11.25.2011

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 5 Part 1

Hayo...siapa yang ingin ngejar Jaksa Min yang manis dengan fhoto seperti ini,pasti para gadis bakalan oke-oke aja untuk digigit he he.
Kemarin aku membuat sinopsis vampire dengan microsoft word,alhasil..tulisannya benar-benar nggak rapi..ha ha..mianhe ya.Yah,dua hari yang lalu aku libur dan sama sekali ndak bisa buka net.
Jika Pada episode ke4 pada Dramabeans menuliskan judul bertema Trauma,kali ini pada Episode ke5 mengambil cerita tentang sekolahan.Akankah Episode ini bisa diselesaikan dengan baik oleh Team Jaksa Min dkk,yuk kita lanjutkan.

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 5
Malam itu,Oh Hanbyul masih berada disekolah untuk berenang.Lalu Oh Hanbyul selesai dan keluar dari kolam renang.Sepasang mata diam-diam mengawasi Oh Hanbyul.
Oh Hanbyul panik,ia tahu jika dirinya sedang dalam bahaya.Ia bertanya-tanya siapa yang berada disana?Namun tak seorang pun menjawab.Segera Oh Hanbyul mengganti pakaian  dan berjalan keluar dengan menggunakan sepeda.
Saat mengendarai Sepeda,seorang siswi berdiri didepan luar sekolah.Membuat Oh Hanbyul yang melewatinya ketakutan,ia panik dan terus mengayuh kencang sepedanya. 


Oh Hanbyul lengah,sepedanya terus bergerak kedepan dan BAM! ia tertabrak oleh sebuah mobil.Oh Hanbyul tewas seketika.
Siapa Gadis misterius ini?yang membuat Oh Hanbyul sangat ketakutan.
Segera Team Jaksa Min berada dilokasi kejadian.
Dengan indera tajam nya jaksa Min melihat kejadian awal kematian Oh Hanbyul.Mata Jaksa Min membiru menatap mayat Oh Hanbyul yang tergeletak penuh darah.Jaksa Min melihat seolah-olah Oh Hanbyul hidup kembali.
Pada kejadian awal,ia melihat Oh Hanbyul mengayuh sepedanya dengan panik dan ketakutan melihat seseorang.
Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh berjalan mendekati Jaksa Min,ia bergumam jika mayat bernama Oh Hanbyul seorang siswi SMU wanita Geum Song.Ia tertabrak mobil saat perjalanan pulang dari sekolah.Jaksa Min kaget karna Kepala Jang juga berada diTKP,ia tanya kenapa?Belum sempat Kepala Jang menjawab tak jauh dari tempat mereka Bum sedang bersitegang dengan seorang wanita yang menabrak Oh Hanbyul.
Nyonya Park merasa perlakuan Bum padanya tidak adil,Bum membela diri mengatakan karna Nyonya Park berada dilokasi kejadian saat perkara  dan dialah wanita yang mengendarai mobil yang menabrak Oh Han Byul jadi akan lebih baik untuk dibawa kekantor polisi.Jaksa Min segera berjalan menemui keduanya.


Nyonya Park merasa dia tidak bersalah,karna pada posisinya ia adalah korban,karna Oh Hanbyul yang datang entah darimana tiba-tiba dari belakang dan menabrak mobilnya.
Bum tetap berkeras dan ingin membawa Nyonya Park masuk kemobil,dan meminta Nyonya Park setuju untuk pergi kekantor polisi dan ditanyai.
Jaksa Min mendekati Bum dan memintanya mengantar Nyonya Park Pulang kerumah.
Jaksa Min mengatakan Oh Hanbyul saat menuruni bukit,sepedanya terlalu kencang dan menabrak belakang mobil.
Bum berbisik mengatakan sesuatu,ia mengatakan jika saat ini ingin terlihat sedang mengambil tindakan.Jaksa Min tak paham maksud Bum.
Bum pelan mengatakan jika gadis yang tewas adalah anak perempuan satu-satunya dari komisaris Polisi,Oh Myung Woon.
Jaksa Min menatap dari kejauhan menatap Komisaris Oh Myung Woon beserta istrinya juga berada disana.Kepala Jang menambahkan jika Komisaris Oh meminta secara langsung untuk menyelidiki kasus kematian Oh Hanbyul.
Dengan Cepat Bum bersemangat mengatakan tentu saja mereka akan membantu,dan meminta Kepala Jang untuk pulang saja dan beristirahat.

Jaksa Min berpikir jika hal ini murni kecelakaan maka mereka tidak ada alasan untuk ambil bagian dalam kasus ini.Bum segera mengatakan apa maksud Jaksa Min berkata begitu,bukankah jika dipikirkan secara mendalam akan ada alasan kematian Oh Hanbyul.
Jaksa Jung in memberi isyarat agar Jaksa Min ketempatnya.Jaksa Jung In memberitahu jika rem sepeda Oh Hanbyul telah dirusak oleh seseorang.Bum senang,karna mereka menemukan alasan pertama untuk menyelidiki kasus ini.
Namun Jaksa Jung in berpikir jika kasus pembunuhan ini seperti tidak serius dan layak seperti lelucon anak-anak.Dan memintanya untuk dilimpahkan kekepolisian lokal saja.


Bum panik,dan bertanya kenapa Jaksa Jung In berpikiran yang sama dengan Jaksa Min tentang kasus ini.Bum menyatakan jika kasus ini berhubungan dengan kasus Putri Komisaris Polisi.Jaksa Min segera mengatakan alasan untuk menyelidiki kasus bukannya semakin sedikit.
Mendengar hal itu Jaksa Jang mengatakan setuju dan akan memberitahukan pada Komisaris Oh.Bum benar-benar panik dan mencoba menahan kepergian Kepala Jang.
Bum pelan mengakui jika dirinya membantu Kepolisian karna ingin dinilai baik oleh komisaris Polisi dan memohon pada Jaksa Min dan Jaksa In untuk membantunya.
Dan bersamaan dengan Bum memohon,seorang siswi tiba-tiba jatuh dari ketinggian gedung sekolah dan jatuh ketanah.Semua Siswi yang menyaksikan hal itu teriak panik.
Siswi SMU wanita Geum Song segera mengerumuni Kang Jaeun yang tewas mengenaskan,Jaksa Min memeriksa nadi Jaeun,namun nyawanya memang benar-benar tidak tertolong.
Jaksa Min menatap gedung melihat seorang gadis berada disana.
Siswi Smu Wanita Geum Song yang mengenali nya teriak jika itu adalah Park HyunJoo.Mereka tak percaya jika gadis yang berdiri dikaca adalah Park Hyunjoo yang mereka kenal.Karna HyunJoo telah meninggal dua tahun lalu.
Bum kaget dan menanyakan kepastian nya jika Hyun Joo yang berdiri diatas gedung telah lama mati.Mereka mengiyakan.
Bum dengan pasti mengatakan pada Jaksa Min jika alasan untuk melimpahkan kasus ini pada Kantor kepolisian sudah pasti hilang.
Jaksa Jung In segera berlari tergesa-gesa menuju ruangan Kang Jaeun jatuh dengan menaiki anak tangga.
Kepala Jang,"Walaupun begitu... karena ini kasus yang sulit,selidiki situasinya dan laporkan hasilnya padaku."

Kemudian Kepala Jang pergi meninggalkan Team Jaksa Min,Bum menemukan ponsel Jaeun yang ikut terjatuh bersamanya dalam kondisi rusak.Bum tanya pada Dong Man apakah ia mampu menyalakan ponsel tersebut?
Tentu saja Dong Man mengiyakan karna mau tak mau itu harus,dan akan menyiapkan salinan datanya.Bum senang karna Dongman cepat mengerti maksudnya.Bum kemudian tanya pada Jaksa Min apakah mereka akan segera melakukan penyelidikan?Jaksa Min segera membagi tugas keduanya mengatakan Bum memulai penyelidikan kasus Oh Hanbyul sedangkan Jaksa In kasus Kang Jaeun.


Bum menanyakan kepastian apakah kasus kematian Oh Hanbyul tersangka utama adalah Hantu Park Hyun Joo?.Jaksa Min mengatakan jika ia pun belum bisa memastikan apapun tentang hal itu,namun ia melihat dengan pasti seseorang berada disana.


Kemudian Dongman datang dengan memberikan sampel darah Oh Hanbyul dimana beberapa waktu lalu jasad Oh Hanbyul telah dibawa keruang otopsi.
Dongman merasa bingung kenapa Jaksa Min memerlukan sampel darah,bukankah mereka sedang berada diTKP?
Jaksa Min tersenyum pada Bum.Bum mengerti,ia segera memeluk Dongman dan mengatakan jika Dongman tidak perlu ikut menyelidiki tujuan dibalik kejahatan hanya saja Dongman harus segera menemukan bukti yang menguatkan siapa yang merusak sepeda Oh Hanbyul dan melaporkan-nya.
Dongman mengerti,ia meninggalkan Bum yang menggerutu kesal karna Dongman tiba-tiba bertanya tentang sampel darah.
Jaksa Min berada diruang kelas dan mulai meminum sampel Darah Oh Hanbyul.
Jaksa Min kemudian mampu melihat Kang Jae Eun yang sedang diawasi oleh Park Hyunjoo.Seorang siswi yang telah meninggal dua tahun yang lalu.
Jaksa Min menahan sakit karna meminum sampel darah korban,Matanya yang membiru perlahan mulai kembali normal.ia teringat jelas siswi yang berada diatas gedung sama dengan gadis yang mengawasi Kang Jae Eun.
Jaksa Min bertanya-tanya Apa maksud semua ini tentang Hyun Joo?Apa benar dia gadis  bernama Hyunjoo yang sudah meninggal?
Jaksa Jung In menghidupkan lampu ruangan kelas Oh Hanbyul dan Kang Jaeun,ia menatap dua loker milik mereka yang berdekatan.Kemudian Jaksa Min masuk dan bertanya mungkinkah kejadian itu disini?
Jaksa In memastikan jika itu kelas keduanya,dan mendengar kabar jika mereka sering pulan terlambat karna kegiatan klub yang mereka ikuti.
Jaksa Min,"Bagaimana dengan tempat Kang Jaeun terjatuh?"
Jaksa In menunjukan tempat tersebut yaitu dari kaca ruangan kelas.Jaksa Min berpikir apakah dia melompat sendiri atau memang kecelakaan?atau juga memang karna terjatuh.
Jaksa In mengira jika Kang Jaeun tidak melompat sendiri,atau juga bunuh diri sambil merangkak mundur dengan ketakutan.Jaksa Min memikirkan tersisa dua kemungkinan kematian Kang Jaeun,yaitu kecelakaan atau dia didorong jatuh.


Jaksa in berpikir jika itu didorong jatuh mungkinkah Park hyunjoo yang meninggal dua tahun lalu?Jaksa Min tersenyum mengatakan jika didunia tentunya tidak ada mahluk sejenis hantu.
(Haha~~sejenis vampire ada kan??)
Jaksa In kemudian bertanya balik,kalau begitu Jaksa Min percaya akan mahluk jenis lain?Jaksa Min tersenyum mengatakan jika didunia ini banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.
Jaksa Min tersenyum melihat sebuah benda tergeletak dibawah kursi,ia mengatakan meskipun situasi kasus sekarang terlihat berbeda,ia kemudian mengambil benda tersebut.
Dan memberikan benda tersebut sebagai Topeng Park Hyun Joo pada Jaksa In.Jaksa in melihat bekas bibir berada dibalik topeng.Ia berpikir jika Tes DNA akan memberikan hasil yang lebih spesifik yang ia cium lips berbau jeruk.
Jaksa Min segera pergi keruang kepala Sekolah dan memperlihatkan barang bukti Topeng Park Hyun Joo yang mereka temukan.Jaksa min menanyakan bagaimana siswi Park Hyun Joo bisa meninggal dunia?
Kepala Sekolah mengatakan jika ia meninggal dua tahun lalu pada hari ujian dimana Hyun Joo jatuh dari atap sekolah.Kepala Sekolah menyatakan pasti Hyun Joo meninggal karna tertekan dengan nilai-nilai sekolahnya.
Wakil Kepala sekolah menambahkan jika Hyun Joo adalah siswi yang pendiam.Namun setelah kematiannya ia terdengar begitu sering disekolah,siswi lain banyak menceritakan dirinya yang melihat Hyun Joo pada malam hari terlihat jatuh dari atap sekolah.Ada juga yang mengatakan melihat tatapan mata Hyun Joo saat ia jatuh dari atap.
Tentu saja wakil kepala Sekolah berpikir hal itu hanya karangan para siswi lain.
Diluar kelas,Jaksa In bersama Dektektif Bum meminta satpam untuk mengumpulkan semua siswi yang berada dikelas Kang Jaeun.Mereka mendengar dua orang siswi bercerita mengatakan ia melihat seorang siswi bercanda dengan menggunakan topeng Park HyunJoo.


Siswi gendut kaget mendengarnya ia merasa itu bukan lelucon karna ia merasa hampir kencing dicelana melihat hal itu.Satpam meminta keduanya masuk keruangan.
Guru James yang lewat didepan ruangan merasa bingung dengan keadaan,ia bertanya pada Satpam apa yang terjadi?Satpam kaget mengira guru James telah pulang namun ia merasa senang karna Guru James belum pulang.Satpam memintanya tinggal diruangan dan memastikan agar siswi tidak pergi kemanapun.
Guru James kemudian masuk kedalam.
Bum mengucapkan terimakasih atas bantuan satpam.Satpam mengatakan jika rekaman CCTV kamera diparkiran sepeda telah ia berikan pada DongMan.Bum mengucapkan terima kasih sekali lagi.
Setelah Semua siswi dikumpulkan,Bum menjelaskan jika ia meminta kerjasama semua siswi untuk kasus ini.Ia pun akan memulangkan para siswi yang dianggap tidak perlu tinggal lama .
Lalu Bum meminta siwi mengangkat tangan yang merasa memiliki hubungan tidak baik dengan Oh Hanbyul dan Kang Jaeun.
Sama sekali tidak ada seorang pun yang mengaku.Bum melanjutkan pertanyaannya tentang siapa yang memiliki hubungan baik dengan mereka?
Tiba-tiba seorang siswi masuk kekelas dan bertanya-tanya jika ia baru saja mendengar tentang kematian.
Bum dan Jaksa In menatap siswi tersebut.
Han Yoo Ri,yang merupakan teman baik antara keduanya merasa kaget mendengar Bum mengatakan jika keduanya telah meninggal.Air Mata Yoo Ri hendak jatuh mendengar hal itu,Bum menjelaskan jika Oh Hanbyul meninggal karna seseorang telah memotong rem tali pada sepedanya.
Bum menanyakan apakah Yoo Ri memiliki kecurigaan pada seseorang yang telah melakukan hal itu?Yoo Ri mengatakan jika Han Byul bukanlah siswi yang dibenci oleh siswi lain,begitu juga dengan Jaeun.Keduanya adalah gadis yang menyenangkan.
Bum menanyakan keberadaan Han YooRi selama ini dimana karna baru mengetahui hal ini,padahal sekolah telah ramai membicarakan hal ini.Yoo Ri menyatakan jika dirinya saat itu berada diklinik sekolah,ia mengatakan jika sejumlah tulang lengannya pernah bergeser.Namun ia merasa sakit dan mengira tulangnya tergerser kembali.


Bum,"Apa kau punya seseorang yang bisa membenarkan pernyataanmu?"
Yoo Ri,"Apa sekarang kau mencurigaiku?"
Bum,"Anggap saja aku ingin menghilangkan kecurigaan apapun,yang mungkin menyertaimu."
Yoo Ri,"Guru James juga ada di klinik kesehatan.Kurasa kau bisa menanyainya."
Sementara itu diruangan kelas,petugas mengambil sidik mulut para siswi.Siswi gendut yang baru selesai diperiksa mengatakan jika ia tahu hal ini suatu hari pasti terjadi.Sahabatnya  meminta untuk berhenti bicara seperti itu,ia khawatir akan dicurigai.


Siswi gendut mengatakan tidak mungkin,karna ia berada dibawah saat kejadian dan menyaksikan hal itu terjadi.
Jaksa In menahan keduanya dan tanya apakah Oh Hanbyul dan Kang Jaeun adalah siswi yang ditindas?Siswi Gendut menyatakan hal itu tidak masuk akal,karna mereka berasal dari keluarga kaya.
Siswi gendut,"Ditindas katamu?Rumput yang ditanam di lapangan.keluarga Kang Jaeun yang menanamnya.Putri komisaris polisi, Oh Hanbyul.Gadis rumput, Kang Jaeun.Dan putri kepala rumah sakit Haneul,Han Yoori.Kau pikir dengan status seperti itu, mereka siswi yang ditindas
atau siswi yang menindas?"


Teman siswi gendut menambahkan,"Peringkat mereka bertiga,peringkat pertama, kedua dan ketiga sekolah.Ketika mereka bertiga bersama-sama,mereka memiliki kekuatan yang tak terkalahkan.Bahkan para guru tak bisa berbuat apa-apa pada mereka."


Kemudian Siswi gendut dan temannya meminta keluar dari ruangan.
kemudian Seo Yerim dan temannya hendak keluar ruangan setelah melakukan sidik mulut.
Jaksa In tiba-tiba menahannya menanyakan apakah Seo Yerim adalah orang yang melakukan tipuan menakuti dengan tipuan hantu serta memotong tali rem.


Seo Yerim kaget bertanya maksud Jaksa In berkata begitu.Jaksa In menjelaskan kenapa ia berkata seperti itu.
Jaksa In,"Aku berbicara tentang rambutmu,ada bekas sesuatu di sana.Bekas dari topeng.Aku bertanya-tanya darimana bau jeruk ini berasal."
Seo Yerim berpura-pura tidak tahu maksud ucapan Jaksa In.Jaksa In menyatakan jika hasil DNA pasti tidak akan baik,Jaksa In menegaskan jika dirinya bukanlah Jaksa yang jahat,hanya saja ia mengingatkan jika laki-laki yang menunggu diluar(Bum) adalah pria yang bertempramen buruk.
Segera Seo Yerim dibawa keruang Interogasi,Bum melemparkan berkas laporan hasil DNA keatas meja,Seo Yerim kaget ketakutan.Tentu saja karna telah mendengar isu cerita dari Jaksa In mengenai sifat Bum yang bertempramen buruk.


Bum menjelaskan jika tes DNA memastikan Seo Yerim yang menakuti Kang Jaeun dengan topeng.Seo Yerim tahu apa itu DNA dan ia tidak bisa berbuat banyak untuk menghindar.
Bum menyatakan ia akan melepaskan hukuman atas perlakuan Seo Yerim menakuti dengan topeng tapi tidak dengan melepaskan rem pada tali sepeda karna hal itu bersifat pembunuhan.


Seo Yerim berkata jika mereka pantas untuk mati.Seo Yerim teringat hal buruk yang menimpanya ketika mereka mencuci tangan diToilet Sekolah.Oh Hanbyul yang keluar dari WC merasa marah karna Seo Yerim tidak sengaja memercikan air sisa cuci tangan padanya.
Han Byul bertambah kesal karna ia sedang datang bulan saat itu,Kemudian Oh Hanbyul bersama Kang Jaeun menarik lengan Seo Yerim dengan kuat.


Yerim mengadu kesakitan.Bum berpikir karna alasan kecil itu Seo Yerim berniat membunuh mereka?Yerim mengatakan ia membunuh mereka dengan ratusan kali namun hanya dalam pikiran Yerim saja.


Kemudian Yerim menceritakan awal dirinya menakuti Oh Hanbyul dikolam renang sekolah dengan menggunakan topeng dan kemudian melarikan diri.Yerim senang karna Hanbyul begitu ketakutan dan sangat diluar dugaannya.Yerim malah berpikir sisi penakut Hanbyul harusnya diketatahui oleh seisi sekolah.
Namun Yerim sama sekali tidak memotong tali rem sepeda Hanbyul.
Teman Yerim,Saeyon juga diperiksa,ia mengatakan jika mereka berdua berencana membagi tugas,Hanbyul ditakuti oleh Yerim sedangkan Jaeun ditakuti olehnya.Namun dugaan Saeyon sama sekali diluar dugaan,keduanya tidak bersama waktu itu,satu sama lain ditempat yang berbeda.


Saeyon kemudian pergi kekelas,saat dirinya datang Jaeun sedang berbaring diatas meja,dan ia pun menghampirinya perlahan-lahan dengan menggunakan topeng Park Hyunjoo.Jaeun terlihat sangat terkejut dia pun naik keatas meja,dan tubuhnya gemetaran ketakutan.
Jaksa In kaget mendengar Saeyon menyatakan Jaeun ketika itu tubuhnya gemetaran dan naik keatas meja.Saeyon mengiyakan.Ia melihat Jaeun seperti orang bodoh.
Melihat Jaeun ketakutan,ia pun sangat senang dan berniat lebih lama menakuti.


Jaksa In membenarkan jika itu bukan perasaan gembira melainkan perasaan Katarsis.
Saeyon menambahkan jika ia juga melepaskan topengnya dan memberitahukan pada Jaeun bahwa hal itu cuma bercanda,dan sebenarnya dia adalah Saeyon.Namun Jaeun seperti terdorong kebelakang kemudian jatuh dari atas.


Jaksa In berpikir jika Seoyeon adalah pembohong,karna meski Saeyon mengatakan hal itu bercanda tetap saja Jaeun jatuh keluar jendela.Saeyon membenarkan bahkan ia melihat Jaeun terus saja merangkak mundur menuju jendela,dan hal itu benar-benar terlihat berbahaya.Saeyon tahu jika Jaeun akan berteriak takut setelah dirinya menakuti dengan topeng Hyun Joo namun tetap ia telah memberitahukan jika hal itu hanya bercanda.


Jaksa In merasa hal itu tidak masuk akal dan tidak bisa dipercaya,ia merasa tidak mungkin karna meski Saeyon mengakui hal itu cuma bercanda pada Jaeun namun Jaeun tetap saja terguncang dan melompat keluar jendela.
Jaksa In berpikir jika Seoyeon bicara itu pada semua orang,tetap mereka akan berpikir Seoyeon berbohong.Bahkan Jaeun saat itu sedang tidak sakit.


Seoyon teringat jika Jaeun pernah terluka kakinya,diam-diam seseorang melukai kakinya dengan paku payung.Seoyeon berpikir mungkin karna hal itulah Jaeun bisa jatuh.
Jaksa In marah karna hal itu seakan tidak sesuai dengan akal pikiran,ia meminta Seoyeon membuktikan hal itu semua.Pintu dibuka oleh Jaksa Min dan meminta Jaksa In keluar sebentar.
Jaksa Min dan Jaksa In berada diruang Otopsi.Doktor Seo menjelaskan jika Jaeun terkena infeksi tetanus.(Wah,ini Dokter Seo...bener-bener deh...aurat wanita terlihat begitu mudah )
Doktor Seo menunjukan bekas luka kaki mayat Jaeun yang terkena infeksi tetanus.Ia merasa infeksi tersebut disebabkan oleh paku payung.
Jaksa Min kaget karna paku payung?,Jaksa In ingat akan ucapan Seoyon yang memastikan bahwa sebelumnya seseorang meletakan paku payung pada sepatu Jaeun beberapahari yang lalu.Jaksa Min berpikir jadi hal itu benar karna tetanuslah Jaeun terjatuh karna melompat keluar jendela.


Jaksa Min,"Jika terinfeksi tetanus, otot-ototmu akan membeku dan tubuh menjadi kaku.Aku yakin saat itu, sangat sulit baginyamenggerakkan tubuh dengan kemauannya sendiri."


Jaksa In mengira kasus ini akan menjadi kasus yang mudah ternyata salah.Jaksa Min menugaskan Jaksa In mencari siapa pelaku yang menaruh paku payung pada sepatu Jaeun.


Setelah Jaksa In pergi,diam-diam jaksa Min meminta sampel darah pada Doktor Seo.Doktor Seo mengatakan jika pemeriksaan darah sudah diselesaikan.Jaksa Min beralasan jika sampel darah tersebut akan digunakan untuk keperluan lain.
Doktor Seo berpikir jaksa Min mengkoleksi contoh darah selama ini yang ia terima,karna ia pernah melihat beberapa orang mengkoleksi benda kenangan dan Jaksa Min mengkoleksi contoh darah sebagai benda kenangan dirinya.


Jaksa Min tidak menggubris ucapan Doktor Seo dan meminta contoh darah tersebut.
Setelah menerima contoh darah,Jaksa Min keluar ruang Otopsi.Bum yang hendak masuk berpapasan dengan jaksa Min.Jaksa Min tanya kenapa Bum berada disini?Bum mengatakan ia baru saja dari sana untuk memeriksa barang bukti.
Bum melihat Jaksa Min membawa sampel darah kang Jaeun.Ia menariknya dan berpikir takut jika Jaksa Min meminum darah Jaeun yang terkena infeksi tetanus akan menular padanya.


Jaksa Min marah karna Bum mengkhawatirkan hal sepele tersebut.Tapi..tapi darah itu?pikir Bum belum sempat menyudahi.Jaksa Min langsung tanya dimana rekaman video CCTV parkiran sepeda.


Bum mengatakan jika Dongman tadi menghubunginya untuk memberitahu jika rekaman keamanan sudah siap untuk diperiksa.Bum berpikir kasus akan selesai setelah melihat rekaman itu dan akan segera menemukan pelakunya.

Bum masih mengkhawatirkan Jaksa Min yang akan meminum sampel darah Jaeun,dan kekhawatiran itu segera hilang setelah Bum diam-diam mengintip dari luar Doktor Seo yang sedang bekerja.Menatap permukaan tersebut.(~~Ha ha..dasar pria )
Dong Man mengerti tugasnya kali ini,agar Bum terlihat baik didepan Komisaris Oh.Ia pun mengesampingkan tugas lainnya dan memeriksa barang bukti Oh Hanbyul terlebih dulu untuk Bum.Bum senang akan bantuan DongMan dan mengelus rambutnya memuji Dongman telah bekerja dengan sangat baik.
Dongman,"Jika kau berhasil menangkap penjahatnya,jadikan aku 'staff penuh' ya."
Bum,"Tuan 'staff penuh', Dongman...putar rekamannya.".
Dongman kemudian memutar rekaman CCTV tersebut,Bum kaget setelah mengetahui siapa siswi yang memotong tali rem sepeda Oh Han Byu.Dia adalah Kang Jaeun,teman baik Oh Hanbyul.
Jaksa Min berada diruangan dan segera meminum sampel darah Kang Jaeun.Darah Jaeun segera masuk melalui kerongkongan dan menyatu kedalam organ tubuh Jaksa Min.Perlahan Jaksa Min bisa melihat kembali kejadian kematian Kang Jaeun terjatuh dari atap gedung,saat itu Ponsel Jaeun juga terjatuh bersamaan dihadapannya.Sebuah pesan singkat berisikan "Kau lakukan dengan baik. Bagus sekali!" terlihat jelas oleh Jaksa Min.


Urat Jaksa Min yang terlihat keluar bersamaan mata vampirenya perlahan normal,dan seperti biasa Jaksa Min selalu menahan kesakitan setelah melakukan hal itu.


Kembali kekantor.
Dong Man bicara pada Bum jika pembunuh Han Byul adalah jaeun yang sudah mati tentu saja komisaris polisi akan tidak suka mendengar hal ini.Karna jauh lebih baik jika mereka membawa pelaku kehadapan Komisaris polisi ketimbang memberitahu tersangka yang telah mati.Hal ini akan membuat kesempatan Dongman sangat tipis menjadi staft penuh.


Bum kesal,karna Dongman selalu bersemangat bekerja jika mendengar dirinya akan dipromosikan menjadi staft penuh,ia memukul kepala Dongman dan memintanya untuk lebih baik bekerja dengan jujur.
Dongman mengeluh kenapa Bum tiba-tiba marah padanya.
Bum merasa janggal,bukankah Oh Hanbyul dan Jaeun adalah teman dekat,kenapa jika mereka sedekat itu bisa melakukan hal seperti ini?


Jaksa Min kemudian datang,Bum yang hendak memberitahukan kematian Hanbyul disebabkan Jaeun telah lebih dulu disebutkan Jaksa Min.Bum Kaget,bagaimana Jaksa Min bisa tahu hal itu?
Jaksa Min segera menanyakan pada Dongman bagaimana kondisi ponsel Jaeun?
Dongman menyatakan jika ponsel jaeun hanya kondisi luarnya saja yang rusak dan sama sekali tidak menghilangkan data-data didalamnya.
Jaksa Min meminta Dongman memperlihatkan sms-sms dari Ponsel Jaeun.
Dengan cepat Dongman memperlihatkan beberapa fhoto Jaeun berada diklub malam bersama pria dewasa.


Bum heran kenapa siswi bernama Jaeun yang berasal dari keluarga kaya yang mampu membiayai penanaman rumput disekolahnya mau merendahkan diri melakukan hal seperti itu.
Dongman spontan menyatakan jika akhir-akhir ini anak sekolah rata-rata melakukan hal seperti itu.Bum kesal memukul kepala DongMan.


Jaksa Min memikirkan sesuatu,ia bertanya-tanya kenapa sampai saat ini mereka belum bisa menghubungi orang tua Kang Jaeun.Hal itu pasti ada maksudnya.


Bum heran maksud Jaksa Min berkata seperti itu?
Jaksa Min menunjukan pesan sms yang dikirimkan oleh seseorang pada Jaeun"Bahkan saat bisnis ayahmu telah hancur,kau masih bisa membawa tas-tas bermerk?Tak bisa dipercaya apa yang kau lakukan untuk mempertahankan pencitraanmu.Aku berani bertaruh akan jadi berita besar jika foto-foto ini diunggah ke buletin sekolah.Jika Hanbyul dan Yoori sampai tahu tentang kondisi keluargamu,akankah mereka tetap berteman denganmu?Apa yang sebaiknya kulakukan dengan info berharga ini?Aku punya ide bagus. Jika kau lakukan seperti yang ku minta,akan kuhapus semua foto-foto ini.^^ Kau tahu sepedanya Hanbyul kan? Potong tali rem-nya hari ini"


Atas Pesan ancaman  dari seseorang,Kang Jaeun memotong tali rem sepeda Oh Hanbyul.
Bum kaget,karna itu sebuah pesan ancaman dan meminta Dongman segera mencari siapa pelaku yang mengirim sms tersebut.


Jaksa Min kemudian berdiskusi bersama teamnya dimeja rapat.
Jaksa Min,"Jika rem sepeda Hanbyul dipotong,adalah syarat dihapusnya foto-foto ini.maka penjahatnya bukan Jaeun,tapi seseorang yang mendendam pada Hanbyul."


Bum,"Akan tetapi, fakta itu tidak menyempitkan daftar tersangkanya.Jika kau melibatkan Yoori, tiga siswi ini benar-benar menjijikkan.Tunggu dulu.Kenapa dia tidak mengatakan apapun tentang paku payung di sepatu Kang Jaeun?"
Jaksa Min,"Siapa?"
Bum,"Satu-satunya yang masih hidup di antara tiga siswi itu.Han Yoori!Apa alasannya Han Yoori melakukan hal itu?Saat ini.Peringkat pertama dan kedua sekolah telah tewas.sehingga akan beranjak ke mana si peringkat tiga?"


Jaksa Min,"Apa kau pikir alasan sepele itu penyebabnya?"
Bum,"Walaupun kita berpikir alasan itu begitu sepele,tapi bagi ketiga gadis ini, bisa jadi ini masalah yang sangat rumit.Apa kau tahu berapa banyak anak yang bunuh diri hanya karena nilai-nilai sekolahnya?Kenapa pula mereka tidak akan berpikir untuk membunuh?Aku akan menanyainya."


Bum segera pergi menemui Han Yoori dirumahnya,Jaksa Min hanya menggeleng atas pikiran Bum.


Jaksa In berada disekolah,ia pergi keloker Kang Jaeun dan menemukan paku payung yang berada disana.Jaksa In tersenyum senang,seakan menemukan sebuah hadiah disana.
ia bergumam"Oh Jadi kau yang menyebabkan tetanus".


Jaksa Min datang menemui jaksa In mengira Jaksa In masih mencari barang tersebut namun ternyata telah menemukannya.Jaksa In heran karna Jaksa Min berpikir seperti itu.Keduanya sama-sama duduk didepan loker Jaeun.Jaksa Min mendekat dan tanya bagaimana sidik jarinya?
Jaksa In seakan risih dan menghindar Jaksa Min yang jaraknya begitu dekat dengan dirinya.
Jaksa Min menatap lama pada Jaksa In yang terdiam sejenak memikirkan sesuatu.
Jaksa Min tanya apa yang dilakukan olehnya.Jaksa In menggeleng mengatakan ia sama sekali tidak melakukan apapun.
Jaksa Min mengatakan agar jaksa In tidak melakukan apapun karna pada benda itu ada sidik jari korban dan memintanya menyerahkan pada Dongman.
Jaksa In mengiyakan,setelah Jaksa Min pergi ia menghela nafas panjang.


Dirumah Han Yoori,
Dikamar Yoori diam-diam membuka tas dan mengambil sesuatu didalamnya,namun Ibunya datang mengejutkan memberitahu jika ada tamu untuknya.Segera Yoori menyimpan benda tersebut.
Han Yoori"Paku payung?"
Bum,"benar.Ketika kutanya apa akhir-akhir ini ada hal aneh yang menimpa Jaeun, kau bilang tak ada apapun.Jadi apakah waktu itu, kau lupa memberitahuku...benar kan?"
Han Yoori,"Tidak,itu karna aku pikir hal itu bukan masalah serius."
Bum menjelaskan karna hal paku payung yang tidak serius itulah menyebabkan Kang Jaeun tewas.Yoo Ri kaget mendengar hal itu.Bum menjelaskan jika kita terkena tetanus sekujur tubuh akan menjadi kaku.Hal itulah yang terjadi pada Jaeun,dia kehilangan keseimbangan jatuh keluar jendela dan tewas.
Bum menanyakan apakah Yoori masih mengatakan tidak tahu siapa pelaku itu.Yoori terdiam,tiba-tiba ponselnya berbunyi panggilan dari James gurunya.Yoori hanya diam.
Kemudian Bum mendapat panggilan dari Jaksa In yang mengatakan telah menemukan pelaku pada sidik jari paku payung tersebut.
Bum tersenyum paham,ia tahu siapa pelaku itu dan bertanya pada Jaksa In apa ia perlu menebak siapa pelakunya?
Yoori menoleh dengan kaget mendengar hal itu.
jaksa In meminta Bum segera membawanya kekantor polisi untuk diinterogasi dan berhenti bermain disana.
Yoori dibawa kekantor Polisi untuk diinterogasi.Bum masuk dan kaget melihat Yoori segera membawa pengacara untuk melindungi dirinya.
Bum,"Wow,kau bertindak cepat,Memanggil pengacara sesegera mungkin ke tempat ini.Baiklah...kita tak perlu membuang-buang waktu lagi.Bukti yang melekat di tanganmu sendiri yang akan berbicara.Kenapa kau melakukannya? Apa karena nilai-nilai sekolah?Atau karena alasan lainnya?Kau tidak mau menjelaskan apapun?"


Pengacara,"Aku yang akan menjelaskan semuanya.Han Yoori hanya meletakkan paku payung itu,tapi itu dilakukannya karena seseorang memerintahkannya."
Bum,"Seseorang memerintahkannya?"
Pengacara,"Dia diancam."


Mendengar hal itu Jaksa Min langsung masuk kedalam,Pengacara Yoori memperlihatkan bukti sms ancaman pada Bum dan Jaksa Min.serta beberapa fhoto pribadi yang digunakan pelaku untuk mengancam Yoori.
Yah,fhoto Yoori berciuman mesra dengan guru james.
Bum kaget setelah melihat fhoto itu,ia  tahu jika guru james adalah orang asing yang membenarkan alibi keberadaan Yoori.Yang ia lihat ketika berada disekolah bersama Jaksa in.
Pengacara Yoori meminta agar masalah Yoori yang memiliki hubungan dengan guru james agar dirahasiakan.Bum melemparkan fhoto tersebut dengan kesal mengatakan karna paku payung yang ditaruh Yoori diam-diamlah membuat kang Jaeun tewas.Hal itu bukan berarti Yoori tidak dianggap bersalah hanya karna dia diancam untuk melakukan hal itu.


Pengacara membela Yoori mengatakan dia bukan hanya tidak bersalah tapi paku payung tersebut juga dikirimkan oleh orang yang mengancamnya.
Bum kaget...
Yoori menjelaskan jika dua hari yang lalu saat ia keluar rumah,Yoori menerima sebuah paket yang diletakan didepan rumah.Saat Yoori menerima paket tersebut,pelaku yang mengancam mengirimkan sms pada Yoori.
"Apa kau menerima hadiah dariku?Letakkan paku payung itu dalam sepatu Kang Jaeun.Jika kau gagal, foto-foto itu kan muncul di buletin sekolahmu"


Yoori pun melakukan perintah ancaman dari sipelaku,ia tahu jika hal itu terlalu kekanak-kanakan untuk dilakukan,meski ia sama sekali tidak tahu siapa pelaku yang mengirimkan ancaman tersebut.
Yoori merasa melakukan hal itu sangat menjijikan karna ia baru tahu jika paku payung yang ia tancapkan bisa menyebabkan tetanus .
Pengacara menjelaskan jika Yoori sama sekali tidak mengetahui jika Paku payung bisa menyebabkan tetanus yang berujung dengan kematian.Yoori tersenyum memastikan hal itu benar.


Bum kesal menunjuk kearah Yoori yang bersikap seakan tidak bersalah karna hal itu,karna ia tidak terlihat sebagai orang yang bertanggung jawab akan kesalahannya.
Yoori berpikir kenapa harus dia yang bertanggung jawab,ia sama sekali melakukan hal itu karna diancam,dan Yoori merasa dirinya juga korban dalam kasus Kang Jaeun.


Bum bingung dibuatnya.
Jaksa Min pergi keruangan Jaksa In dan menanyakan apakah Dongman sudah memeriksakan ponsel Yoori.Jaksa In mengiyakan,ia mengatakan jika Kang Jaeun dan Yoori mendapatkan sms ancaman dari nomor telpon yang sama,dengan Nomor prabayar.


Kemudian Bum menanyakan bagaimana dengan sms yang diterima oleh Hanbyul?Jaksa in mengatakan jika Hanbyul juga menerima sms dari nomor yang sama.Jaksa Min mulai mengerti akan kasus yang ia tangani .Karna SMS ancaman yang dikirimkan kepada mereka bertiga hal itulah yang membuat Han Yoori mencelakai Kang Jaeun,dan Kang Jaeun membunuh Oh Hanbyul.Jaksa Min merasa ada sesuatu masalah yang disembunyikan Oleh Hanbyul.
Jaksa Jung In mengira jika Hanbyul juga menerima pesan ancaman yang sama,ia diminta mencelakai Han Yoori ,tapi saat Jaksa In menyelidiki hal itu,ia sama sekali tidak bisa menemukan telpon gengam Hanbyul.Jung In telah memeriksanya namun ponsel Hanbyul tidak berada didalam tasnya dan keluarganya juga sama sekali tidak mengetahuinya.


Jaksa Min kaget mengetahui Telpon gengam Hanbyul hilang.Tapi jelas-jelas ia melihat ponsel tersebut berada diTKP.Jaksa In memastikan jika telepon tersebut tidak ada diTKP sama sekali.Jaksa Min bertanya-tanya dimana ia melihat telepon tersebut berada dihadapan Oh Hanbyul?dimana sebuah sms ancaman berbunyi dan dikirimkan pada Oh Hanbyul.
Jaksa Min kemudian ingat jika ia melihat hal itu meminum sampel Darah Hanbyul.


~~~Bersambung Episode 5 Part 2~~~


Jaksa Min dan Jaksa In segera berjalan menuju meja Dongman.Dari hasil kamera CCTV,terlihat Hanbyul memegang ponselnya.Namun saat Team Jaksa Min datang keTKP,telepon genggam tersebut sudah tidak ada disana.(Mungkinkah hilang atau diambil oleh polisi lain?).

2 komentar:

  1. waahh, aq klo seumpama jadi jaksa Jung In, nyerah wezt, suruh naek ke atas ruang kelas, kang ja en dan han byul yang barusan tewas..ooh nooo....

    dan jung in, masih pantes jg kok jd mahasiswi.....

    kok alibiku,,,,,,guru james ya, klo g he yoo ri

    BalasHapus
  2. menurutku gadis misterius itu adiknya jaksa Min

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.