6.12.2011

Sinopsis Take care of my cat (고양이를 부탁해)




Kategori:Film
Jenisdrama

sutradara: jeong jae-eun
pemain: bae doo-na, lee yo-won, ok ji-young, lee eun-shil, lee eun-joo
produksi: 2002

"sahabat terbaik kamu saat ini bisa jadi bukanlah sahabatmu lagi di masa depan. di lain pihak, di masa-masa kemudian, kamu akan menyadari bahwa teman yang selalu membantu dan menolongmu adalah mereka yang tidak pernah masuk hitungan sebagai sahabat terbaik.." jan chik, dari review di ain't it cool news, 2002

kutipan di atas sangat pas menggambarkan tema besar dari take care of my cat, film dari sutradara wanita jeong jae-uen mengenai persahabatan, mimpi dan kerasnya realitas hidup yang harus dihadapi lima sahabat selepas sma.

drama dibuka dengan perayaan kelulusan lima sahabat kental: tae-hee, hae-joo, ji-young, bi-ryu dan ohn-jo (dua terakhir merupakan saudara kembar identik) di pelabuhan incheon yang penuh tawa dan canda, sebelum waktu bergulir cepat ke masa satu tahun kemudian. impian masa sma yang begitu cerah dengan cepat pula berhadapan dengan kerasnya realitas kehidupan masa dewasa. dan yang paling menyakitkan adalah saat kita menyadari, persahabatan seumur hidup yang kita bangun semasa sma perlahan-lahan memperlihatkan kerapuhannya..

hae-joo adalah 'kembang' dari grup mereka, paling cantik dan saat itu merupakan yang paling beruntung karena selepas lulus smu segera bekerja di sebuah perusahaan broker di seoul dengan penghasilan yang cukup besar pula. ji-young adalah yang paling keras kehidupannya karena harus tinggal bersama kakek dan neneknya di area kumuh kota incheon. bi-ryu dan ohn-jo adalah saudara kembar identik yang memiliki dual garis keturunan karena ibunya adalah orang cina dan hidup dengan menjajakan pernik unik di kawasan chinatown kota incheon. tae-hee adalah seorang yang periang dan bekerja tanpa dibayar untuk membantu usaha orang tuanya mengelola sauna dan merupakan teman yang paling keras berusaha mengeratkan tali persahabatan yang mulai terurai berantakan seiring dengan kesibukan dan perkembangan kepribadian mereka masing-masing.

perbedaan karakter dan latar belakang sosial yang cukup kontras ini -yang semasa sma tidak begitu menjadi persoalan- semakin mencuat saat mereka dewasa. hae-joo yang dari awal memang merupakan sosok yang paling berbeda dengan keempat kawannya mulai menemukan kenikmatan kehidupan glamour di seoul, apalagi pekerjaannya seakan-akan menempatkannya sebagai pusat perhatian rekan-rekan kerja yang lain. seorang rekan kerja dengan level yang lebih tinggi juga terlihat mulai tertarik dan sering memberikan perhatian padanya, meskipun hae-joo sebenarnya telah mempunyai pacar.

di sisi lain, ji-young yang memiliki bakat dalam mendesain corak tekstil langsung berhadapan dengan kenyataan bahwa dunia seakan sangat tidak adil baginya. bukan saja ia seakan kehilangan jalan meraih cita-citanya (belajar desain tekstil di luar negeri) karena kondisi finansial keluarganya yang sangat miskin, tetapi ia juga sulit memperoleh pekerjaan karena statusnya yang yatim piatu.

tae-hee yang seakan-akan paling bebas masalah karena selalu ceria ternyata juga terkungkung dalam keluarga dengan ayah yang sangat dominan, dan perlahan-lahan mulai merasa makin terasing. dia menemukan tempat yang nyaman dalam lingkaran persahabatan masa sma-nya, dan itu menjadi alasan yang kuat baginya untuk menjadi titik sentral yang berusaha keras untuk mempertahankan persahabatan mereka.

bi-ryu dan ohn-jo mungkin yang paling bebas dari masalah, selain hubungan mereka dengan keluarga sang ibu yang berasal dari cina dan digambarkan tidak akur dengan sang ayah. mereka hidup bahagia dengan prinsip menerima kehidupan apa adanya dan menjalaninya dengan riang. dan di film ini, kedua saudara kembar ini memang menjadi arena untuk memberikan nuansa keceriaan di saat ketiga sahabat lainnya sedang dirundung masalah besar.

hal yang menarik dari film ini adalah bagaimana sosok kepribadian asli dari masing-masing sahabat tadi dibangun dan diperlihatkan. misalkan sosok hae-joo yang 'egois' secara tidak langsung tergambar dari begitu cepatnya ia mengembalikan kucing yang dihadiahkan ji-young (mereka berdua adalah sahabat dekat saat sma) dengan alasan dia terlalu sibuk dan nggak bisa mengurus sang kucing tanpa memperhatikan bahwa ji-young memberikan kado kucing tadi dengan sepenuh hati. ini bisa dilihat bagaimana ji-young mempersiapkan bungkus kado untuk si kucing dengan menggambar corak secara detil yang justru disobek begitu saja oleh hae-joo.

ji-young sendiri juga diperlihatkan sebagai sosok yang tegar meski kehidupannya adalah yang paling pahit. dia bisa membuat kita iba, tetapi tidak terjebak menjadi mengkasihani kondisinya secara berlebihan. apalagi justru dicara diam ji-young inilah -terutama di bagian klimaks film- karakter dia menjadi muncul begitu kuat. yang kemudian terasa menjadi ironi kedekatan mereka berdua semasa sma dan perlahan-lahan justru menjadi seakan-akan bermusuhan dan terlibat perang dingin.

sedangkan konflik-konflik pada karakter tae-hee dan keterasingan dia dengan keluarganya sendiri dibangun secara perlahan, dengan cara yang tidak terlalu mencolok. meski terlihat bebas dan ceria, tae-hee sebenarnya sosok yang terkungkung secara personal apalagi dia hidup dalam keluarga yang menganut pandangan kolot dan didominasi kaum pria. adegan saat memesan makanan barat di restoran steak adalah salah satu bagian yang sangat menarik.

yang menarik dari film ini adalah setiap karakter (kecuali si kembar) mendapat porsinya masing-masing dalam merasakan pahit dan manisnya realitas hidup. ji-young yang hampir selalu terlihat dalam kesusahan mendapatkan kenyataan bahwa ada seseorang yang sangat memperhatikan dirinya. tae-hee akhirnya memutuskan untuk mengejar impiannya, sedangkan hae-joo yang awalnya selalu terlihat beruntung, mendapati kenyataan bahwa level pendidikannya yang hanya lulusan sma tidak akan membawanya ke posisi dan penghargaan yang lebih tinggi. tetapi toh hae-joo juga mendapatkan kenyataan bahwa pacar yang selalu dia sia-siakan adalah orang yang paling memperhatikan dirinya.

selain memperlihatkan jatuh bangunnya persahabatan kelima orang ini, film ini juga memperlihatkan transisi komunikasi yang dibantu teknologi telepon genggam. jika dahulu kita harus bertatap muka, maka komunikasi saat ini bisa memanfaatkan teknologi selular, dan hal itu juga yang tampil begitu dominan di sini, terutama menjadi sarana utama bagi tae-hee untuk menjaga tali persahabatan antar mereka.

take care of my cat juga kental dengan nuansa keseharian korea dan hal-hal yang biasa dilakukan sekumpulan sahabat: berpesta bersama -dan di korea adalah biasa untuk pesta minum hingga pagi hari-, pergi bersama hingga melewatkan malam dengan mengobrol bersama, seperti pajama party. apalagi di sini yang menjadi setting cerita adalah kota indutsri incheon yang memiliki nuansa urban yang sangat kontras dengan seoul yang lebih terasa metropolitan.

judul film ini, take care of my cat, diambil dari seekor anak kucing liar bernama titi yang diambil ji-young untuk dijadikan sebagai kado ulang tahun hae-joo, sekaligus ajang reuni kelima sahabat tadi. dan sepanjang film, sang kucing ini sekaligus menjadi cermin apa yang terjadi dengan masing-masing sahabat tadi, karena titi kemudian secara bergantian berpindah kepemilikan dari satu sahabat ke sahabat yang lain yang bisa mengurusnya- sehingga begitu pas menjadi judul film ini.

paling tidak, bagi saya pribadi, take care of my cat memberikan inspirasi untuk selalu menikmati apa yang kita alami saat ini, dan menghargai persahabatan karena itu adalah salah satu hal yang membuat diri kita mempunyai nilai yang lebih dan mampu mencapai hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Thanks credit : disini

1 komentar:

  1. OMG.. aku kan bener2 pengen nonton film ini.. tp blum kesampean...
    yyyyeeeeeaaaahhh ada lee yo won dan bae do na... terimaksiiiihhhh ya banyak bt sinopsisnya (n n)

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.