9.19.2011

Sinopsis A Thousand Kissess Episode 6

Tae Kyung : "Aku tidak bisa melakukan nya istriku,percayalah kalau aku dan wanita itu sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi,makanya kemarin aku datang menemuinya memohon untuk putus"

Joo Young:"aku juga memohon itu padamu.Lakukan itu juga padaku.Aku tidak ingin hidup dengan mu lagi"
Tae Kyung:"Ibu Chan Noh! kumohon jangan lakukan itu padaku,kenapa semua ini membuat ku gila.Joo Young!kenapa kau masih tetap ingin tinggal dirumah nenekmu,aku minta kau pulanglah kerumah.Tolonglah kembali kerumah ibu setelah marahmu reda."

Joo Young:"Perasaanku tidak akan berubah,jadi jangan menunggu".

Tae Kyung :"Jangan menunggu!aku tidak akan menandatangani ini.Aku tidak akan melakukan itu."

Joo Young :"Pulanglah kerumah dan tandatangani itu.Setelah menandatanganinya dirumah kemudian kita akan bertemu digedung pengadilan.Jika kau tidak ingin menandatangani ini maka akan aku ajukan file ini dipengadilan."

Tae Kyung:"Honey!Tapi..tapi bagaimana kau tahu aku pergi kesana?apakah kau mengirim seseorang untuk memeriksa ku?,aku tanya bagaimana kau tahu?"

Joo Young :"Kau tanya saja pada wanita itu.aku akan berjumpa dengan mu pukul 10.00 siang diruang pengadilan pada hari rabu".

Joo Young kemudian pergi meninggalkan suaminya,Tae Kyung berteriak memanggil Joo Young.

Joo Young pergi ketoko mertuanya,Mertuanya tanya kapan Joo Young datang dan mengajak nya minum.
Mertua:"Kenapa kau tidak meminumnya selagi belum dingin?kenapa kau tidak membawa Chan Noh?apakah kau baik-baik saja tinggal dirumah nenekmu?apakah kau sudah jauh lebih tenang sekarang?ketika kau melihat orang-orang yang curang 9 dari 10 kali,mereka memilih pasangan baru,tidak ada begitu banyak bahwa mereka akan memilih mereka untuk tinggal dengan istri mereka,apakah Tae Kyung juga mengatakan kalau dia tidak bisa hidup tanpamu bukan?Dia memang hanya sebentar saja tertarik dengan wanita lain,tapi dia tidak satupun yang ia inginkan tapi hanya kamu saja."

Joo Young:"Ibu Mertua,aku akan pergi kepengadilan.aku tidak percaya lagi dengan ayah Chan Noh.Tidak,aku tidak percaya denganya lagi"

Mertua:"Tapi bukankah Tae Kyung sudah janji dia tidak akan melakukannya lagi,kau tahu dan kau lihat sendiri,jika kau tidak percaya padanya maka dia akan berusaha lebih keras bekerja dan merubah hatimu lagi dan kembali."

Joo Young:"Aku tidak ingin hidup dengannya lagi,aku juga tidak ingin melihat ketidak setiaan diwajahnya lagi.Sudah cukup aku seperti orang yang bodoh,mempercayai semuanya setiap hari.aku sudah memutuskan itu."

Mertuanya hanya menahan kesal karna keputusan Joo Young yang keukeh ingin bercerai.
Tae Kyung pergi menemui Joon Hee,Joon Hee mengatakan kalau ia tahu bahwa Park Tae Kyung akan datang kembali kesini,dan membawa berita tapi sepertinya buruk.
Joon Hee :"Apakah istrimu masih marah?apakah kau sudah bicara denganya?"

Tae Kyung :"Bagaimana kau melakukan itu semua?kenapa kau mengatakan kalau itu akan menjadi perpisahaan.Mengapa kau melakukannya?Mengapa"(Bentak Tae Kyung).

Joon Hee :"Aku minta maaf,aku tidak hidup dengan tidak melakukan itu karna namaku Yang Joon Hee."

Tae Kyung :"Ya..kau sekarang benar-benar Yang Joon Hee.kau melakukan penghianatan yang sempurna"

Joon Hee :"aku tahu bagaimana perasaanmu,jika aku mengaku aku ingin mengakhiri semua itu tapi,kau adalah cintaku.Itulah mengapa aku menelponnya."

Tae Kyung :"Jadi apa yang ingin sekarang kau lakukan?sejak kau membuatnya seperti ini,apa yang ingin kau lakukan?"

Joon Hee :"Maaf,karna saya sudah menyerah kau harusnya hidup bahagia."

Tae Kyung:"Hey yang Joon Hee,apakah kau memberi penyakit dan kemudian menyembuhkannya?"
Joon Hee :"Aku katakan kau sekarang harus pergi."


Joon Hee masuk kekamarnya ,Tae Kyung merasa kesal atas ulah Joon Hee.Ia sendiri frustasi dengan pernikahannya yang diambang percerain.
Woo Jin mempresentasikan resort untuk Hotel KJ2S,paman Woo Jin sendiri pergi mengecek lokasi rencana yang dipresentasikan Woo Jin.
Woo Jo Mi sampai dirumah ,ia melihat Chan Noh yang sedang asyik bermain sepak bola.Jo Mi tanya kaos apa itu,Chan Noh bilang kalau itu seragam pemain Bola bernama Yoon,dan dia telah menandatanganinya.Chan Noh memperlihatkan nomor punggung kaosnya.

Joo Mi tanya dari mana Chan Noh tahu tentang pemain itu,Chan Noh bilang kalau ahjussi mengetahui hal itu,ia tahu kalau dirinya sangat nge-fans dengan Pemain sepak bola Yoon.Joo Mi tersenyum.
Joo Young keluar dari rumah melihat putranya.
Chan Noh :"Ibu siapa nama Ahjussi itu?"
Joo Young :"Ahjussi yang mana?"
Joo Mi :"Bagaimana ia mendapatkan tandatangan asli pemain Yoon dikaos ini?"
Joo Young :"Dia bagian manajer diteam sepak bola itu.Pasti dia tahu dengan baik para pemainnya."
Joo Mi :"Bagaimana kau kenal dengan orang itu?"
Joo Young :"Itu kebetulan."
Semua telah duduk dimeja makan malam bersama.


Pagi itu Woo Jin melakukan jogging pagi,ia bermaksud untuk bertemu dengan Joo Mi,ia teringat pesan ayahnya yang meminta nya untuk membawa gadis itu bertemu dengannya.Woo Jin pun teringat saat kencan buta dimana Joo Mi membantunya untuk lepas dari kencan tersebut.

Hari sedikit siang,Joo Mi pun tidak muncul.Woo Jin memutuskan untuk kembali kerumahnya.




Ayah Woo Jin pada saat sarapan pagi mengulangi keinginannya untuk bertemu dengan gadis yang disukai Woo Jin,ia ingin bertemu minggu ini.Soo Ah mengatakan kalau dia juga ingin mengucapkan selamat datang pada gadis itu,Ibu Tiri Woo Jin tanya bagaimana gadis itu?karna dia ingin membuat makanan untuk menyambut kedatangannya.ayah memotong pembicaraan dengan mengatakan kalau gadis itu tidak akan sampai kepernikahan bersama Wo Jin jadi hanya perlu memberikan secangkir teh saja.dan itu sudah cukup.


Dikantor Woo Jin menelpon Joo Mi,Joo Mi kaget karna itu panggilan dari Woo Jin,Woo Jin mengatakan kalau ia ingin bertemu sebentar saja,Joo Mi tersenyum ia pikir Woo Jin akan meminta bantuannya sebagai pasangan palsu lagi karna Woo Jin pernah membantunya jatuh dari sungai Han.
Woo Jin :"Silahkan pesan minuman,apa secangkir teh?"
Joo Mi:"Disamping memesan minuman,aku ingin tahu kenapa kau ingin bertemu denganku?"
Woo Jin:"Tolong silahkan duluan pesan tehnya,um...aku membutuhkan keberanianmu."
Joo Mi :"Keberanian?Apa yang ingin kau lakukan?"

Woo Jin pun mengatakan hal sebenarnya ,ia meminta Joo Mi untu membantunya menjadi sebagai pasangan kekasih,Joo Mi kaget karna ia merasa belum pernah berbohong  melakukan hal itu,Joo Mi bilang apakah tidak ada orang lain selain itu,Woo Jin jawab tidak ada.Joo Mi yang awalnya bingung mengerti kalau sifat Woo Jin yang dingin memang sedikit kaku berurusan dengan wanita,wajar saja jika ia belum memiliki seseorang.

Joo Mi pun setuju untuk membantunya dengan satu syarat? Woo Jin tanya syarat apa? Joo Mi bilang kalau dia ingin sekali saja melihat senyum Woo Jin.Woo Jin tanya kenapa? Joo Mi beralasan kalau Woo Jin jarang tersenyum dan mukanya terlalu serius dan kelihatan pemarah.

Woo Jin bilang kalau dia bukan orang seperti itu,Joo Mi tersenyum.Joo Mi mengatakan ia akan setuju membantu Woo Jin menjadi pasangan palsunya untuk mengaku kepada keluarga Woo Jin sebagai kekasihnya setelah Woo Jin mengirimkan fhoto tersenyumnya pada Joo Mi.
Woo Jin bingung karna ia sendiri memang jarang tersenyum,dan hendak memanggil Joo Mi,namun Joo Mi telah pergi dari tempat itu.
Tae Kyung dan ibunya telah sampai didepan rumah nenek Joo Young,didalam mobil Tae kyung meminta bantuan ibunya untuk berbicara pada Joo Young untuk memaafkannya,ibu Tae Kyung menggerutu melakukan itu,kenapa harus dia melakukan nya bukankah itu kesalahan putranya dan ia harusnya sendiri berani menemui Joo Young dan keluarganya.

Tae Kyung memohon-mohon ibunya meluluskan permintaannya,dengan setengah kesal Ibu Tae Kyung keluar dari dalam mobil dan masuk kerumah Nenek Joo Young.
Ibu Tae Kyung hendak masuk kedalam rumah dan dikejutkan oleh PokJa yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Ibu Tae Kyung :"Siapa kau?"ujarnya kaget
Pok-Ja :Oh aku,kau Yum Jong Soon,apa yang kau bawa kesini?"
Ibu Tae Kyung :"meskipun kau tahu bahwa kita sebagai teman ,tapi aku adalah mertuamu,jadi seharusnya kau memanggil ku ibu"
PokJa:"Memangnya kenapa?Jika aku memanggil namamu Yum Jong Soon?Apa itu sekarang berbeda?"
Ibu Tae Kyung :"Aku tidak ingin bertemu denganmu,sampai nanti."Ujarnya kesal.

Chan Noh keluar dari depan rumah dan memanggil Nenek pada ibu Tae Kyung,Jong Soon segera memeluk cucunya dengan rasa kangen ia tanya apakah Chan Noh baik-baik saja.
Jong Soon :"Apakah kau juga makan dengan baik?"
Chan Noh:"Ya,,,"

Joo Young keluar dan memanggil mertuanya,Jong Son mengatakan kalau ia kesini untuk menemui neneknya Joo Young.PokJa tanya untuk apa?Jong Son mengatakan kalau PokJa tidak perlu tahu.
Nenek Joo Young keluar dan mempersilahkan Jong Son masuk.
Jong Son :"Lama tidak bertemu.."Sapanya sambil memberikan hormat.
Sementara Tae Kyung menunggu dengan cemas hasil pembicaraan ibunya pada Nenek Joo Young.Son Jung mengatakan kalau mereka sudah menikah selama 7 Tahun,dan meminta agar ibu Chan Noh tidak menggugat cerai.Son Jung meminta jawaban Nenek Joo Young,karna nenek Joo Young tahu apa pertimbangan yang baik itu.

Son Jung mengatakan kalau ayah Chan Noh telah berhenti melakukan hal lagi,jadi dia berharap surat permohonan cerai dibatalkan.Nenek yang sedari tadi diam mengatakan jika hal itu yang ingin dilakukan Joo Young ia setuju menerimanya tapi Joo Young sendiri yang tidak ingin melakukan hal itu.

Nenek Joo Young :"Jika kau tanya bagaimana perasaanku?aku juga berpikiran sama tentang itu,aku tidak ingin lagi untuk hidup bersama."
Son Jung :"Apa?Apa maksudmu ?kau tidak ingin hidup bersama lagi?Ibu...kau tidak boleh bicara seperti itu.aku sudah katakan jika ayah Chan Noh melakukan hal itu lagi,maka aku akan mematahkan kakinya.Kumohon tolong maafkan dia sekali ini saja,aku memberikan janjiku.Ku Mohon maafkan dia sekali ini saja,kita akan berdosa jika melakukan hal itu."




Joo Young masuk sambil membawakan minuman untuk ibu mertuanya,Son Jung tanya apakah Joo Young mau memaafkan Tae Kyung dan merubah pikirannya tentang perceraian.Joo Young hanya diam,yang mengartikan bahwa keputusannya sudah tetap.

Son Jung pun keluar dari rumah nenek Joo Young,didepan rumah tsb,ia mengomel.Tae Kyung keluar dari dalam mobilnya dan bertanya-tanya apakah Nenek Joo Young tidak mengatakan sesuatu yang buruk tentang perniikahannya,Son Jung mencoba menahan emosinya dan mengatakan kalau mereka tidak mau merubah keputusan untuk bercerai.

Tae Kyung :"Chan Noh,apakah dia senang bertemu denganmu?"
Son Jung :"Kenapa kau tanya itu?dia datang dan memelukku dengan senang."

Tae Kyung mendengarnya sedih.


Nenek tanya pada Joo Young apakah ia mampu untuk hidup sendiri dan telah memikirkan masa depan Chan Noh,dengan rasa sedih Joo Young mengatakan jika dia bekerja kerasa kenapa tidak untuk melakukannya.Nenek tanya apakah ayah Chan Noh sudah menandatangani surat cerai itu,Joo Young mengatakan belum dan akan memintanya untuk melakukannya serta bertemu dipengadilan hari rabu pukul 10.00 siang.Joo Young mengatakan kalau pilihannya ini sudah tepat karna ia tidak ingin hidup seperti dimasa lalu.



Dibandara Han Yo Kyung baru saja tiba dari amerika dengan tersenyum manis.


Woo Bin sedang berbicara dengan rekan kerjanya membicarakan salah satu pemain mereka Choi Gi Tae,rekan nya bilang kalau ia tahu siapa Gi Tae,dia salah satu pemain yang berlari sangat cepat.Bagi Woo Bin semua pemain memiliki bakatnya masing-masing dan mereka memiliki 11 pemain.
Woo Bin menerima telpon dari sahabatnya.
Saat Joo Young sedang memberikan Chan Noh makanan,ia menerima telpon dari Woo Bin.Joo Young minta maaf karna ia belum sempat mengirimkan uang yang lalu,Woo Bin mengatakan kalau ia tidak ingin uang tersebut,ia mengatakan kalau salah seorang pemain sepak bola yang disukai Chan Noh bernama Yoon Gi Joon sedang memiliki mood yang baik,Woo Bin tanya apakah Joo Young tahu.

Tentu saja Joo Young tahu hal itu dan semua yang disukai putranya,Woo Bin bilang kalauYoon Gi Joon sedang mood baik dan ingin mengajak fans nya yang berumur 7 tahun untuk makan es krim bersama hari ini.Dan Woo Bin akan kerumah Joo Young membawa Chan Noh.

Joo Young bilang tidak usah,Woo Bin heran kenapa tidak ada suara mertua Joo Young disitu,Woo Bin tanya dimana Joo Young sekarang?dan dia akan menjemput Chan Noh disana.
Joo Young bilang dirumah neneknya dan memberi tahu kan alamatnya.




Chan Noh dan Joo Young menanti Woo Bin didepan rumah.Chan Noh melihat mobil Woo Bin sudah berada disana.Chan Noh sangat senang karna idola nya datang juga,Chan Noh kemudian dibawa masuk kedalam mobil oleh Yoon Gi Joon.

Woo Bin :"Kita ada acara pertemuan fans,kau tidak perlu terlalu khawatir"
Joo Young :"Tapi bukankah kau katakan tadi pergi untuk membeli es krim bersama fan tadi?.."

Woo Bin :'Itu...."Ujarnya kebingungan
Joo Young :"aku harap dugaanku benar..."Ujarnya sambil tersenyum,Woo Bin salah tingkah.Joo Young mengucapkan terima kasih ,Woo Bin masuk kedalam mobilnya.


Joo Young melambaikan tangannya tersenyum atas putranya yang pergi bersama Woo Bin dan Gi Joon,ia tersenyum dan masuk kedalam rumah.

Joo Young duduk sendiri tersenyum mengingat kebaikan Woo Bin yang mengantarnya pergi menuju Chong Pyong memergoki suaminya,dan saat Joo Young pulang berjalan kaki dengan menangis,Woo Bin lah yang berbaik hati mengajaknya masuk kedalam mobilnya dan mengantarnya serta memberikan nya waktu menangis sepuas hatinya didalam mobil.

Apakah senyum Joo Young pertanda kalau ia mulai jatuh cinta pada Woo Bin?
ehem ...ehem...hussh....kan belum cerai ^_^...







Sepertinya ini adalah ide pertemuan Woo Bin dengan temannya Gi Joon,idola Chan Noh atau apa...karna hanya Chan Noh sendiri fans yang bertemu dengan Gi Joon ya?
Ketiganya tersenyum tertawa menikmati kebersamaan dengan makan es krim,Woo Bin dan Gi Joon mengusili Chan Noh dengan mencolekan es krim ke wajahnya.Ketiganya berfhoto bersama.

Woo Bin lalu mengirimkan fhoto tersebut keponsel Joo Young.




Joo Young yang masih duduk sendiri tersenyum membuka ponselnya menerima sms dari Woo Bin,ia lalu pergi ketoko untuk membeli bingkai fhoto.
Ibu Woo Bin datang kekantor KJ2S untuk bertemu ayah Woo Jin,didepan kantor Woo Jin melihat bibinya tersebut ,Ibu Woo Bin mengatakan kalau ia ingin bertemu dengan ayah Woo Jin,dan ia sendiri tidak tahu apa yang ingin dibicarakan ayah Woo Jin padanya.

Woo Jin mengerti dan membiarkan Bibinya pergi menemui ayahnya,sebenarnya Woo Jin sedikit curiga maksud kedatangan bibinya atas perintah ayahnya.Untuk berbicara hal apa??

Ibu Woo Bin duduk bertiga bersama Ayah Woo Jin dan suaminya,Ayah Woo Jin meminta ayah Woo bin untuk keluar sebentar,Ayah Woo bin tanya apakah hal itu suatu yang rahasia.Ayah Woo Jin mengatakan kalau dia ingin bicara dengan adik iparnya saja.Ayah Woo Bin tersenyum mengangguk dan pergi.

Rupanya ayah Woo Jin ingin bertanya pada Ibu Woo bin karna dia ingin membeli cincin untuk istrinya ,ayah Woo Jin beralasan selama 20 Tahun lebih dia menikah belum pernah sama sekali membelikan cincin untuknya.Cincin macam apa ?Ayah Woo Jin mengatakan kalau  cincin berlian dan memberikan cincin dijarinya,ia mengatakan kalau ukurannya sama seperti cincin itu.

Ibu Woo Bin :"Kupikir kalau ukuran jarinya 2 cm lebih kecil dari ukuran ini,bagaimana menurutmu?"
Ayah Woo Jin :"Aku sendiri tidak tahu tentang perhiasan,makanya aku tidak tahu cincin berlian mana yang mahal,aku hanya berpikir sedikit memberikan cincin pada istriku.Kupikir aku ingin memberikannya itu."

Ibu Woo Bin masuk keruang kerja suaminya dengan menghela nafas panjang.Suaminya mendekat dan tanya apakah ada sesuatu yang ia khawatirkan.

Ibu Woo Bin :"Sepertinya ia mulai menyukainya,dia yang begitu dingin dan hidup seperti ditempat salju eskimo kini mulai berubah.."
Ayah Woo bin :"Apa maksudmu aku tidak mengerti?"

Ibu Woo Bin :"Jika kau tahu apa yang aku katakan ini pasti akan mengerti.Kau!belikan aku 5 Karat cincin untuk ku!,kau sebagai adiknya saja baru membelikan 3 karat saja untuk ku padahal kita sudah hidup selama 33 Tahun dan dia baru hidup selama 20 Tahun sudah membelikan itu untuknya..."Ujarnya sedikit iri,Ayah Woo bin tersenyum mendengarnya.

Ayah Woo Bin :"Apakah kau ingin membeli itu lebih besar lagi..?apakah kau memiliki waktu hidup denganku?menyukainya?kau sedikit pun tidak punya waktu!"

Ibu Woo Bin :"Apakah aku perawat memangnya.."
Ayah Woo Bin :"Dia yang seperti gunung eskimo seperti apa yang kau katakan bisa bersikap hangat sekarang,Dia tahu bahwa istrinya selalu ada waktu untuknya,itu lah mengapa.Dia mengerti bahwa dia harus membelikan perhiasan untuknya."

Ibu Woo Bin :"Dia yang dingin dan kejam,tapi aku menduga kalau dia sangat mencintai istrinya."

Ayah Woo Bin :"Apakah kau lupa saat kita menikah,kau dan Aku,juga Woo Jin yang sebentar lagi akan menikah.Terspesial kau dan Woo Jin,tapi semuanya juga berakhir dan mereka juga menikah.

Ibu Woo Bin :"Sekarang aku ingin memutuskan hubunganku dengan kakak ipar".

Ayah Woo Jin sampai dirumah,Ibu tiri Woo Jin segera mendorong kursi rodanya dan mengantarkan suaminya untuk pergi mandi.ibu yang begitu lembut dan hangat,Ayah Woo Jin meminta istrinya untuk menelpon Dr.Kim.

Woo Bin sampai dirumah Nenek Joo Young bersama Chan Noh,Joo Young segera kelua,Chan Noh tanya apakah ibunya sudah menerima fhoto mereka yang mereka kirimkan melalui ponsel,Joo Young bilang tentu saja.Joo Young kemudian memberikan bingkisan fhoto mereka yang telah dibingkainya sebagai ucapan hadiah terima kasih dimana Woo Bin telah mengantarkan dia ke Chong Pyong waktu lalu.Woo Bin kesal,dengan mengatakan apakah Joo Young tidak bisa lupakan hal itu.Joo Young bilang itu tidak terlalu mahal.


Woo Bin menerimanya sambil mengucapkan terima kasih,dan kemudian hendak pergi.
Chan Noh dan Joo Young melambaikan tangan pada mobil Woo Bin yang sudah pergi.


sesampainya didepan rumah,Woo Bin kemudian membuka bingkisan hadiah Joo Young,ia tersenyum melihat hadiah tersebut.Woo Bin kemudian mengirimkan sms pada Joo Young karna baginya hadiah tersebut adalah bingkisan yang terbaik yang pernah ia terima.Joo Young mengatakan kalau ide itu juga berasal dari Woo Bin sendiri.

Woo Bin turun dari mobilnya saat hendak berjalan masuk,seorang wanita berdiri tak jauh dari situ,wanita tersebut mendekati Woo Bin dia adalah Han Yo Kyung.
"Lama tak bertemu.Apakah kau terkejut melihat ku?.Ah bukankah kau dengar aku sudah menelponmu.Aku menelpon dari amerika setelah aku membeli tiket."sapa Yo Kyung ramah.
"Bagaimana kau tahu rumahku sekarang ini?"Tanya Woo Bin
"Aku tahu karna ayahmu seorang Presiden KJ Resort,itu tidak terlalu sulit untuk menemukan alamat dan nomor telpon  nya"
"Aku tidak pernah berpikir kau akan datang kerumahku.apa ada alasan kau ingin bertemu denganku?"
"Itu karna aku datang ke korea,Bagiku korea itu termasuk dirimu Juga,kau tahu aku tidak memiliki kepentingan apapun selain bekerja dikorea"
"Apa kau tidak berpikir hal itu sedikit sulit?itu sudah beberapa tahun yang lalu.Berdiri didepan gerbang kami."
"Juga,sudah tiga tahun lebih kita berpisah bukan,saya mendapatkan itu,ini adalah sedikit klise.

Hae Bin baru sampai didepan rumah,melihat Hyungnya bersama seorang wanita Hae Bin tanya siapa dia,Yo Kyung memberi salam.
"Siapa kau?"Tanya Hae Bin,Woo Bin segera mengatakan pada Yo Kyung untuk segera masuk kedalam mobil.
"Hey,Jang Woo Bin!"Seru Hae bin kesal karna tidak mendapat jawaban apapun.Woo Bin segera membawa Mobilnya bersama Yo Kyung pergi.Hae Bin berpikir mungkin itu adalah wanita yang pernah menelponnya mencari Woo Bin.

Hae Bin menanyakan siapa wanita tersebut pada ibunya,Hae Bin bingung karna setahunya Woo Bin tidak pernah mengatakan kalau ia memiliki pacar.Namun Hae Bin berpikir mungkin saja dia adalah Han Yoo Kyung,yang ia tahu bahwa gadis tersebut teman wanitanya yang berasal dari Amerika yang pernah bertemu dengannya saat Woo Bin di Amerika.Hae Bin tahu bahwa Hyung nya putus saat ia kembali kekorea.

Woo Bin berbincang-bincang dengan Yoo Kyung dikafe,Woo bin tanya kenapa Yoo Kyung berada didepan rumahnya,Yoo Kyung tersenyum mengatakan kalau ia baru saja direkrut oleh pihak "Runigia",yang ingin mempekerjakan dia,karna prospek kerja dan Woo Bin ada disini makanya Yoo Kyung menyetujui hal itu.Woo Bin minta hal itu jangan disangkut pautkan dengan dirinya,Yoo Kyung tanya apakah Woo Bin masih membenci dirinya?Woo Bin tersenyum dan balik tanya kenapa Yoo Kyung berpikiran hal seperti itu?,Yoo Kyung mengatakan karna Woo Bin sekarang begitu dingin terhadapnya dan Yoo Kyung yakin ia akan berusaha memulai dari persahabatan.

Woo Bin sampai dirumah,ayah ,ibu dan Hae Bin berada diruang keluarga .Woo Bin heran karna keluarganya belum juga tidur,Ayah mengatakan kalau dia sangat lelah dan ingin segera tidur namun ada hal yang ia ingin tanyakan pada Woo Bin.Ayah tanya apakah saat Woo Bin melakukan pengobatan diamerika Woo Bin mempunyai seorang pacar?Hae bin senyum mengatakan pada Hyung nya kalau dia sudah mengatakan semuanya pada ayah dan ibunya.
"Sudah 4 Tahun lalu"Jawab Woo Bin
"Tapi bukankah gadis itu datang kekorea?"Tanya ibu
"Ya.."
"Ku dengar dia menunggu diluar rumah,kenapa dia bersikap seperti itu?Mengapa kau tidak mengajaknya masuk kedalam?"Tanya Ibu
"Bukan seperti itu,hal ini tidak begitu penting,jadi kalian istirahatlah"Ujar Woo Bin.
"Apakah dia datang dari Amerika untuk bertemu denganmu?"Tanya ayah
"Beberapa perusahaan yang dibinanya ada disini,itulah kenapa ia disini."
"Mengapa kau putus?"Tanya ibu
"Sejak ia kembali kekorea,bukankah hal itu sangat diharapkan?"Tanya ayah lagi
"Lalu kenapa dia mencoba menemuimu sekarang?"Tanya ibu
"Sejak ia datang kekorea dan ingin bertemu dengan Woo bin,bukankah itu hal biasa."Jawab ayah.Hae Bin mengatakan kenapa Hyung nya membiarkan wanita itu diluar rumah saja,dan saat HaeBin berada disana Hyungnya tiba-tiba membawanya pergi keluar.Hae Bin kesal,ia mengatakan kalau ia tidak tahu dia ada didepan rumah dan datang kekorea,makanya ia terkejut hal itu.

Woo Bin masuk kedalam kamarnya sehabis ditanya-tanya oleh keluarganya,ia termenung,sepertinya Woo Bin masih terluka tentang masa lalunya.
Woo Jin dikamarnya mencoba mengcapture dirinya tersenyum,namun senyum nya nampak terpaksa,karna ia jarang sekali tersenyum.
Joo Mi didalam kamarnya menerima MMS dari Woo Jin yang mengirimkan gambar nya ia tersenyum,Joo Mi membalas sms Woo Jin dengan mengatakan senyum Woo Jin lucu dan sangat aneh dan nampak seperti dipaksakan.

Joo Mi pun akhirnya setuju untuk membantu Woo Jin sebagai kekasih palsunya,keduanya bertemu direstoran.Woo Jin memberikan kertas berisikan informasi tentang dirinya,umur,dan semuanya .Ia Berpikir jika Joo Mi memiliki ingatan yang cukup buruk ia bisa membaca data diri Woo Jin disitu.

Joo Mi tanya apakah Woo Jin tidak ingin tahu siapa dirinya?,Woo Jin mengatakan cukup Joo Mi bilang saja,karna ia memiliki daya ingat yang kuat.

PokJa kembali kesuper market tempat ia bertemu dengan Ibu Tiri Woo Jin,namun ia tidak menemukannya,PokJa kemudian pulang kerumah.

Joo Young pergi kesekolah Chan Noh dari luar ia menatap Chan Noh sedang bermain,guru Chan Noh rupanya ingin bertemu dengan Joo Young untuk menanyakan kemana Chan Noh beberapa hari ini tidak masuk apakah dia sakit? Joo Young mengatakan kalau mereka bersiap-siap untuk pindah rumah dan bukan sakit.

Joo Mi dibawa kerumah Woo Jin hari itu juga,Joo Mi takjub melihat villa keluarga Woo Jin yang begitu megah.Woo Jin mengatakan jika mereka tidak menyukai kehadiran Joo Mi maka mereka tidak akan bertemu lagi.
Woo Jin masuk kedalam rumah bersama Joo Mi,Ibu Tiri Woo Jin membuka kan pintu dan tersenyum hangat pada Woo Jin dan Joo Mi.

"Senang bertemu dengan anda untuk pertama kalinya"Ujar Joo Mi
"Selamat datang.ayo silahkan duduk.Ayahmu akan segera keluar"Jawab Ibu Tiri Woo Jin .
lembut.
"Aku tidak tahu bunga apa yang anda sukai,jadi aku membelinya satu"
"Sangat cantik..Aku menyukai semua bunga,terima kasih"
"Ayo duduk.."Ujar Woo Jin.

Ayah Woo Jin kemudian masuk,Joo Mi dan Woo Jin memberi hormat.
"Aku tidak tahu kenapa Woo Jin tidak pernah mengenalkanmu padaku.Aku adalah ayah Woo Jin."Ujar ayah
"Hallo...saya Woo Joo Mi"Ujar Joo Mi

Ibu Tiri Woo Jin yang awalnya tersenyum kaget mendengar nama gadis tersebut adalah Joo Mi,Joo Mi tersenyum manis pada ayah Woo Jin.Ibu Tiri Woo Jin menatapnya lama dan bertanya-tanya dalam hatinya...?Mungkinkah dia anak ibu Tiri Woo Jin..?.
"Ini pertama kalinya Woo Jin membawa seorang gadis kedalam rumah"Ujar Ayah
"Dia tahu aku tidak pernah membawanya kemari.."Ujar Woo Jin
"Aku baru pertama kalinya mendengar jika Woo Jin mempunyai seseorang yang dia cintai.Selama ia masuk remaja dan masuk perguruan tinggi."Ujar ayah
"Ini ibuku.."Ujar Woo Jin
"Senang bertemu dengan anda.."Ujar Joo Mi
"Senang bertemu dengan anda juga.."Jawab Ibu Tiri Woo Jin
"Bisakah aku membawa teh?"Tanya Ibu pada ayah
"Ya silahkan saja.."Jawab ayah
"Aku ingin membawa kan minuman teh,apakah bagus..?"Tanya ibu pada Joo Mi
"Okey,,,"
"Ayah menyukainya panas,dan Woo Jin suka dingin.Lalu apa yang kau sukai?"
"Aku minta yang panas aja..."Jawab Joo Mi
"Aku juga..."Ujar Woo Jin cepat.Ibu masuk kedalam
"Aku tidak tahu bagaimana kehidupanmu?"Tanya ayah
"Dia bekerja sebagai wartawan disuatu Majalah sebagai penerbit,dia juga menulis orang-orang yang juga diinterviewnya."Jawab Woo Jin
"Aku bertanya padanya..."UJar ayah
"Aku spesial membuat artikel untuk orang yang aku wawancarai.tapi kadang-kadang aku juga menulis artikel."Jawab Joo Mi
"Jadi kau bekerja sebagai penulis lepas"
"Ya.."Jawab Joo Mi
"Boleh aku tanya berapa umurmu?"tanya ayah
"Saya baru berumur 26 Tahun"Jawab Joo Mi
"Umur kalian berdua begitu jauh berbeda..Kupikir orang sekarang tidak begitu memikirkan masalah perbedaan umur untuk itu sekarang."Ujar ayah
"Ya.."Jawab Joo Mi
"Apakah kau mengatakan Ya?"Tanya ayah
"Ya.Jika seseorang berpikir yang sama seperti hal itu .Aku juga akan menjawab iya.Awalnya aku bertemu dengan nya tanpa tahu umurnya"Jawabnya sambil tersenyum.
Joo Young sampai dirumah nenek,ia kaget melihat ada mobil yang membawa barang-barang nenek.Joo Young masuk kedalam ruangan milik ayahnya,ia melihat neneknya sedang mengepaki buku-buku tersebut.Joo Young tanya apa yang dilakukan nenek,Nenek mengatakan kalau buku-buku tersebut akan ia kirimkan ketempat sekolah Ayah dan Joo Young dulu,ia pikir daripada buku-buku tersebut tinggal disini dan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.Joo Young tanya sejak kapan nenek berpikir tentang hal itu,Nenek mengatakan kalau ia sudah berpikir hal itu sejak lama ketika ayah Joo Young pergi,Joo Young tanya apakah hal itu terkait dengannya?bukankah Joo Young hanya menggunakan ruangan Nenek,Nenek mengatakan kalau ia ada rencana untuk memberikan ruangan ayahnya ini padanya.

Saat Joo Young masuk kedalam kamar satunya,Nenek yang sedang mengemasi buku-buku ayahhnya menemukan selembar Fhoto ayah Joo Young bersama ibunya.Nenek berpikir lama sambil melamun.

Ibu Tiri Woo Jin menghidangkan teh tersebut.
"Waw baunya sangat enak.."Ujar Joo Mi
"Ini adalah buatan dari rumah ini sendiri."Jawab ibu
"Apakah ibu meraciknya sendiri?"Tanya Joo Mi
"Disini sudah banyak usaha kami,apakah kau pernah melihat usaha itu?"Tanya ibu
"Aku tidak tahu tentang itu."
"Apa yang kau sukai dari Woo Jin ?"Tanya ayah,Joo Mi sempat kebingungan untuk menjawabnya,ia melirik Woo Jin,Woo Jin menunduk.
"Atau Woo Jin hanya memiliki perasaannya sendiri?"Tanya ayah
"Bukan seperti itu,baiklah,pertama kali kita bertemu dipinggiran sungai han,tapi dia mengagap itu sebagai pertemuan aneh"
"Pertemuan aneh?"Tanya ayah
"Ya,aku berlari dari arah depan kebelakang,ia pun berlari dari belakang,aku bertemu dengannya tanpa sengaja saat aku berdiri didepannya,pria itu kelihatan tinggi,aku sangat terkejut,hingga lupa meminta maaf,dia memintaku untuk minggir ,dan dia pun pergi."

Ayah dan Ibu Tiri Woo Jin tersenyum mendengar cerita Joo Mi.
"Setelah itu,aku senang bisa mengatakan hallo padanya,tapi saat itu,dia tidak ingin bertemu denganku dan mengabaikan aku,dia seperti es"Ujar Joo Mi
"Paman Es?"Tanya ayah
"Tapi hatinya tidak seperti itu"Ujar Ibu,Joo Mi tersenyum kemudian menatap Woo Jin
"Tapi Paman Es tersebut bisa dicairkan atau apa?Woo Jin mengatakan mencintaimu tapi tidak memiliki minat untuk menikah dengamu,apakah Woo Jin atau Joo Mi yang berpikir seperti itu?"Tanya ayah
"Kita yang berpikiran sama seperti itu."Jawab Woo Jin
"Saya juga.."Ujar Joo Mi menambahkan.
Soo Ah masuk datang tergesa-gesa,ia ingin bertemu dengan Joo Mi,gadis yang disukai hyungnya.Ayah menanyakan darimana Soo Ah yang datang dengan berlarian.Soo Ah mengatakan kalau ia baru saja naik bus,ibu meminta Soo Ah menghapus keringatnya dan mengatakan kenapa Soo Ah tidak menelpon taxi lewat ponselnya.Soo Ah mengatakan kalau dia bukan anak kecil yang bodoh,jadi ia pikir ia bisa melakukannya.
"Unni,apakah aku tidak bodoh bukan?"Tanya Soo Ah pada Joo Mi
"Tidak,kau tidak bodoh,kau cute..."Ujar Joo Mi ,keduanya pun tersenyum bersama.
"Oppa,Unnie ini benar-benar cantik,Oppa,aku katakan kalau oenni ini benar-benar cantik,kenapa kau tidak tersenyum?"Tanya Soo Ah heran,"Oppa ku memang benar-benar dingin"Ujar Soo Ah
"Benar.."Jawab Joo Mi tersenyum.

Joo Young membersihkan ruangan,Nenek menatap Fhoto ayah dan ibu Joo young,ia menghela nafas panjang,Joo Young masuk keruangan Nenek.Nenek segera menyimpan fhoto tersebut dan tanya apakah Joo Young sudah selesai membersihkan ruangan?Joo Young mengatakan sudah.
Woo Jin mengantar Joo Mi untuk pulang.
"Jika ayahmu tidak memintaku untuk datang kesana,kau tak perlu mengajakku kesana"Ujar Joo Mi
"Aku bisa mencarikan taksi untukmu.."Ujar Woo Jin,mendengar jawaban seperti itu,Joo Mi tersenyum.
"Apakah aku tadi bagus? aku pikir aku bagus,karna orang tuamu sepertinya menerima apa yang aku katakan,sungguh...aku benar-benar bingung harus berakting seperti apa,jika aku bisa berakting seperti hal itu,tentu aku bisa menjadi seorang aktris"Ujar Joo Mi tersenyum,Woo Jin menoleh dengan heran.
"Aku akan mendengarkan apa yang kau bicarakan saja."Ujar Woo Jin
"Ibu mu sangat baik,dia begitu hangat,kupikir ibu mu adalah ibu yang baik"Ujar Joo Mi,Woo Jin menoleh.

Ibu Tiri Woo Jin bercerita tentang bagaimana menurut ayah Woo Jin tentang Joo Mi,ayah meminta untuk membicarakan tentang hal itu,karna menurutnya mereka tidak akan sampai kepernikahan.Ibu Tiri Woo Jin mengerti untuk diam.

Saat turun dari dalam mobil,Joo Mi memberikan ponselnya pada Woo Jin dan tanya kenapa Woo Jin bisa memberikan fhoto senyum palsunya,Joo Mi mengatakan kalau ia menerima fhoto itu untuk sekarang tapi untuk kedepan ia tidak mau menerima senyum palsu seperti itu.Joo Mi mengatakan kalau ia ingin melihat Woo Jin tersenyum saja.
Saat keluar mobil,PokJa yang baru saja dari luar terkejut melihat kedatangan Joo Mi bersama seorang pria tampan.Alih-alih PokJa mengatakan kalau ia baru tahu Joo Mi mempunyai seorang pria tampan,Joo Mi mengatakan kalau PokJa berlebihan,PokJa memperkenalkan dirinya kalau dia adalah adik nenek Joo Mi,PokJa yang sangat suka melihat ketampanan calon untuk keponakannya merasa sangat senang dan menawarkan untuk masuk kedalam rumah.

Joo Mi yang berusaha menghalanginya pun tidak bisa berbuat banyak.

Joo Young dan Nenek menyambut kedatangan Woo Jin,PokJa memperkenalkan anggota keluarga Joo Mi,PokJa mengatakan kalau pria tersebut adalah teman kencan Joo Mi ,Joo Mi mencoba meluruskan hal itu.
Nenek mengerti,ia lalu meminta maaf pada Woo Jin atas kesalahpahaman PokJa dan meminta maaf karna membawa Woo Jin kerumah.Joo Mi menceritakan kalau Ahjussi tersebutlah yang membantunya menyelamatkan dia Jatuh dari Sungai Han.

PokJa lalu meminta maaf atas kesalahpahaman yang ia pikirkan,dan mempersilahkan Woo Jin turut minum.Tapi menurut PokJa kalau bukan kesalah pahamannya maka mereka semua tidak akan bisa bertemu dengan pria yang membantu menyelamatkan Joo Mi saat jatuh dari Sungai Han,Woo Jin pun ditanyakan ia bekerja dimana.
"Oh jadi kau orang penting disana.Lalu perusahan macam apa "usaha nya?""Ujar PokJa kaget.
"Perusahaan kami bergerak dibidang akomodasi ditempat yang bersih dan lingkungan yang besar."
"Lalu bagaimana dengan keluargamu?"Tanya PokJa.
"Sudahlah,kenapa harus tanya tentang keluarganya"Ujar Nenek
"Didalam keluargaku hanya ada aku dan adik wanita ku yang terkecil"Jawab Woo Jin
"Hey Joo Mi dikeluargamu kau juga punya 2 orang Nenek,jadi kau tidak usah khawatir seperti itu oke.Juga kau tahukan siapa nenekmu..."Ujar pokJa yang begitu berapi-api bicara,tanpa sengaja ia memecahkan gelas dan menumpahkan minuman tersebut kejaket Woo Jin.Semuanya panik,Joo Young segera pergi mencari handuk bersih,Joo Mi segera membantu membersihkan jas Woo Jin yang tanpa sengaja saat Woo Jin mengatakan kalau ia baik-baik saja kedua tangan mereka berpegangan.



Woo Jin menatap Joo Mi ,Joo Mi merunduk malu saat tangan Woo Jin memegangnya tanpa sengaja,keduanya pun grogi,Joo Young segera memberikan handuknya pada Joo Mi.
"Saya baik-baik saja,dan jangan khawatir.."Ujar Woo Jin .

Saat merangkai bunga hadiah dari Joo Mi ia teringat pertemuan dengan Joo Mi,Ibu Tiri Woo Jin tersenyum.Apakah senyuman itu karna ia mengetahui bahwa Joo Mi adalah putrinya?

~~~Bersambung Episode 7~~~

Komentar : Sepertinya alurnya semakin menarik,ada apa dan kenapa Ibu kandung Joo Mi bisa menikah dengan ayah Woo Jin,dan bagaimana cerita tentang Joo Young dan Woo Bin.
apakah sejak kehadiran Yoo Kyung alurnya semakin seru??

1 komentar:

  1. Lanjutin ϓα.....
    Semangat ngerecapnya ......!!!!!
    Pembaca setia nich.... ^_^a setia nich.... ^_^

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.