1.17.2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 4 Part 2

Sinopsis The Moon that embraces the sun Episode 4 Part 2
Yeom berjalan pulang melewati halaman rumahnya dan diam-diam ia melihat Seol berlatih bermain pedang.Seol mencoba untuk menyembunyikan pedangnya,namun Yeom telah melihat hal itu lebih dulu dan berjalan mendekatinya.

"kemampuan pedangmu lumayan.."Ujar Yeom berkomentar
"Maafkan saya Tuan Muda.."Jawab Seol takut
"tidak apa-apa."Ujar Yeom tersenyum.
"Tapi kenapa anda datang?"Tanya Seol.
"Ah,sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu padamu."Jawab Yeom yang kemudian lebih mendekat dengan Seol hingga jarak mereka begitu dekat.
"Pertama-tama tataplah wajahku.."Ujar Yeom
"Apa? Bagaimana bisa orang rendah seperti saya menatap wajah Tuan Muda"Ujar Seol terus menunduk.
"Tidak apa-apa.tataplah aku"Pinta Yeom.Seol lalu perlahan mendongakan wajahnya.
"Jika ada seorang wanita yang mirip denganku,siapakah dia?"Tanya Yeom.
"Nona Yeon Woo.."Jawab Seol cepat.
"Seperti dugaanku.Tapi mereka belum pernah bertemu.Bagaimana kalian bertemu? Kapan dan dimana?"Gumam Yeom bingung.
Dan pertanyaan itu segera ditanyakan Yeom pada Yeon Woo dirumah.
"Pada hari upacara penghargaan untukmu,kami bertemu secara tidak sengaja di istana".Jawab Yeon Woo.
"Apakah kau merasakan perasaan yang sama dengan Putra Mahkota?Apakah hatimu merasakan hal yang sama?"Tanya Yeom.
Yeon Woo terdiam sejenak lalu bicara.
"Aku tahu apa yang orabeoni khawatirkan, tapi..."Ujar Yeon Woo terpotong
(Orabeoni - kakak).
"Apakah kau tahu bahwa Putri Mahkota sekarang ini sedang diseleksi?Keputusan telah diambil."Tanya Yeom.
"Aku tahu.."Jawab Yeon Woo.Yeom berpikir sejenak.
"Katakan bahwa kau punya penyakit sebagai alasan.Kau harus berpura-pura sakit untuk
menghindari pemilihan.Masih ingat pertama kalinya aku mengajarkanmu bagaimana bermain Go?Hindari musuh yang lebih kuat untuk membela dirimu.Ketika musuhmu lebih kuat,kau harus memastikan keamananmu terlebih dahulu".Ujar Yeom mengingatkan.

"Tapi Orabeoni..."Ujar Yeon Woo mencoba memberi penjelasan
"Jika mereka tahu mengenai hubunganmu dengan Putra Mahkota,kau akan berada dalam bahaya.Yeon Woo, kau mungkin akan menjadi korban"Ujar Yeom mengkhawatirkan adiknya.
Yeon Woo lalu tersenyum.
"Aku tidak bisa melakukan itu."Jawab Yeon Woo
"Yeon Woo..!"Seru Yeom
"Aku tidak akan mundur. Aku tidak bisa membatalkan sebuah langkah dalam pertandingan catur.Ini juga sesuatu yang kau ajarkan padaku.Ini sama dengan perasaan seseorang.Hanya jika kau yakin, maka kau tidak akan mudah ragu.Tak peduli apapun hasil akhir pemilihan itu nanti,aku tidak bisa berbohong kepada Yang Mulia."Jelas Yeon Woo.

Yeom terdiam tak mampu berkata apapun atas jawaban adiknya.Ia benar-benar frustasi masalah ini.
Malam itu seorang Pria bernama Hong Gyu Tae dari persatuan pelajar Sungkyuwnkwan dibawa oleh beberapa penjaga istana menemui Hwon.Hong Gyu Tae awalnya menolak untuk ikut dan bertanya-tanya pada penjaga istana tersebut alasan ia disuruh berpura-pura menjadi  seorang pejabat dan meminta alasannya.
Penjaga istana tetap diam dan secara diam-diam terus berjalan membawa Gyu Tae menuju kamar Pangeran Hwon.
"Bagaimana saya bisa diam.."Keluh Gyu Tae kesal tidak mendapatkan jawaban.Ia lalu dibawa masuk menuju kamar Hwon.Gyu Tae kaget melihat kasim Hyun Sung.
"Beri Hormat pada Yang Mulia"Ujar Hyun Sung.
Gyu Tae kaget segera berlutut.Hwon mengatakan tidak apa-apa.
Diantara sehelai tabir yang memisahkan keduanya,Hwon lalu bertanya pada Gyu Tae apakah dirinya adalah ketua persatuan Pelajar Sungkyuwnkwan yang bernama Hong Gyu Tae.

"Benar.Kenapa anda ingin bertemu dengan hamba,orang kecil dan rendah ini?"Tanya Gyu Tae seraya berlutut.
"Saat aku dianugerahi gelar Putra Mahkota,Aku juga diakui untuk belajar di Sungkyunkwan. Aku tidak pernah bisa belajar bersamamu,tapi dianggap sebagai pelajar Sungkyunkwan sepertimu,aku merasa sangat bangga."Ujar Hwon memuji.
"Hamba tidak pantas mendapatkan pujian anda."Ujar Gyu Tae
"Namun begitu, akhir-akhir ini aku merasa bahwa belajar di Sungkyunkwan itu memalukan."keluh Hwon
"Apa?"Tanya Gyu Tae kaget.
"Kau harus menggunakan apa yang telah kau pelajari dan membantu Raja dalam mengikuti jalan yang benar,itu adalah tugasmu sebagai pejabat.Kenapa Sungkyunkwan hanya menjadi
peneliti dari keadaan sekarang?"Tanya Hwon.
"Hamba tidak tahu apakah hamba bisa menebak dengan benar.Apakah yang anda maksud adalah pemilihan Putri Mahkota?"Tanya Gyu Tae.
"Kau adalah pejabat resmi yang berhak dalam hal itu disungkyuwnkwan yang bisa membawa keluar masalah pemilihan putri Mahkota.apakah itu bisa digunakan sebagai alat
untuk memelihara kekuasaan sebuah keluarga?"Ujar Hwon.

Gyu Tae terdiam tak berani menjawab hal itu,begitu juga Kasim Hyun Sung yang ikut mendengar terkejut.
Pagi itu Mentri Yoon Dae Hyung pergi menemui Ibu Suri(Queen Dowager/Ratu Yoon).
"Apakah kau sudah menyiapkan semuanya jika ada hal tak terduga?"Tanya Ibu Suri.
"Ya.  Orang yang diinginkan oleh Baginda Raja dan Putra Mahkota adalah Putri Heo Young Jae.Saya tidak bisa hanya duduk dan melihat saja."Ujar Mentri Yoon.
"Tenanglah, kekuasaan atas pemilihan itu ada di tanganku"Ujar Ibu Suri menenangkan.
"Dari semua posisi di sekitar Baginda Raja,apakah Putra Mahkota adalah satu-satunya?Suatu saat nanti, anak itu akan dimanja sebagai selir kerajaan..."Pikir Mentri Yoon.
"Itu tidak bagus..."Ujar Ibu Suri
"Bukan hanya itu, tapi jika anak itu menjadi yang pertama mengandung..."Pikir Mentri Yoon.
"itu tidak mungkin...kau benar,Paling baik jika kita memiliki rencana untuk menghadapi hal-hal yang tak terduga.Tapi untuk membuat rencana cadangan,Itu sulit"Jawab Ibu Suri.

"Anda bahkan bisa menghilangkan matahari.(Matahari disini mengacu pada Raja)Bagaimana sebuah bulan akan sulit?(Bulan - Ratu).Terlebih lagi, Peramal Istana Bintang juga merupakah salah satu orang Yang Mulia.Apa yang anda takutkan?"Tanya Mentri Yoon.

Keduanya tersenyum bersama...( Cha_sya : Ah,rencana ini...bener-bener deh).
Gyu Tae memberikan wejangan tentang pemikiran pemilihan Putri Mahkota pada pelajar Sung Kyuwnkwan untuk melakukan protes masa.
"Kalian semua tahu politik keluarga Ibu Suri dalam sejarah,bisa membawa pada suatu keadaan tertentu.Transaksi penjualan kantor dan jabatan telah menjadi hal yang biasa. Orang-orang yang membeli jabatan resmi menggunakan uang, sulit dikatakan bahwa
mereka adalah pejabat yang bagus.Kita pelajar Sungkyunkwan yang menerima
gaji sebagai seorang pejabat,bagaimana kita hanya bisa duduk dan melihat saja?"Ujar Gyu Tae.

Lalu bersama-sama para pelajar Sungkyuwnkwan,Gyu Tae membawa sebuah petisi yang mereka ajukan pada Raja.Mereka melangkah maju berjalan menuju gerbang istana untuk melakukan suatu tuntutan.

Lalu memberikan petisi tersebut pada salah seorang pejabat yang berada diluar istana.Gyu Tae tersenyum berpikir jika Gwondang/Demonstrasi pelajar ini sebenarnya diatur pribadi oleh Putra Mahkota.Dan hal itu sangat menyenangkan
Raja Sung Jo lalu membaca tuntutan mereka dan berpikir kembali tentang percakapannya pada Hwon.
Sambil membaca surat tersebut ia teringat kembali ucapan Hwon padanya :"Tolong diperbaiki kembali.Aku percaya inilah yang disebut politik yang sebenarnya.Semua benda yang hidup, terutama manusia seharusnya bisa menemukan posisi yang cocok dengan mereka.Inilah yang kurencanakan jika aku menjadi raja.Permulaan ini...Bukankah seharusnya ini diawali dengan pemilihan calon istriku?"Tanya Hwon ketika itu.
"Apa itu pendirian yang kau anggap benar?"Tanya Raja.Hwon membenarkan.Lalu Raja meminta pada Hwon untuk menunjukan hal itu padanya serta meyakinkan dirinya.Dan hal itu ia katakan sebagai politik.
Raja terkesan akan pemikiran Hwon yang telah berhasil mendapatkan pengakuan dari Pelajar Sungkyuwnkwan untuk melakukan petisi.
Para Pelajar Sungkyuwnkwan berlutut diluar istana dan terus memohon untuk melakukan proses pemilihan seleksi yang adil.Protes mereka berlangsung sangat lama,hingga para mentri berpikir untuk menghukum mereka.
"Mohon jawab permohonan kami, Yang Mulia.Mohon jawab permohonan kami.Mohon hapuskan hukum bahwa keluarga lain bisa memilih istri."
Para Pejabat istana melapor protes karna Hogok Gwondang terus berjalan,mereka protes karna pelajar Sung Kywunkwan terus melakukan petisi hingga hari kelima.
(Hogok Gwondang: cara demonstrasi dimana seseorang duduk di luar istana, meratap dan menangis).Dan meminta Raja untuk memberikan jawaban resmi sebagai tradisinya.

Salah seorang pejabat lain berpikir jika yang dilakukan pelajar Sungkyuwnkwan adalah salah,dimana ia menilai hal ini telah berlaku sejak masa lalu dimana pemilihan ditentukan oleh ibu Suri.Dan meminta Raja untuk tidak memperhatikan hal itu yang dianggap tidak masuk akal.
Salah Seorang Pejabat lain juga turut mendukung hal seperti itu,mengatakan jika peristiwa yang patut dirayakan malah terdapat keonaran yang sebaiknya dihukum dan menyarankan untuk menghukum pemimpin Demonstrasi tersebut dengan sangat berat.

Namun mentri Heo berpikir lain ia salah satu orang yang mendukung Pelajar Sungkyuwnkwan melakukan demonstrasi mengatakan kalau mereka telah bertindak tanpa memikirkan kekhawatiran pada negara ini dan dengan tanpa keegoisan.Mentri Heo bertanya-tanya bagaimana mereka bisa menyebut hal itu adalah suatu yang salah.

"Jika kita tidak mengabulkan keinginan mereka,dan menghalangi jalan kejujuran
serta nasihat yang bijak,siapa yang akan punya keberanian di masa mendatang
untuk memusatkan diri mereka pada masalah-masalah pekerjaaan dan mengkritik kebijakan pemerintah?Pendapat publik.Tidak peduli dinasti apapun,mereka mendapat persetujuan rakyat pada masalah itu.Di tempat yang di pengaruhi oleh pendapat publik,bahkan seorang buangan tidak bisa di remehkan.Di tempat yang tidak dipengaruhi oleh pendapat publik, bahkan seorang menteri sebuah negara pun tidak akan punya kewenangan.Memberikan tanggapan resmi setelah mencari jawabannya melalui pendapat publik adalah hal yang benar
"Ujar Mentri Heo.

"Tapi Yang Mulia..."Ujar Mentri Yoon mencoba menolak
"Dengarkan titah kerajaan..Aku akan memberikan petisi pelajar sebuah tanggapan resmi, sebagai berikut.Aku percaya pada kesetiaan kalian dan berencana untuk memberitahu
kalian sebuah kebijakan kerajaan.Jadi, pemilihan Putri Mahkota kali ini akan melanggar tradisi dimana Ibu Suri yang memiliki kekuasaan.Aku secara pribadi akan melakukan
pemilihan itu.Untuk bersama-sama dilakukan oleh para Klan Bangsawan dan keluarga Raja.""Ujar Raja .

Akhirnya keputusan Raja resmi dibacakan pada semua pelajar Sungkyuwnkwan yang melakukan Hogok Gwondang.Salah seorang Pejabat Istana lalu membacakan hal tersebut yaitu tiga keputusan resmi yang diturunkan oleh kekaisaran Raja.
1.Setiap rumah berpartisipasi untuk memilih atau menentukan pilihan.Untuk memilih yang adil.
2.Tempat pemilihan dilakukan diaula istana dengan terbuka dimana tetap memelihara aula istana dengan damai yang kemudian dipindahkan keruang raja dari kamar Ibu Suri.
3.Selanjutnya untuk mencegah orang yang dianggap tidak berguna,untuk mengurangi penderitaan rakyat dan kesulitan rakyat dengan tidak menggunakan tiga kata untuk memilih melainkan menggunakan hak nya untuk memilih.Putra Mahkota menikah sebagai jalan untuk melanjutkan garis hidup negara.Dari keluarga kerajaan sampai generasi selanjutnya.
Ibu suri pergi menemui Putranya(Raja Sung Jo) untuk mengeluhkan hal itu.Ia menegur putranya mengapa membiarkan keputusan itu dari pelajar konfusius yang ia anggap bodoh sebagai suatu fitnahan pada kerajaan,dan hal itu membuat Ibu Suri mengatakan kalau kerajaan akan terlihat lemah atau pihak istana tidak stabil dalam memiliki kekuasaan.
Raja berpikir jika Pelajar Sungkyuwnkwan adalah saran yang paling setia memberikan argumen untuk kerajaan,dimana ia bertanya-tanya apakah Ibu Suri tidak peduli dengan ucapannya yang menuduh hal itu sebuah fitnahan.
"Apa katamu?"Tanya Ibu Suri
"Bahkan jika seorang gadis dengan kemampuan yang begitu bagus tidak dipilih dalam
persekongkolan sejak awal,maka dia akan tetap terpilih.Bukan begitu?"Ujar Raja Sung Jo.
"Jadi kau melawanku,begitukah?"Tanya Ibu Suri melotot.
"Rakyat menyuarakan pendapat mereka dengan suara bulat.Aku tidak bisa menghindar dari masalah ini lagi."Ujar Raja Sung Jo.
Ia meminta putranya untuk menghindari ucapan seperti itu.Ibu Suri mengklaim bahwa dirinya membuat pilihan dengan pemikiran besar dan bukan karena hubungan kekeluargaan.
Raja mengingatkan bahwa mereka perlu memungkinkan pilihan rakyat juga untuk didengar.Dimana ia sebagai Raja ia tidak hanya berbakti kepada orang tuanya,tapi ia juga harus berbakti kepada Rakyatnya. 
"Sebagai raja negeri ini,bagaimana bisa kau hanya memiliki orang tua kandung saja?Orang tua dari rakyat adalah raja.Jadi orang tua raja juga adalah rakyat"Jawab Raja Sung Jo.
"Yang Mulia...."Bentak Ibu Suri
Ibu Suri mengingatkan Raja bahwa dia adalah seorang Ratu yang juga harus melindungi tahta keluarganya dari orang-orang pemberontak dan penghianat.
"Aku harap kau tidak lupa bahwa itu dilakukan olehku dan keluargaku"Ujar Ibu Suri mengingatkan.
"Aku tidak akan melupakannya.Bagaimana aku bisa lupa?"Ujar Raja pahit.

Raja Sung Jo tentu ingat akan hal itu.Dia tahu bahwa untuk melindungi kekuasaan mereka,Ibu Suri dan Mentri Yoon membunuh seorang Pangeran Uisung yang tidak bersalah,Ya...adik tiri Raja Sung Jo.
Ia melotot menatap ibu Suri ,"Demi kekayaan dan kekuaan keluarga.Ibu dan Yun Dae Hyeong telah melakukan suatu kekejaman.Itulah kenapa Pangeran Uisung yang tidak bersalah dibunuh"Ujar Raja.

Ibu Suri terkejut,"Jika kau tahu mengenai hal ini, lalu bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti ini.Karena akulah, tangan Yang Mulia tidak terkotori oleh darah"Ujar Ibu Suri menguatkan suaranya.

"Kenapa kau harus tetap diam?Meskipun aku akan mengetahui kebenarannya nanti.Tapi kenapa aku tidak bisa memberikan sebuah ganti rugi untuk Pangeran Uisung?Aku tetap diam selama 13 Tahun dan memenuhi semua keinginanmu sebagai anak berbakti.Jadi mohon,jangan membuat permintaan yang tamak lagi.Pemilihan Putri Mahkota akan dilaksanakan secara adil"Ujar Raja Sung Jo sama marahnya dengan Ibu Suri.

Ibu Suri terdiam atas ucapan putranya,segera Raja Sung Jo memanggil pelayan Ibu Suri untuk membawanya kembali kekamarnya.
Ibu Suri sangat marah.Ia duduk dikamarnya sendirian dengan mengepalkan tangannya dan terlihat ia ingin membunuh seseorang.Ia bergumam pada dirinya" Yang Mulia, kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini.Tunggu dan lihat saja.Aku tidak akan menyerah".

(Cha_sya : Wah,ada rencana apa tuh ibu suri?bisa bisikan sama cha?kekekek).
Yeon Woo sedang berlatih bagaimana berlutut memberi hormat,dimana Ibunya memperhatikan langkahnya.
Segera melihat Yeon Woo salah,ibu berkata "Kau tidak boleh melakukannya seperti itu.
Tidakkah kau pikir itu terlalu lembut?Buat gerakan yang lebih lebar seperti ini."Ujar Ibu Yeon Woo seraya mempraktekan.
"Benar,kita akan membiarkannya seperti itu.Saat ada mie di meja makan,kau harus membuat suara saat kau memakannya.Semakin jelek kau terlihat saat kau makan,
akan lebih baik.Dan katakan bahwa membaca adalah kegemaranmu.Dan untuk menyulam, katakan saja bahwa kau tidak bisa melakukannya.Ini adalah yang sebenarnya jadi kau tidak
akan kesulitan untuk menjawabnya.Jika kau ditanya seberapa banyak yang telah kau pelajari,kau harus menjawab bahwa kau sudah memahami dengan baik Empat Buku dan
Lima Sastra Klasik pada usia tiga tahun.Hmm,apa lagi nanti disana..."Pikir Ibu Yeon Woo sedikit khawatir.

Melihat sikap ibunya,Yeon Woo tersenyum.
"ibu.."Panggil Yeon Woo.
"Ada apa?"Tanya Ibu.
"Apakah saya benar-benar akan gagal untuk dipilih jika seperti ini?"Tanya Yeon Woo.
"Apa maksudmu dengan itu?Saya hanya mengatakan bahwa demi pemilihan itu..."Tanya Ibu Yeon Woo terkejut.
"Jadi kau menyadarinya..."Lanjut Ibu Yeon Woo.Yeon Woo tersenyum mengatakan kalau hal itu akan terlihat aneh jika ia mengatakan tidak tahu.
"Jangan seperti ini, ibu.Tak peduli seperti apapun hasilnya nanti,paling tidak saya ingin menjadi putri yang bisa dibanggakan oleh ayah saat saya tidak berada di depan beliau.Jadi Ibu awasi saja saya."Pinta Yeon Woo.
Mendengar hal itu,Ibu Yeon Woo mengela nafas berat lalu memeluk putrinya.
Hari itu,semua gadis memasuki istana untuk dilakukan seleksi.Terlihat Yeon Woo keluar dari paladinnya tersenyum pada Bo Kyung yang juga baru tiba,Bo Kyung balas tersenyum padanya.
Kemudian malam itu,Yeon Woo berdiri didepan halaman menengadah keatas menatap bulan.Ia ingat ucapan Hwon padanya,bahwa Hwon akan menunggunya dan memastikan Bahwa Yeon Woo akan datang sebagai calon istri untuk Putra Mahkota.
Dan ia melihat Yang Myung berjalan kearahnya.
"Ini sudah begitu larut dan lagi, kenapa ada...anda mau pergi kemana?"Tanya Yeon Woo yang melihat Yang Myung menggunakan pakaian biasa untuk perjalanannya.Yang Myung tersenyum.
"Setelah di sini untuk beberapa hari,aku ingin melakukan perjalanan lagi.Aku datang karena aku ingin bertemu denganmu sebelum aku pergi"Jawab Yang Myung.
Yang Myung kemudian menggodanya dan berjalan mendekatkan wajahnya pada Yeon Woo dimana Yeon Woo juga menjauhi wajah Yang Myung.Ia menatap Yeon Woo dan tersenyum.
"Sungguh wajah yang jelek.Aku sudah melihat dengan baik.Aku pergi sekarang"Ujar Yang Myung hendak pergi.
"Akankah anda kembali?"Tanya Yeon Woo.Yang Myung lalu tersenyum dan berbalik menolehnya.
"Kenapa?Apa kau takut bahwa aku tidak akan kembali?"Tanya Yang Myung
"Ini karena anda sering tidak membiarkan siapapun menemukan anda untuk beberapa waktu. Semua orang akan khawatir.Saat anda melakukan perjalanan, tolong paling tidak tetap berhubungan dengan beberapa..."Ujar Yeon Woo terputus.Lalu Yang Myung menyelanya.
"Kau ingin pergi denganku?Bahkan jika keputusan untuk menunjuk seorang Pejabat atas pernikahan Putra Mahkota dibatalkan.Pada akhirnya tetap putri Menteri Aparatur
Negaralah yang akan menjadi Selir Kerajaan bagi Putra Mahkota.Anda paling tidak bisa menjadi istri yang baik bagi adikku.Atau jika tidak, kau akan selamanya dilarang untuk menikah.Dan hidup sendirian sepanjang sisa hidupmu.Jika kau ingin melarikan diri dari keadaan ini,jika kau mengiginkannya,Tidak peduli jika kau adalah milik Putra Mahkota aku akan melindungimu.Setelah membawamu pergi jauh"Ujar Yang Myung.

"Lelucon ini sungguh tidak lucu"Ucap Yeon Woo mengomentari ucapan Yang Myung.
Yang Myung tersenyum pahit.
"Benar..ini tidak lucu..Apakah kau tidak akan menyesali pilihanmu sendiri?Meskipun sedikit?
"Tanya Yang Myung.
"Ya.."Jawab Yeon Woo.Yang Myung tersenyum.
"Kalau begitu jangan terlalu banyak berpikir.Kau akan mampu melakukannya
dengan sangat baik.Dan langsung menyingkirkan putri Menteri Aparatur Negara dan yang lainnya.Kau mengerti?"Ujar Yang Myung mencoba memberi semangat,meskipun wajahnya terlihat sangat sedih.Ia lalu menjetikan jarinya kewajah Yeon Woo.

Yeon Woo mengaduh..."Argh..."
Lalu Yang Myung pergi meninggalkan Yeon Woo dan melompat melewati dinding rumah Yeon Woo,ia tersenyum pahit.Ia menoleh kesamping dan menyadari Woon menunggunya.
"Aku tidak melihatmu dirumah..Jadi aku tahu aku bisa menemukanmu di sini."Ujar Woon memberitahu.
Dalam perjalanan,Woon lalu bercerita tentang Yeon Woo yang telah berhasil masuk hingga seleksi akhir.
"Aku dengar dia telah masuk dalam tahap pemilihan akhir.Kenapa kau tidak memohon pada Baginda Raja?"Tanya Woon..
Yang Myung mengatakan dengan istilah konfusius bahwa pernah seorang pria mengatakan "Memanggil bagian seseorang yang telah menemukannya dimana seorang konfisius mengatakan :"Guru, tolong puji aku.Hari ini, ayahku memukulku tanpa alasan.Dan saya dengan patuh menahan pukulannya.Tidakkah anda pikir saya saya hebat?".Apa kau tahu apa yang dikatakan oleh Konfusius?Orang bodoh.Jika kau dipukuli sampai mati, maka ayahmu
akan menjadi seorang pendosa karena membunuh anaknya sendiri.Bagaimana ini menjadi orang yang tidak berbakti.Saat ayahmu memukulmu tanpa sebuah alasan yang jelas,kau harus melarikan diri.."Ujar Yang Myung panjang lebar dengan senyuman pahit.
Mereka berhenti sejenak dan Woon menyimpulkan ucapan Yang Myung.
"Jadi kau berencana untuk pergi?"Tanya Woon.

Yang Myung lalu melihat bulan.
"Sebuah pohon diharapkan untuk berdiri tegak,tapi angin tidak akan pernah berhenti. Apalagi yang bisa kulakukan?Lebih baik menghindar sebelum dia menjadi rusak dan terpotong.Tidak... apakah ini jalan keluar paling buruk?Tapi, mungkin bulan itu.Tak peduli kemanapun aku pergi,dia mungkin akan datang padaku".
Hari ini adalah Hari kesepuluh dimana tiga orang gadis telah ditetapkan untuk seleksi berikutnya.
"Sejak putaran pertama pemilihan sampai ke putaran final.Kalian semua telah menderita. Kelihatannya kalian semua terlalu gugup.Meskipun ini adalah istana, ini juga tempat
dimana orang tinggal.Jadi kalian tidak perlu terlalu takut."Ujar Raja Sung Jo menatap ketiga wajah gadis tersebut.
"Yang terbaik akan dipilih secara pribadi oleh anda,Yang Mulia.Maka wajar jika mereka ketakutan."Ujar Ibu Suri tanpa ekspresi.
Raja tersenyum kecil.
"Hari ini aku punya sebuah pertanyaan untuk kalian.Aku adalah raja negara Joseon. Jika kalian menilaiku sebagai uang.Berapa banyakkah nilainya?Silahkan putri dari Choi Sang Jin yang menjawab untuk pertama kali"Ujar Raja mempersilahkan Putri dari Choi Sang Jin.
"Apa?Seratus ribu yang. Tidak. Sepuluh juta Yang.Mohon beri hamba hukuman.Hamba tidak memahami uang dengan baik Hamba tidak tahu berapa banyak yang akan dianggap sebagai uang yang banyak"Ujarnya memohon maaf.
(Yang: mata uang di jaman Joseon).

"Jadi Putri Yoon Dae Hyung kau lah yang harus menjawab.."Pinta Raja.
"Raja bernilai setinggi gunung dilangit dan sedalam laut.Mustahil untuk dinilai.Bagaimana bisa menggunakan uang untuk menilai? Kami mungkin bisa membandingkan dengan emas dan permata.Mohon ijinkan hamba berbicara dengan terus terang.Mari kita menunggu sampai alat untuk mengukur berat langit dan kedalaman laut ditemukan.Ketika saat itu tiba, mohon tanyakan kepada hamba kembali"Ujar Bo Kyung menjawab.

Mendengar ucapan Bo Kyung,Ibu Suri tampak senang.
"Selanjutnya adalah giliran putri Heo Yeong Jae untuk menjawab"Ujar Raja.
"Karena Yang Mulia telah bertanya,saya harus menjawabnya.Jawabannya adalah satu yang."Jawab Yeon Woo.
Mendengar Jawaban Yeon Woo yang terlalu berani, dua mentri yang menjadi dewan juri terkejut,dan Raja sedikit masam,Ibu Suri tersenyum mengejek.
Hwon sedang berlatih memanah,dan beberapa kali semua arah panah tidak mengenai sasaran(keluar).Kasim Hyun Sung berlari tergesa-gesa memanggil Hwon "Yang Mulia!"beberapa kali.
Hwon tersenyum bertanya pada Hyun Sung bagaimana?Namun Hyun Sung sulit mengatakan.
"Aku bertanya padamu, bagaimana hasilnya?"Tanya Hwon mengulangi.
"Itu...."Ujar Hwon.
Yah,kita sudah melihat Yeon Woo mengenakan pakaian Putri Mahkota.Ia berlutut memberi hormat kepada Raja,Ibu Suri dan permaisuri.Raja tersenyum menatap Yeon Woo,begitu juga Permaisuri.
Ibu suri tampak membeku menatap Yeon Woo yang sedang memberi hormat kepadanya.
Raja kemudian ingat tentang alasan Yeon Woo kenapa menjawab Raja dinilai seperti mata uang Satu Yang.
"Bagi rakyat biasa yang miskin tidak ada yang lebih berharga dari satu yang.Orang yang memiliki sepuluh ribu yang adalah orang kaya dan tidak berpikir bahwa satu yang itu berharga.Tapi bagi orang miskin yang tidak memiliki apa-apa, mereka benar-benar paham
betapa berharganya satu yang itu.Jadi bagi rakyat biasa yang miskin,Yang Mulia sama berguna dan sama berharganya dengan satu yang ini.Hamba mohon kepada Yang Mulia untuk menetapkan kebijakan yang baik bagi rakyat biasa"Ujar Yeon Woo panjang lebar.
Raja lalu bertanya pada Yeon Woo bagaimana perasaannya mengenai tinggal diistana?Ia tersenyum memuji Yeon Woo mengatakan kalau menantunya(Yeon Woo) sangat sulit untuk ditemukan.Permaisuri/Ratu Han membenarkan ucapan Raja mengatakan kalau apa yang dikatakan Raja adalah benar sekali dan hal itu adalah keberuntungan bagi kerajaan.Sedangkan Ibu Suri terlihat sangat memendam kemarahannya.

"Aku hanya merasa senang dengan bakat ayah dan kakakmu beberapa waktu lalu,dan untuk berpikir bahwa dia bahkan memiliki putri yang begitu cantik dan bijaksana sepertimu.
Ini benar-benar berkah bagi negara kita.Ibu, tolong sampaikan juga kata-kata yang memberi harapan pada Selir Kerajaan"Pinta Raja pada Ibu Suri.

"Apalagi yang bisa dikatakan oleh seorang wanita tua seperti aku?Tolong layani Putra Mahkota dengan penuh ketulusan."Ujar Ibu Suri pada Yeon Woo.
"Hamba akan selalu mengingatnya dalam hati hamba".Ujar Yeon Woo
Putri Min Hwa cemberut ditempat tidur dan menolak untuk makan atau pergi keluar.
Seorang Dayang mencoba membujuk Putri Min Hwa untuk makan.
"Saya mohon pada anda Putri,makanlah sedikit saja.Jika anda terus begini, itu tidak baik
bagi kesehatan anda."
"Aku sudah bilang itu tidak perlu.."Ujar Min Hwa .
"Kenapa kau melakukan ini?Permaisuri mengkhawatirkan anda.Beliau bahkan tidak ikut dalam pertemuan dengan selir kerajaan"Ujar seorang dayang.
Mendengar hal itu Min Hwa beranjak bangun dan bertanya-tanya "Selir kerajaan?"Ia lalu ingat dengan permohonannya pada Raja yang ditolak.
"Apa hubungannya dengan aku.."Ujar Min Hwa cemberut.
"Bukankah di sana ada seseorang yang anda sukai, Putri?"
"Itu...Di saat aku yakin bahwa dia akan menjadi adik dari suamiku".Jawab Min Hwa.
"Apa??"Ujar Dayang tersebut kaget.
"Jika dia bisa,kenapa aku tidak bisa...Singkirkan makanan ini cepat.Aku akan mogok makan"Ujar Min Hwa sedih
Ratu Han kemudian datang kekamar Putri Min Hwa dan bertanya apa yang terjadi.
"Ayolah.Jangan menangis dan katakan pada ibu ada masalah apa."Pinta Ratu Han meminta penjelasan putrinya.
"Ibu.Tolong mohon pada ayah untukku. Jika dia bukan orang itu, aku akan mati"Rengek Min Hwa.
"Ini sudah keterlaluan.Aku sudah mengatakan padamu agar tidak menyebut namanya lagi"Ujar Ratu Han mengingatkan.Namun Min Hwa terus menangis keras.
"Tapi aku menginginkannya.Ayah Raja,Ibu Ratu..aku benci kalian semua.Aku juga membenci ibu juga."Tangis Putri Min Hwa.
Ia lalu berlari keluar meninggalkan Ratu Han yang sedang kebingungan.
Min Hwa pergi menemui Ibu Suri,memintanya untuk meyakinkan Raja agar ia mengijikan dirinya menikah dengan Yeom.
Ratu Han bingung dan meminta bantuan dengan sikap Min Hwa yang terus merengek pada Ibu Suri.
"jangan berdiri disini..Bantu saya membawa putri kembali kekamarnya.."Ujar Ratu Han memerintahkan pada para Dayang.
"Aku mohon,Nenek bisa membantu saya..."Pinta Min Hwa.Para Dayang lalu membawa Putri Min Hwa pergi.
"Nenek...nenek..aku mohon padamu..."Ujar Min Hwa terus menangis sepanjang jalan.
Dan hal ini tiba-tiba memberikan sebuah ide bagi Ibu Suri.
Shaman Nok Young berdiri diluar sambil memandang langit dengan perasaan galau.Ia melihat awan hitam bergerak menutupi bulan.Mungkinkah ini suatu pertanda buruk?


Lalu seorang shaman lain memanggil Shaman Nok Young mengatakan kalau Dia dipanggil secara diam-diam untuk menemui Ibu Suri malam itu.


Yeon Woo dibawa oleh seorang dayang menempati bangunan bulan perak( Eunwolgak).
Dayang tersebut lalu berkata"Tempat ini disebut Eunwolgak.Karena anda belum menikah, anda tidak boleh tinggal di istana Putri Mahkota.Istana Putri Mahkota seharusnya ada diantara istana dan rumah pribadi anda.Tapi Baginda Raja telah memilih eunwolgak
ini secara khusus untuk anda.Ini juga merupakan tempat yang paling indah di dalam istana".


Yeon Woo tersenyum membenarkan.
"Sesuai dengan namanya. Ini adalah tempat yang benar-benar indah"Gumam Yeon Woo.
"Mohon jangan gunakan bahasa formal/sopan kepada saya"Pinta Dayang
"Apa?ooo...aku mengerti"Ujar Yeon Woo tersenyum malu pada dayang tersebut.Dayang tersebut balas tersenyum.(Ya,karna status Yeon Woo sekarang lebih tinggi dari dayang tersebut).


Dayang tersebut mengatakan pada Yeon Woo untuk istirahat lebih awal hari ini bahwa ia mulai besok akan menjalani banyak serangkaian kegiatan.Lalu Dayang tersebut memberikan sebuah sapu tangan untuk Yeon Woo.
"Sapu tangan ...ini...?"Ujar Yeon Woo bertanya-tanya
"Anda pasti akan membutuhkannya.Kalau begitu saya akan pergi dulu.silahkan istirahat dengan tenang"Jawab Dayang tersenyum.


Para Dayang lalu meninggalkan Yeon Woo sendirian.
Ketika sudah sendiri,Yeon Woo baru menyadari jika ia sangat merindukan ibunya.
"Ibu..."Gumam Yeon Woo hendak menangis.Ia mencari saputangan yang diberikan dayang tersebut lalu mengambilnya dan tersadar kalau ini yang dimaksud oleh dayang tersebut.
"Itulah kenapa kau bilang aku akan membutuhkannya"Pikir Yeon Woo menatap sapu tangan tersebut.

Yeon Woo kemudian menangis dan akhirnya menyadari jika sapu tangan tersebut terdapat tulisan.
Tulisan tersebut berbunyi :"Apakah kau menangis karena kau meninggalkan keluargamu?Jika begitu, bukalah jendela dan lihatlah".
Yeon Woo lalu pergi membuka jendela.Pangeran Hwon dan Kasim Hyun Sung telah menunggunya,keduanya tersenyum.
"Yang Mulia..."Ujar Yeon Woo terkejut.
"Apa aku menakutimu?"Tanya Hwon
"Sebenarnya ada larangan untuk masuk ke istana ini.Kenapa anda disini?"Tanya Yeon Woo.
"Aku menyuap seseorang"Jawab Hwon.Yeon Woo lalu menutup jendelanya.Hwon teriak.."Tunggu!".Namun pintu telah tertutup oleh Yeon Woo.
"Yeon Woo bisakah kau tunggu sebentar saja?"Pinta Hwon.
"Mohon kembalilah,Yang Mulia akan menjadi panutan bagi rakyat,dasar negara ini..."Ujar Yeon Woo panjang lebar.Namun Yeon Woo menyadari jika tidak ada lagi terdengar suara diluar,ia lalu membuka jendela kembali.Dan melihat tidak ada lagi Hwon dan Hyun Sung.


Melihat hal itu,Yeon Woo panik(mungkin takut jika Pangeran marah) dan berlari keluar dari kamarnya."Yang Mulia..."Panggil Yeon Woo.
Hwon ternyata tidak pergi.Ia telah menunggu Yeon Woo keluar.Ia melihat dihalaman sebuah panggung/teater kecil,dan tempat duduk serta para dayang yang juga datang bersama Hwon.
"Apa kau sudah selesai menangis?"Tanya Hwon sambil tersenyum.
"Yang Mulia..."Ujar Yeon Woo tersenyum.
"Aku menerima ijin khusus dari Baginda Raja.Jangan Khawatir"Ujar Hwon .Mendengar hal itu Yeon Woo tersenyum lega.
Kemudian Hwon mengulurkan tangannya pada Yeon Woo.
"Aku mempersiapkan Kouji ini hanya untukmu.Karena kita tidak akan bisa tidur malam ini.Mari kita nikmati bersama"Ujar Pangeran Hwon
(Kouji: sebuah jenis pertunjukan dimana seseorang menirukan berbagai macam suara untuk menghibur penonton).
Yeon Woo lalu berjalan turun mendekati Hwon dan menyambut tangannya dan mereka duduk sambil tersenyum.(Cha_sya :So sweet..)
Lalu Hwon menjelaskan jika pertunjukan tersebut dibuat secara tergesa-gesa dan meminta Yeon Woo memberi simpati atas apa yang telah dilakukan pada pertunjukan tersebut meskipun kurang memuaskan.Yeon Woo tersenyum.

Lalu Hwon mengatakan mulai...dan Pertunjukan pun dimulai.

Kasim Hyun Sung muncul dengan tersenyum dengan dua boneka kecil sepasang ditangannya.Boneka Hwon dan Yeon Woo.Melihat hal itu,wajah Yeon Woo terlihat cerah.Ia pun tersenyum.
Shaman Nok Young kaget atas ucapan Ibu Suri padanya.
"Apa yang baru saja anda katakan?"Tanya Shaman Nok Young
"Putri Mahkota telah berubah, jadi aku memintamu untuk melenyapkan dia.Baginda raja telah meningkatkan pengamanan di istana Putri Mahkota.Tidak mungkin untuk membunuhnya
atau meracuninya.Hanya kau yang bisa melakukan pekerjaan ini tanpa harus mendekatinya".Ujar Ibu Suri
Shaman Nok Young mencoba menolak.
"Keberadaan saya adalah untuk berdoa demi keberuntungan keluarga kerajaan.Karena dia telah menjadi Putri Mahkota,dia sudah merupakan bagian dari keluarga kerajaan"Jawab Nok Young.
"Keadaan kelihatan tidak baik bagi Istana Bintang(Kantor Astrologi) sekarang, bukan begitu? Para pelajar berkali-kali meminta agar Istana Bintang di hancurkan.Pada kenyataannya, itu hampir tidak bisa bertahan.Jika aku tidak terus memberikan dukungan...Apa menurutmu yang akan terjadi nantinya?"Ujar Ibu Suri mengingatkan.
"Apakah anda sedang mengancam saya sekarang?"Tanya Nok Young.
"Ini adalah perintah"Jawab Ibu Suri cepat.
"Orang itu adalah putri Mahkota."Ujar Nok Young tak kalah cepat.
"Dia tidak akan lagi menjadi Putri Mahkota setelah kau membunuhnya.Kau mengatakannya berulang-ulang bahwa putri Menteri Aparatur Negara (Bo Kyung) akan menjadi pemilik Istana Kerajaan.Kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau katakan.Gunakan ilmu hitammu dan bunuh anak itu,Heo Yeon Woo".Perintah Ibu Suri.
Shaman Jang Nok Young berjalan terhuyung-huyung menuju kamarnya dengan pikiran bingung.Shaman Jang Nok Young bergumam gundah ketika ia masuk kedalam"Jadi ternyata aku ,ari.Orang yang akan menyebabkan anak itu meninggal,ternyata aku.Tolong katakan padaku Ari...Apa yang harus kulakukan?".

Ia terduduk lemas dalam ruangannya.Ia bertanya-tanya "Anak itu dan Istana bintang,Siapa yang harus kulindungi diantara dua itu?"
Tiba-tiba Shaman Jang Nok Young telah berada dekat didepan kuburan Shaman Ari.Suatu desa yang terpencil bahkan hanya terlihat semak belukar dan tebing yang curam tanpa seorang pun berada disana .(Cha_sya :Ya elah cha,kayak mendramatisir aja..).

Ia melihat sehelai pita Rambut berwarna merah tergantung disemak belukar.Ia kemudian mengambilnya.Tiba-tiba tangan Shaman Jang Nok Young gemetar mengetahui pita rambut tersebut terdapat sebuah tulisan.Pita tersebut bertuliskan 3 Kata"dua,"manusia",kerja(mungkin dimaksudkan orang yang akan mengerjakannya).."
Shaman Jang terbelalak panik melihat tulisan tersebut dan tanpa sengaja melepaskan pita itu dari tangannya yang kemudian jatuh ketanah.Setelah jatuh ketanah,tulisan pada pita tersebut tiba-tiba menghilang dan muncul satu kata"Shaman."

Lalu pita tersebut terbang ditiup angin dan seolah hilang menuju langit.
Hwon dan Yeon Woo tertawa bersama saat menonton pertunjukan panggung boneka Hwon dan Yeon Woo.
Hwon bergumam pada dirinya..."Ayah,alasan aku datang menemui putri Mahkota hari ini...".
Dan tiba-tiba kata itu terputus seolah Shaman Nok Young mengulangi takdir yang dilihatnya untuk Yeon Woo.
"Meskipun mendekati matahari akhirnya akan menyebabkan pembantaian terhadap
seluruh anggota keluarganya,takdir akan memaksanya untuk berada di samping matahari dan melindunginya.Sungguh.... haruskah aku benar-benar membunuhnya?Putri Mahkota."Ujar Shaman Nok Young
~~Bersambung Episode 5~~~

13 komentar:

  1. cha emang suka banget sama korea ya?
    isinya korea banget nih XD

    tetep update ya :)

    BalasHapus
  2. wow bwntar lagi il woo nongol, pintar yach kata2 bo kyung....

    BalasHapus
  3. ketegangan dimulai
    thanks ya, ats sinopsisny

    #lailia

    mau tanya gmn cara mengubah anonim menjadi sebuah nama

    BalasHapus
  4. @Sienra : suka banget,karna drama2 korea keren2 abis...ha ha...mudah2an aja diupdate (sok sibuk sy).mksh ya udh mampir

    @Devi : iya spertinya bentar lagi,udh nggak sabar...

    @Lailia :akhirnya nggak lagi pake anonim,gomawo berat deh buat lailia...salam kenal ya...

    BalasHapus
  5. Fighttttiiiiing!!!!

    Makasih..makasih.. ^_^

    BalasHapus
  6. "Ini masa tenang sebelum badai,,!"
    Thank berat, buat lanjutan sinopnya:)

    BalasHapus
  7. @Sambenx & dasy : beneran deh,bukannya aku nggak mau ngepost sinop ini sampe selesai,sampe hari ini aja ac kantor ku masih rusak..
    aku berpanas-panas ria buat data...jadi nggak konsentrasi nulis...do'ain ya biar besok udh bener....amin (jadi cepet nulis sinopnya)

    BalasHapus
  8. @Dasy : salam kenal...helllo.....makasih ya komentarnya...

    BalasHapus
  9. cha ngga suka dorama jepang kah?
    hehe :p
    jarang nonton korea sih, seringnya nonton dorama jepang :D

    BalasHapus
  10. g sabaran lagi ne.. buat kelanjutannya...
    tetep semangat ya cha...

    BalasHapus
  11. ga sabar nunggu kelanjutannya.. fightingg

    BalasHapus
  12. siti Nuraeni

    salam kena ka cha...

    ga sabar nunggu klnjutan crta'y,,,,

    tetep semangat ya kak,,,,

    BalasHapus
  13. kelanjutannya belum ya?
    huhuhu.. ga sabar nih.. hiks..

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.