7.26.2011

Sinopsis HomeTown Legend-Gumiho Episode 1


Pada jaman dahulu kala, seorang gadis cantik diculik dari rumahnya di tengah malam gelap. Di bawah bulan purnama, sekelompok bangsawan menunggu gadis itu dimana dua diantara bangsawan itu dikenal oleh sang gadis. Gadis itu diikat dan mulutnya disumpal. Dia tidak bisa melakukan apa2, hanya menangis dan memohon.
Dengan upacara besar, sebuah pedang diserahkan dari satu orang ke orang yang lainnya. Yang jelas, mereka akan membunuh gadis itu. Salah satu orang di dalam kelompok pembunuh itu adalah kakak lelaki sang gadis yang mengatakan agar jangan menyalahkannya. Ayah gadis itu mengalihkan tatapannya ketika dia menusuk putrinya tepat di jantung.
Gadis itu mati dengan kebencian di matanya. Mayatnya dibuang di sumur terdekat. Tapi, sebenarnya gadis itu belum mati. Di dasar sumur, gadis itu dibangunkan oleh suara tikus dan dia pun mencoba untuk memanjat naik. Dia mencoba naik dengan tangannya yang berlumuran darah. Dia mencoba dengan keras tapi tembok sumur itu terlalu licin. Dia menjemput kematiannya dengan suara yang mengerikan. Mirip raungan.
Di atas sumur, para pria terlihat tidak nyaman. Mereka saling pandang satu sama lain. Ketidaknyamanan mereka bukan karena mereka baru saja membunuh gadis tidak bersalah tapi karena bulan yang bertambah merah. Dan ada juga petir yang menyambar-nyambar di langit. Di bawah sumur, kuku gadis yang sudah mati itu bertambah panjang. Di sekujur tubuhnya muncul garis2 hitam. Hal ini menandakan sesuatu akan terjadi.
Di tempat lain. Di rumah sebuah keluarga bangsawan sedang diadakan persiapan upacara pernikahan yang megah. Seorang pria muda terburu-buru keluar. Dia berhenti sebentar untuk bertukar pandang dengan seorang pria lainnya yang berpakaian bangsawan.
Ibu dari gadis itu sedih sebab dia tidak bisa melihat putrinya sebelum dinikahkan dan suaminya mencoba menghiburnya. Akan tetapi, seorang wanita yang dihormati dalam keluarga itu memarahi ibu ini karena berpikir untuk menghina aturan keluarga. Wanita yang dihormati ini punya katarak besar di matanya yang membuat wanita ini menjadi terlihat menakutkan.
Ibu yang bersedih itu harus diseret. Di belakang, dua sepupu pengantin itu mengendap-endap untuk melihat pengantin itu untuk yang terakhir kalinya. Gadis yang lebih tua lebih waspada dan tenang serta mengingatkan adiknya pada akibat jika mereka tertangkap. Tapi, adiknya itu sangat penasaran ingin melihat.
Kakak dari pengantin itu membalik sebuah buku rahasia yang berisi susunan perbintangan dan tes dengan darah. Dia tidak ingin membunuh ‘anak itu’ (yang artinya mereka belum yakin apakah dia seekor serigala). Akan tetapi, ayah memberitahu kakak kalau kemakmuran keluarga Lee berasal dari ketaatan pada ritual. Sebelum pergi, ayah mengingatkan kakak untuk tidak buka mulut tentang apa yang terjadi tadi malam pada setiap wanita di keluarga itu.
Para gadis ada tepat di luar dimana sepupu mereka berada dan Myung-ok memanggil gadis itu. Tapi kita ditunjukkan gambar Yin-ok yang sangat pucat yang mengindikasikan kalau gadis ini sudah meninggal. Jadi tentu saja dia tidak bisa menjawab panggilan gadis yang lebih muda itu. Dia juga mengajak kakaknya untuk pergi ke halaman untuk mengucapkan selamat tinggal. Keduanya mengangkat tirai yang menyembunyikan mayat itu. Seorang sepupu pria mereka mengingatkan mereka kalau bibi dan nenek mereka datang.
Mereka lari tanpa sempat melihat wajah sepupu mereka. Mereka cekikian karena memiliki cukuran seperti pekerja pria yang buta. Para pria dari keluarga itu berkumpul dalam formasi yang sama seperti tadi malam. Salah satunya memeriksa jam mataharinya untuk menentukan waktu keberangkatan yang tepat. Ketika para gadis melihat dengan diam2, ibu dari pengantin itu menangis ingin mengucapkan selamat tinggal pada anaknya.
Semua pria di keluarga itu terlihat bersalah. Ketika mayat itu dibawa pergi, sebuah tanda hitam muncul di dadanya yang kemudian meruncing ke lehernya. Nenek dan menantu tertuanya membicarakan rahasia dan kewajiban keluarga yang lebih buruk. Mereka juga merasa bersalah tapi semuanya selalu dilakukan seperti ini. Kemudian keduanya menduga-duga tentang gadis lainnya yang akan mendapatkan giliran mereka.
Malam itu, kedua gadis yang mengintip tadi memandangi bintang. Gadis yang lebih muda mengutarakan keinginannya untuk selalu dekat dengan kakaknya. Karena orang tua mereka sudah meninggal jadi mereka hanya memiliki diri mereka satu sama lain. Kekhawatiran Myung-ok adalah terhadap kebiasaan keluarga yang melarang untuk saling bertemu setelah menikah. Kakak yang begitu dekat dengannya bisa saja menghilang dari kehidupannya seperti yang dilakukan Yin-ok pagi ini.
Kedua bersaudari ini berjanji untuk selalu saling memikirkan ketika mereka melihat bintang. Di saat yang bersamaan, kakak laki2 gadis yang meninggal itu dilantik untuk masuk ke dalam rahasia dan kewajiban keluarganya. Bagian dari sumpah itu adalah meminum darah. Laki2 itu mematuhi pada akhirnya meski ada keengganan.
Setelah upacara, kedua gadis itu mendapatkan pelajaran bersama kakak sepupu mereka yang paling tua – ini dilakukan diam2 sebab kakek mereka melarang wanita belajar tapi kakak sepupu mereka yang satu ini selalu baik pada mereka. Kakak sepupu ini melihat hantu gadis yang meninggal itu dan ketakutan. Hal ini membuat bingung kedua gadis itu.
Myung-ok yang penasaran bertanya apa yang terjadi pada sepupu mereka dan dia diminta untuk mengikuti aturan pada tetua. Ini berlawanan dengan apa yang telah diajarkan sepupu laki2-nya itu. Tapi kakak sepupu laki2nya tidak bisa memberitahukan apa yang terjadi, “Omong2, kita dikutuk dan mulai dari sekarang dan seterusnya setiap sepupu perempuan kita akan dinikahkan dan tidak akan terdengar kabarnya lagi.” Kedua gadis itu terlihat tidak nyaman. Mereka pergi tidur tapi Myung-ok sama sekali tidak bisa tidur.
Seorang pria tua duduk dengan pakaian serba putih di sebuah ruangan kosong. Tiba2 saja kekuatan mistis membuatnya terbangun. Myung-ok mengendap-endap dengan baju tidurnya di tengah malam dimana dia juga menyeret kakaknya. Mereka mengikuti kakek dan nenek ke tanah sakral keluarga yang mana kakak tertua mereka saja tidak boleh tahu tempat itu. Saudaranya Myung-ok terlihat gugup tapi dia terus saja ikut.
Kakek dan nenek membungkuk di depan seorang pria tua dan mereka memberikan banyak benda pada pria tua itu: darah, hati, jantung, yang jelas segala sesuatu yang berasal dari gadis serigala yang sudah meninggal itu. Myung-ok ketakutan dan kabur bersama kakaknya. Tapi pria tua itu sudah mendengar mereka dan mengejar.
Ibu Yin-ok mendengar seseorang menangis di tengah malam dan membuka jendela. Dia membuka jendela dan melihat Yin-ok sedang menangis. Ketika ibu mencoba untuk menyentuhnya, Yin-ok membuka mata dan terlihatlah mata merah darah Yin-ok. Ibu terbangun – itu hanya mimpi. Sementara itu, Myung-ok dan kakaknya berlari ke kamar mereka dan gemetaran di bawah selimut mereka. Kakak Myung-ok, karena tidak melihat ada yang aneh, tidak setakut Myung-ok.
Mereka berganti pakaian dan pergi untuk menemui kakak laki2 mereka. Myung-ok mengaku kalau ada hantu di ruang terlarang. Yang aneh adalah hanya Myung-ok yang melihat hantu itu. Myung-ok bersikeras bahwa mereka harus pergi ke ruangan itu untuk melihat hantunya. Kakak laki2 mereka mengatakan kalau keluarga mereka sebenarnya dikutuk oleh Serigala Berekor Sembilan dan aturan yang banyak itu adalah untuk melindungi para gadis itu agar tidak disakiti oleh siluman itu.
Keesokan harinya, Myung-ok mendengar kakeknya bercerita kepada sepupunya yang lain kalau Serigala Berekor Sembilan itu adalah setan dan untuk itu harus diberantas. Kakak laki2 Myung-ok menemui adik2nya dan mendapati kalau kakak Myung-ok telah menstruasi. Bersama darah merah biasa, ada juga darah hitam yang mengalir dari pahanya. Burung2 yang ada di kandangnya menjadi gelisah.
Yang lebih membuat kaget adalah kakak menyuruh kedua gadis itu untuk menyembunyikan kain yang mereka gunakan saat menstruasi agar tidak dilihat oleh semua orang. Kakak juga mengatakan (pada Myung-ok) kalau dia tidak ingin kehilangan kedua gadis itu.
Para penduduk desa membicarakan masalah politik malam itu dimana Jepang dan Amerika mulai berdagang ke Cina. Malam itu Seo-ok (kakak Myung-ok), mengubur kain yang dia gunakan saat menstruasi. Sayangnya, kain itu ditemukan oleh nenek. Keempat gadis dalam keluarga itu dipanggil ke kamar nenek untuk diperiksa. Nenek tahu siapa yang sudah menstruasi dan segera menyiapkan upacaranya.
Semua wanita memegangi Seo-ok. Mereka menusuk tubuh gadis itu sehingga membentuk lingkaran lalu menjatuhkan darahnya ke dalam sebuah wadah air. Darah itu dibiarkan mengalir ke selembar kertas kemudian dibakar. Terakhir, dibuang ke dalam mangkuk yang berisi bubuk putih. Seo-ok positif!
Para pria dalam keluarga itu bertemu untuk mendiskusikan apa yang akan dilakukan pada bibi yang sekarang berkelana entah kemana. Mereka memutuskan untuk membunuh bibi saja. Kakek juga mengungkapkan kalau orang tua Myung-ok juga mati karena mereka ingin menyelamatkan kedua putri mereka. Nenek dan bibi tertua sebenarnya gembira. Mereka mempersiapkan pernikahan Seo-ok dan pada dasarnya memastikan bahwa dia adalah Serigala sejati sebelum menyerahkannya pada pria tua yang dilihat Myung-ok sebelumnya itu untuk dimakan.
Ibu Yin-ok kembali entah dari mana. Dia benar2 terlihat gila dan sangat khawatir pada putrinya. Myung-ok mengendap-endap untuk berkunjung. Dia takut hal buruk akan terjadi pada kakaknya. Sedihnya, insting Myung-ok ini benar – dia tidak akan melihat kakaknya setelah menikah – yang akan dilaksanakan besok. Myung-ok memberikan anting2 favoritnya pada kakak.
Saat indah ini dikacaukan oleh kedatangan ibu Yin-ok yang mengira Seo-ok adalah anaknya. Ibu Yin-ok diberitahu cerita yang sebenarnya dimana menikah berarti nyawa mereka akan segera hilang. Parahnya, ibu Yin-ok ditarik dengan kereta dan dicekik hingga mati. Sebelum mati, wanita itu melihat Yin-ok, anaknya, berubah menjadi gadis yang berduka.
Kakak lelaki tidak ingin membunuh Seo-ok tapi ayahnya mengatakan kalau merupakan kewajibannya untuk membunuh Seo-ok dengan tangannya sendiri. Dia juga mengatakan kalau perlindungan keluarga terancam bila salah satu gadis di keluarga mereka berubah menjadi Serigala Berekor Sembilan. Seo-ok memberikan hadiah selamat tinggal pada kakak lelakinya dan berterima kasih karena kakak sudah sangat baik padanya. Kakak laki2 Seo-ok itu menangis.
Malam itu, Seo-ok diculik oleh orang yang sama yang muncul di awal film ini. Posisi mereka sama. Myung-ok dibangunkan oleh suara ribut burung2 dan dia melihat anting2 kakaknya jatuh di tanah. Kakak laki2 Myung-ok itu tentu tidak bisa membunuh Seo-ok. Tapi yang menyedihkan adalah Myung-ok melihat kakak yang dia sayangi ditusuk di jantungnya.
Seo-ok tidak berubah menjadi Serigala setelah dibuang ke sumur. Ketika ketahuan, Myung-ok menjadi dingin dan penuh dengan marah. Kakak lelakinya protes bahwa kutukan yang sebenarnya adalah kutukan yang membuat keluarga Lee terus membunuh keturunannya. Para tetua tetap menyeret Myung-ok dan mengurungnya di sebuah ruangan tak terpakai. Nanti, ketika matahari sudah muncul, Myung-ok akan dibunuh.
Kakak laki2 Myung-ok membela adiknya. Akan tetapi, dia kalah jumlah dari orang2 yang ada disana. Seorang saudara mengatakan kebenarannya yaitu darah dan hati Serigala Berekor Sembilan membuat panjang umur dan pria tua yang tinggal di ruang terlarang telah hidup selama 400 tahun.
Di dalam ruangan, ketika cahaya bulan merah muncul dari celah pintu, Myung-ok berubah menjadi Serigala Berekor Sembilan. Karena merasa sangat dendam, dia membunuh kakeknya dan kemudian beralih ke pria tua yang tinggal di ruang terlarang. Ketika pria itu telah terbunuh, Myung-ok beralih ke setiap pria yang telah melakukan pembunuhan.
Myung-ok sekarang diberikan ekor yang super panjang jadi dia bisa mengejar musuhnya dengan mudah. Myung-ok membunuh sepupu yang telah membunuh kakaknya. Dia lantas membunuh pamannya yang tega membunuh istri dan anaknya. Akan tetapi, yang dilihat paman yang mencekik dirinya adalah istri dan anaknya.
Ketika Myung-ok akan membunuh paman yang tertua, kakak laki2 Myung-ok yang baik itu, memohon dengan sangat agar paman tidak dibunuh. Kakak menjanjikan tidak akan membunuh gadis tidak bersalah di masa yang akan datang. Kakak menempatkan dirinya diantara Myung-ok dan buruannya. Tanda hitam menghilang dan Myung-ok pergi dari lingkungan itu.
20 tahun kemudian, semua berlanjut lagi. Hal yang sama seperti sebelumnya kembali dilakukan.



source :http://meylaniaryanti.wordpress.com 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.