9.15.2011

Sinopsis Warrior Baek Dong So Episode 5

Sinopsis Warior Baek Dong So Episode 5.


Dong So mengatakan kalau dia tidak ingin melanjutkan belajar menjadi seorang pejuang,jika hanya membunuh teman nya sendiri baginya itu tak lebih dari seorang pembunuh.


DaePo setuju atas keputusan DongSo untuk keluar,Cho Rip menolak melihat Dong So berhenti,ia tidak mau menerima itu,ia meminta Cho Rip memberinya waktu 10 Hari dan dia akan bisa berenang dengan sukses melakukan ujian ulangan itu.
Dong So teringat ucapan SaMo bahwa dirinya harus kuat dan hebat,namun ia tetap melangkah kan kakinya pergi,Yeo Un menjatuhkan batu kecil ketubuh Dong So mengatakan kalau DongSo harus bisa mengalahkan dia dan dia harus bisa lebih baik dari nya.
Dong So yang tidak suka ditantang menatap tajam atas Yeon,Dong So bilang apa kau mampu mengalahkan aku,Yeo Un tersenyum karna ia mampu membuat Dong So tidak pergi.


DaePo tersenyum dan membiarkan tingkah mereka.
Dan latihan pun tiap hari terus berjalan,pelajaran lari jarak jauh,serta latihan keseimbangan badan.
Dong So mencoba untuk tetap bertahan dengan sekuat tenaga menyeimbangkan badannya .
Namun Dong So sudah merasa tidak sanggup lagi,Yeo Un menang darinya.
Kali ini latihan berlari jarak jauh,saat berlari seorang calon pejuang sedikit sesak nafas berlari.
Dong So tanya bagaimana keadaannya,temannya bilang kalau ia merasa baik-baik saja,Dong So pun melanjutkan latihan larinya.Setelah semua sampai ditempat,DaePo mengecek semua anggota dan benar saja Lee Sam telah ditemukan tidak bernyawa.


Dae Po baru tahu kalau sudah tadi malam Lee Sam sakit,dan akibat lari jarak jauh membuatnya kehilangan nafas dan meninggal.Dong So yang melihat itu terkejut.
Saat peletakan makam Lee Sam,Dong So menangis tidak percaya karna sebuah latihan bisa membuat seseorang mati,Dae Po mengatakan kalau pikiran Dong So salah,karna ia telah dianggap mati dalam pembela kebenaran.
Malam itu Dong So menatap tajam Yeo Un yang sedang tidur,Yeo Un mengerti bahwa Dong So mengajaknya bertarung,Cho Rip mengikuti mereka.Yeo Un menang sebanyak 17 kali mengalahkan Dong So.Dong So dibuat tak berdaya,Yeo Un mengatakan pada Cho Rip untuk bilang pada Dong So agar tidak mengalahkannya.
Im Su Ung (Pelatihan Komandan) datang menemui SaMo ia mengabarkan bahwa Pangeran Sado berniat bertemu dengan Dong Su.Meskipun ia sedikit khawatir jika kaum noron mengetahui rencana Pangeran Sado tersebut yang berniat mengunjungi Dong So di Kamp pelatihan pejuang.


SaMo pun tidak setuju jika Pangeran Sado ingin bertemu dengan DongSo,ia merasa aneh kenapa Pangeran Sado seperti orang yang sangat merindukannya,Im Su Ung tanya apakah Dong So berada dikamp pelatihan sudah 1 bulan lebih,SaMo mengingat-ingat dan ia pun sadar kalau Dong So sudah berada disana 1 Bulan.


Su Ung menemui Pangeran Sado untuk memberikan informasi tentang keberadaan Dong So,pangeran Sado benar-benar tetap ingin pergi menemui DongSo.Su Ung bilang bukankah buku tentang ekspedisi perang itu lebih penting,Pangeran Sado mengatakan iya,namun ia mengatakan kalau anak kecil(DongSo) yang berada dikamp pelatihan pejuang tersebut juga berarti baginya,karna dia yang menyelamatkan nyawanya.
Saat Pangeran Sado pergi bersama Su Ung,salah seorang mata-mata dari kaum Noron melihatnya.
Ia lalu melaporkan hal tersebut pada Hong Dae Ju(Komandan pengadilan Negara) yang saat itu sedang bersama Cheon.
Bagi Hong Dae Ju memanfaatkan Cheon untuk membunuh musuhnya akan jauh lebih muda dan tidak bersusah payah untuk hal itu.Cheon pun diminta untuk pergi kekamp pelatihan pejuang untuk melakukan apa yang harus ia lakukan.apa lagi kalau bukan membunuh Pangeran Sado.Cheon Setuju dengan mengatakan kalau Hong Dae Ju mengurusi istana saja,dan dia akan melakukan hal itu.Hong Dae Ju tersenyum senang.
Pangeran Sado sampai disana,ia melakukan tatap muka dengan mengenal satu persatu anggota pelatihan,dimulai dari beberapa anggota dan Yeo Un.Pangeran Sado mengetahui kalau Yeo Un memiliki skill yang tinggi dan ia bisa menjadi calon ahli bela diri dalam usia yang masih muda. 
Saat baek Dong So mengenalkan diri,Pangeran tanya apakah keluarga Dongso masih hidup?DongSo bilang kalau keluarganya sudah meninggal semua dan ia hanya memiliki paman yang perutnya buncit tapi itu tidak terkait dengan hubungan darah.
SaMo yang juga berada dibelakang pangeran Sado yang membatasi tirai selembar kain berdehem kesal,Dong So merasa mengenal suara itu.
Dong So menyelinap dari depan pintu dan berpikir mungkinkah itu SaMo,pintu terbuka dan gubrak suara pintu terdengar keras,SaMo keluar dari situ diikuti rasa terkejut.


Keduanya tersenyum,Dong So tanya bisakah SaMo memberitahu dia siapa yang dipanggil SaMo yang mulia tersebut,apakah itu salah seorang penguasa.SaMo menggertaknya untuk memukul dan mengatakan kalau Dong So lebih baik menutup mulutnya saja,karna ia khawatir DongSo akan membuat masalah.SaMo mengatakan jika DongSo bertemu dengan pria itu lagi maka DongSo harus memanggilnya My Lord.


SaMo memperhatikan keponakannya itu,ia mengatakan kalau dongso sekarang sedikit kurus,mereka kemudian berpelukan.


Ji Seon bertemu dengan ayahnya,ayah Ji Seon(Yu So Gang) memperlihatkan buku tersebut dengan mengatakan kalau besok Pangeran Sado akan datang membawa buku tersebut bersama Ji Seon,ia mengatakan kalau Ji Seon harus pergi ke Bulkbeoljige untuk menjaga keselamatannya.Ji Seon menolak,namun tiba-tiba terdengar suara gaduh diluar,ayah Ji Seon segera menyimpan buku itu kembali kedalam pakaiannya.


Malam itu tempat tinggal Yu So Gang sudah sangat kacau banyak musuh menyelinap masuk dan membunuh satu persatu anak buah Yu So Gang.Rupanya musuh tersebut dipimpin oleh Pendekar In dan Pendekar pedang Hitam Ga Ok.


Yu So Gang menyelinap bersama Ji Seon untuk dapat kabur dari tempatnya,salah seorang anggota pengawal istana mencoba menahan anggota Pendekar In mengejar Yu So Gang,Namun anggota pengawal istana tersebut terluka oleh sabetan pedang Pendekar in,pendekar in meminta padanya untuk memberi tahukan berita ini.


Dua Orang pengawal istana mencoba untuk kabur dari tempat tinggal Yu So Gang,namun Pendekar pedang Ga Ok datang,ia meminta temannya untuk pergi duluan dan membiarkan dirinya melawan pendekar pedang Ga Ok.
Awalnya temannya menolak,karna ia tahu Pendekar pedang Ga Ok juga merupakan anggota dari Hoksa Corong yang berilmu cukup tinggi,namun keadaan mendesak ,Ga Ok mulai melumpuhkan salah satu pengawal istana,Awalnya Ga Ok Tanya apakah pengawal istana itu berharap untuk hidup,pengawal istana tersebut menjawab kalau tidak seorang pun berharap untuk mati.


Namun Ga Ok berubah pikiran untuk tidak membunuh pengawal istana tersebut karna ada pendekar In dibelakangnya,ia tidak ingin kelihat lemah.Dengan satu kali sabetan,Ga Ok membunuh Pengawal istana tersebut dengan mengatakan kalau hari ini pria itu sedang tidak beruntung.


Yu So Gang terluka dalam pelariannya,salah satu pengawal istana yang telah lolos dari Ga Ok membantunya berjalan,Ji Seon mengikutinya.


Malam itu benar-benar menjadi tragedi,dimana Kamp pelatihan Pejuang telah diserbu anggota Cheon,satu persatu para anggota pelatihan pejuang mati .Cho Rip bersama Dong So yang berada diluar melihat hal itu dan mencoba untuk melaporkan segera.Dong So meminta Chorip pergi pada SaMo dan Pangeran SaDo.


Langkah kaki kuda Cheon bersama anggotanya semakin dekat,Yeo Un datang memberi hormat padanya.Cheon akhirnya tahu kalau Yeo Un belajar disini.Cheon Masuk kedalam,bunyi lonceng pertanda bahaya berbunyi sangat keras dimana-mana,masing-masing memberi perlawanan namun satu persatu anggota pelatihan mati.Dae Po meminta SaMo membawa DongSo dan anak-anak pergi,begitu Juga Pangeran Sado ia meminta untuk segera pergi dari tempat ini.DaePo sendiri akan melawan Cheon.


SaMo masuk kedalam kamar teman-teman DongSo.DaePo mulai bertarung mengalahkan anggota Cheon,dan semuanya berakhir dengan sukses.Tinggal Cheon sendiri disitu dengan menatap tajam DaePo.


Dalam Pelarian bersama anak-anak,SaMo mencoba mengalahkan anggota-anggota cheon yang mengekor.
Pertarungan yang tidak lama,dengan mudah Cheon mengalahkan DaePo dan menghunuskan pisau padanya.DongSu berbalik kembali kekamp,ChoRip berteriak memanggilnya,SaMo melihat DongSo kembali kekamp.


Saat DaePo sedang sekarat,Pangeran Sado ingin mencoba membantu DaePo dan mengatakan itu pada Su Ung,Su Ung meminta Pangeran Sado untuk tidak melakukan itu,Pangeran Sado mengatakan kalau hidup adalah berharga untuk semua orang dan dia mengeluarkan pedangnya .Su Ung memegang pedang Pangeran Sado hingga tangannya berdarah,itu artinya Su Ung memohon agar Pangeran Sado tidak melakukannya.


Daepo yang terus mencoba melawan Cheon meski keadaan terdesak dan luka parah mengatakan "Yang mulia,jika aku bisa menunda dengan nyawaku untuk dirimu bisa pergi dari sini,Yang Mulia hidupmu bukan untuk satu orang saja tapi milik semua orang".


Su Ung memberi hormat pada DaePo,Pangeran Sado akhirnya pergi menyetujui permintaan DaePo.DaePo mencoba kembali melawan Cheon,sesaat DaePo terluka parah.
Yeo Un melotot tajam,dan berlalu.
Dong So memanggil nama Yeo Un,dan begitu terbelalak melihat DaePo dihunus dengan pedang tajam oleh Cheon.DongSo mendekatinya,DaePo kesal kenapa Dongso masih berada disini.
"Captain..."Ujar Dong So
DaePo meminta Cheon membiarkan DongSo bebas,Cheon setuju lalu menghunuskan pedangnya pada DaePo,DongSo yang berada dibelakang DaePo mencoba membantu dia dengan takut-takut menghunuskan pedang keperut Cheon.Cheon terluka berdarah,Cheon menatap tajam dengan sangat marah,ia lalu melepaskan pedangnya dari tubuh DaePo.


Cheon melotot tajam menatap DongSo,ia mendekat perlahan-lahan.DongSo mundur ketakutam,Cheon mengatakan kalau DongSo adalah bajingan yang berani meninggalkan luka ditubuhnya.
DaePo yang sudah terkapar ditanah berteriak memanggil DongSu,Cheon mengibaskan pedangnya kearah DongSu,DongSu terluka namun tidak begitu parah karna sebuah kalung giok membantu menahan pedang kelehernya.


DongSu berjalan perlahan,Cheon mendekatinya pelan.Yeo Un yang melihat itu mencoba untuk menghadang Cheon.Cheon menendang Yeo Un,Cheon mendekati Dong So.Nafas Dongso sudah tidak karuan karna ketakutan.Cheon mengatakan "Jika kau ingin membunuh seseorang kau harus membawa pedang mu kearah leher,atau kedalam hatinya..apakah kau mengerti?tidak ada salahnya seperti apa yang kau inginkan ini."


Dan Cheon kemudian menghunuskan pedangnya keperut DongSu,Cheon mengatakan jangan bergerak karna hanya melukai organ vital yang penting saja,ia tanya apakah nama nya adalah DongSu,ia mengatakan kalau Dongsu harus mengingat apa yang ia katakan.


Cheon melepaskan pedang nya dari tubuh Dong Su,ia lalu berbalik menuju DaePo dengan mengatakan jika Pangeran Sado telah pergi maka ia tidak akanmembiarkan DaePo juga pergi.Ia lalu membunuh DaePo.


Dong So teriak"Tidak...tidak..kapten,kapten...tidak!tidak!"melihat itu semua didepan matanya.DongSo menangis dengan ketidak berdayaannya,dengan luka ditubuhnya.ia melihat daePo merentangkan tangannya.


Yeo Un berdiri dari tanahnya,Cheon menatap langit malam.
"Kau benar,kau terlihat cocok seperti seorang pembunuh ,awasi anak itu suatu hari anak itu akan menjadi salah seorang yang melampauimu"Ujar Cheon pada Yeo Un.


Yeo Un menatap DongSo yang pingsan lalu menoleh pada Cheon yang berjalan pergi dengan kudanya.
Yu So Gang,Ji Seon dan salah satu pengawal istana sampai disebuah biara Cheongamsa,seorang biksu membawanya masuk kedalam biara,dan mencabut pisau yang berada dipunggung Yu So Gang.


Ji seon tanya apakah ayahnya baik-baik saja,Biksu tersebut bertanya sebenarnya apa yang terjadi?dan apakah ia baik-baik saja,Ji Seon mengangguk ia.Yu So Gang meminta Ji Seon untuk pergi dari dalam tempat itu sebentar,Ji Seon mengerti,ia tahu bahwa hidup ayahnya tidak bisa terselamatkan.Yu So Gang meminta bantuan Biksu untuk memberinya waktu melakukan sesuatu.
Malam itu Ji Seon diajak ayahnya minum,Ji Seon tanya minuman apa itu? So Gang mengatakan kalau itu untuk hal yang besar,Ji Seon menolak,ayahnya memaksa untuk tetap meminumnya,Ji Seon dengan takut-takut sambil menangis mulai minum arak tersebut,yang membuatnya langsung tertidur lelap.
Malam itu Yu So Gang mulai melakukan sesuatu,ia sebenarnya merasa sedih melakukan hal itu,ia mulai membuka buku Ekspedisi Perang yang dicari-cari selama ini oleh Pangeran Sado dan kaum Noron  lalu menggambarnya ditubuh Ji Seon.
Ia mulai membuat dengan apa yang sama didalam buku tersebut.
Anggota pengawal istana melaporkan huru-hara ditempat Yu So Gang yang mengatakan kalau ia khawatir kalau Yu So Gang sekarang tidak bisa tertolong lagi.
Pelan-pelan putri DaePo bersama bibinya membuka pintu,mereka tersenyum melihat SaMo berada disitu.SaMo melihat DongSu terbaring ditanah dijaga Yeo Un.
Putri DaePo pun keluar dari rumah dan begitu syok melihat kenyataan bahwa ayahnya telah tiada.suara tangis putri DaePo menyayat hati siapapun.


Cheon kembali keHoksa Corong,Pendekar pedang In mengatakan kalau mereka hampir berhasil membunuh semua orang disitu,hanya Yu So gang saja yang tidak ada disana.In mengejek cheon dengan mengatakan kalau Cheon tidak mampu membunuh Pangeran Sado.Dan melihat luka ditubuh Cheon.


Cheon menatap tajam mengatakan kalau In dan Ga Ok harus menjaga diri kalian sendiri.In tertawa mengejek melihat Cheon yang terluka.Ga Ok hanya diam dan menunjukan sedikit khawatir pada Cheon.
In sendiri bertanya-tanya siapakah orang tersebut yang mampu melukai cheon.
Dong Su yang baru sadar keluar dari kamp,Dong So menangis melihat kapten sekaligus pamannya DaePo terbaring tidak berdaya.
"Apakah ini yang dimaksud dengan kematian yang mulia,didunia initidak ada sesuatu yang namanya kematian yang mulia!kapten....!"Tangis Dongso begitu kuat.
SaMo mengatakan kalau mereka akan segera pergi setelah memakamkan semua anggota pejuang juga DaePo.
Ji Seon terbangun dan begitu kaget bahwa tubuhnya dalam keadan terbuka ,dan begitu kagetnya melihat gambar yang berada dibelakang punggungnya.
Dengan tangan gemetar Ji Seon meraba gambar tersebut yang melekat erat seperti sebuah tato,Ji Seon gemetar dan mencoba membangunkan ayahnya.
"Ayah...ayah...ayah..."Ujar Ji seon,namun ayahnya tidak bisa bangun untuk selamanya.Ji Seon menangis.
Didepan ruangan biara tersebut biksu membaca do'a .
Dong So terus menangisi kematian DaePo,SaMo mengatakan sudah cukup dan meminta DongSo berdiri.
Setelah menguburkan DaePo dkk,anggota pelatihan dan Juga SaMo berjalan pergi.
Dijalan Dong So mengatakan pada SaMo,bahwa dirinya akan menjadi lebih kuat.


Su Ung kembali ketempat kamp dan dia melihat sebuah anak panah yang menempel secarik kertas bertuliskan bahwa DaePo sudah tenang disana,dan dia akan yang akan mengambil alih mengajari calon anggota pejuang, mereka akan pergi ke perbatasan Hanyang.
Dan Pangeran Sado menemukan Ji Seon yang sedang menangisi ayahnya.
anak-anak yang dibina DaePo kini mulai berlatih keras dibawah asuhan SaMo,
Hingga semuanya mulai beranjak dewasa....mereka terus berlatih..
Dan Yeo Un tumbuh menjadi ksatria yang tampan ^_^
SaMo memanggil Dong So yang bertingkah nakal tidak mengikutinya berlatih...
DongSo yang saat itu sedang tidak mampu menjaga keseimbangan tercebur kesungai.
Kini Ji Seon yang berada dilingkungan istana telah tumbuh menjadi gadis yang cantik (aih namun kok Ji Seon nyan kuyus ya...???).
Ia telah belajar memanah dengan baik dari Pangeran Sado.
Dan Gwang Taek semakin mengasah ilmunya serta menungkan ilmu yang ia pelajari kedalam buku.




Saat latihan memanah ,lagi-lagi Yeo Un dengan sempurna melakukannya,begitu juga dengan ChoRip dan kawan-kawan.Namun Dong So melakukannya dengan baik tapi tepat disasaran vital .semua tertawa melihat tingkah DongSo
Su Ung datang menemui SaMo ,mereka semua menyamar sebagai tukang daging dan pembeli.Su Ung memberi informasi pada SaMo kalau anak asuhannya akan mengawal Ji Seon keluar istana.
Yeo Un yang berwajah tampan nyaris dikagumi setiap wanita yang melihatnya.
Begitu juga putri DaePo yang kini tumbuh menjadi gadis yang cantik,dan bibi yang menyukai SaMo.Bagaimana kisah selanjutnya??? zzz,,,,,,,,Bersambung.


Komentar : Sebenarnya Sinopsis Warior Baek Dong So Episode 5 ini aku mau gabung dengan episode 6,tapi lagi-lagi sudah malas...gini deh...bersambung dulu ya...^_**

2 komentar:

  1. makasi udah ngepost sinopnya warrior baek dong soo.. :)
    oya, mbak, tolong dong lanjutin sinopnya princess's man :) :D

    BalasHapus
  2. he he...,
    tp bukannya riery ngepost juga princess man nya...?gmn klo mbak aja yang baca ditempat riery??

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-