12.27.2011

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 12 Part 1 -End



Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 12-End

SONG OF THE DAY

Dynamic Duo – “사선에서 (In The Line Of Fire)” [ Download ].

Malam itu seorang Vampire terlihat sedang berendam dengan bak berisi darah.Sementara Jaksa Min sedang mengendarai mobilnya melintasi hiruk pikuk suasana seol dimalam hari.Tae Yon terlihat melemah dengan tubuh kekurangan darah,wajahnya pucat,pikirannya menerawang jauh mengingat suasana club darah yang dipenuhi beberapa wanita didalamnya,serta beberapa cangkir berisi darah yang sering ia datangi.

Tae Yon mencoba bertahan dengan terus membawa mobilnya pergi kesuatu tempat,ia teringat perkelahian dirinya dengan mantel hitam dan Jaksa Jang yang diduga adalah dalang dari semua masalah.Ingatannya tak luput saat ia berada diruang interogasi bersama Jaksa Jang yang ketika itu sangat marah saat Tae Yon mengclaim bahwa Jaksa Jang lah pelaku vampire yang membunuh banyak korban.
Jaksa Min tidak menyadari bahwa dirinya sempat berpapasan dengan Jaksa Yoo malam itu yang juga sedang mengendarai mobilnya yang berbeda arah.


Vampire yang sedang berada dibak mandi tersebut selesai dengan mandi darah dan hendak beranjak keluar,terlihat taring vampire menyeringai kuat.


Jaksa Jang sekarang mengambil tanggung jawab dalam team khusus jaksa Min,ia juga bertanggung jawab atas kasus yang baru terjadi,dan korban baru telah muncul.Bum berpendapat bahwa hal ini membuktikan bahwa Jaksa Min bukan pelakunya karna saat ini ia masih ditahan.Namun Jaksa Jang mengatakan itu bisa jadi kejahatan peniruan atau mungkin dilakukan oleh kaki tangan Jaksa Min (rekannya yang lain).
Bum berpikir jika ucapan jaksa Jang adalah omong kosong dan berpikir jika Jaksa Jang begitu ingin Jaksa Min sebagai pelakunya.Jaksa Jang balik bertanya bagaimana menurut pendapat Bum sendiri,apakah Bum berharap jika pelakunya adalah dirinya.


Bum pelan mengatakan jika hasil penyilidikan dan bukti yang terkumpul menunjukan bahwa jaksa Jang lah pelakunya.Jaksa Jang bertanya sinis meminta Bum memberikan buktinya dan menunjukan hal itu padanya bahwa ia adalah seorang vampire yang membunuh begitu banyak orang dan meminum darah mereka.
Jaksa Jang lalu balik bertanya pendapat Jaksa Yoo yang sedari tadi masih bingung memikirkan kebenaran,Jaksa Jang bertanya apakah Jaksa Yoo berpikir jika dirinya adalah seorang vampire?Jaksa Yoo mengatakan tidak.
Jaksa Jang meyakinkan teamnya jika alasan ia melibatkan diri dalam kasus ini bukan karena ia menginginkan pelakunya adalah jaksa Min namun untuk menemukan pelaku sebenarnya dan menghilangkan kepercayaan diantara mereka.Jaksa Jang menambahkan bahwa ia percaya Bum sendiri akan membantunya untuk mewujudkan tujuannya.
Dan tiba-tiba suara ponsel Jaksa jang berbunyi dimana ia menerima laporan bahwa Tae Yon telah melarikan diri.


Segera Jaksa Jang membawa team keruang monitor pelacak untuk mencari keberadaan Jaksa Min bersembunyi,melihat sikap Jaksa Jang seperti itu membuat Jaksa Yoo bertanya-tanya kenapa Jaksa Jang melakukan hal ini sejauh mungkin.Menurutnya Jaksa Min mungkin bersalah karna telah melarikan diri namun menempatkan Jaksa Min sebagai pelaku pembunuhan dalam penyelidikan adalah salah.Jaksa Jang balik bertanya apakah Jaksa Yoo tahu cara selain ini dan memberitahukannya jika ada ide untuknya.Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menuduh Jaksa Min atau siapapun sebagai pelakunya namun ia mengatakan bahwa perilaku Jaksa Min saat ini mengindikasikan bahwa dialah pelakunya.
Pintu ruangan terbuka,Jaksa Jan ternyata mengambil tindakan lebih ekstrim dengan memanggil Team SWAT menangkap Jaksa Min.Bahkan Jung In berpikir jika bosnya terlalu bersikap berlebihan,sementara bum hanya mengepalkan rahangnya dengan frustasi.
Terlebih lagi saat Jaksa Jang memperkenalkan kepala team SWAT Kapten Lee Jung Moon kepadanya,Jung Moon yang masih muda (juga bermain di The Musical sebagai Sang Won) berbicara kasar terhadapnya mengatakan bukankah Bum adalah Dektektif yang terkenal gila.Bum mengingatkan bahwa Jung Moon berumur lebih muda darinya meskipun karna dengan jabatan yang ia miliki dan pertemuan pertama ,Jung Mon berpikir tentangnya begitu buruk.


Jung Moon memanggil Bum dengan satu julukan Soon Bum tua dengan sebutan Mapo Wacko,dan bertanya bukankah ia memiliki hubungan dekat dengan Jaksa Min.Ia mengingatkan agar Bum tidak bertingkah seperti orang bodoh didepannya jika tidak ia akan memukulnya.Bum hanya bisa pasrah dalam kondisi yang kurang menguntungkan baginya.
Kapten Jung Moon bersama anak buahnya bersiaga diluar dan meminta Jaksa Jang memberi informasi segera setelah mengetahui keberadaan Jaksa Min.Jaksa Jang menyatakan pada Jaksa Yoo dan bum bahwa jika mereka peduli dengan Jaksa Min mereka tentunya harus setuju membantunya untuk menangkap pelaku sebenarnya dan hal itulah yang terbaik yang mereka harus lakukan.
Bum mengatakan bahwa mereka bahkan tidak tahu lokasi keberadaan Jaksa Min sekarang.Jaksa Jang cukup puas mengatakan bahwa Tae Yon telah mengambil berkas perkara dan pergi kesuatu tempat dimana ia telah mengambil CD yang telah ia simpan dilaci mejanya,maka setelah Jaksa Min membuka CD tersebut kedalam komputer dan memasukannya,ia akan dengan mudah melacak IP Adress dari komputer yang ia gunakan.
Tentu saja,Jaksa Jang telah merencanakan hal ini sejauh mungkin sebagai jebakan untuk jaksa Min.
Bum kaget mendengar jawaban tersebut dan berpikir bagaimana ia bisa mengatur semua rencana ini.Jaksa Jang menjawab dengan cepat mengatakan jika ia tidak bisa mengetahui gerakan musuh maka ia tidak akan memenangkan pertandingan ini bahwa ia mencari bukti kuat atas kasus pembunuhan oleh pelaku vampire.


TaeYon menyelinap masuk keTKP terbaru kasus pembunuhan yang dilakukan oleh vampire yang sebelumnya telah dicek oleh Team Jaksa Jang untuk mengambil sedikit Darah yang tersisa disana.TaeYon memasukannya kedalam mulutnya untuk melihat kilas balik kematian korban tersebut,dalam visi itu ia melihat sebuah tangan memegang kartu nama berdarah ,kartu atas nama dirinya yang pernah ia selipkan dipintu masuk pengacara Yoon Jae Hee,dimana saat itu ia menulis dengan tangannya dikartu nama meminta pengacara Yoon menghubunginya.
Diruang sentral tempat kerja DongMan melakukan pemeriksaan (yang bisa juga disebut ruang labor ),DongMan menatap sedih fhoto team mereka yang pernah mereka ambil saat menyelesaikan kasus kematian Yoon Jung Ah disebuah Reality Show beberapa minggu yang lalu.Dan kemudian ketika layar nya berbunyi memberikan tanda sinyal pelacak dari CD tentang keberadaan Jaksa Min,ia buru-buru menutup layar monitornya dan bereaksi cepat mengatakan matanya sedikit agak lelah.Namun Jaksa Jang terlalu tajam untuk mengetahui sinyal tersebut dan meminta DongMan memperlihatkan layar monitornya dan bukan meminta ia mengistirahakan matanya.


Tentu saja fakta yang sedikit menarik,bahwa Team Jaksa Min tetap setia padanya meskipun ada upaya dari Jaksa Jang yang menggoda membantunya.Jaksa Jang tersenyum memberitahukan pada Team SWAT lokasi Jaksa Min berada dan mereka segera bergegas kesana.


Mengetahui hal itu,Bum dan Jaksa Yoo segera melompat kemobil berencana menemukan Jaksa Min lebih dahulu dari team SWAT.Bum membawa mobil dengan kecepatan penuh dan meminta Jaksa Yoo berpegangan kuat.
Tae Yon duduk diruang kafe Internet umum membaca info pada file CD tersebut tentang dia,adiknya,serta Bartender La.Saat ia melihat semua info tersebut Team Swat bergerak masuk kedalam menyerbu sebuah tempat duduk dimana CD yang memberi sinyal keberadaan Tae Yon dan mencoba menangkap buruan mereka.Kapten Jung Mon bersiaga menangkap pria yang duduk membelakanginya dan mengucapkan senang karna telah bertemu dengan Jaksa Min untuk menangkapnya.
Namun hal itu salah,ternyata seorang anak muda yang diperintahkan Tae Yon dimana ia telah diminta Jaksa Min untuk mengunggahnya keinternet dan mengirimkannya melalui email.


Apa yang membuat kita sedikit takjub,bahwa sebenarnya TaeYon juga masih berada disana meskipun pada ruangan yang berbeda dan berada tak jauh dari sana sepertinya disekitar sudut.Dia berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut sementara Team SWAT menghubungi Jaksa Jang mengatakan kalau mereka telah kehilangan jejak Jaksa Min.Mendengar hal itu Jaksa Jang begitu marah.
Bum yang juga telah sampai disana bersama Jaksa Yoo mengatakan bahwa Jung Moon sebenarnya tidak kehilangan jejak Tae Yon melainkan ia sama sekali memang belum menemukan jejaknya.
Sebenarnya Jung In melihat Tae Yon dengan sekilas berjalan keluar meninggalkan tempat tersebut,namun reaksinya tetap diam.


Jaksa Jang memberitahu Team SWAT bahwa mereka akan menemukan Jaksa Min disatu tempat yang pasti ia akan tuju setelah melihat CD tersebut,yaitu Klub Darah.Tulisan blood Cafe sepertinya baru kali ini aku melihatnya setelah se11 episode aku menontonnya.
Tae Yon berjalan terhuyung-huyung masuk kedalam klub darah tersebut bahwa kondisinya mulai melemah.Ia terjatuh kelantai dan visi vampirenya seolah menemukan bau darah yang menggodanya berjalan kearah sana.
Tae Yon menemukan Dokter la dalam keadaan sekarat,dimana sesuatu telah terjadi padanya yang telah menusuk pada bagian perutnya.Tae Yon menyebut Dokter La Hyung dan bertanya apa yang telah terjadi padanya dan siapa yang telah melakukan hal ini padanya.
Tae Yon bergegas menyumbat luka Dokter La,dengan nafas terengah-engah Dokter la mengatakan semua darah telah dicuri.Benar-benar trik yang hebat Jaksa Jang,dimana saat Team SWAT pergi mengejar Jaksa Min ia telah pergi keklub darah terlebih dulu dan mengambil semua persediaan kantung darah diklub darah milik Bartender La.


Namun Jaksa Min ingin membawa Dokter la segera kerumah sakit untuk melakukan perawatan medis terhadapnya.Dokter la mengatakan hal itu sudah terlambat.Jaksa Min bingung maksud ucapan Dokter La bicara seperti itu bukankah ia masih bisa diselamatkan.
Dokter La mengatakan kalau ia adalah dokter dan tahu dengan baik kondisinya.Ia mengingatkan bahwa Jaksa Min tidak boleh berada disini karna mereka akan segera membunuhnya.
Jaksa Min meminta Dokter la diam dan segera pergi,Dokter la mengucapkan minta maaf karna semua ini adalah penyebabnya.Ia meminta Jaksa Min untuk minum darahnya,dan segera menangkap pelakunya.Benar-benar menyentuh ...^^Tae Yon menolak,namun dokter La terus memohon melakukannya karna baginya hal itulah hal terakhir yang bisa lakukan untuk menebus semua kesalahannya.Tae Yon tetap menolak.Dokter la mengingatkan bukankah Jaksa Min ingin mencari vampir sebenarnya yang telah membunuh adiknya?
Dan pada saat kondisi kritis Dokter La ketika itu,Team SWAT menyerbu masuk keklub darah dan bersiaga menangkap Jaksa Min.Dengan air mata yang mengalir turun diwajahnya,Tae Yon keluar menjadi vampire.Ketika Kapten Jung Moon telah datang dipintu masuk Klub Darah ia menemukan Dokter La telah mati.Tapi TaeYon masih berada didalam klub,dan dua petugas menemukannya dan meminta Jaksa Min untuk menyerah dengan mengangkat tangannya.
TaeYon menyeka darah dari mulutnya dan memulai perkelahian dengan tenaga kuat yang membuat mereka jatuh .Dan Petugas SWAT berdatangan satu persatu untuk mengalahkan Tae Yon.
Semua petugas anggota SWAT dengan mudah dirobohkan olehnya,terakhir ia menangkap Kapten Jung Moon dan menarik Jung Moon pada bagian leher tenggorokannya,Tae Yon memberikan peringatan padanya untuk menyampaikan pada Jang :"Berhentilah mengejarku,ketika saatnya tiba aku sendiri yang akan mendatanginya."
Tae Yon berjalan meninggalkan klub dan seorang lagi menemukan dia yang telah menunggunya,Jaksa Yoo Jung In dengan mengarahkan pistol kebelakang punggung Jaksa Min.Jaksa Yoo memintanya berhenti dan mendesaknya untuk melakukan hal ini dengan cara hukum.
"Berhenti Jaksa Min.Dengan caramu ini,takan ada yang bisa diselesaikan.Cukup...cukup...sampai disini saja,kumohon...Hingga saat ini kita sudah bekerja sama dengan baik?"


Mendengar ucapan Kita oleh Jaksa Yoo membuat Jaksa Min berpikir sejenak,ia berjalan kearah Jaksa Yoo dan melakukan pendekatan menempatkan tanganya diatas tangan Jaksa Yoo yang bersiap untuk menembaknya.Membuat air mata Jaksa Yoo jatuh dan menurunkan pistolnya.
Jaksa Min tersenyum mengatakan bahwa Pistol yang dibawa Jaksa Yoo hanyalah pistol gas dan meminta Jaksa Yoo mulai sekarang untuk selalu membawa pistol sebenarnya.Karna akan sangat berbahaya jika Jaksa Yoo terus membawa Pistol gas kemana-mana tentunya apa yang akan Jaksa Yoo lakukan jika dirinya terluka.
Jaksa Yoo hanya bisa memohon agar Jaksa Min merubah caranya.
Jaksa Min berjalan meninggalkan pergi Jaksa Yoo disana...


Mendengar laporan dari Kapten Lee Jung Moon tentang berita buruk tersebut membuat Jaksa Jang begitu marah.Kapten Jung Moon kemudian berjanji untuk mengalahkan Jaksa Min.Ia sebelumnya tidak mengira bahwa Jaksa Min mampu mengalahkan semua anak buahnya seperti itu.Jaksa Jang Marah mengatakan ia meminta Team SWAT membantunya bukan untuk mengatakan gagal.
Kapten Jung Mon mengatakan kalau ia akan mengusahakan hal itu dan segera menemukan Tae Yon.Jaksa Jang mengingatkan bahwa satu kali gagal mengartikan mereka belum memiliki keberuntungan tetapi jika mereka melakukan kegagalan untuk kedua kalinya bisa diartikan Team SWAT tidak memiliki keahlian.


Kapten Jung Moon mengerti ucapan Jaksa Jang namun ia menambahkan bahwa Tae Yon bukanlah orang biasa dan meminta pada Jaksa Jang untuk memberikan izin mereka menggunakan senjata tajam.Jaksa Jang memberikan izin tersebut namun tidak memperbolehkan membunuhnya.


Malam itu seorang pria yang berada tak jauh didekat apartemen duduk dengan mengengam ponselnya.Namun seseorang misterius nampak mengawasinya dengan membawa kartu nama Tae Yon yang berlumur darah.
Sementara itu Jaksa Jang duduk diruang kerjanya melihat semua bukti yang terkumpul,ia melihat pemantik berlogo milik Firma hukum,hal itu mengingatkan Jaksa Jang saat ia bertemu Jaksa Min yang keluar dari rumah sakit saat menjenguk pengacara Yoon.Jaksa Jang melihat Jaksa Min terus memainkan pemantik itu.
Lamunan tersebut tiba-tiba buyar saat Jaksa Jang menerima telpon dari Telpon Jaksa Min yang telah diserahkan sebagai bukti.Jaksa Jang mengangkat telpon tersebut dan bertanya Dimana engkau sekarang?.Setelah itu tidak terdengar lagi percakapan apapun.
Mayat lain muncul didekat sungai Han,pada tenggorokannya terdapat bekas gigitan vampire.Panggilan pada ponsel mayat tersebut ditujukan pada Jaksa Min.Jelas hal ini bukan dilakukan oleh Jaksa Min,karna vampire lain yang melakukan hal ini sambil membawa kartu namanya yang sama berdarah saat ia melihat hal itu melalui visinya pada korban sebelumnya.
Team Jaksa Jang datang menuju TKP,Bum segera mengatakan hal ini bukan dilakukan oleh Jaksa Min dengan catatan bahwa Jaksa Min sama sekali tidak mengenal korban.
Jaksa Jang bertanya pada Bum apakah ia begitu mengetahui secara detail kehidupan Jaksa Min?Bum terdiam mengatakan bukan maksudnya berbicara seperti itu.
Jaksa Jang mengatakan kalau hal ini telah memperkuat pemikirannya bahwa Jaksa Min adalah pelakunya.
Saat berjalan keluar Jaksa Jang bertanya pada Jaksa Yoo yang ia dengar ikut pergi keklub.Jaksa Yoo mengiyakan mengatakan meski ia datang terlambat ia datang kesana.Jaksa Jang bertanya apakah ia bertemu dengan Jaksa Min?Jaksa Yoo terdiam sejenak berpura-pura mengatakan tidak bertemu dengannya.
Jaksa Jang setuju akan ucapan Jaksa Yoo yang mengaku bahwa ia tidak bertemu dengannya meskipun dengan dugaan benar.
TaeYon menyelinap diam-diam menghubungi Bum,dimana semua telah disadap oleh Jaksa Jang secara licik,Bum bertanya dimana Tae Yon sekarang serta apa yang ia lakukan saat ini?Jaksa Min mengatakan hal itu akan mereka bicarakan nanti saja.Dia meminta bantuan pada Bum untuk mendapat sampel darah dari korban yang telah terbunuh.
Keduanya sepakat untuk bertemu dipusat perbelanjaan Yeongmundo dan meminta agar Bum berhati-hati untuk datang kesana agar tidak mendapat perhatian dari Team SWAT.


Kapten Jung Moon tersenyum kemenangan setelah mengetahui pertemuan itu,ia segera membawa anak buahnya bergegas kesana,Kapten jung Moon bergumam"sudah kukatan untuk tidak bertindak bodoh,dasar tolol."
Bum segera keluar dari kantor kejaksaan secara diam-diam dan membuat Janji pada Doktor Seo untuk bertemu disebuah kafe,Doktor Seo bertanya-tanya kenapa Bum memintanya bertemu disini.
Bum mengatakan alasannya karna kafe ini bagus dan meminta sampel darah korban padanya.
Dokter Seo heran pada Bum bertanya-tanya tidak cukupkah jaksa Min yang memiliki hobi aneh seperti itu dan kenapa Bum mengikutinya.Dokter Seo bertanya apakah ia ingin mengkoleksi darah tersebut.Bum bingung menjelaskan kebenarannya namun ia mengatakan kalau ia saat ini sedang frustasi karna hal ini sangat bergantung tentang hidup matinya seseorang.Dokter Seo memberikan 3sampel darah tersebut pada Bum dan mengatakan sampel darah tersebut tidak termasuk sampel darah Korban pertama.


Bum meminta pada Doktor Seo untuk menjadikan hal ini rahasia mereka berdua saja,Dokter Seo mengangguk mengerti.Bum sebenarnya sangat berat meninggalkan kafe tersebut karna janjian dengan Dokter Seo.Ia bergumam bahwa dirinya sangat berat untuk pergi meninggalkan Dokter Seo yang begitu memiliki wajah cantik serta memiliki dada yang indah.Dokter Seo menunduk malu.Bum memuji bahwa Dokter Seo memiliki hati yang indah.
Saat Bum hendak melangkah pergi,dokter Seo mengatakan kalau ia baru ingat bahwa hasil otopsinya menemukan dua tusukan jenis berbeda pada korban.
Jang memungkinkan kepergian Bum dengan mudah meskipun itu bukanlah pertanda baik bahwa Bum akan bertemu Jaksa Min dengan sukses.Dan saat bum pergi menuju tempat mereka bertemu,Jaksa jang segera memobilisasi team SWAT bergerak kesana.Sementara itu Jaksa Yoo dan DongMan hanya memantau semua rencana Jaksa Jang.
Jaksa Min telah berada disana,ia memantau semua kamera CCTV yang memantau pusat perbelanjaan tersebut.Dimana semua petugas SWAT menggunakan pakaian sipil bergerak kesana.Jung In kaget pada saat Jaksa Jang melakukan rencananya pada tahap ini,tapi Jaksa Jang mengatakan alasan ia meminta bantuan team keamanan khusus karna mereka dalam team yang sama.Ia mengingatkan jika ada perbedaan jelas antara orang yang benar-benar tidak tahu apa-apa atau berpura-pura naif.Jaksa Yoo mengerti bahwa Jaksa Jang menyindirnya.
Jaksa Jang mengingatkan jika Jaksa Yoo yang bertemu dengan Jaksa Min kemarin bisa menyakinkan dirinya ia tidak akan membuat situasi menjadi seperti ini.(Jaksa Jang kesal,karna semua team Jaksa Min tidak mau membantunya dan tetap setia pada Jaksa Min..cute...aku suka persahabatan ini).
Jaksa Jang meminta agar Jaksa Yoo memperhatikan hal itu baik-baik yang memaksudkan bahwa seorang Jaksa penuntut hukum yang cukup baik harus bisa berpikir jauh kedepan.


Bum berjalan dipusat perbelanjaan tersebut dengan tergesa-gesa dengan berpikir bahwa saat ini ia sedang aman,saat ia meyakinkan TaeYon dengan melakukan panggilan padanya bertanya saat ini Tae Yon dimana dan ia telah membuang semua ekornya.Namun Jaksa Min menjawab lain bahwa ia berada disuatu tempat.Bum bertanya dimana itu?Jaksa Min mengatakan kalau ia tidak bisa memberitahunya sekarang.
Dia memimpin Soon Bum untuk memberikan paket sampel darah tersebut pada seorang pria bertopi yang berdiri tak jauh disana yang tahu dimana ia bisa menemukan Tae Yon.Pria tersebut tampak seperti seorang pria yang sedang melakukan penggelapan.
Namun saat itu Jang meminta teamnya untuk menunggu,ia ingin tahu dimana pria bertopi tersebut akan membawa Bum bertemu Tae Yon.
Segera Bum berjalan mendekati pria asing tersebut.Namun pria itu berkata lain mengatakan kalau ia telah diberi uang oleh seseorang dan memintanya untuk sesuatu dan sebenarnya ia tidak memiliki dendam apapun terhadap Bum.Bum tidak paham ucapan pria bertopi tersebut.Dan membuat kejutan dengan memukul Bum hingga terjatuh.Para Agen SWAT turun dan mengejar pria asing tersebut,mengabaikan desakan Jang untuk menahan diri mereka keluar.Dan Bum menemukan sebuah ponsel yang terjatuh tepat dimana ia terjatuh.


Bum mengangkat telpon panggilan masuk dan membuat semua Team Jaksa Jang begitu kesal,karna mereka tidak bisa mendengar percakapan Bum dan Jaksa Min.
(Hebat Euy strategi Jaksa Min...terutama keprok-keprok buat Penulis ceritanya).Ternyata Tae Yon berada dimal setelah semua itu terjadi.Dia menyindir bum mengatakan kalau ia sudah bilang agar Bum berhati-hati.Dan kemudian memicu kamera CCTV yang menemukan keberadaan lokasi Bum.Tae Yon mematikan semua kamera CCTV dengan sebuah remote kecil (seperti saklar)
Tiba-tiba semua kamera keamanan CCTV menjadi tidak berfungsi membuat Jaksa Jang yang memonitor diruang kendali bertanya-tanya kesal penyebabnya.Petugas mengatakan kemungkinan saat itu mereka kehilangan sinyal.Jaksa Jang meminta agar petugas segera memunculkan kembali kameranya.
Kamera kembali terlihat baik dan bertepatan dengan hal itu,Tae Yon diarahkan berjalan kesebuah Toko yang berada didepannya dan memintanya masuk kesana.
Bum masuk kesana dan kemudian menelpon Tae Yon mengatakan kalau ia sudah berada disana,Tae Yon berkata dengan lucu "Kau punya 9 ekor.apakah kau ini siluman berekor 9?".
Bum kesal karna Tae Yon bicara seperti itu ,ia mengatakan kalau saat ini ia sedang tidak ingin bercanda.
Tae Yon melanjutkan ucapannya mengatakan "Mulai sekarang, aku akan memotong satu demi satu ekormu itu, kau mengerti?".Bum kesal dan meminta agar Tae Yon segera bertemu cepat dengannya agar ia segera memberikan sampel darah tersebut.Ya,Bum benar-benar takut jika hal ini ketahuan.
Jaksa Min mengatakan hal itu akan bertambah buruk jika Bum diketahui oleh Jaksa Jang bahwa ia telah membantunya.Ia mengatakan sedikit bercanda ,"Bukankah kau masih ingin dipromosikan bukan?".
Bum mengiyakan namun ia berkata seperti itu karna khawatir akan Jaksa Jang yang mengirimkan tenaga SWAT membantu rencananya.Jaksa Min mengatakan meskipun begitu,mereka tetap tidak boleh memberikannya barang bukti atau saksi kasus ini begitu saja.
Jaksa Min mengingatkan agar Bum lain kali mengatakan tidak tahu saat Jaksa Jang menanyakan apapun padanya.Dan Bum setuju dengan berseru mengatakan "Tae Yon,Apapun yang terjadi...aku sangat menyukaimu!..." (Cha_sya : kekekek...maho Bum ha ha....aku jadi mikir...hubungan paling kuat disini Tae Yon dengan Bum ketimbang Tae Yon dengan Jung In).


Jaksa Min mengatakan kalau mereka akan memulai permainan ini dan mengarahkan Bum untuk berputar-putar dipusat perbelanjaan tersebut,kemudian Jaksa Min menyelinap dari belakang dan memotong ekor Bum (baca :petugas SWAT yang mengikuti) dan kemudian menonaktifkan pada setiap kamera petugas.
Jaksa Jang memantau semua itu diruang kontrol,ia melihat Jaksa Min menatap kamera CCTV yang kemudian satu persatu menonaktifkannya setelah mengalahkan Team SWAT satu persatu.
Jaksa Min meminta Bum kemudian naek eskalator dan mengikutinya kelantai atas.Petugas ruang Kontrol memberi informasi jika Tae Yon muncul didepan kamera.Dan Jaksa Jang segera menugaskan Team SWAT untuk menangkapnya.
Jaksa Jang begitu antusias saat Tae Yon berada dibelakang salah satu petugas SWAT.
Kapten Jung Moon membagi tugas untuk menangkap Tae Yon dengan dua sudut yang berbeda yang kemudian masuk kedalam toko tersebut.
Jung In kaget menyadari bahwa setiap petugas SWAT telah diberikan izin untuk penggunaan peluru tajam.ia bertanya keras siapa yang memberikan izin tersebut pada Jaksa Jang.Namun Jaksa Jang tidak begitu menghiraukan ucapan Jung In.TaeYon mengalahkan setiap anggota dan kemudian menonaktifkan senjata mereka (baca :membuang peluru dari dalam senjata yang dilempar terpisah oleh jaksa Min) secara halus.Tekanan Darah jang menjadi naik sepersekian cc yang membanting berkas yang ia pegang.Tapi sepertinya liat DongMan seneng deh melihat Jaksa Jang seperti itu....(Cha_sya :aku juga....emosi penonton).
Hal ini menyebabkan semua anggota SWAT bergerak menuju tempat parkir saat Bum telah berada diruang Parkir dan menghubungi Tae Yon.Tae Yon mengatakan kalau ia akan segera kesana.Bum merunduk dari balik mobil saat Kapten jung Moon memerintahkan pada semua anak buahnya untuk cepat menangkap Tae Yon.
Perlahan Bum masuk kedalam ruangan parkir,yang kemudian Jaksa Min menyelinap masuk perlahan kesana.Semua Team SWAT berkeliaran disana dengan pistol yang siaga.Tae Yon berjalan mendekatinya keseorang Anggota SWAT yang kemudian membantingnya kelantai.


Kamera anggota SWAT memperlihatkan keberadaan TaeYon yang kemudian secara pelan Tae Yon membuat isi peluru dan menonaktifkan kamera team SWAT tersebut.
Jaksa Jang teriak meminta anggota SWAT dan ruang Kontrol mengamankan kamera yang berada diruang parkir.Akan tetapi monitor tidak bisa memperlihatkan tempat tersebut yang tertulis No.Signal,petugas ruang kontrol mengatakan jika seseorang telah merusak signalnya.


Dari balik mobil,Tae Yon yang menyelinap mengatakan agar Bum tidak pergi kemana pun karna ia akan segera kesana menemuinya.Dan setelah mengalahkan anggota SWAT satu lagi,Tae Yon merasa aman dan berjan berbalik arah.
Satu agen menodongkan pistol kearah Tae Yon yang tertangkap kamera dimana agen SWAT tersebut berada dibelakangnya.Tae Yon tertangkap dengan mengangkat kedua tangannya tanda menyerah,namun agen SWAT tersebut begitu baik atau bodoh yang tidak menyadari bahwa Tae Yon lebih berbahaya dari jarak dekat yang memungkinkan ia kembali mengalahkan agen tersebut.Dimana hal itu titik termudah mengalahkan agen tersebut.


Diruang kontrol,Jaksa Jang terdiam tegang mengawasi hal itu,sementara DongMan mengigigit jarinya.Dan kamera pada agen tersebut kemudian non aktif.Tae Yon tersenyum menemukan Bum bersembunyi diruang parkir yang kemudian datang menganggetkannya.
"Hyung"Ujar Tae Yon yang membuat Bum terkaget-kaget.Bum mengatakan kalau Tae Yon benar-benar datang dengan mengagetkannya dan bertanya apakah Tae Yon telah menyelesaikan semua anggota SWAT dan apakah Tae Yon baek-baek saja.(Cha_sya:Bum care banget sama adiknya ini....).Tae Yon tersenyum sambil menepuk Bahu Bum bertanya apakah Bum baik-baik saja.Bum menghela nafas lega mengatakan kalau rasanya ia bisa tiap saat mati mendadak.Kemudian Bum menyerahkan sampel darah tersebut pada Jaksa Min dan memberi tahukan satu petunjuk dari Doktor Seo katakan.


"Terima kasih."Ujar Tae Yon setelah menerima  sampel darah tersebut.
"Tak perlu berterima kasih,lagipula itu bukan darahku.Oh ya. Dokter Seo mengatakan sesuatu tentang temuannya sewaktu melakukan otopsi."Ujar Bum memberi tahu.
"Temuan apa?"Tanya Tae Yon
"Kau ingat jasad-jasad yang beberapa waktu lalu ditemukan di bangunan kosong daerah Kangwondo?Dia menemukan dua tipe gigitan yang berbeda."Ujar Bum menerangkan.
"Apa maksudmu?"Tanya Tae Yon tak paham.
"Maksudku... Pada beberapa jasad,jarak antara luka gigitan cukup lebar,namun di jasad lainnya, jaraknya lebih sempit.Dan kasus yang terjadi belakangan ini memiliki tipe gigitan yang kedua".Ujar Bum memberitahu.
"Ada vampir lainnya?"Ujar Tae Yon bertanya-tanya
"Aku juga berpikir seperti itu."Jawab Bum.
Tae Yon mengatakan kalau ia akan menyelidiki hal itu,Bum bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang untuk membantunya.Tae Yon bicara dengan nada lucu meminta Bum tetap hidup karna ia akan menghubunginya lagi.


Segera Bum menambahkan bahwa jika dia membutuhkan darah untuk diminum,maka Tae Yon segera harus menghubunginya karna ia akan menjadi donor darah untuk Tae Yon dengan meminta PMI mengambil darahnya untuk Tae Yon.Jaksa Min tersenyum mendengar hal itu.
Segera Bum hendak pergi dengan meninggalkan Tae Yon dengan kata-kata keyakinan :"Pokoknya jaga dirimu,Ingatlah kita akan selalu memihakmu.".Hal itu berarti penggunaan kata "kita" yang mengingatkan ucapan Jung In padanya ketika ia bertemu diluar Klub darah sambil meneteskan air mata.
Jadi Tae Yon saat ini sedang tidak sendirian.Tae Yon mengatakan "Itu kata-kata bagus untuk didengar (kata itu sungguh sangat nyaman didengar)."Mereka kemudian berpisah setelah Tae Yon meminta Bum meninggalkan tempat tersebut dengan cepat, Bum mengangguk mengiyakan kalau ia akan cuci tangan dalam masalah ini.
Bum memberikan semangat "Min Tae Yon,berjuanglah..".
Setelah Tae Yon keluar dari tempat tersebut,tiba-tiba sebuah panggilan dari Kapten Jung Moon yang bersiaga menaruh pistolnya dipunggung Tae Yon.Satu Agen SWAT yang tertinggal setelah semuanya dikalahkan oleh Tae Yon.
TaeYon bergerak membalikan pistol,namun hal itu cukup kuat membuat satu tembakan bersarang kebahunya.Hal itu cukup membuat TaeYon merasa kesakitan namun tidak bisa menghentikannya.


Bum bertemu pada anggota SWAT berserta kapten Jung Moon yang telah dikalahkan oleh Tae Yon.Bum berpura-pura tanya apa yang terjadi pada anggota SWAT sehingga wajah mereka terlihat memar dan tubuh penuh luka padahal mereka membawa senjata.Dan bertanya apakah diantara mereka tidak menemukan apapun sehingga berlatih tinju bersama-sama?.Kapten SWAT yang merasa diperolok-olok menampar pipi Bum yang memintanya untuk berhenti memperolok dirinya.


~~~Bersambung Episode 12 Part2 End~~~

2 komentar:

  1. thax banget y udah buat sinopsis vampir p...akhirnya bs faham apa yg di omongkan ama jaksa mi dan kwan2...^_^...klu ntn dvd nya cuma bs pake bhs kalbu..thx indo nya berantakan skali..

    BalasHapus
  2. thax baget y udh buat sinopsis vampir p...akhirnya bs jg faham apa yg diomongkan ama jaksa min dan kwan2 (^_^)..klu ntn dvd nya cuma bs pake bh nalar & kalbu aj..thx indo nya berantakan skali..

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.