4.20.2011

Sinopsis Giant Episode 2


Malam itu jung yeon berada distasiun,gangmo dan jung yeon tidak memiliki tempat menginap.jung yeon merasa kedinginan,tak lama kemudian ia membuka dompetnya dan melihat fhoto masa kecilnya.
"Siapa yang kamu cari?" tanya gangmo."Ini bukan urusanmu"jawab jun yeon angkuh."siapa yang perduli"jawab gangmo kembali tidur.jung yeon meminta gangmo untuk mencari tempat penginapan disekitar stasiun tersebut,karna mereka berdua semakin merasakan dingin nya udara malam.dengan setengah terpaksa jung yeon mengimingi gangmo akan membayar penginapan nya.

Ibu dan miju tidur dipenginapan ,ibu terus merintih karna demam,si nyonya yang juga ikut menginap disitu tidak bisa tidur mendengarnya.
Melihat adik bayi,si nyonya teringat anaknya,ia membuka tas,diambilnya fhoto tersebut.itu adalah robekan fhoto yang dimiliki jung yeon.Ternyata ibu itu adalah ibu jung yeon.
sinyonya mulai beraksi,sepertinya dia sudah terbiasa mencuri,diam-diam dia mencuri tas ibu gangmo.setelah menghitung uang didalam tas tersebut,ia kembali kekamarnya.
Gangmo mengajak jung yeon kepenginapan ibunya.jung yeon sangat menolaknya.Gangmo mengancam untuk kembali ke lobi stasiun.Akhirnya dengan terpaksa jung yeon menerimanya.

Jung yeon dengan sikap jijik,menyentuh selimut dikamar tersebut."itu tempatku,pindah".Ujar nyonya tesebut sambil menyembunyikan tas didalam bajunya.
"Ruangan ini sudah sangat panas,jadi segera pindah dari tempatku...,
Minggir!" 
jung yeon bangkit dari duduk nya dan pergi menjauh dari tempat tersebut.wanita itu mengembalikan tas ibu gangmo.
ibu gangmo terbangun dari tidurnya karna cuaca semakin dingin,dan mengajak jung yeon tidur didekatnya "Aigoo..disana dingin,tidurlah disini"ajak ibu gangmo.

Wanita tersebut langsung protes,karna tempatnya akan menjadi sempit.kecuali ibu gangmo tidur diluar.mendengar itu jung yeon berkata "Tidak apa-apa aku baik-baik disini"ucapnya.

Gangmo tidak bisa tidur,ia teringat kakaknya."hyung,hyung...engkau masih hidupkan,kamu tidak apa-apakan?" tangis gangmo
Ditempat berbeda,sungmo yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri,ditemukan oleh anggota militer Amerika.Mereka membawa kemarkas.
Dirumah tae sub,istrinya menceritakan jung yeon yang kabur membawa uang.ayah yang baru pulang dari bekerja menjadi panik.
"Kau tidak menceritakan tentang ibu nya bukan?"tanya tae sub seraya menunjuk istrinya
"Untuk apa aku mengatakannya"jawabnya sedikit kesal.Tae sub pun beranjak dari kursinya dan pergi berniat mencari jung yeon.istrinya dengan kesal meminta tae sub untuk tetap tinggal dirumah dan menelepon polisi saja.tae sub marah dan bergegas pergi.


Wanita tersebut kembali mencuri,ia mencuri uang jung yeon juga.Mendadak gangmo datang menemui ibunya."Tadi malam orang-orang mencari kita lagi".
"Bagaimana dengan kakakmu,apa yang terjadi padanya?"tanya ibu cemas.
"Apakah Mereka menangkapnya?"
"Tidak,kakak tidak bersama mereka,penyelundup itu mengatakan mereka akan mencari disini"jawab gangmo."Sepertinya kita belum bisa untuk berpergian,akan lebih aman bila bersembunyi disini".
"Tapi,apakah kita memiliki cukup uang,sewa disini cukup mahal?"tanya gangmo
"kita masih cukup punya uang untuk beberapa hari"jawab ibu seraya mengambil tas nya .wanita tersebut langsung diam-diam melarikan diri.ibu gangmo mencari uang didalam tas nya,tetapi tidak bisa menemukan apapun.Ibu gangmo telah kecurian.
Gangmo dan jung yeon mengadakan penawaran.Ia bersedia membantu jung yeon menemukan orang yang dicarinya.
"Jadi kamu sedang mencari ibu mu?"tanya gangmo seraya menadahkan tangan nya meminta uang tersebut.setelah selesai,jung yeon memberikan secarik kertas bertuliskan alamat.
"Kamu dapat menemukannya bukan?"
"Tunggu sebentar,saya akan berbicara dulu dengan ibu saya".setelah gangmo masuk kedalam penginapan,jung yeon baru menyadari dompet nya telah hilang.
Jung yeon pun masuk kedalam penginapan.
"Apa kau kehilangan sesuatu ?"tanya ibu pada jung yeon
"Ti..tidak"jawab jung yeon bohong
"Ibu,aku bilang aku akan membayar penginapan untuk malam ini"
"Hati-hati jangan biarkan mereka melihatmu,mengerti!"
"Ya."jawab gangmo pamit pergi.
"Orang-orang bajingan,akan membayar untuk apa yang mereka lakukan pada kami,tunggu saja"umpat ibu sendirian

sementara itu jo pil yeon menemui ketua kongres byeong Oh,
"Pak Oh belum kembali,dia masih digedung biru tersebut,jadi saya tidak yakin kapan dia akan kembali."seru asisten oh
"tidak apa-apa aku akan menunggunya"jawab pil yeon
"saya minta maaf sebelumnya bertanya,siapa kah anda?"tanya asisten itu.
"Saya sudah menelpon pak oh,jadi kamu tidak perlu khawatir"
"ya"asisten tersebut kembali bekerja


"Apa yang kamu bicarakan,pembangunan pembangunan proyek-proyek diseoul selatan mengalami kendala,list pemilik lahan yang kita gunakan diketahui?"
"Dan yang mendapat kuasa penuh atas itu kedutaan Amerika atau eusa(Intelejen Bridge)".
Mendengar itu oh byeong oh (Ketua Partai Republik dan kepala keuangan) menjadi sangat marah.Mereka membeli tanah digangnam untuk kepentingan pribadi,jika hal ini diketahui,posisi mereka kurang baik.Hal ini untuk kepentingan politik partai mereka,sebagai alasan untuk menunjukan kesetian mereka kepada presiden dan membantunya untuk mencalonkan kembali.byeong oh menolak untuk menyelesaikan masalah,ia berpikir seharusnya KCIA yang mengurus masalah tersebut.Terjadi keributan argument antara mereka.
Untuk menghetikan masalah ini.Mereka akan berusaha mengadakan konspirasi dengan pihak amerika.Mereka akan menggunakan dokumen rahasia mengenai perang vietnam kepada pihak amerika.jika dokumen tersebut jatuh ketangan mereka/publik ,pihak amerika akan jatuh kedalam krisis yang parah.Dokumen tersebut diinformasikan berada di markas EUSA.

Sungmo rupanya dibawa ke Markas Besar Angkatan delapan Darat Amerika serikat.
"Dapatkah kamu mendengar saya?"
"Orang-orang menemukan kamu pingsan dan membawa kamu kesini"
"Dimana aku"akhirnya sungmo tersadar dari pingsannya
"Ini markas besar angkatan darat kedepalan"jawab dokter 
"Lalu,apakah ini seoul?"tanya sungmo.Dokter mengangguk.
"Tuan,dia tidak memiliki luka yang cukup parah diluar,kecuali beberapa memar disekitar tubuhnya"
"Siapa nama anda?"tanya seorang pria amerika yang berbahasa inggris
"Nama anda,apa kau tidak tahu nama mu?"tanya dokter kepada sungmo.Sungmo hanya terdiam.
"Saya tidak tahu"jawabnya
"Tidak tahu?"tanya dokter lagi
"Aku tidak ingat apa-apa"
"Tuan,saya kira dia mengalami trauma dikepalanya,yang mungkin memperngaruhi ingatannya"
"Maksudmu dia amnesia"
"Mungkin"
"Yah,aku akan mengawasinya,sampai dia pulih ingatan nya"ujar pria itu
"Baik tuan".pria amerika tersebut kemudian bangkit dari duduknya kemudian pergi.

"Kau sangat beruntung"kata dokter."Kau bertemu dengan pejabat amerika yang paling baik hati disini".Dokter pun ikut berlalu pergi,sungmo menghela nafas dalam.
"Gangmo,miju...,ibu"ucapnya mengingat keluarganya,ternyata sungmo tidak hilang ingatannya.ia hanya berpura-pura.
Pil yeon menemui byeong oh.Pil yeon sendiri datang kesitu meminta bantuan dukungan masalah promosi milter.
"Kau datang kesini,mari kita minum"ujar byeong oh
"Bantu aku keluar"katanya."Dengan pengaruh anda,kamu pasti bisa membawa saya pada posisi tersebut dibawah sayapmu".Pil yeon menarik koper berisi uang dan menyerahkannya pada byeong oh.
Byeong oh membuka koper tersebut dan tersenyum."Jadi kau ingin aku mengambil uang ini,dan terlibat dalam urusan mu ?"
"Apakah tidak cukup?"tanya pil yeon
"Apa yang kamu bawa kesini,silahkan bawa kembali,aku disini tidak membutuhkan uang!"seru byeong oh
"Uang itu bukan untuk anda"Kata pil yeon."Hanya dana sebagai bukti mengabdikan diri pada negara.Jika kamu ingin mempertahankan kekuasaan,kamu membutuhkan dana besar.Bukankah kamu menggunakan proyek pengembangan gangnam untuk mendapatkan dana politik...?"
"Hati-hati,dengan apa yang kamu katakan"
"Aku akan mencurahkan uang ini kepada presiden,Berikan saya kesempatan untuk mengabdikan diri untuk kepentingan negara ini".
"Seperti yang kamu katakan kita butuh uang,namun kita tidak bisa menerima uang tanpa mengetahui dari mana asalnya?"
"Saya bersumpah atas nama tuhan,uang ini bersih"jawabnya.
"Saya ingin bergabung dengan KCIA"
"Saya tidak percaya hanya dengan ucapan dilidah"byeong oh mengatakan
"Apa yang harus saya lakukan untuk mendapat kepercayaan anda?"
"Mari ikut saya"jawab byeong oh.
Byeong oh mengajak pil yeon menemui direktur Park chang woo.
"Saya rasa ia adalah kandidat yang tepat untuk pekerjaan ini"ujar byeong oh mempromosikan pil yeon
"Sebagai permulaan kau akan ditugaskan pergi kepasukan delapan"Kata park
"Disana ada jendral Hampton dari Brigade EUSA.Ia memiliki dokumen paling penting rahasia mengenai perang vietnam.Bawa dokumen itu kemari"
Jaechon menelpon pil yeon,memberitahukan para penyelundup telah melakukan tugas pencariannya.akan tetapi keluarga lee dae soo sudah tidak ada lagi disana.mereka sudah mencari sampai jauh,tetapi mereka sudah pergi.
"Haruskan mereka masih melakukan pencarian nya?"tanya jaechon
"Karna sudah tidak ada saksi lagi,kenapa kamu harus mengingatkan masalah itu lagi,tetap mencari"jawab pil yeon sambil menutup telepon tersebut.


Jung yeon dan gang mo akhirnya menemukan rumah yang disewa ibu jung yeon untuk tinggal.Hanya ada kamar tanpa seorang pun disana,semua barang berantakan.sipemilik rumah tersebut datang menghampiri jung yeon,dan menanyakan apakah dia mencari ibunya,karna ibu jung yeon pernah mengatakan ia memiliki seorang putri diseoul.Gangmo langsung mengatakan tidak,berpura-pura tidak mengenalnya.
Ibu tersebut mengatakan bahwa wanita yang menyewa rumah ini adalah seorang wanita penghibur.Setiap malam membawa pria yang berbeda-beda.Ia juga memiliki banyak hutang dan suka menipu.
Setelah ibu pemilik rumah tersebut pergi.Jung yeon dengan sedih mengambil satu baju ibunya dan menciumnya.Ia pun menangis.
"Ibu...,ibu kemana saja kau pergi"tangis jung yeon.

Ibu jung yeon habis menelpon seseorang temannya disuatu kedai makan,saat duduk disitu tanpa sengaja ia mendengar percakapan penyelundup yang mencari Gangmo dan ibunya. 
"Secara kebetulan,kamu mencari seseorang dengan tiga orang anak bukan?"tanya wanita itu
"ya,baru lahir seorang gadis kecil,dan anak laki-laki"ujar wanita itu.semua penyelundup langsung beranjak dari kursi mereka dan duduk didekat wanita itu.
"Dimana kamu melihat mereka?"tanya penyelundup.wanita itu meminta sejumlah uang baru bersedia memberi tahu.para penyelundup dan jaechon yang juga ikut setuju.
"cari saja di penginapan disekitar haluan gang ketika belok,kami menghabiskan malam bersama disitu."ucapnya. 

Setelah penyelundup tersebut pergi meninggalkan ibu jung yeon.wanita itu membuka dompet jung yeon yang dicurinya.ia langsung menghitung uang didalamnya.Ibu jung yeon sangat terkejut.
Jaechon dan para penyelundup tiba dipenginapan,ketika itu ibu sedang memandikan anaknya.wanita pemilik penginapan berteriak-teriak mengusir mereka pergi.Ibu gangmo mendengar keributan tersebut,dan mengintipnya.Mendadak bayinya menangis.
Mijoo berusaha membungkam tangisnya,tapi sepertinya jaechon mendengar tangis tersebut.


"Cepat,dan keluar.Aku melihat dia lewat kedai kopi"teriak ibu jung yeon tiba-tiba .Para penyelundup berlari mengejar.
"Kamu aman sekarang,mereka sudah pergi.sehingga akan aman disini"ujar ibu jung yeon.Ibu merasa lega mendengarnya.
"Ngomong-ngomong,apakah kamu tahu  kemana pergi gadis yang berada disini?"
"Dia pergi dengan anak saya dan mereka mencari seseorang bersama"

"hey,apakah kamu tidak lapar?."tanya gangmo."Dibawah sana aku lihat ada toko roti,haruskah aku membeli nya untuk mu?,kemudian mari kita pergi.ibuku sudah menungguku"ujar gangmo seraya bangkit dari duduknya.
"Pergilah sendiri."Jawab jung yeon acuh
"Kemudian,beri saya uang 2.000 janjimu"
"Kamu tidak bisa menemukan ibu saya".
"Berikan saya setidak nya setengah,saya tidak punya uang untuk kembali"."Apakah kamu mendengarkan saya?,berikan uang saya"
"Saya tidak memilikinya."
"Apa?,kamu tidak punya uang?" 
"Saya tidak punya uang,ada orang yang mencuri dompetku"katanya
"Lalu bagaimana dengan uangku?"tanya gangmo marah,jung yeon menutup wajah nya dengan tangan.
"Hey"
"Ayah..."tangis jung yeon.


Gangnam,pembangunan dimulai.
"Melihat itu semua,sepertinya lebih jauh lebih besar dari yang saya bayangkan."Ujar tae sub.
"Jadi,semua biaya konstruksi telah diselesaikan?"tanya pil yeon.
"Ya,terima kasih kepada anda,kami bisa mengatasi krisis ini,Setelah pembangunan ini selesai,aku akan membayarnya pada semua bantuan yang kamu berikan"kata tae sub pada pil yeon
"Tidak perlu,kita saling berbagi,jadi tidak perlu membayarnya kembali"kata pil yeon.
"Tidak,saya akan membayar nya kembali"
"Direktur hwang,apakah kamu sudah lupa dengan janjimu kepada saya?,ketika kau berjanji didepan saya,kau bilang kau akan setia kepada saya,dan apapun yang kau kerjakan,jadi jika aku memberitahumu untuk tidak melakukan sesuatu,kau harus mendengarkannya.Apakah itu jelas"pil yeon mengingatkan
"Jadi mulai sekarang ini,kita akan sering bertemu satu sama lain,aku sudah ditunjuk sebagai tentara kedelapan sebagai bagian dari unit pendukung korea".
"Lalu,apakah itu promosi?"
"Aku menjadi besar sekarang,keluarga saya akan menjadi keluarga yang lebih layak".pil yeon mengikat tae sub dengan janjinya.Tae sub hanya diam dan pasrah.Tae sub pun pamit pergi,menyelesaikan urusan jung yeon yang kabur didaejon.
Saat kembali pulang,gangmo lebih dahulu mengayunkan langkah kakinya.jung yeon berjalan lamban,ia merasa lapar dan lelah.Ia ngambek dan jongkok didepan jalan.
"Ayo jalan anak nakal"kata gangmo."Ibu saya sudah menunggu"
"Kaki saya sakit,saya tidak bisa berjalan lagi"rengek jung yeon
"Pertama bilang dingin,sekarang bilang lapar"gangmo marah-marah.jung yeon menutup mukanya,akhirnya gangmo merasa tidak tega.
"Ini salahmu,seharusnya kamu memberi tahu sebelumnya kalau kamu kehilangan dompetmu"ujar gangmo
"Saya pikir kita akan bertemu ibuku"jawabnya

"Naik dipunggungku,kau bilang kau tidak punya uang dan tidak tahu tempat ini"
"Kamu tidak perlu repot,pergi saja"
"Kaki saya sakit,dan saya lapar juga,ayolah"ujar gangmo lagi."Jika pada hitungan ketiga kamu tidak naik,saya tidak akan mengulanginya.Aku akan pergi, 1......,2....,3...".
Jung yeon pun naik kepunggung gangmo. 
"Kamu berat.Bagaimana dengan seorang gadis yang begitu berat"ujar gangmo (haha...angkat aku saja gangmo,ringan kok wkwkwk).

Diam-diam ibu jung yeon memandangnya dari jauh.Sesampainya dipenginapan gangmo menemui nyonya pemilik penginapan.
"Sudah dibayar"katanya
"Apa?,ibuku seharusnya tidak punya uang?"ujar gangmo bingung
"Tidak,seorang wanita yang tidur disana yang membayarnya"
"Siapa?"
"Seorang wanita yang bermake up tebal,masuklah..."katanya lagi
"Dia akan mengambil bagian saya disitu untuk tidur"kata gangmo
"Lalu anda?"tanya jung yeon
"Wanita itu membayar untuk kamu juga"nyonya penginapan menjelaskan.
"Gangmo"panggil ibu.sepertinya ibu masih sakit,namun ibu tidak memperhatikan kesehatannya sendiri.
"Cari miju saja,sedari tadi aku belum melihatnya"Kata ibu.



Jung yeon pun ikut mencari mijoo,rupanya miju mengamen.Sepertinya miju sangat pandai menghibur orang lain,ia sangat pandai menyanyi dan menari.Gangmo tersenyum melihat adiknya.Namun ketika ia tahu,adiknya mengamen gangmo langsung menarik tangan adiknya.Ia menjadi sangat marah.Gang mo terus memarahi adiknya.

"Ibu sedang sakit,apa yang bisa saya lakukan untuknya?"tangis miju."Obat nya habis,dan dia seharian belum makan,dan dia bahkan tidak menyusui bayinya sekarang,kau pikir aku suka dengan mengamen"ujar miju masih dengan menangis.

"Aku benci sendiri,itu memalukan.Tapi bagaimana kalau ibu sampai mati.Apakah kamu akan bertanggung jawab?"
"ibu...,ibu..,saya tidak ingin ibu mati" tangis miju semakin kuat.Gangmo langsung memeluk adiknya.
"Mulai sekarang,saya yang akan mengamen"ujar gangmo."Sekarang ini ayah dan kakak tidak bersama kita,jadi saya akan melakukannya.Jadi jangan lakukan lagi"
"Oppa..."miju memeluk gangmo erat.Jung yeon mengintip mereka dengan mata berkaca-kaca.


Gangmo dan miju pulang bergandengan tangan,mereka berpapasan dengan para penyelundup.Gangmo dan miju berlari kabur.Para penyelundup mengejar mereka.
Jung yeon memunguti uang miju yang berserakan jatuh saat lari.tiba-tiba ibu jung yeon menghampirinya dan membantunya memunguti uang dan memberikan pada jung yeon.
"Terima kasih"ucapnya.Ibu jung yeon memegang tangan jung yeon erat,air mata nya jatuh.Jung yeon pun pamit pergi."Dia telah tumbuh menjadi gadis yang cantik"gumam ibu jung yeon seraya menatap kepergiannya.

Setelah membeli makanan,jung yeon mencari gangmo dan miju,mereka bertemu didepan gereja.
"Sudah tidak ada lagi mereka"ujar jung yeon
"oenni apa itu?"tanya miju
"Pangsit(bakpao)"jawabnya
"Kau bilang kau tidak punya uang lagi?"ujar gangmo bingung.
"Aku mengambil uang mu yang jatuh saat berlari tadi"jawabnya.Setelah bertemu,mereka langsung pulang kepenginapan.Tetapi ibu nya tidak berada disana.

Rupanya ibu pergi menjual perhiasannya.Perhiasannya hanyalah kuningan,jadi ia tidak bisa mendapatkan uang banyak.
Penjual toko emas melihat cincin ibu,dan mengatakan ia mau memberi harga sedikit mahal untuk cincin tersebut.Dengan berat hati ibu mau menjual cincin emas pemberian ayah tersebut.

Dipenginapan jung yeon dan miju menanti kepulangan ibu,jung yeon sudah merasa lapar.ia mengajak miju untuk makan lebih dulu.sebelumnya miju menolak,tetapi akhirnya mereka makan bakpao tersebut bersama.saat hendak memakannya,mijuu teringat ibu,dan kembali berniat menunggu ibu pulang.

Ibu pulang kepenginapan,gangmo sedari tadi duduk diam menanti ibunya.
"Ibu,dari mana saja?"katanya
"Kamu simpan uang ini"
"dari mana ibu mendapatkannya?"tanya gangmo
"Kita akan pergi keseoul besok,besok akan ada truk lewat sini ,jadi tidur lebih awal"ucap ibu
"Bagaimana dengan obat-obatan mu?,tunggu sebentar aku akan membelinya.
Ibu langsung memeluk gangmo.
"Ibu...,"gumam gangmo. "Aku tidak akan pernah sakit lagi,jika kita keseoul.Ibu berjanji,ibu tidak akan membuat mu melalui kesulitan ini lagi"tangis ibu memeluk gangmo.

Hwang tae sub melaporkan pada polisi atas kehilangan putrinya,polisi dengan sikap acuh tak acuh menolak untuk membantu.
Tiba-tiba anak buah pil yeon datang dan memberikan kartu nama,setelah membaca kartu nama jaechon dari pasukan komando,polisi tersebut langsung segera berangkat untuk mencari putri tae sub.


Malam hari,adik bayi terus menangis,sehingga seluruh penghuni ruangan merasa terganggu.Gangmo masuk dan meminta adik bayinya untuk tidur dikamar lain.Miju bangun dan ingin buang air,ia meminta ditemani ibunya karna takut.Gangmo mengantarkan miju ketoilet dan mengatakan miju akan tidur dikamar sebelah dengan nya.
Malam itu juga,hujan sangat deras.Ibu jung yeon meminta pada pemilik penginapan untuk memasang penghangat ruangan dengan menggunakan briket.ia memberikan sejumlah uang.Ia rela membayar dengan harga tinggi untuk itu.

Ibu jung yeon kembali kekamar,dikembalikannya secara diam-diam dompet jung yeon,sesaat hendak beranjak,jungyeon mengigau memanggil ibunya dan meminta jangan pergi.Ibu jung yeon memutuskan malam ini tidur bersamanya dan kemudian tidak akan menemuinya,Ia tidak berani bertemu dengan jung yeon karna merasa bukan ibu yang baik baginya.
"Jeong yeon,kamu seharusnya tidak usah lagi mencari saya,saya tidak ingin kamu menjadi orang hina seperti saya"
"Jadi jangan mencari saya,jangan katakan kau merindukanku,dan anggaplah saya seolah-olah tidak ada lagi.Karna tidak pernah satu pun aku melakukan hal yang baik untukmu."ujar ibu jung yeon pelan sambil membelai tubuh jung yeon yang tidur.
"Jangan maafkan saya",ibu jung yeon menangis."Putri cantikku".
Si Nyonya pemilik penginapan sibuk memanas kan ruangan,tetapi sepertinya ada masalah dengan tungku tersebut.

Gangmo tidur bersama kedua adiknya,ia ingin memberikan waktu untuk ibunya beristirahat dengan baik.Gangmo tertidur dan bermimpi bahwa ibunya membangunkannya untuk berangkat kesekolah,ibu akan pergi berkencan bersama ayah.
"Jadi kau akan pergi dan meninggalkan kami sendiri"rengut gangmo.Ibu lalu tersenyum"Berapa lama lagi kamu akan selalu menjadi anak kecil seperti itu.Kamu harus memberi makan miju,dan slalu harus membersihkan rumah".
"Kapan ibu kembali?"jawab gangmo sambil tersenyum.

"Gangmo"ujar ibu serius."Saya percaya kamu,lebih dari siapapun didunia ini,aku percaya gangmo akan menjadi orang besar,aku akan slalu melihat mu,jadi jangan biarkan kamu jatuh,kamu harus kuat".
"Dapatkah kamu berjanji padaku?"tanya ibu gangmo.Kata-kata ibu membuat gangmo takut."Ibu..."
"Rawat saudaramu,dan apapun yang terjadi kamu tidak boleh menangis.Mengerti?
"ibu,aku..."
"Saya percaya akan hal itu pada mu,dan saya akan pergi"

Gangmo bangun dari tidurnya,ia merasa bingung dan takut.gangmo pergi kekamar sebelah."Ibu.."panggil nya dari luar.Ruangan wanita tempat ibu tidur terasa semakin panas,air panas dari pembakaran briket mengalir melalui celah-celah lantai dan terus mengalir.Ibu jungyeon membangunkan jung yeon,masih dalam keadaan tidak sadar.ibu jung yeon setengah tidak sadar memperhatikan putrinya merangkak kedepan dan ia pingsan.Perempuan lain memegangi dadanya karna merasakan sesak.
Karna tidak ada jawaban dari dalam kamar,gangmo kembali ingin kekamar.Tiba-tiba jung yeon membuka pintu dan terjatuh pingsan didepan pintu itu.gangmo terkejut melihatnya.
Tim eksekusi,mengevakuasi korban yang berada disitu.Gangmo dan miju ditengah hujan deras melihat ibunya dibawa juga.mereka berdua menangis.
Mereka ingin mendekat melihat ibunya yang meninggal.
"itu ibu..ibu..."ujar miju sambil berteriak
 
Gangmo terpaksa menarik adiknya,karna melihat penyelundup ada disitu.Para penyelundup tersenyum senang,karna mereka telah melihat kematian ibu gangmo.Gangmo pun mengajak adiknya pergi.Gangmo menahan tangisnya,miju yang terus menangis...

"ibu...ibu..oppa..biarkan aku bertemu ibu"
"Dengarkan baik baik,ibu..ibu telah mati,ibu sudah tidak ada lagi,jadi jangan mencarinya"
"Ibu tidak mungkin mati"teriak mijuu."Kau hanya pembohong!".Miju berlarian kegereja.
"Tuhan,aku akan memberikan boneka favoritku padamu,jadi jangan bawa ibu ku,aku akan mendengarkan semua yang dia katakan dan juga oppa.Dan aku akan sikat gigi sebelum tidur.Setiap akhir pekan saya akan datang kegereja.Tuhan...bawa ibuku kembali padaku"
"Kau bodoh,ibu telah mati.dan tak akan kembali lagi"ujar gangmo
"Ibu pernah berkata padaku,jika kita berdo'a .Tuhan akan slalu mendengarkan do'a-do'a kita" ujar mijuu dan kembali berdo'a.
"Tuhan kenapa kau bawa ibu kami,ibu kami yang miskin,bawa kami kembali padaku"ujar gangmo
Tae sub telah menemukan jung yeon dirumah sakit.ternyata ia berhasil dari kecelakaan itu.
"Jeong yeon,apakah kamu merasa lebih baik"
"Ayah.."
"Benar,ayah mu sudah disini,jadi jangan khawatir"
"Dalam mimpiku,ada seseorang yang memanggilku,dan aku tiba-tiba terbangun,dia memanggil namaku,dan menyuruhku bangun"
"Jadi,kenapa kamu kabur dari rumah seperti itu?"tanya ayah jung yeon."Apa kau bertemu ibu mu?"katanya lagi.jungyeon menggeleg.
"Apa kau benar-benar ingin bertemu ibumu?,ketika kesehatanmu lebih baik,aku akan mengajakmu menemuinya"ujar ayah
"Benarkah?"
"Tentu".
"Jadi kamu tidak perlu pergi dan kabur untuk pergi menemuinya"
"Bagaimana dengan wali ini,apakah kamu sudah menemukan nya?"tanya dokter pada asistennya.Secara kebetulan tae sub mendengarnya.karna ruangan mereka berdekatan.
"Apakah kamu mengenalnya?"tanya dokter
"Apakah dia mati?"
"Saya rasa,akan sulit baginya untuk bertahan sampai malam"jawab dokter.Sepertinya keadaan ibu jung yeon sedang sekarat.

Tae sub pergi keluar ruangan rumah sakit dengan minum sebotol bir,diluar sadarnya ia mengumpat ibu jung yeon.
"Kamu celaka anak nakal,dari semua tempat,kamu ingin mati tepat didepan putrimu,siapa yang ingin bertemu orang mati.Dasar bodoh,anak nakal.Semoga kamu beristirahat dengan damai,tanpa mendengar dia memanggilmu ibu"ujarnya."Eh...dasar...".
"Jung yeon..."ucap ibu jung yeon
"segera periksa denyut nadinya dan menstabilkan suhu tubuhnya"ucap dokter pada asistennya

"Tutup setelah itu"
"Ya"jawab sungmo.Rupanya sungmo bekerja dimarkas tentara angkatan delapan milik amerika.Siang itu pil yeon,datang kemarkas tersebut.
"Dimana markas tentara angkatan keempat?"tanya pil yeon pada salah satu tentara disitu.
"Ya...silahkan jalan terus menuju bangunan terakhir"jawabnya.
Mobil pil yeon pun segera pergi,sayang sungmo sepertinya belum melihat pil yeon.

Notes :Huwa.....akhirnya sinopsis kedua ku selesai....2hari lebih dikerjakan secara step by step....xixixi,semoga teman-teman bisa mencerna tulisan saya dengan baik.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.