4.22.2011

Sinopsis Giant Episode 3

Pil yeon tiba dimarkas Amerika,ia sedang menunggu Jendral hampton.
"Kau yakin melihatnya mati?".tanya pil yeon."Dan anak-anak melarikan diri?".
"Ya,saya melihatnya,dan anak-anaknya saya yakin mereka belum mengerti apa apa tentang ini"ujar jaechon."Saya pikir kamu tidak perlu khawatir".
"Gas briket"ujar pil yeon menggumam
"Saya rasa kita akan jadi bahan tertawaan mencuri dokumen"ucap jae chon
"Tentu saja tidak akan"
"Tetapi kita bahkan tidak tahu dimana dokumen itu berada".




Rupanya sungmo diminta membersihkan sepatu jendral hampton oleh seorang temannya,Sebagai balasan ia memberikan hadiah coklat untuk itu.Sungmo tersenyum senang melihat coklat tersebut.
Hadiah untuk adiknya.Sungmo melingkari kalender.Hari dimana dia akan bertemu adik dan ibunya di gedung tertinggi seoul.
"Aku tidak akan mencuri sepatu ini"Ujarnya ketika dokter tiba
"Kenapa sepatu ini disini,kenapa tidak dibersihkan oleh mereka?"
"Sepertinya dia sedang ingin keluar".Jawab sungmo.
"By the way,bangunan tertinggi gedung seoul adalah nomor 31 kan?".Tanya sungmo.
"Ya".Jawab dokter,Sungmo pun tersenyum.
"Yah,mereka bilang gedung tertinggi diseoul adalah gedung 31"Ujar gangmo 
"Kemudian kita bisa bertemu kakak tertua?".tanya miju
"Apa yang terjadi padanya?"tanya gangmo dalam hati,ia teringat percakapan penyelundup tentang kakaknya yang melompat jatuh dari kereta.
"Kita bisa bertemu kakak tertua kan?miju bertanya kembali
"Ya,kita bisa bertemu,jangan khawatir"Jawab gangmo
"Ya ampun,bayi ini makannya seperti orang kelaparan,Apa kalian yatim piatu?"tanya wanita tua pemilik kedai tersebut."Apa kalian punya tempat tinggal?"katanya.Gangmo tersenyum dan mengeluarkan dokumen surat tanah yang dibeli ayah nya."Ini adalah tanah yang dibeli ayah diseoul,ketika kita sudah bertemu kakak,yang kita butuhkah tinggal disana"ujarnya memberitahu.
"Aku rindu ibu dan ayah"ucap mijuu.
Setelah selesai makan gangmo dan adiknya menyewa truk untuk pergi keseoul.
Supir truk mengizinkannya setelah memberikan uang.
  
Pil yeon menemui jendral hampton,ia memberikan anggrek sebagai hadiah.
"Aku pernah mendengar kamu menyukai anggrek"ucapnya."Tolong terima ini"katanya lagi.
"Terima kasih"jawab jendral hampton.Mata jo pil yeon sepertinya mencari-cari tempat dimana dokumen tersebut disimpan.
Disaat yang sama sungmo hendak mengantarkan sepatu yang telah diberikan kepada jendral hampton.
"Kudengar kau pernah bekerja komando keamanan sebelum tugasmu terakhir disini?"kata hampton
"Ya dibusan bagian bawah"Jawab pil yeon
"Itu aneh,saya tidak melihat daftar departemen pertahanan nama kamu yang dipromosikan".
"Aku tak heran,karna saya personil tingkat rendah"jawab pil yeon mencari alasan."Aku hanya beruntung"ujar nya lagi merendah.
"Aku hanya ingin tahu latar belakang mu dulu sebelum kau bertugas disini"Ujar Hampton."Tapi apapun itu,selamat atas promosimu".
"Terima kasih"Jawabnya seraya menatap penuh arti ketanaman anggrek pemberiannya pada hampton diatas meja.
Saat diruang depan milik hampton,ia berpapasan dengan pil yeon.Ingatan tentang kematian ayah membuat nya semakin merasa dendam.
 Sungmo menemui dokter,ia meminta pekerjaan mencuci,setrika,membersihkan ruangan dan apa saja pada dokter.Dokter mengiyakan.



Saat diperjalanan,adik bayi gangmo demam dan tidak berhenti menangis terus.Gangmo meminta supir truk tersebut berhenti sejenak untuk pergi mencari apotek terdekat.Karna melihat uang yang ada didalam tas gangmo,akhirnya supir truk tersebut mengiyakan.Gang mo turun dari atas truk meuju apotek,miju tetap berada di truk.supir tersebut meminta miju turun.Sopir truk menurunkannya dengan paksa,Tas miju masih berada didalam Truk.

"Tas..tas.."ujar miju pada gangmo,gangmo berlarian mengejar truk tersebut.
"Paman...Tas ..tas ku".Namun supir truk tersebut tidak perduli dan terus menjalankan truknya pergi.

Jung yeon mengamuk,adik tirinya jeong shik menghina ibu kandungnya.Ia melempari barang-barang hingga terkena kepala jeongshik dan terluka.Ibu tiri jung yeon menamparnya dan menghina kembali ibu kandung jeong yon.
"kamu bertindak baik pada ku apabila ayahku sedang ada"Ujar jung yeon."Kau membuatku muak".
Tae sub datang karna mendengar keributan dikamar jung yeon.Istrinya mengadu pada tae sub,jeongshik dipukul jeong yeon hingga terluka.Tae sub menyuruh istrinya untuk membawa nya kerumah sakit.
"Kau ini benar-benar"Ujar Tae sub pada jung yeon
"Aku ingin bertemu dengan ibuku,kau bilang aku akan bertemu dengan nya setelah sehat"Jawab jung yeon
"Jadi apa yang ingin kau lakukan setelah bertemu dengannya?"tanya tae sub pada putrinya."Kamu tidak akan bertemu lagi,jadi...anggap dia sudah mati".
"Orang macam apa dia?,hingga kamu meninggalkan dia seperti itu?"tanya jung yeon.
"Ibumu..adalah orang yang baik dan sangat cantik,dia juga pintar,dia seorang murid yang baik"ujar tae sub sedih
"Jadi..."Jung yeon merasa senang."Mengapa kamu meninggalkan dia?"tanyanya
"Dialah orang yang lebih dahulu meninggalkan aku,karna saya miskin dan bodoh.Jadi kamu sekarang sudah tahu,dan berhenti mencarinya"jawab tae sub.
 marah.Jungyeon menangis.
Gangmo dan adiknya berjalan tanpa tujuan.Gangmo tiba disuatu tempat.
mereka memanggil tuan rumah tersebut dari luar,tetapi tidak ada jawaban.Gangmo dan miju memutuskan tinggal dirumah kecil tersebut untuk menumpang menginap.Adik bayinya terus menerus menangis lapar.Malam itu sangat dingin.
"Oppa...gimana sekarang,adik bayi terus menangis lapar"ujar miju
"Susunya sudah habiskah?"
"Iya sudah habis."
"Apakah itu pir?"tanya miju,gangmo mengangguk."Oppa...jangan itu mencuri!".
Dirumah kecil itu mereka menemukan buah pir.


Gangmo memakannya,dan air pir diberikan pada adik bayi,karna sangat lapar mereka bersama-sama memakan buah pir disitu.
"Dimana rumah kita?"
"Kamu bodoh,kita sudah tidak punya rumah lagi,tas dan semua yang kita miliki ada disitu,sekarang sudah hilang"jawab gangmo.
"Lalu apa yang terjadi pada kita sekarang?"
"tidak apa-apa,setelah kita bertemu dengan Hyung kita akan menemukan semuanya.Jangan khawatir"ujar gangmo
Paginya,si pemilik rumah terkejut menemukan gangmo dan adiknya.
Rupanya pria itu baik hati.ia mengajak gangmo dan adiknya untuk makan.istri dan anak-anak pemilik rumah tersebut terlihat sangat tidak suka.

Setelah selesai makan gangmo membantu pemilik rumah,dan miju membantu mencuci.Istri pemilik rumah mengatakan tetap akan menyuruh mereka pergi walaupun mereka disini bekerja membantu pekerjaan rumah.
Sungmo sedang menyeterika pakaian,amarah dan dendamnya menjadi terbakar ketika melihat baju pil yeon.
Sementara itu pil yeon terlihat sedang mendengarkan pembicaraan yang tak lain jendral hampton.Jendral hampton terlihat sedang bekerja mengurus dokumen rahasia perang vietnam tersebut.mereka melakukan penjagaan ketat untuk itu.
Assiten jendral hampton,Roger diminta menyimpan dokumen rahasia mengenai perang vietnam di sebuah brankas,dibelakang lukisan diruangan jendral hampton.
Anak buah pil yeon melaporkan hasil sadapan suara jendral hampton,mereka akhirnya mengetahui dengan benar,jendral hampton yang menyimpan dokumen rahasia vietnam tersebut,tetapi belum mengetahui letak penyimpanan mereka.
"Aku benar-benar tidak mengerti,mengapa dokumen itu begitu berharga,sehingga pemerintah panik meminta cepat-cepat dokumen itu berada ditangan mereka?"tanya pil yeon
Pil yeon menemui Oh byong melaporkan hasil pekerjaannya.Oh byong menolak memberitahu pil yeon rencana penggunaan dokumen rahasia tentang vietnam tersebut.
"Saya tahu beberapa rekanmu,tergantung pada misi saya"ujar pil yeon
"Kamu lakukan saja tugasmu!"seru Oh byong
"secara kebetulan,apakah itu ada hubungan nya dengan rencana pembangunan di seoul selatan?,sepengetahuanku kamu ada membeli tanah digangnam dibawah nama tanpa memberitahu presiden."kata pilyeon
"Dengar,itu yang saya tidak suka dengan mu,jangan ikut campur!."Bentak Oh byong.
"sepertinya dugaan saya benar."Pil yeon tersenyum senang.
"Bolehkah saya melihat-lihat rencana pembangunan itu,hidup saya dipertaruhkan pada tugas ini tanpa aku tahu manfaat dari tugas ini bagi negara dan presiden."katanya.
"Jika kamu bersikeras memperlakukan aku seperti orang luar,maka aku akan mundur sekarang juga."kata pil yeon lagi
"Tunggu...saya akan memberitahukannya"jawab oh byong kelabakan.
Oh byong dan Choong kwon terpaksa memperlihatkan dokumen pembangunan digangnam.Rupanya pil yeon memiliki rencana sendiri tentang pembangunan gangnam.


"Apakah kamu mengatakan ibu mereka sudah mati"tanya tae sub
"iya,aku pergi kebangsal kabupaten,dan melihat sendiri sertifikatnya"
"Lalu anak-anaknya?"
"Saya sudah bertanya-tanya,tapi tidak bisa menemukan mereka."
"Mungkin kita harus mencari diseluruh panti asuhan"
"Saya sudah mengatur beberapa orang untuk mencarinya"
"Jo pilyeon sungguh manusia celaka,apa yang dia inginkan?."


"Ini rencana pembangunan gangnam diseoul selatan"ujar pil yeon."Saya baru memberikan informasi berharga,tetapi kelihatannya kau sedang tidak senang?"tanya pil yeon.
"Saya baru tahu Istri temanku baru saja meninggal."jawab tae sub."Orang yang mengendarai truk,aku akan mencari informasi ini,aku percaya bukan kau bukan dalang dari semua ini?."
"Sayang nya,itu bukan aku."jawab pil yeon marah."Apakah kamu tahu,itu kecelakaan karna gas briket."
"Ya."dijawab jaechon
"Apa kamu senang?."
"Sepertinya kau akan mencari keluarga almarhum,sepertinya aku salah mengiramu,aku kira kau tidak lemah.Kamu adalah musuh baik aku,kamu bagi mereka."bentak pil yeon.Pil yeon meminta tae sub berhenti memikirkan hal itu,ia memastikan akan menemukan mereka sebelum tae sub menemukannya.tae sub juga diminta bagaimana caranya mencari uang dengan rencana ini.
Gangmo mencari pekerjaan,disisi lain miju mencari orang untuk dapat menyusui adik bayi.Tetapi semuanya tidak ada yang bersedia membantu.
Gangmo terduduk dibatu,ia bingung.Ada seorang pria tua lewat membawa gerobaknya dengan muatan penuh briket.Dia kesulitan melewati tanah penuh lumpur.Gangmo membantunya,tetapi usahanya gagal.Gangmo mengambil sejumlah bata yang dan dihancurkannya untuk bisa melewati jalan tersebut.Akhirnya gerobak bisa lewat dengan mudah.
Istri sipemilik rumah menelpon panti asuhan yatim piatu.Ia menyuruh mereka menjemput Gangmo dan kedua adiknya.
 

"Kau belum makan kan,aku tahu"ujar miju saat gangmo pulang.Miju memberikan sepotong roti untuk gangmo.
"kenapa mukamu begitu kotor?"tanya miju seraya memperhatikan hyungnya.
"Aku mendapatkan pekerjaan"
"Yah,mengantar briket.lihatlah ini"ujar gangmo seraya memberikan uang hasil membantu pria tadi.
"kamu benar-benar hebat,kamu bisa menghasilkan uang sekarang."
saat makan gangmo melihat sepatu adiknya yang sudah robek.
"Aku akan membelikan mu sepatu yang baru"ucapnya
"Tidak apa-apa,kita harus menghemat uang karna harus bisa membeli susu adik bayi"jawab miju (seneng deh punya adik seperti miju,kesederhanaan dan kepolosannya itu).

Orang dari panti asuhan tiba.Mereka mengajak gangmo dan kedua adiknya untuk ikut.Gangmo menolaknya dan menyuruh mereka pergi.Gangmo langsung masuk kedalam rumah dan menguncinya.
"oppa..."miju menangis
"Pergilah,aku tidak membutuhkan kalian"Ujar gangmo kepada pemilik panti asuhan.
"Kalau kalian menolak ikut kami,baiklah kami hanya akan mengambil bayi,kamu tidak dapat mengurusnya sendiri"ujar nya
"Oppa...aku tidak ingin menyerahkan adikku"tangis miju.Gangmo langsung memeluk adiknya."Kita akan hidup bersama-sama bukan".
"Tidak,aku tidak akan mengirim mu kesana,aku akan mengurus mu sendiri."
"Buka pintu!!,kamu tidak akan bisa mengurus bayi sendiri,bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?,aku berkata buka!."

Gangmo menjadi marah,ia mengambil celurit dan keluar mengancam orang tersebut.
"Pergi..,aku tidak butuh apa-apa,aku tidak butuh uangmu.Aku hanya ingin kalian tinggalkan kami!"kata gangmo
"Kami tidak ingin menyakitimu."kata orang panti."Kami hanya bertugas membawa kalian anak yatim piatu".
"Kami masih punya kakak,ketika bertemu kita akan hidup bersama.Jadi kita tidak perlu bantuanmu"seru gangmo.Untung pria pemilik rumah tersebut tiba,ia mengusir orang dari panti asuhan.
Sungmo berniat membunuh pil yeon.Malam itu juga pil yeon masih menunggu info hasil menyadap dari anak buahnya.

"Kami menemukan informasinya"kata jaechon 
"Dimana itu?"
"Didalam ruangan jendral hampton,anda ingat fhoto dibelakang mejanya?.Disitu disimpan didalam kotak rahasia".Mereka berniat mencuri dokumen rahasia tersebut.Saat itulah sungmo mencuri dengar percakapan mereka.
"Tetaplah siaga,aku akan menunggu kesempatan yang tepat untuk bertindak."
kata pil yeon.Suara plastik Laundry sungmo terdengar.Anak buah pil yeon langsung keluar.
"Siapa kau?"tanya jaechon
"Aku mengembalikan seragam laundry ini"jawab sungmo
"Tunggu.Kenapa cucian diberikan kembali pada malam hari."
"Saya lewat,dan melihat lampu disini"jawab sungmo
"Apakah kau seorang perwira tentara?."tanya pil yeon.Tubuh sungmo gemetar menahan marah dan benci.Ia mencengkram pisau lipat nya erat-erat.
"Kau terlihat terlalu muda untuk bekerja dimiliter."

Sungmo melepaskan amarahnya diatas ring sendiri.Ia marah karna belum bisa membalaskan dendamnya.Sungmo mengingat percakapan pilyeon mengenai pencurian dokumen.
Pil yeon memanggil kedua anak buahnya,sepertinya ia telah merencanakan waktu yang tepat untuk misi tersebut.Ia akan membuat tempat penyimpanan minyak meledak disaat hampton sedang tidak berada dimarkas(cuti).Dengan begitu,para prajurit yang berada dimarkas,akan pergi memadamkan api.Saat itulah mereka akan mencuri dokumen.


Gangmo bekerja mengantarkan briket.saat hendak mengantarkan briket ,ia melihat ada penjual sepatu.ia membelikan sepatu untuk miju.Dengan senang hati miju menerimanya,saat gangmo hendak memakaikan sepatu tersebut pada miju,miju menolaknya.Miju ingin memakainya saat mereka hendak bertemu Sungmo.
Dalam perjalanan pulang,gangmo menggendong adiknya,ia memikirkan sungmo.
Sungmo menatap kalendernya,hari itu tanggal 31.Hari perjanjian mereka untuk bertemu.Ia tersenyum bahagia menatap dua buah cokelat batang yang diperuntukan untuk adiknya.


Disaat yang sama,Jendral hampton meninggalkan markasnya,pil yeon dan anak buahnya hendak melakukan rencananya.Tanpa sengaja anak buah pil yeon berpapasan dengan sungmo dan menabraknya,coklat tersebut jatuh.Jaecon yang pergi tergesa-gesa menatap sungmo sekilas dengan tatapan benci.Ia menginjak salah satu coklat sungmo,dan kemudian terus berjalan.
Sungmo curiga pada orang tersebut dan teringat percakapan pil yeon yang didengarnya beberapa hari yang lalu.Sungmo akhirnya memutuskan untuk membuntuti anak buah pil yeon tersebut.


Saat itu suasana sedang aman,pasukan sedang berjaga-jaga di markas penyimpanan minyak,salah seorang pria misterius masuk secara mengendap diam-diam,lalu membakar tempat tesebut dan meledak seketika.
Semua prajurit yang berjaga-jaga berbondong-bondong datang ketempat tersebut.
Jaechon yang bertugas masuk keruangan jendral hampton masuk disaat prajurit tergesa-gesa pergi kemarkas penyimpanan minyak tersebut.Sungmo mengikutinya.

Jaechon masuk keruangan jendral hampton dan membuka brankas dokumen rahasia yang berada dibalik bingkai fhoto tersebut.Mendadak ia sadar,ada seseorang yang mengikutinya,diam-diam ia bersembunyi dibelakang pintu.
Perlahan sungmo masuk dan berjalan keruangan itu.Ia mengeluarkan pisaunya.
Jaechon mengarahkan pistolnya kepada sungmo dari belakang.


"Jatuh kan pisaumu."perintahnya.Sungmo perlahan menjatuhkan pisaunya,merasa ada kesempatan sungmo langsung berbalik menyerang jaechon.Terjadi perkelahian sengit.
Seketika sungmo jatuh tak sadarkan diri,karna jaechon melempar papan di kepala sungmo.Saat berniat menembak sungmo tiba-tiba seorang prajurit datang.
"Siapa disitu?".Teriak prajurit tersebut.Prajurit tersebut adalah roger,ia masuk dan melihat sungmo terluka.Jaechon melarikan diri.Rencana pil yeon gagal.
Sesampainya diruang kerja pil yeon,kedua anak buahnya melaporkan kegagalan rencana mereka.Pil yeon marah besar,jaechon rupanya membawa pisau gangmo sebagai bukti.
"Apakah ia melihat wajahmu?"tanya pil yeon seraya menatap marah pada pisau lipat tersebut."Apa ia melihat wajahmu atau tidak bodoh?"Hardik pil yeon
"Dia mungkin melihatnya"jawab jaechon pasrah.Pil yeon langsung menghajar jaechon"Kamu bodoh!."
"Aku pantas untuk dihukum."jawab jaechon
"Siapa yang kita hadapi itu?"
"Dia seorang anggota prajurit dibagian laundry"jawab jaechon
"Dimana dia sekarang?."tanya pil yeon marah besar
"Dia dirumah sakit,masih tak sadarkan diri."Pil yeon mengancam anak buah nya dengan pisau ditangannya "Jika ia sadar,dan mengatakan itu semua,apakah kamu tahu itu!".Bentak pil yeon lagi
"Sebelum itu terjadi aku akan menyingkirkannya sendiri."jawab jaechon
Sungmo dalam keadaan sekarat.Anak buah hampton melaporkan bahwa hanya satu saksi mata dalam peristiwa tersebut yaitu sungmo.
Gangmo dan adiknya telah sampai ke seol.


Anak buah hampton mencoba membuat sketsa fhoto sipenyelundup berdasarkan saksi mata yang melihat sekilas,Tanpa mereka sadari jaechon berada disana.Ia masuk keruangan Sungmo dirawat dan mengeluarkan tali untuk membunuh Sungmo.
"Siapa kau?."Tanya dokter mendadak sudah berada dibelakangnya."Kalo saya boleh tahu,apa yang membuat mu kesini."?
"Maaf saya datang ke kamar yang salah."jawab jaechon
"Tunggu...,tunggu sebentar"pinta dokter,jaechon segera beranjak pergi.

"Tunggu..."dokter mengejarnya
"Kau,asisten mayor jo"Ujar hampton
"Sketsa ini mirip dia."Ucap roger pada hampton.
"Apa yang kamu lakukan disini?"tanya hampton.Jaechon seperti kebingungan,belum sempat ia menjawab,pil yeon tiba-tiba sudah berada disitu.
"Kau ada disini"ujar pil yeon."Saya sedang mencarimu,yah...bersama anak buah saya"
"iya."Hampton mengangguk."Kita harus bicara,masalah penggeledahan ruangan saya,untungnya kita memiliki seorang prajurit yang menyaksikan orang yang meninggalkan ruangan ini."
Hampton memanggil prajurit tersebut."Saya rasa dialah orangnya"ujar prajurit sambil menunjuk kearah jaechon.
Pil yeon merasa takut sekaligus terkejut.
"Apakah kamu menuduh dia pencuri untuk melakukan pencurian tersebut?"ujarnya
"Tidak,bukan pencuri tapi mata-mata."kata hampton."Tangkap dia!"perintah hampton kepada anak buahnya
"Bagaimana jika ternyata anak buahmu mengatakan hal yang salah!"jawab pil yeon dengan cepat."Saya yakin bahwa sebagian besar rakyat korea terlihat sama dimatamu,jika kamu menuduh anak buah saya sebagai spion hanya berdasarkan asumsi,maka secara resmi saya akan mengadukannya pada atasan saya."ujar pil yeon
"Kurasa kita sedang disadap pak."ujar roger membisikan hampton."Dia tahu persis dimana dokumen itu.Hanya kau dan aku yang tahu dimana disimpan dokumen itu,jadi kita disadap" 
"Disadap"hampton mengambil tanaman anggrek tersebut."Silahkan mengadu pada atasan mu,jika memang benar tanaman anggrek ini merupakan bukti,kamu akan bertanggung jawab dan menghancurkan hubungan antara kedua negara kita."kata hampton.
"Tunggu..."Ucap pil yeon saat hampton hendak menghancurkan tanaman pot anggrek tersebut."tapi sebaliknya,jika didalam pot tersebut tidak ditemukan alat penyadap apa yang kamu lakukan?"
Hampton menghancurkan pot bunga anggrek tersebut,tetapi alat penyadap tidak ditemukan.
"Ini memalukan,kurasa kita adalah teman baik.Namun demi hubungan baik dua negara.Aku menganggap ini hanya masalah pribadi untuk mengabaikan insiden ini"ucap pil yeon 
"Kami memiliki saksi lain.sampai dia pulih,kami akan kembali memeriksa ajudan mu itu"

Sungmo masih belum sadar.



"Oppa...lihat turun salju,kata ibu jika salju segera turun kita akan segera menemui orang yang kita tunggu"Ucap miju
"Hyung,hari ini akan berada disini segera"kata gangmo senang."Saya yakin itu."
"Oppa...cepat kembali,aku merindukanmu kakak pertama"
Sungmo masih belum sadar,ia mengigau memanggil adiknya gangmo dan miju.
"Gangmo.....,miju...."ucap sungmo terus menerus sambil menangis.

Miju dan gangmo merasa bahagia menanti kedatangan sungmo.Mereka terus menerus menunggunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.