4.23.2011

Sinopsis Giant Episode 4

Sungmo sama sekali masih belum sadar,ia masih mengigau memanggil kedua adiknya miju dan gangmo terus menerus.Salju semakin lama membuat suhu udara menjadi dingin.Miju berharap sungmo segera datang,tetapi gangmo  tidak yakin hal itu.
"Hyung,mungkin tidak akan datang sama sekali"ujar gangmo.ia teringat kembali pembicaraan penyelundup tentang kakaknya,ia belum tentu bisa selamat lompat dari kereta yang sedang bergerak.
"Sudah mulai gelap,kakak tertua belum juga datang"ucap miju.
"kamu tidak tahu miju,kenapa ia akan datang terlambat?,ia harus membeli banyak hadiah untuk mu,dan mungkin semua yang engkau sukai,boneka permen dan mungkin hadiah lainnya."
Miju sangat senang mendengarnya.
"Hadiah apa yang akan kamu berikan padanya?"
"sekarang aku sedang memikirkannya,aku tidak punya apa-apa untuk memberi hadiah padanya.Aku yakin dia akan kecewa.Lalu apa yang harus kulakukan aku tidak punya uang?"
"Hyung kan menyukai lagu-lagumu"jawab gangmo
"Jadi,ketika kakak datang saya akan menyanyikannya?"
"Ya.lagu yang benar benar disukainya nanti."
"Bayangkan hyung datang dari sana,tangan nya penuh dengan hadiah.Apa yang kamu tunggu?"gangmo meminta adiknya menyanyi.
Miju menyanyikan lagu yang sering dinyanyikannya.Sungmo sangat menyukai lagu miju.
Seakan terdengar nyanyian miju ditelinga sungmo.Sungmo membuka mata nya perlahan.


Miju terus bernyanyi,ia melihat gangmo putus asa,miju menghentikan menyanyi,ia duduk disamping kakaknya.
"Miju..aku ada ide bagus,bagaimana kalau kita bersembunyi disuatu tempat,sehingga kita bisa memberi suprise dia ketika datang.Dia akan terkejut dengan begitu" kata gangmo mengajak adiknya bermain petak umpet
"Itu menyenangkan sepertinya."Jawab miju tersenyum
"Mari kita lakukan sekarang,sebelum hyung tiba"rayu gangmo pada adiknya
"Cepat oppa..."


Gangmo mengajak adiknya makan.Miju kelihatan sedih.
"Kita sekarang sedang bermain petak umpet.Sampai hyung berteriak "Saya tidak dapat menemukan kalian,aku kehilangan!" kita harus bersembunyi dulu disini.Mengerti"Kata gangmo menenangkan adiknya.
"Ya.."
"Aku akan pergi sebentar menunggu hyung,jadi tolong jaga adik bayi"
"Oppa...jangan katakan aku bersembunyi disini."
"Apakah kamu yakin dia melihat wajah jaechon?"tanya pil yeon pada anak buahnya.
"Ya."
"Pergilah dan cari tahu."
"Apa?"
"Cari tahu kapan dia akan kembali sadar!."Teriak pil yeon
"Siap.."
"Tidak...tunggu,semuanya akan sia-sia.Sementara itu masih dimarkas,Jaechon terlihat kebingungan.


"Aku yakin kita sedang disadap."Ujar Roger 
"Ketika anak itu bangun,dia akan mengindentifikasi siapa pelakunya."Jawab hampton
"Anak itu sudah pergi!."seru dokter melaporkan bahwa sungmo menghilang.
"Apa?."
"Aku sudah periksa seluruh tempat,tetapi ia tidak ada"jawab dokter
Sungmo naik bis menuju seoul.
"Hyung..,kau tidak mati bukan?




sementara itu,miju menanti gangmo.
"Hei berapa lama lagi kau akan menunggu disini."Ucap pemilik kedai tersebut.
Tanpa sengaja ia melihat kakaknya sungmo melewati tempat nya menunggu tersebut. Miju menitipkan adik bayi pada sipemilik kedai secara tergesa-gesa,ia berlari mengejar kakaknya.
"Oppa....,oppa..."Panggil miju,tetapi ia terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun.Sungmo lalu masuk kedalam bus.Miju berlarian mengikutinya.Miju mencari-cari sungmo didalam bus,dan berhasil menemukannya.Rupanya orang tersebut bukan sungmo.


Mijoo terkurung didalam bus,yang melaju ketempat yang sama sekali belum dikenalnya.ia menangis memanggil kedua kakaknya.Bis terus melaju pergi.
"Mana adik saya?"tanya gangmo kembali kekedai tersebut.
"Kenapa tanya saya,dia pergi meninggalkan bayi ini dan pergi keluar."Ujar wanita pemilik kedai.
"Apa?"gangmo segera keluar,
"Hey...bawa bayi ini !"


"Miju.....,Le miju..."teriak gangmo."Miju,segeralah keluar,petak umpet segera berakhir.keluarlah sekarang!saya tidak dapat menemukanmu.aku menyerah!"tangis gangmo .Terus menerus diulanginya kata-kata tersebut,tetapi miju tidak juga bertemu.
Sungmo tiba digedung 31,ia terus memanggil ibu,gangmo dan miju.Pertemuan tersebut berakhir menyedihkan.
Pil yeon kemarkas hampton,Jaechon sedang diinterogasi.
"Saya mendengar bahwa orang yang menjadi saksi mu telah menghilang,jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?"kata pilyeon."Dengarkan dengan hormat tuan hampton,kamu harus ingat bahwa hal ini tidak hanya membuat reputasi saya menjadi rusak,tapi juga hubungan kedua negara ini."
"Ikuti aku."Perintah pil yeon kepada jaechon.pil yeon berhasil menyelamatkan jaechon.
Sementara itu gangmo mencari adiknya dikantor polisi.
Sungmo terduduk lemas,ia memandangi fhoto keluarganya.
"Dimana kalian sekarang?"tangis sungmo."Dimana...".



Gangmo mencari miju ditempat keluarga sipria yang baik.
"Apa yang kamu lakukan disini.?"tanya pria itu."Kamu tidak bisa bertemu kakakmu.?"
"Apakah adik saya miju datang kesini.?"tanya gangmo
"Dia tidak kesini.Apa kamu kehilangan adikmu?"tanya pria baik
"Lupakan mencari adikmu dulu,pergi keklinik kesehatan segera,bayi ini demam tinggi".Ucap istri pria tersebut saat menyentuh kening adik bayi gangmo.Adik gangmo dibawa kerumah sakit terdekat.
Orang dari panti asuhan ternyata datang kembali.Mereka membantu membiayai pengobatan adik gangmo.
"Bayi itu menderita gizi buruk,jika tidak ditangani serius situasi akan semakin buruk padanya."Ujar salah seorang dari panti asuhan."Biarkan kita yang merawat bayi.Saya pikir itulah cara terbaik"
"Aku tidak akan mengadopsikan bayi.Aku akan merawatnya sendiri"
"bayi bisa mati kalau kamu terus bersikeras.tidak perduli berapa umurmu tapi kamu harus menyadari situasi ini".
"Aku akan datang kembali malam nanti.menunggu pikiran mu berubah"
Melihat adiknya,sungmo menjadi sedih.Perasaannya berantakan,haruskah ia kehilangan keluarganya kembali.
"Aku yakin mereka memindahkan dokumen rahasia ketempat lain."Ucap pil yeon.
"Kecuali mereka menemukan alat penyadap kita,kita akan segera mengetahuinya,tapi itu tidak mudah membuat mereka berhenti mencurigai kita.Kamu tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya"
"Aku akan lakukan dengan baik."Jawab jaechon
"Saksi mata baru saja kembali ke markas."Ujar anak buah pilyeon.
Pil yeon baru saja menerima telepon untuk segera datang ke markas hampton.
"Ini semua adalah kesalahan ku,aku siap untuk mempertanggung jawabkannya,aku siap mempertaruhkan nyawaku untuk ini."Ucap jaechon
"Tetap lah disini dan selesaikan tugasmu."kata pil yeon


Sungmo telah kembali kemarkas.Hampton memberikan kertas bertuliskan"Kita disadap" pada sungmo.
"Dapatkah kamu mengenali tersangka,jika kamu melihatnya?".Sungmo mengangguk.Pil yeon telah tiba dimarkas hampton.
"Dengan tuhan sebagai saksi,kamu harus berbicara benar.Apakah itu jelas!"ucap pil yeon pada sungmo."Jika anak buah saya memang adalah pelakunya,aku sendiri tidak akan memaafkannya,jika ia membawa aib untuk angkatan saya dan angkatan bersenjata di negara ini,izinkan saya secara langsung untuk menghukum dia."
"Bicaralah,katakan apakah dia orang yang berada ditempat kejadian?"kata pilyeon.Sungmo menatap pil yeon kemudian menatap jendral hampton,ia seperti kelihatan bingung.
"Katakanlah"ucap pil yeon lagi."Apakah ajudan saya orang yang berada saat kejadian itu?".sungmo menatap jaechon,dengan pandangan benci jaechon membalas tatapan sungmo.
"Bukan".Hampton meminta sung mo memperhatikan kembali wajah jaechon.
"Dia bukan orang yang saya lihat."Jawab sungmo
Pilyeon dan anak buahnya merasa tidak percaya akan hal itu.


"Bukankah dia orang itu."Ucap hampton pada sungmo.Sungmo menyerahkan kertas yang bertuliskan ~Kami disadap~ kembali pada hampton.Ia teringat pada sepatu Boot yang pernah dibersihkan olehnya.Sungmo melepas sepatu boot hampton,kemudian menjebol alasnya.Ditemukan alat penyadap itu.
"Saya yakin saya melihat dia."Ucap sungmo."Tetapi jika saya mengatakannya sekarang,hanya anak buahnya yang akan disalahkan."
"Kau benar"ucap Hampton."Kita tidak mungkin menangkap nya sekarang,dia mungkin bekerja dengan CIA,ada seseorang dalang dibalik pemerintahan."
"Kita harus segera menangkap pilyeon,tetapi kita akan menggunakan perangkap untuk menyiapkan melawan mereka.."Ucap hampton
"Maksud mu menggunakan alat seperti penyadap?"tanya Roger
"Maukah kamu membantu kami?"ucap hampton pada sungmo."Kita membutuhkan mata-mata untuk menangkap pilyeon"
"kau harus membuat pil yeon percaya padamu."


"Namamu Junmo"ucap gangmo memberikan nama pada adiknya."Lee Junmo,kakakmu yang memberikan nama padamu.Aku benar-benar minta maaf.Bila kamu tumbuh,kakakmu ini akan menghasilkan banyak uang,dan aku akan menemukanmu sekali lagi.Aku akan menemukan Hyung dan miju juga,dan kita berempat akan hidup bersama,aku tidak akan pernah membiarkan kemiskinan memaksaku untuk meninggalkan keluargaku lagi.Aku janji .Jika kita akhirnya bertemu kembali,mari kita habiskan sisa hari bersama,Maafkan aku bayi...Maaf...".Ucap gangmo seraya menangis tersedu-sedu.
Gangmo bermalam dikantor polisi.




Gangmo akhirnya setuju memberikan junmo pada panti asuhan.Ia mengisi biodata lahir Junmo pada panti asuhan.Setelah mobil pergi,gangmo berubah pikiran.Ia mengejar mobil dari panti asuhan tersebut.Tetapi mobil tersebut terus berjalan.


"Junmo...junmo....suatu hari nanti aku akan menemukanmu lagi,jadi kamu harus selalu sehat"tangis gangmo.

Tae sub sebagai ketua konstruksi pembangunan gangnam sibuk dengan pekerjaannya,ia marah-marah kepada anggotanya,karna bahan baku pembangunan sedikit.
"pesaing kita sangat banyak pak,sedangkan harga bahan baku semakin tinggi."Jelas karyawannya.
"Tetap cari,apakah bisa hanya dengan bahan baku yang ada begini,apa perlu saya memberikan uang yang banyak pada kalian.saya tidak mau pembangunan ini selesai sampai disini."
"Tuan hwang,mayor pilyeon ada disini."ucap salah seorang anggota.Tae sub menemui pilyeon.
"Apa yang membuat mu kesini?"
"Aku ingin tahu apa yang terjadi pada tanah yang ku beli."
"Aku tidak bisa membelinya."Jawab tae sub seraya membersihkan tubuhnya.
"Apakah karna uang?"
"Aku tidak punya uang."ucap tae sub
"Aku,dan kamu memiliki emas batangan,kita bisa membeli tanah tsb hingga menjadi kawasan real estate."
"Aku hanya seorang konstruksi.bukan pemain spekulasi real estate".
Tae sub ingin menyelesaikan lebih dahulu pembangunan area,baru kemudian memperluas dengan membelia lahan area.Namun pil yeon berpikir sebaliknya ia ingin membeli lahan lebih dahulu,itu cara nya membuat uang banyak.
"Apa kamu lelah dengan konstruksi itu,atau apa kamu ingin mati di bawah TPA itu.?"ucap pil yeon mengancam
"Jika saya menyelesaikan konstruksi tanah,saya akan memperoleh uang banyak."
"Hentikan pembangunan segera,dan beli seluruh lahan dengan uang itu."kata pil yeon."Dengar kan dengan baik,jika kamu membuatku kesal,kamu akan berakhir dalam kesengsaraan."
"Saat ini saya sudah menderita.Jadi tolong berhenti mencampuri urusan bisnis saya"jawab tae sub.Pil yeon tetap mengancam tae sub untuk tetap membeli lahan tersebut lebih dahulu.


Pil yeon mengira ia masih bisa menyadap hampton,namun justru pihak hampton yang mempermainkannya.
"Dokumen itu akan saya bawa keamerika."Ujar roger pada hampton.Pil yeon mendengar pembicaraan mereka lewat alat penyadap tersebut.Setelah selesai,sepatu boot yang diletakan alat penyadap keluar ruangan oleh anak buah pil yeon.
"Sekarang tergantung kamu."ucap hampton pada sungmo,sungmo mengiyakan.
Pil yeon sepertinya sadar akan taktik hampton,ini adalah jebakan .Tetapi ia belum mengerti apa yang hampton rencanakan.
"Ia bisa dengan mudah mengarang intel palsu untuk menjerat kita dalam perangkapnya."ucap pil yeon
"Tetapi jika tidak bergerak,kita akan kehilangan selamanya dokumen itu.kita tidak bisa hanya duduk dan membiarkan itu terjadi"Jawab jaechon.Pil yeon mengangguk.
"periksa kebeneran tentang intel yang membawa dokumen asli tsb.adalah tugas utama kita.Tapi aku tidak tahu siasat mereka sebenarnya"
Gangmo menunggu sungmo didepan gedung 31,berharap kakaknya segera datang.
Gangmo kemudian berjalan melewati trotoar gedung 31,ia melihat segerombolan anak penyemir sepatu.sepertinya gangmo tertarik untuk mencari uang dengan menyemir sepatu,dengan sisa uang yang ada ia berniat untuk membeli kotak semir sepatu.

Gangmo masuk ke suatu kantor,tanpa sengaja ia bertemu Tae sub.Saat itu tae sub bersama anak buahnya baru saja pulang dari tempat konstruksi.Sepatunya sangat kotor terkena tanah basah.
Gangmo yang masuk tiba-tiba langsung menyemir sepatu tae sub"Jika kau butuh orang untuk menyemir sepatumu,panggilah aku,"kata Gangmo.Semua karywan tae sub memanggil Gangmo untuk menyemir sepatu mereka.


"siapa yang memberi izin kamu untuk menyemir disini,"tiba-tiba segerombolan anak muda penyemir sepatu tadi menemui gangmo sambil menendang kotak semir sepatu miliknya.
"Mengapa,apakah dilarang menyemir sepatu disini?"ucap gangmo
"Rupanya dia punya nyali juga"
"ini ada Nawabari saya"ucap ketua gengnya
"Nawabari apa itu?"
"Kami  membayar uang perlindungan untuk bekerja disini."
"Bagaiman kamu bisa mencoba mencuri makanan dari tempat kami."ucap ketua geng tersebut.
"Saya butuh uang,jadi berhentilah menggangu saya."jawab gangmo.Segerombolan mereka kemudian menendang dan merusak sepatu pelanggan Gangmo dan hendak membakar kotak semirnya diperapian api.Gangmo berusaha merebut kembali kotaknya tetapi segerombolan anak nakal tersebut memukul dan menendangnya.


"Apakah kamu tahu betapa sulitnya menyakinkan dirinya untuk datang."Ujar istri tae sub yang datang kekantor bersama Jung yeon dan Jeong shik.
Tae sub dan keluarganya akan pergi makan malam bersama,Jung yheon menolak ikut.
"Aku akan keluar saja,kalian bisa makan malam dengan baik tanpa aku."ucap Jung yeon seraya beranjak keluar.


Tanpa sengaja ia bertemu Gangmo yang hendak mengembalikan sepatu tae sub.
"Hey apa yang kau lakukan dengan sepatu ini.Mereka semua hancur"ucap salah satu karyawan yang juga menjadi pelanggan menyemir gangmo.
"Saya minta maaf."Jawab gangmo menunduk
"Kamu bodoh hanya dengan minta maaf,kamu tahu harga sepatu ini sangat mahal."
"Apakah kamu benar-benar seorang penyemir hah?"tanya tae sub
"Hari ini adalah hari pertama saya"
"Apakah pelanggan harus memakluminya seolah-olah dia tahu hal tentang itu."

kata tae sub."Ini penipuan."Tae sub meminta gang mo untuk mengganti rugi atas kerusakan sepatu tersebut.
"Saya tidak punya uang."ujar gangmo pasrah.Tae sub meminta karyawannya nona kim untuk menelepon polisi.
"Aku akan membersihkan sepatu mu setiap hari hingga aku bisa membayar kembali kerusakan itu."jawab gangmo.Gangmo diusir keluar.Jung yeon menatap gangmo terus,
"Aku akan pergi juga."ucap Jung yeon.
Gangmo memecahkan batu merah dan mengumpulkannya,dengan perasaan marah Gangmo ingin membalas pada segerombolan anak nakal itu.
Jung yeon menghampirinya."Dan ibumu?"tanya Jung yeon tanpa menoleh Gangmo.
"Ia sudah meninggal".jawab gangmo.Jung yeon langsung menatap Gangmo "Kamu tidak perlu menatap ku dengan kasihan."jawab gangmo 
"Dan bagaimana mungkin aku tidak merasa kasihan padamu?,kamu telah kehilangan ibu dan menyemir sepatu"
"Kau masih seperti dulu,menjengkelkan."jawab gangmo
"Sama seperti mu angkuh."ucap jung yeon
"Aku sedang tidak mood untuk berdebat dengan mu."kata gangmo.Gangmo hendak pergi,Jung yeon menarik tangan gangmo dan memberikan uang.
"Ambil saja,itu uang saat aku tidak bisa memberikan uang karna kehilangan dompet."ucap Jung yeon.Gangmo diam,lalu menerima uang tersebut kemudian pergi.


Gangmo menemui segerombolan anak nakal tersebut,ia menendang serta berkelahi dengan ketua gengnya,karna mereka terlalu banyak gangmo kalah.
"Berikan kembali kotak saya."ucap gangmo memelas.Gangmo diseret oleh segerombolan anak nakal tersebut.
"Jika kamu datang sekali lagi aku akan melumpuhkanmu untuk selamannya."ucap ketua geng.Segerombolan anak nakal kemudian pergi,Gangmo yang masih terkapar ditanah kemudian mengambil beberap bongkahan batu bata dan hendak membalas.Jung yeon menghentikannya.
"Hentikan."ucap Jung yeon
"minggir!"
"aku bisa membeli kotak semir baru untuk mu."
"Siapa sih kamu!,mereka merusak kotak semir sepatu saya."
"Namun jika kamu melakukan ini kamu akan terluka."
"Kedua orang tua saya meninggal dan aku kehilangan saudara dan adikku,saya tidak punya apa-apa lagi,dan saya tidak akan terluka lagi."Gangmo berakhir dengan luka parah.
"Kau boleh datang mencari ku kapan saja.Namaku adalah Park So Tae!"Seru pemimpin segerombolan anak nakal tersebut.rupanya mereka adalah anak jalanan."Aku akan mengirim anak keras kepala sepertimu keneraka."
Gangmo belum mau menyerah,ia bangkit lagi.Namun jung yeon menahannya.
"tolong hentikan."ucap Jung yeon dengan mata berkaca-kaca."Jika kau seperti ini terus mereka akan membunuhmu."


Jung yeon mengajak gangmo makan.Setelah makan ia mencari anak jalanan itu lagi.Kali ini gangmo menggunakan api.ia mengancam akan membakar tempat milik anak jalanan jika mereka tidak mengganti kotak semirnya.
Gangmo sudah tidak takut apapun.
Akhirnya So Tae menyerah dan menyetujui permintaan Gangmo.So Tae dan Gangmo kini menjadi partner.Jung yeon menarik nafas lega melihatnya.





Pagi itu, asisten Hampton, Michael, membawa sebuah koper dan naik ke dalam mobil. Ia akan segera pergi ke Amerika.
Jae Chun meminta izin Pil Yeon untuk mengikutinya. Pil Yeon setuju. Ia tidak punya pilihan lain. Jae Chun berjalan pergi.
Tidak lama setelah Jae Chun pergi, Pil Yeon menemukan sebuah kertas di saku bajunya dan menjadi panik. Ia lalu menyuruh orang untuk mengejar Jae Chun.
Rupanya itu adalah pesan yang diberikan Sung Mo. Isi pesannya adalah, "Itu adalah intel palsu. Jangan terjebak".
Hampton dan para prajurit menonton pertarungan duel tinju. Seorang prajurit Amerika tidak terkalahkan. Semua lawan yang menghadapinya takluk tak berkutik. Pil Yeon ikut menonton pertandingan tersebut.
"Aku tidak pernah melihat ada orang Korea yang bisa mengalahkannya." kata Hampton pada Pil Yeon.
Prajurit Korea tidak ada yang berani maju.
Sung Mo terdiam, melihat sekilas pada Pil Yeon. Ia lalu memutuskan untuk maju melawan si petinju Amerika. Ia harus bisa mengambil hati Pil Yeon.
Sung Mo naik ke ring.
Pertarungan dimulai. Sekali pukulan permulaan berhasil membuat Sung Mo terjatuh.
Sung Mo bangkit dan membuat serangan balasan, tapi setelah itu ia dihajar habis-habisan hingga terjatuh dan mengeluarkan darah dari bibirnya.
"Bangun kataku!" ujar Pil Yeon, menonton dengan serius.
Sung Mo teringat saat Pil Yeon menembak ayahnya. Kekuatannya kembali. Ia bangkit dan mencoba bertarung lagi.
Setiap kali dijatuhkan, Sung Mo terus bangkit dan bangkit lagi. Sama seperti Gang Mo.
Hingga akhirnya Sung Mo menang.

Semua prajurit Korea bersorak untuk Sung Mo, termasuk Pil Yeon. Ia sampai bangkit dari duduk dan mengangkat tangannya dengan bersemangat.

Pil Yeon bertanya siapa Sung Mo sebenarnya dan kenapa Sung Mo berbohong dengan mengatakan bahwa pelaku penyelundupan bukanlah anak buahnya, Jae Chun. Lalu apa alasan Sung Mo mengirim kertas padanya.
"Aku orang Korea." jawab Sung Mo singkat. "Karena kita sama-sama orang Korea. Tidak ada alasan lain."
Sung Mo beranjak pergi, namun Pil Yeon memanggil dan mengembalikan pisau lipatnya.
"Jika diperlakukan dengan benar, ia akan menjadi berlian yang sangat berharga." gumam Pil Yeon. "Jika kita memanfaatkannya, ia akan berguna bagi kita."

Hari itu hujan turun dengan deras. Tae Sub mendapat laporan bahwa air sungai menguap dan membahayakan material pasir miliknya. Saat itu Gang Mo juga sedang berada disana, menyemir sepatu milik anak buah Tae Sub.
Tae Sub menyuruh satu anak buahnya membendung air sungai, namun para pekerjanya sudah pulang. Tidak ada pekerja yang tersisa kecuali dia.
"Aku akan menuju kesana sekarang!" seru Tae Sub marah-marah di telepon. "Cari sebanyak mungkin orang!"
Tae Sub mengajak semua orang disitu bersamanya. Gang Mo juga ikut serta.

Semua pekerja konstruksi berusaha membendung air.
Salah satu pekerja mengatakan bahwa bendungan sungai akan segera jebol. Jika bendungan jebol, maka hal tersebut bukan hanya membahayakan material, namun juga membahayakan nyawa mereka. Namun Tae Sub tidak mau mendengar. Ia tetap bersikeras membendung air untuk melindungi pasirnya.
"Semua ini mungkin hanya terlihat pasir bagi kalian!" seru Tae Sub. "Tapi bagiku, semua ini adalah darah dan dagingku!"
Tae Sub sepertinya sudah stress. Ia bersikeras melawan air yang terus-menerus mengalir.

"Paman, ini sangat berbahaya!" teriak Gang Mo, melihat air yang semakin tak terbendung.
Tanah yang digali tidak kuat menahan air dan longsor. Tae Sub tertimbun longsoran tanah.
"Paman!" teriak Gang Mo, berusaha mengeruk tanah yang menimpa Tae Sub.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.