11.24.2011

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 4 Part 2

Setelah Bum mendapatkan  alamat keberadaan Nam Gwanwook dan memberitahukan pada Jaksa Min.Jaksa Min segera pergi mencari Nam Gwook.Kebetulan saat itu Nam Gwanwook masuk kedalam lift menuju lantai 8 keapartemen miliknya.Saat pintu lift tertutup dengan cepat Jaksa Min menahannya dan kemudian masuk kedalam lift. Nam Gwanwook merasa tidak curiga pada Jaksa Min menanyakan akan menuju lantai berapa?Jaksa Min mengatakan lantai 8.Nam Gwanwook berpikir jika Jaksa Min tinggal satu lantai dengan dirinya.Namun ia merasa sama sekali tidak pernah melihat Jaksa Min sebelumnya.

Nam Gwanwook meremas keras botol minuman kalengnya dan mencoba memukulkan ketubuh Jaksa Min.Dengan cepat Jaksa Min menghindar dan berbalik menyerang Nam Gwanwook.Beberapa kali tubuh Nam Gwanwook dipukul oleh Jaksa Min dan dibenturkan kedinding lift.NamGwanwook tak berdaya dan jatuh kelantai.Jaksa Min keluar dari lift tepat  saat berada dilantai 8.
Bum berjalan kearah lift bertanya pada Jaksa Min nomor berapa apartemen Nam Gwanwook untuk menemukannya.Jaksa Min menjawab cepat kamar 804 dan berjalan cepat meninggalkan Bum.Dan Bum kaget melihat Nam Gwanwook sudah lebih dulu diselesaikan Jaksa Min.
Bum masuk kedalam lift dan memborgol tangan Nam Gwanwook.


.Sesampainya diapartemen 804 tempat Nam Gwan Wook,Jaksa Min masuk kedalam.


Bum segera mengikutinya dan tanya apakah ia harus melepas sepatu untuk masuk kedalam apartemennya?ha ha...ada ada aja Bum..Bum melihat ruangan dan bergumam jika tempat tersebut begitu menyenangkan dan tentunya sangat mahal.
Jaksa Min fokus pada ruangan tersebut,dan mata vampire nya menyala biru menatap sesuatu.
Bum tanya apakah Jaksa Min mencium bau darah?Bum berpikir mereka akan cepat menemukan benda tersebut.Jaksa Min tetap diam dan menatap sesuatu.Ia berjalan dan mendekati sebuah alat pemanggang Roti.Jaksa Min membuka alat pemanggang tersebut dan menemukan sebuah alat pembuat roti yang disimpan didalam handuk.Melihat Barang bukti Bum komentar jika IQ Nam Gwanwook begitu rendah,karna tidak begitu menyimpannya.
Bum,” Bagaimana bisa dia menyembunyikannya di tempat yang sama?Pembungkusnya juga sama. Ya ampun... dia tidak memiliki rasa khawatir.”
Jaksa Min mengangguk memberikan barang bukti tersebut pada Bum kemudian keluar dari Apartemen Nam Gwanwook,Bum melihat NamGwanwook menyediakan kacang diapartemennya,Bum berpikir segera kesana dan mengambilnya.LoL bum!masih sempet cari makanan gratis he he~~


Team Jaksa Min kembali mendiskusikan kasus Yang Sichul.
Dong Man,” Lalu... Yang Sichul, pengacara dan pendeta... dan orang yang mencuri senjata pembunuh semuanya terlibat dalam ini? “
Jaksa Jung In,”Apa yang akan kau lakukan sekarang? Sidang ini hanya... hanya 3 jam lagi.”
Jaksa Min,” Untuk mengambil sidik jari Yang Sichul dari senjata ini, dan untuk memastikan bahwa ini darah Kim Goohyun...berapa lama waktu yang dibutuhkan?”
Dong Man,” Bahkan jika aku bergegas,Ini akan memakan waktu sekitar 5 jam.”


Jaksa Min,” Selesaikan dalam waktu 4 jam. Bawakan hasilnya padaku segera setelah kau mendapatkannya.”
Dong Man mengangguk.
Bum,” Kenapa, kenapa?Agar kau bisa mengubur pria itu? Sejujurnya, Pendeta Kim pantas mati.”
Jaksa Min,” Kita telah menemukan senjata, dan menuntut. Kita perlu memenjarakan dia sekarang. Bukankah itu tugas kita? Ayo bergerak.”
 
Sidang Terakhir keputusan Hakim dibuka,Hakim mengatakan jika ia tidak akan membiarkan gangguan terjadi lagi seperti sebelumnya untuk hari ini.Dan meminta jika keduanya memiliki bukti lain yang mengejutkan segera memberitahukan pada hakim.
Jaksa Min dan Pengacara Yoon jaeehe mengatakan tidak ada.
Hakim,” Kita juga manusia. Aku tahu penting untuk memiliki kejutan karena beberapa alasan, tetapi sesekali, penting untuk memiliki daya tarik emosional juga. Harap... mengingat hal ini.”
Jaksa Min dan Pengacara Yoon Jaehee berjalan kembali ketempatnya masing-masing,Yoon Jae hee bergumam pada dirinya,” Apa yang dia bicarakan? Apa dia meminta kita untuk menggerakannya secara emosional?”
Jaksa Min yang mendengar hal itu menjawab,” Aku rasa yang dia maksud adalah hidup seperti manusia. Daripada berfokus hanya pada balas dendammu. Jika kau bertindak hanya berdasarkan nalurimu, tidakkah kau merasa ini sangat tidak adil untuk mereka yang bisa menekannya?”
Pengacara Yoon jaehee menoleh kaget,” Sepertinya kau telah menemukan semua tentang masa lalu aku.”Jaksa Min mengatakan jika ia telah menemukan semuanya,serta senjatanya juga.
Pengacara Yoon jaehee sedikit kaget,kemudian Jaksa Min memaparkan ucapannya.
Pengacara Yoon Jaehee,” Ketika terdakwa menemukan korban .Dalam kondisi apa korbannya?”
Yang Sichul,” Dia sudah meninggal.”

Dikursi Jaksa Penuntut Jaksa Min menanyakan pada Jaksa In apakah Dong Man sudah selesai dengan penelitian sidik jarinya?Jung In memperkirakan harusnya Dong Man sudah berada disini.
Pengacara Yoon Jaehee,” Kau tidak melihat siapa yang membunuh korban?”
Yang Sichul,”Ya”
Pengacara Yoon Jaehee,” Karena kau adalah seorang mantan narapidana, sekarang kau pasti merasa tidak adil karena dituduh sebagai pembunuh.”
Jaksa Min,” Senjata pembunuh yang digunakan oleh terdakwa Yang Sichul, untuk membunuh Kim Goohyun sudah dicuri dari kami. Meskipun kami mungkin tidak tahu siapa yang mencuri bukti itu, dan kenapa mereka 



Yang Sichul mengatakan tidak tahu.
Jaksa Min,” Disini tertulis...ini untuk memperingati rumah Dowan Nano rumah tahun 1982. Bukankah terdakwa,adalah penghuni Dowan Nano?”
Yang Sichul gugup mengatakan,” Aku bilang aku tidak tahu.”
Jaksa Min,” Sidik jari yang ditemukan disini akan cocok dengan sidik jarimu. Dan jika darah disini cocok dengan darah korban, kau masih akan mengatakan bahwa kau tidak tahu?”
Yang Sichul benar-benar gugup,ia menatap Yoon Jaehee untuk minta bantuan atas apa yang harus ia lakukan,namun Jaehee hanya menatapnya yakin bahwa Yang Sichul mampu mengatasinya.
Jaksa Min sedikit keras bicara meminta Yang Sichul bicara,
Jaksa Min,” Jawab pertanyaannya, terdakwa!”

Segera Yoon Jaehee berdiri dari kursinya membela Yang Sichul.
Pengacara jaehee,” Jaksa mengancam terdakwa untuk membuktikan pendapatnya.”
Hakim,” Diterima. Bisakah jaksa membuktikan secara ilmiah bahwa sidik jari di senjata itu adalah milik terdakwa,dan bahwa darahnya adalah milik korban?”
DongMan kemudian datang dan memberikan barangbukti serta analisa dari labor.Jaksa Min mengatakan iya,namun betapa kagetnya Jaksa Min setelah melihat hasil analisa tentang sidik jari pada senjata pembunuh.Bahwa sidik jari hanya ada Kim Goohyun dan Darah yang melekat adalah milik Yang Sichul.Pengacara Jaehee tersenyum manis dikursinya,Sementara itu Jaksa Min terdiam bagaikan patung setelah menerima hasil laporan dari Dongman.
Jaksa Min kemudian berjalan mendekati Yang Sichul dan menarik bajunya,terdapat bekas luka ditubuhnya.Masih dengan ketidakpercayaan akan kebenaran,Jaksa Min terdiam.
Hakim,” Aku bertanya apa kau memiliki bukti ilmiah untuk mendukung argumen yang kau nyatakan!”



Jaksa Min mencoba menahan emosinya,ia tahu semua ini telah direncanakan dengan baik dan masing-masing antara mereka satu sama lain memiliki kedekatan.
Jaksa Min menatap wajah Yang Sichul dan tersenyum tipis.
Jaksa Min,” Pendeta Kim Goohyun yang kau ingat... Pria seperti apa dia? Mari kita kembali ke tahun 1982. Terdakwa, Choi Jinmee,Lee Dongwoo, Lee Hyunwook .semuanya berada di Nano center pada waktu yang sama. Apa itu benar?”
Yang Sichul mengiyakan.
Jaksa Min melanjutkan ucapannya,” Pada saat itu, apa dia orang yang baik? Dia berbagi roti dengan anak-anak kelaparan ini... dia menjaga mereka bagaikan keluarga. kau dan teman-temanmu mungkin percaya pada orang itu dan mengagumi dia. Tapi momen kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Karena motif yang sebenarnya dari orang itu muncul segera setelahnya. Setiap Senin malam, orang ini memanggil anak-anak untuk naik ke kamarnya.”
Pengacara Jae Hee emosi,ia merasa keberatan dengan ucapan Jaksa Penuntut Min Tae Yon.


Hakim meminta Jaksa Min menghentikan ucapannya,semua orang yang berada didalam ruangan menjadi bertanya-tanya.Namun Jaksa Min tidak mengubris ucapan hakim dan tetap melanjutkan ucapannya.Sementara itu mengingat masa lalu buruk itu,Yang Sichul mulai merasa takut dan panik.
Jaksa Min,” Dan dia melukaimu,yang dimana ini tidak bisa dilupakan. Bagi kau dan bagi teman-temanmu. Aku yakin kau ingin membunuh dia. Tapi kau tidak punya kekuatan saat itu. Roti yang dia berikan pada kalian tidak lagi
berarti makanan untuk mengatasi kelaparan kalian... tetapi mewakili tindakan mengerikan itu sendiri.”
Semua orang meminta Jaksa Min menghentikan ucapannya.Yang Sichul memegang telinganya terngiang masa lalu buruk itu.
Jaksa Min,” Tapi kau harus menahannya. Karena kau tidak punya tempat lain untuk di datangi.”


Yang Sichul menangis ketakutan,memohon Jaksa Min menghentikan ucapannya.
Jaksa Min,” Kalian berpikir."Jika kita tidak bisa pergi, mari kita melawan". Mari kita mengurus Kim Goohyun yang memperlakukan kita lebih buruk dari anjing!”

Masa lalu buruk teringat jelas oleh Yang Sichul ketika setiap kali Pendeta Kim memukuli mereka yang mencoba melawan.Dan sering kali Pendeta Kim melakukan kekerasan dengan benda yang berada disana,dan ia sering menggunakan alat pemanggang roti.
Yang Sichul dan teman-temannya menangis,Pendeta Kim tanya kenapa mereka menangis,mereka harus tahan akan perlakuannya dan bertahan sedikit lebih lama.Namun kemudian Yang Sichul yang sudah tidak tahan lagi akan perlakuan pendeta Kim,melawan.


Jaksa Min,"Tapi kau menghadapi dia.Dan kau jadi tertusuk.Dengan alat bukti tersebut"
Yang Sichul benar-benar depresi,ia teriak keras meminta Jaksa Min menghentikan ucapannya.
Pengacara Jae Hee berdiri meminta hakim bertindak,hakim segera memanggil Jaksa Min untuk berhenti bicara.


Jaksa Min,"Aku juga, ada seseorang yang ingin aku bunuh.Tapi aku tidak akan membunuhnya seperti yang kau lakukan.Setidaknya aku tidak akan menyangkal apa yang aku lakukan.Pendeta Kim Goohyun.Apa kau membunuhnya?"
Yang Sichul,"Tidak. Tidak. Bukan aku."
Jaksa Min,"Apa itu menyiksa?"
Hakim,"Sudah cukup!"
Jaksa Min,"Hingga pada batas dimana kau tidak bisa hidup?Kau mendedikasikan hidupmu untuk membalas dendam!Balas dendam yang begitu kau inginkan seumur hidupmu,
sekarang kau sudah mendapatkannya!Tidak bisakah kau mengatakan sekarang...
"Akulah yang membunuh bajingan itu"?"


Pengacara Jae hee tahu jika Yang Sichul mulai terlihat takut dan hendak mengaku,ia berdiri .
Pengacara Jaehee,"Aku keberatan!"
Jaksa Min,"Aku tidak bisa memaafkan seseorang yang menghancurkan Sichul kecil!"
Hakim,"Jaksa!!"
Jaksa Min,"Bajingan yang aku bunuh, memang pantas mati!Katakan itu!"
Hakim,"Jaksa!!"
Jaksa Min,"Aku juga sudah akan membunuh dia, jadi katakan saja!"
Yang Sichul mulai menangis,
Yang Sichul,"Aku...membunuhnya...Kim Goohyun..."
Pengacara Yoon Jae he hanya bisa tertunduk pasrah karna Yang Sichul mengaku.
Hakim mengetuk palunya keras ,Jaksa Min duduk kembali kekursi.


Jaksa Jung In,"Karena kita sudah mendapat pengakuannya...Ini sebuah hadiah dia akan terbukti bersalah...jadi pertanyaannya adalah hukumannya.Tapi...apa yang kau katakan sebelumnya...apa itu sungguhan?Bahwa kau sudah akan membunuh dia juga...Apa itu sungguhan?"

Dan waktunya pembacaan putusan,Hakim masuk kembali keruang sidang .
Hakim,"Kita sekarang akan membacakan keputusan.Fakta bahwa terdakwa Yang Sichul membunuh
Kim Goohyun dipastikan.Namun...senjata pembunuhan dengan sidik jari terdakwa belum ditemukan,dan pengakuan terdakwa karena Jaksa melakukan pendesakan.Oleh karena itu, untuk mengukur nilainya hal ini akan sulit.Berdasarkan fakta-fakta yang disebutkan ini...Kami memutuskan terdakwa Yang Sichul...Tidak bersalah".
Mendengar keputusan hakim yang memberikan keputusan Yang Sichul tidak bersalah,sangat membuat Pengacara Yoon Jaehee tersenyum puas,begitu juga Pendeta Im .Ia berjabat tangan dengan sahabatnya karna bahagia atas putusan hakim tersebut.
Begitu juga Yang Sichul,ia sama sekali tidak mendapat hukuman apapun atas kasusnya.
Jaksa Min berdiri dari kursinya dengan diam tanpa bicara,Jung In mencoba memanggil Jaksa Min.
Ternyata diluar halaman parkir Pengacara Yon Jaehe bertemu dengan teman Pendeta Im yang tadi berjabat tangan didalam sidang,ya,dia adalah Nam Gwanwok yang bebas tanpa syarat atas kasusnya.
Pengacara Jaehee,"Kau sudah bekerja keras.Karena aku, kau bahkan harus melakukan tugas yang berbahaya."


NamGwanwook,"Jika bukan karena Pengacara,aku tidak akan berada di sini sekarang."
Mereka pun berjabat tangan.
Pengacara Jaehe mengucapkan salam perpisahan yang meminta antara keduanya untuk tidak pernah saling bertemu lagi.karna Pengacara Yoon berpikir itu baik buat mereka.
Kemudian Pengacara Yoon jaehee masuk kedalam mobilnya,ia kaget karna Jaksa Min sudah berada didalam mobilnya sejak lama,itu artinya ia melihat Pengacara Yoon dan Nam Gwanwook telah merencanakan hal itu dengan sempurna.
Jaksa Min,"Apa itu kebenarannya?"
Pengacara Jaehee,"Bagaimana bisa kau masuk kesini?"
Jaksa Min,"Senjata yang digunakan Kim Goohyun untuk menusuk Yang Sichul.apa alasannya agar aku menemukannya?"
Pengacara jaehee,"Tidak ada kebenaran mutlak.Hanya interpretasi subjektif.Harapan aku adalah agar Jaksa Min mengungkapkan kejahatan dari 30 tahun yang lalu, lebih dari ini."
Jaksa Min,"Senjata yang Yang Sichul gunakan untuk membunuh Kim Goohyun.Dimana itu?"
Pengacara Yoon tersenyum.
Pengacara Yoon,"Bukankah aku sudah bilang padamu?Bahwa tidak ada senjata pembunuhan.Bahwa tidak peduli apa yang kau lakukan,kau tidak akan pernah bisa menemukannya."
Ya,kasus kematian pendeta Kim Goohyun yang dilakukan oleh Yang Sichul dengan senjata pembunuh adalah alat pembuat roti.Ia menusuk tubuh pendeta Kim hingga tewas dan berlumuran darah.
Kemudian Yang Sichul membersihkan senjata pembunuh tersebut dengan handuk dan mencucinya.
Dan Alat pembunuh tersebut tidak disimpan atau disembunyikan,melainkan tetap digunakan oleh Yang Sichul ditoko roti miliknya untuk membuat Roti dan memberikannya pada jemaat Gereja Dowan Nano.
Ya,Pendeta Im Joohwan juga turut campur tangan memberikan roti-roti hasil buatan Yang Sichul dengan senjata pembunuh tersebut.
Jaksa Min tersenyum tak percaya karna mereka begitu naif melakukan hal tersebut.
Jaksa Min,"Kau membuat roti-roti itu dengan senjata tersebut.Itu ide yang menarik."
Pengacara Yoon tersenyum.
Pengacara Yoon,"Roti yang "Pendeta Roti" sebut "Roti Cinta".Aku ingin menunjukkan bahwa hal itu bisa berubah menjadi sesuatu yang keji seperti pisau yang dapat menusuk.Apa kau ingin sebuah ilustrasi?.Ada pertanyaan lagi?."


Jaksa Min keluar dari dalam mobil Pengacara Yoon jaehee,namun Pengacara Yoon memanggilnya dan tanya apakah ia telah mendapatkan salinan putusan pengadilan?.
Pengacara Yoon memberikan berkas tersebut dari dalam mobil.
Pengacara Yoon,"Aku mengira Jaksa Min seorang yang cerdas.tetapi kau tidak bisa membedakan antara kebenaran dan kebohongan.Aku sudah bilang sebelumnya.Bahwa tulisannya sudah ada di dinding.Kalau begitu sampai jumpa lain kali."
Kemudian Pengacara Yoon pergi meninggalkan Jaksa Min sendirian dengan membaca berkas putusan pengadilan tersebut.
Setelah melihat berkas tersebut,Jaksa Min tersenyum pahit akan semua kebohongan.
Ya,berkas tersebut dibuang begitu saja dilantai.Sambil memainkan pemantik api,Jaksa Min berjalan masuk kedalam.
Teringat ucapan Hakim yang berkata pada mereka,
Hakim,"Aku akan menerimanya.Harap hapus pernyataan-pernyataan para saksi"
dan ketika Jaksa Min memberondong ucapan pada Yang Sichul,hakim meminta dengan tegas agar Jaksa Min menghentikan ucapannya.
Hakim juga memutuskan atas Yang Sichul dengan putusan tidak bersalah.
Ya,Jaksa Min mengingat semua hal itu,upaya keras yang ia lakukan untuk kasus Yang Sichul benar-benar sia-sia,karna 
lembaran kertas putusan pengadilan yang dibuang ketanah begitu saja oleh Jaksa Min tertulis jika Hakim bernama : Nam Gwanwook.
Saya jadi bertanya-tanya NamGwanwook artinya memiliki nama kesamaan dengan NamGwanwook yang mereka temui?ataukah diantara keduanya memang satu sama lain memiliki hubungan keluarga.Yang Jelas,Episode 4 benar-benar mengesalkan.
Malam itu,seusai persidangan Hakim Nam Gwanwook turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumahnya.
Saat berjalan masuk Nam Gwanwook merasakan ada bayangan hitam dibelakangnya sedang mengawasi dirinya.
Ia pun menoleh dan bertanya-tanya siapa disana?.Nam Gwanwook berjalan kearah bayangan itu berasal.Tiba-tiba Pia misterius itu menarik tubuh Nam Gwanwook.
Sementara itu,Jaksa Min pergi keklub untuk minum ditempar Bartender Lee (Agen penyuplai Darah).Klub tersebut sangat sepi.Tak ada seorang pun berada disana.Jaksa Min meneguk minumannya.Dan saya pikir itu darah.


Jaksa Min bertanya-tanya akan kepergian Bartender Lee,Pergi kemana dia?
Nam Gwanwook mengerang kesakitan menahan cengkraman tangan pria misterius tersebut.
Lalu Pria itu menggigit leher Nam Gwanwook dengan taringnya.Ya,dia adalah vampire.
Jaksa Min menoleh kebelakang merasakan ada sesuatu yang terjadi.Apakah itu?Apakah Vampire yang membunuh Adik Jaksa Min adalah Bartender lee yang diketahui seorang manusia setengah vampire?ataukah ada vampire lain ??.


Apakah Jadinya Hakim Nam Gwanwook,apakah dia mati dengan berita menghilang ataukah dia menjadi setengah vampire juga yang akan menjadi saingan Jaksa Min Tae Yon?
Aku sama sekali belum menemukan jawaban itu.


~~~Bersambung Episode 5~~~




3 komentar:

  1. wahhh hebat tersangka, pengacara, saksi + hakim semuanya teman masa kecil yang sependeritaan dan satu tujuan... bisa ada kasus yang begitu tersusun yachh, kasian para jaksa yg capek2... berlanjut ke episode selanjutnya ^^

    BalasHapus
  2. kalo menurut aku yang namgwanwook yang pertama (bukan hakim)itu dibuat nama palsu deh kan pengacara bilang kalo si namgwanwook yg bukan hakim itu udah mengalami masa yang berat jadi itu kayak buat manupulasi gitu

    BalasHapus
  3. terkadang, kekuatan emosional jg dibuhkan dlm sidang bukan hanya bukti semata,walaupun terlihat memaksa sech....

    iya, masak ada Nam Gwan Wook 2, yg satu hakim yg satu penjahat...lalu yg ditemuin jaksa Jung In di gereja?? atau memng itu hanya trik saja...

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.