9.13.2011

Sinopsis Singkat Warrior Baek Dongso Episode 1 dan 2

Drama Saeguk yang asli keren buat ditonton,awalnya sangat berniat ingin membuat Sinopsis ini,tapi karna selalu kebentur waktu yang tidak bisa ditawar-tawar,akhirnya aku hanya bisa menonton nya sendiri...he he....(kalian juga nonton kan?).

Aku pernah buat ulasan sedikit pemainnya disini serta picturenya disini
Episode 1
Warior Baek Dongso menceritakan dua orang pejuang yang sedari kecil telah ditakdirkan untuk menjadi pendekar pedang dan keduanya telah belajar seni bela diri korea,jepang,dan cina dizaman Chosun.
Berawal dari Pangeran sado yang ingin membuktikan bahwa ia memiliki kekuatan sebagai putra mahkota demi menjaga perdamaian serta kebenaran dan menghapus ketidak adilan ia menghancurkan monumen Samjeondo menjadi dua bagian.Terang saja ditambah Pangeran Sado menantang kaum Noron yang menolak atas keinginannya.Kaum Noron diam-diam berkomplot dengan Dinasti Qing untuk menyingkirkan putra mahkota sado.
Raja yang merupakan ayah Pangeran Sado mengetahui hal itu,mencoba melindungi dan menjaga kedudukannya,ia dan para anggota resmi militer lainnya sepakat menjadikan Baek Sa Goeng menjadi kambing hitam atas semua masalah ini.Dengan klaim bahwa semua ini adalah siasat Baek Sa Goeng,tentu saja Baek Sa Goeng pasrah menerima keputusan ini meskipun taruhan nyawa sebagai bentuk patriotik nya kepada Pangeran Sado yang dianggapnya dijalan yang benar.Akhir kematian Baek Sa Goeng dicap sebagai orang kriminal dan semua keluarganya tidak diperbolehkan hidup serta 3generasi Baek Sa Goeng dianggap penghianat.

Sebelum eksekusi dimulai,Baek Sa Goeng yang mempunyai sahabat dekat bernama Kim Gwang Taek menitipkan pesan untuk menjaga istri dan anak yang masih ada dalam kandungan istrinya.Kim Gwang Taek sebenarnya menolak untuk Baek Sae Gong menerima hukuman penggal tersebut,namun demi sebuah loyalitas melindungi Pangeran Sado,mau tak mau mereka harus menerimanya.

Kim Gwang Taek telah mencoba melindungi istri Baek Sa Gong dari pengejaran prajurit,dalam pelarian Istri Baek Sa Goeng yang sudah mengandung selama 10 Bulan pun melahirkan,dan sesaat setelah melahirkan istri Baek Sa Gong pun meninggal.Tak lama kemudian Gwang Taek ditangkap.Raja memerintahkan untuk membebaskan Kim Gwang Taek dari hukuman karna jasanya terhadap negara,tetapi Raja tetap memberikan hukuman pada Bayi Baek Sa Goeng.
Baek Dong So kecil pun mulai dieksekusi mati dengan dijatuhkan kedalam air mendidih,tangis Baek Dong So membuat miris Gwang taek,ia teringat pesan sahabatnya Baek Sa Goeng untuk menjaga keluarganya.Gwang Taek Memohon pada Raja untuk membebaskan Baek Dong So kecil dari hukuman dan sebagai penggantinya ia rela kehilangan satu tangan miliknya.
Dijelaskan juga pada Episode 1,bahwa Kim Gwang Taek mempunyai sahabat sekaligus rival yaitu ketua sekaligus pemimpin Kelompok Hoksa Chorong yang bernama Cheon,ia terkenal kuat dan nyaris kejam terhadap siapapun.

Setelah Baek Sa Gong dimakamkan,Pangeran sado menangis dipusaranya meminta maaf atas semua ini didepan sahabat-sahabat Baek sa Goeng.

Episode 2

Kesatria Pedang beraliran hitam yang diketuai oleh Cheon sendiri memiliki anggota yang sama hebatnya,
Pendekar pedang Pria bernama Dae Ung yang kejam,ia tak segan-segan membunuh orang tanpa ampun,kegemarannya menjilati pedangnya yang penuh darah,namun Dae Ung terlalu sombong atas beladiri yang ia miliki dan terkadang menyulitkannya.

DiHoksa Corong hanya ada satu wanita yang mampu duduk disinggasana tempat Cheon berada,dia adalah Pendekar pedang Ga Ok,seorang wanita yang sangat dicintai Cheon dari dalam hatinya,meskipun Ga Ok sama sekali tidak memiliki perasaan untuk itu semua,ia hanya mencintai Gwang Taek dalam hatinya,namun semua perasaan yang dimilikinya harus dia kubur dalam-dalam,karna tidak ada pilihan baginya untuk bisa bersama Gwang Taek.

Diepisode kedua,setelah eksekusi usai dan Ibu Baek Dong So telah tiada,Gwang Taek yang selama ini selalu bersama Sa Mo serta Dae Po juga sahabat dekatnya memutuskan berpisah dan akan bertemu setelah Dong So dewasa diCho Sang,Baek Dong So dibawa oleh Gwang Taek berjalan tanpa arah menuju hutan.Cheon yang telah menerima berita tentang Gwang Taek kehilangan salah satu tangannya rupanya telah menantinya dihutan.Cheon mengatakan pada Gwang Taek kalau dia terlalu keras kepala,dan ia selalu berharap bisa menantang duel pada Gwang Taek.


Namun Gwang Taek saat itu sedang tidak berkeinginan untuk duel ,Cheon yang iba melihat kondisi rivalnya sekarang membiarkannya pergi,namun ia mengingatkan kalau Pendekar Pedang Dae Ung yang juga sahabatnya telah menunggunya,Gwang Taek sendiri sebelumnya telah menolah perintah Hong Dae Ju (ketua Noron) yang memintanya menghabisi Gwang Taek dan Baek Dong So kecil.


Tak lama kemudian Pendekar Pedang Dae Ung sudah menghadang jalan Gwang Taek,ia dan anak buahnya mencoba mengalahkan Gwang Taek.Bagi Dae Ung,Gwang Taek tidak akan memiliki perlawanan yang kuat sekarang karna ia telah kehilangan salah satu tangannya.Namun Gwang Taek tetaplah pendekar Pedang yang hebat yang dijuluki Pendekar pedang suci,ia mampu dengan mudah mengalahkan semua anggota Dae Ung.


Diperjalanan Dae Po melihat sahabatnya Cho Sang yang sedang dikeroyok masal,Dae Po pun mencoba menyelamatkan Cho Sang yang tidak berdaya.Bukan tanpa alasan orang-orang disana menghajar Cho Sung,karna Cho Sung tidak mampu membayar uang yang ia pinjam,Dae Po mengeluarkan uang dari kantungnya dan memberikan bayaran atas hutang Cho Sang pada mereka.
Dae Po pun menceritakan kalau salah satu sahabat mereka Gwang Taek telah kehilangan tangannya dan Baek Sa Goeng telah meninggal,ia meminta Cho Sang yang peminum untuk berhenti minum.Hari-hari Cho Sang selalu dengan mabuk,Saat istri Cho Sang yang baru saja melahirkan,Cho Sang telah berniat membunuh Putranya sendiri bernama Yeo Un.
Cho Sang tahu bahwa kelahiran putranya itu telah ditakdirkan sebagai Pembunuh bintang besar.Ia berniat membunuh Yeo Un agar tragedi itu benar-benar tidak terjadi.
Namun takdir berkata lain,Yeo Un tetap hidup saat itu pada Malam buta sesaat Cho Sung mencoba membunuh putranya,Istri Cho Sung mencoba menyelamatkan nyawa putranya.


Melihat kematian istrinya sendiri yang ia lakukan membuat Cho Sung Syok,ia terpukul keras hingga membiarkan Yeo Un mulai tumbuh besar.


Saat perjalanan Gwang Taek dihutan,Gwang Taek mencoba beristirahat disuatu tempat yang cukup aman letaknya didekat sungai yang memiliki goa,rupanya Pendekar Pedang Jin Ju lah yang membantunya melarikan diri dari kejaran anggotanya.
Malam itu Gwang Taek bermalam bersama Ga Ok layaknya hubungan suami istri,Namun malam itu Juga Ga Ok pergi meninggalkan Gwang Taek dan kembali keHoksa Corong.


Rupanya Pendekar Pedang Dae Ung masih saja melakukan pengejaran bersama anak buahnya,ia menyusuri hutan mencari keberadaan Gwang Taek,Gwang Taek tahu hal itu,ia pun sengaja meninggalkan Baek Dong So didalam gua untuk bisa menghadapi Dae Ung didalam hutan,Saat itu Hwang Jin Gi yang sedang berada didalam hutan melihat seorang bayi berada didalam gua yang sedang dalam bahaya,seekor anjing mencoba mendekatinya.


Hwang Jin Gi kemudian membawa Baek Dong So kecil pergi menuju suatu tempat,ia memberikan Baek Dong So kecil pada Sa Mo,Sa Mo menanyakan apakah Jin Gi hanya menemukan bayi saja disitu,Jin Gi mengatakan ia,Sa Mo pikir kalau Gwang Taek telah mati.


Sementara itu setelah Gwang Taek usai berduel dengan anak-anak buah dari Pendekar Pedang Dae Ung,Gwang Taek kembali kegua tersebut untuk menemui Baek Dong So,namun ia tidak menemukannya,Gwang Taek berjalan menuju kota mencari keberadaan Baek Dong So,dan ia pun mengembara lamanya dan Gwang Taek mulai menetap disuatu Biara.


Baek Dong So pun mulai tumbuh dewasa,ia lahir setelah 10 Bulan dalam kandungan,kelahiran yang tidak normal mengakibatkan tulang pada tubuhnya tidak terbentuk sama sekali,ia tidak mampu menggerakan anggota tubuhnya secara sempurna,fisik yang kurang beruntung bagi Baek Dong So kecil,ia hanya mampu mencerna makanan yang lembut saja.

Agar ia mampu berjalan,tabib memberinya penyanggah yang terbuat dari bambu.Semua orang sekitar tidak perduli padanya,dan bahkan menganggapnya aneh dengan bentuk tubuh seperti itu,hari-harinya dihiasi dengan bahan ejekan dari anak-anak seumurannya.

Dong So mempunyai sifat yang sedikit pemalas,namun ia memiliki sisi lembut yaitu sisi perikemanusiaan jiwa inilah yang menjadikan dirinya sebagai sosok pejuang sejati,ia lahir dengan watak yang cerdas.Dong So mampu mengingat semua buku yang telah dibacanya.
Suatu Hari Baek Dong So diminta oleh sekelompok anak nakal seumurannya untuk terjun dari atas jurang,Dong So sebenarnya takut untuk melakukannya namun karna ia telah mengadakan janji jika Baek Dong So mau terjun dari atas sana,mereka menganggap Dong So sebagai teman.

Dong So nekat terjun,anak-anak tersebut pun berlarian menuju rumah Dong So untuk mengabarkan hal tersebut pada SaMo,Sa Mo segera mencari Dong So ,dan Sa Mo menemukan Dong Su pingsan serta terapung disungai.Sa Mo pun berlarian menuju sungai tersebut membawa Dong So keluar dari situ.
Yeo Un kecil mulai tumbuh dewasa,ia sendiri tidak memiliki keluarga lain yang amat menyayanginya,ayahnya terbiasa membiarkan dirinya tumbuh dan belajar sendiri tentang bela diri.
Cho Sung seringkali memukuli Yeo Un hingga berdarah,saat melihat putranya belajar bela diri.
Suatu hari saat Yeo Un sedang berlatih sendiri,tanpa sengaja ia mendengar beberapa orang yang membicarakan tentang ayahnya,Yeo Un pulang dan bertanya hal itu,apakah ayah nya lah yang membunuh ibunya sendiri?Cho Sung mengatakan iya,dialah pembunuh nya.Yeon Kaget sekaligus sangat marah ia lalu memukul tongkat kayu yang selalu dipakainya untuk berlatih kekepala ayahnya hingga berdarah,Yeo Un sadar kalau yang ia lakukan adalah salah.

Yeo Un melarikan diri kehutan,sekelompok anak seumuran menantangnya berkelahi,Yeo Un yang sedang marah menolaknya,namun karna terus ditantang Yeo Un dengan cepat mengalahkan mereka .Cheon yang tanpa sengaja lewat melihat itu semua,ia tertarik pada Yeo Un untuk dijadikan muridnya.Ia mengobati luka Yeo Un akibat perkelahian tersebut,ia menawarkan Yeo Un untuk ikut menjadi anggotanya,Yeo Un hanya diam.Sebelum pergi Cheon meminta Yeo Un mempertimbangkan hal itu baik-baik.

Yeo Un dibawa Cheon pergi menuju Hoksa Chorong,ia meminta seseorang untuk mengajari Yeo Un bela diri.
Dong So mencoba menggerakan tangannya dengan baik,namun ia tetap saja tidak mampu melakukannya,Dong So kesal dan keluar rumah meninggalkan Sa Mo,saat itu ia berpapasan tanpa sengaja dengan Hwang Jin Ju kecil.Hwang Jin Ju tanya kenapa Dong So hanya diam saja melihat semua teman-temannya bermain,kenapa Dong So tidak ikut bermain.

Dong So menatap Jin Ju aneh,ia sedikit kesal,karna Jin Ju yang tidak dikenalnya spontan mengajaknya bicara.Salah satu temannya mengajak Dong So ikut bermain pedang dari kayu,Dong So senang,ia mencoba menang dari lawannya.Namun ia tidak mampu mengalahkan temannya,temannya mengejek dan memukul Dong So terus.Jin Ju yang sedari tadi memperhatikan meminta nya untuk berhenti.Jin Ju kesal karna ia melihat ketidak adilan pada Dong So,teman Dong So kemudian mencoba memukul Jin Ju,namun dengan sigap  JinJu menangkisnya dan bahkan membuatnya tidak mampu melawan.


Jin Ju tanya pada Dongso apakah dia adalah anak Sa Mo,karna Jinju mulai sekarang ingin berteman dengannya,Dong So cuek saja dan meninggalkan JinJu.
Hwang Jin Ju adalah seorang pendekar pedang,dahulunya ia adalah bagian dari Hoksa Corong.


Pertemanan Jin Ju pun dimulai,saat Dong So mencoba ikut naik keatas pohon yang tinggi,ketika mencoba melewati sungai Dongso kembali tercebur.Dong So kesal,karna apapun yang ia coba selalu gagal,namun Jin Ju dengan sukses bisa melakukannya.


Yeo Un pun mulai dilatih diHoksa Corong,saat itu Cheon memberikannya sebuah pedang asli mengantikan kayu miliknya.Malam itu,Dong So sedang belajar disuatu gubuk bersama tepatnya diluar,dan JinJu terlelap tidur,tanpa sengaja teman-teman Dong So bermain api dan tiba-tiba membesar dan karna semuanya terbuat dari ranting kayu yang kering,Api dengan mudah membesar.


Teman Dong So berlarian memanggil Dong So memberitahu bahwa ada api dan JinJu berada disitu.Tanpa pikir panjang,Dong So masuk ketempat tersebut,ia membangunkan Jin Ju tanya apakah ia baik-baik saja.Api semakin lama semakin membesar,saat kayu penyanggah gubuk tersebut ikut terbakar dan jatuh tepat diatas mereka,Dong So mencoba menahannya untuk membiarkan JinJu keluar.


Yeo Un mengatakan pada Cheon siapakah orang pertama yang ia ingin bunuh? Yeo Un sendiri menjawab bahwa pria itu adalah orang yang amat ia sayangi dan itu adalah Ayahnya sendiri.
Dihujan gerimis malam,Yeo Un berjalan kembali menuju rumahnya.Cho Sang sudah berada didepan pintu menantinya,keduanya terlibat perkelahian,ayah Yeo Un mampu menahan serangan dari putranya,namun cheon membunuhnya.Diakhir kematian Ayah Yeo Un mengatakan kalau semuanya bukan karna ayah melainkan karna Yeo Un ditakdirkan sebagai pembunuh besar.Dan ia mengatakan kalau ayahnya harus menjadi korban Yeo Un yang terakhir.


Yeo Un menangis memohon agar ayahnya tidak boleh mati,seketika Yeo Un menangis dan menjerit sekencang-kencangnya namun tiba-tiba ia tak sadarkan diri.Cheon dikejauhan melihat tragedi antara anak dan ayah itu terjadi.


Yeo Un sendiri nantinya akan menjadi pendekar terbaik setelah Baek Dong So,dizaman Chosun,ia juga merupakan anggota kunci prajurit yang ingin berusaha membunuh raja Jeongjo.Lahir dengan tinju kematian,Yeo Un memiliki wajah yang tampan,sekaligus berkarakter sebagai pembunuh berdarah dingin.Penuh emosi,tangisan,dan apakah Yeo Un akan berakhir tragis....?Omo....kita lanjutkan ceritanya....^_*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.