11.24.2011

Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 4 Part 1



 Sinopsis Vampire Prosecutor Episode 4
Seorang Tersangka mencoba melarikan diri dari kejaran polisi.Beberapa polisi terus mencoba menangkap  tersangka  tersebut bernama Yang Sichul.Namun usaha Yang Sichul untuk kabur sia-sia,beberapa unit mobil polisi telah dikerahkan untuk mengepung Yang Sichul.Ia panik dan mencoba melompat dari atas atap,namun karna begitu tinggi , Yang Sichul mengurungkan niatnya.




Beberapa Polisi telah berada didepan Yang Sichul , Yang Sichul kemudian memecahkan botol untuk mengancam mereka agar jangan mendekat.Polisi bersiaga penuh segera menyerang Yang Sichul,terjadilah perkelahian dan Polisi membantingkan Yang Sichul kelantai.Segera tangan Yang Sichul  diikat dengan borgol. Yang Sichul  meronta keras meminta dilepaskan.


Dikantor,Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh  menonton berita yang sedang disiarkan langsung,kasus pembunuhan Pendeta Gereja Dowan Nano,bernama Kim Gooh Yun ditemukan terbunuh.Dia dikenal karna komunitas kerja sukarela,serta terkenal dengan sebutan “Pendeta Roti”karna membagi-bagikan roti untuk umatnya.Tersangka pembunuh Kim Gooh Yun adalah Yang Sichul yang sedang diselidiki kasusnya.
Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh  memeriksa berkas kasus Yang Sichul dengan berita televisi.

Beberapa jam berikutnya Jaksa Min dan Dektektif Bum berada dilokasi kejadian.Beberapa petugas mengambil sidik jari serta bukti ditempat.Melihat mayat Kim Goohyun tergeletak bersimbah darah membuat Bum bertanya-tanya bagaimana dia bisa meninggal dengan keadaan seperti itu?apa ada perkelahian dikantor pendeta?
Bum memastikan jika Gooh Yun meninggal dengan cara beberapa bagian tubuhnya diiris dan dipotong,tetapi Bum bertanya pada Jaksa Min apakah mereka akan tetap menyelidiki kasus ini terus,bukankah Penjahatnya sudah tertangkap dan berada ditahanan.
Jaksa Min mengatakan jika tidak ada salahnya untuk tetap diperiksa.Bum tahu saat penting Jaksa Min melihat secara jelas dengan inderanya atas kematian pendeta tersebut.Bum meminta semua petugas yang berada disana untuk keluar sebentar.
Dengan Indera tajamnya,Jaksa Min menatap tubuh mayat Kim Goohyun.Mata Jaksa Min terlihat biru.Dan segera flashback kematian Kim Goohyun terlihat jelas olehnya,Yang Sichul beberapa kali menghunuskan sebuah benda keperut Goohyun hingga tak berdaya.Mata Yang Sichul terlihat penuh amarah dan dendam saat menghunuskan benda tersebut.
Mata Tae Yon yang membiru dan taring yang keluar kemudian menghilang setelah melihat flashback kematian Kim Goohyun,ia menjadi manusia normal kembali.
Bum Tanya apakah Pelakunya adalah orang lain?Jaksa Min menggeleng tidak.Bum tersenyum senang mengira kasus tersebut akan cepat selesai dengan begitu mudah.
Dimeja rapat,Jaksa Jung In memaparkan kasus kematian Pendeta Kim Goohyun,pria berumur 38 Tahun bernama Yang Sichul dituduh sebagai pelaku pembunuhan.Pelaku  adalah mantan tahanan dan dibebaskan pada Bulan Juli 2011 lalu.Ia juga dikenal sebagai warga negara teladan dipenjara.Dimana dipenjara ia ikut dalam program toko roti dan lulus tertulis hanya dalam waktu 2minggu,dan menerima surat ijinnya setelah sebulan, Setelah dia dibebaskan pada 5 September, dia mendapat pekerjaan sebagai seorang pembuat roti di toko roti.yang menyediakan roti untuk gereja Dowan. 


Direktur bilang cukup dengan hal itu,kemudian ia menanyakan sidik jari pada senjata pembunuhnya?Apa Jaksa Jung In telah menemukannya?Jaksa In menyatakan belum namun mereka sedang mencarinya.

 Direktur berdiri dari kursinya dengan sangat emosi,ia meminta kasus tersebut segera diselesaikan karna korban adalah seorang pendeta yang begitu dikenal baik.Ia mengingatkan agar kasus tersebut diselesaikan dengan cermat dan tepat,karna kalau tidak dengan membuat kesalahan mereka akan mati. Direktur kemudian pergi meninggalkan Jaksa In dan Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh  .
Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh  menghibur Jaksa In mengatakan untuk tidak terlalu memikirkan ucapan  Direktur,dan terus melakukan apa saja yang bisa dilakukan.Jaksa in khawatir tanya bagaimana jika sebaliknya hal itu akan mempersulit Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh  .Ia mengatakan jika ia memang berada diposisi tersebut agar menjadi semua hal berguna dengan baik. Kepala Kejaksaan Jang Chul Oh  menepuk bahu Jaksa In dan memberinya semangat.
 Bum masuk keruang Interogasi,Yang Sichul dan Jaksa Min telah berada disana lebih dulu.
Jaksa Min,” Kenapa kau membunuhnya?”
Yang Sichul,” Aku belum pernah membunuh siapa pun.”
Jaksa Min,” Kau tahu aku bisa memberikan lebih dari sepuluh alasan yang berbeda kenapa kau menjadi tersangka utama.”
Yang Sichul,” Aku tidak tahu.”
Jaksa Min,” Pendeta Kim Goohyun, sepertinya melakukan banyak pekerjaan yang baik. Apa alasannya untuk membunuh dia? Karena alasan pribadi?”
Yang Sichul,”Aku tidak tahu.”


 Sementara itu diluar kantor kejaksaan,Seorang pengacara wanita turun dari mobilnya bersama beberapa pengacara pria lainnya menuju ruang interogasi.
Jaksa Min,” Dimana senjata pembunuhnya? Senjata itu bukan di rumah.”
Yang Sichul,”Aku tidak tahu”.
Jaksa Min menggebrak meja mengingatkan Yang Sichul untuk tidak meremehkan dirinya.
Jaksa Min,” Bahkan jika diperlukan berhari-hari,aku akan membuatmu mengaku.”
Yang Sichul bungkam seribu bahasa,Bum berapa kali teriak memanggilnya mengatakan jika matanya sendiri tidak bisa dibohongi dan memberitahukan bahwa Yang Sichul adalah pembunuh sebenarnya.Tapi Yang Sichul selalu berkelit berpura-pura tidak tahu apapun.

Yang Sichul tersenyum mengejeki mengatakan jika mata bum pasti salah,merasa ditantang Bum emosi.Dia menarik kerah baju Yang Sichul  dan hendak memukul.
 Namun tiba-tiba pintu dibuka ,Bum kaget atas kedatangan seorang wanita.Dia adalah Pengacara bernama Yoon Jaehe.
Yoon Jae Hee mengatakan jika mereka telah memberikan kesan pertama yang kurang baik saat bertemu.
Yoon Jae Hee,” Kepala, dada perut... 3 bagian dari tubuh... Kau pasti Detektif Hwang.”
Kemudian Jae Hee menatap Jaksa Min,
Yoon Jae Hee,” Kau terlihat cukup cerdik, Jaksa Min.”
Jaksa Min berdiri dari kursinya dan balik bertanya siapa kau?.
Yoon Jae Hee,” Mulai sekarang, aku adalah pengacara yang akan mewakili
Yang Sichul. Pengacara Yoon Jeehee.”.

Bum melepaskan Yang Sichul,Jae Hee mengajak untuk salaman dengan Jaksa Min.Namun Min hanya tersenyum.Jae Hee mengatakan apakah Jaksa Min tahu arti berjabat tangan ?ia sama sekali tidak memegang senjata apapun ditangannya.dan mengajak Jaksa Min berjabat tangan untuk melakukan hal terhormat dalam kasus ini.
Jae Hee,” Jangan sudah mulai cemberut. Mulai dari sekarang, aku akan sangat kau benci ke titik dimana kau ingin membunuhku. Jadi kenapa setidaknya kita memulainya dengan sebuah senyuman?”
Jaksa Min akhirnya mau menyalaminya. 

 Kemudian Jaksa Min dan teamnya duduk berdiskusi untuk kasus baru mereka.Deketektif Bum melemparkan berkas file tentang pengacara Yang Sichul.Pengacara Yoon Jaee hee,wanita berumur 38 Tahun adalah seorang gila kerja.Bum juga menjelaskan Setiap kasus yang dia tangani,
semua kejahatan klien-nya, dia bersihkan.

Bum,” jadi panggilannya adalah... penghapus. Yang membawa Yoon Jeehee ke status dia saat ini adalah yang satu ini. kasus Nam Gwanwook. 4 tahun lalu, bajingan ini menikam seseorang di bangunan bawah tanah tapi mereka bahkan mampu mengangkat sidik jarinya
dari senjata dari TKP, dan bahkan ada saksi yang melihatnya lari dengan pisau di tangan. Tapi apa kau tahu bagaimana wanita inimengubah keadaan? Maka Nam Gwanwook tidak menusuk korban tapi dia menarik pisau dari tubuh korban yang sudah ditusuk. Begitulah bagaimana sidik jari Nam Gwanwook ditemukan pada luka tusuk tersebut.”

Jaksa Min,”Apa putusannya?”
Bum,” Nam Gwanwook Tidak bersalah.”
Jaksa In,” Tapi... kenapa seorang pengacara terkenal seperti dia mengambil kasus Yang Sichul? Aku yakin bayaran dia tidak murah.”
Bum,” Dia mengatakan dia tidak menerima uang.Ini gratis. Gratis. Yang Sichul hanya sangat beruntung.”
Jaksa Min,” Mari kita berhenti terfokus pada lawan,dan melakukan pekerjaan kita. Choi Dongman... bagaimana laporan otopsinya?”
Dong Man,” Dokter Seo mengatakan dia melihat sesuatu di area luka tusuk korban. Bahan tepung.”

Jaksa Min kaget tak percaya Tepung?Dong Man mengangguk pasti.Jaksa Min terpikirkan bahan tepung dengan toko roti milik Yang Sichul,ia kemudian tanya apakah Bum sudah menyelidiki tempat tersebut?Bum menggeleng belum.Lalu Jaksa Min menugaskan Bum untuk segera pergi kesana setelah ini.Ia meminta agar Bum menyita barang apa saja yang diperkirakan sebagai senjata pembunuh.Kemudian Jaksa Min menugaskan Jaksa Jung In untuk menemui semua saksi dan mewaancarai mereka semua.Jaksa Min berharap agar team melakukan hal terbaik karna besok adalah hari persidangan dan memastikan Yang Sichul dihukum atas kejahatan yang ia lakukan.

Dektektif Bum segera pergi ketoko roti Yang Sichul pada malam itu,ia masuk dengan mengendap-endap.Tak seorang pun berada disana.Bum mengambil sebungkus roti ,dan kemudian masuk kedalam dengan menggunakan sinar senter sebagai cahaya.Sambil mengunyah roti,Bum membuka alat pemanggang,kemudian menyinari beberapa tempat lainnya.Bum menemukan jejak remah roti serta bekas darah diluar pemanggang.Bum tersenyum senang berpikir telah menemukan jejak senjata pembunuh tersebut.
Bum membuka alat pemanggang,dan menemukan sebuah alat pembuat roti yang dibungkus dengan handuk kecil didalamnya.Bum kemudian mengambilnya.Ia melihat alat pembuat roti tersebut bertuliskan Peringatan Abbey 1982.
Yah,itu adalah alat bukti Yang Sichul membunuh Pendeta Kim Goohyun,ia menusukan benda tersebut keperutnya hingga tewas.


Gum bergumam senang mengatakan pada alat bukti tersebut untuk segera menemui dunia meski disembunyikan dimanapun.Tiba-tiba seorang pria memukul Bum dari belakang.Bum terjatuh kelantai.Pria misterius tersebut mengambil alat bukti yang dibawa Bum.Dengan cepat bum menarik kaki pria misterius tersebut dan berhasil membuka penutup kepala yang digunakannya.

Bum menyenteri wajah pria misterius tersebut,dan ia benar-benar kaget bahwa pria itu adalah Nam Gwanwook.Bum lengah dengan keterkejutannya,Nam Gwook memukul kepala Bum hingga ia kesakitan.Dan Nam Gwook berlari kabur membawa alat bukti.
Dipenjara,Yang sichul sedang antrian mengambil jatah makan malamnya dengan tahanan lain.Yang Sichul kemudian duduk dan makan dikursinya.Ia menemukan kertas kecil dalam tempat makanan.
Diam-diam Yang Sichul mengambilnya kemudian membaca pesan tersebut berisikan” Skenario sempurna.Lakukan saja apa yang Pengacara Yoon katakan.”.Yang Sichul melirik tersenyum setelah membaca pesan tersebut.Segera Yang Sichul memakan kertas tersebut untuk tidak meninggalkan jejak apapun.

Diluar Kantor Kejaksaan,begitu banyak masyarakat datang untuk menghadiri kasus sidang Yang Sichul.Mereka begitu bertanya-tanya tentang kematian pendeta Kim Goohyun yang begitu disegani.
Wartawan melaporkan berita jika sidang pertama akan dilakukan hari ini,ia juga melaporkan begitu banyak wartawan serta masyarakat berkerumun didepan untuk tahu hal itu.


 
Sidang dibuka oleh hakim,Sidang Yang Sichul  kasus Nomor 2011 Dash 1320.
Kemudian Jaksa Penuntut Min berdiri dan memaparkan reka adegan pembunuhan.
Jaksa Min,” Ditemukan di kantor korban Kim Goohyun, adalah jejak kaki terdakwa Yang Sichul. Sidik jari Yang Sichul. Dan terdakwa ditemukan mengenakan pakaian yang berlumuran darah korban. Ini bisa menjadi bukti tak terbantahkan bahwa terdakwa membunuh korban.”
Kemudian Jaksa Min memberikan hasil laporan otopsi sidik Jari Yang Sichul pada Jaksa lalu ia menunjuk seorang saksi wanita tua bernama Kim Soonja untuk memberi kesaksian.Kim Soonja mengatakan jika ia menyaksikan terdakwa keluar dari kantor korban pada hari pembunuhan.Ia melihat hal itu dengan jelas ,Yang Sichul keluar dengan tubuh penuh berlumuran darah. 
 Kim Soonja,” Itu dia. Tidak diragukan lagi. Kau adalah setan! Berani-beraninya dia... Pendeta kami.” 
 Kemudian Jaksa Min menanyai saksi lainnya yang melihat kejadian itu.
Jaksa Min,” Tolong beritahukan pada kami apa yang Anda lihat di TKP.”
Kang Moontuck menunjuk Yang Sichul,” Dia berlari keluar dengan berlumuran darah.”
Jaksa Min,” Apa orang itu orang yang sama yang duduk di sana?”
Kang Moontuck,” Ya. Aku yakin.”
Jaksa Min mengatakan cukup akan saksi pada hakim,kemudian Pengacara Yoon Jaeehe mengadakan pembelaan  bahwa Jaksa Min tidak menghakimi secara rasional  dengan mengatakan jika kejahatan datang dengan begitu mudah jika seseorang  kehilangan kemampuan karna beberapa alasan,dan ketika orang tersebut menginginkan sesuatu ,maka untuk melakukan kejahatan itu akan jauh lebih mudah. 
 Pengacara Jae Hee,” Memang benar. Setiap orang menunjuk ke terdakwa sebagai pembunuh. Bahkan bukti yang terlihat memberatkan. Namun, jika kita melihat suatu hal kecil yang tidak kita harapkan. Keakuratan semua bisa berubah. Aku mengatakan itu jika kita melihat pada terdakwa sebagai seorang saksi, bukan pembunuh. Pada hari kejadian,terdakwa berada di sana untuk bertemu dengan korban. Tentu saja, korban sudah meninggal, dan terdakwa terkejut.”
Semua orang yang menonton sidang merasa kaget atas ucapan Pengacara Jae Hee.Jae Hee memaparkan jika Yang Sichul datang setelah  korban sudah meninggal.Ia memanggil pendeta yang tergeletak tak bernyawa berkali-kali dan memeluknya kaget.
Pengacara Jae Hee,” Karena pendeta yang selalu dia hormati dibunuh oleh orang lain. Sidik jari yang ditemukan di TKP bukan bukti pembunuhan. Itu adalah bukti dari terdakwa...yang melakukan segalanya untuk menyelamatkan nyawa korban. Ada kesalahan pada pernyataan saksi Kim Soonja mengenai melihat terdakwa.
Pengacara Jaehee lalu menanyai ulang wanita tua bernama Kim Soonja .
Pengacara  Jae Hee,” Bu... kau bahkan tidak bisa benar-benar melihat Alkitab, kan?”
Kim Soonja mengiyakan,” Cucu perempuan aku membacanya untukku.”
Pengacara Jae Hee,” Seorang saksi yang tidak bisa membaca buku di depannya. Terdakwa yang sejenak berkelebat di depannya. Aku yakin sulit baginya untuk melihat secara akurat terutama mengingat kejadian itu malam hari dan gelap. Hal yang sama dengan Tuan Kang Moontuck yang berdiri di sini. Ada catatan Anda mendapatkan perawatan untuk Alkoholisme sejak tahun 2005.”
Tuang Kang Moontuck mengingat hal itu dan kemudian membenarkan pernyataan Pengacara Jae Hee.
Pengacara Jae Hee,” Yang mengerjakan kasusnya, Kim Soojin,telah menulis ini di catatan-nya. Aktivitas minumnya yang berlebihan telah merugikan ingatannya,jadi ini penting sekali dia menerima segera bantuan. Saksi... Anda minum pada malam hari kejadian juga, bukan?”

Tuang Kang Moontuck menutup mukanya membenarkan,Pengacara Jae Hee tersenyum.Ia lalu berjalan kedepan hakim.
Pengacara Jae Hee,” Astigmatisme Kim Soonja, dan sejarah alkoholisme Kang Moontuck, diserahkan sebagai catatan.”
Setelah menerimanya,Hakim mengatakan akan menerima catatan tersebut dan meminta agar dihapus pernyataan saksi-saksi tersebut yang memberatkan terdakwa.
Semua masyarakat bertanya-tanya heran bagaimana bisa begitu mudah menghapus bukti yang dimiliki Jaksa penuntut?.Jaksa Min terdiam.Pengacara Jae Hee mengatakan jika saksi hanya bisa memastikan terdakwa berada diTKP  yang tidak berarti membuktikan dialah pelaku pembunuh sebenarnya.Juga tidak ada alasan dan motif yang jelas untuk melakukan nya.Dan senjata pembunuhan terdakwa juga hilang dengan sidik jari terdakwa.
Pengacara Jae Hee,” Menggunakan kekuatan hukum untuk memperlakukan terdakwa dengan kasar secara emosional dan mental tidak berbeda dengan mengintimidasinya.”
 
Sidang Pertama pun selesai dengan kemenangan dipihak Yang Sichul bersama Pengacara Jae Hee.Bum terlihat kecewa,begitu juga Jaksa Min.Jaksa  Min berjalan kearah meja Pengacara Jae Hee yang sedang merapikan file nya kedalam tas.Jaksa Min bertanya maksud Pengacara Jae Hee mengatakan hal itu apakah bermaksud mengatakan ada pembunuh lain,bukan Yang Sichul?.
Jaehee membenarkan.
Pengacara Jae Hee,” Itu benar. Aku tidak berpikir ada bukti yang menunjukkan bahwa ada orang lain. Juga tidak ada bukti yang menunjukkanbahwa tidak ada orang lain.”
Jaksa Min,” Ada bukti bahwa Yang Sichul adalah pembunuhnya. Senjata pembunuh yang kau curi.”
Pengacara Jae Hee,” Menemukan bukti, dan menuntut... Bukankah itu pekerjaan jaksa? Ah... benar. Tidak ada bukti genting, kan? Karena tidak ada senjata pembunuhan?”
Pengacara Yoon Jaehee tersenyum penuh arti dan keluar gedung kejaksaan meninggalkan Jaksa Min,Bum dan Jaksa Jung In mendekati Jaksa Min.Bumkesal mengatakan jika Jae Hee berpikir bisa mengalahkan team mereka,lalu mengumpat Jae Hee dengan sebutan wanita jalang.
Jaksa Min kemudian tanya pada Bum apa tulisan pada senjata pembunuh tersebut?Bum teringat bahwa tulisan nya adalah Peringatan Abey 1982.
 
Jaksa Min serta Bum kembali kekantor,Jaksa Min kemudian meminum sampel darah korban Kim Goohyun.Dan kejadian pembunuhan tersebut terlihat dengan jelas oleh Indera penglihatan Jaksa Min.Saat itu Yang Sichul adalah Pelaku tunggal pembunuhan atas korban Kim Goohyun.
Darah Kim Goohyun yang berada ditangan Sichul kemudian dilap dilantai begitu saja serta jejak sepatu Sichul penuh darah  ada dilokasi tersebut.Jaksa Min keluar dari penglihatan tersebut,mata biru serta gigi taringnya menghilang .Jaksa Min merasa kesakitan setelah melakukan hal itu.

Bum menonton yang dilakukan Jaksa Min dengan santai meminum minumannya.Melihat Jaksa Min yang menahan sakit membuat Bum merasa sedikit ngeri.Bum meyakinkan jika Yang Sichul adalah pelakunya pada Jaksa Min dengan menanyakan hal itu.Jaksa Min membenarkan.
Bum mengatakan jika Jaksa Min tidak perlu melakukan hal itu ,karna itu terasa sulit baginya.
Jaksa Jung In pergi keGereja tempat Biasa korban .Ia bertemu dengan  Pendeta Im Jonghwa.Pendeta Im baru saja mempersilahkan pada setiap jemaat yang datang untuk memakan roti ditokonya.
Pendeta Im Jonghwa beralasan ia  segera ditunjuk digereja tersebut karna Jemaat digereja tersebut banyak yang datang akhir-akhir ini.
Jaksa Jung In,” Aku mendengar Anda berupaya keras untuk datang ke gereja ini. Apa ada alasan khusus untuk itu?”
Pendeta Im Jonghwa,” Pendeta Kim Goohyun, menurutmu pria seperti apa dia?”.
Jaksa Min berserta Bum pergi mencari Nam Gwook,disana ia hanya menemukan dua anak buah Nam Gwook yang sedang makan.Anak Buah Nam Gwook tanya apa yang membuat mereka kesini?Jaksa Min tersenyum menyapa mengatakan ia ingin menemui seseorang.Mereka mengira Jaksa Min sedang mencari istrinya yang pergi meninggalkannya disini.Jaksa Min mengatakan bukan.Mereka kemudian menduga jika Jaksa Min dan Bum datang mencari seseorang yang membawa lari uangnya?.
Jaksa Min mengatakan jika hal itu juga bukan melainkan bos mereka Nam Gwook.Mendengar Ucapan Jaksa Min yang menyebutkan nama bos mereka,mereka langsung terdiam mengunyah makan hingga sumpit salah seorang anak buah Nam Gwook patah.

Segera Bum menginterogasi keduanya tanya dimana bos mereka?Anak buah Nam Gwook berpura-pura mengatakan tidak tahu.Bum memainkan sumpit kewajah mereka.Anak buah Nam Gwook ketakutan mengeluhkan kenapa mereka harus mencari dirinya,karna mereka tidak tahu keberadaan bosnya.Bum bilang kalau begitu cari tahu siapa yang bisa dihubungi,tanpa sadar anak buah Nam Gwook menyebutkan jika boss nya memiliki saudara tapi mereka memiliki bisnis yang berbeda antara keduanya.Bum menjentikan sumpit ketelinga anak buah Nam Gwook hingga ia mengaduh kesakitan.
Bum meminta keduanya bermain Batu kertas dan gunting,salah seorang dari mereka yang menang diminta Bum untuk mencari saudaranya.Awalnya dia menolak karna merasa menang atas game tersebut,Bum menjentikan sumpit tersebut.Pria itu akhirnya menyetujui permintaan Bum.
Bum,” Kau yang pilih...Perkosaan, penipuan, perampokan .Dari pilihan ini, yang mana kau pilih?”

Pria 1,” Jika kau memberi aku sesuatu yang ringan seperti buang air kecil di tempat umum. Aku akan menghargainya dan melakukan apa yang kau butuhkan.”
Bum senang akan ucapan anak buah Nam Gwook yang mengalah mengikuti perintah Bum untuk mencari tahu keberadaan bos mereka.

Bum dan Jaksa Min masuk kemobilnya.Bum mengatakan jika anak buah NamGwook yang banyak bicara tersebut akan dimasukan kedalam penjara dalam kasus kejahatan ringan.
Bum,” Aku mengatakan kepadanya jika dia mendapatkan informasi yang berguna untuk kita, aku akan segera mengeluarkannya. Kupikir, aku akan memberitahumu.”

Lalu Jaksa Min menerima telpon dari Jaksa Yoo Jung In.Jaksa Jung In mengabarkan jika ia menemukan sesuatu dari hasil ia mewawancarai Pendeta Im Joohwan.
 Hari ini adalah Hari kedua Persidangan Kasus Yang Sichul.Pengacara Yoon Jaehee masuk keruang sidang bersamaan dengan Jaksa Min.Pengacara Jae Hee mengatakan jika cuaca hari ini adalah sangat sempurna dengan mendapat vonis tidak bersalah.
Jaksa Min,” Kita tidak bisa tahu itu sampai kita mendengarkan,dan mencari tahu apa lagi yang bisa ditemukan.”
Pengacara Jaehee,” Aku sudah memengetahuinya.. Kau masih tidak tahu? Aku mendengar ini dijamin vonis tidak bersalah....”
Pengacara jae Hee tersenyum senang.
Jaksa Min,” Ini menyenangkan....”
Pengacara Jae Hee,” kasus ini selalu menyenangkan.”
Dan Hakim kemudian membuka sidang Pengadilan.Jaksa Min berdiri memaparkan tuntutannya.

Jaksa Min,” Aku berdiri di sini untuk menemukan kebenaran dan kebenaran itu bisa melukai banyak dari kalian. Tapi satu hal yang pasti adalah... rasa sakit yang kalian rasakan ketika kebenaran tersembunyi, tidak bisa tertolong. Tapi rasa sakit yang kalian rasakan ketika kalian mengungkapkan kebenaran.. selalu ada obat untuk itu.Dan itulah kebenaran.”
Kemudian Jaksa Min meminta saksi Pendeta Im Joohwan untuk memberi kesaksian.
Jaksa Min,”saksi,apa alasan anda datang kegereja Dowan?”
Pendeta Im,” Itu karena Jemaah gereja telah memutuskan... bahwa Pendeta Kim Goohyun tidak bisa dibiarkan untuk melanjutkan di jalannya.”
Jaksa Min menatap Yang Sichul.
Jaksa Min,” Jalannya... Dalam pembicaraan... jalan seperti apa, yang Anda maksud?”

Pendeta Im,” Sebenarnya, Pendeta Kim Goohyun... bukan seseorang yang berjalan di jalan yang benar, dan tidak mengikuti langkah-langkah yang seharusnya diambil oleh Pendeta.”
Mendengar ucapan pendeta Im,masyarakat yang mengikuti sidang  menggelikan dan kaget,Lalu Jaksa Min mempersilahkan Pendeta Im melanjutkan ucapannya.

Pendeta Im,” 30 tahun lalu, dia mulai fasilitas perawatan anak yang disebut Dowan Nano. Karena itu, dia memulai gereja dengan nama yang sama. Aku tahu dari waktu itu, dia mendapat julukan "Pendeta Roti".”
Jaksa Min,” Bisakah Anda ceritakan lebih detail bagaimana gereja Dowan menjadi gereja sendiri?”
Pendeta Im,” Itu dari uang suap. Untuk menjadi sebuah gereja yang diakui sendiri,dia menyuap seseorang dari komisi jemaah gereja. Orang yang mengambil uang pada waktu itu dikeluarkan. Tapi hal itu setelah Pendeta Kim ditunjuk sebagai pendeta resmi, sehingga sulit untuk membalikkan keputusan itu.”
Jaksa Min,” Lalu... mari kita bicara tentang sesuatu yang lain. Jalan Pendeta Kim yang tidak bisa ditolerir oleh jemaah gereja. Apa itu?”
Pendeta Im,” Pendeta Kim... membawa 3-4 anak-anak dari pusat perawatan anak ke gereja. Dan... pada anak-anak itu...”
Pendeta Im sulit meneruskan kesaksiannya dan menutup matanya.

Jaksa Min,” Apa itu pelecehan anak? Oleh Pendeta Kim Goohyun.”
Pendeta Im akhirnya membenarkan ucapana Jaksa Min.Semua masyarakat yang menonton lagi-lagi dibuat terkejut dengan kesaksian Pendeta Im,mereka merasa hal itu tidak benar.
Hakim meminta semua untuk tenang kemudian tanya pada jaksa bagaimana bisa ia mengaitkan hal tersebut dengan kasus pembunuhan Pendeta Kim Goohyun?.Jaksa In memberikan buku besar pada Jaksa Min,kemudian Jaksa Min menyebutkan jika buku besar tersebut  berisikan daftar anak-anak yang tinggal dipusat buku tahun 1982.
Jaksa Min,” Terdakwa Yang Sichul... adalah mantan penghuni pusat perawatan anak Dowan Nano, yang mengalami pelecehan seksual oleh Pendeta Kim selama dia tinggal di sana. Dan karena alasan itu, jaksa percaya tanpa keraguan bahwa dia membunuh pendeta karena kemarahan dan balas dendam.”
Mendengar ucapan Jaksa Min,Pengacara Jae Hee menolak keras hal itu,ia berdiri dengan emosi.

Pengacara jae Hee,” Sekarang ini, Jaksa penuntut sedang menggunakan keadaan meringankan ini untuk menghasilkan motif pembunuhan.”
Hakim,” Bisakah Jaksa memberikan bukti untuk membuktikan insiden-insiden masa lalu?”

Jaksa Min,” Aku mungkin tidak memiliki bukti... tapi aku memiliki saksi. Aku memanggil Kim KyungIm yang dulunya adalah perawat untuk pusat perawatan anak Dowan Nano ke kursi saksi. Bisakah anda jelaskan apa yang Anda lihat di pusat perawantan Dowan Nano sebagai saksi?”

Kim Kyung Im menggeleng sedih mengingat Pendeta Kim Goohyun yang memperlakukan anak-anak dengan tidak baik,Yang Sichul merasa ketakutan jika Kim Kyung Im bersaksi .Jaksa Min tanya apakah salah satu anak tersebut adalah Yang Sichul?Kim Kyung Im mengiyakan,ia lalu meminta maaf atas kesaksiannya pada Yang Sichul.
Yang Sichul sangat marah karna Kim Kyung Im meminta maaf karna mengakui hal itu,karna Kim Kyung Im tidak bisa sama sekali membantunya saat Pendeta Kim melakukan Pelecehan seksual,ia hanya bisa melihat hal itu dan diam.Dua orang Polisi membantu menenangkan Yang Sichul yang sangat emosi .
Yang Sichul,” Kau hanya duduk dan menyaksikan hal itu terjadi! Kenapa sekarang? Kenapa...Kenapa datang sekarang dan bertindak seolah kau peduli? Kau... kau hanya menyaksikan hal itu terjadi.”
Yang Sichul dibawa polisi masuk kedalam karna tidak mampu menahan emosinya,Dan sidang terpaksa ditutup.

Pengacara Jae hee berjalan kemeja Jaksa Min mengatakan jika tetap saja,itu akan tetap sulit memvonis Yang Sichul bersalah tanpa alat bukti pembunuhan yang terdapat sidik jarinya.
Pengacara jae Hee,” Kau masih tidak tahu bahwa tulisannya sudah ada di dinding?”
Jaksa Min tersenyum akan ucapan Pengacara Jae Hee,ia sama sekali tidak menggubrisnya dan berjalan keluar gedung.Namun Jaksa Min terhenti karna Pengacara Jae Hee mengucapkan terima kasih.
Pengacara Jae Hee,” Untuk mereka yang berpikir tentang kehidupan,ini adalah tragedi... tetapi untuk mereka yang mengambil tindakan,ini adalah lelucon. Tindakanmu Jaksa,sudah mengubah hidupnya. Dari tragedi menjadi lelucon.”
Jaksa Min hanya tersenyum atas omong kosong pengacara Jae Hee,namun tidak bagi Jaksa Jung in yang mendengar ucapan tersebut.Ia menatap kesal pada Pengacara Jae Hee.Keduanya pun pergi .
Kembali kekantor,


Jaksa Min masuk keruang Jaksa Jung In mengatakan jika buku besar untuk anak-anak yang tinggal dipusat  buku pada catatan keempat tahun 1983 tersebut sama sekali tidak ada.Apa yang terjadi?Jaksa Jung In kaget dan memeriksa buku besar tersebut. 
Setelah diperiksa Jung In akhirnya sadar jika sesuatu yang salah terjadi,catatan tersebut sama sekali tidak ada disitu.Ia berpikir bingung apakah anak-anak tersebut pergi dan melarikan diri dari sana?.

Jaksa Min kesal,karna Jung In sama sekali tidak bisa memperkirakan hal itu dengan baik serta mengecek buku besar dengan teliti.


Jaksa Min,” Kau harus belajar bagaimana untuk berhitung.”
Jaksa Jung In,” Bidangku adalah menulis. Aku menjadi jaksa karena aku benci matematika.”
Ha ha....Lol~~,Jaksa Min tersenyum akan ucapan Jung In.Ia meminta Jung In untuk pergi kepusat perawatan anak dan mencari tahu tentang Yang Sichul dan 3 anak lainnya.Jaksa Jung In mengerti ia akan memberitahukan jika ada informasi baru.
Jaksa Min hendak keluar dari ruangan Jaksa Jung In namun ia terhenti memberikan kunci mobil dan bertanya.

Jaksa Min,” Yoo Jungin. Kau memiliki surat ijin mengemudi, kan?”
Jaksa In,” Aku punya. Kelas A.”
Jaksa Min mengangguk dengan mimik lucu,melihat sikap Jaksa Min yang terlihat baik Jung In bergumam jika Jaksa Min mulai bertindak seperti manusia.


 
Bum benar-benar memenjarakan anak buah Nam Gwook.Bum yang membutuhkan informasi dari anak buah Nam Gwook datang menemuinya.Anak buah Nam Gwook menjelaskan jika ia mendengar info dari saudara Nam Gwook yang mengatakan jika Nam Gwook menerima uang yang dikirim melalui Pos.Bum tanya Uang tersebut kapan dikirimnya?Anak Buah Nam Gwook mengatakan sekita 3-4 hari yang lalu.Bum menanyakan alamat pengirimnya.Anak Buah Nam Gwook mengatakan tidak ada karna biasanya kita mengirim tidak ada sama sekali alamat pengirim,Bum tanya alamat nya yang jelas.
Anak buah Nam Gwook pun memberitahu jika alamatnya Nonyundong,Persimpangan apartemen Kyungbo, Di depan sekolah mahasiswi .
Bum senang setelah mendapatkan alamat tersebut lalu berpura-pura meminta anak Buah Nam Gwook menunggunya sebentar untuk mengeluarkan dia dari penjara.Anak Buah Nam Gwook terus memanggil Bum yang pergi meninggalkannya .
Jaksa Jung In pergi kepusat perawatan anak Gereja Dowan Nano,ia memperlihatkan 3 buah fhoto anak kecil pada kepala pengurusnya.Kepala pengurus tersenyum mengatakan jika ia mengenali  wajah fhoto-fhoto tersebut meskipun iasudah lupa nama anak tersebut.


Kepala Pengurus ,” Sekitar 30 tahun yang lalu Mereka datang ke fasilitas kami.. Aku ingat jelas karena situasi mengerikan mereka.”
Jaksa Jung In,” Dengan situasi yang mengerikan, maksud Anda...”
Kepala pengurus,” Aku tidak tahu apa alasannya... tapi salah satu anak-anak itu hampir meninggal.”
Flashback ~~30 Tahun yang lalu saat hujan deras,4 Orang anak kecil mengetuk pintu Pusat perawatan anak,dan kepala pengurus menemukan salah seorang dari mereka penuh darah dan hampir meninggal,Tiga dari mereka masing masing 1 Orang perempuan dan 3 orang anak laki-laki.Kepala pengurus membawa mereka masuk kedalam.

Jaksa Jung In,” Jadi, apa yang terjadi?”
Kepala pengurus,” Kami melakukan apa yang kami bisa,dan segera membawa dia ke rumah sakit. Dia kehilangan begitu banyak darah yang bahkan rumah sakit tidak yakin apa dia bisa bertahan. Tapi untungnya, dia mendapatkan transfusi darah tepat pada waktunya, jadi dia keluar setelah satu bulan. Setelah itu, keempat anak diambil dalam program dan semua diadopsi oleh beberapa keluarga.”
Jaksa Jung In,” Anak-anak itu... bisakah aku melihat surat adopsi mereka?”
Kepala pengurus mengangguk iya,kemudian mereka masuk kedalam ruang arsip.Kepala Pengurus membuka beberapa berkas.
Kepala Pengurus,” Mari kita lihat... Yang Sichul. Ini dia. Yang Sichul. 17 Oktober 1982, Dia diadopsi oleh Yang Dukgoo.”
Jaksa Jung In,” Choi Jinmee... Lee Dongkyu... Lee Honuh...”
Kepala pengurus kemudian mencari berkas tentang nama 3 anak lainnya,dan menemukan jika keempat anak tersebut diadopsi pada waktu yang sama.
Kepala pengurus,” Lee Dongkyu... 12 Oktober 1982. Choi Jinmee... 16 November. Dan...... Lee Honuh 29 Desember. Tapi ketiga anak ini mengubah nama-nama mereka. Mereka mengikuti nama terakhir orangtua angkatnya.” 


Jaksa  Jung In mencatat semua ucapan Kepala pengurus dan kemudian bertanya pada Kepala pengurus untuk memintanya memberitahu nama baru mereka.
Kepala pengurus,” Lee Dongkyu mengikuti nama Im Jongdae,dan sekarang jadi Im Jonghwa. Choi Jinmee adalah Yoon Jeehee. Lee Honuh mengubah namanya jadi Nam Gwanwook.

Jaksa Jung In bengong,ia melamun teringat wawancara pertemuannya dengan saksi Pendeta Im Jong Hwa yang mengatakan seperti apa Pendeta Kim Goohyun,jadi anak tersebut satu sama lain adalah teman??Dan pengacara Yoon Joon Hee  yang menangani kasus Yang Sichul adalah gadis kecil dari keempat anak yang mendapat pelecehan seksual dari Pendeta Kim Goohyun!.serta kasus yang membawa Yang Joon Hee dalam kasus Yang Sichul juga karna Nam Gwanwook teman mereka.
Jaksa Jung In merasa  kaget setelah mengetahui hal itu.Kepala pengurus bingung dengan tingkah Jung In yang terdiam begitu lama menanyakan apakah dia kurang enak badan?Jung In tidak menjawab apapun,segera ia pergi dari tempat tersebut. 

 ~~Bersambung Episode 4 Part2~~













1 komentar:

  1. hahahahha, ekspersiku sama kayak jaksa jun in, habis membaca sinopsis...ternyata, mereka saling membantu karena mereka senasib mengalami pelcehan sama pendeta Kim Gooh yun

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.