6.16.2011

Sebuah Curhatan kecil

Seakan roda itu semakin berputar kedepan,aku terus berharap melangkah dengan penuh pengharapan.Tentang anakku yang masih kecil dan sebuah mimpi tentang rumah kecil.
Aku masih ingat saat aku selalu membawanya kemanapun pergi ,9 bulan penuh ku telusuri waktu yang tidak pernah berhenti menoleh kebelakang.Aku janji pada hatiku dia kan tumbuh lebih baik dari aku ,dari semua apa yang telah kulewati.Dari semua kesusahan yang kumiliki.Aku janji memberikan nya yang terbaik.
Tapi impian itu hanya berlanjut sampai sekarang,sampai detik ini aku hanya mampu menatap arloji yang terus berputar melangkah kearah depan.Tapi aku sebagai ibu....,aku tak mampu memberikan kasih sayangku yang penuh pada anakku.Tercurah pun tak ada waktu.Kutitipkan buah cintaku pada ibu ku...hanya dengan sebuah do'a kasih dan sayang...."Nak...ibu mencari uang buat hidup kita,percayalah...esok suatu waktu nanti kita akan selalu bersama.Tak ada rentang waktu yang bisa membuat kita terpisah tak ada lagi saling bertemu rindu hanya untuk malam saja.Maaf...maafkan ibu Nak.....


Tahukah kau sayangku...betapa aku selalu memikirkan mu,merindukan untuk bisa menimangmu....yang sedari kecil tak banyak bertemu.Hanya beberapa waktu dan menit saja kita bertemu.


Tuhan.....apakah ini sebuah realita hidup??diantara harapan dan impian seorang manusia untuk sejajar dengan hidup yang sama dengan orang lain?apakah keseimbangan antara keluarga dan uang selalu sulit saja dilakukan?Egoiskah aku???egois dengan jalan pilihan ku....???


Tuhan bantu aku melangkah mencari jalan yang baik,searah tanpa ada sesal kedepan.Karna air mata ini sudah terlalu banyak tumpah dan mengering ketika ku dengarkan dia mulai belajar memanggilku "Bunda..."


Deary,23 September 2011


Aku melanjutkan perjalananku menanti datangnya sebuah keajaiban penuh,agar aku ,buah hatiku juga keluargaku bisa merangkaikan senyuman tulus seiring sejalan.


Nak,Ibu mu memang bukanlah malaikat peri yang elok,namun ia akan berusaha merentangkan tangan nya untuk selalu menjagamu.
Agar kelak kita dan hari tua berujung manis dengan senyuman.


Nak,memikirkan cinta ayah pada kita,memikirkan sekaleng susu yang lebih baik,semua untuk mu

9 komentar:

  1. hihihi, baca curhatannya mbak cha sebagai seorang ibu-berasa kayak dinasihatin ibu sendiri..
    hampir sama ma dira waktu kecil (menurut cerita sih hehe)
    mungkin suatu saat nanti semua akan terjawab dengan indah menurut cara Nya, ^^
    FIGHTING mbak!!!(ato bu?)
    oya, dira req yang baby faced aja ditamatin dulu mbak haha, bentar lagi kan dah ganti drama baru lagi..
    gomawo

    BalasHapus
  2. he he...trims dira....mbak lagi kangen baby mbak....:)

    BalasHapus
  3. *hug* semangat cha...semua pilihan ada konsekuensinya, tapi ibu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Be strong and take courage^^

    from: a mother too

    BalasHapus
  4. wah mba cha_sya sudah menikah toch???
    mian mba selalu panggil cha_sya aja, hehehehe.
    hwaiting mba....

    BalasHapus
  5. Dewi : iya oenni udah menikah,tapi nggak tuir banget he he 86

    trims fanny...ia semangatmu membuatku sedikit merasa plong :)

    kangen^kangen maen sama anakku huhuhu

    BalasHapus
  6. Fighting seorang Ibu pasti perfect bagi anaknya !!!

    Ternyata selama ini Devi slh sangka, Devi qr mbak cha masih lajang...

    BalasHapus
  7. Fighting, sya. Sori baru liat postingan ini stlh kirim email. Jadi dah kejawab pertanyaanku... :) Bener kata Fanny. dan aku cuman keinget ada temenku pernah bilang jika satu jendela tertutup, maka Allah akan membukakan jendela yang lain untukmu. Big hug.. *ala teletubbies* :)

    BalasHapus
  8. Devi : he he iya ya,makasih semangatnya,membuat Cha sedikit tenang.

    Dee : udah berbuntut malah ekor satu cowok cakep wokkkk.....
    amin,ia jendela nya ada yang akan terbuka ,allah swt maha melihat .

    Cha cuman nunggu waktu itu tiba oeeni,dan saat itu mungkin cha bakal hiatus selamanya di dunia bloger :D
    tapi beberapa bulan lagi.masih menanti waktunya tiba...hiks...

    trims semuanya ^^^

    BalasHapus
  9. hidup adlah PILIHAN, dikembalikan lagi kepada kodrat seorang wanita ketika telah berumah tangga dan memiliki seorang suami yg bertanggung jawab adlah menjaga rumah tangganya, melayani suami, merawat, membesarkan dan memberi kasih sayang dan cinta kepada anak, masa kecil anak tak kan terulang 2 kali jadi BERHATI-HATILAH dlm memilih PILIHAN, scra psikologis seorang anak yg jarang bersama ibunya kelak saat besar akn merasa ada yg kosong, ini adalah arti PENTING kberadaan seorang IBU bagi anakx, krn bagi anak seorang IBU takkan tergantian oleh appapun itu walaupun berupa materi yg melimpah....maaf ini menurut saya, krn saya juga seorang ibu....PILIHLAH JALAN YG DIRIDHOI ALLAH SWT....! -eka kalbar-

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.