1.06.2012

Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 2 Part 1

 Sinopsis The Moon that Embraces The Sun Episode 2
Yup masih untuk Episode kedua bercerita tentang nasib cinta Yeon Woo,Lee Hwon dan Yang Myung menuju masa depan,berbeda pada episode pertama.Episode kedua ini berfokus pada kisah mereka yang mulai beranjak remaja serta persahabatan dan perkenalan pemain lainnya.
Diistana,Lee Hwon sangat senang melihat payung merah miliknya jatuh dari melayang terbang seperti tertiup angin ketanah,namun para pelayan Lee Hwon panik menyebutnya hantu dimana mereka melihat payung yang tampak hanya bergerak sendiri.
Dia mengambil payung tersebut dan berpikir apakah itu sebagai tanda bahwa ia dapat bertemu dengan Yeon Woo kembali.
Sementara itu Yeon Woo yang sedang duduk didepan halaman rumahnya memikirkan teka-teki surat dari Lee Hwon,ia tiba-tiba mendengar suara jatuh dan tawa manusia,ia pun melihat kehalaman sekelilingnya bertanya-tanya pada dirinya mungkinkah ada seorang pembunuh yang dikirimkan untuk membunuh dirinya.
Dari kejauhan ia melihat sebuah batu tergeletak diatas dinding pagar rumahnya,ia berjalan kearah sana dimana tempat tersebut sebelumnya tempat Pangeran Yang Myung duduk dan menonton apa yang dilakukan Yeon Woo.
Yeon Woo menemukan sebuah batu yang tertinggal atau pun sengaja ditinggalkan Yang Myung.
Batu tersebut ternyata bukan sembarang batu yang ditinggalkan Yang Myung,ternyata ia meninggalkan tulisan untuknya pada batu tersebut yaitu Batu yang menghilangkan kekhawatiran,Yeon Woo juga menemukan sebuah surat yang tergeletak dibawah batu,surat tersebut berbunyi :"Jika kau tidak bisa tidur dimalam hari karna kekhawatiran,maka kau bisa memberitahu kekhawatiranmu pada batu karang ini,karna batu ini adalah "batu yang menghilangkan kekhawatiran" dan ia akan mengambil kekhawatiranmu,sehingga kau bisa tidur nyenyak dimalam hari."Kupersembahkan ini untuk mu sebagai hadiah dari hasil perjalanan saya.


Yeon Woo sangat marah mendengar Yang Myung akan berpergian lagi,meskipun dia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menulis surat ini karna tidak ada tandatangan siapapun.
Yeom dan Won berlatih pedang di sisi halaman lain,Yeom menggunakan pakaian merah muda sementara Woon yang menggunakan jubah biru (keduanya terlihat mirip sekali).Sementara itu seorang Pelayan bernama Seol  bersembunyi dibalik dinding memperhatikan keduanya berlatih pedang.Tentu saja seol melihat hal itu dengan dua alasan yaitu berkeinginan berlatih bela diri dan melihat Yeom.


Won dengan mudah mengalahkan pedang Yeom,Seol sangat antusias menonton mereka berlatih.Namun Won mengetahui bahwa seol sedang memperhatikan mereka,Seol segera pergi meninggalkan tempat tersebut saat Won menoleh.
Yeom mengakui keunggulan keterampilan bermain pedang Won dan berpikir bahwa ia harus lebih sering berlatih lagi.Won menyebut Yeom adalah tuan muda(Woon berasal dari keluarga bangsawan namun starta rendah),dan Yeom menegurnya agar tidak menyebutnya seperti itu.


Yeom mendesah bahwa ia merindukan Yang Myung malam ini dan bertanya-tanya apakah ia baik-baik saja,dan Yeom meminta agar Won tidak terlalu menanggapi tuan muda dengan begitu hormat.
Tiba-tiba Yang Myung sudah berada diatas dinding halaman dan turun tiba-tiba berjalan merayap kebelakang mereka dengan tersenyum.
Won menyadari kedatangan Yang Myung.Yang Myung memberi isyarat agar Won tetap diam dan membiarkan Yeom terus bicara.Yang Myung selalu hidup bersama mereka meskipun kehadiran Yeom dan Won tetap saja membuat hatinya merasakan kesepian.
Yeom kaget saat mengetahui Yang Myung telah datang dengan tiba-tiba dengan mengatakan kalau ia minta maaf telah datang terlambat menemui mereka.
Yang Myung memeluk Yeom dengan bersemangat mengatakan kalau ia tahu Yeom juga merindukannya,dan sengaja datang kesini untuk menemuinya langsung dari perjalanan pertama keliling dari luar istana,Yang Myung mengucapkan selamat pada Yeom karna telah menjadi sarjana.
lalu kemudian hendak meraih Woon berbagi kebahagiaan atas pertemuan mereka,Yang Myung melompat kearah Won,namun Won bergeser satu langkah dari tempatnya untuk menghindari pelukan Yang Myung.Yang MYung terhenti tidak dapat meraih Won.Yeom tersenyum.
Yang Myung  cemberut berpura-pura kesal karna Won tidak begitu semangat (bersikap dingin) saat bertemu dengannya,jadi ia mengatakan kalau ia hanya setengah-setengah mengucapkan selamat pada Won yang telah menjadi seorang sarjana bela diri.
Yang Myung meraih dua sahabatnya tersebut berjalan bersama dan masuk kedalam untuk minum dan mengganti waktu yang tertinggal.
Ketika Yeom bertanya mengapa Yang Myung datang terlambat,yang Myung pelan menjawab bahwa dia harus pergi mengunjungi orang pertama yang paling berharga baginya.
Yang Myung bercanda dan meraih tangan Yeom untuk meminta pengampunan,bahwa ia telah menemukan seseorang yang lebih ia cintai dari Yeom.(Cha_sya:Ha ha...Antara Yeom dan Yang Myung benar-benar bersahabat,Yang Myung sampai menyebut Yeom sebagai cinta favoritnya).


Yeom kaget karna Yang Myung masih belum menemukan gadis lain yang ia kagumi dan Yeom menghela nafas menyadari bahwa Yang Myung kembali memanjat dinding lagi untuk mengunjungi Yeon Woo lagi.Yang Myung mengingatkan bahwa masih ada jarak antara dirinya untuk menjaga Yeon Woo bahkan masih sangat muda.Yang Myung cemberut mengatakan kalau ia harus bisa menyelinap masuk untuk mengintip Yeon Woo ketika ia merindukannya.


Namun Yeom tidak menyukai apa yang dilakukan Yang Myung dengan eksperesi kesal ia mengatakan kalau ia memiliki sejuta alasan untuk hal itu,Won tersenyum melihat tingkah dua sahabatnya.
Yang Myung mengatakan kalau itu sebagai bukti pemberitahuan lebih lanjut untuknya bahwa Yeom juga harus membantunya.
Yeom memperingatkan Yang Myung jika ia pergi lagi untuk mengunjungi Yeon Woo dengan menaiki dinding,maka Yeom tidak akan membiarkan hal itu terjadi dengan mudah.
Yang Myung merubah alur pembicaraan dan kemudian mengeluarkan dua buah hadiah untuk sahabatnya.masing-masing mendapat satu buah batu yang ia sebut batu ajaib yang telah diberkati.Yang Myung menginginkan agar mereka terus membawa batu tersebut agar mereka terus mengingat dirinya.
Woon mengambil batu tersebut dan melihatnya bahwa batu tersebut sangatlah berat jika dibawa kemana-mana.Yang Myung berpikir sesuatu dan mengeluarkan sebuah batu lagi untuk Woon yang lebih kecil dari batu pertama.Yang Myung bertanya sendu jika sekarang dua temannya yang telah lulus ujian sipil akan menjadi pengikut Putra Mahkota.


Mereka menatap Yang Myung dengan rasa sedih,Yeom meletakan batu tersebut dan Won juga turut menurunkan batunya dengan wajah muram.Tapi Yang Myung cepat menutupi kesedihannya dengan terlihat gembira dan tersenyum mengatakan kepada mereka agar bahagia karna mereka telah mendapatkan posisi pada Pemerintahan.Yang Myung mengajak kedua sahabatnya untuk bersulang.




Raja menerima daftar atas calon pejabat baru yang telah diangkat untuk istana,dan berencana untuk menjadikannya sebagai guru baru untuk Lee Hwon.Hwon berganti pakaian pada hari itu dan kasim Hyung Sun masuk membacakan nama dari daftar pejabat baru.
Lee Hwon jengah mendengar daftar tersebut mengatakan kalau ia sudah tahu nama-nama yang tertera pada daftar itu hingga ia membacakan nama-nama tersebut,kasim Hyung Sun melongo karna Lee Hwon terlihat sudah hafal.Sementara Kasim Hyung Sun belum selesai membacakan nama daftar calon yang berpotensial untuk mendampingi Lee Hwon sebagai gurunya.
Lee Hwon merenung jika Ratu Yon sama sekali tidak memberikan keinginan yang ia harapkan.Kasim Hyung Sun ingin membahas siapa orang yang lebih potensial menjadi gurunya,namun Lee Hwon mengatakan kalau ia sama sekali tidak peduli siapa orangnya karna mereka semua sama yang ditempatkan oleh menteri Yoon Dae Hyung untuk mengajar pendidikan yang sama.

Dan Lee Hwon gembira mulai merencanakan tujuan satu-satunya yaitu menyingkirkan satu dari mereka yang menjadi gurunya.Ya,kehidupan seperti neraka.Dia akan melampiaskan kekesalannya pada setiap guru barunya.
Rupanya Lee Hwon sudah terkenal untuk hal ini,dan saat Lee Hwon berjalan keluar menuju ruang belajar,para dayang yang menonton Lee Hwon berjalan keruang belajarnya, bertaruh pada salah seorang temannya tentang berapa lama Lee Hwon akan membuat guru tersebut disana dan akan membuat mereka terus berhenti,lagi dan lagi.


Yeom berjalan melewati para dayang menuju ruang belajar,dimana ia terlihat bersinar terang dan terlihat begitu tampan yang menyebabkan para dayang ternganga dan bahkan ada satu dayang yang pingsan karna melihat keindahannya.
Yeom memasuki ruang belajar dan sopan memberi salam memperkenalkan dirinya pada Putra Mahkota Lee Hwon sebagai guru baru untuknya.

Hwon bersikap biasa dan tanpa merasa suntuk akan pelajarannya,ia membolak balikan buku halaman.
Dan ketika Lee Hwon mengangkat kepalanya untuk melihat Yeom,mulutnya ternganga melihat Yeom yang bersinar terang.
Pada saat yang sama Yeon Woo tahu dari ibunya bahwa kakaknya Yeom akan menjadi guru baru untuk Putra Mahkota.Keduanya terlihat bersama-sama sedang menyulam.Mereka mendiskusikan bagaimana Yeom akan mengajari Putra Mahkota dari sekarang.
Yeon Woo merasa terganggu akan hal itu dan tanpa sengaja jarinya tertusuk oleh jarum sulamannya.
Ibu Yeon Woo segera melihat luka itu dan memastikan bahwa luka tersebut hanya luka ringan.Yeon Woo khawatir dan bertanya-tanya apakah Lee Hwon akan tahu jika dirinya adalah adik Yeom yang menjadi guru untuknya.Yeon Woo kemudian teringat ucapan dirinya pada Hwon ketika itu yang mengatakan padanya bahwa ia datang kesana untuk menghadiri upacara kakaknya.


Hwon berdiri dan bertanya berapa umur Yeom?Yeom mengatakan kalau ia berumur 17 Tahun.Dan Hwon berpikir jengkel jika Yeom terlalu muda dan tidak memiliki kekuatan yang serius berada dibelakangnya.Pada dasarnya Lee Hwon mengamsumsikan bahwa Yeom adalah kaki tangan dari menteri Yoon Dae Hyung,sementara Yeom bingung dengan apa yang dipikirkan Hwon.
Sementara itu Ratu Yoon sangat marah mendengar menteri Yoon Dae Hyung membiarkan Heo Yeom menjadi tutor untuk putra mahkota,dimana ia berpikir Yeom menyelinap masuk pada celah-celah jajaran tersebut dan Yeom bukanlah salah satu orang dari mereka untuk mengajar Putra Mahkota.
Dae Hyung meyakinkan Ratu mengatakan kalau Heo Yeom pasti tidak akan bertahan lama menjadi tutor Lee Hwon.Dan dia meyakinkan jika Yeom hanyalah seorang anak muda yang tidak memiliki kekuatan apapun.Raja memiliki ide tersendiri,dimana ia menginginkan Yeom datang sebagai teman dan guru untuk Hwon pada usia yang sama.
Lee Hwon terlihat mondar-mandir dan sangat marah mengetahui guru barunya terlihat sangat muda,dan Kasim Hyun Sung datang terburu-buru setelah melakukan latar belakang pemeriksaan tentang Yeom.Ia telah mengumpulkan semua informasi tentang Yeom dan melaporkannya pada Lee Hwon.Ternyata Yeom adalah sarjana yang terkenal (dianggap sempurna) dalam penampilan,perilaku,dan belajar.Dan dia adalah idola bagi setiap sarjana.
Lalu kilasan bahwa Yeom juga terkenal disungkyuwnkwan ,ia berjalan menuju pada sarjana dengan sinar cahaya yang keluar dari tubuhnya bahkan saat berjalan mendekati para Sarjana sungkyuwnkwan.Para siswa tersebut segera berdiri untuk memberikan tempat duduk mereka pada Yeom.Dan seorang pelayan wanita begitu menyukai Yeom memberikannya nasi yang jauh lebih banyak dari siswa lain.Yeom melongo heran,sementara para siswa lain melihatnya dan pelayan wanita tersebut tersipu malu kepadanya.


Dan ketika Yeom berjalan-jalan bersama para siswa,semua orang termasuk para wanita berhenti dan menatap kearahnya.Dan ketika seorang siswa memukul Yeom dari belakang yang ingin mengajaknya bertengkar hingga Yeom terjatuh ,lalu Yeom berdiri dan menatapnya,ia malah terpesona oleh keindahan Yeom dan berbalik ingin menjadi sahabatnya.
Yeom juga mempelajari semua pelajaran dengan nilai yang sangat baik,dan dia juga seorang pria jenius sejatinya.
Hal itu ternyata membuat Lee Hwon semakin marah,mendengar kasim Hyun Sung membicarakan Yeom seperti orang yang sempurna.Dia teriak kesal dengan hal itu dan menatap tajam kasim Hyun,Kasim Hyun Sung mengerti jika ia dihukum dan berbalik menatap kedinding.
Malam itu Yeom belajar dikamarnya untuk sesi studi pelajaran malam mereka,suara Yeon Woo terdengar dari luar dan meminta bertemu dengan Yeom.Yeon Woo lalu masuk dan menjelaskan kenapa ia datang keruang belajar istana tersebut.Yeon Woo melihat bahwa wajah Yeom memperlihatkan bahwa ia memiliki sedikit kekhawatiran dibenaknya.Apakah Putra Mahkota menyebabkan masalah pada Yeom?Yeon Woo bertanya apa masalahnya,dia ingin membantu kakaknya.
Yeom mengakui bahwa Putra Mahkota tampak tidak menyukainya dan Yeom bingung tidak tahu bagaimana ia bisa mendapatkan kepercayaan dari Putra Mahkota.Yeon Woo bertanya apakah kakaknya menginginkan bantuan darinya untuk mendapatkan kepercayaan dari Hwon?Yeom tersenyum dan bertanya apakah Yeon Woo memiliki ide untuk itu?
Hari berikutnya,Yeom dan Hwon belajar dalam keheningan.Hwon membaca pelajarannya sendiri,seolah serius dengan buku yang ia baca.Hwon terus menatap kearah buku sementara Yeom menunggu Hwon dengan sabar dan akhirnya bangkit menyatakan bahwa pelajaran hari ini telah berakhir.
Hwon mengatakan kalau Yeom orang yang tidak tahu malu karna ia mengambil upah dari hal ini sementara Yeom sama sekali tidak melakukan pengajaran apapun.Yeom mengatakan jika Hwonlah yang tidak siap untuk belajar.Yeom memberikan pertanyaan pada Hwon apakah dia  mau menerima teka-teki darinya sebagai pengganti pelajaran berikutnya.
Jika Hwon dapat memecahkan teka-teki tersebut,maka Yeom berjanji akan mengundurkan diri dari posisinya sebagai guru.Namun jika Hwon gagal,maka Hwon harus menepati janjinya menghormati dia sebagai guru dan bersedia untuk belajar.


Hwon siap menerima tantangan tersebut,Teka-teki Yeom adalah :Hal apa yang dapat membuat dunia bercahaya dalam satu waktu,dan juga cepat menggelapkan dunia dengan segera.Hwon mencemooh bahwa jawabannya sangatlah mudah dan tersenyum mengatakan bahwa mereka tidak akan bertemu lagi untuk pertemuan belajar berikutnya.
Yeom mengatakan hal itu tidak sesederhana dengan apa yang dipikirkan Hwon.


Mendengar hal itu,Hwon mencoba menggertak mengatakan kalau ia belum bisa menjawab teka-teki Yeom dengan segera beralasan bahwa ia sedang mendapatkan perintah untuk membaca buku tentang pegunungan dan ia meminta pada Kasim Hyun Sung untuk membawa semua buku tersebut kekamarnya agar bisa ia memahaminya.

Adik Pangeran Hwon yaitu Putri Minhwa terlihat sedang berjalan melewati taman dan melihat kasim Hyun Sung membawa tumpukan buku menuju kekamar kakaknya.Minhwa segera berlari kekamar kakaknya untuk mencari tahu apa yang terjadi.Ia melihat Hwon yang terlihat belajar dengan keras.Putri Min Hwa ingin tahu apakah Hwon sedang dihukum oleh ayah mereka dan memintanya untuk terus belajar.

Hwon mengatakan padanya untuk segera pergi.

Minhwa berbalik menatap Kasim Hyun Sung ,dan bertanya apa yang sedang ia lakukan.Kasim Hyun Sung bicara seolah pasrah mengatakan kalau ia sedang dihukum berbalik menatap dinding,mendengar hal itu.Putri Minhwa berpikir jika hal itu terasa sangat menyenangkan.


Kasim memberitahu Minhwa bahwa Hwon sedang mencoba memecahkan teka-teki.Putri Minhwa bertanya-tanya pada kasim tentang teka-tekinya.Kasim menggeleng lemah menolak memberitahu.Putri Minhwa cemberut dan kasim Hyun Sung kasihan sehingga mengatakan teka-teki itu kepadanya.
Minhwa mencoba menebak-nebak,dan ia mengatakan jika jawabannya adalah kelopak mata,karna dengan satu blink maka dunia akan menjadi terang,dan sebaliknya.Kasim Hyun Sung mengangguk setuju jawaban Minhwa.


Hwon mendengar jawaban Minwa dan mencemooh bahwa Minhwa terlalu berpikir sesederhana itu.Minhwa mendesis kesal dan kemudian pergi meninggalkan Hwon.
Hari berikutnya,Hwon memberikan jawabannya pada Yeom bahwa jawabannya adalah Politik."Politik dari pengadilan kerajaan,keputusan yang dibuat oleh mereka yang memerintah dapat membawa dunia kedalam  cahaya ataupun kegelapan".


Raja dan para mentrinya melewati ruang belajar dan mereka mendengarkan diskusi Yeom dan Hwon.Yeom mengatakan pada Hwon jika jawabannya tidak benar.Yeom mengatakan jika jawabannya "adalah kelopak mata".Hahaha.....
Semua orang diluar tampak merasa curiga dengan apa yang mereka lakukan dan mencoba menguping untuk mendengar jawaban ini tampak konyol.Pangeran Hwon marah dan bertanya-tanya kenapa jawaban yang tampak konyol seperti itu adalah jawaban yang benar.
Tapi Yeom mengatakan dengan tegas :"Jika Yang Mulia tidak menyukai jawaban saya,apakah yang membuat salahnya?"
Yeom bertanya pada Hwon,apakah jawaban yang tidak terdapat didalam buku tidak bisa menjadi jawaban yang nyata.sebuah jawaban dimana seorang anak bisa menjawab hal itu dengan nyata.Yeom mengatakan pada Hwon,bahwa Hwon memiliki dua kesalahan penting yang ia tidak sadari :yang pertama yaitu Hwon begitu arogan untuk percaya bahwa ia tahu jawaban tersebut,dan lainnya adalah ia menggunakan prasangka sendiri yang sesuai dengan pemikirannya.Kesombongan dan Prasangka Hwon sendiri lah yang mengaburkan pemikiran tentang jawaban tersebut,sehingga Hwon tidak bisa melewati pertanyaan ini.
Diluar menteri Heo (Ayah Yeom) menunduk dengan hormat meminta maaf atas ucapan putranya,namun raja hanya tersenyum ,setelah mendengar penjelasan Yeom pada Hwon dan senang pada alur teka-teki jawaban dari pertanyaan itu.


Kembali kedalam Yeom menjelaskan pada Hwon ketika mata tertutup bagaimana Hwon bisa melihat rakyatnya .Dan Yeom menyarankan hal Pertama Hwon harus belajar bagaimana cara untuk menyesuaikan sikapnya terhadap belajar.
Hwon tiba-tiba berdiri dan berteriak memanggil siapa yang berada diluar.Kasim cepat masuk kedalam,dimana Hwon meminta agar kasim Hyun Sung segera menyiapkan layanan minuman teh dipaviliun untuknya.
Hwon ingin melanjutkan pembicaraan ini bersama guru Yeom diluar,sehingga mereka bisa mengenal satu sama lain.Hwon memberitahu Yeom bahwa dia berniat ingin menunjukan pada Yeom bahwa ia adalah siswa yang benar pada gurunya dan meminta pada Yeom untuk memaafkan atas kesalahannya.
Yeom mendongak kaget mendengar ucapan Hwon tentang keinginannya belajar menjadi seorang Putra Mahkota dan dengan cepat ia memberi hormat menerima tawaran Hwon.


Diluar,Raja tersenyum senang mendengar bahwa Pangeran telah menemukan guru yang tepat untuknya "Pada akhirnya dia telah bertemu guru pertamanya yang sejati!".Haha...dan mentri Yoon Dae Hyung terlihat tidak begitu senang.
Putri Minhwa tertawa mendengar bahwa saudaranya yang arogan itu mengakui kekalahannya.Minhwa bertekad untuk bertemu dengan Yeom dan ingin memujinya bahwa dia telah melakukan hal baik.Juga dia ingin memberitahu pada Yeom bahwa ia telah menemukan jawaban benar itu.


Minhwa berjalan keluar dan lari untuk mencari Yeom dan Hwon.Putri Minhwa melihat mereka berdua berjalan menuju Paviliun.Dan Minhwa tiba-tiba berhenti saat menatap Yeom.Dia begitu terkesan melihat Yeom dan mencoba menyembunyikan wajahnya dan tersenyum terkagum-kagum melihat ketampanan Yeom.

~~~Bersambung Episode 2 Part 2~~~

5 komentar:

  1. Sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
    Jempol tambah satu total 5.. :D


    Trima kasih...

    Fighting!!!!

    BalasHapus
  2. sigh, kenapa yang myung mengingatkan saya dengan yongha T.T
    wkwkwkwk baca ceritanya kasim jadi berasa liat drama jepang ya! perfect banget si yeom, ada cahaya yang keluar dari tubuhnya saat berjalan dan membuat TIDAK HANYA PEREMPUAN JATUH CINTA, laki-laki juga hehe...
    oya mbak, yeom tahu gak kalo yang myung suka ma adeknya?
    oppa, dira juga minta 1 dong batu penghilang kekhawatiran!!! (biar gak terus cemasin oppa selingkuh :P
    MAKASIH, MAKASIH MBAK CHA!>____<

    BalasHapus
  3. @Adek dira :Yeom belum tau kalau dari Hwon dan adiknya pernah bertemu apalagi suka

    BalasHapus
  4. makasi sinopx ya chasya..semangat terus ^^

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.