siapapun itu mereka akan tetap bertemu dan tentunya dengan kisah yang berbeda.

Hmm,tak sabar rasanya...
Ada begitu banyak kesedihan yang dirasakan dari orang yang menyayangi Yeon Woo.Keluarga serta orang yang dekat dengannya.Tapi satu benang merah terjalin antara Hwon kecil dan Yeon Woo kelak dimasa depan.Binyeo....

Hari itu,Yeon Woo telah mulai melakukan pelatihan sebagai calon Putri Mahkota.Seorang dayang yang bertugas bersama pelayan lainnya membantu mengajari Yeon Woo.
Hal pertama yang dipelajari Yeon Woo adalah dasar Seupui (Seupui-latihan untuk upacara kerajaan yang akan diselenggarakan).
Ia dilatih untuk memberi hormat dengan begitu tenang dan lembut sehingga cahaya lilin tidak bergerak.pemberian hormat seperti ini biasanya dilakukan pada ritual acara pernikahan istana persis sebuah panah saat ia harus membungkukan badan.
ketika hendak berlutut seketika lututnya bersuara sedikit keras dan menatap takut pada Dayang.Dayang tersenyum lalu menjelaskan pada Yeon Woo bahwa dia juga harus memastikan saat membungkuk agar kepalanya tetap tertahan dan tidak goyang.

Namun Yeon Woo gagal melakukannya karna hiasan kepalanya terlalu berat.
Hwon lewat didepan kamar Yeon Woo (Bangunan bulan perak /Eun wolgak).Ia menoleh dan tersenyum.Ia bergumam dalam hati seolah bertanya pada Yeon Woo.
"Apa kau tidur nyenyak?Aku kira mulai hari ini kedepan kau akan menghadapi pelajaran yang sangat sulit"Pikir Hwon.


Ya sebuah senyuman bahwa ia percaya Yeon Woo memiliki mental yang kuat dan percaya pada kemampuannya untuk berhasil.
Terdengar suara benda pecah dari luar,dan Hwon terkejut.
Yeon Woo sedang berlatih berjalan dengan hati-hati agar piring yang diletakan pada kedua tangannya tidak jatuh.
"Jadwal beberapa hari ini mungkin akan memberatkanmu menghadapi pelajaran yang sulit.Tapi aku percaya bahwa kau akan kuat dan gigih"Ujar Hwon
Dan lagi-lagi Yeon Woo membuat kesalahan,piring tersebut pecah berjatuhan kelantai.Setiap Yeon Woo melakukan kesalahan,dayang menghela nafas panjang.Yeon Woo tersenyum malu.
Mendengar suara pecah terdengar dari luar,Hwon lalu tersenyum berpikir jika Yeon Woo harus lebih bekerja beras untuk bisa melebihi para dayang.
Dayang lalu membawakan makanan ringan untuk Yeon Woo.Yeon Woo tersenyum melihat sebuah surat yang juga dikirimkan Hwon untuknya,ia lalu membacanya.
"Istana dijaga dengan sangat ketat,jadi aku tidak bisa pergi menemuimu dengan segera tapi aku akan sangat menghargainya dan aku akan menunggu....akan menunggu sampai hari di mana aku akan bertemu denganmu lagi setelah kau menjadi Putri Mahkotaku".


Yeon Woo tersenyum.
Malam itu,Shaman Nok Young sedang menunggu kedatangan Ibu Suri.Kemudian suara pintu terdengar dibuka.Ibu Suri menemui Shaman Nok Young dikediamannya (Seongsucheong).
Ibu Suri terlihat menyamar dengan menggunakan pakaian serba hitam serta menggunakan topi yang menutupi wajahnya.
Ia lalu menanyakan persiapannya.Nok Young mengiyakan.Ia kemudian menanyakan pada seorang dayang apakah dia telah mengundang mereka.Sepertinya ada seseorang yang berada didalam satu ruangan pemisah dari ruangan itu.
Ibu Suri tersenyum dan menoleh pada dayangnya.Dayang tersebut mengerti lalu memberikan barang kepunyaan Yeon Woo.
Ibu Suri mengatakan kalau didalamnya terdapat kertas dimana tertulis tanggal kelahiran Yeon Woo,juga pakaian yang dikenakan dikediaman pribadinya.Ibu Suri lalu menyuruh Shaman Nok Young memulai ritualnya.

Shaman Nok Young mulai membakar kertas bertanggal lahir Yeon Woo dan memulai ritualnya.Sementara itu Ibu Suri berdiri memperhatikan.Shaman Nok Young trus membacakan mantranya.
Dikehingan yang sunyi senyap itu,sebuah dupa yang digunakan untuk ritual.Apinya terus menyala.Dan setelah Shaman Nok Young membuka matanya menyelesaikan mantranya.

Tiba-tiba Dupa tersebut berganti dengan asap hitam yang kemudian bergerak cepat mengitari ruangan.Asap hitam tersebut semakin membesar dan terlihat seperti kabut tebal.
Bahkan Ibu Suri yang melihatnya sedikit ketakutan.Asap hitam tersebut seolah menerjang Shaman Nok Young.
Dikamarnya Yeon Woo membaca ulang surat dari Hwon untuknya,kemudian tersenyum.
Ia kemudian melipatnya dan menyimpannya didekat bantal.Lalu ia bersiap untuk tidur.
Akhirnya Asap hitam itu bisa dikendalikan oleh Shaman Nok Young.Ibu Suri yang terus memperhatikan terbelalak takut.Asap hitam berkabut tebal bergerak keluar dari Seongsucheong yang kemudian masuk kekediaman Eunwolgak (Bangunan bulan perak) tempat Yeon Woo yang sedang tertidur.
Asap hitam bergerak mendekati Yeon Woo yang baru saja hendak tidur.Yeon Woo terbangun karna merasakan sesuatu,dirinya seolah tercekik kuat oleh asap hitam tersebut yang bergerak menyelimuti leher Yeon Woo sehingga membuatnya tidak bernafas.
Ia berusaha bergerak menuju pintu dan berjuang untuk bisa bernafas,namun ia pingsan sebelum bisa berteriak minta tolong.
Asap itu kemudian tiba-tiba menghilang dan meninggalkannya tergeletak dilantai.
Ibu suri bertanya apa semuanya sudah selesai?Dan Nok Young mengiyakan.Ibu Suri ingin memastikan hal itu dan kemudian bertanya lagi kapan ia bisa memastikan semua kata-kata Nok Young?Nok Young kemudian bergerak mendekati Ibu Suri lalu menjawabnya mengatakan jika hal itu akan menjadi masalah bagi Ibu Suri,jika ia terlalu mengandalkan kemampuan darinya.Karna Ibu suri mengandalkan kekuatannya untuk mengacaukan keseimbangan alam.
Ibu Suri tak mau tahu dengan hal itu,ia hanya berpikir ucapan Nok Young sebelumnya bahwa rencana ini adalah tindakan yang bisa membuat Yeon Woo berakhir(tindakan fatal).


Nok Young membenarkan namun menjelaskan jika membuat seseorang mati dengan lemas dari nyawa yang telah diberikan Tuhan itu tidak akan ada.Jelas ia tidak bisa membunuh seseorang yang kematiannya sudah ditakdirkan oleh Tuhan.
"Jadi kau ingin meninggalkan akar permasalahannya (Tidak membunuh Yeon Woo)?"Tanya Ibu Suri khawatir
Nok Young menjelaskan jika Ibu Suri tidak perlu khawatir akan hal itu,karna Yeon Woo akan menjadi sakit untuk beberapa waktu kemudian dimana tidak akan diketahui apa penyakitnya.Lalu tiba waktunya Yeon Woo akan mati secara alami.


Mendengar hal itu,Ibu suri tersenyum lega.Ia berpikir dengan apa yang dilakukan Nok Young adalah benar,karna orang akan menjadi curiga jika Yeon Woo mati secara mendadak.Dan hal itu akan menjadi metode yang memuasakan untuknya.


Ibu Suri tahu jika Raja tidak akan membiarkan orang sakit dimasukan kedalam istana.Dan selama tidak ada penjagaan dari Istana,maka hidup Yeon woo tidak akan ditentukan oleh Tuhan tapi ditentukan oleh tangan mereka(Cha_sya :sebenarnya khusus bagi rencana ibu suri).Dan Ibu Suri berpikir jika hal itu akan lebih baik lagi.


Namun Ibu Suri mengingatkan jika Yeon Woo mati pada saat yang telah ia harapkan,maka pada saat itulah ia memerintahkan Nok Young untuk menghabisinya.
Ibu suri kemudian pergi keruang sebelah dan kemudian membukanya.Putri Min Hwa berdiri ketakutan dengan tubuh gemetar karna telah menyaksikan semua rencana itu.
"Oh Tuhan apa kau ketakukan?"Tanya Ibu Suri.Ia mencoba menenangkan Putri Min Hwa mengatakan untuk tidak khawatir karna semuanya telah selesai.Ia mengatakan kalau Putri Min Hwa dimasa mendatang akan mendapatkan apa yang ia inginkan.Putri Min Hwa hanya diam tanpa berkata apapun,ia cukup takut setelah semua itu.


 (Cha_sya : Ibu Suri disini terlalu sadis,melibatkan rencana pembunuhan dengan seorang anak kecil.mengatakan kalau keinginan putri Min Hwa menikah dengan Yeom akan tercapai dengan semua rencana jahat ini.Benar-benar salut aktingnya Kim Young Ae disini,sudah cukup kesal liat dia di Royal Family sebagai presiden Gon ini nambah lagi he he).
Dayang berteriak kaget saat menemukan Yeon Woo terbaring tak sadarkan diri dilantai.
kepala Dayang yang bertugas melayani Yeon Woo segera berlari keruangan mencoba untuk membangunkannya dan meminta Dayang tersebut memanggil tabib dengan segera.
"Yang Mulia,bisakah anda mendengar saya?Yang Mulia...Yang Mulia?"Ujar Kepala Dayang mencoba menyadarkan.
Berita tersebut akhirnya terdengar oleh semua pihak istana termasuk para pejabat dan Dewan mentri Istana.Salah seorang mentri istana menginginkan agar Raja memerintahkan mengeluarkan Yeon Woo dari istana.
Ia berpikir karna penyakit Yeon Woo sudah berhari-hari sejak ia terkena sakit tidak mendapatkan perkembangan yang jauh lebih baik.
Menteri tersebut beralasan agar itu segera dilakukan karna penyakit Yeon Woo bukanlah penyakit biasa yang dengan mudah disembuhkan dalam 1 atau 2 hari saja.
Raja menegaskan jika Yeon Woo telah menjadi calon Putri Mahkota hanya belum saja dilangsungkan upacara peresmiannya.Ia masih ingin menunggu kesehatan Yeon Woo pulih.


Raja berpikir jika Yeon Woo terus dibiarkan berada didalam istana untuk terus menerima perawatan dari tabib adalah hal yang diharuskan.


Mentri tersebut menolak,bukankah sudah keputusan istana tidak membiarkan orang sakit berada didalam istana.Ia khawatir jika penyakit Yeon Woo akan membuat orang lain di istana tertular.Dan bagaimana Raja akan mengatasinya?.
Mentri yang lain membela Yeon Woo mengatakan bahwa ucapan mentri tersebut terlalu berlebihan.Ia bertanya-tanya apakah maksud Mentri tersebut secara khusus mengclaim Yeon Woo sebagai Putri Mahkota telah terserang sebuah wabah penyakit?
Namun mentri tersebut berdebat mengatakan penyakit Yeon Woo tidak seperti penyakit pada umumnya.Dimana Penyakit Yeon Woo adalah penyakit yang belum pernah ada dengan sebab yang belum diketahui.


Dan ia memastikan jika Penyakit Yeon Woo adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Perdebatan terus terjadi Mentri yang membela Yeon Woo juga sama bersikerasnya mengatakan kalau Penyakit Yeon Woo akan segera sembuh jika terus diobati.
Mentri Yoon Dae Hyung angkat bicara,mengatakan kalau dirinya bicara sebagai Seorang Mentri Aparatur Negara.Ia mengingatkan jika Yeon Woo sebagai Putri Mahkota akan mengandung keturunan Raja.Hal itu sangat penting dengan menjaga agar keturunan Raja tidak mewarisi penyakit seperti itu (Tidak boleh mempunyai riwayat kesehatan yang buruk).Ia bertanya-tanya pada Raja ,bagaimana bisa Raja memperlakukan Yeon Woo yang sedang sakit sebagai pendamping Putra Mahkota.

Mentri Yoon juga menambahkan jika menunda Pernikahan sebagai alasan dari penyakit Yeon Woo tanpa batas waktu yang ditetapkan juga akan mempengaruhi masalah kerajaan.Yoon memohon pada Raja,agar Raja berpikir masalah ini dengan sungguh-sungguh agar menemukan cara yang masuk akal atas masalah penyakit Yeon Woo.

Raja lalu bertanya pada Yoon Dae Hyung cara yang masuk akal menurut pikirannya?Mentri Yoon lalu mengatakan kalau Yeon Woo yang sakit harus segera diganti dengan memilih Putri Mahkota baru yang lebih pantas.

Ia juga menambahkan jika anggota keluarga Yeon Woo,yaitu Mentri Heo Young Jae(Ayah Yeon Woo) telah mengetahui penyakit Yeon Woo namun merahasiakan penyakitnya dimana kemudian mendaftarkan dalam pemilihan calon Putri Mahkota.

Setelah menyebutkan nama mentri Heo,Yoon Dae Hyung juga menyebutkan anggota keluarga Yeon Woo lain yang telah masuk istana singangwon yaitu Heo Yeom sebagai penjahat.Yeom dituntut kesalahannya mendapat tugas baru sebagai pembukuan istana.Ya,Yoon Dae Hyung berniat membuat semua keluarga Yeon Woo keluar dari istana.

Dimana Hal ini sepertinya sesuai rencana Ibu suri,jika Yeom tidak memegang jabatan apapun lagi maka putri Min Hwa bisa menikahinya.
Kepala Dayang merawat Yeon Woo dengan sangat baik.Para Tabib berdatangan kekediaman Yeon Woo.Kepala Dayang kaget melihat kedatangan Tabib mengatakan kalau belum ada pemberitahuan secara langsung untuk kedatangan mereka dan apa yang ingin mereka lakukan.
Tabib Istana mengatakan kalau Yeon Woo yang sakit tidak boleh berada diistana.Dimana Pengadilan istana telah memberikan perintah untuk mengeluarkan Yeon Woo dari Istana.Kepala Dayang terkejut bertanya kenapa begitu tiba-tiba?
Meski sedikit berat,Kepala Dayang mengatakan kalau dia meminta waktu sebentar untuk  menyiapkan semua barang Yeon Woo.
Tabib mengatakan kalau penyakit Yeon Woo kemungkinan Penyakit menular,dan berpikir semua benda yang telah digunakan olehnya harus segera dibakar dan meminta pada pelayannya untuk segera memindahkan barang milik Yeon Woo tanpa meninggalkan sedikitpun.Yeon Woo mendengar hal itu tanpa bisa berbuat apapun,ia terlihat tidak berdaya.
Hwon berjalan pergi kekediaman Yeon Woo dengan wajah menangis setelah mendengar berita itu.Para Pengawal istana sama sekali tidak memberi jalan masuk untuk Hwon.Hwon terlihat kesal bertanya pada Pengawal istana apakah mereka juga tidak ingin memberikan jalan untuknya masuk?
Hwon teriak marah "Dia adalah putri Mahkotaku,siapa yang berani mengirimnya kembali kerumahnya?Mundur....!"Teriak Hwon 
Kasim Hyun Sung juga tidak berdaya akan keputusan Raja.Dimana Raja tidak bisa mengambil keputusan lain selain setuju dengan ucapan Mentri Yoon.Ketakutan jika keluarga Kerajaan Istana akan tertular menjadi masalah yang besar.Dan Yeon Woo pun terpaksa dikeluarkan dari istana dimana semua barangnya harus dimusnahkan.


Hyun Sung mencoba menjelaskan pada Hwon ,"Yang Mulia,Tolonglah...ini untuk melindungi anda."Hwon terus mencoba agar pengawal istana memberikan jalan untuknya,namun Pengawal istana hanyalah sebuah alat dari sebuah kekuasaan tunggal yang telah diperintahkan.Ia harus mencegah Hwon mendekati Yeon Woo.
Yeon Woo kemudian dibawa keluar yang dituntun oleh tabib istana.Hwon melihatnya dengan menangis.Yeon Woo terdiam sejenak melihat Hwon yang menangis,ia bergumam.."Yang Mulia..."
Hwon tidak bisa menahan tangisnya,ia berkata dengan sedih menyebut nama Yeon Woo.
"Yeon Woo...,Yeon Woo-ku,Yeon Woo!Yeon Woo!Yeon Woo!Dia adalah putri Mahkotaku!Minggir kalian"Ujar Hwon dengan teriak menangis.
Tanpa berkata apapun,Yeon Woo dengan sedih menoleh Hwon untuk terakhir kalinya.Ia lalu berjalan keluar istana.
Hyun Sung juga menangis melihat Pangeran Hwon seperti itu.Ibu Suri ternyata menyaksikan semua itu,ia melihat kepergian Yeon Woo dari jauh.Ia teringat percakapan Mentri Yoon Dae Hyung padanya.
Dimana Mentri Yoon mengingatkan Ibu Suri untuk terus mengawasi Hwon.Ia berpikir jika dimasa mendatang Yeon Woo dipindahkan kembali,Hwon tentu tidak akan berdiam diri menunggu dan melihat saja.Ibu Suri berkata jika Hwon belum mengerti apapun tentang politik saat ini.
Yoon Dae Hyung bertanya-tanya begitukah menurut pendapat Ibu Suri?
Ibu suri berpikir jika Hwon hanya akan merasa kasihan saja dan berpikir jika Istana Timur tidak akan diam saja akan hal itu.Tapi Mentri Yoon mengingatkan Ibu suri,Jika para Pelajar Sungkyuwkwan juga telah membuat sebuah gerakan dimana selama ini mereka hanya diam saja.Ia membuat Ibu Suri memikirkan alasan kenapa Pelajar Sungkyuwnkwan tiba-tiba berteriak untuk memilih Putri Mahkota dan protes selama pemilihan itu?
Karna Pelajar Sungkyuwnkwan-lah,Raja akhirnya mendapatkan kekuasaan yang lebih.Sama seperti pemilihan guru untuk Singangwon.


Dimana orang-orang yang telah dimasukan oleh pihak mereka sendiri kemudian dikeluarkan tanpa kesalahan dari Singangwon .Dan Heo Yeom lah yang berhasil menempatkan diri disingangwon.


Hal itulah yang membuat Yoon Dae Hyung berkesimpulan jika Pangeran Hwon tidak lah bodoh hingga bisa membuat menggerakan Pelajar Sungkyuwkwan,serta mengerti akan politik istana.Hanya saja ia mengingatkan Ibu Suri sebelum Hwon menjadi Joseon negara ini menjadi miliknya,Hwon hanya berpura-pura bagai seorang anak yang naif sebagai kamuflase (mengatakan kalau sepertinya Hwon mengerti rencana mereka,namun hanya menunggu dirinya sebagai Joseon).


Yoon Dae Hyung memberikan sebuah ungkapan yang harus diingat Ibu Suri "Tunas muda yang lembut harus di pangkas pada waktunya.Sehingga dia bisa menjadi bonsai yang kau inginkan."
Ibu Suri kemudian berjalan mendekati Hwon dan berpura-pura terlihat sedih.
Ia kemudian memanggil Hwon untuk bicara.Mengatakan kalau ia tahu jika Hwon saat ini sedang terluka.Hwon membenarkan hal itu.Ia lalu meminta Hwon untuk melupakan Yeon Woo.
Hwon menoleh kaget,mengatakan kalau Yeon Woo adalah Putri Mahkota yang juga akan menjadi cucu Ibu Suri.Ia bertanya-tanya bagaimana ia bisa dengan mudah melupakannya?
Ibu Suri mengatakan dengan lembut bahwa Hwon harus melupakan Yeon Woo,dimana dengan begitu keluarga kerajaan akan menjadi stabil.
Hwon menolak,Ibu Suri tetap berkeras akan hal itu untuk meminta Hwon tidak melakukan apapun dan mematuhi perintah tertinggi yang telah diputuskan dengan tenang.
Hwon kesal,"Perintah tertinggi itu apa?siapa yang telah menetapkan perintah tertinggi itu dan kenapa anda ingin saya patuh?"Tanya Hwon menentangnya.
Ibu Suri berkata Hwon seharusnya tidak menggerakan pelajar Sungkyuwkwan karna hal itu tidak akan mendapatkan apapun.
Ia mengingatkan jika hal itu tidak akan mendapatkan apapun selain menambah kepercayaan diri para pelajar tersebut.Hwon terdiam sejenak.Ibu Suri menambahkan ucapannya mengatakan Jika Raja dan Putra Mahkota belum menentukan pilihan pada Yeon Woo.Mungkin Yeon Woo akan menjalani hidupnya secara tenang dan bahagia.


"Jika bukan karna dia telah dipilih sebagai Putri Mahkota,masalah apa yang akan dihadapinya selain sakit sementara waktu?"Ujar Ibu Suri.Dan jika Yeon Woo sakit,tentunya Ibunya akan merawat Yeon Woo dengan penuh kasih sayang dan hal itu akan membuat Yeon Woo juga terhibur.
"Jadi anda lihat,dengan tindakanmu ini siapa yang telah menerima kebahagiaan?Jika anak itu menderita,itu semua karnamu"Ujar Ibu Suri menyalahkan Hwon atas apa yang telah ia lakukan.


Ia juga menyalahkan Hwon jika Yeom juga mendapat masalah akan hal ini yang terkait atas kedudukannya diistana,serta Raja yang akan kehilangan nama baiknya,ditambah seluruh anggota keluarga Yeon Woo akan menderita kehilangan segalanya(mungkin dieksekusi).Ia meminta Hwon untuk diam dan tidak melakukan apapun.


Hwon mengepalkan tangannya kuat-kuat,Ibu Suri melihat hal itu adalah cara satu-satunya agar tidak ada yang terluka dan Hwon harus rela mematuhinya.Hwon diam,air matanya menetes.


(Cha_sya : Kupikir,Ibu Suri terlalu kejam atas rasa cinta pada dirinya sendiri dan ia sama sekali tidak terlihat mencintai keluarganya,satu persatu ia menyalahkan semua hal yang terjadi pada anggota keluarganya dimana dimulai dari Min Hwa yang kemudian Hwon).
Yeon Woo tidur dikamarnya.Seorang Tabib datang untuk memeriksa penyakit Yeon Woo.Keluarganya duduk mengelilinginya.Tabib tersebut heran dengan penyakit Yeon Woo dan berpikir jika Penyakit Yeon Woo adalah penyakit aneh.
Ia sendiri telah menjadi seorang tabib selama 30 Tahun dan ini adalah pertama kalinya ia menemukan hal seperti itu.Ia mengatakan pada Ayah dan Ibu Yeon Woo,bahwa tidak ada yang salah pada organ dalamnya dan kesehatannya terlihat baik-baik saja.


Namun gejala yang dimiliki Yeon Woo,hal ini benar-benar mengherankan.
Tiba-tiba Yeon Woo terbangun dan dirinya merasa tercekik.Ibunya dengan panik bertanya apa yang terjadi padanya.Ibu Yeon Woo terus memohon pada Tabib untuk membantu menyelamatkan putrinya dan berjanji akan melakukan semuanya demi hal itu.


Tabib mengatakan kalau hal pertama yang akan ia lakukan adalah memberikan beberapa resep obat untuknya tapi meminta agar Ibu Yeon Woo jangan terlalu berharap.Ibu Yeon Woo benar-benar marah mengatakan bagaimana bisa tabib mengatakan ia tidak bisa bertanggung jawab akan hal itu?


Ibu Yeon Woo terus menguncang Tabib mengatakan apakah Tabib tidak melihat jika Putrinya terlihat begitu kesakitan?Dan meminta agar Tabib bisa memikirkan hal ini meski hanya untuk mengurangi rasa sakitnya.


Heo teriak memanggil istrinya.
"Istriku,bagaimana kau bisa mengabaikan tata krama?Cukup!"Seru Heo Young Jae.Yeom mencoba menenangkan ibunya.


Ibu Yeon Woo begitu sedih,kemudian memohon "Selamatkan dia.Aku bahkan rela menggunakan rambutku untuk membuat sepatu untuk Anda.Saya juga rela menyerahkan hidup saya untuk Anda.Jadi tolong selamatkan Yeon Woo kami.Kami..."Ratapnya.Kemudian ia pingsan.
Ia lalu meminta Yeom membawa istrinya pergi keruangan lain beristirahat,lalu meminta Tabib mengikutinya untuk memeriksa Ibu Yeon Woo.
Ayah Yeon Woo keluar rumah untuk merenung memikirkan penyakit Yeon Woo.Shaman Nok Young datang menemuinya kemudian memberi hormat menanyakan kabarnya.
Heo Young Jae kaget karna ini pertama kalinya ia bertemu dengan shaman Nok Young,ia sama sekali tidak mengenalnya dan ia bertanya siapa dirinya?
Nok Young mengenalkan dirinya seorang shaman dari Istana Bintang lalu menyebutkan namanya.
Heo Young Jae bingung kenapa ada shaman dari kerajaan datang kesini?Shaman Jang berkata kalau ia dituntun oleh tangan dewa hingga ia bisa datang kesini (sebuah ramalan yang kuat).Heo Young Jae bingung dengan ucapan Nok Young mengatakan kalau ia dituntun oleh tangan dewa.


Nok Young menenangkan Heo Young Jae bahwa ia datang kesini tanpa diketahui oleh seorang pun dari istana.Ia ingin melihat Yeon Woo.
Nok Young kemudian dibawa masuk,ia lalu duduk didekat Yeon Woo yang kemudian menatapnya lama.Ia lalu berkata pada Young Jae bahwa Yeon Woo menderita sakit karna teluh.Yeon Woo bangun mendengar ucapan Nok Young.
Mentri Yoon Dae Hyung merayakan keluarnya Yeon Woo serta kaki tangannya dari Istana bersama teman-temannya.Seorang dari mereka berkata kalau Tuhan sedang menolong mereka,karna waktu yang sangat tepat muncul tiba-tiba dengan penyakit Yeon Woo.


Yang lainnya berkata kalau mereka besok harus segera merekomendasikan penggantinya.Dan bertanya-tanya bagaimana kalau Yeon Woo segera dibuang ketempat yang jauh.
Mentri Yoon berpikir jika bagi seorang konfisius seperti mereka,pembuangan itu hanya seperti berjalan-jalan saja.
Seorang Pria lain menambahkan jika hal itu juga sama seperti menghirup udara segar.Mentri Yoon berpikir jika mereka tidak bisa begitu mudah membuang mentri Heo Young Jae dari istana karna ada banyak begitu pelajar yang patuh dan segan terhadapnya.Dimana ia berpikir jika Heo Young Jou dibuang sekali,maka hal itu akan memberikan kesempatan dirinya akan mengumpulkan kekuatan yang lebih besar.


Semua sahabat Dae Yung mengangguk.Ia menambahkan meskipun Raja sementara akan kehilangan pengikut setianya ia akan mengikuti Heo Young Jae sampai pengasingan dan kemudian membebaskannya.Ia mengatakan pada sahabatnya kalau mereka bisa merekrut sejumlah orang baru dari luar .
Seorang pria lain memukul meja mengatakan kalau setelah itu apakah Dae Hyung akan meracuni raja.Dae Hyung tersenyum mengatakan kalau ia tak perlu meracuninya karna ia berpikir jika Raja sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun,ia bahkan tidak bisa berbuat banyak.Yoon Dae Hyung tersenyum dengan hal ini,ia berpikir akan melakukan penderitaan terbesar untuk raja secara pelan-pelan.


Namun salah seorang dari mereka khawatir bagaimana jika kondisi Yeon Woo membaik? Dae Hyung memastikan jika Yeon Woo tidak akan pernah bisa kembali keistana secara hidup-hidup kecuali dia menjadi roh atau bangun dari kuburnya.


Diluar,Bo Kyung ketakutan mendengar pembicaraan mereka.Setelah teman-teman Dae hyung pergi,Dae Hyung kemudian berjalan menuju kamarnya.Bo Kyung sengaja menunggunya diluar untuk menemuinya.


Ia kemudian bertanya pada ayahnya apakah Dae Hyung akan membunuh Yeon Woo?
Mereka kemudian duduk didalam,ia menuangkan arang lalu bertanya apakah Bo Kyung takut pada ayahnya atau kasihan dengan Yeon Woo?
"Apa kau takut pada ayahmu?Kau kasihan dengan anak itu?Bagaimanapun,seperti katamu,
bahwa takdir anak itulah untuk mati pada waktunya tiba .Tentu saja waktunya telah ditunda.Jadi tentu saja kita harus melakukannya sesuai dengan rencana.Kenapa menurutmu aku mengatakan padamu bahwa rencana ini tidak akan menemui rintangan?Ini karena aku benar-benar membutuhkanmu untuk memahami suatu hal".Ujar Dae Hyung


"Memahami?"Tanya Bo Kyung tak paham.
Yoon Dae Hyung berkata kalau Bo Kyung tahu bagaimana orang-orang telah merendahkan dirinya dengan menyebut dirinya sebagai anjing gelandangan.Simpul rahasia Ibu Suri(kaki tangan).Ia mengatakan kalau itu adalah garis keturunan darah bangsawan tertentu yang telah menjadi takdirnya.


Yoon lalu berkata kalau ia telah berhasil mencapai posisi tinggi ini hingga sekarang karna ia sama sekali tidak bisa melupakan penghinaan dan kemarahan itu.Ia membalas semua yang telah ia alami dimasa lalu.
Bo kyung sedikit takut mendengarnya,ia tahu hal ini bukanlah hal baru yang dilakukan ayahnya namun ini pertama kalinya ia mendengar ayahnya membunuh seseorang untuk mewujudkan keinginannya.


Dae Hyung lalu bertanya pada putrinya mengatakan bukankah Bo Kyung pernah mengatakan padanya kalau ia ingin hidup didalam istana dan ingin mendapatkan hati Putra Mahkota.Ia mengatakan kalau Bo Kyung menginginkan hal itu terjadi,maka Ia tidak boleh memiliki perasaan kasihan atau bersalah dari sekarang.


"Tapi kau juga harus ingat kemarahan dan penghinaan yang akan kau rasakan mulai dari saat ini.Ingatlah kebahagiaan yang akan kau rasakan dengan mendapatkan apa yang kau inginkan. Jika kau tidak memahami hal ini,maka berhentilah mengincar posisi itu sekarang"Ujar Dae hyung.Bo Kyung menatap ayahnya dengan perasaan takut mencoba memahami hal itu.
Heo Young Jae menjaga putrinya yang sedang tertidur.Ia teringat ucapan Shaman Nok Young yang mengatakan Penyakit Yeon Woo adalah sihir.
Shaman Nok Young mengatakan Heo Young Jae harus menerima kekuatan sihir lain untuk mengobati penyakit Yeon Woo karna jika tidak penderitaan Yeon Woo tidak akan berakhir.


Young Jae menolak hal itu,karna ia tahu bahwa keluarganya tidak pernah terkena sihir dan bertanya marah kenapa harus anaknya?.
Nok Young mengatakan kalau ia sendiri tidak tahu kenapa Tuhan memilih putrinya,tapi Tuhan sedang marah karna Yeon Woo mencoba menolak untuk menerimanya sehingga ia jatuh sakit.
Nok Young bertanya pada Young Jae apa yang akan direncakan olehnya ataukah ia hanya akan diam saja menerima kekuatan sihir itu?


Young Jae lalu bertanya apakah ada cara untuk melepaskan kekuatan sihir tersebut pada Yeon Woo?Nok Young menjawab kalau ada satu cara.Dengan cepat Young Jae bertanya cara apa itu?


Shaman Jang mengatakan kalau penyakit Yeon Woo bisa disembuhkan dengan kematian. Young Jae menawarkan untuk mengorbankan nyawanya sendiri.Namun Nok Young mengatakan kalau Yeon Woo sendirilah yang harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Young Jae memejamkan matanya,memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk putrinya.
Yeon Woo membuka matanya dan melihat ayahnya namun ia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk bicara.
Semua Mentri dan para Pejabat istana telah berkumpul melakukan permohonan mengganti Yeon Woo sebagai Putri Mahkota dan memilih putri mahkota yang baru.Salah seorang mentri dari mereka mengatakan agar Raja berpikir hal itu untuk menyelamatkan Negara.
Didalam Istana,Raja begitu kesal membaca semua petisi itu.
Hwon marah didalam kamarnya dan teriak menyebut nama Yoon Dae Hyung.Kasim Hyun Sung mencoba menenangkannya agar Hwon tidak pergi keluar.Hwon berkata kesal mengatakan kalau ia akan pergi keaula kerajaan untuk meminta pada Raja menarik kembali perintahnya atas Yeon Woo. 


Hyun Sung memohon pada Hwon agar mengerti,ia ingin Hwon tenang dalam masalah ini berpikir jika hal ini bisa mengakibatkan masalah yang lebih buruk.Hyun Sung terus meminta agar Hwon tenang.
Hwon menurut meski kesal,ia lalu berbalik kembali duduk.Ia benar-benar kesal karna tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan Yeon Woo dan sama sekali tidak menyukai Bo Kyung sebagai pengganti Putri Mahkota.


Ia teriak marah berpikir jika Tiga pejabat kementrian yang awalnya berpihak pada kendali kepala sarjana(Heo Young Jae) dari kantor penasihat khusus juga telah berpindah haluan memihak Yoon Dae Hyung dan anteknya sehingga kesemuanya telah berpihak pada Dae Hyung.Ia sangat kesal bertanya-tanya apakah tidak ada seorang pun yang bukan merupakan antek-antek Dae Hyung diistana?


Ia begitu kesal dan bertanya-tanya akan berapa banyak lagi orang yang akan berpihak padanya.Hyun Sung berlutut meminta Hwon tenang.


Ia memegang kepalanya berpikir jika dirinya adalah orang yang tidak berguna.Hyun Sung meminta agar Hwon tidak menyalahkan dirinya.Ia berpikir sedih,memikirkan Yeon Woon seolah diminta keluar dari istana bahkan Yeom juga telah dilarang untuk masuk istana hanya karna dia adalah anggota keluarga Yeon Woo .
Hwon menangis jika saat ini ia merasa benar-benar kesepian bahkan ia teringat kakak sepupunya Pangeran Yang Myung yang juga tidak berada disisinya.Hwon tersenyum sedih mengingat hal itu.Ia tersenyum berpikir jika diistana kini tidak ada lagi orang yang berpihak kepadanya.Lalu Hwon berhenti sejenak,terpikir sesuatu olehnya...
Woon sedang berlatih bersama Pengawal istana lainnya,Seorang Pengawal istana lain memuji kehebatan Woon dalam memainkan pedangnya dengan menyebutnya sebagai seorang Hantu pedang.Meskipun ia menolak mengatakan kalau wajah Woon dan kemampuannya benar-benar berbeda.Wajah Woon yang tampan diwariskan dari ibunya seorang gisaeng.


Pengawal Istana yang lainnya menyayangkan hal itu,karna Kim Chae Woon dilahirkan dari seorang selir,jika tidak ia pasti sudah menjalani kehidupan yang lebih baik memiliki karir yang cemerlang meskipun ayahnya adalah seorang Gubernur.Ia benar-benar memuji seni bela diri yang dimiliki Woon yang diwariskan turun oleh ayahnya.
Tiba-tiba Hwon datang.Para Pengawal istana bingung kenapa Hwon datang ?Hwon berpura-pura mengatakan kalau ia merasa sangat kesal hari ini dan ia ingat kemarahannya saat pertandingan sepak Bola ketika itu dan hal itu semakin membuat perasaannya kesal bahkan terganggu.


Ia kemudian berbicara pada pengawal Istana yang ketika itu tanpa sengaja membuatnya terjatuh,Hwon mengatakan kalau  pikirannya sedikit aneh karna ia selalu mengingat wajahnya yang hadir dalam pikirannya.


Pengawal istana tersebut bingung untuk bicara.Lalu Hwon bertanya apakah dirinya lah yang telah mencetak skor tertinggi pada permainan Bola waktu itu?
Dia mengatakan kalau tidak seperti itu,ia hanya berpikir keinginan untuk menang meskipun ia mengakui kemampuan dirinya sangatlah kurang.


Lalu Hwon bertanya,"Kalau begitu,siapa orang itu?".
Semua pengawal Istana serempak menoleh Kim Chae Won dan kemudian bersama-sama menyebut namanya.Hwon tersenyum lalu meminta Chae Won dan pengawal tersebut mengikutinya.
Setelah Hwon pergi,Pengawal Istana mendesah.Bertanya-tanya apakah Ini tindakan kekanak-kanakan Hwon untuk menyelesaikan kekalahan Skor pada permainan sepak bola?
Ia berpikir jika pertandingan tersebut bukankah sudah selesai begitu lama.Seorang pejabat lain bertanya-tanya apakah keduanya akan dipecat karna masalah ini?.Ya..mereka khawatir kalau mereka akan berakhir dengan menanggalkan pakaian mereka.
Ya,hal itu adalah suatu ungkapan/perumpamaan kalau mereka harus menjadi kambing hitam dan kemudian dipecat.
Ditelanjangi?ha ha ha...LOL.Seorang Pengawal istana ditelanjangi .Ia terlihat sangat kedinginan dan kasim Hyun Sung datang membawakan pakaian kasim sepertinya mengatakan kalau ia tidak tahu apakah pakaian tersebut akan pantas untuknya tapi meminta Pengawal tersebut memakainya dulu.


Pengawal Istana tersebut segera mengambil pakaian itu,namun Hyun Sung menariknya lagi mengingatkan jika Pengawal tersebut harus tutup mulut dan mengatakan kalau hal tersebut terdengar keluar,maka nyawanya akan menjadi taruhan.
Pengawal tersebut menyetujuinya.


Yap,Hwon memiliki ide baru.Yaitu menggunakan pakaian Pengawal istana tersebut untuk menyamar agar bisa pergi keluar menemui Yeon Woo,ia lalu pergi kesana bersama Won.
Berulang kali namanya dipanggil.Yeon Woo perlahan membuka matanya dan menoleh.
Hwon khawatir akan ingatan Yeon Woo bertanya apakah ia bisa mengenali dirinya?


Namun Yeon Woo sama sekali tidak bisa menjawab.
Hwon berkata sedih dengan meneteskan air matanya ,"Tak masalah.Asalkan aku bisa mengenalimu,itu sudah cukup".
Yeon Woo kembali menutup matanya hingga Hwon memegang tangan Yeon Woo dan memanggilnya kembali.
Air Mata Hwon perlahan jatuh.Dan Yeon Woo  dengan lemah bertanya apakah Hwon yang datang menemuinya adalah nyata?
"Apa maksudmu?"Tanya Hwon mulai menangis.
"ini bukanlah bayangan..Apa benar-benar..Yang Mulia?"PIkir Yeon Woo.
"Ini bukanlah bayangan.Aku telah datang untuk menemuimu"Jawab Hwon.
Yeon Woo kemudian tersenyum begitu juga Hwon.
"Apa aku sangat bodoh?"Tanya Hwon.Yeon Woo tersenyum dan air matanya jatuh menatap Hwon.
Hwon lalu mengeluarkan sebuah hiasan tusuk rambut dan kemudian memberikannya pada Yeon Woo.Hwon menaruh ditangan Yeon Woo binyeo itu.
Yeon Woo melihat itu bertanya dengan suara lemah,"Apa...ini?".
"Ini adalah Bulan yang memeluk matahari.Jika Raja adalah matahari,maka ratu adalah bulan.Tusuk konde Phoenix ini menggambarkan bulan yang putih memeluk matahari yang merah.Karna itu aku menamakannya"Bulan yang memeluk matahari"Ujar Hwon.


Binyeo tersebut berbentuk Phoenix yang melambangkan kalau Yeon Woo sebagai seorang Putri Mahkota,dimana diartikan Hwon jika Raja adalah lambang matahari.Umumnya Binyeo selalu berbeda-beda pada tiap Ratu,selir dan lainnya dalam menggunakan hiasan tersebut.


Yeon Woo bergumam mengulangi ucapan Hwon "Bulan yang memeluk matahari." Hwon tersenyum lalu bicara.
"Sumber kehidupanku adalah Putri Mahkotaku.Hanya kaulah Yeon Woo,kaulah orang itu.Jadi cepatlah sehat kembali dan kembalilah kesisiku."
Hwon tersenyum kepadanya,dan Yeon Woo ikut tersenyum,"Yang Mulia.."Ujar Yeon Woo.
"Katakanlah..."Jawab Hwon cepat.
"Saya benar-benar minta maaf."
"Untuk Apa?"Tanya Hwon tak mengerti.
"Dihari pertama saya bertemu anda,saya sudah salah menuduh anda sebagai seorang Pencuri. Saya benar-benar minta maaf.Saya sangat kasar dan tidak hormat pada Yang Mulia.Saya benar-benar minta maaf".


Hwon tersenyum mengangguk"Saya sungguh mohon maaf atas hal ini".(Mengartikan bahwa Hwon minta maaf atas kesalahannya membuat Yeon Woo cemburu atas pertemuan kesalahan dirinya dengan Bo Kyung).


"Semuanya...adalah kesalahan saya.Aku tidak menyalahkanmu.Karena itu,apapun yang terjadi tolong jangan salahkan dirimu lagi."Pinta Yeon Woo
"ada pepatah :Raja(pria terhormat) tidak akan menyesali langit(surga) dan tidak akan menyalahkan manusia(menaruh dendam pada orang lain)"Ujar Hwon mengatakan.Yeon Woo berkata hal itu benar.


Lalu Yeon Woo mencoba bicara sesuatu padanya.Hwon mengatakan kalau Yeon Woo tak perlu segan untuk mengatakannya.Yeon Woo mengatakan kalau ia benar-benar bahagia setelah bertemu Hwon.Hwon terdiam sejenak,kata-kata Yeon Woo terdengar seperti ucapan selamat tinggal dan senyum Hwon menghilang.


Ia lalu memberi tahu Yeon Woo sambil menangis bahwa Yeon Woo mulai sekarang akan kembali bahagia jadi memintanya untuk tidak mengatakan hal itu lagi.Keduanya tersenyum satu sama lain.


~~~~Bersambung Episode 5 Part 2~~~~

Komentar : Yah,inilah draft yang tersimpan manis kemarin(Yang malas diposting atau dilanjutkan karna Down)...terima kasih semua teman-teman atas semangatnya..salut akan semangat kalian yang benar-benar berpikir positif.
Benar,tak perlu berkecil hati akan semua itu.Tetap semangat Para penulis....juga selamat berhari libur semua...Semoga kita mendapatkan semangat baru yang lebih baik.Amin.

Semangat...semangat...semangat...Semangat...semangat......^^ (sambil nyalamin dari jauh pada semua teman-teman).

10 komentar:

  1. @oca...semangat ya mb dan tris atas sinopsisnya...saya tunggu kelanjutanya karena saya ampe bergadang dan besoknya telat ngantor cuma mau baca sinopsis ini hehhehhehhe tolong di lanjutkan lagi ya...

    BalasHapus
  2. Semangaaattt mbaaa....
    Di tunggu lanjutannya yaaaa....
    (*^﹏^*)(*¯︶¯*)(*¯︶¯*)(*¯︶¯*
    dri kemarin g keitung brp kli bka blog ini cuma pgn ngecek lanjutan sinopsiisnya..hehehe

    BalasHapus
  3. @Oca : kenapa gitu,jangan lah..nanti telat say...kan bisa diliat dikantor diam2 he he...

    anonim : wah makasih banget ya..
    sebenarnya aku lagi malas banget nyinop karna blogku dicopas.,tapi begitu banyak yang kasih komentar seperti kalian aku jadi merasa bersalah.

    Maafkan saya ya anonim ^^.kamsahamnida

    BalasHapus
  4. yeahh dilanjutin, aku kira unnie ga mau lanjut lagi gara-gara di copas...

    FIGHTING unnie :)

    BalasHapus
  5. @devi : iya lanjutin aja...(belajar menerima)

    BalasHapus
  6. Semangaaaatttt!!!!


    Maksihhhhhh...^_^

    *g bisa berkata2 lg..terharuuu :)

    BalasHapus
  7. Desy says :
    mbak sinopsis the moon that embraces sun nya keren banget :D
    aku selalu baca sinopsis yang mbak post. di tunggu yaa sinopsis episode selanjutnhya :D
    FIGHTING !

    BalasHapus
  8. ookkkkkkkkeeeeeeeeee
    lanjutin mbak......
    aku salut banget ma mbak cha...

    -FIRDHA-

    BalasHapus
  9. bkin nangiis bca sinopsis ini plus dengerin soundtrack.nya(heora-under the moonlight) .. T,T sumpah tu nenek jahat bgt seh!! >O

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.