10.31.2011

Sinopsis A Thousand Day's Promise Episode 1 Part 1

Sinopsis A Thousand Day's promise Episode 1
Sebuah cerita tentang seorang wanita yang perlahan-lahan kehilangan ingatannya, tapi seorang pria masih mencintainya tanpa syarat apapun dan tetap setia di sampingnya.

Drama Korea yang satu ini dibintangi oleh Kim Rae Won sebagai Ji Hyung, Soo Ae sebagai Seo Yeon, Lee Sang Woo memerankan Jae Min dan Jung Yoo Mi yang berperan sebagai Hyang Ki. Drama Korea A Thousand Days’ Promise akan mulai tayang pada 17 Oktober 2011, setiap hari Senin dan Selasa.

Sebenarnya aku lebih suka Nonton Man Of Honor..ha ha..tapi sayangnya udah ada blog lain yang rekap.
Yo udah...Happy Reading ^^
Sinopsis A Thousand Day's Promise Episode 1


SONG OF THE DAY
Ibadi – “Eve” [ Download ]


Sepasang kekasih mengendarai mobil pergi kesebuah Danau.Mereka kemudian duduk didalam mobil.Park Ji Hyung(Kim Rae Won) dan Lee Seo Yon (Soo ae) berbicara tentang kenangan lama mereka.
"Apa kau sudah pernah datang kesini sebelumnya?"Tanya Ji Hyung.
"belum.Aku hanya melewatinya dalam perjalanan menuju lokakarya perusahaan"Ujar Seo Yeon.
Ji Hyung seolah mengakui kebenaran yang mempermalukan dirinya sendiri,dia mengakui dirinya adalah orang yang buruk,yang selalu berpikir untuk memeluk dan memilikinya setiap hari.Semua itu adalah keinginannya,dan membuat dirinya bertanya-tanya bagaimana dia menemukan dirinya untuk memeluknya tanpa seperti seorang bajingan.

Air mata Seo Yon seakan jatuh,dan dia mengakui bahwa dia juga sudah bertanya-tanya hal itu.Haruskah dia menahan dirinya,atau apakah yang harus ia lakukan dengan langkah pertamanya dirinya ."Aku hanya berpura-pura tidak,karena malu"ujarnya.


Lalu keduanya seakan sudah berada disebuah hotel dengan penuh gairah.Mereka terus mendekat hingga sampai ketempat tidur,Ji Hyung seakan tak sabar dengan menarik pakaian gadisnya itu,begitu juga Seo Yeon.Mereka berciuman penuh mesra,sampai mereka berakhir ditempat tidur.


Beberapa waktu kemudian,Seo Yeon mengendarai Mobilnya sendiri.Dia berpakaian dengan baik meskipun pengeriting rambut masih berada diatas kepalanya.
Seo Yeon seolah menahan sakit kepalanya dan terus menyetir mobilnya.Lalu dia pun berhenti disuatu tempat dan minum obat penghilang rasa sakit kepalanya.
Teringat percakapan dirinya dengan adik laki-lakinya Moon Kwon (Park Yoo Hwan) yang bertanya pada Seo Yeon ,apakah dirinya terlalu sering minum obat penghilang rasa sakit,dan meminta dirinya untuk pergi kerumah sakit memeriksa dirinya.
Ji Hyung telah lama menanti kedatangan Seo Yeon,ia semakin marah dan khawatir karna Seo Yeon tak kunjung datang.Dia mencoba menelponnya,namun Seo Yeon meninggalkan ponselnya dirumah,dan Ji Hyung nampak sangat gelisah.


Moon Kwon juga menghubungi ponselnya yang tertinggal dirumah,lewat voice mail ia menanyakan apakah kakaknya lagi-lagi meninggalkan ponselnya dirumah?lalu ia menceritakan bahwa bibi mereka sedang pergi keluar untuk memeriksa rekening banknya,dan itu membuatnya sedih dan meminta kakaknya untuk kembali menelponnya.
Lalu Moon kwon menutup ponselnya dan mengucapkan selamat datang pada seorang pria yang masuk keTokonya.Moon kwon bekerja disupermarket (saya belum tahu apakah itu Toko miliknya atau bukan).
Pria itu memintanya untuk memberikan sekaleng bir yang telah expire,Moon kwon tertawa mengatakan jika itu tak ada namun ada bir seharga 1700 Won.Lalu Kwon datang padanya dan memberikan bir tersebut.Pria tersebut meminta agar pembayarannya diambil dari uang Jang Myung,Moon kwon tertawa mengatakan jika Nona Jang Myung akan marah jika mengetahuinya.


Pria tersebut mengatakan jika ia tidak memiliki uang sepeser pun saat kwon mulai mentotal biaya pembelian birnya pada mesin pembayaran.Kwon mengatakan ia akan menelpon nona Jang Myung kalau begitu,secepatnya pria itu menarik bir yang dipegang Kwon dan membukanya untuk diminum.


Seo Yeon masih berada diperjalanan,ia mulai sadar jika ia melalui jalan yang salah.ia menoleh kekanan kiri untuk memastikan kebenarannya.


Sementara itu dirumah bibi Seo Yeon,Bibi Seo Yeon sedang makan bersama suaminya.Ia menerima sms dari Moon Kwon yang mengatakan bahwa ia sudah mengirimkan pesan padanya yang menceritakan bibinya sangat sedih.Bibi seo Yeon tersenyum lalu membalas pesan Moon Kwon dengan menyatakan setuju.


Paman menanyakan apakah Seo Yeon telah mentransfer uang pinjamannya pada mereka direkening mereka.Bibi mengatakan jika uang tersebut telah ditransfer kemarin,ia mengecek hal itu saat perjalanan pulang dari sauna.Ia sendiri sangat sedih dan miris melihatnya,karna betapa sulitnya bagi mereka membayangkan Seo Yeon membayar kembali semua hutangnya,dengan bekerja begitu keras terjaga sepanjang malam didepan komputernya.Ia pun mengakui sedih pada dirinya jika bibi satu-satunya yang dimiliki Seo Yeon bukanlah orang kaya,dan bibinya pun harus mengambil kembali semua uang itu.


Paman yang larut dengan ucapan bibi lalu kembali makan dan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan tanya,Kenapa makananmu semakin asin?.


Seo Yeon berhenti tepat didepan penjual makanan,ia menanyakan jalan bagaimana dirinya bisa kembali kejalan yang harus ia lalui yaitu kePyang Yung.Ahjussi tersebut berkomentar jika Seo Yeon sudah berjalan cukup jauh,dan memintanya untuk belok kekiri dari sini lalu jalan kearah 5cm,lalu disitulah jalan Yi Jung Pyo.Seo Yeon mengagguk mengerti.
Ahjussi tersebut memberikan isyarat atas keriting kepala yang masih berada dirambutnya,Seo Yeon malu-malu mengucapkan  terima kasih dan segera melepaskan keriting tersebut.


Seo Yeon baru sadar kalau sekarang sudah pukul 12.42 ,dan ia mencari Ponselnya ditas,namun kemudian ia sadar kalau ponselnya ketinggalan.


Ji Hyung menuangkan soju kedalam gelasnya dengan perasaan yang sangat marah ,ia mencoba menelpon kembali ponsel Seo Yeon.Seo Yeon berburu dengan waktu mengendarai mobilnya.
Seo Yeon tiba dihotel berkelas yang terletak cukup terpencil dengan senyum minta maaf.Ji Hyung menanyakan apa yang terjadi?.Seo Yeon mengatakan jika ia melalui jalan yang salah saat kesini hingga sampai keYang Moon.
Ji Hyung,"Bagaimana bisa sampai kesana?"
Seo Yeon,"Benar,aku sendiri bingung kenapa bisa sampai kesana?"
Seo Yeon tersenyum lalu membuka jasnya,Ji Hyung yang sangat mengkhawatirkannya tanya kenapa Seo Yeon tidak mengangkat telpon darinya?.
Seo Yeon datang menjawab jika ia tidak membawanya.


Ji Hyung,"Aku mengira kau mengalami kecelakaan,aku sudah akan keluar untuk mencari tahu jika ada kecelakaan."
Seo Yeon,"Kau menelponku tiba-tiba,dan menyuruhku berangkat dalam waktu 10 menit.Aku pun terburu-buru.3menit mandi,3menit berganti pakaian,3menit mengerjakan rambut"
Ji Hyun,"Aku harus kembali kekantor 04.30,kau terlambat 1jam 30 menit.Kita hanya memiliki waktu 1jam 30menit yang tersisa."


Seo Yeon meminta maaf dalam humor yang baik,meskipun ia berpikir jika reaksi Ji Hyung terlalu berlebihan.Dia pun membiarkan Ji Hyung marah mengatakan dirinya bodoh karna tidak menelpon dan berkomentar lain yang lebih menyakitkan.Dan ia pun sedikit terluka karna Ji Hyung hanya berpikir tentang jadwal dirinya saja.


Seo Yeon yang marah mencoba sedikit lebih tenang,"Kau mengatakan padaku kau memiliki waktu yang sedikit,ayo kita gunakan waktu itu sebaik mungkin"Ujar Seo Yeon.
Seo Yeon bergumam apakah ada yang salah,kenapa Ji Hyung begitu marah?,ia lalu berjalan kemeja makan dan menuangkan anggur membuat kencan mereka tetap jalan.Ji Hyung mengatakan jika makanannya sudah dingin dan memintanya untuk membiarkannya.Seo Yeon berkata bukankah Ji Hyung tak ada waktu lagi,lebih baik mereka makan saja.


Ji Hyung mulai sedikit tenang,namun matanya terganggu oleh blus yang dikenakan Seo Yeon.
Seo Yeon menawarkan untuk minum segelas Soju bersama,apakah kau tidak ingin minum?.
Ji Hyung mengatakan tidak,lalu ia mendekati Seo Yeon dan membuka tali pada blus Seo Yon.


Ji Hyung,"Itu kelihatan"
Seo Yeon,"Ya,kau terlihat sangat bosan"
Ji Hyung,"Pria lain akan melihatnya"
Seo Yeon,"Seorang pria dibawah Jembatan tentu dia tidak akan tertarik"


Ji Hyung mencium Seo Yeon,mereka berdua sangat menikmati itu.Dan adegan terus sampai ketempat tidur.Meskipun mereka terganggu oleh panggilan telpon.Dan suasana hati Seo Yeon seketika buruk meminta Ji Hyung untuk mengangkat ponselnya.


Ji Hyung menolak dan terus berada diatasnya,namun Seo Yeon menolaknya dan meminta Ji Hyung mengangkat ponselnya lalu matikan,karna itu sangat mengganggunya.


Itu adalah Telpon dari Noh Hyang Gi( Jung Yumi) yang merupakan tunanangan Ji Hyung.
Seo Yeon seolah tidak ingin tahu,ia mengatakan akan kekamar mandi sementara Ji Hyung menangkat telponnya.


Ji Hyung,"Ya"
Hyang Gi,"Hei,Oppa aku ditempat yoga."
Ji Hyung,"Ini bukan saat biasanya"Ujarnya tanpa bersemangat
Hyang Gi,"Ya,pelatih pulang terlambat semalam.Mungkin dia sedang mabuk berat.Dia suka minum.Kau tak perlu menutup telpon sekarang...,dia belum datang.Apa kau sibuk?aku kira aku harus menutup telpon kalau begitu..aku mendapatkan vaksin untuk campak Jerman.Mereka bilang aku tidak memiliki antibodi.Dokter mengatakan kita harus menggunakan kondom.Setidaknya selama satu bulan hingga tiga bulan.Ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menghasilkan antibodi.Kaus harus menggunakannya,aku tidak bisa menggunakan pil."


Ji Hyung,"Hyang Gi,bisakah kita menutup telpon?"
Hyang Gi,"Oh maafkan aku,dah!"


Seo Yeon mencoba membiarkan Ji Hyung mengangkat telponnya,dan Seo Yeon berdiri dikamar mandi menatap kaca mendengarkan pembicaraan mereka.
(Sebenarnya adegan ini,adalah adegan untuk orang dewasa,aku sendiri heran.Kenapa mereka harus bertemu dihotel,dan Ji Hyung begitu kesal saat waktu kencannya tersita karna masalah kecil?Dan mengapa Seo Yeon bersikeras meminta Ji Hyung mengangkat telponnya saat keduanya tengah asyik bermesraan.)
Sementara Seo Yeon dikamar mandi,ia teringat kilas balik pertemuan masa lalu nya dengan Ji Hyung,dengan mereka berpegangan tangan ditempat tidur hanya berbaring disana dengan tenang.
Sepertinya hari ini adalah ujung kebersamaan mereka,seusai berdua.Seo Yeon duduk untuk minum kopi bersama Ji Hyung.Ji Hyung menanyakan pekerjaan Seo Yeon.Ia bilang jika ia menulis script dengan ejaan penuh kesalahan yang menandakan dirinya seolah bagai gadis penipu pada orang yang bodoh.


Ji Hyung,"Kau harus menulis sekarang"
Seo Yeon,"aku rasa aku tidak akan mau pernah lagi,aku sudah mengacaukannya dan menulis ulang,aku bahkan tidak bisa menulis dalam waktu satu jam.aku hanya bisa menulis baris murahan.Aku tidak bisa melakukannya"


Lalu Ji Hyung meminta Seo Yeon untuk berhenti menulis selama 3 Tahun tanpa melakukan apapun dari kerja kerasnya mengedit dan ghostwriting untuk orang lain.
Seo Yeon dengan nada bercanda menyindirnya bagaimana ia harus hidup,apa yang ia akan makan?air keran dan udarakah? sehingga dia sendiri sibuk membuat novel itu sendiri.


Ji Hyung menjawab bahwa ia akan merawat Seo Yeon,akan memberinya makan.Seperti itulah solusi yang mudah.Ya,hanya saja Seo Yeon bukan gadis semacam itu,dia perlu membuat jalan sendiri dalam dunianya.Seo Yeon pun menceritakan jika ia akhirnya telah membayar pinjaman uang pada bibinya,dan mengatakan bibinya begitu bahagia.


Seo Yeon berpikir dengan melunasi hutangnya ia sedikit akan bebas dengan apa yang ia lakukan mulai tanggal sekarang.


Ji Hyung memotong pembicaraan Seo Yeon dan mengatakan padanya dengan wajah muram bahwa ibu dan Ibu Tunangannya telah menetapkan pertunangan akan dilanjutkan dan menetapkan tanggal pada bulan depan.


Seo Yeon tersenyum membeku,tanya Kapan?.
Sabtu terakhir bulan depan ujar Ji hyung dipension Hyang Gi.
(Pension=semacam hotel kecil).


Seo Yeon tidak bisa menyembunyikan dirinya jika ia berbohong mengucapkan selamat pada Ji Hyung.Seo Yeon membiarkan perasaan ini tenggelam pada dirinya.Ia jadi mengerti jika hari ini adalah hari putus kencan mereka,dan memahami kenapa Ji Hyung sangat marah ketika ia datang terlambat .Bagaimana disayangkan bahwa ia membuang-buang waktu berharga mereka dengan tersesat dijalan.


Seo Yeon mencoba bersikap baik-baik saja atas hubungannya,dia berbicara atas keheningan yang tegang,mengatakan padanya bahwa ia baik-baik saja,bahwa ia sudah berlatih untuk saat ini,dan itu begitu buruk setelah semuanya terjadi.
Seo Yeon terluka dengan nada datar dan berkata,"Ini sepertinya "Akhirnya datang"sesuatu hal seperti itu?"


Ji Hyung,"bagus untuk mu,kau terlihat baik-baik saja"
Seo Yeon tersenyum tipis berkata,"Aku sudah bilang,kalau aku sudah berlatih".


Ji Hyung lalu bilang pada Seo Yeon untuk tidak tersenyum.Ia sendiri tidak ingin melihat senyum Seo Yeon.
Seo Yeon,"Apa kau ingin aku menangis?Tidak,tidak,aku tidak bisa melakukan itu.Kau ingin aku menangis begitu keras?dan mungkin pingsan,Haruskah aku mati ditempat?atau itu yang kau inginkan?"


Ji Hyung teriak keras meminta Seo Yeon untuk berhenti bersikap seperti itu,seolah hal ini tidak menyakitkan baginya.Setidaknya saat ini!Karna Seo Yeon tidak pernah terlihat terpuruk dihadapannya.
Seo Yeon tanya berapa banyak lagi dia harus terpuruk oleh Ji Hyung?bukankah Ji Hyung memiliki seorang yang harus dinikahinya,dan ia berkata ia tidak peduli.
Seo Yeon,"Biarkan aku meminjam mu,setidaknya sampai saat kau menikah.Aku selalu berjaga-jaga kecuali ketika aku tertidur.Aku bahkan tidak bisa memikirkan tentang kau bahkan sebentar.Tepat diotak ini setengahnya darimu,tidak bahkan semuanya  seperti digenggam olehmu"


Ji Hyung,"Itu hanya omong kosong.Kau selalu berdiri jaraj dua langkah.Bisakah cinta tidak memiliki obsesi?Bisakah cinta tidak memiliki hasrat untuk tidak memiliki?Kau sendiri tidak memiliki hal untuk itu.Jawab aku"


Seo Yeon membenarkannya.Ji Hyung tanya apakah Seo Yeon sedang mempermainkannya?menanyakan apakah Seo Yeon tidak memiliki cinta untuknya?


Seo Yeon mengatakan jika ini adalah harga dirinya,dan dia berkata dengan pahit.Seo Yeon mengatakan jika ia datang dari ketiadaan dan kebanggan yang ia miliki hanyalah harga dirinya.


Ji Hyung emosi mengatakan tidakkah sebaiknya mereka menikah?.
Seo Yeon dengan kerasa mengatakan bukankah Ji Hyung menceritakan jika dirinya telah tidur bersamanya berapa kali dan Ji Hyung merasa bertanggung jawab!


Seo Yeon,"Dan kau juga bilang jika kau tidak ingin mengecewakan kedua orang tuamu,kedua keluarga akan sangat marah dan kau akan ditendang keluar."
Ji Hyung menghempaskan teko air  hingga menumpahkan air disekitar,ia menatap tajam pada Seo Yeon.Tapi meskipun begitu aku meminta kau menikahiku,ujarnya mengingatkan.


Seo Yeon menantangnya mengatakan bukankah Ji Hyung tidak berani melakukannya.
Ji Hyung,"Kau bilang kau lebih suka mati daripada kau harus melalui kesengsaraan seperti sebuah drama,kau bilang kau tidak ingin rasa sakit lagi,dan kau bilang kau tidak ingin menikah"


Seo Yeon menatapnya bertanya"Apa menyalahkan aku membuat kau merasa lebih baik?silahkan.Baik,itu adalah kesalahanku.Aku tidak ingin ada drama"


Ji Hyung menerima telpon dari kantor, ia meminta untuk disampaikan pada Manajer Han jika ia datang terlambat kekantor dalam waktu 30menit.
lalu Ji Hyung menerima telpon dari ibunya memintanya untuk datang pada pertemuan.Namun Ji Hyung dengan cepat mengatakan ia tidak akan datang untuk pergi.Ibu Ji Hyung berkeras agar Ji Hyung tetap berupaya datang.


Karna ia sendiri telah mengatakan pada Ibu Hyang Gi bahwa hal itu sulit.
Namun ibu Hyang Gi marah berkomentar jika bagi pria itu tidak terlalu berarti banyak,tapi untuk gadis itu adalah kenangan yang baik bagi hidup mereka.


Ji Hyung berkeras jika menikmati liburan selama 2 minggu akan sulit untuk dilakukannya.Ia pun segera menutup ponselnya.
Ibu Ji Hyung meminta agar Ji Hyung tidak seperti itu,itu adalah hal sekali dalam seumur hidupnya dan tidak ada dua kali.


Ibu Ji Hyung,"Dia memintaku untuk mendapatkan jawaban darimu,sementara dia melakukan bisnisnya"
Ji Hyung,"Katakan padanya jika aku masih belum bisa cuti.Tidak,katakan padanya aku akan berbicara pada Hyang Gi.Dah ibu"
Ibu Ji Hyung (Kim Hae sook) sedang bersama Ibu Hyang Gi( Lee Mi Sok),yang baru saja melakukan operasi Plastik.
Keduanya pun keluar dari rumah sakit.Saat di Mobil,Ibu Ji Hyung memberitahukan jawaban putranya.Ibu Hyang Gi sangat kaget mendengarnya.
"Apa katamu?tidak bisa?bukankah dia adalah wakil presiden.Apa masalahnya kalau mengambil cuti selama dua minggu?"Tanya Ibu hyang Gi


"Dia bilang dia akan bicara pada Hyang Gi.Mereka akan melihat bagaimana kelanjutannya nanti"Jawab Ibu Ji Hyung
"Hei!,katakan padanya untuk berhenti memanfaatkan dia!"
"Apa yang kau katakan?"Tanya Ibu Ji Hyung kaget
"Putramu terlalu banyak memanfaatkan Hyang Gi.Aku tidak suka itu"Ujar Ibu Hyang Gi marah.

~~Bersambung dulu~~~

Maaf,aku lagi galau buat sinopsis....Nanti Sinopsis ini akan aku selesaikan setelah kerjaanku selesai dan galau ku menghilang.

7 komentar:

  1. belum nonton dan nggak ada semangat buat nonton wkwkwkkwk,semangat uni, semoga dedenya cepet sembuh amin ^_^

    BalasHapus
  2. iya aku juga nggak semangat nonton ini.cuma sayang aja..downloadnya mubazir ha ha....
    udh ntu oenni penasaran aja..kok ratingnya cukup bagus gitu.
    apa karna ada adegan ehm2 ...

    amin ya rabbal alamin...makasih ari do'anya...
    iya anakku masih kecil banget ditinggal krj trus :(

    BalasHapus
  3. alllowwwwwwww...
    Lam knal oenni...

    Kasih tau donk carany download drama2 yg ada di blog ni...

    Maaf repotin soale msh katrokkk.. he2..

    tetap semangat..
    Sukses slalu ^.^

    BalasHapus
  4. allow sambenx,sepertinya aku sudah jawab pertanyaanmu sebelumnya.
    Tinggal klik aja perepisode mana yang mau didownload.Jika megaupload ya itu aja yang tertulis disana bersama sub nya.

    kalau mediafire juga bisa,namun jika mediafirenya 2part,kamu harus download semua itu dan dijoin atau diextraxt.
    thanks udh mampir,terima kasih semangatnya.

    BalasHapus
  5. Oenni...mianhe
    Q tdi dah download pake mediafare trus dah q extrax tpi lum da sub ny
    Biar da sub ny gmn carany..

    Makasih...
    Maaf baget klo trus ngrepotin..

    BalasHapus
  6. sippp..tinggal klik sub untuk download episode nya disitu.jika udah terus dikasih nama yang sama dengan judul file downloadnya.

    BalasHapus
  7. jungmalgomawoeyo... :D

    ok Q Dah bisa..hahahhahaha...
    tpi da bbrp drama yg sub ny msh eng ya... ^_^

    LUV u...

    Tetap semangattttt...!!!

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.