11.25.2011

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 5 Part 2

Tapi Kalau Jaksa Min Tae Yon terlihat tersenyum manis dengan gigi taringnya,aku malah bersyukur bisa kabur duluan darinya.Ha ha..keinget saat jaksa Min lepas kendali dan hampir berpikir menggigit Jaksa In.Eeh...kok langsung bicara Episode 7.Tenang aja..aku bakalan nyelesain Vampire Prosecutor dulu kok ketimbang Sinop lainnya.
(He he...seperti Main project aja..haha).
Tapi pada Episode ke8 sepertinya mulai ada chemistri gitu antara Jaksa Min dan Jaksa Jung In.Aihh....mudah-mudahan yah.^_^

Happy Reading !
Bum menggerutu memikirkan Han Yoori yang memiliki hubungan dengan gurunya sendiri,Bum berpikir kenapa ada guru asing seperti itu melakukan hal tidak terpuji.Kenapa ia tidak mencari wanita dibar saja? dan malah melakukan hal tersebut dengan para muridnya ,bahkan Guru james menyebutnya hal itu adalah mainan panas.

Jaksa In tanya apa yang terjadi dengan Han Yoori apakah Bum menahannya?.Bum mengatakan keluarga Han Yoori tidak mau ambil resiko karna mereka berasal dari status yang berkedudukan.Bahkan karna reputasi buruk dan karena diancam,keluarga Yoori memutuskan untuk membawanya pulang kerumah.

Jaksa In teriak marah mengatakan tetap saja Bum harus menahannya!Bum balik kesal bertanya kenapa Jaksa In berteriak marah padanya.Bum sendiri merasa tidak menginginkan hal itu.
Jaksa Min memikirkan sesuatu,Ketiga siswi tersebut diancam oleh pelaku yang sama dan keduanya telah tewas.Jaksa Min mendapatkan kesimpulan,Han Yoori sekarang dalam bahaya.

Jaksa Min,Jaksa Jung In dan Bum segera membagi tugas mencari keberadaan Han Yoori.Jaksa Min pergi ketoilet sekolah dan melihat pengacara Yoori berada disana.
Jaksa Min mendekatinya dan tanya dimana keberadaan Han Yoori.Jaksa Min bertanya apa ada hal lain yang ingin dilakukan Yoori.Pengacara mengatakan agar Jaksa Min masuk kedalam dan melihatnya disana.
Jaksa Min memanggil nama Han Yoori berkali-kali namun tidak ada jawaban apapun.Ia menemukan Han Yoori mulai meregang nyawa menahan sesak nafas.

Jaksa Min segera mengambil ponsel Yoori dan menelpon asal sms ancaman pada Yoori.Namun  tidak ada jawaban apapun.Jaksa Min memperhatikan sebuah Pil Kb yang berada diatas kaca Toilet.Memastikan hal itu adalah milik Yoori.
Jasad Han Yoori segera dibawa keruang Otopsi,Doktor Seo mengatakan telah menemukan  pentobarbital dalam darahnya.
Bum kaget berpikir bukankah itu adalah zat yang digunakan untuk menyuntik mati hewan?.Doktor Seo memaparkan kronologis kematian Yoori yang tidak bisa bernafas dan mati perlahan-lahan dengan rasa yang menyakitkan.hal itu dikarenakan otot-otot rangkanya mulai menjadi kaku dan otot pernapasan sama sekali tidak bisa digerakan.

Jaksa Jung In masuk menyatakan sidik jari Oh Hanbyul ditemukan didalam Pil KB Han Yoori.
Bum menyimpulkan akhirnya maksud pelaku membunuh ketiganya dengan satu sama lain saling mencelakai,Yoori membunuh Jaeun,Jaeun membunuh Hanbyul,dan Hanbyul yang menyiapkan pembunuhan Yoori sebelum dia tewas.
Jaksa Min,"Seseorang mengendalikan ketiga gadis ini seperti pion domino dan yang jatuh satu per satu."
Jaksa Jung In,"Pembunuhnya pasti telah merencanakan ini sejak lama.Dan sangat memperhatikan detail rencananya."
Bum,"Dalam kasus seperti ini, hanya ada satu penyebabnya.Akhirnya kita kembali ke titik awal.Dendam mendarah daging."

Doktor Seo mengatakan jika lengan kiri Han Yoori ditemukan bergeser .Bum berpikir hal itu bisa terjadi saat ia terjatuh ketika minum obat.Namun Bum akhirnya mengingat sesuatu yang diucapkan Han Yoori bahwa tulang lengannya pernah bergeser dan akhir-akhir ini mulai terasa sakit dan mengira tergeser kembali.
Bum kemudian meminta Doktor Seo untuk mencari tahu sejak kapan tulang lengan Han Yoori mulai bergeser.
Jaksa Jung In pergi menemui Komisaris Oh,ia menanyakan catatan kesehatan Oh Hanbyul.
Komisaris Oh,"Kenapa aku menyembunyikan catatan kesehatan anakku?Dan kenapa bisa kau menuduhku menyimpan telepon genggam Hanbyul?Dalam kasus yang sangat ingin kuselesaikan,kenapa aku harus melakukan itu?"

Jaksa Jung In,"Rahasia gadis-gadis ini diketahui oleh si pelaku dan mereka diancam.Karena itulah seperti boneka bagi si pelaku,mereka saling membunuh satu sama lain."
Komisaris Oh,"Gadis-gadis itu...saling membunuh?"
Ayah Kang Jaeun,"Anakku melakukannya?"
Jaksa In mengangguk membenarkan.


Jaksa Jung In,"Ya.Dan kalian berdua menyembunyikan bukti penting yang bisa digunakan untuk memecahkan kasus ini.Mau tak mau aku jadi berpikir apakah dua hal tersebut adalah kunci penting untuk memecahkan misteri kematian ketiga gadis ini?."
Sementara itu Bum pergi keklinik kesehatan untuk mencari tahu sejak kapan lengan kiri Han Yoori mulai bergeser.Dengan sedikit bercanda bum mengatakan akan terasa sakit jika melakukan operasi tanpa menggunakan obat bius.Bum menarik tubuh doktor keatas tempat tidur.
Dan seakan hendak menancapkan benda tersebut pada Dokter,Bum mulai menghitung waktu.
Doktor ketakutan dan akhirnya mulai berbicara.Lengan Kiri Han Yoori mulai bergeser sejak dua tahun yang lalu.
Doktor,"Yoori bilang tulang lengannya mencuat keluar dari sendinya.Dia bilang itu terjadi sewaktu dia berolahraga.Tapi ketika kuperiksa, tulangnya bukan mencuat keluar,tapi tertarik dari sendinya."

Bum,"Lalu apa yang terjadi?"
Doktor,"Kepala sekolah memintaku untuk tidak melaporkan di catatan medisnya, jadi aku melakukannya."
Bum,"Dua tahun lalu katamu?Jangan bertele-tele,berikan padaku tanggal pastinya! Satu!"

Sementara itu dikantor kepolisian,Komisaris Oh Myung Woo menyatakan kasus kematian tiga siswi ditutup,dan ia sendiri akan menanganinya.
Jaksa Jung in tidak terima akan hal itu,ia berdiri dari kursinya.
Jaksa Jung In,"Bagaimana kau akan menanganinya?Daripada membiarkan dosa anakmu muncul ke permukaan,kau memilih untuk menguburnya rapat-rapat?Atau...Kau akan mencari pelakunya dengan tanganmu sendiri,dan menangani si pelaku tanpa seorang pun mengetahuinya?"

Komisaris Oh marah bertanya kenapa Jaksa Jung In bisa bicara selancang itu,dia mengingatkan jika Jaksa In hanyalah jaksa Junior.Jaksa In balik bertanya kenapa Komisraris selancang itu?bukankah dia setelah mendidik putrinya seperti itu?.Komisaris bingung bertanya apa?.Jung In tersenyum mengatakan ia minta maaf karna hanya ingin melihat reaksi keduanya saja,karna sebenarnya pencarian barang bukti telah dimulai.
Hari itu juga Jaksa Min pergi kerumah Komisaris Oh,ia berjalan masuk kedalam dan merasakan bau darah tercium diruangan komisaris Oh.Jaksa Min duduk dikursi ruangan pribadi Komisaris Oh dan menemukan didalam laci meja terdapat Ponsel Hanbyul.
Ponsel terdapat bekas darah Hanbyul yang tertinggal.
Bum pergi menemui Dektektif Choi yang mengurus kasus kematian Park Hyun Joo.Bum mengatakan pada polisi tersebut jika laporannya sangat berantakan dan berpikir jika ia telah menerima suap dengan uang dalam jumlah yang besar.
Dektektif Choi marah mendengar Bum mengatakan hal seperti itu.
Jaksa Min segera membawa barang bukti Ponsel Hanbyul pada Dongman dan memberinya waktu satu menit untuk mengembalikan semua pesan SMS yang telah dihapus didalamnya.
Bum menghubungi Jaksa Min memberikan informasi jika kasus kematian Hyun Joo dua tahun lalu benar-benar mencurigakan,Komisaris polisi sendiri yang menugaskan Dektektif Choi.
Komisaris Oh melaporkan sendiri kasus bunuh diri siswi disekolah putrinya.


Dengan alasan agar tidak menganggu nilai sekolah,Komisaris Oh meminta agar kasus tersebut diselidiki secara rahasia.Setelah diperiksa oleh Dektektif Choi ia menemukan sejumlah bekas luka memar pada tubuh Hyunjoo yang aneh.Jadi saat Dektektif Choi memeriksa kasus,kepala sekolah dan para guru bersikeras bahwa itu adalah bunuh diri karna mereka melihat sendiri Hyun Joo melompat dari atas gedung.Ketika atasan Dektektif Choi mengintruksikan dia untuk menutup kasus tersebut,dugaan itu semakin memperkuat kecurigaan namun ia tidak bisa melanjutkan kasus tersebut.Dan melaporkan sebagai kasus bunuh diri.


Bum merasa ia harus pergi menemui keluarga Park Hyun Joo.Jaksa Min meminta Bum menahannya karna Jaksa Jung In telah lebih dulu pergi menemukan keluarga Park Hyun Joo.
Jaksa Min mengangkat telpon Jaksa In.
Jaksa Jung In,"Aku menyelidiki keluarga Park Hyunjoo.Ibu Park Hyunjoo bekerja sebagai peneliti Farmasi."
Jaksa Min,"Jadi sekarang kau akan menyelidiki keberadaannya"
Jaksa In,"Aku tak perlu menyelidikinya..Jika kuberitahu siapa orangnya,kau tak akan mempercayainya."
Jaksa Jung In pergi kesebuah Toko Apotik,ia melihat sebuah kamera terpajang disana.Jung In memperhatikan dengan seksama kemudian membuka hasil fhoto yang berada didalamnya.
Ia melihat fhoto Kang Jaeun bersama para pria hidung belang didiskotik.Seorang Wanita keluar dari dalam melihat Jaksa Jung In sedang melihat kamera miliknya.
        
Jaksa Jung In terdiam menatap fhoto Park Hyun Joo juga ada disana. 
Dan Tara......akhirnya...kita menemukan siapa Keluarga Park Hyun Joo.Ibu Hyun joo ternyata adalah wanita yang menabrak Oh Hanbyul hingga tewas.Dengan alibi yang kuat Nyonya Park mengatakan jika dirinya juga sebagai korban yang ditabrak dari belakang oleh Hanbyul.
Nyonya Park,"Kau akhirnya datang juga.Aku telah menunggu begitu lama."
Segera Nyonya Park dibawa keruang Interogasi,Jaksa Min memulai pertanyaannya.
Nyonya Park,"Darimana kita harus memulainya?Apakah dimulai dengan motif pembunuhan?Jika ada yang ingin kau ketahui, tanyakan saja.Aku sudah siap untuk menjawabnya."


Jaksa Min,"Kenapa kau melakukannya?Jika kau tahu kebenarannya.Kau bisa saja melaporkannya."
Nyonya Park,"Dan jika aku melaporkannya?Apa kau kira aku bisa memenangkan kasus itu?Tidak ada satu saksi pun,tapi begitu banyak guru yang bersaksi bahwa itu kasus bunuh diri."
Jaksa Min,"Aku yakin telinga hakim tidak setuli itu.Mereka hanya anak-anak."


Nyonya Park,"Anak-anak katamu?Tiap hari dia berkata dia tak ingin pergi ke sekolah.Hyunjoo-ku..."

Nyonya Park mulai menangis teringat pertemuan terakhir dengan putrinya.Hari itu pada Saat ujian Nasional,Hyun Joo mengatakan tidak ingin pergi kesekolah.Nyonya Park mengingatkan pada putrinya untuk tetap sekolah agar ia lulus dalam ujian universitas.Hyun Joo mengatakan jika teman-temannya menindas dirinya.Nyonya Park meminta putrinya untuk melaporkan hal itu pada guru.


Tentu saja Hyun Joo mengingatkan jika ketiga gadis itu memiliki status sosial yang tinggi dan bahkan para guru sekalipun tidak bisa melawan mereka.Nyonya Park mengira kekerasan ketiga siswi tersebut hanya menendang meja putrinya saja.
Hyun Joo mengatakan tidak suka mereka terus menindas dirinya dan meminta ibunya bicara pada gurunya untuk memindahkan tempat duduknya dengan memberikan sejumlah uang.Tentu saja guru pasti akan menyetujuinya.Nyonya Park kaget atas ide putrinya,ia bertanya-tanya darimana Hyunjoo bisa sampai menemukan prilaku buruk seperti itu?


Hyun Joo terus memohon,melihat hal itu.Nyonya Park merasa kasihan ia mengatakan setuju untuk melakukannya namun ia akan melakukan hal itu besok karna hari itu ia sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Mendengar ucapan tersebut Hyun Joo merasa sangat senang dan memeluk ibunya.Dan Hyun Joo keluar dari mobil dengan tersenyum ceria.
~Flashback berakhir.~
Nyonya Park mengatakan saat itulah hari terakhir pertemuannya dengan Putrinya.


Nyonya Park,"Suamiku dan aku bercerai,dan aku begitu mengkhawatirkan cara menghasilkan uang.Tapi syukurnya, perusahaan tempat aku bekerja membuka lowongan untuk posisi peneliti.karena aku lama tak bekerja,aku benar-benar tak bisa memperhatikan hal lainnya.Aku bahkan tak tahu bahwa anakku telah meninggal."


Nyonya Park teringat putrinya menceritakan jika Hyun Joo ditindas oleh ketiganya dengan ancaman nilai sekolah,karna Hyun Joo termasuk siswi pintar disekolah.Melihat hal itu ketiganya merasa tersaingi dan mengancam HyunJoo yang rajin belajar.


Jaksa Min,"Jadi kau berencana untuk balas dendam?"
Nyonya Park,"Tidak.Pada awalnya, aku hanya ingin tahu kejadian sebenarnya.Apakah anakku benar bunuh diri,atau...apakah dia tewas karena dibunuh."
Saat itu Nyonya Park datang kesekolah dan tanpa sengaja berpapasan dengan ketiga siswi tersebut.Nyonya Park hendak meminta penjelasan tentang kematian putrinya dari mereka.Namun sikap Oh Hanbyul dengan ketiga temannya benar-benar bersikap buruk.
Tanpa sengaja Nyonya Park menumpahkan es krim Han Byul kebajunya,Hanbyul sangat marah.
Han Yoori mengingatkan jika mereka sedang berada didepan sekolah,dan untuk sementara agar tidak membuat masalah.
Mereka kemudian pergi dan tak lupa mencaci Nyonya Park mengatakan untuk melihat dengan baik saat berjalan,serta wanita tua jelek.Tanpa sengaja Nyonya Park mendengar perbincangan mereka mengenai Hyun Joo."Apa kita perlu mendorongnya dari atap seperti Hyunjoo?"
Mengingat hal itu,Nyonya Park merasa benci.
Nyonya Park,"Mereka monster.Bukan anak-anak...bukan juga manusia...hanya monster."
Pada hari yang sama,Nyonya Park mengikuti ketiga gadis tersebut berjalan.Ia mendengar pembicaraan ketiganya.
Oh Hanbyul,"Hei, nilai-nilai kita sudah diumumkan.Karena si brengsek Hyunjoo,aku tidak menempati peringkat tertinggi seperti dulu.."
Kang jaeun,"Kurasa nilai-nilaimu sekarang posisinya akan naik.Karena tidak ada lagi yang menghalangimu."


Nyonya Park menangisi putrinya.
Nyonya Park,"Hyunjoo-ku!Mereka membunuhnya hanya karena nilai-nilai sekolahnya
lebih baik daripada nilai-nilai mereka.Bagaimana mungkin manusia..Bagaimana mungkin manusia yang berakal melakukan itu?"


Jaksa Jung In dan Bum berada dilayar monitor mendengarkan pernyataan Nyonya Park.Nyonya Park terus menangis,air matanya jatuh.
Jaksa Min,"Jika itu alasanmu...kurasa tidak perlu sampai membuat rencana rumit untuk membuat mereka saling bunuh."
Nyonya Park,"Saling bunuh satu sama lain bukanlah poin pentingnya.Memberitahu pada dunia seperti apa samapah-sampah itu,itulah yang paling penting.Kenyataan bahwa mereka melakukan semua yang kuperintahkan,berarti gadis-gadis itu mengakui dosa-dosa mereka. Menurutmu apa yang akan terjadi jika aku membunuh mereka begitu saja?Aku tak pernah ingin menjadi pembunuh dari tiga siswi baik dan tak bersalah."


Jaksa Min,"Tapi kau melakukannya.Gadis-gadis tak berperikemanusiaan..Gadis-gadis sampah itu...Tapi fakta kau membunuh ketiga gadis itu...tidak akan berubah."
Nyonya Park,"Kau benar.Membunuh...ujur saja Hanbyul, anak itu setidaknya anak itu saja...
aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri."
Nyonya Park teringat saat Oh Hanbyul hendak pulang dengan menggunakan sepedanya tepat bersamaan dengan sepeda Hanbyul yang melompat jauh kejalan lintas,Nyonya Park segera membawa mobilnya kearah Hanbyul yang seakan Hanbyul menabrak mobil tersebut.


Nyonya Park menutup matanya,seakan wajah putrinya tersenyum bahagia melambaikan perpisahan ketika ia hendak pergi kesekolah.
Kepala kejaksaan Jang dan Jaksa Min duduk bersama,ia melihat berita ditelevisi"Komisaris Oh Myung Woon beserta Kepala Rumah Sakit Haneul Han Soomul saat ini sedang diinterogasi kepolisian. Pembunuhan yang dilakukan oleh kedua putri mereka dua tahun yang lalu berusaha disembunyikan oleh kedua orang ini.Walaupun begitu, dengan penyelidikan penuh,semua yang terjadi di masa lalu akan diselidiki kembali."


Kepala jang tersenyum menuangkan teh pada cangkir jaksa Min dan bertanya-tanya Bagaimana seseorang bisa berubah sangat drastis?.Jaksa Min tidak paham maksud ucapan Kepala Jang bicara seperti itu dan bertanya maksudnya.


Kepala Jang,"Sebenarnya, aku...Aku tidak terlalu mengharapkan tim kita akan berhasil.Ini semua karena Jaksa Min yang sudah banyak berubah dibandingkan di masa lalu."


Jaksa Min,"Aku tak tahu. Aku masih sama.Sebenarnya...Aku datang karena ada yang ingin kubicarakan."
Diatas Atap Gedung Kejaksaan ,Jaksa Jung In berdiri seorang diri.Ia bergumam jika malam ini Jaksa Min tidak berada disini.Kemudian Bum datang dan menunjuk Jaksa Jung in dengan tersenyum.
Bum,"Hari ini bukan Jaksa Min,tapi jaksa Yoo yang ada di sini.Apa kau selalu ke sini?"
Jaksa in bingung menjawab sesuatu.
Jaksa In,"Tidakkah menurutmu tempat ini bisa membuat seseorang kecanduan?"
Bum,"Kecanduan???"
Ia melihat kebawah,dan menutup matanya merasa takut atas ketinggian.
Bum,"Kecanduan...apapun itulah...Yang bisa kupikirkan di atas sini hanyalah Park Hyunjoo."
(Haha...Lol).

DongMan,"Hm,tapi orang tua Han Byul.Kenapa mereka tidak menyingkirkan telepon anaknya?Aku yakin mereka tahu telepon itu adalah bukti penting."
Bum menepuk bahu DongMan.
Bum,"Dongman...kau memandangi telepon anak-anak itu sepanjang hari,tapi kau masih belum mengerti juga?"
Jung In,"Anak-anak jaman sekarang, menghabiskan lebih banyak waktu mereka
dengan teleponnya daripada orang tua mereka.Foto-foto dan SMS di dalam telepon itu.adalah bagian dari anak-anak mereka...tidak mudah bagi mereka untuk menyingkirkannya."
Dong Man mengangguk paham.
Bum lalu menambahkan jika Dongman mungkin tak akan bisa mengerti bahkan jika kau mati dan hidup kembali.Anak-anak adalah hal yang jauh lebih berharga ketimbang emas atau apapun.Mungkin dimata orang lain mereka terlihat sebagai monster tapi belum tentu pada dirinya.


DongMan mengeluh menanyakan keberadaan Jaksa Min karna malam ini ia ingin meminta traktiran makan malam.
DongMan,"Padahal sudah lama tim kita tidak berkumpul seperti ini...tapi dia bahkan tidak bilang akan mentraktir makan malam apapun."
Bum tanpa sadar mengatakan sesuatu.
Bum,"Makan malam? Jaksa Min selalu makan tiap kali ada kasus."
Jung In,"Apa?"
Bum,"Bukan, maksudku bukan seperti itu. Jangan dipikirkan.Hari ini...karena kesempatanku untuk mendapatkan promosi telah hilang, aku akan mentraktir kalian soju.Ayo.
Ibu Jaksa!Ayo, ayo!"


Ketiganya pun pergi bersama-sama.
Jaksa Min,"Aku ingin membicarakan kasus lalu, kasus Yang Sichul.Ada hubungan antara Hakim dan terdakwa Yang Sichul.Kurasa lebih baik jika diadakan persidangan ulang..."
Kepala Jang,"Aku juga telah mendengarnya dari jaksa Yoo dan coba melihatnya kembali.
Tapi...Hakim Wilayah Seoul Menghilang Selama 5 Hari..."
Kepala Jang memperlihatkan berita Hakim Nam Gwanwook dikoran yang diberitakan menghilang.Dan bertanya-tanya Kemana Dia Pergi?.


Kepala Jang,"Mereka tidak bisa melacak keberadaannya sejak dia memimpin persidangan tersebut."
Jaksa Min terkejut mendengar hal itu.
Seperti biasa,Setelah menyelesaikan kasus Jaksa Min pergi ketempat favoritnya,sebuah klub malam yang tidak asing baginya menemui Bartender lee (Agen penyuplai Darah).
Melihat sikap Jaksa Min yang hanya diam membuat Bartender Lee bertanya apa yang menganggu pikiran jaksa Min?
Jaksa Min,"Tujuh tahun lalu... satu orang tiap dua hari.Apa kau ingat menemukan jasad dari korban-korbannya?"
Bartender Lee,"Ya"
Jaksa Min,"Sejak itu kami belum lagi menemukan jasad apapun dari kasus-kasus itu.Apakah mungkin dia tidak lagi minum darah orang hidup?"


Bartender Lee,"Kupikir tidak begitu.Sekali kau merasakan darah orang hidup..."
Jaksa Min,"Satu orang tiap dua hari dalam tujuh tahun.Apa kau bisa membayangkan berapa banyak jumlah korbannya?.."
Bartender lee yang sedang mengelap cangkirnya terdiam mendengar ucapan Jaksa Min.
~~~Bersambung Episode 6 ~~~

Komentar ku: Drama Investigasi yang membuatku bertanya-tanya,ha ha...awalnya aku mengira beneran ada hantu atau HyunJoo memang masih hidup,sumpah aku nggak pernah berpikir jika Pelaku utama adalah wanita yang ditemui Bum saat menabrak HyunJoo.

Juga Bartender Lee,aku semakin bertanya-tanya tentang dirinya,selain bekas seorang Dokter ,apakah dia juga seorang Vampire baik atau juga Vampire yang berada dalam kasus Tujuh Tahun kematian adik Jaksa Min Tae Yon.Serta Apakah Bartender lee erat kaitannya dengan hilangnya Hakim Nam Gwanwook?karna pada saat kejadian,Bartender lee tidak berada diklub.
Well,semua akan terjawab setelah 12 Episode berakhir.

8 komentar:

  1. iya unnie,bartender lee mulai mncurigakan.. :)

    BalasHapus
  2. @anka :hmmm...coba baca episode 6 part 1..aku mulai menduga pria lain.

    BalasHapus
  3. semakin sangat amat seru, apalgi ada bocoran dri unnie ttntg epsd 8, kasus2nya juga alurnya bagus, tinggal kasus yg paling besar yg belum terungkaapp....

    BalasHapus
  4. oh gtu yah eon,oke deh..

    nnton jg br nyampe ep5 soalnya :)

    BalasHapus
  5. membaca sinopsis ini, seolah2 kita diajak berpikir....belajar untuk melihat suatu masalh dengan runtut,sehinga diperoleh kejelasan...

    disini kita juga bisa belajar jd jaksa....ckckckck,

    hayo yg mau ngambil jurusan hukum, wajib liat film nie heheheh

    BalasHapus
  6. @nevihe he,nevi masih kuliah ya...jurusan apa nieh?
    kalo Cha sudah jadi jurus langkah seribu (becanda :D)

    BalasHapus
  7. hahahha...aq g kuliah kie ckckckck...

    jurus langkah seribu = malingggggggggg

    hheehe bercanda jgn dimasukkan ke hati ya....

    BalasHapus
  8. @nevihe he jurus langkah seribu alias jurus mencari kehidupan keluarga yang lebih baik (:D)

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.