3.05.2011

penentuan Jenis kelamin baby,,,anda setuju??

Dengan banyaknya pasangan yang ingin menentukan jenis kelamin pada janinnya, maka para ahli meneliti beberapa teori dan metode-metode apa saja yang dapat dilakukan untuk memilih jenis kelamin pada calon bayi yang akan dilahirkan.

Adapun metode-metodenya adalah: Metode Shettles Dr. Landrum Shettles dan David Rorvik yang menulis How to Choose the Sex of Your Baby menyatakan bahwa metode Shettles memiliki keefektifan sebesar 75%. Metode ini tepat sekali bagi pasangan yang ingin mendapatkan bayi laki-laki yang mendekati masa ovulasi sejak kromosom Y yang dibawa sperma lebih lemah dan daripada yang dibawa kromosom X. Namun jika Anda mencoba mengusahakan kehamilan dua hari atau tiga hari sebelum ovulasi maka Anda akan mendapat anak perempuan.



 Metode Whelan Dalam bukunya 'Boy or Girl?', Elizabeth Whelan, Sc.D., menyangkal metode Shettles dan menyarankan kebalikan metode tersebut. Karena perubahan biokimia yang cenderung lebih menyukai produksi sperma lebih awal pada siklus wanita. Whelan menyatakan jika Anda ingin bayi laki-laki cobalah berhubungan seks sebelum BBT (temperatur dasar atau basal body temperature) Anda naik, namun jika Anda ingin bayi, perempuan agar menahan diri untuk tidak berhubungan seks sampai dua atau tiga hari sebelum ovulasi. Whelan menaksirkan bahwa untuk mendapat bayi lelaki kemungkinan keberhasilan sekitar 68% sementara untuk bayi perempuan sekitar 56%. 


Metode Ericsson dan Centrifugation Metode hasil temuan Dr. Ronald Ericsson ini terbukti yang paling banyak digunakan di klinik-klinik kesuburan dan banyak mendapat kesuksesan. Metode Ericsson berusaha memisahkan kromosom pria dan perempuan dengan menyaring sperma ke dalam sebuah larutan protein yang mudah larut yang disebut albumin. 


Prosedur lainnya yaitu dengan memisahkan sperma melalui proses centrifuge, karena kromosom Y membawa sperma sifatnya lebih ringan akan naik ke atas sedangkan kromosom X yang dibawa sperma cenderung lebih berat sehingga akan tenggelam ke bawah. Dokter yang menangani inseminasi buatan ini akan memisahkan sperma menurut jenis kelamin yang Anda kehendaki. 


Jika Anda berharap menginginkan anak laki-laki mungkin peluang Anda lebih besar untuk mewujudkannya, menurut sebuah data dari National Center for Health Statistics menunjukkan bahwa bayi laki-laki mengalami peningkatan sebesar 51,2% sedangkan perempuan hanya sekitar 48,8%. 


Sumber: Berbagai sumber 


kalo saya boleh komentar ,komentar nya gini nih :
Seperti dikatakan tadi, metode ini bisa digunakan tapi tetap keberhasilannya hanya sekitar 56-68%.

Ada beberapa metode lain yang bisa dikombinasikan tapi tetap saja tidak ada metode yang bisa menjamin keberhasilannya sampai 100%. Yang paling tinggi keberhasilannya adalah dengan metode inseminasi buatan/ bayi tabung/ pembuahan di luar tubuh, dimana dilakukan pemisahan sperma yang akan digunakan untuk membuahi dengan cara sentrifusi, tapi tetap hasilnya tidak bisa memberikan kepastian lebih dari 80%. 

Jadi selamat berusaha dan berdoa, semoga Tuhan merestui usaha anda.


nah itu pointnya terima aja deh apapun yang tuhan kasih,tuhan lebih tahu kok apa yang terbaik buat kita .


ini buah hatiku :)

3 komentar:

  1. Nice post...
    setuju banget ma kesimpulan sist cha..
    terima apapun yg TUHAN beri krn TUHAN lebih tau apa yang terbaik untuk kita.. ^^

    BalasHapus
  2. sejauh ini shettles method memang yg paling banyak digunakan, namun ada juga metode O+12 untuk memilih bayi perempuan yang juga secara teknik berkebalikan dari shettles method, perbandingan kedua metode tersebut bisa dilihat disini http://www.theshettlesmethod.com/

    BalasHapus

-Silahkan berkomentar,Mohon ditulis nama,jangan anonim,untuk mengetahui siapa.trims berat^^-

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.