11.26.2011

Sinopsis Vampire prosecutor Episode 6 Part 1

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 6
Setelah Nonton Vampire Prosecutor akhirnya aku sedikit nyimpulin bahwa Vampire itu banyak kemenangannya :
1.Super Power
2.Super Cool 
3.Super Sight(blood scene + death scene)
4.Super Health (absolute immune and faster healing).
Liat aja pada Episode 5.Jaksa Min nggak takut dia minum darah Kang Jaeun yang terkena infeksi tetanus..Juga pada episode 6 ini yang minum darah terkena bakteri e.coli.
Namun ada satu yang menurut saya ia memiliki kekurangan :
Super Keinginan darah segar dan membunuh yang membuat Jaksa Min kesepian.


Hmm,kalau Jaksa Min nggak minum darah lagi artinya ia kompakan sama edward cullen buat belajar puasa minum darah,itu nggak mungkin bukan?atau ikutan seperti keluarga cullen yang minumnya darah hewan _-->syindrome Edward cullen lagi menjangkit aku ^_^.
Semakin berlanjut episode semakin tanda tanya,aku jadi malah nggak mikir kalau Bartender Lee itu bukan vampire mantel hujan yang ngebunuh adik Jaksa Min,tapi Jaksa Jang ...
Abis senyumnya itu manis penuh arti sih.


Dan ternyata eh ternyata Vampire kalau kena tusuk berdarah juga ya :),Juga suka sifat riang Bum yang kadang bisa kasar sama orang yang lagi diinterogasi,becandaan nya itu keke....buat Jaksa Yoo kadang uring-uringan.
Semua pasti ngarepin ada kisah asmara antara Jaksa Min dan Jaksa Yoo (Termasuk saya).
Yang pasti aku ngelanjutin Drama ini dulu deh...sebagai Main project.Jadi kalau yang tanya Sinop lainnya udah aku jawab disini ya.
Udah Deh lanjut aja Baca Sinopsisnya daripada dengerin celoteh saya kekeke .
Happy Reading!
Scene dibuka dengan Latihan Bela Diri Jaksa Min bersama gurunya.
SONG OF THE DAY Dramabeans.com
Casker – “천생연분” (Match made in heaven) [ Download ]



Satu sama lain saling menyerang,Jaksa Min terlihat seimbang dengan ilmu beladiri gurunya,Namun pada waktu yang terdesak tiba-tiba jaksa Min lepas kontrol.
sifat haus darah dan penyerang membuat mata biru Vampire Jaksa Min terlihat serta urat nadi kehijau-membiru terlihat menonjol.
Namun dengan cepat Jaksa Min membuat dirinya kembali normal seperti manusia.
Latihan beladiri pun berakhir.Ternyata Jaksa Min juga belajar beladiri dari seorang guru,bukan hanya kepandaiannya dari jiwa vampire.
Judul Episode 6 kali ini adalah Klub Petarung

Ditempat lain,sebuah kelompok beraneka ragam duduk mengelilingi sebuah meja dan membahas seni bela diri tertentu atas masing-masing keahlian yang mereka miliki.
Setiap orang lain memiliki preferensi yang berbeda dari seni bela diri tertentu yang ia miliki,semua diceritakan dengan kesombongan sikap.
Sambil makan siang,mereka telah bersiap-siap untuk melakukan suatu rencana pertarungan bebas melawan.
Pria 1 mengatakan seni bela diri layak seperti air yang tidak berbentuk menjadikan pikiran masing-masing kosong seperti ucapan Master Bruce Lee. 
Pria 2 menambahkan jika dituangkan kedalam gelas,maka air akan berbentuk gelas.Air dapat mengubah dirinya menjadi apapun yang mewadahinya.Tidak memiliki bentuk yang tetap dan menyerang lawan seperti air yang menghancurkan.Itulah inti beladiri Julgwando.

Pria 1 mengatakan Air atau bukan tangan tak akan pernah mengalahkan kaki.Jika tangan itu merayap seperti air.maka kau segera berakhir.Ini yang dinamakan 'kau tamat'.
Wanita 1 ikut memaparkan referensi berbeda tentang seni bela diri,"Gerakan Taekwondo bisa jadi terlalu melelahkan.Taekwondo terlalu ditekankan pada latihan serangan tidak untuk pertarungan sebenarnya.Karena tidak dilatih bertahan pada pertarungan sebenarnya,satu pukulan saja bisa menjatuhkannya.Hal itulah yang paling penting.Kau tahu apa yang akan terjadi, kan?"

Pria 1 terkekeh-kekeh atas ucapan wanita tersebut,ia seakan meremehkan bela diri yang dimiliki wanita tersebut.
Pria 1 mengatakan,"Jika kau yang jadi lawanku,kau tak akan bisa menjangkau leherku.Karena aku menjaga jarakku denganmu,kau akan coba mendekat untuk menangkapku,dan pada saat itu.Jika kepalamu kacau,maka pertarungan dipastikan sudah selesai."
Pria 3 tersenyum mengingatkan jika dirinya adalah orang yang lebih tua dari mereka.
Pria 3,"Ketika aku ikut perang dulu, kalian tahu bagaimana aku menghabisi tentara-tentara vietnam itu?Bukan dengan sebuah pistol atau senjata tapi dengan tangan ini,aku menghantam leher tentara-tentara Vietnam itu seperti ini.Karena peperangan saat itu,
tubuhku jadi lebih panjang dari tubuh manusia kebanyakan.Tanganku telah menjadi pisau,
dan kakiku yang jadi pistolnya.Karena itulah commando martial arts sangat mematikan."
Pria 1 berpikir meski senjata atau bukan serangan lebih cepatlah yang terlihat mematikan seperti dirinya,dimana lutut lebih cepat dari telapak kaki.Dan Jika dibandingkan dengan lutut maka tangan lebih cepat.
Pria 4 mengatakan tidak perlu apapun lebih cepat hal terpenting adalah menendangnya jauh-jauh.Wanita 1 berpikir kenapa tidak segera dimulai pertandingan petarung?Mereka pun segera sepakat jika tidak ada aturan dalam pertarungan tersebut,dengan begitu masing-masing pihak satu sama lain tidak bisa menebak rencana lawan.Mereka semua akan bertarung disaat yang sama namun pada tempat yang berbeda.Satu Orang lawan satu,dan ia bisa menunggu pertarungan kembali hingga pertandingan pertama usai.
Dan Siapa yang dinilai Pemenang?Mereka sepakat pemenang adalah Orang yang mampu mengalahkan semua lawan tanpa ada yang tersisa.Artinya mereka harus bersungguh-sungguh seolah-olah itu adalah pertarungan antara hidup dan mati.


Bagi semua anggota kelompok rencana tersebut terdengar menyenangkan atau juga berpikir sebaliknya akan sangat memalukan jika menerima kekalahan,sistem liga pun digunakan.Dengan biaya pendaftaran 100 dollar perorang,biaya inisiasi 5.000$ perorang,jumlah semua biaya itu akan dijadikan keuntungan bagi pemenang.
Semua kelompok sepakat jika kemenangan termasuk orang yang berjaya ,jika mereka kalah atau mendapatkan kerusakan pada anggota tubuh.Masing-masing sama sekali tidak mendapatkan biaya pengobatan atau apapun.Terutama kematian yang merenggut nyawa peserta,sama sekali dianggap suatu kewajaran seperti orang yang tidak memiliki kemampuan.
Segera semua peserta berjalan masing-masing ketempat pertarungan yang telah disepakati.
Wanita 1 bernama Lee Yonso memiliki keahlian beladiri Muethai.
Pria 1 bernama Sa Ji Sung dengan keahlian bela diri Taekwondo.
Pria 3 Bernama Jang Mang Bae dalam seni bela diri Commando martial arts.
Pria 5 bernama Ha Taehoon memiliki kemampuan bela diri Tinju.
Pria 4 bernama Jang Myung Jin keahlian bela diri Julgwando.
Semua Anggota kelompok telah siap bertarung.
Keesokan harinya semua petugas kepolisian terkait juga Team Jaksa Min berada diTKP.Jaksa Min berjalan disekitar TKP,melihat bercak darah korban yang tertinggal pada sebuah topeng besi.Ternyata Pertemuan sekelompok petarung telah menewaskan Jang Myung Jin,pria berumur 38 Tahun yang memiliki keahlian beladiri Julgwando.
Jang Myung Jin ditemukan tewas ditempat kejadian dengan tubuh penuh luka.
Segera Team Jaksa Min mendiskusikan kasus kematian Jang Myung Jin dimeja rapat.
Jaksa Min memaparkan jika Jang Myung Jin adalah anggota dari klub petarung internet,penyebab kematian diduga akibat hantaman keras kepala.Dimana hari itu semua anggota klub petarung bertemu untuk saling bertarung.


Sebelumnya Jaksa Min telah melihat flashback kematian Jang Myung Jin .Dari kacamata hitam yang digunakan ,Jaksa Min melihat Jang Myung Jin ditendang oleh kedua kaki oleh petarung lain.
Jaksa Min juga menyebutkan anggota petarung yang juga hadir yaitu  Sa Jisung, Lee Yoonso, Ha Taehoon dan Jang Mangbae,semuanya telah ditahan untuk diinterogasi.Jaksa Min menugaskan teamnya untuk mencari hubungan antara korban dan keempat anggota petarung lain.
Diruang Interogasi yang berbeda,masing-masing petarung telah berada disana.Sedangkan Doktor Seo telah mulai melakukan otopsi pada jasad Myung Jin.
Pada saat yang sama juga Jaksa Min meminta team segera melakukan proses interogasi sambil menunggu hasil pemeriksaan otopsi keluar.
Jaksa In mempertanyakan jika mereka melakukan interogasi pada keempat petarung,tentu saja Jaksa In berpikir kekurangan satu personil.Jaksa Min bingung,karna sama sekali mereka berada diruangan berjumlah empat orang.
Jaksa In baru mengerti dan memastikan apakah Dongman layak untuk melakukan tugas interogasi tersebut.
Jaksa In,"Dia? Dia akan ikut menginterogasi?"
Jaksa Min,"Kenapa? Dia punya mulut dan tahu cara menggunakannya.Dimana masalahnya?."
Jaksa In sedikit keberatan,"Tapi tetap saja"
Bum memastikan jika DongMan bisa melakukan hal itu dengan baik,dimana Jaksa in seringkali merasa frustasi akibat pernyataan saksi yang terkadang mengeceohkan tapi DongMan pasti bisa dengan mudah melakukan hal itu.


DongMan tersenyum mengatakan pada Jaksa In bahwa ia akan melakukan hal yang terbaik.
Jaksa In masam.
Jaksa Min lalu memberikan file pada masing-masing team tentang informasi orang yang akan mereka interogasi.
DongMan berseru memastikan apakah mereka bisa berhasil mencari pelaku sebelum pukul 09.00 malam,Bum dan Jaksa In berpikiran sama.Sangat sulit mendapatkan hasilnya jika hanya ditargetkan sebelum pukul 09.00 malam.


Jaksa Min memiliki ide baru untuk mengingatkan semuanya harus bertugas selesai pukul 09.00 dengan memasang alarm jam pada ponsel masing-masing.Namun jika mereka tidak selesai sama sekali,semua petarung diperbolehkan pergi.Jaksa Min menganggap hal ini akan menjadikan motivasi untuk semua anggota team bekerja.


Jaksa In bergumam pada dirinya harus bisa menyelesaikan kasus ini sebelum pukul 09,sebaliknya bagi Dongman yang baru pertamakali masuk sebagai team interogasi menyemangati dirinya agar bisa menyelesaikan kesempatan yang tidak pernah datang tiap hari.


Jaksa Min menambahkan jika Pembunuh Jang Myung Jin pasti diantara keempat petarung tersebut,yang bertarung terhadap korban dan menyebabkan kematian.Dan Jaksa Min meminta semua team mencari tahu alasan yang memicu kematian Jang Myung Jin.


Saat semua team berjalan menuju ruang Interogasi,Bum menarik tubuh DongMan bersembunyi.Bum meminta DongMan setelah masuk segera mengintimidasinya (perlakuan ancaman agar saksi takut dan mengaku).DongMan bertanya apakah hal itu diperbolehkan?


Bum memastikan jika DongMan harus bisa menyelesaikan hal itu sebelum pukul 09,sehingga tinju dan intimidasi yang lain adalah jalan terbaik yang digunakan.
Bum,"Pertama, begitu kau masuk ke sana,hantam leher kamera CCTV.Hantam juga leher orang itu.Dia akan merasa gugup dan melakukan apapun yang kau minta.kau mengerti?"
DongMan mengangguk paham.
Bum memeriksa saksi bernama Ha Tae Hoon (Ahli bela diri Tinju).Saat masuk kedalam Bum menghempaskan filenya dan mengeluh jika wajah Tae Hoon membuat matanya terasa sakit,
Bum tanya apakah Tae Hoon datang kesini belum mencuci mukanya?


Tae Hoon tidak menggubris ucapan Bum namun ia menanyakan apakah Bum tidak memberikan makanan untuknya?
Bum menggertak,mengangkat kursi nya melayang-layang keatas kepala Tae Hoon dan segera mematikan kamera CCTV.Tae Hoon meralat ucapannya  berharap dan memohon setidaknya beberapa potong roti diberikan jika menu lengkap tidak ada,Bum kesal meminta Tae Hoon untuk tidak bicara tentang makan karna belum waktunya untuk makan.
Sebaliknya Tae Hoon harus menjawab semua pertanyaan yang ia berikan.Tae Hoon bilang tetap saja manusia butuh makan,Bum marah dan menendang Tae Hoon hingga terjatuh dari kursinya kelantai.
Dengan nada kesal Bum mengatakan kursinya pasti rusak dan mata Tae Hoon sedikit tidak fokus,Bum membantu Tae Hoon berdiri dan menepuk-nepuk bahu Tae Hoon dengan keras.
DongMan masuk keruang Interogasi memeriksa Jang Mang Bae (ahli seni bela diri Commando martial arts).DongMan mencoba bersikap sangar seperti intruksi Bum padanya.
DongMan,"Jangan buang waktuku, dan jawab pertanyaan yang kulontarkan.Kau mengerti?"
Mang Bae,"Hmm, tapi sebelumnya kau seharusnya bertanya dulu apakah aku mau bantu menjawab atau tidak."


Dong Man hendak memukul tubuh Mang Bae,namun ditahannya dan beralih hanya menyenggol kening Mang Bae sedikit takut-takut.Mang Bae bertanya apakah DongMan sedang mengajaknya bermain-main?ia meminta DongMan segera memulai pertanyaannya.
DongMan pun memberihormat Mang Bae.(Lol..~~Dongman tidak bisa menjadi pria sangar^_^)
Sebelum masuk keruang Interogasi,Jaksa Min meminum sampel Darah Jang Myung Jin.Perlahan darah Myung Jin masuk kekerongkongan dan kemudian menyatu dengan jantung Jaksa Min.Jaksa Min melihat kejadian kematian Jang Myung Jin dilakukan oleh Sa Ji Sung (ahli Taekwondo) setelah memukulnya berkali-kali.
Ji Sung terlihat mengenakan pakaian lengkap Taekwondo miliknya dengan sabuk hitam mencoba melarikan diri dari TKP.
Setelah melihat memory kematian Jang Myung Jin,Jaksa Min terlihat menahan kesakitan .
Diantara kaca berlapis hitam,Jaksa Min menatap Ji Sung latihan dengan pakaian Taekwondo lengkap bersama sabuknya.Jaksa Min tersenyum.


Ia lalu masuk keruang Interogasi dan menanyakan apakah Ji Sung benar-benar tidak tahu kematian Myung Jin?Ji Sung berkilah mengatakan ia benar-benar tidak tahu hal itu,bahkan ia sama sekali tidak pernah bertarung dengannya.Karna pertarungan terakhir Ji Sung adalah dengan pria tua Mang Bae.


Jaksa Min tersenyum teringat  bahwa apa yang ia lihat Ji Sung bertarung dengan Myung Jin hingga Myung Jin mengeluarkan darah dari mulutnya.Jaksa Min kemudian tanya Darah yang berada dibaju Ji Sung.Ji Sung kaget karna Jaksa Min berbicara padanya dengan menggunakan bahasa Informal(agak kasar).Jaksa Min teriak tanya itu darah siapa?
Ji Sung mengatakan jika itu darahnya,Jaksa Min mengingatkan agar Ji Sung tidak berbohong hal itu,jika mereka melakukan pemeriksaan DNA,mereka akan segera mengetahui darah siapa.Jaksa Min bertanya sekali lagi apakah itu darah Ji Sung,Ji Sung bilang kalau iya cukup yakin hal itu.Jaksa Min mengatakan ia tidak sama sekali bertanya akan keyakinan Ji Sung.


Ji Sung gugup berpikir jika itu darahnya,Jaksa Min kesal mengatakan ia sama sekali tidak menanyakan pikiran Ji Sung.Ji Sung bingung takut-takut ia tetap tidak mengakui itu adalah Darah Myung Jin,tetapi adalah darahnya.Jaksa Min menggebrak meja kuat.


Ji Sung mengakui jika ia sama sekali tidak menduga Jang Myung Jin tewas,bahkan sebelum bertarung ia sudah mengingatkan dirinya dan myung Jin untuk hati-hati.


Pertemuan terakhir Ji Sung dengan Jang Myung Jin,Jang Myung Jin yang menjadi lawan Ji Sung terlihat dalam kondisi sakit,berkali-kali ia batuk.Ji Sung menanyakan kondisi Myung Jin apakah dirinya sakit demam?Ataukah ia telah memenangkan petarungan sebelumnya?
Ji Sung meminta agar Myung Jin bisa menjaga dirinya agar tidak sakit selama musim flu,karna saat itu ia tidak akan mengalah dalam pertarungan meski Myung Jin terlihat sakit.


Ji Sung berkali-kali menyerang tubuh Myung Jin dengan tangan dan kakinya.Kemudian Ji Sung menyerang Myung Jin dengan tendangan kaki penuh tenaga yang membuat mulut Myung Jin menyemburkan darah segar.Myung Jin hilang keseimbangan dan terjatuh menabrak topeng besi dan ambruk ketanah.


Setelah mengetahui cerita Ji Sung,Jaksa Min berpikir jika hal ini bukanlah kasus dengan motif pembunuhan dan bisa dikatagorikan kelalaian yang menyebabkan kematian.Jaksa Min mengingatkan Ji Sung,jika ia merasa hal ini tidak adil maka Ji Sung boleh membela diri dengan menggunakan pengacaranya.
Diruang Otopsi,Doktor Seo menghubungi Jaksa Min memberitahukan hasil laporannya.
Doktor Seo,"Syok yang menyebabkan kematian itu memang benar,tapi kupikir syok itu bukan karena efek hantaman di kepalanya."
Jaksa Min,"Maksudmu?"
Doktor Seo,"Aku memeriksa efek hantaman di kepalanya,namun hantaman itu tidak cukup kuat untuk membunuh seseorang.Jadi kubuka jasadnya untuk diperiksa,dan menemukan paru-paru dan hatinya dalam kondisi rusak parah."
Jaksa Min,"Apa maksudmu penyebabnya bukan dari cidera kepalanya,tapi korban tewas akibat cidera di paru-parunya?Apa itu yang ingin kau katakan?"


Doktor Seo,"Cidera di kepalanya bisa dikatakan cukup membantu dalam mempercepat kematian korban.Cidera itu mempercepat sekitar 20 menit waktu kematian korban.Tapi kerusakan di paru-parunya kemungkinan adalah penyebab kematian yang sebenarnya."


Jaksa Min,"Apa alasan sehingga organ hatinya juga ditemukan dalam kondisi rusak parah?"
Doktor Seo,"Ketika tulang rusuk kirinya patah,patahan itu menusuk paru-parunya.Sepertinya dia dipukul oleh sesuatu di bagian dada.Aku akan memeriksanya lebih lanjut,dan melaporkan hasilnya padamu."


Jaksa Min,"Aku mengerti"
Setelah menutup ponselnya,Jaksa Min kemudian memberitahukan pada Ji Sung jika tuntutann terhadapnya diperkirakan akan jauh lebih ringan.Ji Sung tersenyum hendak menangis bahagia.
Ji Sung,"Aku mencintaimu Bapak Jaksa!Terima kasih!"
Ji Sung memberi hormat pada Jaksa Min karna begitu bahagia ia tidak memperhatikan jika kepalanya begitu kuat membentur meja saat memberi hormat.Jaksa Min keluar ruangan tersenyum melihat tingkah Ji Sung.
Sementara itu diruang lain,Lee Yoon So (Ahli bela diri Muethai) diinterogasi oleh Jaksa In.
Jaksa In tanya sudah berapa lama Yoon Soo berlatih bela diri kickboxing?Yon So memperbaiki kata-kata Jaksa In bahwa itu bukanlah bela diri kickboxing melainkan bela diri Muethai.Jaksa In menganggap hal itu sama saja.


Namun Yoon So mengartikan hal itu berbeda karna Muethai berasal dari Thailand sedangkan kickboxing adalah pengembangan bela diri muethai oleh orang-orang jepang.
Jaksa In mengerti kemudian meminta Yon So menceritakan kenapa Jang Myung Jin bisa tewas.Ia meminta Yon So menceritakan hal tersebut secara detail tanpa hal apapun yang tertinggal.
Yon So menyebutkan jika Myung Jin adalah pria yang benar-benar malang.
Kemudian Yon So menceritakan pertarungannya melawan Jang Myung Jin.
Awal pertarungan Yon So melihat kondisi Myung Jin sudah tidak begitu baik,ia beberapa kali terbatuk-batuk.Yon So meminta Myung Jin untuk menyerah jika ia memang sedang dalam kondisi tidak sehat.Myung Jin menantang Yon So untuk berhenti mengkhawatirkannya dan meminta agar Yon So mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Keduanya telah memasang kuda-kuda pertahanan untuk menyerang,saat Myung Jin mulai menyerang dengan cepat Yon So berbalik menyerang Myung Jin dengan menendang kepalanya.Myung Jin terjatuh,kepalanya terbentur kayu.


Myung Jin merangkak perlahan terbatuk-batuk,namun ia segera berdiri dengan menggengam pasir ditangannya.Yon So mengingatkan jika dirinya tidak akan menghadiri pemakaman Myung Jin seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya.
Myung Jin tersenyum mengejek mengatakan Yon So adalah gadis kecil yang harus bisa menjaga dirinya sendiri dan dengan cepat Myung Jin melemparkan pasir kewajah Yon So.Segera Myung Jin menendang kaki Yon So.
Myung Jin menarik rambut kepala Yon So dengan marah mengatakan Yon So berani benar menasehati dirinya dengan bicara seperti itu.Yon So dilempar ketanah dan berulang kali diinjak-injak oleh Myung Jin.


Yon So mengaduh kesakitan,namun segera ia menahan kaki Myung Jin dan menyerang kaki Myung Jin kembali.Myung Jin terjerembab jatuh ketanah menahan sakit pada kakinya.
Myung Jin mencoba menyerang,namun Yon So dengan sekuat tenaga memukul leher Myung Jin serta membantingnya kelantai.Beberapakali dengan menggunakan kaki Yon So memukul tubuh Myung Jin hingga darah keluar banyak dari mulutnya.Myung Jin lagi-lagi menyerang,namun dengan cepat Yon So meninju perut Myung Jin yang membuat retak bagian dadanya.


Mendengar cerita Yon So,Jaksa In bertanya untuk apa Yon So melakukan pertarungan hidup mati seperti itu?Yon So menjawab jika bukan karna uang maka untuk kejayaan tapi itu menurut orang lain.Tapi Bagi Yon So melakukan pertarungan seperti itu membuatnya merasa hidup.
Kemudian Jaksa In serta Jaksa Min pergi keruang otopsi.Melihat Doktor Seo membuka jasnya dan mengganti dengan jas lain.Tubun Doktor Seo terlihat begitu seksi.


Jaksa In bertanya pada Doktor Seo,karna terlihat tidak pantas.
Jaksa In,"Seseorang yang menghasilkan banyak uang sepertimu.apa tak punya uang untuk membeli pakaian yang pantas?Pakaian macam apa yang kau kenakan itu?Sungguh memalukan untuk seorang pegawai pemerintah."


Doktor Seo,"Apakah jaksa Yoo tidak punya uang untuk membeli setelan lainnya padahal uangmu cukup untuk hidup sejahtera?Setelan macam apa itu?Jas dan celana yang sama tiap harinya...Apa kau tidak bisa membayar biaya laundry?"(Haha...lol )


Jaksa In,"Aku punya 10 setelan persis seperti ini!"
Jaksa Min,"Berhenti bicarakan hal tak penting,Apa maksudmu penyebab kematiannya berubah?"
Doktor Seo membuka kain penutup tubuh Jasad Myung Jin,melihat hal itu Jaksa In kaget menutup matanya dan meminta Doktor Seo untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.Doktor Seo tersenyum mengatakan jika ini pasti pertama kalinya Jaksa In melihat hal itu.


Jaksa In,"Kalau begitu...apa kau sering melihat...benda itu?"
Doktor Seo tersenyum menatap Jaksa Min,"Aku terkadang melihatnya.walau kupikir pasti berbeda di tiap orang."
Jaksa Min hanya menggeleng mendengar pembicaraan kedua gadis tersebut.(Haha..sumpah aku juga ngakak pas liat scene ini...bener-bener deh )


Doktor Seo kemudian memperlihatkan bekas suntikan pada lengan Myung Jin.Setelah Diperiksa oleh pihak laboratorium pada Darah Myung Jin ditemukan tetrodoxin dalam darahnya.Jaksa Min memastikan itu Racun?.Doktor Seo memastikan jika itu neurotoxin atau zat penenang syaraf.Sehingga dipastikan penyebab kematian Myung Jin adalah overdosis neurotoxin dan itu adalah pembunuhan yang direncanakan.
Ditempat lain,DongMan yang awalnya serius menginterogasi Jang Mang Bae malah berbalik mendengar cerita omong kosong nya.DongMan terlihat penuh serius meminta Mang Bae bercerita tentang dirinya melawan tentara vietnam dan tentara amerika ketika zaman perang.
Jang Mang Bae,"Aku berlari dan membopong Kim Chansik di belakangku.tentara-tentara vietnam itu menembakkan senjata mereka di belakang kami,mereka begitu ingin menghabisi kami,dan tentara Amerika di baris depan berteriak"menyingkir dari sana, menyingkir saja"Jika aku bersikeras tetap membawa Chansik bersamaku,aku bisa jadi ikut tewas."


DongMan mengangguk-angguk senang.


DongMan,"Lalu apa yang Anda lakukan?Apa akhirnya Anda melarikan diri sendirian?"
Mang Bae,"Apa yang kulakukan sebenarnya melawan keyakinan seorang tentara.Bahkan jika aku harus mati,aku harus menyelamatkan yang lainnya.Aku akan menjadi tameng yang melindunginya dari tembakan.Hanya itu yang kupikirkan, dan aku terus berlari
tanpa sekalipun menoleh ke belakang.Setelah berlarian seperti itu berjam-jam,
kau tahu kami tiba dimana?"


Mulut Dong Man membesar bertanya dimana?


Mang Bae,"Kemah pasukan Amerika. Kemah seorang perwira bintang 5.Begitu mereka melihatku, mereka berkata..."You're a great soldier. Your body is a weapon(Kau tentara hebat. Tubuhmu adalah senjatamu).Good, good. Very good(Bagus sekali,bagus sekali)".sambil berkata seperti itu, mereka merangkulku.Tiap kali aku mengingatnya,
rasanya baru kemarin kejadiannya!"


Dong Man,"Siapa nama sang jenderal saat itu?"
Mang Bae,"Hah??Mc Arthur."


Mendengar Ucapan Mang Bae,Dong Man merasa hal itu tidak masuk akal,karna ia tahu MC arthur adalah Jendral saat perang korea.Mang Bae berkilah jika Dong Man tidak tahu kalau nama MC.Arthur ada banyak didunia,bahkan jika menyebut nama tersebut diamerika akan banyak yang menyahutnya.
Mang Bae kesal karna Dong Man berkata sok tahu dan menyebalkan pada dirinya.Dan ia tidak ingin bercerita apapun lagi.DongMan meminta maaf dengan cepat dan merayu Mang Bae untuk meneruskan ceritanya dengan menawarkan secangkir kopi untuknya serta jika Mang Bae lapar,Dong Man akan menyiapkan makanan untuknya.
Jaksa In yang telah lama berada diluar ruangan Interogasi DongMan menutup matanya menahan kesal,ia pun masuk kedalam dan mengatakan jika tebakan Jaksa In mengenai Dongman benar.
Jaksa In,"Akhir-akhir ini kau semakin mudah ditebak."DongMan menggigit bibirnya karna malu.Lalu Jaksa Min masuk bersamaan dengan itu.DongMan memastikan jika Mang Bae bukanlah pembunuhnya,karna Mang Bae adalah orang yang berjasa membantu pembangunan Korea,ia juga ikut berperang dalam perang vietnam dan bahkan mendapat rekomendasi dari atasannya MC arthur.Tentu saja Dongman berpikir Mang Bae luar biasa dan bukan sama sekali pelaku pembunuhan Jang Myung Jin.


Jaksa In mengingatkan jika Hal itu hanyalah bualan karna pada saat perang Vietnam tentunya Mang Bae masih terlalu kecil,dan mungkinkah DongMan berpikir MangBae ikut berperang dengan menggunakan popok dicelana karna saat itu ia berumur 6 Tahun?Atau Mungkin ibunya juga ikut menemani untuk mengganti popoknya (haha...).Jaksa In memukul kepala Dongman dengan buku dan meminta DongMan memokuskan pikirannya bukan hal lain,Lalu DongMan diminta tunggu diluar.

Kemudian Jaksa Min menginterogasi Mang Bae.Mang Bae menyatakan dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.Kalaupun ada ,ia hanya berniat menolong Myung Jin saat itu,sama sekali bukan membunuhya.


Jaksa Min,"Apa maksudmu dengan menolongnya?"
Mang Bae,"Apa ya istilahnya..."Bahkan jika kau membenci perilakunya,jangan benci orangnya"Kira-kira itulah yang kulakukan."


Saat pertarungan Mang Bae dengan Myung Jin,Mang Bae melihat wajah Myung Jin penuh luka-luka,ia menanyakan apakah Myung Jin baik-baik saja?Dengan Menahan nafas Myung Jin mengatakan agar Mang Bae mengkhawatirkan dirinya saja.
Mang Bae mengatakan kalau dirinya ingin istirahat sejenak.Myung Jin merasa hal itu suatu ejekan menilai dirinya tidak mampu melawan.


Mang Bae mengatakan jika apa yang ia lakukan adalah jalan hidup yang ia pilih.Mendengar ucapan tidak sopan dan nada kasar Myung Jin pada dirinya membuat Mang Bae ingin memukulnya beberapa kali.
Beberapa kali Myung Jin jatuh kelantai akibat tendangan kaki Mang Bae.Mang Bae mengatakan pada Myung Jin seharusnya mahluk seperti dia sama sekali tidak harus menantangnya.Myung Jin terdesak,dan ia mengambil kayu dan mencoba menyerang Mang Bae.


Mang Bae lalu berbalik menyerang Myung Jin dan membantingnya kelantai.Lalu menendang Dahi Myung Jin.Myung Jin terlempar jatuh menabrak kayu yang ia gunakan sebagai senjata.
Myung Jin teriak kesakitan karna paku yang menancap pada kayu tersebut melukai tubuh Myung Jin.
Mang Bae tahu betapa mengerikannya tetanus karna bisa menyebabkan seseorang sampai diamputasi.Myung Bae lalu memberikan suntikan antibiotik untuk membantunya.
Jaksa Min memastikan bukannya itu suntikan racun?


Mang Bae,"Kau benar-benar suka bicara omong kosong.Tidakkah kau lihat tanda pada bajuku ini?Tanganku adalah pengantar pesan, dan kakiku adalah penembak ulung...untuk apa aku menggunakan racun?."


Jaksa Min tersenyum,kemudian bertanya siapa yang memberikan jarum suntik tersebut padanya?Mang Bae mengatakan jika pria bernama Sa Ji Sung (ahli Taekwondo) yang memberikan itu padanya,Sa Ji Sung memiliki persediaan obat-obatan kala darurat.


~~~Bersambung Episode 6 Part 2~~~


2 komentar:

  1. waah bang Dong Man itu mau meyelidiki kasus atau minta di dongeng-in....

    waah bang Dong Man g teges.....

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.