10.12.2011

Sinopsis A Thousand Kissess Episode 7

Sinopsis Singkat A Thousand Kisses Episode 7.


Pagi itu Woo Joo Mi berjalan Jogging pagi melewati sungai Han,ia berharap bisa bertemu dengan Ahjussi Ice,Woo Jin.Joo Mi mencari kesekeliling tempat tersebut dan menemukan Woo Jin tengah berjalan pagi menuju arahnya.Joo Mi tersenyum senang.
Joo Mi :Setiap kali aku melihatmu aku agak gugup,tapi aku merasa sangat nyaman sekarang ini aneh!(Ujarnya seraya membuka percakapan).
Tentu saja Ahjussi Ice menjawab dingin.
Woo Jin : "Ku kira anda tahu sesuatu tentang ku?kelemahan atau sesuatu seperti itu?"Tanya nya bingung
Joo Mi :"Apa yang Orang Tua anda pikirkan ketika mereka melihat saya kemarin?"Tanya  Joo Mi 
Woo Jin :"Mengapa anda perlu Tahu?Aku juga tidak terlalu ambil peduli.Terima kasih"Jawabnya acuh menarik minggir tubuh Joo Mi dari hadapannya kemudian pergi
Joo Mi :"Saya juga berterima kasih Untuk tersenyum seperti ini."Teriak Joo Mi seraya melambaikan tangannya yang memegang ponsel dimana ada fhoto Woo Jin .Woo Jin berlalu pergi.
Joo Mi membuka ponselnya menatap capture fhoto Woo Jin tersenyum palsu.


Joo Mi meniru senyum Woo Jin yang dipaksakan.Ia lalu tersenyum sendiri,melihat Senyum Woo Jin yang cute namun tetap dingin.
Dilapangan Sepak bola,Woo Bin melihat para Pemain nya berlatih sepak bola.
"Apa yang sedang engkau pikirkan?"Tanya Woo Bin.
Temannya pun menunjukan satu pemain yang mereka lihat dan memperlihatkan CV pemain itu pada Woo Jin di Note Booknya .Keduanya tetap memperhatikan  pemain yang sedang berlatih.


Seusai latihan Woo Bin kemudian bertiga untuk duduk minum bersama.
"Aku melihatmu bermain bola saat kau bermain diperguruan tinggi,ku yakin pelatih anda memberi arah yang baik lebih dari itu,aku sangat menyukai anda bermain sepak bola.Namun kemampuan anda untuk membuat transisi tidak begitu baik.Aku tahu ,kau menjalankan ini agar tidak terlalu sulit.Aku berpikir bahwa kau kurang dilepas landas"Ujar Woo Bin menambahkan
Pemain bola tersebut mengangguk mengiyakan ucapan Woo Bin.
"Tapi aku berencana untuk menekankan kekuatan anda pada titik berlari dari pada titik lemah anda.Tentu saja kami akan memperbaiki titik lemah itu juga."Seru Woo Bin
"Ya aku memang memiliki kondisi seperti itu"
"Ini hanya untuk mempercayaiku atau mengikuti ku saja?"Tanya Woo bin ragu
"Ya,aku ingin menjadi yang terbaik"Jawabnya yakin.
Woo Bin tersenyum puas akan jawaban pemain nya.


Jang Hye bin pergi ke Toko Tas bermerk.
"Bisa kau tunjukan satu disana?Seru Jang Hye Bin pada pelayan Toko.Pelayan tersebut menurunkan tas itu dan menaruhnya diatas Meja untuk dapat dilihat Hye Bin.


"Berapa biayanya satu?"Tanya Han Yoo Kyung yang berada didekat tas itu tiba-tiba
"Aku sedang melihatnya sekarang"Tarik Jang Hye Bin kesal karna didahului konsumen lain
"Kau melihat yang lain"Ujar Yoo Kyung tak mau kalah
"Aku akan membandingkan mana yang lebih baik yang akan keluar dari dua itu"Jawab Hye Bin
"Apakah kau akan memilihnya"Ujar Yoo Kyung kesal
"Sepertinya kita pernah bertemu.Ku kira begitu"Ujar Hye Bin seraya menatap wajah Yoo Kyung
"Aku tidak berpikir seperti itu karna aku tidak mengingatnya.Apakah pernah atau tidak ya.Kumohon tunggu beberapa menit  dulu."Ujar Yoo Kyung mencoba mengingat-ingat
"Baiklah aku tahu ingatanku sangat baik,aku adalah adik Woo Bin.Kau datang kerumahku,apa kau tidak ingat?"
"Oh Tuhan,bagaimana ini bisa terjadi.Saat itu gelap .Jadi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah anda.Aku sungguh-sungguh minta maaf.Hallo"Ujar Yoo Kyung seraya kaget.


"Tapi itu tidak terlalu gelap bagiku untuk melihatmu"Seru Hye Bin
Keduanya pun tersenyum melanjutkan perkenalan dengan duduk minum jus bersama.
"Aku tahu namamu Han Yoo Kyung bukan?"Seru Jang Hye Bin
"Kau tahu tentang ku?"Tanya Yoo Kyung
"Aku tahu kau pernah berpacaran dengan Woo bin saat ia tinggal di USA untuk pengobatannya.Tapi aku tidak tahu kenapa kalian bisa putus,karna dia tidak mengatakan apapun tentang itu.Tapi juga bukan mengatakan kepada kami kalau kalian pernah kencan.Mengapa kau putus?"Ujar Hye bin seraya bertanya pada Yoo Kyung.
"Ada beberapa kesalah pahaman"Jawab Yoo Kyung tersenyum.


"Dia biasanya tidak seperti itu,apa yang membawamu keSoul?"Tanya Hye bin
"Aku mendapat tawaran pekerjaan"
"Lalu,apakah anda merancang sepatu?"
"Tidak,aku bagian manajementnya."
"Aku mengira kau pasti memiliki bakat tertentu,tapi mengapa kau ingin bertemu Woo Bin setelah kau berada disini?"


"Aku disini diseoul,bukankah itu bukan masalah tentunya?"Ujar Yoo Kyung
Dirumah Park Tae Kyung,Tae Kyung masuk kedalam kamarnya dengan lesu.Ia menghela nafas berat.Tae Kyung berjalan masuk kedapur,ia membuka magic com berharap menemukan nasi.Namun yang hanya tersisa nasi yang basi.


ia lalu mengambil makanan siap saji didalam lemari,dengan sikap pasrah ,Tae Kyung berlari masuk kekamarnya mencari selembar kertas dan mulai menulis sesuatu.


"Avidafit"/Surat Sumpah."
Tae Kyung menulis surat sumpah,namun surat itu akhirnya batal ia tulis lalu ia remuk.Lalu ia meyakinkan dirinya untuk menulis surat Sumpah tersebut lagi.
"Aku ,Park Tae Kyung akan kembali pada istriku Woo Joo Young sampai rambut aku memutih aku berjanji pada diriku sendiri.Bagaimana aku telah menghianatinya selama 3x dan aku berjanji akan mencintainya terus.Dan seberapa dalam aku menyesali perbuatanku!Sampai kematian yang memisahkan kita,Aku dengan ini berjanji hanya mencintai Woo Joo Young"
Ibu Tae Kyung masuk kedalam rumah dan bertanya apa yang membuat Tae kyung pulang lebih awal.
"Apa?Apa yang kau lakukan?"Tanya Ibu Tae Kyung mendekati Tae Kyung yang masih menulis surat sumpahnya.


"Jika aku berjanji,aku berjanji  keputusan untuk selalu bersama Woo Joo Young disisiku"tutup surat Tae Kyung
"Apa ini?surat sumpah?"Tanya ibu Tae Kyung heran plus kaget.


Tae Kyung mengabaikan pertanyaan ibunya ,ia lalu mengambil jarum yang berada dilemarinya,setengah terpaksa dan ngeri.Tae Kyung mencoba menusukan jarum itu pada jarinya agar mengeluarkan darah.Namun ia tak berani.
"Apa,surat sumpah itu sudah cukup,seperti lelucon saja.Apakah kau akan menandatanganinya dengan darah?Apa kau pikir cukup dengan menggunakan darah?Jika kau menulis dengan darah ,lakukan dengan benar!"Ujar Ibu tae Kyung marah sekaligus menepuk bahu Tae Kyung lalu mengigit jari Tae Kyung.
Tae Kyung menjerit kesakitan,darah dari jarinya keluar.Namun setelah melihat darah ia sedikit senang dan dengan cepat menempelkan pada surat sumpah tersebut.
Woo Bin yang baru saja pulang dari Lapangan sepak bola bersama pemain nya,kembali kerumah.Ia kaget melihat Han Yoo Kyung berada dirumahnya.
Yoo Kyung tersenyum padanya.
"Kau pulang lebih awal,apakah kau mempunyai intuisi tentang Nona Han Yoo Kyung berada disini?"Tanya Hye Bin
"Apa maksudmu?"Tanya Woo bin dingin
"Kami tadi bertemu diToko bermerk tanpa sengaja,kami melihat tas yang sama pada waktu yang sama.Bukankah itu lucu?,Ibu dan ayah baru saja keluar.Woo Bin!"Seru Hye Bin melihat Woo Bin acuh langsung masuk kekamarnya.


Yoo Kyung tersenyum melihat sikap dingin Woo Bin.
Dikamar Woo Bin,Yoo Kyung masuk.
"Apa yang kau pikirkan sekarang,cepat pergi kumohon"Pinta Woo bin.
"Aku tidak mengharapkan sambutang hangat darimu tapi kenapa caramu begitu?"Tanya Yoo Kyung cemberut
"Aku bukan orang yang mengundang kau kesini!"Seru Woo bin tajam
"Tapi kau tahu denganku.Tidak bisakah anda memperlakukan saya sedikit lebih baik?"Balas Yoo Kyung.
"ini tidak mudah bagiku untuk menangani yang tiba-tiba datang dan muncul dihadapanku."
"Aku tidak punya motif tersembunyi untuk ini,alasan bagiku melihat anda karna aku di Seoul.Ku pikir itu wajar untuk melihatmu karna aku dikorea."Ujar Yoo Kyung
"Aku tidak pernah berpikir bahwa hal ini adalah hal alami untukku.Silahkan keluar dari kamarku"ujar Woo bin dingin.


Yoo Kyung tersenyum mendengar jawaban Woo bin yang acuh.
Sementara itu Woo Joo Mi bersama Chan Noh baru saja dari luar berjalan bersama sambil menikmati es krim.Keduanya terlihat senang.
Dirumah Nenek Joo Young,Tae Kyung menemui Joo Young untuk menyerahkan surat sumpah yang ia tulis dengan darahnya.
"Ini,tandatangan disini yang kau lihat.Aku sudah memotong jariku untuk mendapatkan darah ini.Kau lihat!? Harap mengerti dengan ketulusanku dengan surat sumpah ini dengan menandatanganinya dengan darah.Aku tahu kau tidak percaya dengan ku!Karna aku gembala yang menangisi serigala.Ku Mohon percayalah,lihatlah ini"Ujar Tae Kyung mencoba meyakinkan Joo Young.
Joo Young merasa muak dengan sikap Tae Kyung yang manis.
"Sampai maut memisahkan kita .Aku akan mencintai Woo Joo Young.Tapi jika aku melanggar janji!,lalu...maka anda dapat melakukan apapun,itulah yang ku tulis disini"Pinta Tae Kyung


"Mengapa kau pikir hanya kau sendiri yang mempunyai sesuatu untuk dikatakan?Dengarkan aku juga!Aku tidak ingin hidup seperti ini lagi.Kau bukan satu-satunya yang tulus,aku juga.Harap memahami ketulusanku"Ujar Joo Young kesal.


"Jika kau membuatku pergi sekali ini,aku akan membuatmu berpikir kemudian selama hidupmu nanti bahwa kau akan berpikir "Wow,dia benar-benar baik""Ujar Tae Kyung tersenyum manis.
"Aku tidak apa-apa jika aku kelak akan menyesali keputusanku.Aku akan mengurusi diriku sendiri"Seru Joo young sengit.
"Honey!"
Saat didepan rumah,Chan Noh melihat Mobil ayahnya,ia tahu kalau ayahnya ada dirumah.Ia mengajak Joo Mi untuk bergegas masuk dan menemui ayahnya.
"Ayah!!"Seru Chan Noh sambil memeluk
"Chan Noh.Dari mana kau pergi?"Balas ayah nya seraya memeluk nya.
"Aku pergi keluar tadi makan es krim bersama bibi.Aku sangat merindukanmu"Ujar Chan Noh.


"Aku juga"Jawab Tae Kyung senang.Joo Young hanya menatap tajam pada keduanya.
"Ayah!Ayah ,aku bertemu dengan pemain Yoon Gi Joon,dia juga mengajakku berfhoto bersama.Ibu tolong lihatkan pada ayah fhoto kami"Pinta Chan Noh


"Nanti saja"Jawab Joo Young kesal
"Wow,kau berfhoto bersamanya juga?Anak ku pasti benar-benar bahagia."Seru Tae Kyung


"Ayah apa kau menginap semalam?"Tanya Chan Noh
"Tidak,dia akan segera pergi"Jawab Joo Young cepat.
"Jangan pergi ayah,tinggalah bersama kami."Pinta Chan Noh
"Ah,..aku ingin melakukannya juga,tapi.,...."Jawab Tae Kyung menunggu persetujuan Joo Young.
"Dia sibuk,dia tidak bisa"Jawab Joo Young cepat.
"Aku akan pergi hari ini dan akan segera kembali"Rayu Tae Kyung pada putranya.
"Kapan?"
"Bagus,tapi dengarkan ibu mu ya,aku akan segera kembali"Ujar Tae Kyung seraya menciumi kening Chan Noh

Tae Kyung pun berjalan keluar untuk pergi,dari belakang ia bergumam pada joo Young.
"Oh,aku begitu sengsara.Aku ingin menangis"Ujar Tae Kyung.
Ia lalu meminta Chan Noh untuk mendengarkan kata-kata ibunya,Chan Noh komentara jika ayahnya tadi sudah mengatakan hal itu.Lalu Tae Kyung meminta Chan Noh jika ibunya lelah,Chan Noh haru memijit bahunya,dan ia harus baik pada ibunya.
Chan Noh mengerti.
"Aku pergi"Ujar Tae Kyung
"Jangan lupa senin jam 10.00"Jawab Joo young seraya mengingatkan hari persidangan cerai mereka.


Tae Kyung merasa sedih,lalu ia pamit pada putranya.
"Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu ayah"Balas Chan Noh dengan menggerakan isyarat kedua tangannya.
Tae Kyung berjalan lesu masuk kedalam mobilnya,Chan Noh melambaikan tangannya memberi say Goodbye.
"Chan Noh,mari bermain sepak bola denganku"Ajak Joo Young
"Kau tidak bisa bermain dengan baik"Keluh Chan Noh
"Ayolah kita bermain"Rayu Joo young
Chan Noh dan Joo Young bermain bola bersama,keduanya bermain dengan penuh riang.Seusai bermain keduanya duduk ditaman.
"Chan Noh,apakah kau tahu dengan ibu,sama seperti ibu Jin Ho dan ayah.Ibu dan ayah akan bercerai.Aku minta maaf padamu,tapi aku akan tetap melakukannya.Ku Harap kau dapat memahami ku.Aku tahu bahwa kau sangat ingin hidup bersama ayahmu,tetapi kau tidak bisa karna aku.Tapi sebaliknya,kau dapat melihat dia sesering yang kau inginkan"


"Kita tidak bisa hidup bersama?"Tanya Chan Noh.
"Maaf,maafkan aku park Chan Noh"Ujar Joo young seraya menggelengkan pipi Chan Noh dengan lembut.
Hye Bin mengantar Yoo Kyung didepan rumahnya,Ibu dan ayah Hye Bin sampai dirumah.
"Apakah kau memanggil Taksi?"Tanya ayah Hye Bin saat keluar dari mobil.
"Ya,katakan Halo pada keluargaku"Pinta Hye Bin pada Yoo Kyung.


Yoo Kyung memberi salam.
"Hei,kau harusnya lebih dulu memperkenalkan dia,sebelum kau mengatakan padanya untuk menyambut kami"Seru ayah Hye Bin
"Dia adalah Nona Han Yoo Kyung,ibu dia adalah orang yang kau angkat telponnya itu"Ujar Hye Bin menjelaskan
"Oh,orang yang datang didepan rumah kita itu,benarkah?"Tanya Ibu Hye Bin
"Ya,aku bertemu dengannya disore hari,jadi dia makan malam denganku."
"Woo Bin tidak dirumah?"Tanya Ibu Hye Bin
"Woo Bin adalah.."Jawab Hye Bin
Dikamarnya ,Woo Bin sedang asyik bermain game diNote Booknya,Ibu Woo Bin masuk dan menanyakan kenapa Yoo Kyung datang kesini.
"Dia tidak ada hubungannya denganku.Hye Bin yang membawanya kesini.Sehingga aku tidak harus bertemu dan bicara dengannya"Jawab Woo bin ketus.
"Mengapa kau bicara begitu,apakah kau dengan dia ada masalah?"Tanya Ibu Woo bin
"Bukan itu"
"Tapi cara berbicaramu sedikit aneh,apakah kau benar-benar pernah kencan dengan nya diamerika?"Tanya Ibu Woo Bin.
"Apakah ibu berencana untuk mengetahui semua orang yang pernah ada hubungannya denganku?"Tanya Woo Bin kesal
"Tolong menandatanganinya,Masuk dan pergi bersamaku pukul 10.00 dipengadilan"SMs Joo Young,namun lama sekali Joo Young menunggu diluar kantor pengadilan wajah Tae Kyung belum juga muncul.


Joo Young kesal menunggu,ia lalu menelpon Tae Kyung,Namun Tae Kyung sama sekali tidak mengangkat ponselnya.
Tae Kyung sendiri hanya duduk melihat jam dikantornya memikirkan janji pertemuan dengan Joo Young di Pengadilan,Tae Kyung tampak gelisah.
Salah satu teman Tae Kyung masuk.
"Semua kontruksi bangunan telah usai,apa yang kau lakukan sekarang?Haruskah aku menghubungi Ms.Yang Joon Hee.Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian berdua,tapi aku yakin dia akan seperti proyek ini"Komentar Tae Sung


Joo Young masuk kekantor Tae Kyung dengan bergegas.
"Tae Sung,tolong beri waktu kami berdua sebentar"Pinta Joo Young
"Ya,tentu saja,aku mau"Ujar Tae Sung seraya pergi meninggalkan keduanya.


Tae Kyung hanya membisu.


"Mengapa kau tidak menepati janji?"Seru Joo Young sinis
"Aku,aku tidak mengatakan kalau aku disini"Ujar Tae Kyung bingung
"Aku sudah mengatakan pada mu,jika kau tetap tidak pergi,aku akan mengajukan permohonan cerai.Kemudian,aku akan memulai prosesnya"Seru Joo Young beranjak pergi keluar.Tae kyung berlari menarik tangan Joo Young memintanya jangan.


"Ku Mohon,jangan bicara terlalu kasar,aku mohon padamu jangan seperti ini.Bagaimana bisa kau mengajukan perceraian?Apa yang kau ingin aku lakukan,aku sudah menulis surat dengan darahku"Tanya Tae Kyung sedih


"Jangan hanya menulis dengan darah saja,kau tandatangani surat cerai itu!.Kau hanya melakukan itu saja,Hanya itu.Aku tidak meminta apapun.Selama 7 Tahun terakhir,aku telah melakukan yang terbaik untukmu.Tapi untuk yang terakhir kali ini,aku hanya meminta padamu hanya untuk satu hal saja.Tidak dapatkah kau melakukannya itu untukku?"Bentak Joo Young sekaligus meminta pengertian Tae kyung.


"Kau meminta ku untuk bercerai!itu sebabnya aku tidak bisa.Bagaimana aku bisa melakukannya,kau ingin perceraian"Jawab Tae Kyung beralasan.


"Aku tidak ingin kembali bersamamu!Aku tidak ingin hidup seperti orang bodoh,setiap pagi membantu mu untuk menyiapkan kau bekerja tetapi tidak tahunya kau bersama wanita lain.Aku tidak ingin ibumu memerintahku terus,Setiap kali ibumu menginginkan sesuatu meski tidak berpikir berapa umurku saat itu.Aku tidak ingin kembali seperti itu lagi."Seru Joo Young balas teriak


"Aku mengaku salah,tolong maafkan aku"Ujar Tae Kyung memohon
"Aku tidak bisa berpikir aku bisa hidup bahagia jika aku hidup denganmu!Aku akan sangat gelisah karna aku tidak bisa mempercayai dirimu lagi,Ku pikir kau akan terpenuhi nanti dengan wanita lain!Meskipun kau benar-benar melakukan perjalanan bisnis.Jika kau membeli sebuah hadiah,maka aku akan berpikir jika kau membelikan hadiah itu sama untuk wanita lain.Maka aku akan sangat bahagia dan kau juga akan bahagiakah?Jadi kumohon tolong tandatangani itu untuk ku!"Teriak Joo Young penuh emosi.


Tae Kyung menangis mendengar ucapan Joo Young.


Begitu juga Halnya Joo Young yang pergi meninggalkan Tae Kyung lalu naik bis,ia menangis didalam bis.
Tae Kyung pusing akan masalah rumah tangga nya yang kini diambang perceraian,ia ,melampiaskan stresnya dengan pergi kekedai minuman.Beberapa kali ia meneguk Soju.Terus dan terus,ia seperti kehilangan kendali karna pikirannya yang kacau.
Ibu Tae Kyung terkejut melihat kepulangan Tae Kyung kerumah dengan mabuk.
"Tenangkan dirimu!Aigoo..apa yang kau lakukan,kau bau alkohol"Ujar Ibu
"Ibu,aku akan menandatanganinya"Jawab Tae kyung
"Apa?kau akan menandatanganinya>?Apa kau gila!Apa kau ingin melihat aku mati!Jangan menandatangani itu"Bentak Ibu Tae kyung kaget.
"Aku tidak tahu,kalau aku begitu banyak menyakiti Joo Young,aku tidak tahu kalau dia begitu sedih.Dia begitu baik,membuat makanan,baik makanan dan mencuci pakaian.Ku pikir ia senang melakukan semua itu"Tangis Tae kyung.


"Aku akan menandatanganinya,aku tidak bisa mencintainya lagi.Tapi aku harus membiarkan dia pergi.Aku harus!"Igau Tae kyung


Ibu Tae Kyung lalu membopong putranya masuk kekamar ,ia lalu menelpon Joo young.
Joo Young duduk melamun dikamar Chan Noh yang tertidur lelap dengan ruangan gelap.
"Hallo"Jawab Joo Young mengangkat telpon dari Ibu Tae kyung.


"Aku ingin melihat bagaimana setelah kau bercerai,apakah kau akan bahagia.Aku yakin kau pasti akan sangat menyesal!Pasti.Kau tidak akan mendapatkan uang apapun dari kami.Dan aku tidak akan membiarkan kau mengambil chan Noh,Tidak!Dia lebih baik hidup bersama ayahnya disini!Bagaimana kau mengambil Chan Noh!Jadi Cobalah untuk bahagia!"Seru Ibu Tae Kyung mencaci maki Joo Young
Joo Young menangis,ia tahu.Ini adalah pilihan sulit untuk hidup dan masa depan dirinya serta Chan Noh.
Pagi itu,Tae Kyung akhirnya telah menandatangani surat perceraian didepan Joo  Young.Lalu berkas Pengajuan perceraian pun distempel oleh petugas.
Dan pengajuan itu pun diterima.Tae kyung dan Joo Young berjalan keluar dari kantor pengadilan.
"Terima kasih"Ujar Joo Young
"Kita memiliki 3 bulan sebelum perceraian final,kuharap kau berubah pikiran dan ingin kembali padaku.Rasanya seperti mimpi sekarang,ini tidak seperti sebuah realita saja.Aku tidak pernah berpikir jika hal semacam ini akan terjadi padaku.Jadi aku merasa bermimpi hari ini.Aku tidak tahu bagaimana aku bisa membuatmu seperti ini."Keluh Tae Kyung


"Aku tidak akan menyimpan dendam untuk membalasmu"Ujar Joo Young
"Apa aku masih bisa melihat Chan noh,seminggu sekali kan?"Tanya Tae Kyung.
Joo Young mengangguk iya
"Tapi aku tidak tahu apakah kau akan mampu"Jawab Joo Young.


Diluar,Tae Kyung dan Joo Young berpisah,Tae kyung menawarkan bantuan mencari taksi,Joo Young menolaknya.Joo Young kemudian berjalan pergi meninggalkan tae Kyung yang terus menatapnya dari jauh.


Woo Bin mengendarai Mobilnya tanpa sengaja melihat Joo Young sedang berjalan ditrotoar jalan.
Woo Bin keluar dari mobilnya dan menarik tangan Joo Young.
"Apakah kau tersesat?"Tanya Woo bin.
Woo bin menawarkan Joo Young untuk pulang bersamanya.Joo Young menolak.Namun Woo Bin memaksa untuk memberinya tumpangan.
"Pasang sabuk pengaman  anda,orang itu sebelumnya bukankah dia suami mu?Aku juga pernah melihatnya sebelum ini.Kalian akan bercerai setelah semuan ini? Kau akan pergi kemana?"Tanya Woo Bin


Joo Young hanya diam.Woo Bin tahu jika Joo Young sedang stres menghadapi masalahnya.Ia  lalu mengendarai mobilnya membawa Joo Young pergi kesuatu tempat.
Didepan Sungai Han,mobil Woo bin berhenti.Ia lalu memberikan tisue pada Joo Young.
"Aku akan keluar dari mobil,sehingga kau bisa menangis sampai yang kau inginkan untuk yang terakhir kalinya"Ujar Woo bin
"Aku tidak akan menangis lagi.Aku tidak membutuhkan tisue"Jawab joo Young tersenyum.


"Apakah kau bisa bertanggung jawab dengan kata-katamu?kau tidak akan bisa mendapatkannya lagi bahkan jika kau memintanya"Tanya Woo bin sekaligus mengancam,ia lalu membuang Tisue kebelakang Jok Mobil.


Joo Young tersenyum melihat hal itu.
Joo Young dan Woo bin menikmati pemandangan indah sungai Han.Woo bin memberikannya minuman.
"Apakah kau yakin jika kau tak kan menyesal?"Tanya Woo bIn
"Penyesalan?kau tidak pernah tahu,aku mungkin menyesal.Tapi,kupikir ini adalah cara terbaik yang bisa kulakukan sekarang"
"Kau menikah karna kau jatuh cinta bukan?Didepan Allah,saat sakit atau sehat akan selalu bersama-sama benarkan?"
"Apakah kau pernah mencintai seseorang?bahwa kau bisa mati untuknya?atau apa kau pernah putus?"Ujar Joo Young balik tanya
Woo Bin diam,lalu tersenyum.Joo Young mengerti jika ia tanyakan semua itu adalah benar.
Ibu Hye bin menemui Ayah Woo Jin memberikan cincin hadiah yang dibelikan olehnya.
"Kakak ipar,apakah kau suka?"Tanya Ibu Hye Bin
"Aku tidak tahu bagaimana cara membedakannya.Terima kasih banyak Ae-Ja"Jawab Ayah Woo Jin.
"Aku harap dia menyukainya"Ujar Ae-Ja.
"Tentu saja dia mau,karna kau yang memilihnya."
"Kakak ipar apakah Woo Jin membawa pulang kerumah pacarnya?"Tanya Ae-Ja
"Ya"
"Oh,jadi dia benar-benar memiliki pacar?aku bertanya-tanya"
"Ada perbedaan usia antara keduanya,tapi dia adalah seorang gadis yang baik.Dia cerdas dan pintar"
"Berapa umurnya?"Tanya Ae-Ja
"26 tahun"
"Lalu,9 Tahun bedanya kah?Bagaimana dengan keluarganya?"Tanya Ae-Ja'
"Aku tidak tahu tentang keluarganya,aku tidak perlu bertanya karna dia tidak berpikir untuk menikah dengannya"Jawab Ayah Woo Jin.
"Jika dia seorang wanita muda yang baik,bagaimana jika kita mendorong mereka berpikir kehal itu sedikit-sedikit,bukankah mereka saling mencintai?"Tanya Ae-Ja


"Dia tidak memiliki perasaan yang baik terhadap pernikahan karna aku,jika aku mengatakan itu.Dia tidak akan melakukannya pasti."


Ibu Tiri Woo Jin sedang melipat pakaian,tiba-tiba ayah Woo Jin menelponnya.
Ibu Tiri Woo Jin kaget,karna Ayah Woo Jin mengajaknya untuk segera pergi keluar makan malam,jadi ia meminta Ibu Tiri Woo Jin untuk bersiap-siap.
"Kenapa?apakah kau tidak mempunyai selera makan?kita tidak mempunyai acara istimewa hari ini?"Tanya ibu Woo Jin
"Ayah,mari kita makan malam sekarang ,aku lapar!"Seru Hye bin pada ayahnya
"Panggil ibumu!"
"Kau mungkin tidak pernah tahu kalau ia mungkin makan malam dengan teman-temannya"Jawab Hye Bin.
Suara Bel pintu berbunyi,Hye bin berjalan membuka pintu rumah.Dan memang Ibu Hye Bin.


Ae-ja masuk kedalam rumah dengan sekantong belanjaan yang banyak,Hye Bin kaget melihat ibunya yang banyak berbelanja.Ae-Ja mengeluh karna ini tidak terlalu banyak karna ia tahu,ada seseorang yang mendapatkan cincin emas senilai 3 karat.
"Aku pikir kau tidak senang mendengar hal itu"Ujar Ayah Hye Bin
"Tentu saja,itu aku."Keluh Ae-Ja
"Katakan padaku siapa yang mendapat cincin itu!"Seru Hye bin
"Bibimu"Jawab Ae-ja
"Paman mu mengatakan dia tidak pernah membelikan cincin untuk bibimu sejak mereka menikah,makanya ia memutuskan untuk membelinya satu"Jelas ayah Hye bin


"Dia sangat keren,pasti dia sangat mencintainya"Komentar Hye bin
"Tentu saja dia sangat mencintainya"Jawab Ayah Hye bin
"Kupikir dia selama ini hanya berpikir jika bibi adalah seorang pengurus atau sesuatu seperti itu"Ujar Hye bin
"Apa kau tak juga bisa keren!"Seru Ae Ja cemberut
"Kau kan mempunyai cincin satu.Bahkan jika aku tidak membelikannya,kau bisa membelinya sendiri.Aku tidak perlu khawatir tentang hal itu"Balas ayah Hye bin.
Ibu Hye Bin menggerutu kesal,karna Ayah Hye Bin berpikiran seperti itu,ia berharap mendapatkan perlakuan yang sama seperti ayah Woo Jin pada Istrinya sebagai ucapan terima kasih selama 20 Tahun telah bersamanya.Tapi Ayah Hye bin malah bersikap santai,padahal mereka sudah bersama sejak 33 Tahun lamanya.


"Itu karna dia selalu membuat istrinya menderita,tapi aku tidak membuatmu seperti itu."Jawab Ayah Hye Bin
"Apa aku tidak cukup khawatir tentang suaminya yang menjalankan bisnis perusahaan?"Tanya Ae-Ja kesal.
Tentu saja Ibu Hye Bin terus menggerutu kesal cemburu mengetahui Ayah Woo Jin memberikan cincin pada istrinya.
Ayah Woo Jin mengajak istrinya makan malam diresort,ayah woo Jin memerintahkan pada pelayannya untuk menyiapkan makan seperti saat ia pergi meninggalkan seoul.
Rib steak untuk istrinya,dan foi gress"Ujar pelayan
"Harap jangan terlalu banyak memasukan anggur didalamnya"Pinta Ibu Tiri Woo Jin
"Baik bu"Jawab pelayan yang kemudian menuangkan anggur kedalam cangkir
Ayah Woo Jin meneguk minuman anggurnya dan berkomentar bahwa sangat enak,Pelayan langsung menuangkan anggur ke cangkirnya serta menuangkan anggur itu juga pada cangkir minuman Ibu Tiri Woo Jin.Keduanya bersulang penuh suka cita.
"Pernahkah kau mendengar aku mengucap Terima kasih selama 20 Tahun terakhir kita bersama-sama?"
"Apakah aku layak mendengar semua itu dari anda?"
"Aku tidak pernah berterima kasih,aku berpikir bertemu dengan mu adalah hal yang terbaik dalam hidupku.karakterku benar-benar buruk,dan aku sangat kuat,dan dingin.Terima kasih untuk tinggal denganku selama 20 Tahun"


"Rasanya seperti ulang tahun pernikahan hari ini"Pikir Istrinya terharu akan sikap romantis ayah Woo Jin
Ayah Woo Jin mengeluarkan kotak cincin emas dari saku bajunya.
"Beri aku tangan mu"Ujar Ayah Woo Jin yang kemudian menyematkan cincin tersebut kejari istrinya
"Aku tahu kau pasti sangat terkejut melihat hal ini,tapi kau pasti pernah membayangkan hal ini bukan?"Tanya ayah Woo Jin
"Aku tahu ini bukan mimpi tapi rasanya seperti mimpi"
"Artinya aku telah melakukan apa yang ada dalam mimpimu bukankah itu lebih bagus?Untuk mu terima kasih karna telah bertahan hingga 20 Tahun bersamaku.Kuharap kaua tetap melakukan hal yang sama seperti ini juga"Balas ayah Woo Jin balik.


"Meskipun anda tahu saya wanita seperti apa,kau adalah orang yang membawaku masuk.Terima kasih banyak presiden"Ujar Istrinya terharu.Matanya mulai berkaca-kaca.
Dikamarnya,Woo Jin sibuk mengecek rencana resort miliknya,tiba-tiba ponsel Woo Jin berdering.Joo Mi mengirimkan fhoto dirinya yang lucu agar Woo Jin tersenyum.
"Proyek untuk membuat Manajer Jang Woo Jin tersenyum No.1"Ujar sms 1.


Woo Jin menatap aneh fhoto Joo Mi diponselnya,lalu ia kembali fokus bekerja.
Namun Joo MI mengirimkan nya kembali sms,"Apakah anda tidak tersenyum?"
Membaca sms Joo Mi sempat Woo Jin tersenyum,namun dia sadar kalau dia tidak akan menggubris sikap Joo Mi.Woo Jin kembali bekerja.
Dikamarnya,Joo Mi menanti jawaban smsnya dengan kesal.
Ayah Woo Jin dan Ibu Tiri Woo Jin sampai dirumah,Soo Ah menyambutnya dengan tanya apakah makan malam keduanya menyenangkan.Ayah Woo Jin mengiyakan.Soo Ah mengatakan kalau dirinya makan "gratin"bersama oppa Woo Jin dirumah.


Mendengar jika Woo Jin dirumah.Ibu Tiri Woo Jin mengetuk kamar Woo Jin.
"Apakah aku mengganggu mu?"Tanya Ibu Tiri Woo Jin
"Tidak"Ujar Woo Jin
'Ayahmu dan aku pergi keresort Untuk makan malam"
"Aku sudah dengar"
"Boleh saya duduk sebentar?"
"Ya"
"Malam ini,aku menerima pemberian dari ayahmu,ini agak terlalu mahal,tidak tetapi sangat mahal.Aku tidak pernah membayangkan aku akan menerima cincin seperti ini.Aku mengatakan kepada anda bahwa aku bahagia kan?aku datang kesini untuk memberitahumu bahwa hari ini aku sangat senang.Tentu saja,aku bahagia menerima cincin mahal ini.Tetapi lebih ke cincin mahal ini aku sangat senang karna hatinya.Dalam waktu yang lama,aku tahu bahwa ayahmu mencintaiku.Dia tidak sekali saja menunjukan cintanya.Kau pasti bertanya-tanya,kenapa saya memberitahu hal ini padamu bukan?"Ujar Ibu Tiri nya
"Kau pasti berpikir,jika kau nantinya akan seperti ayahmu.Jadi kau juga bersikap dingin sepertinya bukan?Itulah selama ini apa yang kau pikirkan.Hatinya tidak dingin,dia hanya terlihat dingin diluar.Itulah yang ingin kuberitahukan padamu.Alasan mu untuk berpikir tidak menikah,karna kau berpikir kau pasti tidak tahu caranya bagaimana membahagiakan pasanganmu bukan?Ku pikir,jika kau benar-benar mencintai orang itu.Ku pikir dia akan tahu bagaimana perasaan anda terhadapnya.Sama seperti yang aku tahu tentang ayahmu bagaimana perasaan didalam hatinya.Aku tahu....meskipun dia tidak mengatakan jika dia mencintaiku."


"Apakah kau mencoba untuk memberitahuku agar aku menikah?"Tanya Woo Jin
"Ya,Jika kau tidak berpikir untuk tidak menikahinya karna khawatir jika menikahi dia,Jika kau berpikir hal seperti itu.Ku rasa kau bisa menikah.Menikah,siapapun dia,saya yakin semuanya ingin bahagia"Ujar Ibu Tiri Woo Jin kemudian berjalan pergi meninggalkan Woo Jin yang sedang berpikir tentang hal itu.
Ibu Tiri Woo Jin kembali kekamarnya,ia duduk disamping Ayah Woo Jin yang tertidur lelap.menatap wajah suaminya,Ibu Tiri Woo Jin tersenyum lembut.Ia kemudian menggegam erat jemari suaminya.Matanya berlinang air mata.
Pagi itu,Joo Young mengantar Chan Noh naik bis untuk sekolah.
"Wah,anakku sangat tampan,ini bawa ranselmu"Ujar Joo Young.Bis sekolah yang mengangkut Chan Noh tiba,Chan noh kemudian naik kebis itu bersama teman-teman Chan Noh lainnya.
Joo Young kembali kerumah,ia melihat-lihat lagi sketsa desain sepatu lama miliknya,Joo Young tertegun akan selembar sketsa yang tak asing baginya.
Teringat Flash back Joo Young saat bekerja menjadi seorang Desainer sepatu.
"Bulan ini,Desain sepatu Joo Young Nomer 1"Ujar atasannya,kemudian semua rekan kerja juga atasannya bertepuk tangan senang memberikan ucapan selamat untuknya.
"Musim ini,jika kita tidak memiliki sepatu datar dari desain Joo Young,kita akan kehilangan kontrak kita dengan Departemen Store"Ujar Atasan Joo Young
~Flash back End~
Joo Young tersenyum.


Ia lalu pergi ke Toko buku untuk membeli peralatan pensil,serta alat-alat lainnya untuk kembali menggambar sketsa Desain sepatu.Ya.....Joo Young bersemangat untuk kembali bekerja menjadi seorang Desainer Sepatu.
Sementara itu,Tae kyung terus larut dengan kesedihan.Ia hanya malas-malasan dikantornya.Saat Tae Sung memberi tahukan bahwa Joon Hee telah mengirimkan deposit/uang untuk proyek mereka.Namun bukan sama sekali Joon Hee yang datang membawa uang tersebut melainkan asistennya.
"Kenapa bukan Joon He?"Tanya Tae Kyung kaget
"Karna dia menjual warnetnya pada orang lain"Jawab tae Sung
"Apa?"
"Sekarang tempat itu sudah dimiliki orang lain.Dia menjualnya begitu membuka tempat itu"Jawab Tae Sung.
Tae Kyung kaget memikirkan kenapa Joon Hee seperti itu.
Ibu Tae Kyung duduk sendiri dengan minum soju,suara bel pintu berbunyi.Ibu Tae Kyung tanya,siapa?Namun lagi-lagi tidak ada jawaban,bel terus berbunyi.
'Siapa!"Seru ibu Tae Kyung
"Hallo,saya datang untuk melihat anda"Jawab Joon Hee dari luar pintu.
Ibu Tae Kyung membuka pintu,Joon Hee memberi salam pada Ibu Tae Kyung.Ibu Tae Kyung tanya siapa kau?Joon Hee mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan ibu mertuanya sebentar.Tanpa tawaran masuk dari Ibu Tae Kyung,Joon Hee langsung masuk kedalam rumahnya.
Ibu Tae Kyung tanya siapa Joon Hee sebenarnya,kenapa ia memanggil dirinya dengan ibu mertua.
"Aku akan memperkenalkan diri ibu,dengan Tae Kyung?"
"Ada apa dengan anakku?"Tanya Ibu Tae Kyung
"Saling mencintai"Ujar Joon Hee tersenyum
"Apa!?"
"Apa kau sendiri yang mencintainya?atau kau ditipu olehnya?"Tanya Ibu Tae Kyung sengit.
"Ibu"
"Kau,adalah orang yang membuat anakku hidup dineraka!Bagimana kau bisa datang kesini?Apa kau punya hak datang kesini?"Ujar Ibu Tae Kyung marah.
"Ibu,aku benar-benar mencintai Park Tae Kyung"Jawab Joon He
"Apa?Mencintai??"Tanya Ibu Tae Kyung lalu berlari masuk kedapur.


Ibu Tae Kyung langsung membuang tepung kewajah Joon Hee terus-terusan dengan memintanya segera pergi.Joon Hee panik,meminta ibu Tae Kyung sedikit tenang,Namun ibu Tae Kyung yang sudah sangat marah terus saja membuang tepung dan mendorong Joon Hee keluar pintu rumahnya.


Joon Hee kabur!,Ibu Tae Kyung kembali masuk kerumahnya dengan menggerutu kesal.Dengan kembali meneguk soju dicangkirnya ia kembali tenang.
Dikantor Jang Woo Jin,ia kembali menerima sms gambar dari Joo Mi dengan pesan singkatnya.
"Proyek untuk membuat Manajer Kantor Jang Woo Jin tersenyum,No2!"




Woo Jin menatap gambar tersebut kemudian bergegas keluar kantornya.
Joo Mi mengeluh kesal karna tidak ada sama sekali jawaban sms dari Woo Jin.Tiba-tiba ponsel Joo Mi berbunyi,Joo Mi dengan segera mengangkat ponselnya mengira itu telpon dari Woo Jin.
"Hallo?"
"Nona Joo Mi?"Tanya ayah Woo Jin dari dalam mobilnya.
"Ya,saya sendiri"
"Aku ayah Woo Jin."
Ayah Woo Jin menawarkan Joo Mi untuk meluangkan waktu nya datang kerumah mereka,saat ini ayah Woo Jin sedang dalam perjalanan pulang.
Setelah menutup telpon dari ayah Woo Jin,Joo Mi kemudian mencoba menghubungi ponsel Woo Jin untuk memberitahu hal ini,namun Ponsel Woo Jin tidak bisa dihubungi.
Lalu Joo Mi mengirimkan sms ke Woo Jin.
"Ayahmu memintaku untuk bertemu dirumah,apa yang harus aku lakukan?Hubungi aku segera setelah kembali,cepat ya!"
Ibu Tiri Woo Jin duduk termenung dikamarnya dengan memandang fhoto putrinya.


"Joo Young,Joo Ah"Gumam Ibu Tiri Woo Jin sedih.Yups,dia adalah ibu kandung Woo Joo Young serta Woo Joo Mi.
Tiba-tiba ponsel Ibu  berbunyi memberitahukan jika presiden sudah sampai dirumah,Ibu Tiri Woo Jin mengerti.
Ia langsung menyimpan fhoto putrinya kedalam lemari dan bergegas keluar menemui Ayah Woo Jin.
Sampai dirumahnya,Ayah Woo Jin memberitahukan jika Joo Mi akan datang kerumah mereka,karna dia memintanya untuk datang.
"Apakah Woo Jin tahu?Tanya istrinya
"Aku yakin dia pasti mengatakan hal itu"Jawab Ayah Woo Jin
"Untuk tujuan apa kau memanggilnya kesini?"Tanya Ibu Tiri Woo Jin.


Joo Mi sampai dirumah Woo Jin,ia ragu untuk masuk kedalam.Joo Mi langsung menelpon Woo Jin,namun lagi-lagi ponselnya tidak aktif.
"Apakah Woo Jin tahu kau ada disini?"Tanya ayah Woo Jin
"Aku tidak bisa menghubunginya,tapi aku sudah mengirimkan sms padanya."
"Dia pasti belum membaca pesannya.Kau bilang kau akan pergi ke Resort kami?"
"Ya"Jawab Joo Mi mengangguk
"Ini adalah Voucer untuk resort kami,pergilah bersama keluarga mu!"Seru ayah Woo Jin sekaligus memberikan tiket untuk Joo Mi.Awalnya Joo Mi menolak,ayah Woo Jin memaksa untuk pergi kesana melihat resort mereka,karna ia yakin saat ini adalah musim yang baik untuk pergi kesana.


"Terima kasih"
"Pastikan kau membuat reservarsi sebelum kau pergi"Ujar ayah Woo Jin.
Ibu Tiri Woo Jin datang membawakan teh yang berbeda untuk mereka.Ayah Woo Jin komentar,apakah Ibu akan terus membuatkan teh jika ia menyukai Kopi.Ibu menjawab jika lain kali Joo Mi datang ia akan membuatkan kopi.Joo Mi tersenyum.


Saat hendak minum teh,Joo Mi menerima panggilan dari Woo Jin,ragu-ragu ia mengangkatnya.
"Jawablah,hal itu mungkin panggilan penting"Seru ayah woo Jin.
"Oh Woo Jin"Ujar Joo Mi permisi mengangkat telpon.
Ayah Woo Jin tersenyum senang.


"Aku sedang berada dijalan,jadi cobalah untuk tidak bicara terlalu banyak"Ujar Woo Jin
"Ya."
"Kenapa ia memanggilmu untuk datang?"Tanya Woo Jin.


Joo Mi memberitahukan pada ayah Woo Jin,jika Woo Jin sedang dalam perjalanan menuju rumah,Ayah Woo Jin senang meminta Joo Mi untuk makan malam bersama mereka.
Sesampainya dirumah,Woo Jin bergegas masuk kerumah.Woo Jin tanya pada ayahnya yang membaca koran sendiri diruang Tamu apakah Joo Mi sudah pergi?,ayah mengatakan kalau Joo Mi sedang berada didapur.


Woo Jin bergegas kedapur,ia melihat Joo Mi sedang asyik membuat makan malam bersama ibu Tirinya.
"Ini harus dibuat dengan baik-baik,tidak boleh tipis dan tebal,dan ukurannya harus tepat"Ujar Ibu Tiri Woo Jin memberi tahu
Joo Mi tersenyum mengangguk iya.
"Apakah kau sering memasak dirumah?"Tanya Ibu
"Tidak"Jawab Joo Mi
"Apa yang kalian lakukan disini?"Tanya Woo Jin seraya mendekati Joo Mi.


Ibu menjelaskan jika ayahnya mengajak Joo Mi untuk makan malam bersama,Woo Jin langsung meminta Joo Mi keluar bicara dengannya.Joo Mi mengatakan kalau dia harus menyelesaikan makan malam ini dulu.Woo Jin berkeras untuk mengajaknya keluar.


Ibu kaget,namun langsung meminta Joo Mi membersihkan tangannya dulu.
Woo Jin marah pada Joo Mi,menanyakan kenapa Joo Mi mau makan malam dirumahnya?Joo Mi beralasan karna Woo Jin tidak menjawab smsnya,Joo Mi bilang jika keluarga Woo Jin tidak mencurigai jika Joo Mi adalah pacar bohongan.


Woo Jin menarik Joo Mi menghadap ayahnya.
"Ayah,aku mohon untuk tidak menelponnya lagi,aku dan dia tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan sampai pernikahan.Aku dan Joo Mi merasa ini tekanan,jika kau melakukan hal ini lagi."Ujar Woo Jin
"Apakah kau tidak nyaman dirumah kami?"Tanya ayah Woo Jin
"Tidak,bukan begitu."Jawab Joo Mi.


Woo Jin dengan tegas mengatakan jika dia tidak ingin makan malam bersama hari ini dan akan mengajak Joo Mi segera pulang kerumahnya.
"Dia adalah tamuku,aku menelponnya sendiri.Itu tidak ada hubungannya denganmu"Ujar Ayah Woo Jin marah dengan sikap woo Jin.
Melihat Joo Mi menunduk takut,Ayah Woo Jin membatalkan niatnya untuk makan malam bersamanya,dengan sikap ramah ayah Woo Jin mengatakan mungkin mereka akan malam bersama dihari yang lain,serta mengucapkan terima kasih karna Joo Mi mau datang.


'Terima kasih banyak untuk semua ini,aku akan pergi"Pamit Joo Mi pada ayah dan Ibu Woo Jin.
Woo Jin mendorong Joo Mi keluar rumah bersamanya.


Dengan sikap dingin Woo Jin ,ayah Woo Jin sedikit kesal
Diluar Rumah,Joo Mi heran dengan sikap Woo Jin memperlakukan ayahnya seperti itu.Joo Mi mengatakan jika ayah Woo Jin memanggilnya untuk memberikan tiket Voucher ke Resor karna Joo Mi pernah mengatakan jika ia tidak pernah pergi keResort.Makanya Ayah Woo Jin memberikan itu untuk bisa pergi kesana.


"Ku pikir,dia merasa buruk.Karna aku tidak pernah pergi ke Resor,itulah sebabnya ia menelponku"
"Lain kali,jika ayahku menelpon jangan diangkat.Aku tidak ingin kau terus bermain menjadi pacar palsuku"Ujar Woo Jin


"Apa karna aku tidak bisa membuatmu tersenyum setiap hari?Apakah hal itu begitu sulit buatmu.Aku sudah menjalankan 2 Proyek.Aku tahu kau tidak tersenyum(Tertawa) setelah kau melihat pesan itu"pikir Joo Mi sedih


'Aku tertawa"Jawab Woo Jin kecil
Joo Mi kaget langsung senang dan bertanya benarkah?
"Benarkah?Benarkah anda benar-benar tertawa?"Tanya Joo Mi.
Melihat sikap Joo Mi yang antusias senang mendengar jawaban Woo Jin,Woo Jin pun tersenyum.
"Wow,kau benar-benar tertawa.Lihat jika kau tertawa,kau terlihat lebih baik"Ujar Joo Mi melihat Woo Jin tertawa.


"Bukankah aku sudah membantumu bukan?kau juga harus membantuku!"Seru Joo Mi
"Apa?"Tanya Woo Jin
"Masuk lah kedalam dan katakan pada ayahmu jika kau salah.ayolah,pergilah untuk melakukannya,ayolah!"Pinta Joo Mi lalu mencoba menarik Woo Jin untuk masuk,namun Woo Jin tetap tak bergeming.


"Ada kesalahpahaman tentang ayahmu,pergilah dan katakan jika kau salah!Oke Bye"Pinta Joo Mi kemudian berjalan pergi.


Woo Jin terus menatap kepergian Joo Mi,ia merasa ngeh akan sifat Joo Mi yang begitu ceria.Woo Jin kemudian kembali kedalam rumahnya.
"Maafkan aku,aku tidak tahu alasan kau menelponnya"Ujar Woo Jin meminta maaf
"Apakah kau benar-benar mencintainya?Kau mungkin tidak ingin menikah dengannya,tapi mungkin kau bisa mencintai dia"Seru ayah Woo Jin marah.
"Ya"Jawab Woo Jin
"Pintar dan cantik"Komentar ayah Woo Jin pada Joo Mi.


Woo Jin langsung permisi masuk kekamarnya.
Joo Mi pulang kerumah dengan langkah kaki yang riang,karna ia baru saja mendaptkan Voucer penginapan diResort terkenal milik Woo Jin.


Sementara dirumah Nenek,Joo young sedang bermain bersama putranya.
Keduanya menirukan tarian yang ada ditelevisi,Joo Mi sampai dirumahnya.Ia lalu ikut bergabung bersama Joo Young dan Chan Noh berjoget.
Akhirnya mereka pun selesai bermain,Joo Mi memberikan kabar baik pada keluarganya.Bahwa Joo Mi menerima kupon untuk pergi ke Resor makan dan tinggal disana beberapa hari.Joo Mi juga tak lupa memberi tahu jika Resort yang akan mereka datangi adalah tempat yang sangat hebat.

PokJa langsung mengusulkan untuk pergi besok,Nenek tanya Joo Mi mendapatkan kupon tersebut dari mana.
Malam itu juga,Woo Bin meminta pada ayahnya untuk meminjam Resort miliknya.Ayah Woo bIn tanya kenapa Woo Bin minta dua ruangan,apakah tidak cukup dengan satu ruangan saja.Woo Bin beralasan karna akan ada pemain baru yang menginap disana.


Woo Jin mengatakan jika disana adalah Pelatihan motivasi ,karna dia ingin melihat pemainnya masing-masing.
Joo Mi menanti sahabatnya,Joo Mi meminjam Mobilnya untuk pergi keResort hari itu juga.Temannya tanya apakah mobilnya cukup untuk mereka,karna mobilnya sangat kecil,ia takut Nenek dan Chan Noh merasa tidak nyaman dimobilnya.


Joo Mi bilang tidak apa-apa,karna Chan Noh kecil,ia bisa ditempatkan duduk dibelakang.
Keluarga Joo Young akhirnya mulai pergi menuju Resort Woo Jin.PokJa terlihat begitu mencolok dengan hiasan topinya,Nenek komentar takut topinya menusuk matanya.PokJa mengatakan apakah nenek tidak tahu fashion,karna mereka akan pergi menuju Resort yang hebat.Mereka tertawa riang melihat tingkah PokJa.Chan Noh dan PokJa didalam mobil bernyanyi riang.
Begitu juga dengan Jang Woo Bin,ia hari itu pergi ke Resort bersama teman Kantor serta Pemain sepak bola mereka.
Hanya sayangnya,saat Woo Bin masuk kedalam Resort,Joo Young baru tiba disana.Argh....he he
Joo Young dan keluarganya memiliki satu penginapan.Joo Young bersama keluarganya melihat pemandangan luar Resort.Nenek membuka makanan yang mereka bawa.Joo Young tanya apakah nenek tidak ingin pergi sauna bersama bibi.


Chan Noh tanya apa yang mereka ingin lakukan?,Joo Young mengatakan mereka akan pergi kekolam renang bersama,ia tahu jika Resor juga menyediakan kolam renang untuk anak-anak.
PokJa dan Nenek merasa sangat senang diRuangan sauna.
Sementara itu Joo Young,Joo Mi bersama chan Noh pergi kekolam renang anak-anak dan bermain bersama.
Woo Bin dkk sendiri pergi bermain tenis meja bersama diruang lainnya.
Joo Mi bangun dari tidurnya merasa sakit karna kelelahan berenang terlalu lama.
Malam itu,Joo Young tidak bisa tidur.
Ia lalu memutuskan keluar sebentar mencari udara segar.Begitu juga Woo Bin,ia pergi keluar Resort.
Dengan langkah kaki yang tak begitu jauh,keduanya berjalan keluar Resort.
Joo Young terhenti didepan pemandangan yang cukup indah.
Ia tertegun asyik melihat suasananya disitu.
Tak lama kemudian,Woo Bin sampai disitu.Keduanya saling menatap dengan rasa keterkejutan.





Keduanya menatap,Woo Bin mengenali siapa wanita yang ada dihadapannya,ia berjalan mendekati Joo Young,hingga jarak mereka begitu dekat.


"Bagaimana kau bisa berdiri disini?"Tanya Woo Bin
~~~Bersambung Episode 8~~~

1 komentar:

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.