9.13.2011

Sinopsis Warrior Baek Dong So Episode 3 dan 4

Dong Su meminta JinJu segera keluar dari tempat yang sedang terbakar tersebut,JinJu menolak karna ia khawatir pada Dong So yang sedang kesulitan mencoba menahan peyanggah gubuk yang jatuh dan terbakar.Dong So kesal meminta JinJu segera keluar.SaMo yang mendengar kejadian tersebut langsung masuk kegubuk yang terbakar,SaMo meminta DongSu membawa Jinju keluar dari tempat tersebut.

Api semakin kencang membakar gubuk,dan SaMo pun tak kunjung keluar.DongSo menangis sekencang-kencangnya menyebut nama SaMo.Sa Mo pun rupanya keluar dari tempat tersebut,DongSu memeluk SaMo dengan kuat sambil menangis,DongSo kesal pada SaMo kenapa dia tidak keluar dengan cepat,karna bagi DongSo ada dua yang ia pikirkan didunia ini,yang pertama ia khawatir jika SaMo mati,dan yang kedua ia takut jika tak seorang pun ada disekitarnya.Jadi dia meminta pada SaMO untuk tidak meninggalkan nya sendiri.

Rupanya kebakaran tersebut membuat tangan DongSo sedikit lebih mudah digerakan,karna menahan beban yang berat dan terbakar saat didalam gubuk tadi membuat tangan DongSo bisa digerakan dengan  baik,Dong So merasa senang dengan keadaannya,ia berlari kesekitar tempat tinggalnya.

Yeo Un mulai sadar dari pingsannya,saat ia bangun ia sudah berada diHoksa Corong,rupanya Cheon membawanya pulang.Yeo Un menemui Cheon,Cheon mengatakan kalau ayahnya sudah mati,Yeo Un kaget dan tanya siapa yang melakukannya,Cheon bilang setelah waktunya Yeo Un pasti akan tahu.Sebenarnya aku masih bingung disini,Yeo Un hilang ingatannya tentang kejadian tersebut ataukah ia pura-pura melupakan hal itu..?
Sekarang menceritakan tentang seorang Gadis yang nantinya akan disukai oleh dua Pria dalam Cerita ini,Baek Dong So dan Yeo Un.dia adalah Yeo Ji Seon.Ji Seon sendiri adalah keturunan dari seorang kakek yang juga sebagai pengawal Kerajaan,Buku Ekspedisi Perang Utara yang merupakan salah satu rahasia terbesar kerajaan berada ditangan ayahnya,hal itu dikarenakan keluarganya dan keluarga kerajaan sepakat menjaganya bersama.

Dan suatu lempengan yang terbagi adalah salah satu bukti persetujuan itu,dan dimiliki oleh ayah Ji Seon,yang turun temurun berada dikeluarganya,dan Ayah Ji Seon mewariskan hal itu pada Ji Seon.Ini adalah Takdir Ji Seon untuk melindungi Buku Ekspedisi Perang Korea utara tersebut.

Sementara itu Pangeran Sado sendiri tengah mencari keberadaan buku tersebut serta bukti lempengan bagian persetujuan itu.

SaMo bertemu DaePo ,Dae Po sendiri telah menjadi ketua dari tempat pelatihan prajurit pengawal kerajaan,sedangkan Gwang Taek ia berada dibiara untuk terus belajar bela diri serta membuat sebuah buku tentang bela diri yang ia pelajari dan kuasai.
Saat SaMo pulang kerumah,SaMo melihat DongSo sedang mencoba belajar bela diri,SaMo pun mengajukan gagasannya untuk DongSo belajar dikamp pelatihan prajurit.
SaMo membawa Dongso ketempat pemakaman ayahnya,SaMo bilang DongSo kelak harus mengembalikan nama baik keluarganya untuk itu ia harus berjuang.

DongSo menghajar ketua kelompok dari teman-temannya yang sering usil padanya,ia terus-terusan menghajar pemimpinnya tanpa ampun,Jin Ju hanya melihat hal itu saja,karna kalah Pemimpinnya meminta DongSo untuk berhenti menghajarnya,ia mengatakan kalau dirinya kalah dan DongSo mulai menjadi ketua dari mereka.

SaMo pergi menemui ChoSang,didepan rumahnya ia hanya melihat YeoUn disitu,Yeo Un membawa SaMo menuju kuburan ayahnya,SaMo menangis melihat sahabatnya meninggal.SaMo tanya siapa pembunuhnya,Yeo Un hanya menunjukan selembar kain hitam berlambangkan Hoksa Corong,SaMo mengerti karna ia tahu siapa pemimpin Hoksa Corong.SaMo Mengatakan pada Yeo Un kalau ia akan membawa Yeo Un pulang kerumah dan menjaganya.

SaMo sampai dirumahnya,melihat Dong So sedang bermain bersama teman-temannya,SaMo membawa Yeo Un juga.Saat dirumah SaMo tanya kenapa DongSo terus menerus bermain dan tidak belajar,Dong So bilang kalau temannya CheoSak juga tidak belajar,SaMo langsung memukuli kepalanya dengan tongkat.Yeo Un tersenyum melihat itu,SaMo memperkenalkan Yeo Un pada Dong So,bahwa Yeo Un adalah kawannya.

Yeo Un berlatih sendiri,didepan rumah Dong So dan SaMo melihat itu,SaMo menepuk bahu DongSo dan masuk kedalam.Paginya, dihadapan teman-temannya,DongSo yang sedikit menyombongkan diri dihadapan Yeo Un mencoba mengejeknya dan mengajaknya berkelahi karna dirinya adalah pimpinan kelompok dari teman-teman sebayanya,Yeo Un tersenyum dan dengan mudah mengalahkan DongSo hingga jatuh.Dongso mencoba bangun dan melepaskan semua bambu yang ada didirinya,ia lalu menendang Yeo Un,namun Yeo Un lebih dulu melakukannya,dan membuat DongSo mengaduh kesakitan.

SaMo datang ketempat tersebut,dan memukul Dongso.Dong So menahan kesal karna dipermalukan dihadapan teman-temannya juga jinju.Malam itu DongSo tidak dapat tidur nyenyak,Yeo Un yang tidur disampingnya tahu perasaan Dong So yang sedang kesal.

Pagi itu DongSo mengajak YeoUn keluar,DongSo bilang kalau dia ingin mengajak Yeo Un bertarung diluar desa,rupanya DongSo telah memasang jebakan untuk Yeo Un.Yeo Un tahu hal itu,ia lalu membalikan jebakan tersebut dan membuat DongSo sendiri yang terkena hal itu,Dong So terikat tali dengan kaki diatas dan kepalanya dibawah,ia meminta bantuan Yeo Un untuk melepaskannya,Yeo Un tidak mau dan meninggalkan DongSo sendirian disitu.

Ditempat yang sama tak jauh dari Dong So yang sedang terikat,JiSeon sedang melamunkan ucapan ayahnya yang mengatakan dirinya telah ditakdirkan menjaga Buku perang Ekspedisi Korea tersebut,Dong So meminta bantuan Ji Seon untuk lepas dari situ,namun Ji Seon acuh tak acuh dan pergi begitu saja meninggalkan DongSo seperti itu.

Dipasar SaMo bertemu dengan Dae Po,Dae Po akhirnya tahu kalau sahabatnya Cho Sung telah meninggal,dan keberadaan Gwang Taek sekarang tidak diketahui.Dae Po pergi mengunjungi makam Cho Sang,sambil menangis mengingat bahwa sahabatnya dulu sangat gila dengan minum-minum.

SaMo mulai mengajarkan DongSo menjaga keseimbangan tubuh,ia memulai dari DongSo menahan tangannya sambil memegang beban berat yaitu ember air dikanan dan kiri tangan.DongSo merasa lelah meminta SaMo mengehentikan itu karna sudah 2jam lebih ia melakukan hal tsb,semua teman-teman DongSo tersenyum melihat hal itu,Yeo Un berlatih bela diri tak jauh dari DongSo berlatih.SaMo menceritakan bahwa saat ia masih muda,ia memiliki Grup untuk hidup dan mati bersama,Mereka adalah Gwang Taek,Baek Sa Goeng ,Cho Sang,Dae Po dan dirinya,meskipun kelimanya berbeda dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk merubah dunia dan sebagian telah pergi,Jadi SaMo berharap kalau Yeo Un dan Dong So bisa akur,karna ayah mereka juga sama-sama bersahabat.

Hwang Jin Ji datang menemui SaMo mengatakan kalau besok pagi dirinya dan putrinya Hwang Jin Ju akan segera pulang kembali kerumahnya,Yeo Un menyatakan kalau dirinya ingin berteman dengan DongSo karna ayah mereka keduanya datang sebagai sahabat baik,Dong So hanya diam saja.JinJu datang dan mengatakan kalau keduanya kelak akan datang sebagai sahabat.

Hwang Jin Ji keluar dari rumah,JinJu tanya kapan ayahnya datang,JinJu rupanya diberi tahu kalau esok ia akan bergegas ikut kembali pulang kerumah mereka.
Diistana penjara,salah satu ksatria pedang aliran hitam didalam penjara akan mulai dikeluarkan dan dia akan dijadikan mata-mata oleh pemimpin Noron,Pemimpin Noron menemui Cheon untuk bekerjasama mencari Buku ekspedisi perang tersebut.

Dong So sedikit merasa sedih,karna besok Jin Ju yang sudah mulai bersahabat dekat dengannya akan kembali pulang kerumahnya,Dong So mencoba menutupi perasaannya itu.
Hari itu juga Dong Su dan kawan-kawan bersama Jin Ju mencoba mencari makanan bersama,JinJu terus saja mengikuti Dong So secara diam-diam dari Belakang,saat itu Dong So lelah dan beristriahat disuatu tempat,JinJu yang duduk juga disitu berdiri dan mendekati sumur yang dalam,ia melihat sumur tersebut berisikan ikan ,Dong So tertarik melihat hal itu,namun segera naik keatas atap rumah,JinJu mengikutinya,DongSo melihat seorang wanita yang sedang berjalan,JinJu tanya apakah dia seorang yang Dong So kenal,Dong So Bilang tidak.

Yeo Un mendatangi makam ayahnya dan kembali pergi dengan membawa sebuah senjata yang dulu pernah membunuh ayahnya sendiri.Dong So dan JinJu bertemu teman-temannya dan mereka mengumpulkan semua makanan yang mereka peroleh,namun tiba-tiba Pangeran dan seorang pengawalnya yang lewat dengan menunggang kuda tanpa sengaja menjatuhkan makanan tersebut ketanah.Dong So berlari mengejar mereka.Akhirnya DongSo bisa menghadang kedua pria tersebut,Pengawal Pangeran tanya siapakah Dongso,Dong So bilang ia ingin keduanya mengucapkan minta maaf,lagi-lagi Dong So mengatakan kalau didunia ini dia takut memikirkan kalau tidak bisa makan dan perut lapar sampai menyentuh belakang...,dan menurut DongSo dimata pria itu mungkin dirinya semuanya adalah sampah,tetapi untuk kita itu adalah makanan,Dongso meminta kerugian atas makanan nya yang jatuh senilai 1 teal,Pengawal Pangeran mengatakan kalau harga seperti itu dengan membeli nasi dan sup hanya sebesar 5 Koin saja,Pangeran yang terkesima dengan sikap pemberani Baek Dong So pun kemudian tanya siapakah namanya,Pengawal Pangeran mengatakan kalau mereka harus segera berangkat agar tidak terlambat.Pangeran mengatakan kalau sepertinya ia sudah bertemu dengan Dongso sebelumnya,Pangeran memberikan uang tersebut.

Pangeran dan Pengawalnya masuk kesuatu rumah,rupanya pendekar Dae Ung sudah berada disana bersama anak buahnya,keduanya mencoba melawan serangan dari pihak Dae Ung,namun karna kalah tenaga,

Dipasar Baek Dong So bertemu Ji Seon,ia mencoba menunjuk JiSeon seperti pernah bertemu,JinJu yang cemburu menarik Dong So dari situ,Ji Seon melihat itu lalu kembali berjalan pergi.Yeo Un yang pergi kemakam ayahnya kembali kepasar dengan membawa pedang Tombak milik ayahnya untuk dijual,saat itu Ji Seon yang sedang berjalan tanpa sengaja hendak terjatuh karna diserempet seorang pria,untunglah Yeo Un membantunya.Ini adalah awal pertemuan Yeo Un dengan Ji Seon.

Ji Seon akhirnya sadar kalau dirinya kehilangan tas,Yeo Un segera berlari mengejar pria itu,Dong So yang berada disitu ikut mengejar pria pencuri tas Ji Seon,Jin Ju hanya melihat Dong So mengejarnya,dan saat Yeo Un dan Dong So sama-sam menghadang pencuri tersebut,Dong So sebenarnya takut melihat pria tersebut menodongkan pisau pada mereka.Dari kejauhan JinJu segera membantu dengan menembakan busur panah kepada Pria pencuri.Pria pencuri tersebut jatuh kesungai.

Dong So mengembalikan tas milik Ji Seon,Ji Seon mengucapkan terima kasih.Diam-diam Dong So tersenyum sendiri dan saat melihat gelang milik Ji Seon jatuh,ia pun mengambilnya,Jin Ju yang sedari tadi melihat itu semua merasa cemburu,ia melototkan matanya pada Dong So.

Diperjalanan ayah JinJu telah menanti untuk berangkat pulang,Dong So ,Sa Mo dan kawan-kawannya mengantarkan JinJu sampai didepan halaman,Saat berpamitan dengan Dong So,Jinju mengatakan kalau dimasa depan saat mereka telah tumbuh dewasa,JinJu bertanya bisakah Dong So menikah dengannya?,Dong So kaget,JinJu menunduk sedikit karna malu,Dong So bilang apakah dia gila akan menikah dengan wanita kuat dan bandel seperti JinJu,JinJu membalas ucapan DongSo dengan mencium pipinya,Dongso memegang pipinya,JinJu berlari mendekati ayahnya,JinJi mengatakan kalau JinJu bagus,Jinju memerah karna malu dan beranjak duluan .

Sementara itu Pangeran Sado dan Pengawalnya masih bertarung melawan Dae Ung dan kelompoknya,Dong So yang berjalan mendekati kuda milik Pangeran,mendengar pertarungan tersebut,ia diam-diam mengintip ,rupanya Pangeran Sado dalam keadaan terdesak,Dae Ung segera ingin menghabisinya,Dong So turun dari atas rumah,Dae Ung tanya siapa DongSo.Dong So bilang kalau ia tak sengaja melewati tempat tersebut,Pangeran Sado meminta Dae Ung untuk tidak membunuh Dong So,karna ia hanya anak kecil yang tidak bersalah.

Dae Ung bilang kalau setelah Pangeran Sado dihabisnya,maka ia selanjutnya akan menghabisi DongSo,Dongso menyiramkan air kesekeliling sumur yang tadi dan mengatakan pada Pangeran Sado untuk ikut masuk kedalam sumur,DongSo telah terjun duluan kedalam sumur tersebut,Dae Ung pikir kalau DongSo adalah anak kecil yang bertingkah gila hingga masuk kedalam sumur,sebuah panah dari komplotan Dae Ung mengenai tubuh Pangeran,dan Dae Ung menyerang Pangeran Sado dengan pedangnya membuat tubuh pangeran Sado Limbung dan jatuh kedalam sumur tersebut,Pengawal Pangeran sado yang ditahan hanya mampu melihat Pangeran Sado jatuh kedalam sumur.

Didalam sumur,Dong So memberikan nafas melalui botol bekas air yang dibuangnya tersebut,Dae Ung tertawa senang ,ia pun membakar sumur tersebut dengan api yang berkobar.Pengawal Pangeran sado dibebaskan agar memberi kabar keistana.

Dong So rupanya hanyut disungai,rupanya sumur yang ia masuk bersama Pangeran sado tersebut memiliki celah menuju sungai ,hal itu ia pastikan karna ada banyak ikan yang tinggal disitu.

Pendekar Dae Ung pulang dengan mengabarkan kematian pangeran sado pada Cheon dan ketua noron.
Dong So pulang kerumah malam hari,SaMo memukulinya karna marah kenapa begitu malam baru pulang,Dong So mengadu kesakitan,ia mengatakan kalau ia baru saja membantu seseorang untuk menyelamatkan nyawanya.

Diistana,kasak kusuk berita kematian Pangeran sado sudah terdengar,Pagi itu Raja masih menanti kepulangan Pangeran Sado.Kaum Noron sudah berbisik-bisik mengatakan kalau sampai sekarang Pangeran Sado belum kembali.Rupanya Pangeran Sado telah kembali,saat ia terapung dan tinggal disungai salah satu anak buah Pangeran sado menemukan dirinya.

Namun Agar tidak diketahui pihak istana ,bahwa Pangeran Sado keluar dari istana dan menyamar sebagai rakyat biasa ia mencoba menembakan busur panah tepat kesasaran.
Tubuh Pangeran Sado memang masih luka,namun ia terpikirkan untuk mengucapkan terima kasih pada anak kecil yang membantunya.
Dong So dan Yeo Un yang makan bersama Sa Mo bertemu dengan perdana mentri Pangeran Sado,ia menceritakan kalau Dong So telah menyelamatkan jiwa pangeran sado.SaMo merasa tidak yakin mungkin saja bukan DongSo yang melakukan hal itu,Dong So menceritakan tentang alasannya terjun kedalam sumur dan menghubungkannya dengan sungai kecil yang berada dekat disitu.Dan Saat perdana mentri menceritakan perihal sebenarnya kenapa Pangeran Sado dan dirinya keluar dari istana adalah dalam rangka mencari salah satu bukti persetujuan dan Buku Ekspedisi perang korea,menghubungkan hal itu Dong So terpikirkan dengan salah satu rumah saat ia mengikuti JiSeon.

SaMo terkager-kaget DongSo begitu pintar mengetahui hal itu,mereka pun menuju tempat tersebut.Dan Perdana mentri mengucapkan terima kasih.Yeo Un kembali kepasar dan membeli sebuah pedang untuknya,Setelah perjalanan cukup jauh menuju kamp pelatihan Prajurit,Dong So merasa lelah,Yeo Un tersenyum melihat tingkah Dong So,SaMo mengatakan DongSo harus tetap kuat.
Akhirnya mereka pun sampai dikamp prajurit,Dong So dan Yeo Un berpisah dengan SaMo,Dongso menangis karna baru kali ini ia harus berpisah dengan SaMo,SaMo menitipkan keduanya pada DaePo.Dikamp,seorang Wanita tukang memasak merasa senang bertemu dengan SaMo,wanita tersebut sangat menyukai SaMo.
Saat Yeo Un,Dong So makan bersama para calon prajurit,ia bertemu dengan Yang Cho Rip.
Disitu ia pun bertemu dengan Putri DaePo.

Baek Dong So yang sedari dulu selalu ingin mengalahkan Yeo Un ,dikamp ia terus saja mencoba.Namun lagi-lagi Dong So kalah melawan Yeo Un.

Dalam latihan pertama saat mereka berlari menyusuri bukit dan kembali ,sifat kemanusiaan DongSo selalu timbul,ia mencoba membantu Cho Rip untuk bisa melewati latihan pertama tersebut.

Pangeran Sado menemui Ayah Ji Seon untuk membicarakan masalah Buku Ekspedisi perang Korea,Ayah Ji Seon meminta pada Pangeran Sado untuk membawa putrinya keistana agar dia bisa terlindungi dari suatu marabahaya.Mata-mata Noron yang mengikuti Pangeran Sado akhirnya mengetahui siapa pemilik Buku eskpedisi Perang Korea tersebut,dan membuat rencana besar.

Dan Latihan kedua pada Kamp pelatihan prajurit adalah Berenang,Yang Cho Rip yang sama sekali tidak memiliki kemampuan berenang sama sekali tidak mau melakukannya,DongSo terus menarik tangannya untuk masuk kedalam sungai.Sungai tersebut amatlah dalam dan besar,Yeo Un lagi-lagi menjadi nomer satu sampai dan kembali ketempat semula,Dong So yang lebih mendahului persahabatan ketimbang menang atau kalah terus mencoba mengajak Yang Cho Rip sampai bersama,Cho Rip yang tidak kuat lagi berada disungai hampir saja tenggelam meminta tolong,Dong So membawanya berenang perlahan dengan sekuat tenaganya.

Melihat semua telah sampai dan Dong So belum menepi dari sungai membuat Yeo Un sedikit khawatir,ia ingin kembali berenang kedalam.Namun ia tidak melakukannya,karna Dong So telah muncul dengan membawa Yang Cho Rip bersamanya.

Dae Po mengatakan kalau Cho Rip sudah tereleminasi karna baginya bukankah lebih baik mati,Dong So dengan nafas yang masih tersengal sengal mengatakan kalau jika ingin mati kenapa susah-susah melakukan hal itu.DaePo marah mengatakan kalau Dong So mengaggap latihan tersebut adalah permainan karna ini adalah Kamp Pejuang.Dong So bangun dengan mengatakan kalau ia ingin menjadi pejuang dengan meninggalkan teman baiknya mati,lebih baik ia tidak ingin menjadi pejuang.

Dae Po tanya maksud Dong So,Dong So bilang jika untuk menjadi pejuang dengan membunuh teman sendiri apakah itu tidak jauh berbeda dengan seorang pembunuh?pembunuh...pembunuh...

Yeo Un menoleh mendengar apa yang diucapkan DongSo pada Dae Po.
Dong So bilang jika ia belajar menjadi pejuang seperti ini,dia tidak ingin melanjutkan belajar .

Komentar : Kata-kata terakhir yang diucapkan Baek Dong So pada DaePon inilah yang diepisode akhir akan menjadi ingatan Yeo Un.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.