12.12.2011

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 8

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 8 : Moon

SONG OF THE DAY (Dramabeans.com) capture ambil dari sana sekalian.
Rossy Punky Perfume – “어른아이” (Adult Child) [ Download ]

Bum sedang mengejar tersangka yang mengendarai mobil SUV berwarna perak. Seorang gadis telah melaporkan bahwa bibinya telah dibunuh dan pacarnya telah diculik.Bum meminta gadis tersebut tenang,karna ia sekarang sedang mencoba mengejar pelaku dari Insadong.Bum panik karna mobil tersangka begitu cepat,ia meminta bantuan team untuk menghadang jalan mobil tersebut dari arah depan.Jaksa Yoo tepat berada didepan mobil mereka meminta Bum untuk menyudutkan mobil.Namun mobil tersangka tiba-tiba berhenti mendadak,begitu juga Bum yang akhirnya ikut-ikutan mengerem dengan kuat hingga kepalanya terbentur keras pada stir mobil.
Lampu mobil tersangka dinyalakan kearah Jaksa Yoo,yang membuatnya silau.Tiba-tiba mobil bergerak cepat kearah mobil Jaksa Yoo dan berniat menabraknya.Bum teriak panik memanggil Jaksa Yoo.Seketika mobil tersangka berbelok melewatinya dan pergi dari arah yang berbeda.
Bum dan Jaksa Yoo mencoba mengejarnya,namun keduanya saling menutupi jalan.Akhirnya tersangkapun lolos.Jaksa Min berserta teamnya tiba diTKP,Gadis yang melaporkan pembunuhan bibinya masih berada disana sedang diinterogasi oleh seorang polisi.
Yon Sae Ah,ia melaporkan pembunuhan tersebut dengan menduga bahwa pelakunya ada dua orang.Ia mengatakan kalau dirinya saat itu dikurung sehingga ia sama sekali tidak melihat wajah pelaku.Namun Sae Ah merasakan jika pelaku tersebut adalah wanita dan pria.
Jaksa Min yang berjalan masuk kedalamTKP terdiam menatap Yon Sae Ah,Yon Sae Ah balik menatap jaksa Min dan menunduk.Lalu Jaksa Min masuk kedalam ruangan dimana korban seorang Pelukis wanita terkenal bernama Kim Jae Young telah tewas.pecahan botol anggur berserakan dilantai begitu juga jasad Kim Jae Young yang penuh luka.dibagian kakinya terdapat tusukan yang aneh,Mata Jaksa Min berubah membiru.Sambil memainkan pemantik apinya ia melihat kunci brangkas milik Kim Jae Young yang sudah terbuka sepertinya telah dicuri dengan paksa.
Lalu Jaksa Min melihat kilas balik pembunuhan Kim Jae Young dengan indera vampire,ia melihat sebuah senjata pembunuh menggoreskan kebagian kaki Kim Jae Young.Jae Young teriak sakit..
Jaksa Min akhirnya mengerti jika pelaku menyiksa korban sebelumnya.
Yon Sae Ah mengatakan kalau para pelaku menginginkan lukisan bibinya,ia juga mendengar jika brangkas bibinya dibuka,dan setelah itu ia mendengar suara keras (botol anggur yangdipecahkan kekepala Kim Jo Young).Yon Sae Ah merasakan tiba-tiba bibinya menjadi diam.Saat pelaku tersebut telah pergi,ia mengatakan kalau ia masuk kedalam dan melihat pacarnya telah hilang.
Jaksa Min berjalan keluar ruangan dan kearah Yon Sae Ah yang sedang diinterogasi.Sae Ah menduga bahwa pacarnya telah diculik karna ia sama sekali tidak bisa menghubunginya.
Sae Ah menangis memikirkan pacarnya yang diculik.
Lalu Jaksa Min mendekatinya dan tanya apakah Sae ah tidak bisa menduga dengan pasti bahwa pacarnya telah diculik atau tidak?Polisi yang menginterogasi segera permisi pergi.Sae Ah membenarkan hal itu,karna awalnya pacarnya berbaring disampingnya namun setelah itu ia sama sekali tidak menemukannya.
Kau bilang kau dikurung disuatu tempat?Tanya Jaksa Min.Yon Sae Ah mengatakan kalau ia merasa sesak saat itu seperti dikurung disebuah lemari dinding.Lemari dinding!Jaksa Min kaget,ia kembali tanya jika Sae Ah berada didalam lemari kenapa pakaian Yon Sae Ah ada noda darah!.

Sae Ah bingung bertanya pada dirinya kapan ada noda darah seperti ini?Jaksa Min mengingatkan jika diruangan Jo Young sama sekali tidak ada lemari dinding.Sae Ah kaget?ia mengatakan kalau saat itu matanya ditutup sehingga ia sama sekali tidak pasti merasakan dirinya dikurung atau tidak.Namun Sae Ah merasa ia pasti dikurung,karna pikirnya tempat itu terasa sempit dan ia sama sekali tidak bisa bergerak.Jaksa Min meminta agar Sae Ah menyerahkan kemeja miliknya lalu setelah itu ia baru akan menginterogasinya.Sae Ah dibawa keruang ganti oleh seorang polisi.Lalu Bum dan Jaksa Yoo masuk berpapasan dengan Sae Ah.Jaksa Min menanyakan apa yang terjadi?Bum mengatakan kalau tersangka berhasil melarikan diri,Bum menyebutkan jika mobil yang dibawa tersangka adalah mobil korban Kim Jae Young.Jaksa Yoo menduga motif pembunuhan dan perampokan pelukis terkenal Insadong memiliki sesuatu yang tersembunyi,Bum menambahkan jika pelukis tersebut meninggal dunia maka lukisannya akan jauh lebih tinggi,ia memuji perampok tersebut pasti sangat cerdas.Jaksa Yoo menduga hal lain,ia berpikir mungkin Pembunuhan yang disamarkan sebagai perampokan yang dilakukan oleh orang-orang yang sama sekali tidak ingin melihat Jae Young melukis lagi.Mendengar hal itu Bum segera meminta Jaksa Yoo untuk berpikiran yang sama sepertinya dan bertanya-tanya kenapa Jaksa Yoo selalu melakukan penyelidikan dengan sudut pandang yang berbeda?.Jaksa Yoo diam.
Jaksa Min menyimpulkan meski motif pelaku belum bisa diduga berdasarkan kesaksian Sae Ah dipastikan jika pelaku pembunuhan Jo Young ada dua orang.Dimana pelaku penyiksaan adalah seorang wanita dan orang yang memukul bibinya dari belakang adalah seorang pria.Jadi keduanya bisa jadi bekerja sama atau berempat,karna pernyataan saksi Yon Sae Ah sama sekali masih diragukan.Sae Ah hanya menduga jika pacarnya diculik.
Mendengar hal itu,Jaksa Yoo merasa aneh karna kenapa penjahatnya menyandera pria ,bukankah kebanyakan penjahat lebih memilih wanita yang lebih lemah disandera.Bum berpikiran sama dengan jaksa Yoo,apalagi Sae Ah memiliki wajah yang cantik.Jaksa Min tersenyum.
Saat menuju ruang Otopsi,Bum menawarkan diri pada jaksa Min untuk menginterogasi Sae Ah.Ia beralasan karna Sae Ah memiliki wajah yang cantik yang selalu menarik perhatian para penjahat.Dong Man menambahkan jika mereka terus berdebat tentang wajah seseorang,tentunya Dektektif Hwang So Bum lah paling ahli dalam mengenali wajah pelaku perampokan,pemerkosaan dan 18 kejahatan lainnya.Bum memukul DongMan dan kesal bertanya kenapa DongMan selalu mengikuti team sampai keruang Otopsi?DongMan tersenyum mengatakan tentunya Bum tahu alasannya.Sampai didepan pintu ruang Otopsi segera Bum dan DongMan berjalan lebih cepat untuk melihat Dokter Seo yang seksi.Kali ini tampilan Dokter Seo lebih cantik,meskipun pada bagian betis diperlihatkan olehnya.
Jaksa Min mempertanyakan apakah Laporan Otopsinya sudah keluar?Dokter Seo menjawab bahwa laporan otopsi tidak begitu banyak perbedaan dengan apa yang mereka lihat,korban ditusuk didada dan kakinya dengan benda tajam.Namun kedua tusukan tersebut tidak menyebabkan luka fatal,penyebab kematian sesungguhnya adalah luka yang terdapat dikepalanya.Pada bagian kepala terjadi kerusakan serius pada otak.DongMan tidak bisa menahan jiwa lelakinya melihat kaki indah Dokter Seo yang naik sedikit lebih tinggi.
Jaksa Min menanyakan apa korban mati dengan cepat?Dokter Seo memperlihatkan kepala Jo Young yang terluka,ia mengatakan kalau luka tersebut tidaklah besar.Namun saat korban mulai kehilangandarah,diperkirakan korban mati perlahan dengan cara yang menyakitkan.Jaksa Yoo bertanya pada Dokter Seo bagaimana dengan senjata pembunuhnya?Dokter Seo memastikan jika senjata pembunuh tersebut bukanlah pisau karna luka kakinya terlihat kasar dan pecah,namun setelah dilihat dengan seksama maka dipastikan jika senjata yang dilakukan pelaku adalah sebuah pisau lukis atau salah satu alat lukis Jo Young yang menggunakan perwarna ultramarine.
Bum mengerti,pecahan botol anggur sudah ditemukan diTKP hanya saja alat lukis tersebut?dengan cepat Jaksa Min meminta Jaksa Yoo untuk mencari alat lukis tersebut studio lukis Jae Young.Jaksa Yoo setuju,ia semakin berpikir jika pelaku pembunuhan dilakukan oleh dua orang atau empat orang.
Jaksa Yoo segera keruang interogasi ,ia meminta Sae Ah memperlihatkan pergelangan tangannya.Jaksa Yoo mempertanyakan ketidaksesuaian kesaksian Sae Ah sendiri yang mengatakan kalau setelah ia ditarik keluar ruangan ia lalu dibawa keruangan Kim Jae Young,lalu tangan dan kakinya diikat.Kemudian matanya ditutup,dan mulut sae Ah dibekap sebelum dikurung.Namun dipergelangan tangan Sae Ah sama sekali tidak ada bekas ikatan.Sae Ah bingung dengan tidak ada bekas apapu.Jaksa Yoo tanya dimana keberadaan Min Jung Woo sekarang?Sae Ah bingung kenapa Jaksa Yoo bertanya keberadaan pacarnya yang diculik,alasan Jaksa Yoo karna Sae Ah sama sekali tidak menunjukan bukti bahwa ia diikat ditambah lagi noda darah yang berada dibajunya.Ini artinya Sae Ah berada didepan korban saat ia Jae Young tewas.Sae Ah mengatakan kalau ia sendiri bingung kenapa ada noda darah dibajunya sedangkan ia merasa dirinya sedang terikat.
Jaksa Yoo tanya bukankah alarm mencegah pencurian Sae Ah sendiri yang mematikannya?Sae Ah beralasan karna pacarnya yang harusnya hari itu datang mengunjunginya dan ia harus diam-diam menyelinap lewat jendela agar bibinya tidak mengetahui.Jaksa Yoo bertanya dengan makna ungkapan apakah Sae Ah sedang tidak memainkan drama Romeo dan juliet dengan kisah rapunzel?Sae Ah mengerti maksud Jaksa Yoo yang menanyakan dirinya apakah berkomplot dengan Jung Woo untuk membunuh bibinya sendiri dan mencuri lukisannya.
Kenapa pula aku harus membunuh bibiku?Tanya Sae Ah kesal.Jaksa Yoo beralasan karna lukisan bibinya terdengar harganya sangat mahal.Sae Ah menyatakan kalau ia bukanlah orang seperti itu,hanya karna membutuhkan uang ia harus membunuh bibinya sendiri yang membesarkan dia melebihi orang tuanya.Air mata Sae Ah jatuh saat mengatakan hal itu.Sementara diruang monitor perekam interogasi Jaksa Min dan Bum memperhatikan.Bum bertanya-tanya apakah tangis Sae Ah hanyalah sandiwara(akting)?Bum berpikir jika Sae Ah memang benar-benar sedang berakting tangisnya terlihat meyakinkan.Jaksa Min mengangguk setuju.

Bum berpikir jika kesaksian Sae Ah tidak akan berhasil mengungkap pelaku,ia meminta Jaksa Min menceritakan kejadiannya secara langsung yang ia lihat.Jaksa Min segera meminum sampel darah Kim Jae Young,dari kilas kejadian kematian korban terlihat Sae Ah sedang menangis didepan korban yang telah tewas,noda darah sudah terlihat dibajunya.flashback berakhir dan Jaksa Min merasa kesakitan .
Jaksa Yoo meminta Sae Ah menceritakan kejadian sebenarnya tentang tangan dan kaki Sae Ah yang tidak terikat dan noda darah yang berada dibajunya,Sae Ah menjawab bahwa ia saat itu merasa sedang terikat atau memang benar sedang tertidur.Sae Ah mengatakan kalau dirinya mengidap narkolepsi akut(gangguan tidur,penderita mudah sekali tertidur).Jaksa Yoo menggeleng tak habis pikir jika Sae Ah saat itu sedang tertidur karna bagaimana bisa ia mendengar percakapan para pelaku?Sae Ah menjelaskan mungkin hal itu sangat sulit diterima oleh Jaksa Yoo,tapi meski ia tertidur ia masih mendengar apapun namun sama sekali tidak bisa melihat apapun.
Diruang monitor Bum bingung untuk mempercayai atau tidak ucapan Sae Ah yang mengidap narkolepsi sehingga ia mengira pacarnya diculik.Jaksa Min berpikiran sama seperti Bum,namun ia bingung saat Sae Ah benar-benar terlihat menangis saat bibinya tewas.Setelah membunuh bibinya,tentu saja tidak ada gunanya berakting menangis sendirian seperti itu.

Jaksa Yoo kaget setelah mengetahui Sae Ah dibebaskan dengan alasan belum mendapat bukti yang pasti untuk menangkapnya sebagai tersangka,Jaksa Yoo bingung dengan alasan tersebut.Karna ia merasa curiga atas kesaksian yang diberikan Sae Ah.
Bum,”Jaksa Yoo.. yang penting sekarang adalah bukan mempermasalahkan


apa kita harus melepaskan Yoon Sae Ah atau tidak, tapi bagaimana caranya kita bisa menyelamatkan Min Jung Woo yang katanya telah diculik. Iya kan?”
Jaksa Yoo,” Jika Yoon Sae Ah adalah pelakunya,itu berarti Min Jung Woo juga komplotannya. Apa maksudmu dengan kita harus menyelamatkannya?”
Jaksa Min,”Yoo Jung In, Kenapa kau bersikeras seperti ini?”

Jaksa Yoo,” Kenapa pula kalian berdua tiba-tiba jadi begitu murah hati padanya? Aku mengerti sekarang. Wajahnya memang di atas rata-rata... Tapi kalian harusnya bisa lebih obyektif...”
Jaksa Min tersenyum.
Bum,” Jaksa Yoo. Jika rata-ratanya adalah orang sepertimu.Maka dia termasuk langka. Sangat spesial.”
Jaksa Yoo hendak bicara,namun Sae Ah tiba-tiba mengetuk kaca yang memisahkan ruang interogasi dan ruang monitor perekam.Ia bertanya apakah team Jaksa Min berada didalam situ?Sae Ah mengatakan kalau ia ingin memberitahu sesuatu pada mereka yang belum mereka ketahui.Sae Ah mengatakan kalau suara wanita tersebut pernah ia dengar dan ia baru ingat suara itu adalah suara Nyonya Kim.
Sae Ah mengatakan bahwa Nyonya Kim seringkali datang kerumah mereka mengunjungi bibinya untuk melukis bersama.
Dan muncul flashback dimana Nyonya Kim datang menemui Kim Jo Young,saat itu Sae Ah sedang tertidur.Namun sama sekali ia tidak pernah melihat wajahnya hanya mendengar suaranya.Saat itu Jo Young menanyakan kenapa Nyonya Kim jarang sekali datang.Nyonya Kim beralasan jika ia tidak ada lagi waktu untuk datang.Bibi Jae young tersenyum menawarkan teh dan mengajaknya untuk melukis bersama.Flashback berakhir.

Sae Ah mengatakan sering mendengar percakapan keduanya meski ia sedang tertidur,sepertinya Nyonya Kim adalah Pelukis.Nyonya Kim seringkali melukis bersama bibinya dilantai atas.
Jaksa Min kemudian bertanya tentang pria yang disebut”K” oleh Sae Ah,Sae Ah mengiyakan ia pernah mendengar Nyonya Kim menyebut pria itu bernama K.
Lalu Jaksa Min berserta teamnya berdiskusi memutuskan untuk melakukan pencarian tentang Nyonya Kim dan”K” sesuai kesaksian Sae Ah.

Jaksa Yoo,”Lalu bagaimana dengan Yoon Sae Ah?”

Jaksa Min,” kita hanya bisa menunggu sampai ada bukti yang lebih kuat.”

Sae Ah,” Bukti apalagi yang lebih kuat daripada baju berlumuran darah?”

Bum,”Jaksa Yoo Aku sepenuhnya mengerti alasanmu mencurigai Yoon Se Ah. Namun... kita sudah mengetahui siapa penjahat yang harus kita tangkap.”

Jaksa Yoo,”Kita sudah tahu?”
Bum,” Apa kau tak ingat setelah melakukan atraksi seperti itu? SUV. Orang yang mengendarai SUV berwarna perak adalah penjahatnya. Dan kita tahu pasti Yoon Sae Ah tidak ada di mobil itu.”

Jaksa Yoo,” Baiklah kalau begitu. Kalian berdua cari saja Ny. Kim dan "K".Aku akan menyelidiki hubungan antara Yoon Sae Ah, Min Jung Woo, dan Kim Jae Young. Begitu juga dengan motif dan uang yang mendorong terjadinya kejahatan ini. Aku akan menyelidikinya.”

Jaksa Min,” Tak masalah. Jaksa Yoo bisa melakukan penyelidikan dari sudut pandang yang menurutnya lebih sesuai.”
Jaksa Min dan Bum berdiri hendak pergi,lalu Jaksa Yoo menahannya bertanya apakah mereka sama sekali tidak akan memberitahukan alasan kenapa mereka tiba-tiba berubah pikiran?
Bum,” Jaksa Yoo, Jaksa Yoo... Jaksa Yoo 300 kali... Bukan... 3.000 kali lebih cantik daripada dia. Oke?.
Jaksa Yoo mengatakan kalau Bum dan Jaksa Min sepertinya salah paham,ia menjelaskan kalau dirinya bukan iri atau semacamnya,namun Jaksa Yoo merasa dirinya selalu ditinggalkan saat keduanya melakukan penyelidikan.Seperti hari ini Sae Ah dicurigai sebagai orang yang mencurigakan dan mereka bertiga menyetujuinya.Namun tiba-tiba Bum dan Jaksa Min berubah pikiran dan mengatakan kalau dia bukan pelakunya sehingga dibebaskan.Bahkan saat Jaksa Yoo mempertanyakan alasannya,keduanya kekeuh diam saja.Jaksa Yoo bertanya apa yang mereka sembunyikan darinya?.

Jaksa Yoo kesal hendak menangis mengatakan,”Jika kalian masih saja terus seperti ini,apa kita masih saja sulit dikelabui.”.Ia lalu pergi meninggalkan keduanya.Bum bergumam jika Jaksa Yoo benar-benar sulit dikelabui.Jaksa Min berpikir jika keingintahuan Jaksa Yoo benar-benar sangat menyiksa mereka.Bum membenarkan namun tidak ada cara lagi untuk menjelaskan bagaimanapun Jaksa min tidak bisa diberitahukan bahwa ia seorang vampire.Jaksa Min segera menugaskan Bum untuk melakukan pencarian Nyonya Kim dan K dari Insadong.Keduanya pun berpisah.
Jaksa Yoo pergi kestudio lukis Kim Jae Young untuk mencari senjata pembunuh ,ia melihat begitu banyak lukisan abstrak seperti wajah bulan yang berubah.Lalu jaksa Yoo melihat peralatan lukis Kim Jae Young.Jaksa Yoo berpikir jika semua pisau lukis yang ia temukan mungkin berada senjata tajam tersebut.Ia lalu pergi kekamar Yoon Sae Ah dan menemukan obat-obatan untuk narkolepsi (Methylpaedate, Provagil.)
DongMan menghubungi Jaksa Yoo untuk memberitahukan bahwa ia menemukan catatan medis Yon Sae Ah yang membenarkan ia telah mengidap narkolepsi selama 20 tahun.Menurut Dokter kesehatannya semakin membaik,hanya saja belum sepenuhnya sembuh.
Saat menutup telpon,Jaksa Yoo dikejutkan kedatangan seorang wanita,ia adalah pembantu rumah tangga Kim Jae Young.Hubungannya dengan Kim Jae Young sangat baik,bahkan secara berkala ia selalu mendapatkan kenaikan gaji.Lalu Jaksa Yoo tanya bagaimana hubungan Sae Ah dengan bibinya?ia menjawab pasti Jaksa Yoo akan beralih mencurigainya karna Sae Ah dan Jo Young memiliki hubungan yang sangat baik bahkan lebih dari orang tua dan anak.
Lalu apa yang terjadi dengan orang tua Yon Sae Ah sehingga ia harus dirawat oleh bibinya?Pembantu tersebut mengatakan kalau Sae Ah dikabarkan bukan seorang gadis yang beruntung.Sewaktu kecil ia sering dilecehkan oleh ayahnya secara seksual,dan ketika kakaknya tahu.Kakaknya lah yang membunuh ayahnya,setelah itu ia lalu menggantung diri dipusat penahanan remaja sedangkan ibunya meninggal karna terlalu sedih atau semacamnya.Pada akhirnya seluruh anggota keluarga Sae Ah meninggal dan Bibi Jae Young lah yang merawatnya karna ia satu-satunya anggota keluarga yang tersisa.Lalu Pembantu tersebut menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu terjadi keributan dirumah sejak Sae Ah berpacaran.Dari yang ia dengar pacar Sae Ah adalah seorang pelukis yang sering melukis ditaman Chosangwa.
Lalu scene memperlihatkan bahwa Jaksa Min sudah berada disana untuk mencari keberadaannya.
Dan disitu ada seorang ahjusi sedang menggambar dan beberapa lukisan terpajang disana,ada gambar Sae Ah sedang tersenyum dan disampingnya ada gambar Yochun^^.Jaksa Min yang melihat gambar Sae Ah disana bertanya pada pelukisnya apakah ia mengenal Sae Ah?
Ahjussi tersebut mengatakan kalau ia mengenal Sae Ah sedikit.Diantara pelukis miskin seperti mereka,dia bagaikan bunga.Jaksa Yoo mengangguk dan kembali tanya tentang Sae Ah yang didengarnya sering datang kesini untuk menemui seorang pelukis Min Jung Woo.Ahjussi pelukis tersebut merasa belum pernah mendengar nama itu,ia balik bertanya pada Jaksa Min tentang sketsa wajahnya.Jaksa Min menjawab kalau ia sama sekali belum memiliki sktesa wajahnya,namun ia akan kembali kesini setelah mendapatkan sketsa wajah tersebut.Jaksa Min memberikan kartu namanya meminta ahjussi pelukis tersebut menghubunginya jika mengetahui keberadaan Min Jung Woo.
Jaksa Min kaget saat Jaksa Yoo sudah berada dihadapannya dengan ketus mengatakan kalau ia berpikir Jaksa Min sedang mencari keberadaan Nyonya Kim dan k!Jaksa Min menepuk bahu Jaksa Yoo mengatakan kalau sekarang ia juga sedang melakukan pencarian mereka.Jaksa Yoo menanyakan apakah Jaksa Min sudah menemukan keduaanya!dengan gaya Cool Jaksa Min memasang kaca mata hitamnya dan berjalan pergi meninggalkan Jaksa Yoo.(Aish...nggak ada romantis-romantisnya^^,padahal kan seru juga ..ini ribut mulu sih...).

Jaksa Min masuk kesuatu tempat judi.Sekelompok preman sedang asik melakukan taruhan judi.Jaksa Min mendengarkan percakapan mereka tentang lukisan yang mereka bawa.Seorang pelukis mengatakan kalau lukisan yang ia bawa sudah tidak ada sama sekali,namun ia bisa melukis dengan tangan kirinya dan akan dihargai seharga 5 Juta won.Salah satu preman teriak kasar mengatakan kalau begitu teruslah melukis dengan tangan kirinya.anak buah preman tersebut menahan pelukis tersebut,bos mereka hendak menghilangkan tangan kanan pelukis dengan mengarahkan kapak ketangannya.Melihat hal itu,dengan cepat Jaksa Min membantu dan tanya apakah mereka mengenal “k”.Bos preman segera menugaskan anak buahnya untuk menangkap Jaksa Min.Akhirnya terjadi perkelahian.Jaksa Min dengan mudah menghindari serangan anak buah Preman tersebut dan berbalik menyerang.
Diam-diam seseorang mengeluarkan pisaunya dan berjalan kearah Jaksa Min yang sedang berkelahi.Dengan cepat Jaksa Yoo datang dan melumpuhkannya.Jaksa Min tersenyum melihat hal itu dan bertanya apakah Jaksa Yoo datang untuk membayar darah yang tumpah waktu lalu?Jaksa Yoo tersenyum mengatakan kalau saat itu sedikit ceroboh,sehingga orang tersebut tidak bisa ia jatuhkan dalam satu gerakan.Tapi Jaksa Yoo disini datang karna ia mengikuti petunjuknya sendiri.
Semua preman bisa kalahkan dengan baik,mereka berlutut dan memberikan lukisan Kim Jae Young.Ia mengatakan kalau lukisan tersebut ia terima dari seorang pria yang bernama “K”,kulitnya benar-benar halus seperti seorang perempuan,namun cara bicaranya benar-benar kasar.”K’ yang datang sendiri membawa lukisan Kim Jae Young kepada mereka dan setiap satu bulan sekali datang menemui mereka.Jaksa Min bertanya apakah lukisan ini benar-benar asli.bos preman mengiyakan,karna jika Jaksa Min mencoba untuk menjual lukisan palsu disini,maka orang tersebut tidak akan keluar dengan tangan yang utuh.Lalu mereka mengatakan jika beberapa hari yang lalu “k” datang tanpa membawa lukisan,”k” mengatakan kalau “wanita sialan(bibi Jae Young) menyimpan lukisannya dibrankas”.”K’tetap memaksa untuk ikut berjudi dengan meminjam jaminan uang yang lebih besar dan berjanji akan membawakan lukisan untuk mereka dan mempertaruhkan 10 Nyawanya.Namun tiba-tiba “k” menghilang begitu saja.Karna itulah bos mereka sangat marah dan meminta mereka untuk segera membawa lukisan yang bernilai tinggi sebelum tengah malam.Dan mereka akan dengan mudah menemukan “k”.
Jaksa Min berdiri dari kursinya dan mengatakan kalau kedua preman tersebut harus mengikutinya pergi(kepenjara).Preman tersebut panik bertanya bukankah itu tidak sesuai dengan perjanjian,bahwa jaksa Min tidak akan menangkap mereka jika mereka bekerja sama!.Jaksa Yoo memukul preman yang terus memohon dan berlutut pada Jaksa Min mengatakan kalau mereka akan minta sketsa wajah “k” dulu.
Bum pergi keToko pelukis tadi yang bersama preman,ia melihat benda-benda yang dijual pelukis tersebut.Bum mengira sepertinya pelukis menjual alat-alat dapur saja.Pelukis Park marah mengatakan kalau itu alat pelukis dan meminta agar Bum tidak mengacaukannya.Bum lalu mengatakan kalau ia datang kesini untuk membantu pelukis Park.Pelukis Park mengeluh meminta Bum meninggalkan dirinya sendiri maka itu lebih dari membantu baginya.Bum tanya tentang Nyonya Kim.Pelukis Park mengatakan kalau ia mengenalnya,Nyonya Kim beberapa waktu yang lalu datang bersama Jae Young untuk membeli bahan-bahan lukis.Tapi hari itu Nyonya Kim datang sendiri ketokonya.
Bum mulai mencatat hal-hal penting yang dikatakan pelukis Park.
Bum tanya wanita seperti apa orangnya?Pelukis Park mengatakan jika digambarkan dengan satu kata orangnya sangat kaku,bisa membuat semua orang yang melihatnya menjadi kaku.Lalu scene Nyonya Kim datang ketoko pelukis Park yang menanyakan apakah ultramarine-nya sudah siap.Bum tanya apakah wanita tersebut berumur 40 Tahun?Pelukis Park mengatakan kalau ia sepertinya berumur 30 tahun.Pelukis Park menambahkan jika akhir-akhir ini Nyonya Kim sering kali datang ketokonya.Dan ketika dia datang,ia selalu meminta barang-barang berkualitas terbaik.Bum bertanya kalau begitu Nyonya Kim seorang pelukis terkenal?Pelukis Park mengatakan kalau ia berpikir begitu,namun ia masih penasaran dengan hal itu.Nyonya Kim sama sekali tidak terlihat berkedip saat melihat barang-barang mahal seperti itu,namun pelukis merasa ia sama sekali tidak pernah melihat pamerannya.
Bum akhirnya ingat ucapan Pelukis Park yang menceritakan bahwa Nyonya Kim seringkali datang mencari Ultramarine.Pelukis Park marah karna Bum bertanya lagi dari awal,ia mengatakan dengan kesal akan menjelaskan Bum dengan cara yang mudah dimengerti otaknya.Bum menggeleng lemah.

Pelukis Park mengatakan kalau Ultramarine adalah perpaduan warna Biru-Hijau.Bum ingat ucapan Dokter Seo yang mengatakan perwarna Ultramarine ditemukan pada jasad Kim Jae young.Pelukis Park berpikir apakah Nyonya Kim alias si kaku yang membunuh Kim Jae young?Bum segera meminta pada Pelukis Park untuk memberikan daftar barang-barang yang dibeli oleh Nyonya Kim.Pelukis Park mengatakan kalau Nyonya Kim membayar barang yang dibelinya dengan kartu kredit.Pelukis Park mengeluh jika saja ia tahu hal ini akan terjadi padanya (menyulitkannya) ia harusnya meminta pembayaran pembelian barang tersebut dengan uang kontan bukan kartu kredit^^.
Dikantor,Sae Ah dipanggil kembali dan diperlihatkan lukisan yang mereka ambil dari preman tersebut.Sae Ah membenarkan bahwa itu lukisan asli milik bibinya.Ia mengatakan kalau akhir-akhir ini,Jae Young cerita padanya kalau lukisannya seringkali hilang satu demi satu.Karena itulah ia memasang alarm keamanan.Namun tetap saja lukisannya menghilang,sehingga bibi Jae Young memutuskan untuk menggunakan brankas.Jaksa Yoo tanya kapan pertama kalinya lukisan-lukisan itu menghilang?Apakah sejak Min Jung Woo mengunjunginya?
Sae Ah balik tanya apakah Jaksa Yoo sedang mencurigai kekasihnya Jung Wo(27 tahun).Sae Ah mengatakan ia sama sekali tidak tahu alamat Min Jung Woo namun saat memberikan alasan,Sae Ah hanya diam.Jaksa Yoo heran bukankah Sae Ah berpacaran cukup lama dengannya,bahkan nomor telpon Jung Woo didaftarkan atas nama Sae Ah sendiri.Jaksa Yoo bertanya-tanya apakah Jung Woo itu memang benar-benar ada?Sae Ah marah mengatakan kalau Jaksa Yoo apakah tiap harinya selalu hidup dengan mencurigai orang lain seperti itu,tentunya hidup yang ia miliki akan terasa sulit.Sae Ah sendiri mencoba menjalani hidupnya dengan percaya terhadap jalan orang lain.Jaksa Yoo menjelaskan maksudnya,ia hanya ingin meningkatkan kewaspadaan orang-orang yang dicurigai membunuh Jae Young.Karena jika tidak ada yang dicurigai apapun,maka mereka akan sulit menemukan pelaku.Yon Sae Ah terdiam karna ia menginginkan menemukan pelaku pembunuhan Jae Young.
DongMan lalu masuk dan memberikan sketsa wajah Min Jung Woo pada Jaksa Yoo.Jaksa Min yang memperhatikan sedari tadi menambahkan bahwa mereka masih mencurigai Min Jung Woo.Jaksa Yoo mengingatkan jika Min Jung Woo sama sekali tidak mencuri lukisan saat Sae Ah tidur,maka kecurigaan atas lukisan yang dicuri tentu saja pada Sae Ah sendiri.Sae Ah marah mengatakan kalau ia lebih suka ditemukan mencuri lukisan dari pada Jung Woo.Sae Ah lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.Bum kemudian masuk dan memperhatikan Sae Ah yang keluar dengan kesal.Bum bertanya-tanya kenapa Sae Ah terlihat begitu marah pada teamnya?Bum berpikir meski ia dalam keadaan marah,Sae Ah malah kelihatan cantik.DongMan memberi isyarat untuk diam,sementara Jaksa Yoo terus diam dengan wajah kesal dan hendak pergi.Bum segera menahannya mengatakan kalau ia sudah memeriksa catatan barang belanja yang ia beli ditoko Pelukis Park dan ternyata ia menggunakan kartu kredit atas nama Jae Young sendiri.
Jaksa Yoo kaget?Bum tahu pasti team mereka akan mencurigai sesuatu.Jaksa Min meminta Bum bicara langsung keintinya.Bum mengatakan kalau Nyonya Kim selalu membeli perwarna Ultarmarine.Ia mengatakan kalau kenapa Ultramarine lah selalu dibeli olehnya.Jaksa Yoo berpikir hal itu tidak aneh,karna tidak ada sama sekali peraturan yang mengharuskan orang lain menggunakan perwarna itu.Bum tahu hal itu tidak aneh.Jaksa Min meminta agar Bum segera bicara keintinya,Bum menjelaskan bahwa sebelum ia kesini ia telah bertanya pada Dokter Seo untuk konsultasi.Dokter Seo mengatakan kalau tangan Kim Jae Young sama sekali tidak bisa digunakan lagi dalam waktu yang cukup lama untuk menggengam kuas.Bahkan jika kenyataannya dia absen melukis,otopsi pada tangan jenazah memperlihatkan bahwa ia telah berhenti cukup lama dalam kegiatan melukis.Hal itu terjadi karna kerusakan saraf-saraf triangular(saraf persendian).Pada pemeriksaan lebih lanjut memperlihatkan bahwa saraf-saraf triangular telah pecah sehingga korban sama sekali tidak bisa melukis dengan tangannya.Itu artinya selama ini yang melukis adalah Nyonya Kim dan Jae Young sama sekali tidak.Jika dilihat secara persamaan,keduanya selalu membeli bahan-bahan melukis secara bersamaan dan mungkin sejak saat itulah mereka bekerja sama.Selama ini Nyonya Kim melukis untuknya tanpa ada masalah.Dan sekarang jadi pertanyaan kenapa Nyonya Kim berubah pikiran hingga ia sanggup mengambil lukisannya dan membunuh Kim Jae Young?Jaksa Min mengatakan ia tahu alasannya,tentu saja pasti ada kejadian yang melatarbelakangi perubahan pada Nyonya Kim.Bum membenarkan.Bum menerima telpon dari kepolisian lalu lintas yang mengatakan kalau mereka telah menahan mobil yang digunakan pelaku yang melarikan diri (pada scene awal).
Segera Team Jaksa Min pergi kesana.Polisi lalu lintas yang sudah berada disana melaporkan jika pelaku telah meninggalkan mobilnya dan melanjutkan pelariannya dengan berjalan kaki.Bum berpikir jika pelaku tidak akan mungkin pergi jauh,ia meminta pada Petugas tersebut untuk melepaskan anjing pelacak dan mencari pelaku disekitar.Kedua petugas tersebut saling melihat bingung dan tanya pada Bum tentang bagaimana wajah pelaku?Bum segera menghubungi DongMan dan tanya tentang sketsa wajah pelaku”k”.DongMan yang berada dikantor sendirian terlihat bingung,kedua preman yang diminta memberikan gambaran tentang sketsa pelaku mengatakan pada Bum lewat ponsel bahwa wajahnya dan kulitnya putih.Ia selalu menggunakan topi dan jaket hitam.Petugas yang membuat sketsa pelaku kesal bertanya apakah Team DongMan sedang mempermainkannya karna sejak tadi belum bisa memberikan gambaran tentang wajah pelaku.DonMan hanya pasrah dan menunduk minta maaf.
Jaksa Min dan Jaksa Yoo berjalan tidak begitu jauh dari lokasi mobil Pelaku,ia melihat sebuah lukisan Jae Young yang dibakar.Jaksa Yoo bertanya-tanya alasan kenapa pelaku membakar lukisan,sedangkan untuk membakar senjata pembunuhan (botol anggur yang dibakar juga ada disan)ia bisa mengerti.Bum mengatakan pada Jaksa Min sepertinya kasus mereka semakin aneh saja.
Team segera kembali kemarkas,mereka berdiskusi .Jaksa Min melihat gambaran wajah Nyonya Kim dan K.Ia kaget semua yang digambar adalah Yoon Sae Ah.Bum membenarkan iya,Tuan Park menjelaskan wajah Nyonya Kim seperti wajah Yoon Sae Ah.Dan “K” yang digambarkan sebagai pria oleh preman tersebut adalah Yoon Sae Ah yang menyamar sebagai pria.Jaksa Min terlihat bingung,ia teringat oleh tangis Sae Ah saat dicurigai membunuh Jae Young.Ia benar-benar menangis saat itu.
Jaksa Min dan Jaksa Yoo masih tidak mengerti bahwa semua kejahatan yang dilakukan adalah perbuatan Yoon Sae Ah sendirian.Jaksa Yoo semakin bingung dengan pernyataan Sae Ah yang mengatakan mendengar dua suara yaitu Nyonya Kim dan K saat itu?
Jaksa Yoo dan Jaksa Min segera pergi keruang Otopsi menemui Dokter Seo.Dokter Seo mengatakan obat narkolepsi yang diberikan Jaksa Yoo memang terlihat tak ada bedanya dengan obat narkolepsi.Tapi sebenarnya kedua obat tersebut adalah Sibutramin.Pada dasarnya obat tersebut untuk diet,tapi efek sampingnya terlalu berbahaya sehingga pil jenis tersebut tidak diproduksi lagi dan sulit dicari dipasaran.Jaksa Yoo bertanya-tanya kalau begitu siapa yang menukar obat Sae Ah dengan obat tersebut tentunya orang yang mengetahui penyakit Sae Ah dengan baik.
Jaksa Min berpikir sesuatu,ia teringat ucapan Sae Ah yang mengatakan mendengar suara Nyonya Kim dan “k” saat tertidur.Ini artinya Sae Ah tidak mengidap Narkolepsi secara berkala.Nyonya Kim yang melukis lukisan tersebut dan “k” yang menjual lukisan tersebut untuk berjudi,serta Yoon Sae Ah sendiri yang artinya memiliki kepribadian ganda?Jaksa Min teringat oleh Seorang Tersangka bernama Niyazaki Sutomo yang melakukan pembunuhan pada tahun 1988 tentang ucapannya “Rasanya seperti sesuatu terjadi didalam mimpi”,ia saat itu menderita Kepribadian ganda/terpisah.Dia lahir dengan cacat ditangan,setelah dianiaya teman-temannya,dia mengembangkan sejumlah kepribadian ganda.Dari kesimpulan pemikiran tersebut Jaksa Min berpikir harus menyelidiki tentang Ibu dan kakak Yoon Sae Ah.
Jaksa Yoo segera pergi menemui Jaksa Jin untuk menemukan informasi pembunuhan kasus pelecehan seksual anak kecil terhadap ayahnya.Jaksa Jin mengatakan kalau ia akan membantu besok untuk mencarikan file tersebut karna saat ini ia akan pulang kerumah.Jaksa Yoo terus memohon karna baginya saat ini adalah waktu yang penting untuk mencari bukti tersebut.Jaksa Jin juga mengatakan kalau waktu saat ini adalah waktu tidurnya yang tak kalah jauh lebih penting.Karna ia juga memiliki kasus yang harus ia selesaikan sehingga ia juga harus memiliki waktu yang cukup untuk istirahat.Jaksa Yoo menutup pintu mobil dan setengah teriak mengatakan apakah Jaksa Jin benar-benar tidak ingin membantu nya?apakah ia tidak ingat dengan kasus’pasar’waktu itu?Jaksa Yoo mengancam bahwa Jaksa Jin boleh pergi setelah ia memeriksa ruang file kasus untuk mencarinya.Jaksa Yoo mengingatkan jika Jaksa Jin tidak mau membantunya maka Jaksa Jin dianggap melalaikan kasus.Mendengar hal itu Jaksa Jin naik pitam,ia sangat marah karna kasus dibawah umur yang telah lewat 14 Tahun dianggap melalaikan kasus baginya.Jaksa Jin marah bertanya kenapa Jaksa Yoo terus mendesaknya seperti ini dan harusnya Jaksa Yoo mencarinya sendiri diruang file.
Jaksa Yoo mengatakan kalau ia sudah mencarinya dan tidak menemukan file tersebut disana.Jaksa Jin mengingatkan Jaksa Yoo kemungkinan file kasus tersebut sudah tidak ada lagi karna dianggap sebagai kenakalan anak remaja.

Jaksa Jin,” Kalau begitu kenapa kau menanyakannya padaku?memangnya aku pelaku kejahatannya?”

Jaksa Yoo,” Aku minta maaf. Jaksa Jin... Jika itu kasus dimana ayah sang anak melecehkan anak perempuannya secara seksual dan anak lelakinya membunuh sang ayah... Jaksa Jin... Maksudku, jaksa cerdas dan sangat berpengalaman seperti anda mungkin tidak melupakannya, kan? Kukira kau akan langsung ingat begitu aku menanyakannya padamu. Aku minta maaf karena telah menggganggu waktumu.”

Jaksa Jin.” Hei, wajah cemberut. 1997. Kau ingin melihat file kasus pembunuhan Yoon Jae Moon kan? “
Setelah mendapatkan file tersebut,Jaksa Yoo kembali kemarkas dan diskusi bersama Jaksa Min.Jaksa Yoo menceritakan Pada saat sang ayah tewas, kakak Yoon Sae Ah adalah pasien di RS. Dia meninggal karena operasi. Jadi yang membunuh ayah Yoon Sae Ah sebenarnya adalah.. Yoon Sae Ah sendiri.Jaksa Yoo mengatakan lebih tepatnya “k” adalah wujud sang kakak yang sebenarnya.Sedangkan Ibu Sae Ah yang bernama Kim So Young adalah seorang pelukis terkenal.
Jaksa Yoo melihat file lukisan Kim So Young dan terkejut bahwa lukisan-lukisan tersebut sangat mirip dengan lukisan Kim Jae young.Jaksa Yoo semakin bingung dan bertanya-tanya apakah mungkin Min Jung Woo juga sosok kepribadian Sae Ah yang lain?Jaksa Min mengatakan jika hal itu mungkin saja,karna mereka sama sekali tidak bisa tahu dengan Sae Ah yang memiliki gangguan kepribadian seperti itu.
Jaksa Yoo berpikir sesuatu,jika Kepribadian Yoon Sae Ah juga adalah ‘K’ itu artinya ia saat ini sedang memiliki masalah besar dengan para berandalan tersebut?Jaksa Min dan Jaksa Yoo bersamaan melihat jam dan teringat ucapan preman yang mengatakan jika “k” sama sekali tidak membawa lukisan bernilai tinggi pada mereka sebelum tengah malam.Jaksa Min mengerti maksud Jaksa Yoo artinya saat ini Yoon Sae Ah dalam bahaya.
Ditempat lain,Yoon Sae Ah sedang diancam oleh seorang preman.Sae Ah terlihat ketakutan.Preman tersebut mengingatkan bukankah Yoon Sae Ah sendiri yang menulis kontrak didalam perjudian itu.Preman tersebut mengatakan bahwa sebentar lagi dokter(bosnya preman tsb) akan datang dan memberikan perawatan pada Sae Ah,ia sendiri tak yakin apakah Sae Ah akan bisa ditolong olehnya.
Sae Ah menangis memohon meminta untuk dilepaskan.
Sementara itu Jaksa Min dan Jaksa Yoo bergegas hendak pergi menemukan keberadaan Sae Ah.Jaksa Yoo mendapat laporan bahwa pihak kepolisian kehilangan jejak Yoon Sae Ah.Jaksa Min meminta Jaksa Yoo untuk mengerahkan semua polisi yang ada dan secara menyeluruh untuk mencarinya.

Jaksa Yoo berpikir jika saat ini mereka baru hendak mencari keberadaan Yoon Sae Ah tentunya mereka akan menemukan Yoon Sae Ah setelah menjadi mayat.Jaksa Yoo berpikir ide lain untuk menemukannya lebih cepat.

Jaksa Yoo pergi menemui ayahnya,dari luar ruangan begitu banyak penjaga yang menjaga ruangan dan memberikan hormat atas kedatangan Jaksa Yoo.Jaksa Yoo masuk kedalam.

Jaksa Yoo,” Lama tak jumpa. Aku harus menemukan seseorang.”

Ayah Jaksa Yoo,” Melihatmu memintaku melakukan hal itu, kau pasti sudah sangat putus asa.”

Jaksa Yoo,” Ini bukan permintaan, tapi ancaman. Tidak ada alasan bagi kejaksaan meminta bantuan

pada preman seperti kalian.”

Ayah Jaksa Yoo,” Jika kau mengancamku, gunakan suara yang lebih tegas! Sedangkan aku di sini... berpikir kau kemari karena ingin menemui ayahmu untuk membicarakan masalah pribadi.”

Jaksa Yoo,” Mereka adalah kelompok preman Insadong.Kau punya waktu 10 menit untuk menemukan mereka.”

Ayah Jaksa Yoo mengangguk mengiyakan.(Hmm..liat dari raut wajah sang ayah memang benar-benar menyayangi putrinya.Tapi ada apa antara keduanya,kenapa mereka terlihat bermusuhan?).

Sementara itu ditempat lain,Sae Ah duduk dengan keadaan tangan dan mulut terikat.Preman tersebut mengatakan jika Sae Ah dalam waktu 10 menit lagi akhirnya akan dilenyapkan(dibunuh).Preman tersebut berniat untuk memperkosa Sae Ah dan meminta Sae Ah memperlihatkan tubuhnya.Ia lalu meminta anak buahnya untuk keluar dari ruangan tersebut.Pria itu memotong talinya,perlahan ia mencoba membuka pakaian Sae Ah.Sae Ah menangis sedih.

Sementara itu Bum bersama petugas kepolisian mencari keberadaan Sae Ah didalam hutan semak belukar.Seorang petugas polisi kesal mengeluh pada Bum karna sudah berjam lamanya mereka mencari namun tetap belum menemukan keberadaan Sae Ah.Bum mengatakan kalau ia merasakan hal yang sama dan sangat penasaran apakah kejahatan tersebut benar-benar dilakukan oleh satu orang atau ada orang lain yang membantunya.Polisi itu mengeluh karna Bum sama sekali tidak memberikan sketsa wajah pelaku Min Jung Woo yang sedang mereka cari.Namun saat Bum menyenteri sesuatu ia melihat seseorang berlari dengan tergesa-gesa.
Anak buah gangster Yoo Won Gook(Ayah Jaksa Yoo Jung In) akhirnya menemukan persembunyian preman berandalan yang menyekap Sae Ah.mereka lalu menyerang preman-preman tersebut.Dan bersamaan dengan hal itu,Mobil Jaksa Min berserta Jaksa Yoo tiba ditempat.Jaksa Min keluar bersamaan dengan Jaksa Yoo dan bertanya-tanya siapa orang-orang tersebut.Jaksa yoo mengatakan kalau ia akan membicarakan hal ini setelah menemukan Sae Ah dahulu.Tiba-tiba seorang preman bangun dari lantai dan memukul kan tongkat kayu pada wajah Jaksa Min.Jaksa Min mencoba menahannya dengan tangan.Mata Jaksa Min membiru dan tiba-tiba luka yang membekas karna kayu tersebut hilang.Hal itu dilihat oleh salah satu anak buah Yoo Won Gook dan ia lalu pergi meninggalkan tempat bersama anak buah gangster Yon lainnya.(Hmm..jadi bertanya-tanya apakah anak buah gangster Yoo Won Gook adalah vampire mantel hujan?karna wajahnya seperti tak asing saja^^).
Pandangan Jaksa Min tajam dan segera membalasa serangan preman tersebut dengan sangat cepat.Preman tersebut jatuh kelantai.Jaksa Yoo sempat melihat hal itu,namun ia segera mengikuti Jaksa Min menuju sebuah ruangan Sae Ah disekap.Jaksa Yoo teriak memanggil nama Sae Ah namun ia hanya menemukan sebuah bangku kursi yang telah rusak dan jasad bos preman yang telah mati.Tiba-tiba dari arah belakang Yoon Sae Ah berjalan dengan langkah gontai .
Jaksa Min memanggil Yoon Sae Ah.Yoon Sae Ah berseru untuk tidak memanggil nama itu karna ia sama sekali tidak berada disini.Jaksa Yoo mencoba mendekati Sae Ah.Sae Ah teriak jangan mendekat!ia mengancam jika mereka mendekat selangkah saja maka ia akan mati.

“Jika kalian mendekat aku akan mati,ibu juga dan...”Ujar Sae Ah mengancam menusukan pisau pada lehernya.“juga ‘k’?”Tanya Jaksa Min.Sae Ah tersenyum mengatakan kalau Jaksa Min akhirnya sudah mengetahui kebenarannya.Lalu scene seolah-olah Sae Ah bicara dalam wujud“k” yang mengatakan kalau pada akhirnya mereka lah sendiri yang menghancurkan Sae Ah.
Lalu scene diiringi tentang Kim Jae Young yang sedang diwawancarai mengenai lukisan-lukisan yang ia pamerkan.Seorang investor mengatakan pada Kim Jae Young untuk segera memamerkan karya lukisan terbarunya.Jae Young tersenyum mengatakan kalau ia akan segera melakukannya.Lalu scene berubah saat Jae Young berada dirumahnya menatap Sae Ah yang sedang tertidur.Ia menggigit bibirnya dengan ragu-ragu dan secara diam-diam Jae Young menukar obat-obatan narkolepsi milik Sae Ah dengan obat Sibutramin tersebut yang memberikan efek halusinasi yang hebat.Dan pada saat yang bersamaan Sae Ah bangun dan melihat apa yang dilakukan oleh bibinya.Sae Ah bertanya pada bibinya”Jadi inilah yang kau lakukan selama ini?”dan Sae Ah seakan berubah menjadi wujud”k” mengatakan bibinya pantas mati.

Jaksa Min bertanya apakah karna itulah Yoon Sae Ah membunuh Kim Jae Young?Tiba-tiba wujud Sae Ah seolah berubah menjadi wujud”k” kembali dengan terlihat marah dan kemudian berubah menjadi wujud Nyonya Kim.Dalam wujud Nyonya Kim ia mengatakan kalau sebelumnya ia tidak berencana untuk membunuhnya namun hanya sedikit mengancamnya agar ia tidak melakukannya.Ia berpikir Jung Wo akan membahagiakan dirinya.
Dan Sae Ah seakan berubah seolah k bicara”Ini semua karna pil-pil terkutuk itu,sejak mengkonsumsi pil-pil itu semua ini terjadi”.Jaksa Min mengingatkan agar ia mengakui perbuatannya.Sae Ah menolak,ia mengatakan kalau saja kasus 14 tahun lalu dibuka kembali dan persidangan dibuka mereka akan tahu jika Sae Ah adalah orang yang sakit jiwa maka semua itu tidak diberlakukan sama sekali dan ia akhirnya lebih baik mati.Tiba-tiba suara seorang pria meminta Sae Ah menghentikan niatnya untuk bunuh diri.Sae Ah kaget,karna itu suara Min Jung Woo kekasihnya.Bum datang bersama Min Jung Woo yang dibawa olehnya dengan tangan diborgol.Jung Woo mengatakan pada Sae Ah untuk tidak melakukan hal itu.Ia menyatakan kalau pelaku pembunuhan Kim Jae young adalah dirinya sendiri.
Sae Ah teriak marah atas sikap Jung Woo yang mencoba membantunya dari hukum,Jung Woo bicara pada Jaksa Min jika ia lah pelaku pembunuhan tersebut.Jung Woo bertanya pada Sae Ah apakah ia sedang disana?Sae Ah teriak marah untuk tidak memanggil dirinya Sae Ah,Sae Ah terlihat begitu pucat,tubuhnya penuh keringat dingin gemetar.
Jung Woo meminta maaf pada Sae Ah mengatakan kalau ia minta maaf karna telah menjebak Sae Ah dan melarikan diri begitu saja.Lalu Flashback kematian Jae Young terlihat.
Saat itu Jung Woo sedang tertidur dikamar Sae Ah,ketika ia bangun ia sama sekali tidak menemukan Sae Ah dikamar.Jung Woo mendengar suara teriakan keras Bibi Jae Young yang disiksa oleh Sae Ah dengan sebuah alat lukis.

“Berapa nomor kuncinya?”Tanya Sae Ah

“Sae Ah kenapa kau melakukan hal ini padaku”Ujar Bibi Jae young memelas.

“Sae Ah tidak berada disini sekarang,apa kau tidak menyadarinya.Kau lah yang memanggilku keluar”Ujar Sae Ah dalam wujud Nyonya Kim.

“Nyonya Kim,kakak..Kumohon Tolong jangan...biarkan aku hidup.”Ujar Jae Young memelas.

“Terlambat untuk menyesal”Jawab Sae Ah dalam wujud Nyonya Kim dan hendak menusukan pisau lukis pada tubuh Jae Young.Jung Woo tiba-tiba datang dan mencoba menahan nya meminta Sae Ah untuk tidak melakukan hal itu.Jung Woo memukul kepala Sae Ah,dan seolah-olah kepala Sae Ah bergerak dan berubah menjadi wujud “k”.K mendorong Jung Woo jatuh kelantai dan saat ia hendak menusukan pisau lukis.Jung Woo segera melemparkan botol anggur kekepala Jae Young.

“Jika aku lakukan ini..berarti aku yang membunuhnya kan,benarkan”Tanya Jung Woo pada Sae Ah.
 “Bukan..’Jawab Sae Ah.Dan Flashback berakhir.Sae Ah menangis mengatakan jika Jung Woo bukanlah pembunuhnya,karna hal itu bohong.Jaksa Yoo mulai mengenali jika saat ini yang berbicara adalah Sae Ah dengan kepribadian Sae Ah.
Sae Ah,”Yang membunuh bibiku dengan botol anggur tak diragukan lagi adalah “k”.Kurasa aku sudah mengetahuinya.Tak diragukan lagi,itu adalah perbuatan ‘K’,jadi aku adalah pelakunya.”.
Akhirnya dimarkas DongMan menemukan kecocokan sidik jari Jung Woo yang berada didalam pecahan botol anggur tersebut.Jung Woo dibawa beberapa petugas kepolisian berjalan masuk kearah ruang interogasi.Sae Ah mengikutinya dari belakang.Jung Woo meminta untuk berhenti sejenak dan bicara pada Sae Ah.Jung Woo memberikan sebuah buku pada Sae Ah dan segera berjalan masuk keruang Interogasi.Sae Ah membuka gambar tersebut...ia melihat lukisan dirinya dalam wujud Nyonya Kim,k serta dirinya sendiri.Sae Ah menangis..
Diruang Interogasi Jaksa Min bertanya pada Jung Woo kesepian apa yang dirasakan Sae Ah hingga ia mengembangkan kepribadian ganda seperti itu?Jung Woo tidak menjawab hal itu ia .
“Jaksa ...Sae Ah..Kumohon bantulah aku,agar aku bisa menjaganya.Agar aku bisa..kumohon bantulah aku.”Ujar Jung Woo memohon pada Jaksa Min.
Lalu scene berganti saat Jung Woo berhenti dari pelariannya dan meninggalkan mobil SUV berwarna perak ditengah jalan,ditempat itu ia membakar lukisan Jae Young yang dilukis oleh Sae Ah dalam wujud Nyonya Kim.Lukisan tersebut bergambar bulan. Jung Woo menempelkan sidik jarinya pada botol anggur dan alat lukis senjata pembunuh Kim Jae Young dan membuangnya berserta lukisan yang terbakar.
Scene berganti kembali saat Sae Ah menatap bulan digaleri studio lukisan Jae Young.Terdengar suara Jung Woo yang bicara “Bulan selalu berubah-ubah dan orang-orang menamainya dengan banyak nama.tapi kenyataannya hanya ada satu.Jangan lupakan hal ,Sae Ah”.
Kasus akhirnya selesai,Jaksa Min dan Jaksa Yoo menemui Kepala Jaksa Jang Chul Oh.Jang Chul Oh berkomentar jika ia baru pertama kalinya menemukan kasus dimana seseorang menjebak dirinya untuk kejahatan orang lain,sedangkan kasus dimana orang-orang menjebak orang lain sudah sering ia temukan.Jaksa Jang bertanya apa yang dilakukan Jaksa Min untuk menuntut kasus tersebut?Jaksa Min mengatakan kalau ia tidak bisa memutuskan Sae Ah sebagai tersangka,karna mereka hanya bisa menemukan sidik jari Jung Woo disenjata pembunuh dan Jaksa Yoo menambahkan Jung Woo juga mengakuinya.Jaksa Jang mengatakan ia hanya bisa mencoba mengurangi masa hukumannya semaksimal mungkin.Karna bahkan Jika Yoon Sae Ah mengakui perbuatannya maka kesehatannya akan dipertanyakan,dan pada akhirnya Sae Ah akan diputuskan tidak bersalah.

“Jaksa Min lakukan saja sesuai keputusanmu. Tiap orang punya metodenya masing-masing. Aku tak akan menentang apapun.”Ujar Jaksa Jang memberi keputusan atas kasus pembunuhan Kim Jae Young.
Jaksa Min keluar bersama Jaksa Yoo dari kantor Jaksa Jang.Jaksa Yoo berpikir jika Sae Ah saat ini pasti merasa terpenjara akan pribadinya karna pria yang dicintainya mengambil tanggung jawab atas kejahatan yang ia lakukan.Lalu Jaksa Min balik bertanya apakah Jaksa Yoo juga memiliki kepribadian ganda?Jaksa Yoo tidak paham maksud jaksa Min bicara seperti itu.
Jaksa Min,” Apa maksudnya kejadian gangster saat itu? Kepribadian kedua Yoo Jung In, bos gangster?”

Jaksa Yoo,” Jika kau ingin melihat tangan orang lain, kau harus memperlihatkan tanganmu terlebih dahulu. Kau bahkan tak tahu peraturan dasarnya.”

Jaksa Min terdiam akan ucapan Jaksa Yoo yang membalik ucapan Jaksa Min sebelumnya pada episode lalu.(Daebak Jaksa Yoo...^^ jangan remehkan wanita he he).Jaksa Min memanggil Jaksa Yoo dan memberi isyarat untuk pergi kesuatu tempat.Jaksa Yoo tersenyum.
Bum sudah berada diBar Bartender La dengan meminum segelas Soju,ia lalu menceritakan bahwa jika saat itu ia berhasil melakukan pengejaran Jung Woo maka baginya tidak ada perlu kerja banting tulang (mencari keberadaan Jung woo dengan petugas polisi kemana-mana dll).Ia mengatakan karna Jaksa Yoo tiba-tiba datang dari depan dan menghalangi jalannya.
Tiba-tiba Jaksa Yoo sudah berada didepan dan bertanya maksud Bum apakah karna dirinyalah,Bum kehilangan jejak Jung Woo?Bum kaget bertanya-tanya bagaimana bisa Jaksa Yoo datang ketempat ini.Jaksa Yoo balik bertanya apakah orang sepertinya tidak boleh datang kesuatu tempat.Dan apakah tempat itu tidak boleh ia datangi?Bum tersenyum bingung.Jaksa Yoo meminta Bum melanjutkan ceritanya tadi dengan alasan dia kehilangan Jung Woo karna Jaksa Yoo.
Bum melemah mencoba memberi penjelasan mengatakan karna Jaksa Yoo sama sekali tidak memiliki pengalaman dilapangan,maka ia akan mengajarinya sedikit.

Bum” Lihat kesini. Perhatikan. Aku mengejar mobilnya seperti ini... Kemudian, kau datang dari depan seperti ini. Jika ini terjadi, yang ada kemungkinanya kau akan menabrak sisi ini sehingga mobil akan melarikan diri. Tapi jika kau menabrak bagian ini, mobilnya akan berputar seperti ini. Dan ketika mobilnya berputar seperti itu, dari belakang... aku akan menyerempetnya seperti ini, hingga akhirnya mobil yang kita kejar terperangkap tak bisa kemana-mana. Dengan dua kali tabrakan saja,pengejaran akan berakhir sukses. Oke?”
Jaksa Yoo,” Kalau begitu kau harusnya memberikan aku petunjuk atau apa.”

Bum,” Aku akan memberikanmu petunjuk, tapi kau terlanjur memutar mobilmu!”

Jaksa Yoo,” Baiklah aku mengerti.Mulai sekarang akan kulakukan seperti itu.”

Namun tiba-tiba Jaksa Min datang mengatakan untuk tidak coba-coba melakukan hal itu karena jika ia terus mendesak mobil yang mereka kejar maka akan terjadi sesuatu yang buruk.

Tiba-tiba Scene episode awal kembali muncul dimana Jaksa Min terus mencoba mendesak mobil tersangka dan tiba-tiba menabrak,Mobil tersebut terbalik.Bartender Lee angkat bicara mengatakan agar Jaksa Min tidak menyamakan kasus tersebut dengan sesuatu kisah buruk dimasa lalu.Bum menambahkan jika kasus Jaksa Min itu adalah kasus dalam keadaan khusus,Namun tiba-tiba ucapannya berhenti saat menyadari jika Jaksa Yoo sedang berada disampingnya.

Jaksa Yoo merengut menatap Bum dan mengatakan kalau mereka mulai meninggalkan dirinya sendirian lagi.Jaksa Min tersenyum.Bum ikut tersenyum mengatakan apa maksud Jaksa Yoo mengatakan kalau mereka meninggalkan Jaksa Yoo sendirian lagi?Bum meminta agar semua yang telah terjadi dilupakan saja.

Jaksa Min dan Bartender Lee saling bertukar isyarat,sepertinya Bartender Lee akan pergi bersama Jaksa Min untuk minum darah.
Lalu scene seorang wanita terlihat sedang berjalan tergesa-gesa ,ia menelpon Jaksa Min dengan Telepon umum.Jaksa Min mengangkat telpon tersebut.

“Hallo...Jaksa Min.Tolong Aku...”Ujar Pengacara Yoon Jae Hee.

“Pengacara Yoon Jae Hee sekarang kau dimana?”Tanya Jaksa Min

“Yang Sichul dan teman-temannya mereka semua sepertinya sudah tewas,apa yang harus kulakukan Jaksa Min?,seseorang mengincarku”Ujar Pengacara Yoon panik.Tiba-tiba bayangan hitam seolah berjalan mendekati Yoon Jae Hee.Jaksa Min teriak memanggil nama Yoon Jae Hee namun sama sekali tidak ada jawaban apapun.

~~Bersambung Episode 9~~

2 komentar:

  1. jadi inget novel Psikologi yg pernah aq baca setenga3/4 doang tntng kepribadian Ganda....

    Makasih Unnie Sinopsisnya ^^

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.