3.04.2011

TIPS Intropeksi Diri dan Belajar Sabar

     Rasanya, tak semua perkawinan berjalan mulus tanpa konflik. Beberapa bahkan mengalami konflik hebat yang berakhir dengan perceraian. Tentu, kita tak ingin mengalami hal ini. Untuk mengatasi hal itu, ada 12 kiat agar rumah tangga awet dan tidak membosankan. 


 Bertengkar secara fair Hindari berteriak, memukul, melemparkan  sesuatu, menjerit, saat bertengkar. Tetap fokus pada satu isu pada saat yang sama. Beri kesempatan pasangan berpikir dan tidak harus menyelesaikan masalah sekarang juga. Atur waktu jika memang diperlukan, tapi pastikan Anda siap menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Jangan hanya mendengarkan apa kata pasangan. 


Cobalah untuk mengerti alasan dan kepedihannya. 


 Cobalah berempati dan peduli pada pasangan. Lihatlah diri sendiri Bila sesuatu berlangsung buruk dalam perkawinan, kita sering dengan cepat menuduh pasangan kitalah yang salah, tanpa melihat diri kita sendiri. 
Padahal, melihat diri sendiri atau melakukan introspeksi seringkali dapat menolong perkawinan. Dengan instrospeksi, kita akan melihat apa yang perlu diubah. Kita dapat mengubah perspektif kita dalam menghadapi masalah. 


Kita juga akan menyadari bahwa kita telah melakukan hal yang terbaik dan kita dapat melakukan sesuatu untuk menyelamatkan perkawinan. Belajar sabar Kesibukan sering membuat kesabaran habis. Akibatnya, perkawinan pun tak lagi menyenangkan, dipenuhi cekcok dan konflik. Padahal, kesabaran merupakan kunci menyelamatkan perkawinan dari kehancuran. Jadi, jika muncul perbedaan pendapat, cobalah bersabar, cari waktu untuk saling bicara, dan tunjukkan cinta pada pasangan. 


 Tersenyum Cara terbaik menghargai pasangan adalah dengan selalu tersenyum dan membiarkan ia tahu bahwa ia sangat berharga buat kita. Banyak pasangan yang sangat menikmati senyum pasangannya, dan menikmati kala pasangan mengutarakan cinta padanya. Tatap mata pasangan dan biarkan mereka tahu bahwa ialah orang terbaik buat Anda.
 Menyadari Berharganya Pasangan Banyak orang tidak menghargai pasangannya. Akibatnya, perkawinan pun lama-lama jadi tak nyaman. 


Cobalah berpikir tentang apa saja yang telah dilakukan pasangan untuk Anda. 
Tanyakan, apa artinya dia buat Anda, kemudian bagi pikiran itu dengan pasangan. Biarkan dia tahu betapa besar artinya dia bagi Anda. 


 Beri pujian Ceritakan semua hal yang indah tentang pasangan pada orang lain, khususnya kala ada pasangan di dekat Anda. Ini akan meningkatkan ego pasangan, karena ia pun ingin membuat Anda bahagia dan bangga padanya. Selain itu, orang lain pun akan mempunyai penghargaan lebih padanya seperti yang Anda lakukan. 


 Hadiah yang Selalu diingat Biasanya, kita membelanjakan sebagian besar uang untuk liburan dan perayaan (seperti lebaran, natal). Jarang yang mempertimbangkan memberikan hadiah yang bisa membuat perkawinan kita berbeda. Saran para ahli, beri pasangan hadiah, sekaligus untuk diri sendiri. Ingatlah, hadiah terbesar bukanlah harta, melainkan cinta yang tulus. Hadiah misalnya, kartu pos berisi permintaan maaf atas apa yang telah Anda lakukan, puisi yang mengeksperesikan cinta Anda, album foto berisi foto-foto favorit Anda berdua dan lainnya. 


Pererat Keintiman Banyak orang yang lupa untuk mempererat kedekatan dengan pasangan. Padahal, banyak cara bisa dilakukan. Antara lain mencoba selalu dekat dan saling melayani, menghindari melukai pasangan, selalu bersikap jujur pada pasangan, melakukan yang terbaik, dan selalu berpikir positif. Bulan Madu Kedua Kencan berdua juga bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga agar perkawinan tetap terjaga. 
Anda bisa mengajak pasangan sekedar berjalan-jalan di sekitar rumah atau pertokoan, atau sesekali bepergian ke luar kota barang satu-dua hari. Resep paling ampuh adalah bulan madu kedua. Anda bisa berbulan madu ke tempat bulan madu pertama Anda dulu. Sepertinya sepele, kan, tapi dengan melakukan hal-hal tersebut, pasangan akan merasa sangat diperhatikan. Ingat, perkawinan yang baik tidak akan berhasil tanpa dukungan dari kedua belah pihak. 


 Jalan Terakhir Jika semua upaya sepertinya tak membuahkan hasil dan perkawinan Anda masih saja dirundung masalah, cobalah ikuti program konsultasi perkawinan. Masuklah ke situs internet yang mengkhususkan diri membantu pasangan meningkatkan hubungan. Anda juga bisa berkonsultasi pada lembaga-lembaga psikologi yang mengkhususkan atas hubungan perkawinan, atau ke lembaga-lembaga perkawinan lainnya.  


                     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.