6.11.2011

Sinopsis Romance Town Episode 2

Hallooo...alll,sebenarnya aku lagi nggak mood buat sinopsis ini.kebayang proyek ku banyak wkwkwk,karna aku udah duluan ngerencanain buat nya terpaksa aku harus terus menjalani proyek ini ha ha.untungnya ada blog dewi-febriana yang buat Sinopsis Romance Town ini. 
Thanks banget ya dewi!karna aku ngerasa dia buat sinopsisnya detail dan sangat enak dibaca.....ngiler deh pengen simpen di blog cha_sya.


Attention : untuk izin pengcopasan sinopsis Romance Town 2,3 dan 4 mohon ijin pada sumbernya.Rasanya nggak enak kan kalau artikel yang dibuat dengan susah payah nggak dihargai .Bakalan sedih dan malas penulis nya yang bikin.
Thanks atas kerjasamanya ^^.


ini dia Sinopsisnya :




Satu Minggu Kemudian.
Para pembantu di kawasan elit 1st Street Cheongdam-Dong sedang sibuk memasak makan malam di kediaman masing-masing. Para penghuni 1st Street akan mengadakan makan malam bersama dengan membawa masakan masing-masing.
Para majikan mulai datang ke dapur memeriksa masakan yang hendak mereka bawa. Nyonya Kang bertindak sebagai tuan rumah. Ia mengomentari pilihan wine Soon Geum yang salah.
Young Hee datang menjemput Joo Won putri dari Tuan Hwang yang baru kembali setelah pertunangannya batal. Young Hee terlihat senang mendengar kabar ini.


Sementara itu para pembantu tengah berkumpul. Seperti biasa mereka menghabiskan malam dengan bermain kartu. Sedangkan Soon Geum  memilih nonton pengundian lotre. 


Makan malam diadakan di depan rumah Keluarga Kang. Mereka mulai menyantap makam malam sambil berbincang-bincang.

Para tetangga memuji masakan yang dibawa Nyonya Kang. Mereka memuji pembantu Nyonya Kang yang mahir memasak. Nyonya Kang malah berbohong jika semua makanan itu ia yang memasak. Para tetangga terkejut tak menyangka Nyonya Kang bisa memasak makanan selezat itu. Mereka bahkan bertanya resepnya. Nyonya Kang kebingungan. Demi gengsi, ia diam-diam menelepon Soon Geum.

Soon Geum menutup telepon dengan kesal. Teman-temanya bertanya. 
"Dia seperti bayangan di sampingku, setiap waktu. Aku selalu memerintahku untuk melakukan ini dan itu dan mengandalkan aku dalam segala hal," keluh Soon Geum.
Mereke mulai menggosipkan majikan masing-masing seperti Tuan Hwang majikan Jareu Rin yang tergila-gila pada makanan organik (pantes tiap pagi liat Jareu Rin metik daun selada di depan rumah). Jareu Rin bilang sebenarnya sayuran yang ia tanam bukan sayuran organik karena diam-diam dia menggunakan pestisida tanpa sepengetahuan bosnya. Lalu Soon Geum teringat Hyun Joo yang tak ikut berkumpul bersama mereka. Da Kyum berkomentar akhir-akhir ini Hyun Joo bersikap aneh. Seperti anjing kepanasan. Soo Jung membela Hyun Joo dan memarahi Da Kyum karena bicara sembarangan. Da Kyum tak terima. Mereka mulai bertengkar. Da Kyum semakin marah lalu pergi dari sana. Soon Geum menyusul Da Kyum sedangkan Jareu Rin bertugas menenangkan emosi Soo Jung.


Tengah malam Tuan Jang diam-diam masuk ke kamar Hyun Joo. Sepertinya mereka terlibat affair.

Soon Geum menghampiri rumah Tuan Jang untuk mencari Hyun Joo. Soo Jung dan Jareu Rin menyusul. Mereka memanggil Hyun Joo dari depan kamarnya, namun lampu kamar Hyun Joo malah dimatikan.


Pagi hari Hyun Joo terlihat sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga Jang. Tuan Jang memuji sup buatan Hyun Joo yang lezat.


Soon Geum tengah mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mengepel, merapikan perpustakaan dan mengelap meja. Setelah selesai, Soon Geum menarik salah satu laci. Disana masih ada tissue dengan nomor teleponnya. Soon Geum mengambil kotak berisi dompet. Di dalam dompet itu ada uang 2 juta won. Uang itu sepertinya sengaja ditinggalkan Gun Woo sebelum berangkat ke New York yang belum sempat diberikan ke Soon Geum untuk membayar utangnya. Soon Geum tahu uang itu miliknya, tapi ia tak berani mengambilnya. Lalu ia mengambil setumpukan surat yang dikirim Gun Woo dari New York selama 3 tahun.


Flash Back.
Gun Woo yang masih berbadan gemuk menulis surat untuk nenek Choon Jak.

Suatu hari Soon Geum yang tengah menggendong Kang San memergoki nenek Choon Jak sedang memeriksa kotak surat di depan rumah. Soon Geum tak mengenali nenek Choon Jak sebagai pembantu keluarga Kang sebelumnya. Nyonya Kang mendepak nenek Choon Jak sebelum Soon Geum bekerja disana.

Setiap hari Soon Geum mengintai nenek Choon Jak yang rutin memeriksa kotak surat. Nenek Choon Jak datang kesana untuk mengambil surat yang dikirim Gun Woo untuknya. Pada hari bersalju, Soon Geum memberanikan diri menegur nenek Choon Jak.
"Apa yang kau lakukan? Siapa kau?" tanya Soon Geum.
Nenek Choon Jak tak menjawab. Ia malah mencomot serpihan nasi yang menempel di celemek Soon Geum. Ia memberitahu nasi yang dimasak Soon Geum telah masak.

Nenek Choon Jak mengajak Soon Geum bicara di dalam mobilnya (nie nenek kayak kali ya, mobilnya aja bagus). Soon Geum meminta maaf karena secara tak langsung ia yang telah mengambil posisi nenek Choon Jak di keluarga Kang.
"Jika kau ingin meminta maaf, dapatkah kau membantu mengabulkan satu permintaan nenek?" ucap nenek Choon Jak.

Ternyata Nenek Choon Jak meminta Soon Geum untuk membalas surat-surat dari Gun Woon. Nenek Choon Jak meminta Soon Geum merahasiakan dirinya yang sudah dipecat karena tak mau mengganggu konsentrasi belajar Gun Woo.
"Bagaimana jika dia menelepon dan mencarimu?" tanya Soon Geum agak keberatan dengan permintaan nenek.
"Tidak bisakah kau berbohong?"
"Bagaimana jika dia mengirim surat terus?"
"Surat tak mengenali orang. Katakan saja jika aku sudah mati," putus nenek Choon Jak mengakiri obrolan.
Mau tak mau Soon Geum menuruti permintaan nenek Choon Jak. Ia akan bilang pada Gun Woo bahwa dirinya seorang pengasuh anak. Jika Gun Woo menelepon mencari nenek, Soon Geum akan menjawab nenek pergi ke supermarket atau ke toilet. Soon Geum berjanji akan merahasiakan hal ini.
"Nona...Anak itu bukan anak Tuan Muda, tapi anak Presiden," beritahu nenek Choon Jak. Wah, berarti dugaan Young Hee bener dong. Nenek Choon Jak meminta Soon Geum terus menulis surat balasan untuk Gun Woo walaupun dirinya nantinya tak datang.


Soon Geum mendapat tugas baru. Setiap pagi ia memeriksa kotak surat untuk melihat kiriman surat dari Gun Woo dan membalasnya. Nenek Choon Jak sudah tak pernah datang lagi. Jadi Soon Geum menggunakan kata-katanya sendiri membalas surat dari Gun Woo.


Di New York, Gun Woo selalu senang saat menerima surat dari nenek Chook Jak tanpa tahu bahwa yang menulis surat itu adalah Soon Geum. Dari sana kita bisa lihat perubahan bentuk tubuh Gun Woon. Gun Woo yang dulu gemuk, perlahan-lahan mulai mengurus.


Kang Gun Woo yang kurus, cakep dan keren baru keluar dari bandara. Sebelum pergi, ia menelepon ke rumahnya, tapi tidak ada yang mengangkat.


Kim Young Hee pergi ke galeri seni lukis. Disana lukisan karya mendiang kakeknya ikut dipajang. Ia menghampiri Tuang Hwang yang tak bisa membedakan antara lukisan dan wallpaper. Young Hee merasa terhina karena Tuan Hwang membeli lukisan hanya karena ingin mengganti wallpaper di rumahnya.


Gun Woo turun dari bus. Ia masuk ke sebuah supermarket untuk membeli minuman. Disana ada Soon Geum yang tengah membeli lotre (kembali ke episode 1 bagian akhir). Soon Geum mengulangi terus kata-kata 'milik pembantu sebelah kanan, milikku sebelah kiri'. Sementara itu Gun Woo sudah berdiri di luar sambil minum bir kaleng yang baru dibelinya.

Gun Woo memilih berjalan-jalan sebentar sebelum kembali ke rumah. Di jalan ia melihat telepon umum dan mencoba menelepon rumahnya kembali. Kali ini teleponnya diangkat.
"Hallo disini Cheongdam-Dong," sapa Soon Geum.
Gun Woo meminta dipanggilkan nenek Choon Jak. Ia ingin memberi kejutan dengan mengatakan telepon di New York. Soon Geum langsung tahu itu telepon dari Gun Woon. Mendadak wajahnya berubah pias saat terdengar suara penjaja ramen di belakang Gun Woo.

Soon Geum panik setengah mati karena Gun Woo telah kembali ke Korea. Ia berjalan mondar-mandir tanpa bisa berpikir jernih. Yang ada di pikirannya saat itu adalah KABUR. Soon Geum berlari secepat kilat menjauh dari rumah keluarga Kang. Dengan sepatu high heel merah Soon Geum berlarian dijalanan beraspal. Tiba-tiba saja ia tersandung dan jatuh memeluk aspal. Sepatu kirinya lepas dan sol sepatunya rusak. Soon Geum diam dalam posisi tengkurap. Ia tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Seorang pria datang menghampirinya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Gun Woo.
"Ya...," rintih Soon Geum belum bisa bergerak. Wajahnya membelakangi Gun Woo.
Gun Woo tersenyum geli. Soon Geum merasa malu dan menyuruh Gun Woo pergi.

"Apa kau sudah pergi?" seru Soon Geum memastikan orang yang mendekatinya sudah pergi.
Hening.
"Apa ada orang disana?" seru Soon Geum lagi.
Tak ada suara. Soon Geum berusaha bangun dengan menahan sakit. Tiba-tiba saja tangan Gun Woo terulur dan membalikkan tubuh Soon Geum. Ia masih mengenali Soon Geum dan tersenyum senang bisa melihat Soon Geum lagi.

Sebaliknya dengan perubahan Gun Woo yang drastis tentu saja Soon Geum tak mengenalinya. Soon Geum malah terlihat sangat malu.
"Pernahkah kau melihatku sebelumnya?" pancing Gun Woo.
"Tentu saja aku tak pernah bertemu denganmu sebelumnya...Bahkan jika sudah, aku akan berpura-pura tak pernah mengenalmu."
Gun Woo tertawa. Ia menyadarkan Soon Geum bahwa sepatunya rusak. Soon Geum langsung panik karena sepatu itu milik Nyonya Kang. Gun Woo menawarkan diri mengantar Soon Geum ke rumah sakit karena melihat lutut Soon Geum berdarah, tapi Soon Geum menolaknya. Gun Woo mendekat dan tiba-tiba saja ia menyibak rambut Soon Geum. Ia tersenyum sambil memandang wajah Soo Geum.
"Kau tidak berubah sedikitpun. Masih terlihat sama seperti ini."
Soon Geum bengong. Ia benar-benar tak mengenali Gun Woo.

Gun Woo menuntun Soon Geum dengan menaruh kaki Soon Geum yang tanpa alas di atas kakinya. Gun Woo mengeluh kalau Soon Geum sangat berat. Soon Geum kesal dan mengatakan seharusnya tadi Gun Woo tak perlu menolongnya. Mereka berjalan menyusuri pohon sakura yang sedang mekar (lokasi ini sering banget aku liat di drama Korea. Indah banget...).

Gun Woo dengan sengaja mengucapkan kata-kata yang membuat Soon Geum jengkel. Soon Geum langsung menarik lengannya dan berjalan duluan dengan satu kaki.
"Sudah kubilang aku akan meminjamkan kakiku," kejar Gun Woon.
Soon Geum yang sudah kadung jengkel mengabaikan ucapan Gun Woo. Gun Woo malah mengikuti Soon Geum dengan berjalan satu kaki.
"Aku Kang Gun Woo. Senang bertemu denganmu."
Mendengar ucapan Gun Woo, Soon Geum langsung berhenti mendadak. Ia menurunkan kakinya. Reflek Gun Woo mengangsurkan kakinya agar kaki Soon Geum tak menginjak aspal. Dengan wajah syok Soon Geum melihat Gun Woo yang tersenyum lebar kepadanya.

Gun Woo membantu Soon Geum memperbaiki sepatunya. Setelah selesai diperbaiki, ia membawa sepatu itu pada Soon Geum yang duduk diluar. Soon Geum terus saja menunduk dengan wajah ketakutan. Gun Woo jongkok di depan Soon Geum dan mengembalikan sepatunya. Soon Geum memberanikan diri menatap wajah Gun Woon.
"Apa kau benar-benar Kang Gun Woo?"
"Aku akan menghubungimu," ucap Gun Woo mengingatkan janjinya pada Soon Geun 3 tahun lalu.


Young Hee mengendarai mobilnya dengan banyak gaya. Gun Woo berjalan menuju rumahnya. Young Hee melewatinya, tapi tak mengenali Gun Woo. Gun Woo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Hyung-nya.

Gun Woo sampai di depan rumah. Ia tersenyum. Ia sangat merindukan rumahnya. Hal pertama yang dilakukannya adalah menyapa anjing peliharaanya, Myeong Yong.  Setelah itu ia masuk ke rumah mencari nenek. Setelah mencari nenek seluruh penjuru rumah hasilnya nihil. Ia tak menemukan nenek atau anggota keluarga lain di dalam rumah. Ruangan terakhir yang di datangi adalah kamar nenek, tapi lagi-lagi Gun Woo tak menemukan keberadaan neneknya. Ia mulai mengerti situasi yang terjadi saat melihat isi kamar itu. Kamar itu tampak berubah dimata Gun Woo termasuk penghuninya (hebat euy kamar pembantu aja ada TV-nya). Segera saja ia berteriak sangat kencang. "Halmouni....."

Soon Geum yang menguping di depan pintu langsung kalang kabut dengan wajah ketakutan.

Takut mendapat amukan Gun Woo, ia mencoba mencari tempat perlindungan dengan bersembunyi di kandang Myeong Yong. Young Hee yang tengah bermain bola melihat Soon Geum dan berlari mendekatinya. Soon Geum kesal atas gangguan tak terduga ini. Ia menyuruh Young Hee pergi. Young Hee malah berinisiatif untuk bersembunyi juga bersama Soon Geum.

"Hyung, apa yang sedang kau lakukan?" Gun Woo keluar sebelum Young Hee sempat masuk ke kandang anjing. Soon Geum makin pias.
"Siapa kau?" tanya Young Hee yang juga tak mengenali Gun Woo.
"Apa yang terjadi dengan nenek?" Gun Woo mengacuhkan pertanyaan Young Hee.
Young Hee tampak berpikir sesaat dan mengira-ngira apa pria di depannya adalah Gun Woo. Ia senang saat tahu itu Gun Woo dan hendak memeluknya. Gun Woo yang sudah dikuasai amarah malah menarik kerah baju Young Hee.

Sementara itu, Myeong Yong menyalak ke arah kandangnya. Dengan panik Soon Geum memohon-mohon agar Myeong Yong diam.

Gun Woo menyadari ada seseorang di dalam kandang. Ia melepaskan Young Hee dan mengintip ke dalam kandang. Ia menghujani Soon Geum dengan tatapan tajam. Soon Geum pasrah.

Young Hee menyatakan keterkejutannya melihat perubahan tubuh Gun Woo. Ia tak menyangka bobot Gun Woo bisa turun drastis.
"Sebelum aku memasukkan bola ke mulutmu, tolong tutup mulutmu," teriak Gun Woo dengan murka.
Young Hee langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Gun Woo memarahi Young Hee habis-habisan. Ia kecewa pada Young Hee yang tak peduli pada nasib nenek Choon Jak. Bahkan sama sekali tak menghubungi Gun Woo untuk mengabarkan keadaan nenek.

"Apa kau manusia? Bagaimana jika orang tua itu mati? Bagaimana jika dia sakit?" raung Gun Woo.
Young Hee membela diri. Ia mengira Gun Woo sudah tahu masalah ini. Gun Woo bertanya bagaimana nenek bisa dipecat dan siapa penggantinya. Young Hee menunjuk Soon Geum yang masih ada didalam kandang. Soon Geum ketakutan mendapatkan amukan Gun Woo berikutnya. Untung saja Tuan Kang dan Nyonya Kang datang menyelamatkannya.

Young Hee memperkenalkan Kang Gun Woo dalam tampilan baru. Mereka agak terkejut juga melihat perubahan Gun Woo. Tuang Kang tersenyum gembira melihat kedatangan putranya. Nyonya Kang bingung melihat Soon Geum di dalam kandang anjing. Gun Woo berjongkok dan menyuruh Soon Geum keluar dengan tatapan bengis.


Soon Geum menyiapkan makan malam untuk keluarga Kang. Gun Woo tak mau menyantap makanan yang dihidangkan Soon Geum. Ia memilih memasak ramen. Semua orang di meja makan melupakan makan malam mereka dan hanya memandangi Gun Woo makan ramen. Kang San sampai ngiler, tapi Gun Woo sama sekali tak mau membagi ramennya.


Tuan Hwang sedang mengagumi lukisan yang baru dibelinya kemarin. Ia membeli lukisan itu untuk menutupi lemari besinya. Ia menurunkan lukisannya dan membuka lemari besinya. Wow, didalamnya ada setumpukan emas batangan dan uang (ckckck, kaya bener neh orang). Jareu Rin masuk memberitahu makan malam sudah siap. Tuan Hwang segera memasang kembali lukisannya. Ia tak mau orang lain tahu tempat persembunyian hartanya.


Setelah makan malam, Gun Woo bertanya mengenai kepergian nenek Choon Jak. Nyonya Kang memberitahu jika nenek pergi atas kemauannya sendiri. Gun Woo tak percaya. Ia tahu nenek Choon Jak bukan tipe orang yang akan pergi diam-diam. Nyonya Kang kembali berkata setelah Gun Woo pergi, nenek merasa tak ada alasan lagi untuk tetap tinggal.
"Jadi maksudmu tak masalah jika aku menemukannya dan membawanya kembali kesini?" ucap Gun Woo tajam.
"Terserah maumu," jawab Nyonya Kang.


Gun Woo masuk ke kamar Soon Geum tanpa permisi. Soon Geum protes. Bagaimanapun kamar itu adalah miliknya. Gun Woo tak berhak masuk sembarangan. Gun Woo malah menutup pintu dan duduk. Ia meminta penjelasan dari Soon Geum atas menghilangnya nenek Choon Jak.

Soon Geum menceritakan awal kedatangannya ke rumah keluarga Kang untuk menagih utang Gun Woo. Nyonya Kang melihat Soon Geum mahir merawat anak sehingga ia menawarkan pekerjaan untuk mengasuh Kang San. Soon Geum menerima tawaran itu karena ia memang sedang membutuh uang dan tak punya tempat tinggal. Ditambah lagi masalah yang timbulkan ayahnya yang mencuri uang Yoon Shi. Soon Geum mendapat 2 gaji karena ia bekerja sebagai pembantu sekaligus nanny.

Gun Woo tampak lelah mendengar cerita Soon Geum.
"Siapa yang mengatakan aku ingin mendengar kondisimu?"
"Apa kau anak di keluarga ini?" Soon Geum malah balik bertanya.
Gun Woo mencurigai Nyonya Kang yang telah memecat nenek Choon Jak. Ia bertanya kemungkin itu pada Soon Geum. Soon Geum hanya menggelengkan kepala.
Kesabaran Gun Woo habis. Ia mengusir Soon Geum malam itu juga.

"Maaf. Kau dipecat," ucap Gun Woo sambil melempar tas Soon Geum.
Nyonya Kang teringat saat dirinya mendepak nenek Choon Jak keluar dari rumah keluarga Kang. Ia takut Gun Woo tahu bahwa dialah yang mengusir nenek Choon Jak. Soon Geum yang tak merasa telah melakukan kesalahan berusaha melawan. Keputusan Gun Woon sudah bulat. Ia tak akan menerima Soon Geum kembali jika nenek belum ditemukan.

Nyonya Kang mengomel. Jika tak ada pembantu siapa yang akan mengasuh Kang San dan melakukan pekerjaan rumah tangga.
"Apa kau pikir aku masuk ke rumah ini untuk melakukan pekerjaan rumah?" seru Nyonya Kang.
Tuan Kang yang sedari tadi diam, angkat bicara. Ia memarahi Gun Woo dan memintanya pergi juga.

Kang San turun mendengar keributan dibawah. Ia menangis ketakutan. Mata Soon Geum berkaca-kaca. Ia mengambil tasnnya dan masuk kedalam kamarnya mengemasi semua barang-barangnya. Kang San mengikutinya.
"Ahjumma jangan pergi. Ahjumma jangan pergi..." tangis Kang San (semua pembantu disini dipanggil Ahjumma, gak peduli masih muda or udah tua).


Soon Geum berusaha mengabaikan tangis Kang San dan pergi keluar dengan dada sesak menahan tangis. Di depan pintu, Soon Geum tak tahan mendengar tangis Kang San. Ia berbalik dan memeluk Kang San. Gun Woo segera mengambil Kang San dan menggendongnya lalu menyuruh Soon Geum cepat pergi.


Soon Geum pergi menemui teman-temannya. Mereka sedang menonton pengundian lotre. Soon Geum duduk dengan lesu dan mulai menangis. Teman-temannya belum menyadari apa yang terjadi pada Soon Geum. Mereka malah meminta kupon lotre yang kemarin dibeli Soon Geum. Soon Geum menyerahkan jaketnya. Hyun Joo mengambil lotre dari kantong sebelah kiri dan mulai mencocokkannya dengan nomor undian. Tapi tidak ada yang cocok.

Jareu Rin yang pertama kali melihat Soon Geum menangis. Semua orang mulai mendekati Soon Geum dan bertanya. Bahkan mereka takut Tuan Kang telah berbuat macam-macam pada Soon Geum. Dengan berurai airmata Soon Geum memberitahu ia telah dipecat oleh Gun Woo. Teman-teman Soon Geum terkejut, apa alasannya? Da Kyum bahkan tak percaya, yang ia tahu Gun Woo anak penurut.


Gun Woo merenung di perpustakaan. Ia membuka laci. Mengambil dompet dan uang yang sudah ia persiapkan untuk Soon Geum 3 tahun lalu. Uang itu sama sekali tak diambil Soon Geum. Young Hee datang. Ia segera menaruh dompet itu ke tempat semula.


Soon Geum menginap di kamar Soo Jung. Pagi hari ia baru pergi dan berniat kembali ke rumah Yoon Shi. Tak sengaja ia berpapasan dengan Gun Woo dan Young Hee yang tengah lari pagi. Gun Woo mengacuhkannya.

Soon Geum pergi berjalan melewati supermarket dimana ia membeli lotre. Pelayan toko tengah memajang spanduk pemenang pertama lotre dengan hadiah uang sebesar 1 milyar won. Soon Geum jalan dengan langkah gontai tanpa sempat melihat spanduk itu.


Kang San berlari ke dapur memanggil Soon Geum. Saat melihat dapur yang sepi, Kang San mulai menyadari Ahjumma-nya telah pergi.


Gun Woo dipanggil ke ruang kerja ayahnya. Tuan Kang meminta Gun Woo bekerja di perusahaannya. Tuan Kang berniat memberikan seluruh hartanya jika Gun Woo mau mengakui Kang San sebagai anaknya. Tanpa sepengetahuan mereka, Nyonya Kang mendengar pembicaraan mereka.


Karena tak punya tempat tinggal, Soon Geum mengungsi ke rumah Yoon Shi. Yoon Shi menyiapkan makan malam. Soon Geum mengomel saat melihat menu makan malam mereka yang tak bergizi. Apalagi untuk pertumbuhan Ji Min. Ia bertengkar dengan Yoon Shi.
"Ada apa denganmu?" teriak Yoon Shi meradang melihat Soon Geum mengomel tanpa sebab.
Soon Geum terdiam. Ia sadar emosinya sedang tak stabil gara-gara pemecatannya kemarin.


Keluarga Kang mulai terlantar dengan tidak adanya pembantu. Mereka terpaksa memesan jjajangmyeon untuk makan malam.


Ayah Soon Geum mendatangi kediaman keluarga Kang untuk mencari putrinya. Ia bertemu dengan Gun Woo yang hendak berangkat kerja.


Soon Geum pergi keluar mencari pekerjaan baru. Soon Geum duduk di halte bus mencari lowongan pekerjaan dari koran.

Soon Geum tampak kelelahan dan mulai putus harapan. Saat bangun tanpa sengaja ia menjatuhkan lotre milik 'pembantu' dari kantong jaketnya. Ia memungut lotre itu dan teringat pada ibunya.
"Ibu, aku kelaparan sampai ingin mati. Setidaknya biarkan aku mendapatkan semangkuk jjajangmyeon," gumamnya sedih.

Soon Geum pergi ke kedai jjajangmyeon. Ia makan sambil mencari lowongan pekerjaan di koran. Tak melihat ada pekerjaan yang cocok, ia melempar koran itu ke meja. Tanpa sengaja ia melihat pengumuman pemenang lotre. Iseng-iseng ia mengambil lotre miliknya dan mencocokkan angkanya. Soon Geum terbelalak saat tahu ia memenangi lotre itu. Ia berteriak penuh syukur.

Soon Geum mendatangi makam ibunya dengan wajah penuh sukacita. Ia berteriak kegirangan.
"Terimakasih ibu... Aku benar-benar berterimakasih padamu," ucapnya sambil memeluk makam ibunya. Ia kembali terkenang saat membeli lotre itu yang memang ditujukan untuk ibunya.

Soon Geum tersenyum melihat masa depannya kini tergambar dengan cerah. Lagu pengantar tidur yang biasa dinyanyikan ibunya kembali berkumandang.

"Aku mencintamu, ibu. Aku mencintaimu, ayah. Aku mencintai dunia ini. Aku mencintai kalian semua. Aku mencintai para orang tua. Aku mencintaimu, nenek. Aku mencintaimu, kakek. Semua orang disini, aku mencintai kalian semua. Aku benar-benar mencintai kalian semua..."
Soon Geum memberi hormat pada semua makam yang ia jumpai disana. Tak peduli ia mengenal orang yang dimakamkan disana atau tidak. Kegembiraannya tampak meluap-luap. Dari kejauhan Young Hee sedang berjiarah ke makam kakek dan ayahnya. Ia melihat ke arah Soon Geum dengan pandangan heran. Ia terkejut saat tahu gadis yang tanpa henti memberikan penghormatan itu adalah Soon Geum.


Nonton 2 episode langsung jatuh cinta sama nie drama (sekalian sama pemeran Kang Gun Woo, hehe...). Ceritanya simpel dan mengalir. Walaupun ceritanya sendiri udah umum, percintaan antara majikan dan pembantu. Tapi penasaran sama hubungan Gun Woo dan Soon Geum selanjutnya. Penampilan pembantu di drama ini juga nggak 'dipaksa' buat tampil lusuh, lugu dan udik.

(Thanks alot ya dewi ^^)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.