6.12.2011

Sinopsis Barking dogs never bite (플란다스의 개)


Kategori:Film
Jenisdrama

sutradara: bong joon-ho
pemain: lee sung-jae (yun-ju), bae doo-na (hyeon-nam)
produksi: 2000

barking dogs never bite bisa dikatakan sebuah film unik yang mencampur-adukkan beragam genre: humor, satir, kritik sosial hingga aksi komikal (terutama menyangkut perlakuan 'sadis' pada hewan tertentu) yang berangkat dari satu hal, kecintaan sekaligus kebencian pada anjing.

kisah dibuka oleh yun-ju, seorang profesor pengangguran yang begitu terganggu oleh gonggongan anjing di area apartemen tempat dia tinggal. begitu terganggunya dia oleh gonggongan si anjing hingga bertekad mengenyahkan anjing tadi dengan cara menculiknya dan kemudian melemparkannya dari lantai puncak apartemen. kondisi tidak terduga akhirnya memaksa yun-ju untuk menyimpan si anjing di lantai basement kompleks apartemen.

adegan kemudian berpindah pada sosok hyeon-nam, seorang gadis berpola pikir sederhana yang bekerja sebagai asisten pengawas apartemen yang sama. dia kemudian kedatangan seorang anak perempuan yang ingin meminta stempel bagi pengumuman kehilangan anjing untuk disebarkan di kompleks apartemen itu juga.

cerita kemudian bergulir cepat, dengan beragam peristiwa yang membuat plot film ini menjadi semakin sulit ditebak. ternyata anjing yang diculik yun-ju adalah anjing 'bisu' akibat operasi tenggorokan, sedangkan anjing yang gonggongannya begitu mengganggu justru dimiliki seorang wanita tua yang hidup sendirian. saat yun-jun berusaha mengembalikan anjing yang salah culik tersebut, ia justru menjadi saksi mata tentang kegemaran satpam kompleks apartemen membuat sup dari daging anjing.

tampaknya kebencian yun-jun pada gonggongan anjing yang mengganggu itu sudah sedemikian memuncak sehingga ia kembali memutuskan menculik anjing yang benar, dan sukses melemparkannya dari puncak apartemen. hanya saja, tindakannya itu secara tidak sengaja dilihat hyeon-nam. hyeon-nam yang selalu menjadi sosok biasa-biasa saja terinspirasi oleh kisah seorang teller bank yang menjadi sangat terkenal karena melawan perampok, dan saat itu juga bergerak untuk menangkap si pembunuh anjing. aksi kejar-kejaran di koridor apartemen ini terasa lucu, terutama permainan sudut pandang kamera.

yun-jun memang berhasil lolos dari kejaran hyeon-nam, tetapi kejutan lain segera menunggunya: istrinya yang dominan dan tengah mengandung anak pertama mereka pulang dengan membawa anjing peliharaan. kisah menjadi semakin kompleks karena kemudian anjing pun ikut hilang. setelah gagal menemukan sang anjing di bawah tekanan sang istri, yun-ju pun mulai mencurigai apakah anjing miliknya ini menjadi telah menjadi hidangan rahasia si pengawas apartemen yang gemar makan sup anjing.

yang menarik dari barking dogs never bite ini adalah sosok yun-ju yang dari awal terlihat sebagai sosok yang 'kalah', tidak berdaya sekaligus menimbulkan rasa antipati atas sifat-sifatnya. misalkan saat ia begitu 'menurut' pada istrinya, atau sisi kekanak-kanakannya dalam berdebat dengan sang istri tentang jarak menuju toko kelontong terdekat. tetapi lambat laun, seiring dengan informasi tentang latar belakang dan kondisi sosial-ekonominya, sosok yun-ju pun terasa berubah dan kita seolah menjadi mengerti alasan-alasan tindakannya yang kadang terasa aneh tersebut. apalagi banyak kondisi yang memaksa yun-ju bertindak secara kontras sekaligus terlihat ironis. misalkan jika di bagian awal yun-ju-lah yang membuat orang lain menebarkan poster fotokopian perihal kehilangan anjing maka saat dia pergi untuk menempelkan fotokopi serupa mejadi terasa satir.

karakter yang juga mencuri perhatian adalah hyeon-nam yang dimainkan secara brilian oleh bae doo-na. kenaifan hyeon-nam yang mendambakan saat 'fifteen minutes of fame'-nya terasa menggelitik, terutama mengingat kepolosannya yang spontan dalam membantu orang-orang yang dalam kesulitan, sering kali membuatnya ikut terlibat dalam kesulitan. akhirnya dia pun kehilangan pekerjaannya sebagai asisten pengawas akibat lebih sering berada di lapangan menolong penghuni kompleks apartemen dari pada duduk di meja kerjanya. tetapi pola pikirnya yang selalu optimis dan sederhana inilah yang membuat karakter hyeon-nam juga begitu memorable.

meski mayoritas cerita berkutat seputar kasus 'penculikan' anjing, barking dogs never bite ternyata sarat pula dengan tema satir dan kritik sosial. di kisah ini, yun-ju didera kecemasan karena untuk bisa menjadi profesor penuh yang berhak mengajar, ia harus memberikan 'kado khusus berharga sangat mahal' bagi dekan sekolahnya. praktik suap ini meski ilegal, tetapi tampaknya telah menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan, karena bagi semua rekan-rekan yun-ju, inilah hal yang harus ditempuh untuk bisa mengajar. dan mau tidak mau, yun-ju pun masuk ke dalam lingkaran yang sama.

hal yang sama juga tercermin dari kebiasaan penghuni apartemen yang tetap memelihara anjing padahal ada larangan tertulis untuk memelihara anjing. rasa 'maklum' ini menjadi norma umum yang berlaku, yang bahkan membuat pengawas apartemen yang sering memergoki penghuni yang memelihara anjing justru mendiamkannya saja. apalagi saat yun-ju memprotes istrinya yang membawa anjing pulang sambil mengatakan bahwa ada larangan memelihara anjing, dan hanya dibalas si istri dengan mengatakan semua tahu tentang aturan itu. toh banyak juga penghuni yang memelihara anjing. norma yang dianggap valid adalah norma yang dianut oleh mayoritas dan dianggap umum, bukan aturan baku yang tertulis lagi..

kritik juga dialamatkan pada pengawas apartemen lainnya yang lebih mementingkan aturan dan angka-angka, bekerja dalam ruangan yang nyaman dibandingkan berkeliling dan memperhatikan kondisi lingkungan apartemen yang mereka kelola. hyeon-nam yang sebenarnya adalah pekerja yang baik -karena kerap berkeliling dan memperhatikan kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan apartemen tempat ia bekerja justru dipecat. mobilitasnya yang tinggi di lapangan dianggap tidak sesuai dengan statusnya sebagai asisten 'pengawas'.

barking dogs never bite selain mengundang tawa juga mengantarkan kita pada banyak ironi. pada akhir film, terlihat yun-ju yang akhirnya diangkat menjadi profesor terlihat lesu saat memberikan kuliah tentang perilaku manusia, mungkin sebagai kontemplasi mengingat bagaimana proses dia bisa berada pada posisinya itu yang sebenarnya bertentangan dengan kata hatinya sendiri.

tampaknya, yang sukses mencapai cita-citanya tanpa merusak norma-norma baku hanyalah hyeon-nam. dia pernah mengatakan bahwa sebenarnya yang ingin dia lakukan adalah melakukan hiking ke gunung, dan ending film ini ditutup dengan adegan dia berada di alam terbuka, ber-hiking-ria bersama sahabat baiknya. sebuah nilai keluguan yang berbuah manis.

Thanks credit to : disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.