6.12.2011

Sinopsis christmas in august (8월의 크리스마스)


Kategori:Film
Jenisdrama

sutradara hur jin-ho
pemain: han suk-kyu (jung-won), shim eun-ha (da-rim)
produksi: 1998

"I always knew that feelings of love would fade just like old photographs. but for you, you will always remain in my heart as you are in my last moment. thank you and goodbye..."

jika ada sebuah film yang justru lebih banyak bicara melalui ekspresi dan visual dibandingkan dengan kata-kata, lebih banyak yang tersirat dibandingkan yang tersurat, atau saat di mana perasaan cinta bisa segera terlihat tanpa satupun kalimat "saya cinta kamu" muncul di sepanjang film, maka christmas in august besutan sutradara hur jin-ho ini adalah salah satunya.

christmas in august berkisah seputar hidup jung-won, seorang fotografer berusia awal 30-an yang mengelola sebuah studio foto. sebagai seseorang yang selalu terlihat ceria dan menebar senyum, ternyata jung-won memiliki rahasia yang hanya diketahui oleh dia, ayah serta saudara perempuannya. ia menderita satu penyakit parah dan tampaknya telah divonis bahwa hidupnya tinggal menghitung hari.

meskipun demikian, jung-won tetap mengisi hari-harinya seperti biasa, dan pekerjaannya sebagai pemilik foto studio membawanya bertemu dengan da-rim, gadis muda yang bekerja sebagai petugas pencatat pelanggaran parkir yang suatu hari muncul untuk mencetak foto bukti pelanggaran parkir.

pertemuan pertama antara da-rim dan jung-won terasa unik, karena memperlihat kekontrasan karakter mereka berdua. da-rim terlihat sebagai sosok yang keras hati dan tidak sabaran, dan memaksa jung-won yang ingin beristirahat setelah menghadiri suatu upacara pemakaman untuk segera mencetakkan foto-foto bukti pelanggaran. saat jung-won tidak terlalu meresponnya, da-rim terlihat merajuk dan memutuskan menunggu di bawah sebuah pohon di seberang studio foto. beberapa saat kemudian, jung-won yang kembali ceria mendatangi da-rim dan menawarkan es krim. sosok da-rim yang terlihat kekanak-kanakan (dari cara dia merajuk) sangat kontras dengan jung-won yang terlihat dewasa.

pertemuan awal ini kemudian berlanjut karena da-rim kemudian menjadi pelanggan tetap jung-won untuk mencetak foto-foto pelanggaran parkir yang diabadikan da-rim sebagai salah satu tugasnya setiap hari. kedatangannya yang berkali-kali ini kerap membuat da-rim melihat jung-won dalam beragam kondisi, dan sifat ceria dan senyum yang selalu menghiasi wajah jung-won perlahan-lahan menimbulkan perasaan khusus. terlebih hari-hari da-rim kerap diisi dengan emosi yang tinggi, karena pekerjaannya tidak saja membuatnya dimusuhi banyak pemilik kendaraan yang dia tilang, tetapi juga pemilik beragam toko dan rumah makan yang merasa terusik karena kehilangan pelanggan setiap kali da-rim bertugas. tampaknya keceriaan dan keramahan jung-won bisa memberikan ketenangan dan mengembalikan mood-nya.

hubungan yang makin akrab terjalin ini terasa begitu menarik untuk diamati, terutama melihat pasang surut perasaan da-rim pada jung-won (yang tampaknya juga memiliki beda usia yang cukup jauh, mengingat da-rim selalu memanggil jung-won dengan sebutan 'ajoshi' -semacam sebutan 'pak', bukan dengan 'oppa' yang berarti 'kakak') yang lebih banyak diutarakan melalui ekspresi, gesture dan spontanitasnya terhadap jung-won. perasaan sukanya segera terlihat dari spontanitas dan keriangan da-rim saat melihat jung-won yang sedang berteduh di kala hujan deras dan tanpa ragu menawarkan diri mengantar jung-won pulang, sepayung berdua melalui hujan yang masih turun dengan derasnya. di lain pihak, keraguan da-rim untuk melangkah lebih jauh bisa terlihat saat dia secara sepihak membatalkan janji untuk minum bersama dengan jung-won tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

tetapi perasaan hati memang sulit untuk dibendung dan da-rim semakin memperlihatkan perasaan sukanya ini saat ia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa ia tidak bisa lagi menemui jung-won yang tiba-tiba saja menghilang -karena jung-won harus dirawat di rumah sakit akibat penyakitnya yang semakin parah. dengan memperlihatkan bagaimana da-rim berkali-kali berkunjung ke studio foto milik jung-won yang selalu tutup, menungguinya dalam durasi yang cukup lama, 'memaksa'nya menulis surat -yang tampaknya merupakan curahan perasaannya- sampai akhirnya memperlihatkan puncak keputus-asaannya menunggu dengan memecahkan kaca studio foto secara spontan.

sosok jung-won yang terlihat ceria pun -yang bahkan tetap terlihat ceria saat berjumpa dengan seorang wanita yang merupakan cinta abadinya saat sma sedangkan sang wanita terlihat begitu kikuk dan serba salah- ternyata memiliki kecemasan dan ketakutan yang membuatnya terlihat begitu manusiawi. salah satu adegan yang memperlihatkan hal ini adalah saat ia mengajari ayahnya yang sudah lanjut usia untuk bisa menggunakan video player sendirian. ketidaksabarannya atas kesalahan yang selalu diulangi sang ayah memperlihatkan kecemasannya akan kesulitan yang dihadapi ayahnya saat ia telah tiada. ia bahkan tetap menyembunyikan perihal kondisi penyakitnya ini pada da-rim, serta sengaja menghindari da-rim untuk tidak membuat da-rim semakin merasa kehilangan saat ia tiada. di akhir film, ia terlihat membalas surat da-rim, tetapi kemudian urung dikirimkannya.

saat kematian jung-won pun tidak diperlihatkan secara detil, tetapi secara simbolik dan kental dengan nuansa adat korea. tampaknya telah menjadi budaya untuk mempersiapkan foto memorial yang dipasang di altar saat upacara pemakaman. dan akhir hidup jung-won sendiri diperlihatkan saat ia mempersiapkan foto memorial miliknya sendiri yang kemudian perlahan berubah menjadi foto yang digunakan di altar pemakamannya.

mungkin ada yang merasa bahwa christmas in august banyak membuang-buang adegan karena banyak sekali ditampilkan suasana keseharian yang mungkin tidak langsung terkait dengan tema cerita. bahkan sama sekali tidak ada adegan eksplisit yang menjelaskan apakah pada akhirnya da-rim mengetahui perihal kematian jung-won atau tidak. atau apakah perasaan sukanya pada jung-won juga dibalas atau tidak. tetapi semua scene ini justru terasa penting untuk memperlihatkan karakterisasi dari masing-masing tokohnya (terutama kedekatan jung-won dengan keluarganya). sampai akhir film, tidak ada vonis dokter yang mengatakan tinggal berapa lagi usia jung-won. penyakit yang dideritanya hanya diperlihatkan melalui beragam obat yang harus ia minum setiap harinya, serta saat ia menunggu pemeriksaan di lorong rumah sakit. bahkan curahan perasaan jung-won pada da-rim pun diperlihatkan secara implisit.

pada awal-awal film, terlihat foto gadis yang dipajang di jendela studionya yang ternyata merupakan cinta abadi jung-won. saat setelah kematiannya, di akhir film, terlihat da-rim mendatangi studio foto yang tutup tersebut dan tampak sumringah melihat bahwa foto dirinya yang diambil jung-won-lah yang dipasang tepat menggantikan foto gadis cinta abadi jung-won sebelumnya.

seperti halnya "..ing" yang berkutat dengan tema percintaan dan kehilangan, christmas in august menolak bermain dengan eksagerasi dan eksploitasi emosi yang berlebihan. pesan kuat yang dibawa film ini justru ketegaran dalam menghadapi kematian dan bagaimana menjadikan kematian sebagai pemicu untuk menjadikan hari-hari terakhir yang ditempuh diisi dengan kebahagian dan membahagiakan orang-orang yang dekat dengan dirinya. dan itu semua disampaikan secara mayoritas justru dengan 'keheningan' (silent scenes).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.